Anda di halaman 1dari 3

Tanda-tanda inpartu

 Keluarnya lendir bersemu darah (bloody show).


 Lendir yang bersemu darah ini berasal dari kanalis servikalis karena serviks mulai membuka atau
mendatar. Sedangkan darahnya berasal dari pembuluh-pembuluh kapiler yang berada di sekitar
kanalis servikalis itu pecah karena pergeseran-pergeseran ketika serviks membuka.
 Adanya rasa nyeri akibat dari kontraksi his
 Kekuatan his bertambah, makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi makin pendek
sehingga menimbulkan rasa sakit yang lebih hebat. Harus dibedakan antara his sejati dan his palsu.
 Kadang-kadang ketuban pecah dini
 Pada pemeriksaan dalam, ditemukan pendataran dan dilatasi dari serviks.

Faal Partus Normal

Kala I(kala Kala II(kala Kala III(kala uri) Kala IV(kala


pembukaan) pengeluaran) observasi)
•His makin lama •Berlangsung 14- •Lama: ±8-10 •Satu jam setelah
makin kuat 16 jam (2 jam) menit plasenta lahir
•Interval his makin •His makin kuat •Terjadi tanda-
pendek dan lebih setiap 2-3 menit tanda pelepasan
lama •Lama kontraksi plasenta
•Terbagi 2 fase 50-70 detik •Perdarahan ±250
-Fase laten: •Ketuban pecah cc
pembukaan 0-3 •Ibu mengedan
cm: 0-8 jam •Akhir kala II:
-Fase aktif: kepala membuka
pembukaan 4-10 pintu atas panggul
cm: 8-14 jam(6
jam)

Teori-teori penyebab persalinan


 Teori penurunan hormon
Yang berperan adalah hormon progesteron, yang mana hormon ini menimbulkan relaksasi
otot-otot polos rahim sedangkan estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama
kehamilan terdapat keseimbangan antara progesteron dan estrogen dalam darah tapi pada akhir
kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his. Pada akhir kehamilan, kadar oksitosin
bertambah oleh karena itu, timbul kontraksi otot-otot rahim.

 Teori plasenta menjadi tua


Penuaan plasenta akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron sehingga
terjadi kekejangan pembuluh darah. Hal tersebut akan menimbulkan kontraksi Rahim.

 Teori distensi rahim


Rahim yang menjadi besar dan meregang akan menyebabkan iskemia otot-otot rahim
sehingga mengganggu sirkulasi uteroplasenta.

 Teori iritasi mekanik


Di belakang serviks (pleksus Frankenhausner). Apabila ganglion digeser dan ditekan,
misalnya oleh kepala janin, maka akan timbul kontraksi uterus.

 Teori induksi partus (induction of labour). Partus dapat pula ditimbulkan dengan :
 Gagang laminaria : beberapa laminaria di masukkan dalam kanalis servisis dengan tujuan
merangsang pleksus Frankenhauser
 Amniotomi : pemecahan ketuban
 Tetesan oksitosin : melalui tetesan per-infus

MEKANISME PERSALINAN NORMAL

Seperti telah dijelaskan dahulu 3 faktor penting yang memegang peranan ada persalinan ialah :
(1) kekuatan-kekuatan yang ada pada ibu seperti kekuatan his dan kekuatan mengejan; (2) keadaan jalan
lahir; dan (3) janinnya sendiri.

Masuknya kepala melintasi pintu atas panggul dapat dalam keadaan sinklitismus, ialah bila arah
sumbu kepala janin tegak lurus dengan bidang pintu atas panggul. Dengan fleksi kepala janin memasuki
ruang panggul dengan ukuran yang paling kecil, yakni dengan diameter suboksipitobregmatikus (9,5 cm)
dsn dengan sirkumferensia suboksipitobregmatikus (32 cm) sampai dasar panggul kepala janin berada di
dalam keadaan fleksi maksimal. Kepala yang sedang turun menemui diafragma pelvis yang berjalan dari
belakang tas ke bawah depan. Akibat kombinasi elastisitas diafragma pelvis dan tekanan intrauterin
disebabkan oleh his yang berulang-ulang, kepala mengadakan rotasi, disebut pula putaran paksi dalam

Di dalam hal mengadakan rotasi ubun-ubun kecil di bawah simfisis, dan dengan suboksiput
sebagai hipomoklion, kepala mengadakan gerakan defleksi untuk dapat dilahirkan. Pada tiap his vulva
membuka dan kepala janin makin tampak. Perineum menjadi makin lebar dan tipis, anus membuka
dinding rektum. Dengan kekuatan his bersama dengan kekuatan mengejan, berturut-turut tampak
bregma, dahi, muka, dan akhirnya dagu. Sesudah kepala lahir, kepala segera mengadakan rotasi, yang
disebut putaran paksi luar. Putaran paksi luar ini ialah gerakan kembali ke posisi sebelum putaran paksi
dalam terjadi, untuk menyesuaikan kedudukan kepala dengan punggung anak.

Bahu melintasi pintu atas panggul dalam keadaan miring. Di dalam rongga panggul bahu akan
menyesuaikan diri dengan bentuk panggul yang dilaluinya, sehingga di dasar panggul, apabila kepala telah
dilahirkan, bahu akan berada dalam posisi depan belakang. Selanjutnya dilahirkan bahu depan terlebih
dahulu, baru kemudian bahu belakang. Demikian pula dilahirkan trokanter depan terlebih dahulu, baru
kemudian trokanter belakang. Kemudian, bayi lahir seluruhnya.

Apabila bayi telah lahir, tali pusat dijepit di antara 2 cunam pada jarak 5 dan 10 cm, kemudian,
digunting di antara kedua cunam tersebut, lalu diikat. Umumnya bila telah lahir lengkap, bayi segera akan
menarik napas dan menangis