Anda di halaman 1dari 2

“Kelestarian Lingkungan Berawal dari Lingkungan Sekitar Kita”

Salam sejahtera bagi kita semua, Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmatnya sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini
dalam keadaan yang sehat. Tidak lupa juga saya menyampaikan rasa hormat kepada
Bapak/Ibu guru SMPN 2 Makale dan juga teman-teman yang saya banggakan untuk
kehadirannya di tempat yang indah ini.

Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk menyampaikan pidato singkat saya
tentang “Kelestarian Lingkungan Berawal dari Lingkungan Sekitar Kita”. Akhir-akhir ini
telah banyak kita lihat diberbagai media sosial baik cetak maupun elektronik tentang
bencana yang terjadi di sekitar kita. Seperti bencana banjir, gempa bumi, kemarau
panjang, serta tanah longsor yang terjadi di Indonesia. Bahkan beberapa hari yang lalu
saya melihat di televesi berita longsor terjadi di kampung kita sendiri, tepatnya di
kecamatan Rinding Allo, kabupaten Toraja Utara. Longsor terjadi diakibatkan curah hujan
yang tinggi.

Saya akan menyampaikan kepada teman-teman sekalian, bahwasannya bencana


alam yang terjadi bukan tanpa penyebab, melainkan kejadian ini terjadi karena kurang
pedulinya kita terhadap alam. Jadi melihat kurangnya kepedulian membuat kita enggan
menjaga lingkungan, sehingga bisa didefenisikan lingkungan pun enggan bersahabat
dengan kita dan menjaga kita dari bencana yang melanda. Layak sebuah pertemanan
kita mengingkari sebuah ikatan atau hubungan yang terjalin.

Dari itu, pada kesempatan ini saya ingin mengajak segenap yang hadir di tempat
ini untuk mau menjaga ikatan tersebut dengan lingkungan sekitar kita. Membangun
sebuah hubungan simbiosis mutualisme. Yang mana semua saling menguntungkan.
Bagimana caranya? Kita bisa memulai dari lingkungan tempat tinggal kita maupun
sekolah tercinta ini. Pertama melakukan hal kecil dengan menjaga kebersihan lingkungan
di sekitar tempat tinggal kita, membuang sampah pada tempatnya mengurangi
penggunan plastik misalnya. Karena kedua hal ini merupakan sebagian kecil penyebab
bencana seperti banjir yang diakibatkan karena sampah yang membendung dan
membuat dangkal aliran sungai. Plastik pun merupakan bahan yang sulit diurai oleh
tanah bahkan menurut penelitian bisa hingga ratusan tahun mengurainya. Plastik juga
merusak organisme dalam tanah yang menghambat pertumbuhan pohon, dan jika
dibakar akan membuat pemanasan global. Jadi saya menyarankan teman untuk
menguranginya, bisa mengganti dengan tas jinjing jika ke pasar untuk menyimpan barang
belanjaan.

Kedua di lingkungan sekolah kita, sebagai generasi terdidik dan yang akan melihat
kehidupan kedepan ini lebih baik, kita bisa memulai dengan menanam pohon dan bunga
di sekitar sekolah, membuat sekolah ini lebih hijau. Pohon adalah bagian penting dalam
menjaga kelestarian lingkungan. Dari pohon kita dapat menghirup udara yang bersih,
akarnya pun menjaga kita dari bencana seperti longsor dan banjir. Jadi betapa
pentingnya fungsi pohon dalam kehidupan kita. Salah satu cara melestarikan lingkungan
berarti mengurangi penebangan pohon. Misalnya juga di sekolah meminimalisirkan
penggunaan kertas dan tissue, diketahui kedua benda ini adalah proses olahan dari kayu,
sehingga ketika kebutuahan kita akan kedua benda ini meningkat maka penebangan
pohon akan relatif ikut meningkat. Dan kita tahu pohon dapat menjaga kita dari bencana
seperti longsor dan banjir, dan menyimpan air saat kemarau. Jadi saya mengajak teman
untuk lebih berhemat dalam menggunakan kedua benda ini.

Akhir kata untuk menutup pidato ini, saya mengingat sebuah kata bijak “Jika kau
merawat aku hari ini artinya kau menyiapkan kehidupanmu 20 tahun ke depan, selambar
daunku berarti secercah kehidupanmu”. Demikian pidato yang dapat saya sampaikan
mohon maaf bila ada kesalahan dalam bertutur kata. Atas perhatiannya saya ucapkan
terimah kasih dan saya akhiri.