Anda di halaman 1dari 25

SOP PMTCT – Community based

6/9/2018
Halaman 1

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


PELAYANAN PMTCT – COMMUNITY BASED

12 Juni 2008
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur

DISETUJUI :

Dr. Tries Anggraini

Ketua Pelaksana Tim PMTCT Tanggal

Dr. Hendra Wijaya, MHA

Kasubdin Kesga & Gizi Tanggal

Dr. Iwan M. Muljono, MPH

Kepala Dinas Kesehatan Tanggal


Propinsi Jawa Timur

DITINJAU
Nama :
Tanggal :
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 2

DAFTAR ISI :

BAB J U D U L Halaman

I Ringkasan 3

II Tujuan 4

III Definisi Operasional 4

IV Ruang Lingkup dan Tanggung jawab 5

V Langka-langka prosedur 19

VI Monitoring dan Pencatatan pelaporan 23

VII Referensi 24

VIII Lampiran 25
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 3

RINGKASAN

Walaupun prevelensi HIV di Indonesia masih rendah, namun setiap tahun terjadi
peningkatan kasus HIV/AIDS dengan cepat.Ditjen P2PL Depkes meliris Sejak tahun
2000 Indonesia dikatagorikan sebagai negara dg tingkat epidemi terkonsentrasi dimana
S/d Maret 2007 tercatat 14.628 kasus HIV/AIDS, 19 % adalah wanita, 92,4% ODHA
berusia reproduktif aktif (15-49 th). Perkiraan bumil di Jawa Timur th 2006: 694.202
jiwa. Perempuan usia reproduktif : 10.325.320 jiwa, estiimasi ODHA:3250 jiwa. Subdin
P2PL melaporkan sampai juli 2007 tercatat 83 kasus pada Ibu RT dan 90 kasus pada
PSK, kasus anak 48. Angka kasus MTCT berdasarkan laporan yang masuk dari
kabupaten/kota ke subdin kesga & Gizi sejak tahun 2008 hingga April 2008 adalah 10
kasus. Tentu angka yang ditemukan di masyarakat jauh lebih besar. Jika tidak dilakukan
upaya pencegahan maka 25 – 40 % ibu dg HIV akan menularkan ke bayinya baik selama
kehamilan, persalina, menyusui serta menimbulkan dampak yang dahsyat bagi keluarga,
masyarakat serta negara.

Pelaksanaan PMTCT dengan pendekatan Community based Treatment Support


Model (CBTS Model) diperkenalkan dalam konteks dimana belum tersosialisasinya
upaya PMTCT, minimnya akses ARV, rendahnya cakupan VCT bagi ibu hamil,
meningkatnya kebutuhan biaya perawatan dan pengobatan bagi PLWHA (dalam hal ini
Ibu Hamil HIV positif ), rendahnya kompetensi Petugas kesehatan, berkembangnya
stigma dan diskriminasi menyebabkan ibu dengan HIV positif sulit mengakses pelayanan
kesehatan.
Pelayanan PMTCT dengan pendekatan CBTS model menekankan bahwa
PLWHA, dalam hal ini ibu hamil HIV(+) perlu mendapatkan pelayanan medis dan
pelayanan komunitas.Seluruh provider baik yang melayani klien di klinik maupun
masyarakat bekerja sebagai anggota Tim PMTCT yang terintegrasi. Kelompok ini
berbagi informasi tentang kesehatan dan keadaan klien serta berupaya untuk memenuhi
kebutuhan klien serta meningkatkan kualitas hidup dan hasil pengobatan
Pelayanan Medis meliputi : Konfirmasi diagnostik, monitoring penyakit,
manajemen infeksi oportunistik, ARV serta intervensi yang mengurangi resiko penularan
HIV dalam siklus kehidupan ibu mulari dari sebelum hamil, kehamilan, persalinan hingga
selama masa pemberian makanan bayi. Pelayanan Masyarakat (Community services)
meliputi : Home based care, jaminan makanan, Dukungan Psikososial, Penyuluhan
metode pencegahan, Program Buddies, VCT, padat karya,Pinjaman usaha, orphan care,
keterampilan hidup sehat, mobilisasi massa dan VCT.
Kegiatan ini dimulai dari mobilisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat akan
bahaya HIV/AIDS serta upaiya pencegahan penularan dari ibu ke Bayi, mendorong ibu
hamil untuk mendapatkan paket ANC plus PMTCT, paket pelayanan post
partum/perawatan lanjutan bagi ibu beserta bayinya serta pemberian dukungan pelayanan
PMTCT community based.
Harapannya tercapainya target berkurangnya proporsi bayi yang terinfeksi HIV
50% pada tahun 2010 serta menjamin 80% ibu hamil yang berkunjung ke ANC
mendapat informasi, konseling dan pelayanan pencegahan HIV
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 4

SOP PMTCT Community based ini dibuat untuk sebagi pedoman dalam implementasi
program PMTCT baik oleh provider pelayanan klinik maupun pelayanan community
sehingga tujuan program PMTCT tercapai

TUJUAN DAN APLIKASI

Tujuan dari Standar Operasional Prosedur dari Pelayanan PMTCT – Community


based adalah memberikan petunjuk praktis dalam penerapan program PMTCT sebagai
bagian dalam rangkaian pelayanan Community based Treatment Support Model bagi
ibu hamil, bayi dan keluarganya serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan
pemenuhan peraturan pemerintah dalam hal pelayanan publik.Prosedur yang dijelaskan
dalam SOP ini diperuntukan untuk Petugas Kesehatan di tingkat PKM, Rumah Sakit,
Petugas dari instansi lain, NGO/FBO, dan PLWHA.

DEFINISI

 CBTS MODEL (Community based treatment support Model) adalah Suatu


pelayanan kasus HIV/AIDS dengan mengedepankan 2 pelayanan yang
terintegrasi yaitu pelayanan klinik (clinical services) dan pelayanan masyarakat
(Community based)
 PMTCT (Prevention of Mother to Child HIV Transmission) merupakan upaya
pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi yang dikandungnya yang meliputi 4
prong yaitu
Prong Π: Mencegah terjadinya penularan HIV pada perempuan usia
reproduktif;
Prong  : Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada ibu HIV positif;
Prong Ž : Mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke
bayi yang dikandungnya;
Prong  : Memberikan dukungan psikologis, sosial dan perawatan kepada ibu
HIV positif beserta bayi dan keluarganya.
 VCT (Voluntary consulting and test) merupakan upaya untuk menggali faktor
resiko tertular HIV, konseling baik sebelum maupun sesudah test,, pemeriksaan
tes HIV untuk menentukan status HIV dari ibu /ibu hamil
 SOP(Standar operational Procedure) merupakan kumpulan instruksi tertulis dari
kegiatan kegiatan yang harus dipatuhi oleh seluruh elemen yang terlibat dalam
proses kegiatan
 Tim Home Based Care..........................
 PLWHA (People life with HIV/AIDS)j
 NGO singkatan Non goverment organasation
 FBO singkatan Faith based organisation
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 5

RUANG LINGKUP DAN TANGGUNG JAWAB

Di tingkat Propinsi ,
Tim PMTCT akan membentuk keanggotaan yang diambil dari mitra yang terlibat dalam
perawatan dan kegiatan pendukung seperti NGO, FBO, RS, Dinas Kesehatan dan Instansi
terkait, Kordinator jaringan PWLHA.Tim ini akan diketuai oleh Manajer Program
PMTCT Propinsi
Tugas Tim PMTCT Propinsi :
1. melaksanakan kegiatan sosialisasi & advokasi PMTCT
2. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan PMTCT baik yang clinical based
maupun community based
3. Membuat jejaring PMTCT di propinsi maupun kabupaten/kota baik dengan intansi
terkait, NGO, FBO maupun jaringan PLWHA
4. Menyusun SOP dan protap PMTCT , paket ANC plus , sistem pencatatan dan
pelaporan Program PMTCT beserta indikator MONEV
5. RSU Dr. Soetomo memberikan pelayanan medis PMTCT sebagai pusat rujukan di
Jawa Timur
6. Melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi kegiatan PMTCT
7. Melaksanakan kegiatan pelatihan PMTCT
8. Mengusahakan distribusi susu formula bagi bayi yang lahir dari ibu HIV (+) serta
bantuan SC
9. Melaksanakan surveilance & riset kasus PMTCT di jawa timur
10. Bertanggung jawab dalam upaya mengurangi stigma di masyarakat maupun
provider.
Untuk Melaksanakan tugas tersebut diatas, tim PMTCT akan memobilisasi sumber
sumber yang ada untuk mendukung kegiatan PMTCT. Tim PMTCT akan bertemu 4
bulan sekali untuk membahas informasi, identifikasi dan pemecahan problem PMTCT
yang ditemukan di lapangan.Pertemuan khusus akan dilaksanakan untuk membahas
persoalan yang sangat mendesak.
Di tingkat Kabupaten, koordinator PMTCT akan :
1. Memfasilitasi rujukan pasien
2. Memfasilitasi Pusat kesehatan untuk memberikan staff yang terlibat dalam
kegiatan PMTCT baik yan clinical maupun yang community
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 6

3. Melakukan Kunjungan supervisi bulanan dan memberikan feedback kepada tim


PMTCT kabupaten
4. Identifikasi kebutuhan pelatihan dan bertindak sebagai narasumber.
5. Berpartisipasi dalam Ti PMTCT
6. Mempersiapkan dan menyampaikan laporan bulanan ke Tim PMTCT Propinsi
7. Menghadiri pertemuan reguler Tim PMTCT Propinsi
Di tingkat PKM dan masyarakat
Implementasi PMTCT di tingkat Kecamatan (PKM) dilakukan oleh Tim Home based
care.Tim ini beranggota 3 -5 orang tergantung besarnya permasalahan yang ada.Tim ini
akan melakukan aktifitas dalam lingkungan kerja PKM.Tiga pilihan Tim Home based
care (HBC) yang diajukan :
1. Pilihan Pertama adalah Tim HBC yang berbasis PKM dimana anggotanya terdiri
dari 1 orang staf PKM yang bekerja Part time, 1-2 orang staf NGO, dan 1-2 orang
PLWHA (Buddies) dan 2 -5 tenaga sukarela
2. Pilihan Kedua adalah Tim HBC yang terdiri dari 1 -2 orang staf NGO dan 2-3
orang PLWHA (budies) dan staf organisasi massa serta 2 -5 tenaga sukarela
dengan tetap mendapat dukungan dari tenaga kesehatan
3. Pilihan Ketiga adalah Tim HBC yang terdiri dari 3 -4 orang PLWHA (Buddies)
jika tidak ada NGO dengan bantuan dari tenaga kesehatan yang bertanggun
jawab dalam memanej TIM dan dan 2 -5 tenaga sukarela
Setiap pilihan tetap berkordinasi dengan Puskesmas dan bertanggung jawab kepada tim
PMTCT Kabupaten.
Masyarakat dapat berpartisipasi sebagai tenaga sukarela.Tenaga sukarela bisa PLWHA,
Anggota keluarga, Pemimipin masyarakat yang perhatian terhadap perawatan di
komunitas dan di rumah.

Pelayanan PMTCT Propinsi Jawa Timur menurut Tugas masing-masing :


No. Ruang lingkup Tugas yang diharapkan
(Level)
1. Masyarakat Diskusi dan mengembangkan prilaku dan praktek
seksual yang aman dan bertanggung jawab.
Diskusi terbuka tentang STI dan HIV/AIDS,PMTCT
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 7

Diskusi dan partisipasi dalam VCT


Partisipasi dalam pencegahan primer HIV
Anjuran ASI/PASI
Penjangkauan ibu resiko tinggi
Memberikan perawatan dan kunjungan rumah bagi ibu
HIV (+),bayi dan keluarganya
Ikut terlibat dalam pelayanan comunitas
Shelter
PMO
Merujuk jika ragu-ragu
2 POSKESDES atau TIM Semua diatas ditambah :
HBC
Penyuluhan masyarakat tentang HIV/AIDS dan
intervensi PMTCT
Meninformasikan dan merujukan ibu HIV(+) ke
pelayanan kesehatan dan pelayanan komunitas
Mendidik ibu –ibu cara menangani cairan mens atau
cairan post partum/masa nifas
Mendidik masyarakat tentan gejala awal infeksi post
partum
Menyuluh masyarakt tentang keuntungan VCT
Pencegahan infeksi dan UP
Konseling dan memberikan pelayanan KB sesuai
persyaratan fasilitas sederhana kepada semua wanita
usia subur
Menganjurkan dan mendukung pola hidup sehat
Promosi penggunaan kondom
Menganjurkan pemberian makanan alternatif
Melakukan kunjungan rumah
Memolopori pembentukan dukungan kelompok
Merujuk jika ragu ragu
3. Puskesmas Semua diatas ditambah :
Penyuluhan tentang HIV/AIDs dan PMTCT
Penyuluan tenatang Pelayanan PI dan standar UP
Melakukan VCt jita memenuhi syarat
Menawarkan metode Pelayanan KB
Memberikan perawatan prekonsepsi, ANC,
intrapartum dan post partum
Diagnosis dan pengobatan malnutrisi, STI, RTI,UTI,
anemia, TBC, malaria dan infeksi parasit
Training dan Supervisi kegiatan PMTCT
Perawatan follow up bayi yang lahir dari ibu HIV+
Imunisasi bayi yang lahir dari ibu HIV(+)
Memberikan profilaksis Infeksi Oportunistis bayi yang
lahir dari ibu HIV(+)
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 8

Monitoring pertumbuhan bayi yang lahir dari ibu


HIV(+)
Papsmear jika memungkinkan
Manajemen gejala ringan
Home visit
Mangatur home care kit
Melakukan koordinasi di tingkat kecamatan dengan
Tim HBC
Pengobatan dan profilaksis ARV dengan supervisi
dari RS Rujukan ODHA* (situasional)
Melakukan manajemen Pengelolaan ARV di tingkat
Puskesmas dengan baik * (situasional).
Kecuali : Pelatihan keterampilan bekerja dan
pemberian mikrokredit
Merujuk jika ragu ragu
4 RS type C Semua diatas ditambah :
VCT
Pengobatan dan profilaksis ARV dengan supervisi
dari RS Rujukan ODHA
SC
Diagnosis dan pengobatan HSV dan kasus infeksi
yang resisten terhadap pengobatan
Diagonosis dan pengobatan hepatitis, HPV dan kasus
rujukan lainnya
Training dan supervisi kegiatan diatas termasuk
MONEV
Papsmear
Training bagi konselor pemberian makanan bayi
Kecuali :
Pelatihan keterampilan bekerja dan pemberian
mikrokredit
Penjangkauan ibu yang beresiko tinggi terkena HIV
Merujuk jika ragu ragu.
6 RS rujukan ODHA Semua diatas ditambah :
Pengobatan dan Profilaksis ARV
VCT
Pengobatan dan profilaksis OI
Training, supervisi dan monitoring program PMTCT
Diagnosis dan pengobatan kasus rujukan
Melakukan penelitan tentan persoalan MTCT dan
pencegahannya
Kecuali :
Pelatihan keterampilan bekerja dan pemberian
mikrokredit
Penjangkauan ibu yang beresiko tinggi terkena HIV
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 9

7 INSTANSI :
Dinas Tenaga Kerja Pelatihan keterampilan kerja
Sosialisasi HIV/AIDS, PMTCT bagi calom TKI
Membuat lingkungan kerja yang ramah PLWHA
Memberikan reward bagi perusahaan yang ramah
PWLHA dan punisment bagi perusahaan yang tidak
Mengurangi stigma dan diskriminasi
Dinas Pendidikan Meningkatkan pengetahuan siswa SMP-SMA tentang
 kesehatan Reproduksi
 HIV/AIDS dan PMTCT
 STI
 KTD dan pernikahan Dini
 Persiapan pernikahan
 Narkoba
Pelatihan life skill dan peer educator
Bea Siswa selama dalam pendidikan
Menghilangkan stigma dan diskriminasi di lingkungan
sekolah.

Dinas Sosial Shelter


Bantuan susu formula
Mencarikan orang tua asuh
Jaminan makanan
Pelatihan life skill dan peer educator bagi remaja di
luar sekolah melalui karang taruna.

Departemen AGama Meningkatkan pengetahuan siswa MTS/MA, Pondok


pesantren tentang :
 kesehatan Reproduksi
 HIV/AIDS dan PMTCT
 STI
 KTD dan pernikahan Dini
 Persiapan pernikahan
 Narkoba
Pelatihan life skill dan peer educator
Bea Siswa
Mennyebarkan pesan Materi diatas dan upaya
penghilangan Stigma dalam kemasan dakwah.
Dinas Koperasi dan Bantuan modal usaha dan membantu mencarikan pasar
UKM untuk hasil produksi.
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 10

Dinas Kesehatan Perencanaan kegatan PMCT termasuk anggaran


Koordinasi
Melakukan sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan
PMTCT
Memberikan bimbingan tehnis dan supervisi
melaksanakan kegiatan sosialisasi & advokasi PMTCT
Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan PMTCT
baik yang clinical based maupun community based
Manajemen pengelolaan ARV dengan baik.
Membuat jejaring PMTCT di propinsi maupun
kabupaten/kota baik dengan intansi terkait, NGO, FBO
maupun jaringan PLWHA
Menyusun SOP dan protap PMTCT , paket ANC plus ,
sistem pencatatan dan pelaporan Program PMTCT
beserta indikator MONEV
Melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi kegiatan
PMTCT
Melaksanakan kegiatan pelatihan PMTCT
Mengusahakan distribusi susu formula bagi bayi yang
lahir dari ibu HIV (+) serta bantuan SC
Berupaya mengurangi stigma di masyarakat maupun
provider.
PP dan KB Meningkatkan akses masyarakat terhadap dua fungsi
kondom
Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap
Intervensi PMTCT

Bapemas Memberikan modal dan pemberdayaan.


Disperta Membantu pelatihan keterampilan dalam bidang
pertanian dan peternakan
Monitoring dan supervisi kegiatan PWLHA dalam
bidang pertanian dan peternakan
Dinas Capil Bantuan untuk pengurusan dokumen identitas
Kecamatan Membantu keperluan dokumen
8 NGO/FBO Mobilisasi massa
Pendampingan
PMO
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 11

Home Base Care


VCT
Pelatihan life skill
Program Buddies
Pelatihan income generating activities
Dukungan Spritual
Dukungan Psikososial
Penjangkauan ibu risti tertular HIV
Disclosure status HIV
Edukasi kepada keluarga

9 PLWHA Program Buddies


Dukungan kelompok
PMO
Penjangkauan ibu Risti terular HIV
Disclosure Status HIV

Pelayanan PMTCT dengan pendekatan CBTS terdiri dari :


A. PELAYANAN KLINIK (CLINICAL SERVICES) -------mengacu pada SOP
PMTCT CLINICAL BASED ( RSUD Dr. Soetomo, Surabaya)
B. PELAYANAN KOMUNITAS (COMUNITY SERVICES), meliputi :
1. Mobilisasi Massa
Target Outcome :
 Meningkatkan kesadaran masyarakat /akses akan :
Bahaya HIV/STI,
Perilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab.
Intervensi Pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi
Metode Pencegahan HIV pada pasangan usia subur
Pelayanan Perawatan HIV
Pengobatan/Profilaksis ARV bagi ibu hamil
Pemberian PASI
 Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam reduksi stigma
 Meningkatkan kunjungan ibu hamil ke klinik VCT dan tempat ANC
 Berkurangnya stigma dan diskriminasi bagi ibu hamil HIV positif, bayi
dan keluarganya
Penanggung jawab : Camat atau Lurah/ Kades
Pelaksana : NGO, FBO
Lintas sektor terkait : PKM, RS, NGO/FBO, Diknas, depag, disnaker,
PKK, Bapemas, KBKS

Kegiatan :
1. Kegiatan komunitas skala kecil atau besar misal : Peluncuran
kegiatan PMTCT dalam bentuk entertainment
Contoh: Hiburan band yang diselingi materi PMTCT,
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 12

Gerakan Pernyataan kebulatan tekad membantu ibu hamil dalam


program PMTCT yang dihadiri Gubenur/bupati, Artis dan tokoh
olahraga terkenal, karnawal umum dimana peserta karnaval
membawa pesan-pesan PMTCT
2. Media kampanye PMTCT baik radio, surat kabar, TV,
seminar/sarasehan, rapat bulanan dsb.
3. Kegiatan ANC yang menawarkan paket ANC plus PMTCT
Sumber daya yang dibutuhkan :
 Pemimpin masyarakat(Tokoh masyarakat, Tokoh agama)
 Partisipasi masyarakat
 Tempat yang mudah diakses
 Makanan/minuman
 Distribusi makalah
 Pengiklanan kegiatan PMTCT
 Sumber dana
2. Penyuluhan tentang metode pencegahan dan Kegiatan Penjangkauan Ibu hamil
(Outreach)
Target Outcome :
 Berkurangnya infeksi baru HIV pada pasangan usia subur, terutama ibu
hamil
 Kunjungan ibu hamil ke klinik VCT meningkat.
 Stigma berkurang
 Perubahan perilaku seksual yang membaik
 Peningkatan akses kondom
Penanggung jawab : Camat atau Lurah/ Kades
Pelaksana : NGO/FBO, Puskesmas
Lintas sektor terkait : Puskesmas, RS, NGO/FBO, Diknas, depag,
disnaker, PKK, Bapemas, KBKS.
Kegiatan :
1. Kampanye PMTCT melalui media
2. Lokakarya pendidikan/Penyuluhan PMTCT
3. Kegiatan penyuluhan PMTCT 4 prong pada remaja
4. Kegiatan sekala besar PMTCT dalam kemasa entertain bagi remaja
5. Distribusi literature mengenai PMTCT
6. Distribusi kondom
7. Penjangkauan ibu hamil
8. Penyuluhan ibu hamil
Sumber daya yang dibutuhkan :
 Strategi penjangkauan
 Outreacher (Tenaga Penjangkau)
 Konselor
 Pesan dalam kemasan menarik
 Tempat yang mudah diakses
 Akses ke Media
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 13

 Distribusi leaflet, poster, spanduk tentang PMTCT

3. VCT
Target Outcome :
 Meningkatnya Kesadaran ibu hamil akan status HIVnya terutama ibu
berisiko tinggi
 stigma dan diskriminasi bagi ibu hamil HIV positif berkurang
 Penyuluhan kesehatan tentang PMTCT bagi ibu hamil HIV positif
semakin membaik
 Meningkatnya keikutsertaan ibu hamil dalam program PMTCT
 Penyuluhan tentang ARV sebagai treatmen/Profilaksi bagi ibu hamil serta
kepatuhan berobat
 Meningkatnya upaya membuka status HIV si Ibu/suami, bayi/anak yang
disertai upaya untuk mengurangi stigma dan diskriminasi di keluarga
besarnya khususnya dan masyarakat di sekitarnya.

Penanggung jawab : Ka.PKM ,Direktur RS dan NGO


Pelaksana : NGO, PKM , RS
Lintas sektor terkait : PKM, RS, NGO/FBO.
Kegiatan :
1. Konseling bagi ibu hamil dan keluarganya
2. Konseling Pre dan Post tes
3. Test HIV bagi bumil
4. Konseling pengobatan/profilaksis dan kepatuhan berobat bagi ibu
hamil HIV (+)
5. Dukungan Psikososial
Sumber yang dibutuhkan :
 Training
 Konselor
 Sistem rujukan
 Tempat VCT yang mudah dijangkau, mobile
 Fasilitas VCT dan materialnya
 Sistem Renemurasi

4. Home based Care


Target Outcome :
 Meningkatnya kondisi umum pasien
 Meningkatnya kepatuhan berobat bagi ibu hamil HIV(+)
 Meminimalkan angka kegagalan dalam berobat
 Manajemen symptom pada ibu hamil HIV(+) semakin membaik
 Meningkatnya penyuluhan kesehatan bagi bumil dankeluarganya
 Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pencegahan, pelayanan
perawatan dan pengobatan HIV dan intervensi PMTCT
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 14

 Meningkatnya upaya membuka status HIV si Ibu/suami, bayi/anak yang


disertai upaya untuk mengurangi stigma dan diskriminasi di keluarga
besarnya khususnya dan masyarakat di sekitarnya.

Penanggung jawab : Ka. Puskesmas


Pelaksana : Tim Home based care (sesuai kebutuhan).
Lintas sektor terkait :PKM, RS,NGO, PP dan KB, infokom,depag,ODHA
masyarakat sukarela

Kegiatan :
1. Pelayanan rujukan komunitas dan klinik
2. Konseling kepatuhan berobat bagi bumil HIV(+)
3. PMO
4. Manajemen infeksi opurtunistik dan efek samping bagi bumil
HIV(+)
5. Konseling pola hidup yang sehat
6. Dukungan Psikososial
7. Penyuluhan pada keluarga dan masyarakat di sekitarnya tentang
HIV/AIDS, PMTCT, stigma dan diskriminasi dan Dukungan
8. Penyuluhan bagi ibu hamil HIV positif tentang perilaku hidup
bersih dan sehat serta pencegahan penularan.
9. Membuat dan Mengingatkan akan jadwal perawatan ANC,
Intrapartum, pospartum termasuk perawatan bagi bayi yang sudah
dilahirkan
10. Asistensi disclosure status ibu HIV (+)

Sumber daya yang dibutuhkan :


 Anggota komunitas yang memiliki kepedulian
 Trainer atau konselor
 Home care kit
 Sistem rujukan
 Sistem monitoring
 Sistem Renumerasi

5. Jaminan Makanan dan Obat


Target Outcome :
 Meningkatnya daya tahan ibu hamil dan bayi dan anak terhadap
pengobatan
 Terpenuhinya kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil , bayi dan anak

Penanggung jawab : Camat


Pelaksana : PKM, disperta, NGO
Lintas sektor terkait :NGO, PKM, Disperta, Instalasi Farmasi,Dinas
Sosial, Bapemas,RS
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 15

Kegiatan :
1. Penilaian status gizi ibu hamil,bayi dan anak
2. Pemberian makanan tambahan jangka pendek bagi bumil yang
membutuhkan
3. Pemberian dukungan obat – obat penunjang kesehatan.
4. Penyediaan ARV sebagai profilaksis pada ibu hamil HIV positif
dan bayi yang dilahirkan.
5. PMT bagi bayi dan anak
6. Training berkebun dan beternak,
7. Pemanfaatan lahan pekarangan.
8. Penyuluhan/konseling gizi
9. Penyuluhan pertanian dan peternakan

Sumber daya yang dibutuhkan :


 Tenaga Gizi yang terlatih
 Obat
 Makanan tambahan
 Transportasi
 Trainers
 Penyuluh pertanian dan peternakan
 Tempat training
 Material berkebun/beternak
6. Dukungan kelompok
Target Outcome :
 Meningkatnya Keadaan umum ibu hamil HIV(+)
 Meningkatnya kepatuhan berobat
 Berkurangnya angka kegagalan berobat ARV
 Stigma berkurang
 Peningkatan Penyuluhan kesehatan
 Meningkatnya upaya membuka status HIV si Ibu/suami, bayi/anak yang
disertai upaya untuk mengurangi stigma dan diskriminasi di keluarga
besarnya khususnya dan masyarakat di sekitarnya.

Penanggung jawab :NGO


Pelaksana : NGO
Lintas sektor terkait : NGO, PKM, RS, KBKS, Disnaker, Disperta dan
infokom
Kegiatan :
1. Pertemuan mingguan kelompok ibu hamil HIV (+)
2. Diskusi tentang kemampuan menanggulangi berbagai
permasalahan dan berbagi pengalaman
3. Penyuluhan pola hidup bersih dan sehat.
4. Asistensi pembukaan(disclosure) status ibu HIV (+)
5. PMO
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 16

6. Kunjungan rumah

Sumber daya yang dibutuhkan :


 Fasilitator
 Tempat pertemuan (Di rumah, dll)
 Sukarelawan

7. Lokarkarya Hidup positif


Target Outcome :
 Meningkatnya Keadaan umum ibu hamil HIV(+)
 Meningkatnya kepatuhan berobat
 Meningkatnya pengetahuan, kemampuan mencegah transmisi HIV dan
dampaknya
 Reduksi Stigma
 Perubahan perilaku
Penanggung jawab : Bapemas, Dinkes
Pelaksana : NGO,Dines
Lintas sektor terkait : Bapemas, Diknas, depag, RS, dinkes, KBKS

Kegiatan :
1. Lokarkarya bagi masyarakat tentang HIV, PMTCT
2. Lokakarya membangun kemampuan dalam mekanisme
penanggulangan HIV bagi bumil dan kemampuan hidup sehat

Sumber yang dibutuhkan :


 Fasilitator terlatih
 Tempat pertemuan
 Partisipasi masyarakat
 Makanan/minuman

8. Program Buddies
Target Outcome :
 Meningkatnya Kondisi Kesehatan ibu hamil HIV(+)
 Meningkatnya kepatuhan berobat
 Meningkatnya pengetahuan, kemampuan mencegah transmisi HIV dan
dampaknya
 Manajemen simptom yang membaik
 Meningkatnya upaya membuka status HIV si Ibu/suami, bayi/anak yang
disertai upaya untuk mengurangi stigma dan diskriminasi di keluarga
besarnya khususnya dan masyarakat di sekitarnya.

Penanggung jawab :NGO


Pelaksana : PLWHA(ODHA)
Lintas sektor terkait :RS, PKM,NGO
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 17

Kegiatan :
1. Dukungan psikososial
2. Penyuluhan HIV/AIDS dan intervensi PMTCT
3. Petunjuk mengenal gejala progres HIV bagi bumil HIV(+)
4. Asistensi dalam manajemen OI dan efek samping
5. Asistensi kepatuhan berobat (PMO)
6. Asistensi disclosure status ibu HIV positif

Sumber yang dibutuhkan :


 PLWHA yang terbuka dan positif
 Training konseling
 System renumerasi
 Sistem rujukan antara klinik dan Buddies

9. Kegiatan-kegiatan yang menghasilkan pendapatan


Target Outcome :
 Meningkatnya Kondisi kesehatan ibu hamil HIV(+)
 Meningkatnya kemandirian ibu hamil HIV(+)
 Meningkatnya respons masyarakat akan PMTCT
 Meningkatnya jumlah forum dukungan psikososial

Penanggung jawab : Disnaker


Pelaksana : NGO
Lintas sektor terkait :Dinas Koperasi dan UKM, Bank,NGO,
Disperindag

Kegiatan :
1. Membentuk koperasi
2. Identifikasi market
3. Identifikasi kemampuan yang ada
4. Training dalam pembuatan makanan, pertanian/perkebuanan,
pertukangan, elektroning, menjahit dsb
5. Training dalam bisnis kecil
6. Bantuan modal

Sumber dan yang dibutuhkan :


 Partisipasi masyarakat
 Fasilitator
 Training
 Mentor
 Akses ke bank/koperasi
10. Perawatan bagi anak yatim/rentan(dimana salah satu/kedua orang tuanya
positif HIV telah meninggal)
Target Outcame :
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 18

1) Meminimalkan dampak HIV bagi populasi anak yang rentan terkena HIV
2) Meningkatnya dukungan dalam bentuk : gizi, bantunan kepengurusan
identitias, bea siswa dll
3) Meminimalkan infeksi baru
4) Meningkatnya pengetahuan kesehatan bagi remaja

Penanggung jawab :Bapemas, Disos


Pelaksana : NGO
Lintas sektor terkait :RS, PKM, Discapil,diknas, depag, Badan diklat,NGO

Kegiatan :
a. Dukungan gizi dan obat
b. Life skill training
c. Konseling kesedihan (Grief councelling)
d. Bantuan akses terhadap Pendidikan, pelayanan kesehatan, Dokumen
dokumen identifikasi (KTP, akte kelahiran, SKTM)
e. Bantuan pemerintah (Askeskin, bea siswa dll)
f. Forum dukungan anak-anak
g. SHELTER bagi anak anak yang dilahirkan dari orang tua HIV (+) dimana
orang tuanya meninggal sedangkan keluarganya tidak mau merawat atau
panti asuhan menolak

Sumber daya yang dibutuhkan :


 Partisipasi masyarakat dan pemerintah
 Fasilitator
 Training
 Makanan
 Obat
 Sistem rujukan
 Pekerja sosial
 Penjaga anak yang terlatih
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 19

LANGKAH-LANGKAH PROSEDUR

LANGKAH-LANGKAH PROSEDUR PRONG 3


SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 20

Mobilisasi dan Peningkatan Kesadaran


Masyarakt
PENYULUHAN PMTCT BAGI
MASYARAKAT
ADVOKASI
DE-STIGMATISASI
PENYULUHAN KEPATUHAN OBAT,
PENYULUHAN MAKANAN BAYI

IBU HAMIL DENGAN SUSPEK


HIV

ANTENATAL CARE

PENDAFTARAN ANC,
PENJANGKAUAN RISTI, PAKET ANC
PLUS PMTCT, PELAYANAN
KOMUNITAS DLL

Konseling GP, dukungan RS PKM


dan test HIV, rujuk ke Dukungan konsleing,
pelayanan lainnya DUKUNGAN LAB
HIV TEST, , TEST LAINNYA
VCT,hubungan dengan pelayanan
pendukung lainnya, Penjangkauan
risti
PENGOBATAN/PROFILAKSIS ARV,
KONSELING DAN PENGOBATAN
KOMPLIKASI, PROFILAKSI OI,STI,
FOLLOW UP, PERTOLONGAN
PERSALINAN YG AMAN (SC)/ RUMAH SAKIT RUJUKAN
PILIHAN PERVAGINAM, Diagnostik (CD4,VIRAL LOAD,)
Pengobatan Rujukan dan komplikasi
berat

RENCANA KEPULANGAN DAN HUBUNGAN DENGAN


PELAYANAN LAINNYA

BAYI
IBU PARTNER
MONITORING PERTUMBUHAN,
PAKET PERAWATAN, PEMBERIAN MAKANAN BAYI, VCT
FOLLOW UP, PCP IMUNISASI, PROFILAKSI PCP, ARV PAKET PERAWATAN
PROFILAKSIS, ARV PROFILAKSIS, FOLLOW UP, LAB FOLLOW UP

DUKUNGAN COMMUNITY
SERVICESDAN MONITORING
BUDDIES, HOME BASED CARE, JAMINAN
MAKANAN DAN GIZI, PEMBERIAN
MAKANAN BAYI, MANAJEMEN LAKTASI,
HOME VISIT, DUKUNGAN KELOMPOK,
PADAT KARYA, MIKROKREDIT,
PMO,SHELTER. dll
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 21

LANGKAH PERTAMA :
Mobilisasi Massa untuk meningkatkan dukungan dalam program PMTCT dimana
kesadaran masyarakat meningkat akan bahaya HIV/AIDS, mengenal upaya intervensi
PMTCT bagi wania usia subur /ibu hamil, berkurangnya stigma/diskriminasi.
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 22

Contoh : Penyuluhan kelompok ibu hamil tentang pelayanan PMTCT

LANGKA KEDUA :
Dalam ANC semua ibu hamil mendapatkan paket ANC Plus PMTCT, Penjangkauan ibu
risti tertular HIV, Perencanaan persalinan dan transportasi. Disini juga diberikan
pelayanan PMTCT commuity based ( Home based care, Dukungan psikososial, spritual,
Dukungan kelompok, Pelatihan keterampilan kerja, prilaku hidup sehat serta konseling)
yang dilakukan terintegrasi oleh TimHBC

LANGKAH KETIGA
Pelayanan Laboratorium oleh PKM/RS jika memungkinkan untuk mengetahui status HIV
si Ibu dan kelayakan mendapatkan ARV jika memenuhi syarat. Selanjutnya diberikan
pelayanan klinik oleh provider kesehatan termasuk proses persalinan baik dengan SC
yang dianjurkan maupun pervaginam dan pelayanan komunitas oleh Tim HBC yang
terintegrasi.. Diharapkan status si ibu dapat dibuka kepada partner, keluarga dan rekan
kerjanya, provider kesehatan dengan didampingi oleh tim HBC untuk mendapat
dukungan .

LANGKA KEEMPAT
Ibu hamil HIV(+) mendapatkan pelayanan perawatan post partum, follow up, profilaksis
PCP, pemberian ARV sebagai treatment dan dukungan pelayanan komunitas
Sedangkan bayinya mendapatkan pelayanan profilaksis ARV,imunisasi, Profilaksis
dengan kotrimokzazol, monitoring pertumbuhan dan pemberian makanan bayi serta
dukungan pelayanan komunitas sebagaimana diuraikan diatas.
Pada partner dilakukan pelayanan VCT, paket perawatan jika HIV positif juga, follow
up. Si Ibu, bayi dan partner akan dimonitor perkembangannya oleh Tim HBC

ISI HOME BASED CARE KIT


No. Item jumlah
Parasetamol 500 mg/syrup
Larutan PK
Larutan Yodium 70 %
Prometazine syrup/tablet.
Multivitamin tab/syrup
Kotrimoksazol syrup
Oralit
CTM
Spatel tongue
Balsem menthol
Perban
Kapas.
Gunting tumpul
Alkohol 70 %
Tas plastik kecil
Sarung tangan
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 23

Kondom
Plester
Tensoplast
Bedak salicil
H202 3%
Termometer
dll

KIE KIT : Kondom , leaflet, buku saku

MONITORING PROGRAM DAN PELAPORAN

Indikator indikator berikut dapat digunakan dalam pelaporan dan monitoring kemajuan
program PMTCT

Data Indikator PMTCT untuk tingkat Propinsi /Kabupaten:

INDIKATOR PELAYANAN PMTCT- Clinical BASED


 Jumlah Ibu hamil yang mendapat paket ANC
 Jumlah ibu hamil yang mendapat konseling PMTCT selama ANC
 Jumlah Ibu hamil yang melakukan test HIV
 Jumlah Ibu hamil yang HIV(+)
 Jumlah ibu hamil yang mendapat treatment atau profilaksis ARV
 Jumlah ibu hamil HIV positif yang bersalin di RS rujukan ODHA
 Jumlah Ibu hamil yang bersalin dengan seksio secarea
 Jumlah bayi yang lahir dari ibu HIV Positif mendapatkan Profilaksis ARV
 Jumlah bayi yang lahir dari ibu HIV Positif mendapatkan Profilaksis
Kotrimoksasol
 Jumlah bayi yang lahir dari ibu HIV Positif mendapatkan Susu formula
 Jumlah bayi yang lahir dari ibu HIV positif secara serologis positif HIV

INDIKATOR PELAYANAN PMTCT- COMMUNITY BASED


 Jumlah Pelayanan komunitas yang ada
 Jumlah ibu hamil yang mendapat pelayanan community
 Jumlah Fasilitas kesehatan yang melakukan rujukan ke pelayanan Community
 Jumlah pertemuan reguler koordinasi tim PMTCT
 Jumlah kunjungan supervisi lapangan
 Jumlah laporan regular PMTCT ke propinsi
 Jumlah ibu HIV(+) (PLWHA) yang menerima pelayanan home based care
 Jumlah ibu HIV(+) (PLWHA) dirujuk ke pelayanan klinik
 Jumlah ibu HIV(+) (PLWHA) yang menerima pelayanan konseling
 Jumlah ibu HIV(+) (PLWHA) yang menerima pelayanan Dukungan Psikososial
 Jumlah ibu HIV(+) (PLWHA) yang menerima pelayanan Spiritual
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 24

 Jumalh ibu HIV(+)(PLWHA) yang menerima pelatihan keterampilan prilaku


hidup sehat
 Jumlah Kunjungan rumah ibu HIV(+) (PLWHA) yang dilakukan oleh Provider
dari Pelayanan Komunitas.
 Jumlah ibu HIV(+) (PLWHA) yang menerima pelayanan Pendidikan kesehatan
 Jumalh ibu HIV(+)(PLWHA) yang menerima pelatihan keterampilan bekerja
 Jumalh ibu HIV(+)(PLWHA) yang menerima modal usaha

Format Pelaporan digunakan untuk melaporkan kegiatan kegiatan dari


Provider pelayanan komunitas ke Ketua Tim PMTCT kabupaten
Koordinator Tim PMTCT kabupaten melaporkan ke Ketua Tim PMTCT Propinsi

Supervisi lapangan dilakukan oleh Kordinator tim PMTCT kabupaten/Propinsi


dengan menggunakan check list

TARGET PROGRAM PMTCT


 90 % ibu hamil yg anc mendapat pelayanan ANC Plus PMTCT
 65 % bumil yg ANC diconseling
 20 % bumil yg ANC diconseling melakukan test HIV
 80 % bumil yg melakukan conseling post test
 85 % bumil HIV (+) mendapt ARV
 95 % bumil yg HIV(+) bersalin di fas. Kesehatan
 95 % bumil HIV(+)yg bersalin dgn SC
 100 % bayi yg lahir dari ibu HIV(+) mendapat ARV
 100 % bayi yg lahir dari ibu HIV(+) mendapat susu formula
 80 % Ibu hamil bersalin ditolong oleh Tenaga Kesehatan Terampil (APN+
UP/HIV)
 100 % bayi yg lahir dari ibu HIV(+) mendapat pelayanan tes HIV untuk
menentukan status HIV nya

REFERENSI
1. Dirjen P2PL Depkes RI : Pedoman Nasional Perawatan, Dukungan dan
Pengobatan bagi ODHA, Jakarta, 2003
2. Ilhamy, Muhammad : Sosialisasi PMTCT untuk Kabupaten/Kota, Surabaya,
Mei 2007
3. JNPKKR/POGI, BKKBN, DEPKES,JHPIEGO/STARH PROGRAM : Buku
Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Jakarta, 2003
4. WHO : TRAINING MODUL, ...........
5. Dinkes Propinsi Jatim : buku Panduan Operasional Pelayanan KB, Surabaya,
2007
6. Bristol-Myers Squibb : Secure the Future Manual: Seven Steps to involve the
Community in HIV/AIDS Treatment Support Programmes, First Edition,
2007
SOP PMTCT – Community based
6/9/2018
Halaman 25

7. Disease Prevention and Control Department, Federal Ministry of Health,


Ethiopia : Prevention of Mother to Child Transmission of HIV, Reference
Manual, 2005
8. Pathfinder International : Tehnical Guidance series, number 3, January 2003

LAMPIRAN
1. Paket ANC Plus PMTCT
2. Protokol ANC
3. Panduan persalinan
4. Laporan bulanan PMTCT
5. Laporan bulanan Pelayanan PMTCT community based