Anda di halaman 1dari 12

PERANCANGAN MESIN PENCACAH IKAN LEMURU

OLEH

DIMAS MAULANA AHSAN

NIM 150514605655

UNIVERITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK MESIN

MARET 2018
BAB I PNDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pakan buatan (pellet) mempuyai banyak kelebihan, antara lain mudah


didapat dan kualitasnya terjamin. Tetapi hargaya sangat mahal yang mencapai Rp
5000/kg dan terus naik, membuat para petani brfikir dua kali, mengingat 65% dari
biaya produksi hanya utuk pembelian pakan. Yang berakiba kura keutugan terus
menurun.

Maka para petani ikan lele menggunakan ikan lemuru sebagai alternatife
pkan ikan lele. Ini dikarenakan harga ikan lemuru ang sangat murah sebagai
menghasilkan ikan lemuru.

Selama ini di lingkugan masyarakat, pencacahan ikan lemuru masih


banyak dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan banyak tenaga dan
waktu yang cukup lama.

Proses pemberian pakan (ikan lemuru) pada ikan lele tidak semudah yang
kita bayangkan yaitu dengan langsung memasukkan ikan lemuru kedalam kolam
ikan lele. Ikan lemuru terlebih dahulu melalui proses pencacahan menjadi 3
bagian sampai 5 bagian, akan tetapi juga menyesuaikan ukuran ikan lemuru. Hal
ini dilakukan untuk mengurangi matinya ikan lele saat berbut makanan, E

Kemerataan ikan lele mendapatka makanan, mencegah pertumbuhan ikan


lele yang tidak bersamaan,yang menyebabkan ikan lele erukuran lebih besar aka
memakan ikan lele yang lebih kecil. Hal ini terjadi karea ikan lele termasuk
hewan kanibal pertumbuhan yang tidak merata juga berakibat ikan lele yang lebh
besar tidak laku terjual, dikarenakan ada baasan ukuran oleh pedagang ikan lele
yaitu dengan berat seitar 80-130 gram dan panjang sekitar 15-30 cm.

Dari situ muncul ide untuk membuat mesin pecacah ikan lemuru adalah
solusi yang tepat untuk diguakan membantu masyarakat petani lele dalam
pengolahan pakan ikan lele.
1.2 RUMUSAN MASALAH

Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana


merancang mesin ikan penacah ikan lemuru yang mampu mencacah ikan lemuru
mnjadi potongan-potongan daging ikan yang siap digunakan sebagai pakan lele.

1.3 TUJUAN
Tujuan dari perancangan mein pencacah ikan lemuru yaitu:
1. Merancang teknologi tepat gua untuk pencacah ikan lemuru.
2. Menghasilkan cacahan yang baik.

1.4 MANFAAT

Adapun manfaat yag bias didapat dengan adanya mesin pencacah ikan
lemuru adalah :

1. Mempermudah proses pencacahan


2. Proses pencacahan membutukan waktu yang cepat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1Pakan Ikan Lele

Pakan merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan oleh petani lele dalam
proses pembesaran benih lele hingga siap di panen. Pemilihan pakan juga berdampak pada
kualitas ikan lele itu sendiri, sehingga penentuan pakan yang dipakai harus sesuai dengan kondisi
ikan lele. Pakan ikan lele dibedakan menjadi dua, yaitu:

 Pakan Buatan (Pellet)


Pakan buatan adalah pakan yang terbuat oleh proses produksi yang meliputi proses
pencampuran dari bahan alami dan bahan kimia, sehingga kandungan gizi dari pakan buatan
sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan ikan lele.

Gambar 1.1. Pellet ikan

 Pakan Alami
Pakan alami adalah pakan yang tersedia oleh alam, misalnya: Zooplankton, larva, cacing-
cacing, dan serangga air.

2.2Ikan Lemuru

Ikan lemuru adalah jenis ikan laut yang banyak terdapat di perairan pantai selatan.
Pemanfaatan ikan lemuru itu sendiri adalah untuk dikonsumsi sebagai lauk pauk, akan tetapi ikan
lemuru kurang diminati oleh konsumen dikarenakan rasanya yang kurang enak. Sehingga
dibeberapa daerah penghasil lemuru, harga ikan ini sangat murah.
Pada saat sekarang ini ikan lemuru sudah banyak dikembangkan, selain menjadi bahan
utama dalam pembuatan ikan sarden, ikan lemuru juga menjadi alternatif para petani ikan lele.
Semuanya ini tentunya melewati babarapa proses produksi, salah satunya proses pencacahan.

Gambar 1.2. Ikan lemuru

Ikan lemuru merupakan jenis ikan yang hidup di perairan pantai, lepas pantai, dan laut
dalam. Makanan utamanya plankton. Dapat mencapai panjang 20 cm, tapi biasanya 10-15 cm.
Tubuhnya berwarna biru kehijauan di bagian atas, putih perak di bagian bawah. Konsentrasi
terbesar di selat Bali dan sekitarnya, termasuk selatan Sumbawa dan timur Sumba, dan
Kalimantan Utara. Ikan yang orang Madura disebut Soroi ini dipasarkan dalam bentuk segar,
asin kering, kalengan, asin rebus (pindang).

Berdasarkan penelitiannya, ikan lemuru (Sardinella longiceph) merupakan ikan yang


paling banyak mengandung omega-3. Masyarakat Banyuwangi yang banyak mengkonsumsi ikan
ini, rata-rata bebas dari penyakit darah tinggi.

Bagi masyarakat yang ingin mengkomsumsi ikan lemuru untuk meningkatkan kadar
omeg-3 dalam darah, Fadilah menganjurkan untuk memasaknya dengan ditim jangan digoreng
karena omega-3 mudah menguap bila terkena panas”.

Khasiat ikan yang tinggi tak selalu dibarengi dengan harga yang mahal. Bahkan lemuru
harganya tergolong murah antara Rp 500,- Rp 1000,- per kg. Berikut adalah contoh jenis ikan
yang kaya Omega 3 yaitu meliputi; ikan Lemuru, ikan Tuna dan Tenggiri.

2.3 Alat pencacah lemuru

Pembuatan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah ikan lemuru adalah solusi yang
tepat digunakan untuk membantu masyarakat petani lele dalam pengolahan pakan ikan lele.
Prinsip kerja dari alat ini yaitu motor dihidupkan, setelah dihidupkan putaran dan daya dari
motor ditransmisikan oleh puli penggerak yang terdapat pada motor ke puli yang digerakkan.
Kemudian dari puli inilah putaran diteruskan ke sebuah poros yang ditumpu oleh dua buah
bantalan. Pada poros penghubung ini terdapat empat buah pisau yang berfungsi untuk mencacah
ikan lemuru.

Pencacahan ikan lemuru dimulai dengan memasukkan ikan lemuru ke dalam hopper
yang kemudian dicacah dengan menggunakan pisau yang berputar dan hasil dari pencacahan
tersebut berbentuk potongan-potongan dengan ukuran tebal 20-30 mm, diameter hasil cacahan
tergantung besar atau kecilnya ikan lemuru yang dimasukkan. Pada tahap akhir proses
pencacahan ikan lemuru yang telah dicacah akan keluar melalui lubang keluaran, kemudian
hasil cacahan ikan lemuru akan ditampung oleh bak penampung.
BAB III

METODOLOGI KEGIATAN

3.1Metodologi Pelaksanaan Penelitian

Metode pelaksanaan perancangan dan pembuatan mesin pencacah ikan lemuru ini
dilaksanakan di laboratorium desain, laboratorium kerja bangku dan pelat, laboratorium
permesinan, dan laboratorium Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang
dengan alat dan bahan sebagai berikut:

3.11.Alat yang akan digunakan dalam pembuatn alat antara lain:

a. Mesin las listrik


b. Elektroda
c. Palu
d. Sarung tangan
e. Pelindung mata
f. Kunci pas 1 set dan obeng ( + dan - )
g. Bor tangan
h. Mesin gerinda
i. Mesin bor
j. Gunting plat
k. Ragum
l. Mistar baja
m. Penitik dan penggores
3.1.2 Bahan yang akan digunakan dalam pembuatan alat antara lain:

a. Pelat
b. Poros
c. Pulley
d. V-belt
e. Bearing
f. Mur dan baut
g. Besi siku

3.2 waktu dan tempat

3.2.1 waktu

Analisa, perancangan, pembuatan dan pengujian alat dilaksanakan selama

3.2 Metode Pelaksanaan

3.2.1 Pencarian Data.


Dalam merencanakan sebuah mesin pencacah ikan bagian statis, maka terlebih dahulu
dilakukan pengamatan di lapangan dan studi literatur.

3.2.2 Perancangan dan Perencanaan


Setelah melakukan pencarian data dan pembuatan konsep yang didapat dari literatur studi
kepustakaan serta dari hasil survey, maka dapat direncanakan bahan-bahan yang dibutuhkan
dalam perancangan dan pembuatan mesin pencacah ikan.
Perancangan ini meliputi:
 Kerangka
 Sambungan

3.2.3 Proses Pembuatan

Proses ini merupakan proses pembuatan alat yang meliputi proses permesinan untuk
membentuk suatu alat sesuai dengan desain yang dihasilkan. Adapun macam proses permesinan
yang dilakukan dalam pembuatan mesin pencacah ikan, yaitu:

a. Proses pemotongan (grinding).


b. Proses pengeboran (Drilling).
c. Proses pengelasan (Welding).
3.2.4 Proses perakitan.
Yaitu proses perakitan mesin pencacah ikan yang meliputi perakitan kontruksi rangka
sesuai dengan desain yang diinginkan. Berikut langkah-langkah perakitan rangka :

 Menyiapkan peralatan las dan menggunakan alat keamanan kerja (safety).


 Membersihkan bagian benda kerja yang akan di las dari kotoran dan minyak.
 Mengatur letak atau posisi rangka sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
 Menghubungkan massa las pada benda kerja.
 Memastikan posisi benda kerja sesuai dengan perencanaan.
 Melakukan las titik.
 Memeriksa kesikuan, kelurusan dan kedataran benda kerja.
 Setelah lurus dapat dilakukan pengelasan total.
 Pengelasan dilakukan pada batang penumpu terlebih dahulu kemudian dilanjutkan
dengan pengelasan pada kolom dan batang horizontal serta rangka sebagai dudukan
motor.
 Menghilangkan kerak hasil pengelasan.
 Menyempurnakan hasil pengelasan yang kurang sempurna.

3.2.5 Pengujian Rangka dan Alat.


Prosedur pengujian rangka dilakukan secara visual, yaitu sebagai berikut :

 Melihat apakah sambungan baut dan mur berfungsi (tidak lepas, tidak mengendor, tidak
putus)
 Melihat apakah sambungan las berfungsi (tidak retak dan tidak patah)
 Melihat apakah rangka berfungsi (tidak terdefleksi, tidak patah, tidak bergetar secara
berebihan)

Prosedur Pengujian Mesin adalah sebagai berikut :

 Menghidupkan motor penggerak untuk menjalankan mesin.


 Memasukan ikan lemuru kedalam hoper.
 Memasang bak penampung cacahan ikan pada saluran keluar.
 Mengukur waktu yang dibutuhkan mesin untuk mencacah ikan.
 Mengukur panjang cacahan ikan yang dihasilkan.
d. Penyempurnaan Alat
Penyempurnaan alat ini dilakukan apabila tahap pengujian alat terdapat masalah atau
kekurangan, sehingga dapat berfungsi dengan baik sesuai prosedur, tujuan dan perancangan yang
dilakukan.

e. Pembuatan Laporan
Pada Pembuatan laporan proyek akhir dilakukan secara bertahap dari awal analisa,
perancangan, dan pembuatan mesin pencacah ikan sampai dengan selesai.
Mulai

Survey lapangan

Studi pustaka

Ide atau Gagasan

Konsep Rancangan

Bagian Statis Bagian Dinamis

Perancangan Rangka, Perancangan Las,


Perancangan Baut dan Mur, Perancangan
Manufaktur

Proses Pembuatan

Perbaikan Perakitan

Tidak Uji coba


Layak?

Ya
Pembuatan laporan

Selesai

Diagram Alir Perancangan dan Pembuatan Mesin Pencacah Ikan Lemuru.