Anda di halaman 1dari 19

1

LAPORAN RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN

Disusun Oleh :

Dwi Siti Sholeha 1513022009


Nia Sumiyati 1513022004
Prima Istiana 1513022013
Intan Hanniva B 1513022027
Ani Latifatun Naj’yah 1513022058

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok proposal proyek “
Proyek Konversi Energi (Lemari Pendingin Mini)” sebagai salah satu tugas mata
kuliah Pendidikan teknologi dasar.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Eko Suyanto, M.Pd dan Ibu
Margaretha Carolina Sagala, S.T. selaku dosen mata kuliah Pendidikan Teknologi
Dasar yang telah membantu dan membimbing dalam penyelesaian proposal proyek
ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada orang tua, dan teman-teman atas
bantuan dan dukungan yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan
proposal proyek ini.

Penulis menyadari masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan yang perlu
diperbaiki sehingga penulis mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang
dapat membangun serta memperbaiki makalah ini. Penulis juga berhaparap, semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi pendidik, dan juga mahasiswa khususnya
keguruan dan ilmu pendidikan.

Bandarlampung, 22 Mei 2018

Penulis

DAFTAR ISI
3

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ........................................................................................ v

I RASIONAL ............................................................................................ 4
II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................. 5
III DESAIN PRODUK DAN HASIL PRODUK
3.1 Spesifikasi Produk yang direncanakan..................................................... 8
3.2 Gambar Desain Produk ............................................................................ 8
3.3 Alat dan Bahan Produksi.......................................................................... 9
3.4 Prosedur uji coba untuk menilai pemenuhan spesifikasi produk ........... 10
IV DANA ANGGARAN PRODUKSI DAN JADWAL
PEMBUATAN PRODUK
4.1 Rencana Anggaran Produksi .................................................................. 12
4.2 Jadwal Produk Awal .............................................................................. 12
V RANCANGAN PEMASARAN DAN KEBERLANJUTAN
PEMASARAN
5.1 Rancangan pemasaran dan keberlanjutan Pemasaran ............................ 14
5.2 Keberlangsungan Produksi .................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
4

I. RASIONAL

Dengan pesatnya Pembangunan Nasional yang dilakukan bangsa Indonesia yang


meliputi segala bidang, bangsa Indonesia sangat memerlukan Sumber Daya
Manusia yang mempunyai tingkat kemampuan, keterampilan, serta keahlian yang
berkualitas, berbobot dan mampu berdiri sendiri untuk dapat mempercepat sasaran
tujuan Pembangunan Nasional. Teknologi digunakan untuk membatu pertumbuhan
bangsa dan negara.
Salah satu hasil dari teknologi adalah banyak peralatan rumah tangga yang
menggunakan energi seperti alat penanak nasi dan pengawet makanan dan sayuran
yaitu kulkas. Namun ternyata kulkas tidak ramah lingkungan karena mengandung
gas CFC yang dapat merusak lapisan ozon.

Dewasa ini diperlukan suatu terobosan terhadap penggunaan kulkas, baik dari segi
bentuk atau ukuran dan kegunaannya yang ramah lingkungan dan hemat energi.
Kulkas juga disebut mesin pendingin. Mesin pendingin adalah sebuah siklus yang
prinsip kerjanya hampir sama dengan mesin kalor yang menggunkan fluida kerja
berupa refrigeran. Tujuan dari mesin pendingin adalah untuk menjaga ruangan tetap
dingin dengan menyerap panas dari ruang tersebut. Salah satu aplikasi yang
menggunakan prinsip pendingi adalah AC selain kulkas.

Oleh sebab itu diperlukan sebuah inovasi dan kreatifitas dalam memodifikasi
kulkas agar dapat digunakan oleh khalayak ramai dengan mudah dan ramah
lingkungan. Dengan adanya teknologi dan energi terbarukan dapat memodifikasi
alat ini menjadi lebih minimalis dalam segi bentuk dan penggunaannya menjadi
lebih mudah tanpa menggunakan listrik secara berlebihan.
5

II. Kajian Pustaka: Landasan Teori

2.1 Efek Peltier


Penemuan tentang fenomena termoelektrik, oleh Seebeck pada tahun 1821,
menjelaskan kepada kita bahwa, "jika dua buah logam yang berbeda
disambungkan pada salah satu ujungnya, kemudian diberikan suhu yang
berbeda pada sambungan, maka akan terjadi perbedaan tegangan pada ujung
yang satu dengan ujung yang lain".

Gambar 2.1 Efek Peltier

Penemuan ini menginspirasi seorang Jean Charles Peltier pada tahun 1934
untuk melihat kebalikan dari fenomena tersebut, dimana ketika arus listrik
dialirkkan pada dua buah logam yang direkatkan dalam sebuah rangkaian,
terjadi penyerapan panas pada sambungan kedua logam tersebut dan pelepasan
panas pada sambungan yang lainnya. Efek Peltier inilah yang kemudian
menjadi dasar pengembangan teknologi termoelektrik, seperti lemari
pendingin atau kulkas.

2.2 Modul Termoelektrik


Bahan semikonduktor banyak digunakan dalam pembuatan berbagai
komponen elektronika. Semikonduktor sendiri merupakan bagian yang sangat
6

penting dalam modul termoelektrik atau modul peltier. Modul termolektrik


terdiri dari banyak sambungan semikondutor yang dirancang menjadi sebuah
divais termoelektrik atau modul. Semikonduktor dalam modul tersebut akan
disambungkan dan membentuk termokopel. Sebuah modul termoelektrik
tersusun dari material keramik Bismuth Teluride tipe P dan tipe N yang
dihubungkan seri untuk elektrik dan paralel untuk panas. Spesifikasi dari
modul termoelektrik bervariasi. Untuk perbedaan temperatur yang besar,
desain multistage seri dapat digunakan dan dapat menghasilkan hingga 1300 C
(Riffat, 2003). Skematik diagram dari modul termoelektrik dapat ditunjukkan
pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Skematik Diagram Modul Termoelektrik Peltier


(Sumber: Purnamasari, 2017)

Banyak macam thermoelectric cooler (TEC) yang ada dipasaran, namun salah
satu model yang ada dipasaran seperti gambar berikut :
7

Gambar 2.3 Thermoelectic Cooler (TEC)

Dalam pembuatan tugas proyek pendingin mini ini, modul termoelektrik yang
digunakan yaitu TEC1-12706 Modul Piring Peltier Pendingin Termoelektrik
Heatsink 12V60W.

Prinsip kerja modul termoelektrik adalah berdasarkan efek peltier. Efek peltier akan
menciptakan perbedaan suhu yang diakibatkan oleh pemberian tegangan antara dua
jenis elektroda yang terhubung ke sampel bahan semikonduktor. Ketika
menggunakan modul termoelektrik maka harus didukung dengan proses
pembuangan panas pada sisi panas. Apabila suhu panas sama dengan suhu
lingkungan, maka pada sisi dingin akan didapatkan suhu yang lebih rendah
(puluhan derajat Kelvin). Tingkat pendinginan dapat diturunkan oleh nilai arus
yang melewati modul termoelektrik. Dalam termoelektrik, penukar panas elektron
bertindak sebagai pembawa panas. Aksi dari pemompaan panas disebabkan karena
fungsi dari banyaknya elektron yang melewati P-N Junction (Purnamasari, 2017).

2.3 Tara Termoelektrik

Tara kalor listrik adalah perbandingan antara energi listrik yang diberikan
terhadap panas yang di hasilkan
J = W/H [Joule/kalori]
teori yang melandasi tentang tara kalor listrik:
Hukum joule dan azas black
8

Suatu bentuk energi dapat berubah menjadi bentuk energi yang lain. Misalnya pada
peristiwa gesekan energi mekanik berubah menjadi panas. Pada mesin uap panas
diubah menjadi energi mekanik. Demikian pula energi listrik dapat diubah menjadi
panas atau sebaliknya. Sehingga dikenal adanya kesetaraan antara panas dengan
energi mekanik/listrik, secara kuantitatif hal ini dinyatakan dengan angka
kesetaraan panas-energi listrik/mekanik. Kesetaraan panas-energi mekanik pertama
kali diukur oleh Joule dengan mengambil energi mekanik benda jatuh untuk
mengaduk air dalam kalorimeter sehingga air menjadi panas. Energi listrik dapat
diubah menjadi panas dengan cara mengalirkan arus listrik pada suatu kawat
tahanan yang tercelup dalam air yang berada dalam kalorimeter. Energi listrik yang
hilang dalam kawat tahanan besarnya adalah:

W = V.i.t [joule]

dimana :
V = beda potensial antara kedua ujung kawat tahanan [volt]
i = kuat arus listrik [ampere]
t = lamanya mengalirkan arus listrik [detik]

Energi listrik sebesar V.i.t joule ini merupakan energi mekanik yang hilang dari
elektron-elektron yang bergerak dari ujung kawat berpotensial rendah ke ujung
yang berpotensial tinggi. Energi ini berubah menjadi panas. Jika tak ada panas yang
keluar dari kalorimeter maka panas yang timbul besarnya:

H = (M + Na).(ta - tm) [kalori]

dimana: M = m air.c air


Na = Nilai air kalorimeter (kal/g oC)
ta = suhu akhir air
tm = suhu mula-mula air

Banyak panas yang dihasilkan dari kalorimeter dapat dikompensasi dengan


memulai percobaan pada suhu di bawah suhu kamar, dan mengakhirinya pada suhu
di atas suhu kamar.

Tara artinya adalah kesetaraan. Kalor artinya energi dalam bentuk panas. Arti
keseluruhan dari Tara Kalor Mekanik adalah kesetaraan Energi Mekanik dengan
9

Energi dalam bentu panas (Kalor). Satuan Energi bisa dibedakan berdasarkan jenis
energinya, misalnya Joule (mekanik), kWh (listrik), kalori (panas). Jadi Tara Kalor
Mekanik adalah kesetaraan antara satuan Energi Mekanik dengan Energi panas
(kalor), yaitu 1 joule = 0,24 kalori, atau 1 kalori = 4,2 joule. (Pauliza, 2008).
10

III. Desain Produk Dan Hasil Produk

3.1 Spesifikasi Produk yang Direncanakan


Coolbox-Water Dispenser Portable ini direncanakan beroperasi pada tegangan
12-15V DC yang memanfaatkan modul termoelektrik peltier TEC1-12706.

Gambar 3.1 Arti tulisan pada TEC


(Sumber: Fikri, 2016)

Dengan spesifikasi:
Ukuran Standar (C) 40mm x 40mm x 3,9mm
Massa 27 gram
I max 6A
U max 15 V
Couples 127 couples
T operasi min -50 0C
ΔT max (Qc = 0) 67,0 0C
T operasi max 180 0C
Qcmax (ΔT = 0) 56,5 W
11

Data tersebut dapat dilihat pada data sheet termoelektrik di bawah ini:

Gambar 3.2 Data Sheet Termoelektrik


(Sumber: Fikri, 2016)

Modul termoelektrik TEC1-12706 membutuhkan tegangan 12 V dan arus


maksimal yang digunakan adalah sebesar 6 A. Perhitungan daya input yang
digunakan adalah sesuai dengan hukum Ohm:
𝑃 = 𝑉𝐼
𝑃 = 12 𝑉𝑜𝑙𝑡 × 6 𝐴 = 72 𝑊

3.2 Gambar Desain Produk


12

Gambar 3.3 Desain Coolbox-Water Dispenser Portable tampak samping


Dengan deskripsi:
Ukuran 35cm x 12cm x 15cm
Tinggi pintu besar 25 cm
Tinggi pintu kecil 5 cm

3.3 Alat dan Bahan Produksi


Alat dan Bahan Produksi yang dibutuhkan yaitu:
No. Nama Alat dan Bahan Kuantitas
1. Peltier 2 buah
2. Heatsink kecil (tembaga) 1 buah
3. Heatsink besar (aluminium) 1 buah
4. Baut dan mur 10 pasang
5. Kabel USB 1 buah
6. Switch 1 buah
7. Lampu LED 2 buah
8. Kabel merah 1m
9. Kabel hitam 1m
10. Resistor 1 buah
11. Isi lem tembak 2 buah
12. thermal pasta 1 buah
13. Termometer 1 buah

3.4 Prosedur Ujicoba untuk Menilai Pemenuhan Spesifikasi Produk

a. Pengujian Suhu Box dan Suhu Air pada Water Dispenser


Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar perubahan suhu
yang terjadi dalam coolbox dan water dispenser serta menghitung waktu
dari perpindahan suhu yang terjadi. Pengujian dilakukan menggunakan dua
alat yaitu sensor suhu yang sudah ada pada coolbox dan menggunakan
thermometer sebagai bahan perbandingan. Berikut tabel pengujian.
13

Tabel 3.1 Hasil Percobaan PengukuranAlat


SUHU (℃) P V W
NO I (A) t (s)
Panas Dingin (Watt) (V) (J)
1 29,4 29,4 0
2 44,1 30,2 300
3 46,5 29,7 0,04 2,96 0,04 600 48
4 47,1 30,5 800
5 48,2 30,3 1200

𝑄𝑐 = M.c. Delta T
𝑄𝑐 = 0,1 kg. 1 kg/m3. 0,9℃
𝑄𝑐 = 0,09 joule
𝑄𝐻 = M.c. Delta T
𝑄𝐻 = 0,1 kg. 1 kg/m3. 18,8℃
𝑄𝐻 = 1,88 joule

𝑄𝑐 0,09 𝐽𝑜𝑢𝑙𝑒
Efisiensi = = × 100% = 0,1875 % (Dingin)
𝑊 48 𝐽𝑜𝑢𝑙𝑒

𝑄𝐻 1,88 𝐽𝑜𝑢𝑙𝑒
Efisiensi = = × 100% = 0,039 % (Panas)
𝑊 48 𝐽𝑜𝑢𝑙𝑒

Gambar 3.1 Produk Kulkas Mini


14

Gambar 3.2 Rangkaian Listrik Gambar 3.3 Rangkaian Listrik


Pengukuran Tegangan Pengukuran arus listrik

Gambar 3.4 Pengukuran Tegangan Gambar 3.5 Pengukuran Arus

b. Optimasi Pada Faktor Lingkungan


Pada uji coba terhadap faktor lingkungan ini berfokus pada perbedaan
suhu lingkungan sekitar alat. Pengujian dilakukan dengan dua tahapan
yaitu pengujian pada kondisi suhu lingkungan yang dingin dan kondisi
lingkungan yang panas. Hasil uji coba disajikan pada tabel berikut.
15

c. Pengujian dengan perbedaan jumlah modul TEC

Pengujian ini awalnya dilakukan dengan menggunakan 1 peltier kemudian


dengan 2 peltier pada kondisi kedua.

d. Pengujian dengan perbedaan beban yang di dinginkan

Pengujian ini awalnya dilakukan dengan memasukkan air dengan volume


tertentu kemudian menambah volumenya pada kondisi kedua.
16

IV. Dana Anggaran Produksi dan Jadwal Pembuatan Produk

4.1 Anggaran Biaya


Ringkasan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan Coolbox-Water
Dispenser Portable ini yaitu:
Peralatan Penunjang

Material Kuantitas Harga Satuan Jumlah


Peltier 2 buah Rp. 35.000,- Rp. 70.000,-
Heatsink kecil 1 buah Rp. 9.000,- Rp. 9.000,-
(tembaga)
Heatsink besar 1 buah Rp.2.000,- Rp.2.000,-
(aluminium)
Baut dan mur 10 pasang Rp. 500,- Rp. 5.000,-

SUB TOTAL (Rp) Rp. 86.000,-

Bahan Habis Pakai

Material Kuantitas Harga Satuan Jumlah


Kabel USB 1 buah Rp. 30.000,- Rp. 30.000,-
Port USB 1 buah Rp. 8.000,- Rp. 8.000,-
Switch 1 buah Rp. 5.000,- Rp. 5.000,-
Lampu LED 2 buah Rp. 2.000,- Rp.4.000,-
Kabel merah 1 meter Rp. 5.000,- Rp.5.000,-
Kabel hitam 1 meter Rp. 5.000,- Rp.5.000,-
Resistor 1 buah Rp. 1.000,- Rp.1.000,-
Isi lem tembak 2 buah Rp. 2.000,- Rp.4.000,-
thermal pasta 1 buah Rp. 35.000,- Rp.35.000,-

SUB TOTAL (Rp) Rp. 97.000,-


17

4.2 Jadwal Kegiatan


Jadwal kegiatan dalam pembuatan Coolbox-Water Dispenser Portable ini
yaitu:

No. Tanggal Kegiatan


1. Sabtu, 24 Maret 2018 Studi Pustaka
2. Minggu, 25 Maret 2018 Penyusunan Proposal
3. Selasa, 27 Maret 2018 Presentasi Proposal
4. Rabu, 28 Maret 2018 Pembelian Alat dan Bahan
5. 29 Maret – 3 April 2018 Pembuatan alat
6. 4 April 2018 Pengujian alat
18

V. PEMASARAN DAN KEBERLANJUTAN PRODUKSI

5.1 Lokasi Produki


Kegiatan produksi dilaksanakan di salah satu kosan anggota kelompok kami
yang terletak di Jalan Bumi Manti II Gang Umar No. 1 Gedung Meneng Raja
Basa Bandar Lampung.

5.2 Pelaksanaan
a. Persiapan Usaha
Persiapan lokasi yang digunakan sebagai tempat produksi dan dijadikan
ofline agar konsumen lebih mudah jika ingin bertemu secara langsung.
Selain itu juga persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b. Proses Produksi
Dalam proses produksi dilakukan di rumah produksi yaitu di Jalan Bumi
Manti II Gang Umar No. 1 Gedung Meneng Raja Basa Bandar Lampung.

5.3 Promosi Produk


Promosi dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya:
a. Media cetak
Pembuata brosur dan pamflet yang di tempel di tempat strategis dan
membagikan kepada teman dan masyarakat sekitar untuk memperkenalkan
usaha kami dan menyertakan program promo khusus.
b. Media Sosial
Melakukan promosi dan branding di media sosial antara lain instagram dan
Whats App.
c. Promosi secara Langsung
Melakukan promosi secara langsung dengan cara mendatangi tempat
strategis seperti di lapangan sepak bola Unila pada hari libur atau di tempat
umum lainnya yang banyak masyarakat ramai sehingga akan lebih mudah
untuk promosi dan memperkenalkan produk kami.

5.4 Pelaksanaan Pemasaran


Untuk melakukan pemasaran kami melakukan secara offline dan online. Untuk
offline pelangga bisa bertemu secara langsung dengan kami kemudian untuk
via online pembeli bisa melakukan pemesana via instagram ataupun whats app.
19