Anda di halaman 1dari 99

p

PENGARUH KEHADIRAN PT. KEDAUNG GROUP TERHADAP SOSIAL


EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN TANJUNG MORAWA B KECAMATAN
TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELISERDANG

SKRIPSI

Di ajukan oleh :

BETTY JUNITA M. LUMBAN GAOL


040902061

DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2010

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial

BETTY JUNITA MAYASARI LUMBAN GAOL


040902061

ABSTRAK
PENGARUH KEHADIRAN PT. KEDAUNG GROUP TERHADAP SOSIAL
EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN TANJUNG MORAWA B KECAMATAN
TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELISERDANG

(Skripsi terdiri dari 6 bab, 85 halaman, 43 tabel, 2 bagan, serta 13 kepustakaan)

PT. Kedaung group adalah pabrik ataupun perusahaan yang berjenis pabrik besar,
yang bergerak dalam bidang industri barang-barang pecah belah. Didirikan atas dasar
keinginan pengelola untuk memperluas usahanya, untuk mencari untung yang sebesar
mungkin. Dan juga untuk membantu membuka peluang kerja untuk masyarakat di sekitar
pabrik tersebut di bangun. Hadirnya PT. Kedaung tersebut memberikan pengaruh kepada
masyarakat sekitar, secara umum dapat dilihat dari sosial ekonomi masyarakat setempat,
terkhusus kelurahan Tanjung Morawa B yang berubah menjadi lebih baik. Realitanya banyak
karyawan yang direkrut oleh PT. ada sebagian penduduk yang membuka usaha, disekitar PT.
tersebut.
Penelitian ini dilakukan di kelurahan Tanjung Morawa B, tepat pada tempat
dibangunnya PT. Kedaung group tersebut.tipe penelitian yang digunakan adalah bersifat
deskriptif dengan jumlah sampel yang terdapat dalam penelitian ini sebanyak 76 orang.
Teknik pengumpulan data denagn studi kepustakaan dan studi lapangan yaitu : wawancara
dan kuesioner. Kemudian data disusun dalam bentuk tabulasi tabel tunggal, yang kemudian
dianalisis dengan menggambarkan, menjelaskan, dan memberi komentar dari tabel tunggal
yang ditabulasi, sehingga dapat dengan mudah diketahui jawaban dari masalah yang diteliti.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terlihat bahwa pengaruh hadirnya PT.
Kedaung tidak terlalu memberikan dampak yang besar. Dampak yang terlihat memang
memberikan perubahan ekonomi yang sedikit lebih baik bagi warga sekitar. Yang perlu
dibenahi oleh pihak PT. kedaung adalah memberikan bantuan yang dapat memberikan
kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Kata Kunci : Pengaruh Kehadiran PT. Kedaung, Sosial Ekonomi Masyarakat.

Universitas Sumatera Utara


University of Sumatera Utara
Faculty of Social and Political Science
Departement of Social Welfare

BETTY JUNITA MAYASARI LUMBAN GAOL


040902061

ABSTRACT
THE EFFECT OF THE EXISTENCE OF PT. KEDAUNG GROUP ON
SOCIOECONOMIC OF RESIDENTS IN TANJUNG MORAWA B VILLAGE,
SUBDISTRICT OF TANJUNG MORAWA DISTRICT OF DELISERDANG

(Thesis contains 6 chapters, 85 pages, 43 tables, 2 pictures, and 13 literatures)


PT. KEDAUNG GROUP ( KEDAUNG
GROUP Ltd.) is a factory or company which is a kind of a big company, and engaged in
glassware industry. It was founded, basically, by the manager's will to develop his business
had to get profit as much as possible. Besides it is intended to create job vacancy for the
residents around that factory. The existence of PT. Kedaung Group effects on the residents
around, generally it can be observed from the socioeconomic of the local residents,
specifically of the villages in Tanjung Morawa B which improves better. In fact, many of the
residents are employed by PT. Kedaung Group. Some of the residents take the chance of
running business around the factory.
This research is done in Tanjung Morawa B, exactly in the area where PT. Kedaung
Group built. The type of research implemented is descriptive with 76 people as sample in this
research. The technique of collecting data is with literary study and field study, they are
observation and Questionnaire. Then data is arranged in single-tabulation data, which is later
analyzed by describing, explaining, and given comment based on the single tabulated data, so
that we can easily know the answers of problem being researched.
Based on the research, it can be concluded that the existence of Kedaung group
doesn't give a significant influence. The effect which can be seen causes and economical
change with is a little bit better to the residents around. On thing which needs to be considered
by PT. Kedaung is delivering assistance or help for the prosperity of the residents around the
factory.

Keywords : Effect, Socioeconomic.

Universitas Sumatera Utara


KATA PENGANTAR
Puji serta rasa syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

memberikan rahmat, dan berkatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan

judul "Pengaruh Kehadiran PT. Kedaung terhadap Sosial ekonomi Masyarakat

Kelurahan Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli

Serdang". Penulisan dan penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak,

baik secara moril, dan materil kepada Penulis, pada kesempatan ini maka izinkanlah penulis

mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. DR. M. Arif Nasution, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Matias Siagian Msi, selaku Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Drs. Edward Ridwan MSP. Selaku Dosen Pembimbing penulis yang sudah banyak

membimbing penulis dari awal penulisan skripsi hingga terselainya skripsi ini. Terima

kasih buat ilmu-ilmu yang bapak bagikan, serta saran dan kritik kepada saya selama

pengerjaan skripsi saya.

4. Ibu Nur Kelana, selaku sekretaris Desa dari kelurahan Tanjung Morawa B. Yang telah

banyak membantu penulis selama penelitian di Kelurahan Tanjung Morawa B. terima kasih

buat bantuan ibu yang memberikan data-data yang dibutuhkan penulis.

5. Teristimewa kepada kedua Orangtua saya yang terkasih, Ayahanda saya M. Lumban Gaol

dan Ibunda saya R. Sinurat. Makasi yang ma, pak buat kasih dan pengorbanan yang mama

sama bapak dah berikan padaku sampai sekarang. Terima kasih buat semangat, perhatian

Universitas Sumatera Utara


dan Motivasi yang mama dan bapak berikan selalu. Semoga anak mu ini dapat

membanggakan kalian.

6. Abang saya Andrew M. Lumbangaol dan adik saya Kenedy Mayor Lumbangaol, Daniel

M. Lumbangaol, serta Kristian Lumbangaol. Terimakasih buat kasih sayang, perhatian dan

kebersamaan yang kita selama ini, dan kepada seluruh keluarga besarku yang mengasihiku

dan memperhatikanku dimanapun berada, Tuhan memberkati kalian semua.

7. Kepada teman-teman/sahabat-sahabat penulis selama kuliah. Buat Julika, Ibeth, Nohu,

Meir, Debby, dan lain-lain (Komunikasi komunitas). Mona, Yanie, Cory, Tifah

(Antropologi komunitas). Deo, Ivana, Suci, Dina, serta Fajar yang selalu membantu penulis

selama pengerjaan skripsi. Dan kepada teman-teman satu perjuangan di KesSos bersatu

(IKS 04 is the Best) yang sudah lulus terdahulu menjadi Sarjana Sosial.

8. Buat sahabat-sahabat terkasih alumni SMUNSA Lubuk Pakam. buat Rita, Ezra, Gultom,

Karo, Eko, Tohap, Hotma, Gito, Tamsin, dan yang lainnya dimanapun berada. Makasi ya

sobat buat dukungan dan bantuan kalian, makasi juga buat kebersamaan kita di dua tahun

belakangan ini. Sukses ya buat kita semua kedepan, Amin.

9. Kepada teman-teman Kost di Marakas 23A yang tercinta, ada K'etty, K'Novie, K'hana,

K'bina, K' sarma, Damayanti, Ika, Hilaria, Tika, Ebeth dan Maria. Makasi buat

kebersamaan kita selama di Marakas 23a. terimakasih buat semangat, dukungan, kasih

sayang dan perhatian yang penulis rasakan. Semoga semua kenangan di kost M.23a boleh

selalu dikenang.

10. Kepada teman-teman di Paduan Suara El-Shaddai USU. Makasi buat segala hal yang

boleh aku dapat di pelayanan ini, buat segala hal yang membuatku mau belajar dan

berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. Makasi buat semua anggota PSE yang selalu

Universitas Sumatera Utara


mendukungku baik dalam doa maupun dorongan semangat yang selalu diucapkan.

Semoga pelayanan kita semakin boleh dinikmati dan semakin berkembang kedepannya.

11. Buat senior-seniorku di Kessos yang sudah memberikan perhatian selama aku berkuliah

di departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial. Buat B'Leo S.sos, B'Trisno S.sos, K'vika

S.sos, K'emmy S.sos. Dan seluruh seniorku yang lain dimanapun berada

12. Buat Junior-junior di departemen IKS, dimanapun berada, tetap semangat dan jadilah

seseorang yang bisa menjadi teladan.

13. Dan buat orang-orang/pihak-pihak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu,

terima kasih buat dukungan, bantuan dan doanya.

Akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan dan penyusunan skripsi ini masih terdapat

kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran serta kritik yang

membangun dari pihak-pihak yang membaca skripsi ini. Semoga skripsi ini boleh bermanfaat

bagi setiap orang yang membaca. Sekian dan terimakasih.

El-shaddai.

Medan, Maret 2010


Penulis

Betty Junita Lumbangaol

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR ISI

Halaman

Abstraksi ................................ i

Kata Pengantar ............................. iii

Daftar Isi ............................... Vi

Daftar Tabel .............................. iX

Daftar Gambar .............................. Xii

BAB I PENDAHULUAN ....................... 1

A. Latar Belakang ........................... 1

B. Perumusan Masalah ........................... 10

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...................... 10

C.1 Tujuan Penelitian ......................... 10

C.2 Manfaat Penelitian .......................... 11

D. Sistematika Penulisan ......................... 12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..................... 13

A. Industrialisasi ............................ 13

B. Masyarakat Desa .......................... 14

C. Perkembangan Industri di Masyarakat ................... 16

D. Kondisi Sosial Ekonomi ....................... 17

E. Kesejahteraan Sosial .......................... 19

E.1. Pengertian kesejahteraan sosial ................... 19

E. 2.Usaha kesejahteraan sosial ..................... 21

Universitas Sumatera Utara


F. Kehadiran PT. Kedaung ......................... 26

G. Kerangka Pemikiran ........................... 27

H. Definisi Konsep ........................... 30

1. Defenisi Operasional ......................... 3I

BAB III METODE PENELITIAN ................... 33

A. Tipe Penelitian ........................... 33

B. Lokasi Penelitian .......................... 33

C. Populasi dan Sampel .......................... 33

C.I. Populasi ............................ 33

C.2. Sampel ............................. 34

D. Teknik Pengumpulan Data ........................ 34

E. Teknik Analisa Data .......................... 35

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN ................ 36

A. Gambaran umum Kelurahan Tanjung Morawa B ................ 36

B. Letak Geografis ........................... 36

C. Luas Wilayah ............................. 37

D. Gambaran Penduduk Kelurahan Tanjung Morawa B ............. 37

D.I. Distribusi Penduduk ....................... 37

D.2. Usia Penduduk ......................... 38

D.3. Kewarganegaraan Penduduk ..................... 38

D.4. Mata Pencaharian Penduduk ..................... 39

Universitas Sumatera Utara


D.5. Agama .............................. 40
D.6. Pendidikan ........................... 41

D.7. Perumahan ........................... 43

D.8. Perekonomian ........................... 43

D.9. Industri ............................. 44

BAB V ANALISA DATA ........................ 47

A. Pelaksanaan Penelitian ......................... 47

B. Gambaran Umum Responden ....................... 47

C. Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat ................... 57

BAB VI PENUTUP ........................... 83

A. Kesimpulan .............................. 83

B. Saran ................................ 84

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR TABEL
Tabel Judul Tabel
Halaman
1. Distribusi Penduduk Kelurahan Tanjung Morawa B ............ 37
2. Komposisi Usia Penduduk ...................... 38
3. Kewarganegaraan Penduduk Tanjung Morawa B ............. 39
4. Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pancaharian ........... 39
5. Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama ................ 40
6. Sarana Kegiatan Kelurahan Tanjung Morawa B .............. 41
7. Sarana Pendidikan Kelurahan Tanjung Morawa B ............. 42
8. Tingkat Pendidikan Kelurahan Tanjung Morawa B ............ 42

9. Perumahan Penduduk dan Jenisnya ................... 43


10. Sarana Perekonomian ........................ 44
11. Sarana Industri ........................... 45
12. Distribusi Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ....... 48
13. Distribusi Karekteristik Responden Berdasarkan Usia/umur .......... 49
14. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Menurut Pendidikan terakhir yang

Dicapai .............................. 51
15. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan jumlah Tanggungan dalam
Keluarga ............................ 52
16. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Suku/Etnis ......... 53
17. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Agama ........... 54
18. Distribusi Responden Berdasarkan Status Kependudukan ........... 55
19. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan ........... 56
20. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendapatan Sebelum dan Sesudah

Hadirnya PT. Kedaung ........................ 57


21. Distribusi Frekuensi Menurut Kebutuhan Responden yang Terpenuhi Sebelum
Hadirnya PT. Kedaung ........................ 59
22. Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Tanggapan Tentang Kecukupan
Penghasilan Sebelum Hadirnya PT. Kedaung .............. 61
23. Distribusi Frekuensi Responden Tentang Motivasi Bekerja atau Membuka

Universitas Sumatera Utara


Usaha Pada PT. Kedaung ....................... 62
24. Distribusi Tanggapan Responden Setelah Bekerja/Membuka Usaha Pada dan
Atau Disekitar PT. Kedaung ...................... 63
25. Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Dalam Perbaikan Di bidang
Kesempatan Kerja Setelah Hadirnya PT. Kedaung .............. 64
26. Distribusi Responden Dalam Perbaikan Sarana/Prasarana Dibidang/Sektor
Keagamaan Setelah Hadirnya PT. Kedaung ............... 65
27. Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Dalam Perbaikan Sarana/
Prasarana Dibidang Pendidikan ................... 66
28. Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Dalam Perbaikan
Dibidang Kesehatan ........................ 67
29. Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Dalam Perbaikan Dibidang
Pendapatan ............................. 68
30. Distribusi Frekuensi Keterlibatan Langsung Responden Dalam
Kegiatan Yang Dilakukan PT. Kedaung ................ 69
31. Distribusi Frekuensi Kondisi Ekonomi Responden Dalam
Penghasilan Keluarga ........................ 70
32. Distribusi Frekuensi Kondisi Sosial Ekonomi Responden Dalam
Kondisi Perumahan ........................ 71
33. Distribusi Frekuensi Kondisi Sosial Ekonomi Responden Dalam
Kondisi Transportasi ......................... 72
34. Distribusi Frekuensi Kondisi Sosial Ekonomi Responden Dalam
Pelayanan Kesehatan ......................... 73
35. Distribusi Frekuensi Kondisi Sosial Ekonomi Responden Dalam
Fasilitas Pendidikan ........................ 74
36. Distribusi Frekuensi Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Responden Dalam
Hubungannya Bekerja Pada di PT. Kedaung .............. 75
37. Distribusi Responden Yang Memiliki Tabungan ............. 76
38. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Jumlah Uang Yang Disisihkan
Dari Pendapatan Sekarang ...................... 77
39. Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Mengenai Penghasilan Yang Lebih
Baik Diperolah Dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Dibanding
Dengan sebelum Hadirnya PT. Kedaung ................. 78
40. Distribusi Tanggapan Responden Dalam Peningkatan Pendapatan Mereka
Dan Kaitannya Dengan Kehadiran PT. Kedaung ............. 79

Universitas Sumatera Utara


41. Sumber Informasi Yang Diperolah Oleh Responden Tentang

Kehadiran PT. Kedaung ...................... 80


42. Sumber Informasi Yang Diperolah Responden Yang MenganjurkanResponden
Bekerja/Berusaha Di PT. Kedaung Ataupun Disekitar PT. Kedaung ...... 81
43. Distribusi Frekuensi Responden Tentang Tanggapan Kehadiran PT. Kedaung ... 82

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR GAMBAR
No Judul Gambar

Halaman
1. Kerangka Pemikiran ...................... 29
2. Struktur Pemerintahan Kelurahan Tanjung Morawa B ........ 46

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial

BETTY JUNITA MAYASARI LUMBAN GAOL


040902061

ABSTRAK
PENGARUH KEHADIRAN PT. KEDAUNG GROUP TERHADAP SOSIAL
EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN TANJUNG MORAWA B KECAMATAN
TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELISERDANG

(Skripsi terdiri dari 6 bab, 85 halaman, 43 tabel, 2 bagan, serta 13 kepustakaan)

PT. Kedaung group adalah pabrik ataupun perusahaan yang berjenis pabrik besar,
yang bergerak dalam bidang industri barang-barang pecah belah. Didirikan atas dasar
keinginan pengelola untuk memperluas usahanya, untuk mencari untung yang sebesar
mungkin. Dan juga untuk membantu membuka peluang kerja untuk masyarakat di sekitar
pabrik tersebut di bangun. Hadirnya PT. Kedaung tersebut memberikan pengaruh kepada
masyarakat sekitar, secara umum dapat dilihat dari sosial ekonomi masyarakat setempat,
terkhusus kelurahan Tanjung Morawa B yang berubah menjadi lebih baik. Realitanya banyak
karyawan yang direkrut oleh PT. ada sebagian penduduk yang membuka usaha, disekitar PT.
tersebut.
Penelitian ini dilakukan di kelurahan Tanjung Morawa B, tepat pada tempat
dibangunnya PT. Kedaung group tersebut.tipe penelitian yang digunakan adalah bersifat
deskriptif dengan jumlah sampel yang terdapat dalam penelitian ini sebanyak 76 orang.
Teknik pengumpulan data denagn studi kepustakaan dan studi lapangan yaitu : wawancara
dan kuesioner. Kemudian data disusun dalam bentuk tabulasi tabel tunggal, yang kemudian
dianalisis dengan menggambarkan, menjelaskan, dan memberi komentar dari tabel tunggal
yang ditabulasi, sehingga dapat dengan mudah diketahui jawaban dari masalah yang diteliti.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terlihat bahwa pengaruh hadirnya PT.
Kedaung tidak terlalu memberikan dampak yang besar. Dampak yang terlihat memang
memberikan perubahan ekonomi yang sedikit lebih baik bagi warga sekitar. Yang perlu
dibenahi oleh pihak PT. kedaung adalah memberikan bantuan yang dapat memberikan
kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Kata Kunci : Pengaruh Kehadiran PT. Kedaung, Sosial Ekonomi Masyarakat.

Universitas Sumatera Utara


University of Sumatera Utara
Faculty of Social and Political Science
Departement of Social Welfare

BETTY JUNITA MAYASARI LUMBAN GAOL


040902061
ABSTRACT
THE EFFECT OF THE EXISTENCE OF PT. KEDAUNG GROUP ON
SOCIOECONOMIC OF RESIDENTS IN TANJUNG MORAWA B VILLAGE,
SUBDISTRICT OF TANJUNG MORAWA DISTRICT OF DELISERDANG

(Thesis contains 6 chapters, 85 pages, 43 tables, 2 pictures, and 13 literatures)


PT. KEDAUNG GROUP ( KEDAUNG
GROUP Ltd.) is a factory or company which is a kind of a big company, and engaged in
glassware industry. It was founded, basically, by the manager's will to develop his business
had to get profit as much as possible. Besides it is intended to create job vacancy for the
residents around that factory. The existence of PT. Kedaung Group effects on the residents
around, generally it can be observed from the socioeconomic of the local residents,
specifically of the villages in Tanjung Morawa B which improves better. In fact, many of the
residents are employed by PT. Kedaung Group. Some of the residents take the chance of
running business around the factory.
This research is done in Tanjung Morawa B, exactly in the area where PT. Kedaung
Group built. The type of research implemented is descriptive with 76 people as sample in this
research. The technique of collecting data is with literary study and field study, they are
observation and Questionnaire. Then data is arranged in single-tabulation data, which is later
analyzed by describing, explaining, and given comment based on the single tabulated data, so
that we can easily know the answers of problem being researched.
Based on the research, it can be concluded that the existence of Kedaung group
doesn't give a significant influence. The effect which can be seen causes and economical
change with is a little bit better to the residents around. On thing which needs to be considered
by PT. Kedaung is delivering assistance or help for the prosperity of the residents around the
factory.

Keywords : Effect, Socioeconomic.

Universitas Sumatera Utara


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehidupan sekarang berada pada satu zaman dengan kecepatan yang sangat tinggi,

ditandai dengan cepatnya perkembangan teknologi yang baru, yang juga sangat

mempengaruhi kehidupan manusia. Selain itu kehadiran teknologi atau inovasi-inovasi baru

itu juga secara langsung mengubah cara atau pola hidup masyarakat serta menuntut adanya

keseimbangan yang sesuai terutama dalam hal lingkungan sosial ekonomi umumnya selalu

menjadi point utama dalam kajian mengenai seluk-beluk kehidupan masyarakat, terlebih lagi

untuk Indonesia sebagai negara yang tergolong besar jumlah penduduknya dengan

beranekaragam suku bangsa yang tersebar di 33 Propinsi dengan pola kehidupan yang

berbeda, sehingga bisa diperkirakan juga ada banyak persoalan yang terjadi didalamnya

sehubungan dengan kehidupan masyarakat didalamnya.

Di Indonesia sekarang ini banyak dilakukan pembangunan, baik dibidang industri,

pertanian, ekonomi maupun jasa, dan bidang lainnya. Pembangunan tersebut dilakukan

sebagai upaya untuk lebih memajukan perekonomian di Indonesia., khususnya bagi

masyarakat menengah kebawah yang membutuhkan banyak sekali pekerjaan ataupun

lowongan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Pembangunan banyak dilakukan di daerah perkotaan, karena di kotalah pusat berbagai

aktifitas perdagangan,ekonomi, industri dan, juga politik dilakukan. Tetapi di daerah pedesaan

di pinggiran kota, di beberapa tempat di Indonesia juga dilakukan pembangunan. Pada

hakekatnya pembangunan daerah adalah pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat didaerah dan dilaksanakan dengan merata di seluruh wilayah serta benar-benar

dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat sebagai perbaikan tingkat kehidupannya.

Universitas Sumatera Utara


Pembangunan daerah seharusnya dilaksanakan secara terencana, terpadu, bertahap dan

berlanjut serta merupakan pembangunan, dari , oleh dan untuk masyarakat sebagai
pencerminan kehendak untuk terus-menerus meningkatkan kemakmuran masyarakat secara

merata.

Sejak masa orde baru hingga reformasi, Indonesia telah melaksanakan pembangunan

di berbagai bidang kehidupan. Pembangunan juga dapat diartikan sebagai usaha yang

dilakukan merupakan suatu proses kegiatan yang terencana dalam upaya meningkatkan

pertumbuhan ekonomi, perubahan sosial dan modernisasi bangsa guna meningkatkan kualitas

hidup manusia dan kesejahteraan masyarakat, baik ekonomi, sosial, budaya maupun politik.

Pembangunan juga dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan secara sadar dan

mendasar untuk menciptakan kondisi yang lebih baik. Esensi dari pembangunan itu adalah

menciptakan sesuatu yang berguna yang belum ada menjadi ada dan meningkatkan yang telah

ada. (Susanto, 1984 : 52)

Pembangunan yang dilakukan tidak dapat dilepaskan dari kesadaran dan

tanggungjawab individu atau anggota masyarakat , untuk memikul beban pembangunan,

sebab peran individu masyarakat dalam pembangunan bukan hanya sekedar objek, melainkan

juga sebagai subjek dari pembangunan tersebut. Ini berarti bahwa individu/anggota

masyarakat juga ikut menentukan arah dan tujuan pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan

kepentingannya, agar pembangunan tidak hanya menguntungkan bagi pembuat kebijakan

semata, melainkan juga bermanfaat bagi seluruh masyarakat. (Supriatna, 1999 : 5)

Dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia, perhatian terbesar dan utama

diberikan pada bidang ekonomi, tanpa melupakan pentingnya pembangunan dalam bidang-

bidang kehidupan lainnya. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa memang

keterbelakangan yang dirasakan oleh Indonesia sebagai negara ynag sedang berkembang

Universitas Sumatera Utara


adalah bidang ekonomi. Apalagi setelah Indonesia telah mengalami krisis moneter dan

ekonomi, serta pada masa krisis Global yang sedang melanda dunia pada saat ini. Dan bahkan
sampai meluas pada krisis politik dan kepercayaan yang berlangsung hingga sekarang.

Akumulasi kondisi krisis telah banyak membawa kehancuran dan kemerosotan terutama

dalam perekonomian nasional dan internasional umumnya. Lebih jauh lagi dampak krisis ini

telah menyebabkan banyaknya buruh ataupun karyawan yang di PHK, sehingga menambah

jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan meningkat tajam dibandingkan

sebelum terjadi krisis global maupun nasional, baik penduduk yang ada di pedesaan maupun

perkotaan.

Disamping itu, pembangunan lebih difokuskan kepada daerah-daerah tertentu saja,

khususnya pulau Jawa, sebagai contoh Pengembangan pembangunan di kawasan Gedebage

merupakan sebagian kecil dari rencana pembangunan kota Bandung dengan bertahap dan

diharapkan menjadi pusat distribusi utama di daerah Bandung yang dipandang sebagai

langkah strategis untuk dapat mendorong terwujudnya kota Bandung sebagai kota jasa.

Sedangkan daerah-daerah lain yang lebih produktif terutama di kawasan timur Indonesia

banyak yang tidak tersentuh oleh pembangunan, namun hasil bumi yang ada di daerah

tersebut wajib diberikan kepada pemerintah pusat. Banyak daerah yang memiliki sumber daya

alam yang melimpah, namun masyarakatnya masih jauh berada dibawah garis kemiskinan. Ini

berarti pemerataan pembangunan dan hasilnya sama sekali tidak terwujud. Inilah yang

menyebabkan perekonomian nasional mengalami kehancuran dan kemerosotan, terutama

setelah terjadinya krisis multidimensional dan krisis global.

Akhirnya pembangunan ekonomi secara bertahap mengalami perubahan dan

pergeseran, yang semula mengandalkan sumber daya alam semesta, yaitu pertanian, minyak

dan gas bumi, menjadi meningkat pada usaha industrialisasi. Salah satu petunjuk penting

Universitas Sumatera Utara


dalam perubahan pembangunan ekonomi adalah perubahan struktur produksi dari dominasi

sektor pertanian ke sektor non pertanian (industri dan jasa). Biasanya perubahan ini diikuti

dengan transformasi tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri.

Transformasi ini terjadi karena bertambahnya jumlah penduduk terutama di desa.

Yang di ikuti dengan berkurangnya luas lahan untuk usaha di bidang pertanian yang dapat

dikerjakan oleh penduduk desa tersebut, menyebabkan penduduk desa yang tidak mempunyai

lahan sendiri tidak tertampung lagi untuk bekerja dalam sektor pertanian. Hal ini berdampak

pada meningkatnya arus urbanisasi yang di latarbelakangi oleh pemikiran bahwa kota

memberikan harapan baru bagi mereka untuk memperoleh penghidupan yang lebih

baik, dimana mereka beralih kepada pekerjaan yang bergerak di bidang usaha-uasaha

industri yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Hal ini berkaitan dengan dualisme

(dua ciri, fakta/kenyataan) desa dan kota dalam bidang perekonomian di Indonesia, bahwa

perekonomian pedesaan dicirikan oleh sektor primer (pertanian dan pertambangan),

sedangkan perkonomian perkotaan didominasi oleh sektor non pertanian (industri dan jasa).

Salah satu desa ataupun daerah yang mengalami proses transformasi yang dimaksud

diatas adalah kabupaten Deli Serdang. Kabupaten Deli Serdang dikenal sebagai salah satu

daerah dari 25 Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten yang memiliki

keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki

peluang investasi cukup menjanjikan.

Dulu daerah ini mengelilingi tiga "daerah Kota Madya" yaitu kota Medan yang

menjadi Ibu kota Provinsi Sumatera Utara, kota Binjai dan kota Tebing Tinggi di samping

berbatasan dengan beberapa Kabupaten yaitu Langkat, Karo, dan Simalungun, dengan total

luas daerah 6.400 KM2 terdiri dari 33 Kecamatan dan 902 Kampung.

Universitas Sumatera Utara


Daerah ini sejak terbentuk sebagai Kabupaten sampai dengan tahun tujuh puluhan

mengalami beberapa kali perubahan luas wilayahnya, karena kota Medan, Tebing Tinggi dan

Binjai yang berada di daerah perbatasan pada waktu yang lalu meminta/mengadakan

perluasan daerah, sehingga luasnya berkurang menjadi 4.397,94 KM2

Di awal pemerintahannya Kota Medan menjadi pusat Pemerintahannya, karena

memang dalam sejarahnya sebagian besar wilayah kota Medan adalah "Tanah Deli" yang

merupakan daerah Kabupaten Deli Serdang. Sekitar tahun 1980-an, pemerintahan daerah ini

berpindah ke Lubuk Pakam, sebuah kota Kecil yang terletak di pinggir jalan Lintas Sumatera

lebih kurang 30 kilometer dari Kota Medan yang telah ditetapkan menjadi Ibukota Kabupaten

Deli Serdang.

Tahun 2004 Kabupaten ini kembali mengalami perubahan baik secara Geografi

maupun Administrasi Pemerintahan, setelah adanya pemekaran daerah dengan lahirnya

Kabupaten baru Serdang Badagai sesuai dengan U.U.No. 36 Tahun 2003, sehingga berbagai

potensi daerah yang dimiliki ikut berpengaruh.

Dengan terjadinya pemekaran daerah, maka luasnya sekarang menjadi 2.497,72 KM2

terdiri dari 22 Kecamatan dan 403 desa/ kelurahan, yang terhampar mencapai 3.34 persen dari

luas Sumatera Utara.

Kabupaten Deli Serdang di huni penduduk yang terdiri dari berbagai suku bangsa

seperti : Melayu, Karo, Simalungun, Jawa, Batak, Minang, Cina, Aceh dan pemeluk berbagai

agama seperti : Islam, Kristen, Hindu dan Budha, dengan total jumlah penduduk berjumlah

1.686.366 jiwa dengan Laju Pertumbuhan Penduduknya (LPP) sebesar 2,74 persen dengan

kepadatan rata-rata 616 jiwa perkilometer persegi.

Universitas Sumatera Utara


Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2007 mencapai 5,71 %,

laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun

sebelumnya yang hanya mencapai pertumbuhan sebesar 5,26%. Pencapaian peningkatan

pertumbuhan ini, menandakan perubahan dan peningkatan kinerja ekonomi makro di

Kabupaten Deli Serdang telah berlangsung dengan baik.

Berdasarkan harga berlaku, nilai PDRB sebesar Rp. 8,4 juta lebih, sedangkan

berdasarkan harga konstan adalah Rp. 2,4 juta lebih maka struktur ekonomi Deli Serdang

dapat dilihat antara lain sector industri masih memegang peranan yang cukup signifikan

dengan kontribusi sebesar 42,60 %, diikuti sektor pertanian sebesar 26,97 %, sektor

perdagangan, hotel dan restoran 17,45 %.

Ini berarti bahwa Kabupaten Deli Serdang masih sangat tergantung dari sektor-sektor

tersebut di atas, sementara sektor jasa-jasa hanya memberi kontribusi sebesar 4,51 %, sektor

bangunan 3,65 %, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan hanya 2,21 %.

Sementara itu, pendapatan per-kapita yang merupakan gambaran rata-rata pendapatan

yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil proses produksi PDRB per-kapita yang

diperoleh dengan cara membagi total nilai PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun

PDRB per-kapita atas dasar berlaku Kabupaten Deli Serdang, maka diperoleh data yaitu tahun

2004 sebesar Rp. 5.515.779,45 dan tahun 2005 mengalami peningkatan menjadi Rp.

5.710.173,96.

Sedang inflasi yang terjadi pada tahun terakhir ini menunjukkan peningkatan,

meskipun untuk inflasi Kabupaten Deli Serdang tetap di bawah 2 digit, yaitu sebesar 6,50 %

pada tahun 2004, sedangkan pada tahun 2005 adalah 7,0 %.

Universitas Sumatera Utara


Penduduk Miskin dan Tingkat Pengangguran

Kabupaten Deli Serdang masih menghadapi masalah kemiskinan yang antara lain

ditandai oleh jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan dan tingginya

kerentanan masyarakat untuk jatuh dibawah garis ini. Pada tahun 2004 penduduk miskin

tercatat 48.492 KK atau 15,56 % sedangkan pada tahun 2005 mengalami kenaikan menjadi

49.848 KK atau 15,92 %.

Kondisi ini diperkirakan masih banyak dipengaruhi oleh situasi perekonomian secara

nasional dan daerah yang belum cukup kondusif sebagai dampak dari krisis moneter yang

sampai saat ini masih belum teratasi sepenuhnya, untuk dapat memacu pertumbuhan ekonomi

rakyat. Hal ini telah diperberat lagi dengan adanya kebijakan Nasional untuk menaikkan harga

BBM, sehingga daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terhadap sandang

pangan menjadi melemah.

Sementara itu, jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Deli Serdang tahun 2004

sebesar 15,85 % dari total angkatan kerja sebesar 651.419 orang, sedangkan pada tahun 2005

mencapai 15,95 % dari total angkatan kerja sebesar 664.447 orang.

Keadaan di atas terjadi terutama disebabkan oleh paradigma pembangunan khususnya

dibidang ekonomi, yang terlalu diarahkan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi yang

terlalu tinggi serta peningkatan produksi industri secara meluas guna meningkatkan

pendapatan nasional, tanpa mempertimbangkan apakah pembangunan yang dilakukan telah

sesuai dengan harapan seluruh rakyat serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan

kemakmuran masyarakat. Kebijakan yang dikeluarkan yang menyangkut tentang

pembangunan hanya didasarkan atas kehendak dan keinginan penguasa (pemerintah) tanpa

memperhatikan keinginan masyarakat dari pembangunan tersebut. Akibatnya hasil-hasil yang

Universitas Sumatera Utara


diperoleh dari pembangunan hanya menguntungkan segelintir golongan tertentu saja

(golongan elit) tanpa dinikmati oleh rakyat banyak.

Seperti halnya di propinsi Sumatera Utara, di daerah pedesaan yang hasil bumi, dan

pertaniannya begitu melimpah, contohnya seperti di daerah Danau Toba, pulau Samosir,

Berastagi, dan banyak daerah lainnya. Dan juga daerah perkotaan, seperti Medan yang

memiliki industri-industri dan jasa yang begitu banyak terdapat di kota ini; baik dibidang jasa

termasuk, pendirian gedung-gedung pusat perbelanjaan, seperti : mall-mall, plaza-plaza,

hotel/penginapan yang megah. Dan juga bidang industri, seperti pabrik-pabrik yang banyak

berdiri di Medan.

Pembangunan yang berdiri di berbagai bidang, termasuk di sektor industri yang

banyak terbentuk di kota Medan dan sekitarnya yang telah banyak membantu masyarakat

Medan dan sekitarnya dalam pemenuhan kebutuhan hidup baik dalam sosial dan ekonomi

masyarakat.

Banyaknya daerah-daerah industri yang terdapat di Medan dan sekitarnya, adalah

salah satu sumber pendapatan yang dapat diperoleh oleh masyarakat menengah kebawah,

yang menunjang kebutuhan keluarga mereka. Ada beberapa daerah industri yang besar,

seperti KIM (Kawasan Indutri Medan) yang terdapat di daerah Mabar, dan Tanjung morawa

(KIM Medan Star), daerah industri KIM ini sangatlah luas, dari segi tempat bahkan jenis

pabrik yang terdapat di dalamnya ada pabrik kayu, makanan, produk-produk kecantikan dan

yang lainnya lagi. Dan juga terdapat lagi beberapa pabrik di sekitar KIM Medan Star yang

termasuk besar, salah satu contohnya, adalah PT. Kedaung Group. Pabrik Kedaung tersebut

juga termasuk dalam daerah kekuasaan pemerintah daerah Deli Serdang. Pabrik Kedaung ini

salah satu pabrik yang bergerak dibidang produksi barang-barang untuk keperluan rumah

tangga, terutama pecah-belah. PT. Kedaung ini adalah merupakan gabungan longgar dari 30

Universitas Sumatera Utara


perusahaan sejenis yang tersebar di berbagai daerah bahkan negara. Pabrik Kedaung ini

adalah salah satu cabang yang ada dipropinsi Sumatera Utara, dan cabang-cabang lainnya

tersebar di beberapa kota/daerah di Indonesia. Seperti : Pekanbaru, Jakarta, Semarang, dan

kota lainnnya. Dan Pabrik besar rekan kerjasama PT. Kedaung juga tersebar di beberapa

negara tetangga, seperti : Malaysia, dan negara lainnya.

Sebelum berkembangnya daerah ataupun desa yang dipenuhi dengan sektor industri,

seperti khususnya kecamatan Tanjung Morawa. Dahulunya desa/kecamatan Tanjung Morawa

sebagian besar terdiri dari lahan pertanian, sebelum berkembang menjadi daerah industri.

Lahan pertanian di daerah Tanjung Morawa ini lebih luas dibanding dengan lahan pemukiman

masyarakat. Sehingga masyarakat pada masa itu sebagian besar memiliki penghasilan dari

bertani. Dan sebahagian besar penduduk didaerah tersebut, termasuk kedalam golongan/strata

menengah kebawah.

Seiring berjalan waktu, terjadi perubahan zaman dan juga semakin canggihnya

teknologi dibumi ini, banyak perubahan yang terjadi didaerah Kecamatan Tanjung Morawa

ini. Semakin berkembanglah indusri-industri dari industri kecil, sedang dan industri besar.

Dan terjadi pulalah perubahan penghasilan ataupun pekerjaan yang dimiliki masyarakat

daerah Tanjung Morawa tersebut. Ada diantara mereka yang menjual tanah mereka untuk

dijadikan sebagai lahan industri sehingga mereka tidak berpenghasilan lagi dari bertani,

sehingga mereka beralih profesi. Ada juga masyarakat kecamatan Tanjung Morawa tersebut

yang tetap berpenghasilan sebagai petani, disamping bekerja di pabrik. Dan ada diantara

masyarakat yang bergantung pada profesi sebagai buruh, karena tidak memiliki lahan untuk

bertani.

Jelasnya dapat dilihat di kelurahan Tanjung Morawa B, di desa tersebut telah

berkembang pesat sejak dulu pabrik-pabrik industri. Salah satu contohnya PT. Kedaung

Universitas Sumatera Utara


Group Medan. Dampak dari hadir dan berkembangnya PT. Kedaung Group tersebut, bahwa

banyak penduduk yang terserap untuk bekerja di pabrik tersebut. Dan ada juga yang berusahal

membuka usaha di sekitar PT. tersebut. Akan tetapi masih ada juga sebagian keeil yang

berprofesi sebagai petani dari anggota keluarga masyarakat Tanjung Morawa B yang bekerja

di PT. Kedaung group tersebut.

B. Perumusan Masalah

Masalah merupakan pokok dari suatu kegiatan penelitian. Berdasarkan latarbelakang

diatas, maka perumusan masalah yang akan dikemukakan penulis yaitu : "Bagaimana

Pengaruh Kehadiran PT. Kedaung terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di

Kelurahan Tan}ung Morawa B Y".

c. Tujuan dan Manfaat Penelitian.

C.I. Tujuan Penelitian.

Tujuan penelitian merupakan sasaran utama yang akan dieapai seseorang melalui

kegiatan penelitian. Sebab tanpa tujuan, kegiatan yang akan dilaksanakan tidak akan

mempunyai arah yang jelas, maka yang menjadi tujuan penelitian adalah :

"Untuk mengetahui bagaimana kehidupan sosial ekonomi masyarakat di kelurahan Tan}ung

Morawa B, semen}ak hadirnya PT. Kedaung".

C. 2. Manfaat Penelitian

Adapun yang menjadi manfaat penelitian adalah:

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam rangka pengembangan

konsep-konsep, teori-teori terutama model penelitian tentang masalah 'pengaruh sosial

ekonomi masyarakat Tanjung Morawa B, terhadap kehadiran PT.Kedaung Penelitian ini juga

Universitas Sumatera Utara


diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan khususnya

terhadap studi masyarakat yang membahas masalah kehidupan sosial ekonomi masyarakat

tersebut terhadap pengaruh akibat munculnya sektor industri, terkhusus berdirinya pabrik-

pabrik.

Universitas Sumatera Utara


D. Sistematika Penulisan.

BAB I : Pendahuluan.

Meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat

penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II : Tinjauan Pustaka.

Bab ini menguraikan tentang masalah dan objek yang diteliti, kerangka

pemikiran, defenisi konsep dan defenisi operasional.

BAB III : Metode penelitian.

Bab ini berisikan tipe penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel teknik

pengumpulan data serta teknik analisa data.

BAB IV : Deskripsi Lokasi Penelitian.

: Bab ini berisikan sejarah singkat tentang berdirinya PT. Kedaung, dan

gambaran umum tentang lokasi dimana peneliti melakukan penelitian.

BAB V : Analisa Data.

Bab ini berisikan tentang uraian data yang diperoleh dari hasil penelitian dan

pembahasannya.

BAB VI : Penutup.

Bab ini memuat tenatang kesimpulan dan saran yang bermanfaat.

Universitas Sumatera Utara


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Industrialisasi

Industrialisasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan ekonomi yang mengubah bahan

mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau barang jadi, menjadi barang yang nilainya

lebih tinggi untuk penggunaannya daripada keadaan sebelumnya, dan siap untuk dipasarkan

kepada konsumen. (siagian,1985 : 87). Dari kutipan tersebut dapat dikatakan bahwa industri

pada dasarnya merupakan kegiatan ekonomi, kegiatan memilih dan mempergunakan sumber-

sumber produksi secara terbatas, untuk dapat dihasilkan berbagai barang yang mempunyai

nilai lebih tinggi serta bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam hal ini industri diartikan sebagai sebagai pabrik atau pengolahan seperti

tersebut dalam batasan sebagai berikut : "pabrik adalah bangunan besar dengan perlengkapan

mesin-mesin tempat membuat barang-barang tertentu dalam jumlah besar untuk

diperdagangkan". (Poerwodarminta,1990 : 603). Bila defenisi tersebut dikaitkan dengan

pengertian sehari-sehari, maka pengertian industri jauh lebih luas daripada pengertian pabrik

atau pengolahan tersebut.

Jadi dalam hal ini industri diartikan lebih luas lagi, yaitu sebagai usaha/perusahaan

yang menghasilkan (memproduksi) barang/jasa untuk didistribusikan dan diperdagangkan,

seperti industri pariwisata (usaha jasa pelancongan; industri rumah tangga; industri baja

(pabrik pengolahn baja) dan sebagainya. Industri lebih diidentikkan dengan perusahaan atau

usaha daripada daripada mesin-mesin beserta para mekaniknya.

Jadi dalam kehidupan sehari-hari industri diartikan dalam dua pengertian, yaitu

semata-mata menyangkut mesin-mesin (pabrik), dan menyangkut perusahaan/usaha yang

menghasilkan barang-barang/jasa.

Universitas Sumatera Utara


Dibukanya PT. Kedaung merupakan salah satu sarana para pengusaha atau pelaku

industri baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mengembangkan usaha-usaha industri,

terkhusus produksi barang-barang pecah-belah yang dibutuhkan oleh masyarakat luas dan

untuk diperdagangkan.

Industrialisasi selalu diawali dengan kemajuan teknologi. Teknologi dan industri

merupakan dua hal yang memiliki kaitan atau hubungan yang erat satu sama lain dan tidak

dapat dipisahkan (siagian, 1985 : 132). Teknologi merupakan salah satu cara manusia untuk

mencapai tujuan dalam memenuhi tuntutan kebutuhan, baik jasmaniah maupun rohaniah.

Oleh karena itu, kehadiran teknologi yang di ikuti dengan kemajuan industri, membawa

pengetahuan yang sangat penting dan berarti bagi kehidupaan masyarakat.

B. Masyarakat Desa

Pengertian desa menurut 'Poerwadarminta (1976), adalah "sekelompok rumah di luar

kota yang merupakan kesatuan, kampung (diluar kota), dusun. Dusun atau udik (dalam arti

daerah pedalaman sebagai lawan dari kota). Arti lain lagi dari desa atau yang hampir mirip

adalah village. Defenisi tersebut mengandung arti ataupun makna bahwa yang dimaksud

dengan masyarakat kecil adalah masyarakat di daerah masyarakat pedesaan.masyarakat kecil

disebut juga dengan rural community yang diartikan sebagai masyarakat yang anggota-

anggotanya hidup bersama disuatu lokalitas tertentu, yang seorang merasa dirinya bagian dari

kelompok, kehidupan mereka meliputi urusan-urusan yang merupakan tanggungjawab

bersama dan masing-masing merasa terikat pada norma-norma tertentu yang mereka taati

bersama.

Universitas Sumatera Utara


Karakteristik umum Masyarakat Desa.

Masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang

biasanya tampak dalam peilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian

karaketristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun

demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan

teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah "tidak berlaku". Berikut ini

disampaikan sejumlah karakteristik masyarakat desa yang terkait dengan etika dan budaya

mereka, yang bersifat umum yang selama ini maih ditemui. Setidaknya, ini menjadi salah satu

wacana bagi kita yang akan bersama-sama hidup di lingkungan pedesaan.

1. Sederhana.

2. Mudah curiga.

3. Menjunjung tinggi 'unggah-unggah'(kesopanan)

4. Guyub, kekeluargaan

5. Lugas

6. Tertutup dalam hal keuangan

7. Perasaan 'minder' terhadap orang kota

8. Menghargai ('ngajeni') terhadap orang lain

9. Jika diberi janji, akan selalu ingat

10. Suka gotong-royong

11. Demokratis

12. Religius. (http://lppm.petra.ac.id/ppm/COP/download/etika%20budaya%20desa.doc.)

c. Perkembangan Industri di Masyrakat

Dalam arti luas, industri berkaitan dengan teknologi, ekonomi, perusahaan dan orang-

orang yang terlibat di dalamnya telah sangat mempengaruhi masyarakat. Pengaruh tersebut

Universitas Sumatera Utara


antara lain berupa nilai-nilai, pengaruh fisik terhadap masyarakat serta usaha para pelaku

industri untuk mempengaruhi masyarakat. (Parker, dalam kartasapoetra, 1990 : 92)

Industri memberi input kepada masyarakat sehingga membentuk sikap dan tingkah

laku yang tercermin dalam sikap sewaktu bekerja. Masyarakat pada umumnya menerima

posisi mereka, baik di dalam struktur industri maupun struktur sosial yang lebih luas lagi.

Karena tingkat produksi tergantung pada tingkat konsumsi, maka masyarakat didorong untuk

membeli barang-barang dan jasa yang diproduksi oleh pihak industri. Mereka memiliki fungsi

untuk memproduksi berbagai jenis barang dan jasa, sekaligus meningkatkan permintaan

terhadap barang dan jasa yang diproduksinya. Usaha untuk memproduksi dan sekaligus

meningkatkan permintaan melibatkan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Jika ada

perubahan masyarakat walaupun mungkin hanya bersifat lokal, ia akan melahirkan

industrialisasi. Sebagai contoh, akibat pertumbuhan industri kendaraan bermotor di kota

Oxford, biaya hidup di kota tersebut menjadi tinggi dan sebaliknya mendorong buruh untuk

menuntut peningkatan upah kerja (Inkeles, dalam Attir, 1989 : 10).

Salah satu bentuk dari perubahan nilai pada masyarakat yang memasuki industrialisasi

adalah munculnya pandangan yang sifatnya materialistik (Sosrodihardjo, 1986 : 38). Hal ini

disebabkan oleh karena adanya penekanan kepada pembangunan materi dan efisiensi yang

hanya diukur berdasarkan untung dan rugi. Masyarakat yang telah mengalami kemajuan

industri senantiasa berorientasi kearah materi (uang).

Nilai membedakan suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya, di dalam suatu

masyarakat pun terdapat nilai yang berbeda satu sama lain. Perbedaan masing-masing nilai

tersebut mungkin kadangkala membentuk suatu kerjasama yang produktif, atau mungkin

menjadi penyebab utama terjadinya konflik yang berlarut-larut di dalam industri maupun

masyarakat (Parker, didalam kartasapoetra, 1990 : 34).

Universitas Sumatera Utara


Industri memiliki pengaruh yang menimbulkan akibat fisik di dalam masyarakat.

Akibat yang dirasakan oleh masyarakat dengan adanya industrialisasi bisa dalam berbagai

bentuk yang berbeda. Bila suatu kota sangat bergantung hanya kepada satu jenis industri atau

perusahaan, maka perkembangan industri atau perusahaan tersebut akan menentukan apakah

kota tersebut akan berkembang atau hancur. Munculnya industri-industri baru di suatu

wilayah akan memberikan pengaruh yang besar terhadap jumlah tenaga kerja. Sebagai contoh

dapat dilihat pada wilayah industri South Wales. Dengan munculnya wilayah industri baru,

maka kota-kota di wilayah tersebut telah berkembang dari kota-kota kecil yang hanya

tergantung kepada pertambangan timah, menjadi kota-kota besar yang padat

penduduknya.(Attir, 1989 :11).

D. Kondisi Sosial Ekonomi

Kondisi sosial ekonomi adalah suatu keadaan atau kedudukan yang diatur secara sosial

dan menetapkan seseorang dalam posisi tertentu dalam struktur masyarakat. Pemberian posisi

ini disertai pula seperangkat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi sipembawa status

misalnya pendapatan, pekerjaan, dan pendidikan. (Soekanto, 1987:181).

Manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya baik moral maupun material.

Kebutuhan pokok atau basic human needs dapat dijelaskan sebagai kebutuhan yang sangat

penting guna kelangsungan hidup manusia. Abraham Maslow mengungkapkan kebutuhan

manusia terdiri dari kebutuhan dasar fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan

kasih sayang, kebutuhan akan dihargai dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri.

Menurut Melly G. Tan bahwa kedudukan sosial ekonomi mencakup 3 (tiga) faktor

yaitu pekerjaan, pendidikan dan penghasilan (Tan dalam Koentjaraningrat, 1985:23).

Universitas Sumatera Utara


Kondisi sosial ekonomi seseorang dapat digolongkan kedalam kelas sosial yang

mengacu pada satu unit masyarakat yang berbeda dari masyarakat lain dalam hal nilai,

prestice, kegiatan, kekayaan dan milik-milik pribadi lainnya dan etiket pergaulan mereka.

(Cohen Simamora, 1983;234)

Kehidupan sosial merupakan suatu strategi yang dilakukan oleh sekelompok orang

guna pemenuhan kebutuhan hidup serta menggunakan penghasilannya untuk mengarahkan

produksi barang yang diperlukan. Oleh karena itu maka perlu dikembangkan suatu strategi

pembangunan yang lebih diarahkan pada tujuan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Model

kebutuhan dasar sebagai suatu strategi harus mampu memenuhi 5 (lima) sasaran utama, yaitu

1. Terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, papan, peralatan sederhana dan berbagai

kebutuhan yang secara luas dipandang perlu oleh masyarakat yang bersangkutan.

2. Di bukanya kesempatan luas untuk memperoleh berbagai pelayanan umum, seperti

pendidikan, kesehatan, air minum, pemukiman yang sehat.

3. Dijaminnya hak untuk memperolah kesempatan kerja yang produktif, termasuk

menciptakan sendiri yang memungkinkan adanya balas jasa yang seimbang untuk

dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga.

4. Terbinanya prasarana yang memungkinkan produksi barang dan jasa dengan

kemampuan untuk menyisihkan tabungan bagi pembiayaan usaha selanjutnya

terutama dalam sektor subsistem.

5. Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan pelaksanaan proyek-proyek

pembangunan (Evers, Sumardi, 1982: xvi).

Dari kalimat-kalimat diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa pemerintahan daerah

kabupaten Deli Serdang khususnya kelurahan Tanjung morawa B, telah dapat mampu untuk

Universitas Sumatera Utara


memenuhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat. Yang rata-rata di bawah garis

kemiskinan.

E. Kesejahteraan Sosial

E. 1. Pengertian kesejahteraan Sosial

Kesejahteraan Sosial bila diartikan secara harafiah mengandung makna yang luas dan

mencakup berbagai segi pandangan atau ukuran-ukuran tertentu tentang sesuatu hal yang

menjadi ciri utama dari pengertian tersebut. Kesejahteraan bermula dari kata sejahtera,

berawalan kata ke dan berakhiran kata an. Sejahtera berarti aman sentosa, sedangkan

kesejahteraan adalah hal atau keadaan sejahtera, aman, keselamatan, ketentraman dan

kemakmuran.

Istilah "sosial" berasal dari kata bahasa latin; socius yang berarti kawan atau teman.

Manusia lahir denagn apa adanya, kemudian memulai hidup saling berkawan dan saling

membina kesetiakawanan. Menurut Dr. J. A. Ponsioen, dikutip T. Sumarnonugroho (1982),

istilah 'sosial' memiliki arti yang berbeda:

1. sosial diartikan sebagai suatu indikasi dari kehidupan bersama makhluk manusia.

Umpamanya dalam kebersamaan rasa, berfikir, bertindak dan dalam hubungan antar

manusia.

2. istilah 'sosial' pada abad ke 19 mempunyai konotasi yang berbeda, lebih sentimentil

dan karena itu menjadi agak kabur seperti beberapa istilah yang agak serupa yang

dikaitkan denagn persoalan kemiskinan dan keterlantaran orang. Meskipun demikian

dari konotasi ini kemudian berkembang dalam segala arah yang bersangkut paut

dengan pembaharuan masyarakat yang bertujuan menanggulangi kemiskinan dan

ketelantaran.

Universitas Sumatera Utara


Selanjutnya pengertian kata 'sosial' mungkin dilandasi oleh kenyataan bahwa

kesemuanya bersangkutan dengan "orang dalam masyarakat". Kesemuanya menekankan

bahwa orang adalah makhluk sosial dan dan tidak melulu makhluk ekonomi lainnya.

Kesejahteraan sosial dalam artian yang sangat luas mencakup berbagai tindakan yang

dilakukan manusia untuk mencapai tngkat kehidupan masyarakat yang lebih baik.beberapa

defenisi yang mendukung pengertian ini antara lain dikemukakan oleh Gertrude Wilson,

Walter Fridlander, Elizabeth Wickenden, ataupun hasil dari pra-konfrensi kelompok kerja

konfrensi internasional bidang kesejahteraan sosial XV.

1. Getrude Wilson:

Kesejahteraan sosial merupakan perhatian yang terorganisir dari semua orang

untuk semua orang

2. Walter Friedlander:

Kesejahteraan sosial merupakan sistem yang terorganisir dari institusi dan

pelayanan sosial, yang dirancang untuk membantu individu ataupun kelompok

agar dapat mencapai standar hidup dan kesehatan yang lebih memuaskan.

3. Elizabeth Wickenden:

Kesejahteraan sosial termasuk didalamnya adalah peraturan perundangan,

program, tunjangan dan pelayanan yang menjamin atau memperkuat pelayanan

untuk memenuhi kebutuhan sosial yang berdasarkan dari masyarakat serta

menjaga ketentraman dalam masyarakat.

4. Pre-conference Working Committee For the XVth Internatinal Conference of

Social Welfare:

Kesejahteraan Sosial adalah keseluruahn usaha sosial yang terorganisir dan

mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat

Universitas Sumatera Utara


berdasarkan konteks sosialnya.di dalamnya tercakup pula kebijakan dan pelayanan

yang terkait dengan berbagai kehidupan masyarakat, seperti pendapatan, jaminan

sosial, kesehatan, perumahan, pendidikan, rekreasi, tradisi budaya dan lain

sebagainya.

Dari keempat defenisi di atas, dapat ditangkap pengertian bahwa kesejahteraan sosial

mencakup berbagai usaha yang dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia, baik

itu di bidang fisik, mental, emosional, sosial, ekonomi, ataupun kehidupan spritual.

E. 2. Usaha Kesejahteraan Sosial

Perhatian Pemerintah atas taraf kehidupan yang lebih baik dari warganya di wujudkan

dengan penyediaan berbagai bentuk usaha kesejahteraan sosial yang konkret (nyata) berusaha

menjawab kebutuhan ataupun masalah yang dihadapi anggota masyarakat. Usaha

kesejahteraan sosial itu sendiri dapat diarahkan pada ndividu, keluarga, kelompok ataupun

komunitas. Berdasarkan hasil diatas dapat dirasakan bahwa kesejahteraan sosial tidaklah

bermakna bila tidak diterapkan dalam bentuk usaha kesejahteraan sosial yang nyata yang

menyangkut kesejahteraan warga masyarakat. Oleh karena itu dua terminologi ini sulit untuk

dipisahkan satu dengan yang lainnya (inseparable) dan seringkali digunakan secara tukar

menukar(Interchangeably).

Dari terminologi tersebut terlihat bahwa usaha kesejahteraan sosial seharusnya

merupakan upaya yang konkret (nyata) baik ia bersifat langsung (direct service) ataupun tidak

langsung (Indirect service), sehingga apa yang dilakukan dapat dirasakan sebagai upaya yang

benar-benar ditujukan untuk menangani masalah ataupun kebutuhan yang dihadapi

masyarakat, dan bukan sekedar program, pelayanan, ataupun kegiatan yang lebih

dititikberatkan pada upaya menghidupi organisasinya sendiri ataupun menjadikan sebagai

"panggung" untuk sekedar mengekpresikan penampilan diri person dalam suatu lembaga.

Universitas Sumatera Utara


Usaha kesejahteraan sosial dibutuhkan karena pada berbagai negara terdapat warga

masyarakat yang mempunyai kebutuhan dan masalah diluar kemampuan mereka untuk

mengatasinya. Hal ini tentunya ditunjang dengan perkembangan di dunia, bahwa

kesejahteraan sosial (dan juga usaha kesejahteran sosial) telah diterima masyarakat industrial

modern sebagai salah satu fungsi guna membantu masyarakat dalam mengatasi masalah

mereka. Banyak masalah yang dihadapi warga masyarakat saat ini, bila ditelusuri, terkait

dengan perubahan sosial yang terjadi secara cepat (termasuk di dalamnya adalah efek dari

urbanisasi dan industrial).

Ada berbagai alasan maupun motivasi yang melandasi penyediaan berbagai usaha

kesejahteraan sosial, tetapi secara umum, menurut Thelma Lee Mendoza, ada tiga tujuan

utama yang terkait dengan kesejahteraan sosial (yang pada umumnya berhubungan dengan

upaya memperoleh sumber daya yang sangat terbatas):

1. Tujuan yang bersifat Kemanusiaan dan Keadilan Sosial (Humanitarian and Social

Justice goals).

Tujuan kesejahteraan sosial ini berakar dari gagasan ideal demokratik mengenai

keadilan sosial, dan hal ini berasal dari keyakinan bahwa setiap manusia mempunyai

hak untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Meskipun potensi tersebut

kadang kala tertutup karena adanya hambatan fisik, sosial, ekonomi, psikis, dan

berbagai faktor lainnya yang menghambat dirinya untuk mengenali potensi yang ia

miliki, berdasarkan tujuan ini, usaha kesejahteraan sosial banyak diarahkan pada

upaya pengidentifikasian kelompok yang paling tidak mendapat perhatian, kelompok

yang paling mempunyai ketergantungan, kelompok yang paling ditelantarkan, ataupun

kelompok yang tidak mampu menolong dirinya sendiri, dan menjadikan mereka

Universitas Sumatera Utara


kelompok sasaran dalam kaitan dengan upaya menjembatani sumber daya yang

langka.

2. Tujuan yang terkait Pengendalian Sosial (Social Control Goal).

Tujuan ini berdasarkan pemahaman bahwa kelompok yang tidak diuntungkan,

kekurangan, ataupun tidak terpenuhi kebutuhannya dapat melakukan "serangan" (baik

secara individu ataupun kelompok) terhadap masyarakat ( terutama yang sudah

mapan). Oleh karena itu masyarakat tersebut harus berupaya untuk "mengamankan"

diri dari sesuatu yang dapat mengancam kehidupan, pemilkikan maupun stabilitas

politik yang sudah berjalan. "Ancaman seperti ini biasanya dimunculkan oleh

kelompok yang kurang mempunyai kesempatan dan sumber daya untuk mendapatkan

taraf hidup yang memadai. Usaha kesejahteraan sosial yang diberikan pada pelaku

"kejahatan" baik remaja maupun dewasa merupakan salah satu perwujudkan dan

tujuan pengendalian sosial dari kesejahteraan sosial.

3. Tujuan yang terkait dengan Pembangunan Ekonomi (Economic Development Goal) .

Tujuan pembangunan ekonomi memprioritaskan pada program-program yang

dirancang untuk meningkatkan produksi barang dan pelayanan yang dapat diberikan,

ataupun berbagai sumber daya lain yang dapat memberikan sumbangan terhadap

pembangunan ekonomi. Beberapa contoh dari usaha kesejahteraan sosial yang searah

dengan tujuan pembangunan ekonomi adalah:

a. beberapa tipe usaha kesejahteraan sosial yang secara langsung memberikan

sumbangan terhadap peningkatan produktivitas individu, kelompok maupun

masyarakat. Seperti usaha kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan konseling

pada generasi muda yang bekerja dibidang industri agar mereka dapat menyesuaikan

diri dengan bidang kerjanya, usaha kesejahteraan sosial yang memfokuskan pada

Universitas Sumatera Utara


penyediaan fasilitas dan pelayanan kesejahteraan pekerja, usaha kesejahteraan sosial

yang memberikan pelayanan rehabilitasi pekerja yang menderita cacat, pelatihan

terhadap para penganggur dan lain sebagainya.

b. Jenis usaha kesejahteraan sosial yang berupaya untuk mencegah atau meminimalisir

hambatan (beban) yang dapat dihadapi oleh para pekerja (yang masih produktif).

Misalnya saja hambatan yang dapat ditimbulkan oleh anak-anak mereka yang masih

kecil, anak-anak mereka yang cacat atupun menderita kelainan, orang tua yang sudah

berusia lanjut, dan sebagainya. Lembaga yang menjalankan usaha kesejahteraan sosial

seperti ini antara laintempat penitipan anak, pantai lanjut usia, klinik kesehatan,

ataupun panti rehabilitasi.

c. jenis usaha kesejahteraan sosial yang memfokuskan pada pencegahan dampak

negatif urbanisasi dan industrialisasi pada kehidupan keluarga dan masyarakat, atau

membantu mereka agardapat mengidentifikasikan dan mengembangkan "pemimpin"

dari suatu komunitas lokal. Misalnya saja, usaha kesejahteraan sosial yang bergerak di

bidang pelayanan pendidikan kehidupan berkeluarga (family life education services),

program pelatihan kepemimpinan ataupun berbagai jenis pelayanan yang digunakan

untuk pelayanan komunitas.

Dalam kaitan dengan bidang ilmu kesejahteraan sosial, ada beberapa karakteristik

usaha sosial masa kini, yaitu :

1. Menanggapi kebutuhan manusia.

2. usaha kesejahteraan sosial diorganisir guna menanggapi kompleksitas masyarakat

perkotaan yang modern.

3. kesejahteraan sosial mengarah ke spesialisasi sehingga lembaga kesejahteraan

sosialnya juga menjadi lebih terspesialisasi.

Universitas Sumatera Utara


4. usaha kesejahteraan sosial menjadi sangat luas.

Pembangunan bidang kesejahteraan sosial di Indonesia yang bertanggung jawab

adalah Departemen Sosial. Secara asasi dan fundamental, departemen sosial

memberikan patokan dan pemberi arah dalam penyusunan dan pelaksanaan program-

program pembangunan bidang kesejahteraan sosial. Sebagai patokan dan pemberi

arah, disusun pola dasar pembangunan bidang Kesejahteraan sosial yang dalam

pelaksanaannya menganut prinsip melanjutkan, meningkatkan, mengembangkan, dan

memperbaiki serta memperbaharui segala hasil pembangunan bidang kesejahteraan

Sosial.

F. Kehadiran PT. Kedaung

Perkembangan industri harus didukung oleh peningkatan kualitas/mutu yang baik.

Baik dalam produksi maupun pemasaran ataupun tenaga ahli dan para pekerja/buruh atau

karyawan yang memproduksinya, dari sebuah penghasil industri barang ataupun pabrik lebih

jelasnya. Terlebih pengaruhnya terhadap pertumbuhan sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar

pabrik ataupun perusahaan tersebut. Pengaruh yang ditimbulkan oleh perusahaan tersebut

sangatlah berarti, terlebih dampak positif yang lebih banyak diberikan kepada masyarakat

sekitar. Salah satu daerah yang memiliki perusahaan ataupun pabrik yang sangat memberikan

dampak yang baik adalah kecamatan Tanjung Morawa. Di daerah ini banyak perusahaan yang

berdiri. Pabrik-pabrik yang berdiri di sini adalah jenis pabrik industri sedang hingga besar,

yang kebutuhan karyawan ataupun pekerjanya sangatlah besar. Salah satu contoh

perusahaannya adalah PT. Kedaung Group yang terletak di kelurahan Tanjung Morawa B.

Perusahaan Kedaung tersebut sudah lama berdiri, dan sangat memberikan kontribusi yang

sangat besar bagi masyarakat kecamatan Tanjung Morawa, terkhusus kelurahan Tanjung

Universitas Sumatera Utara


Morawa B. Masyarakat sekitar sangatlah bersyukur, karena kehadiran PT. Kedaung tersebut,

karena dampak berdirinya pabrik tersebut membawa banyak kesempatan-kesempatan

berusaha untuk lebih baik lagi untuk memajukan kondisi ekonomi keluarga mereka masing-

masing. Contohnya ada sebagian masyarakat yang membuka usaha disekitar PT. Tersebut,

baik itu usaha membuka rumah makan, kios kecil-kecilan atau usaha kost-kostan, ataupun

usaha kecil-kecilan lainnya. Dan sebagian besar lainnya banyak masyarakat yang bekerja di

perusahaan Kedaung tersebut. Dengan demikian kehadiran PT. Kedaung sangatlah besar

pengaruhnya bagi perkembangan perekonomian masyarakat sekitar, yang sangat memberikan

kontribusi yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan masyarakat yang berdomisili di

sekitar PT. Kedaung tersebut.

G. Kerangka Pemikiran.

Kehidupan masyarakat sangatlah bervariasi, baik dari segi kehidupan sosial

bermasyarakat bahkan dari segi sikap dan tingkah laku masyarakat tersebut. Kehidupan

bermasyarakat sangatlah ditentukan oleh masyarakat itu sendiri, maksudnya bahwa pola

kehidupan masyarakat memiliki ciri khasnya masing-masing. Dan hal ini terbentuk oleh

tingkah laku dari si individu masyarakat itu sendiri, yaitu dalam sikap dan tindakannya untuk

memenuhi segala kebutuhan hidupnya, disegala bidang yang bertujuan untuk mencapai

tingkat kesejahteraan semaksimal mungkin yang boleh diusahakan oleh individu ataupun

kelompok masyarakat itu sendiri.

Pencapaian tingkat kesejahteraan yang boleh dicapai individu ataupun kelompok

masyarakat tersebut adalah berbeda-beda. Itu dapat dilihat dari tingkat pendapatan yang

berbeda ataupun jenis pekerjaan yang berbeda yang menentukan besar kecilnya pendapatan

masing-masing.

Universitas Sumatera Utara


Terkhusus masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, kebanyakan mereka bekerja

sebagai petani, dan juga banyak yang bekerja sebagai buruh,baik buruh kasar, ataupun buruh-

buruh yang bekerja sebagai karyawan di pabrik. Sebagai contoh desa yang memiliki anggota

masyarakat yang kebanyakan bekerja sebagai buruh ataupun karyawan suatu kantor swasta

atau bahkan buruh pabrik ataupun perusahaan baik jasa maupun industri. Daerah Tanjung

Morawa adalah salah satu contoh tempat yang memiliki pabrik atau perusahaan yang banyak

menarik para karyawan ataupun buruh. Tumbuhnya beberapa pabrik didaerah tersebut, karena

melihat alasan-alasan yang baik. Pertama tempatnya yang begitu strategis, ataupun arealnya

luas untuk dijadikan tempat berdirinya pabrik tersebut.dan juga alasan kedua didirikannya,

melihat bahwa banyak masyarakat yang menggangur dan sangat tepat bila nantinya anggota

masyarakat tersebut dapat ditarik menjadi pekerja di pabrik tersebut. Terkhusus desa Tanjung

Morawa B, yang memiliki beberapa pabrik ataupun PT. yang bergerak dibidang industri dan

jasa, baik industri kecil, menengah dan besar. Contoh Pabriknya : PT.Indofood, PT Kedaung

Group, dan lain sebagainya.

Salah satu PT yang banyak menampung karyawan di desa Tanjung Morawa B adalah

PT. Kedaung Group. PT tersebut berada di Kelurahan Tanjung Morawa B. Pabrik ini bergerak

di bidang industri rumah tangga, yaitu pembuatan barang-barang pecah belah untuk rumah

tangga. Banyak perubahan yang terjadi selama PT.Kedaung tersebut berdiri, terlebih melihat

ke kondisi kehidupan masyarakat setempat, apalagi dalam segala aspek kehidupan. Akan

tetapi, penulis akan meneliti perubahan yang terjadi dimasyarakat tersebut hanya dalam aspek

yang berhubungan dengan Sosial Ekonomi masyarakat tersebut. Lebih jelasnya, dapat dilihat

dibagan kerangka pemikiran di bawah ini.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 1

Bagan Kerangka Pemikiran

Masyarakat

Masyarakat
kelurahan Tanjung
Morawa B (sekitar
PT. Kedaung)

Pembangunan material
dan spritual masyarakat

Pembangunan
material, yaitu
hadirnya PT. Kedaung
Tanjung Morawa.

Perubahan Sosial
Ekonomi pada masyarakat
Tanjung Morawa B.

Pekerjaan Pendapatan
Pola tingkah laku individu
Pemilikan barang material

Universitas Sumatera Utara


H. Defenisi Konsep
Defenisi konsep merupakan suatu istilah dan defenisi yang digunakan untuk

menggambarkan secara abstrak kejadian , kelompok atau individu yang menjadi perhatian

ilmu sosial (Masri Singarimbun, 1989:34).

Berdasarkan uraian yang terdapat pada kerangka teori maka peneliti merumuskan

konsep-konsep penelitian sebagai berikut :

1. Pengaruh

Pengaruh adalah suatu akibat yang ditimbulkan oleh suatu keadaan atau kondisi,

dalam hal ini dilihat bagaimana pengaruh dari berdirinya PT. Kedaung Group terhadap

kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

2. PT. Kedaung Group

PT. Kedaung Group adalah sebuah pabrik yang bergerak dalam bidang industri, yaitu

industri pembuatan barang-barang rumah tangga yang berjenis pecah-belah. Pabrik ini

berdiri di desa Tanjung Morawa B, dan memiliki cabang di kotal daerah di Indonesia

dan luar Indonesia. Dan pabrik ini adalah pabrik yang didirikan oleh kerjasama

beberapa perusahaan besar.

3. Sosial Ekonomi

Sosial ekonomi adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan diri dalam

lingkungannya sehingga dapat menentukan sikap berdasarkan apa yang dimilikinya

dan kemampuan mengenai keberhasilan menjalankan usaha dan mencukupi kebutuhan

hidupnya.

Universitas Sumatera Utara


4. Masyarakat
Masyarakat adalah penduduk yang tinggal di Kelurahan Tanjung Morawa B,

terkhusus penduduk dusun III, yang berada disekitar PT. Kedaung yang telah terkena

pengaruh dari kehadiran PT. Kedaung tersebut.

5. Industri.

Industri dapat diartikan sebagai suatu kegiatan ekonomi yang mengubah bahan

mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau barang jadi menjadi barang yang

nilainya lebih tinggi untuk penggunaannya daripada keadaan sebelumnya, dan siap

untuk di pasarkan kepada konsumen.

I. Defenisi Operasional

Defenisi operasional adalah penjabaran lebih lanjut tentang konsep, dan keterikatan

konsep yang telah diterangkan. Menurut Masri Singarimbun, defenisi operasional adalah

merupakan petunjuk bagaimana suatu variabel diukur, dengan membaca defenisi operasional

dalam suatu penelitian, seorang peneliti akan tahu pengukuran suatu variabel, sehingga ia

dapat mengetahui baik buruknya pengukuran tersebut (Masri Singarimbun, 1991 : 49).

Dalam penelitian ini yang menjadi defenisi operasional adalah :

Kehidupan Sosial ekonomi meliputi :

a) Variabel terikat, yaitu:

1. pekerjaan

2. pendapatan, meliputi

- besarnya pendapatan sebelum dibukanya PT. Kedaung

- besarnya pendapatan setelah dibukanya PT. Kedaung

3. Pendidikan

Universitas Sumatera Utara


4. kebutuhan hidup, antara lain:
- kebutuhan sandang

- kebutuhan pangan

- kebutuhan papan/rumah

- transportasi

- kebutuhan kesehatan.

b) Variabel bebas, yaitu :

kehadiran PT. Kedaung.

Universitas Sumatera Utara


BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tipe Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu

berusaha menggambarkan secara jelas pengaruh kehadiran PT. Kedaung terhadap kehidupan

Sosial ekonomi masyarakat di kelurahan Tanjung Morawa B.

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di PT. Kedaung Kelurahan Tanjung Morawa B,

kecamatan Tanjung Morawa, kabupaten Deli Serdang. Alasan pemilihan lokasi ini adalah

bahwa banyaknya masyarakat yang tinggal di sekitar PT.Kedaung tersebut,. Serta tempat

penelitian ini mudah dijangkau sehingga memudahkan peneliti untuk mengadakan riset.

C. Populasi dan Sampel.

C. 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Tanjung Morawa B

yang bekerja ataupun yang berusaha di sekitar PT. Kedaung. Peneliti juga memusatkan

tempat penelitian, yaitu pada Dusun III, yang ada di kelurahan tersebut, yang memiliki 758

RT. Maka dengan demikian yang menjadi populasi adalah sebanyak 758 Rumah Tangga.

Universitas Sumatera Utara


C. 2. Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto, jika jumlah populasi lebih dari 100, maka dianjurkan

untuk menentukan jumlah sampel antara 10-15% dan 20-25% dari jumlah populasi dan ini

telah dianggap representatif (Arikunto, 1993: 149). Peneliti menetapkan besarnya sampel

dalam penelitian ini adalah 10% dari jumlah populasi, yaitu 758 x 10% = 75,8 yang

dibulatkan menjadi 76 orang. Dengan demikian yang menjadi sampel dalam penelitian ini

adalah sebanyak 76 orang.

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan peneliti menggunakan metode

pengumpulan data sebagai berikut :

1. Studi kepustakaan.

Yaitu dengan cara mengumpulkan data dan informasi yang ada yang menyangkut

masalah yang akan diteliti dengan mempelajari dan menelaah buku-buku dan media

lainnya yang ada relevansinya dengan masalah yang diteliti.

2. Studi Lapangan

Pengumpulan data yang diperoleh melalui kegiatan penelitian langsung turun ke lokasi

penelitian untuk mencari faktor yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

Penelitian ini ditempuh dengan cara :

a. Observasi, mengumpulkan data tentang gejala-gejala tertentu yang dilaukan

dengan mengamati, mendengar dan mencatat kejadian yang menjadi sasaran

penelitian.

b. Quesioner, mengumpulkan data dan informasi dengan cara menyebarkan suatu

daftar pertanyaan tertulis untuk dijawab oleh responden.

Universitas Sumatera Utara


E. Teknik Analisa Data.
Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis deskrpitif, yakni

menjabarkan hasil penelitian sebagaimana adanya. Data yang didapatkan dari hasil

penelitian dilapangan kemudian dikumpulkan, serta diolah dan dianalisa dengan

menggambarkan, menjelaskan, memberi komentar dengan menggunakan tabel tunggal.

Sehingga data dapat dibaca dengan mudah untuk mengetahui jawaban dari masalah yang

diteliti.

Universitas Sumatera Utara


BAB IV
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

A. Gambaran Umum Kelurahan Tanjung Morawa B

Penelitian ini dilakukan di kelurahan Tanjung Morawa B. Kelurahan Tanjung Morawa

B adalah salah satu kelurahan di kecamatan Tanjung Morawa, yang merupakan wilayah

kabupaten Deli Serdang.

Adapun kelurahan Tanjung Morawa B berbatasan dengan :

- Sebelah utara berbatasan dengan Tanjung Baru, kelurahan Kelambir.

- Sebelah timur berbatasan dengan Perkebunaan Sei merah

- Sebelah selatan berbatasan dengan kelurahan Tanjung Morawa A

- Sebelah barat berbatasan dengan Pekan Tanjung Morawa, kelurahan Kerawan

Dalam rangka membantu dan mensukseskan tugas-tugas kepala kelurahan sesuai

dengan pokok-pokok pemerintahan desa/kelurahan, dimana kepala kelurhan dan perangkat

kelurahan adalah penanggung jawab dan penyelenggara dibidang pemerintahan,

pembangunan dan kemasyarakatan termasuk pembinaan , ketentraman dan ketertiban. Maka

wilayah Kelurahan Tanjung Morawa B dibagi menjadi 5 lingkungan/dusun, yang masing-

masing lingkungan dipimpin oleh seorang kepela dusun.

B. Letak Geografis

Iklim dan cuaca di kelurahan Tanjung Morawa B termasuk iklim sedang yang

dipengaruhi oleh dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Curah hujan yang

menonjol terjadi pada musim penghujan yaitu dimulai pada bulan Juni sampai dengan bulan

januari setiap tahunnya, sedangkan musim kemarau biasanya terjadi pada bulan februari

Universitas Sumatera Utara


sampai dengan bulan mei. Kelurahan Tanjung Morawa B ini memiliki curah hujan rata-rata

pertahun 149, 44 mm. Tinggi dataran rendah dengan ketinggian 30 meter dari permukaan laut,

dan keadaan suhu uadara rata-rata adalah 27,8o C.

c. Luas Wilayah

Kelurahan Tanjung Morawa B mempunyai luas wilayah 620 Ha yang terdiri dari 120

Ha untuk pertanian, sebesar 25 Ha untuk pertanian bukan sawah, dan sisanya 475 Ha

termasuk pemukiman, perkantoran, perusahaan dan lain-lainnya.

D. Gambaran Penduduk Kelurahan Tanjung Morawa B

D. 1. Distribusi Penduduk

Penduduk Kelurahan Tanjung Morawa B berjumlah 12.895 jiwa dari 2855 kepala

keluarga yakni 5948 jiwa laki-laki dan 6947 Jiwa perempuan.

Tabel 1

DISTRIBUSI PENDUDUK BERDASARKAN JENIS KELAMIN

No Jenis kelamin Frekuensi Persentase (%)

1 Laki-laki 5.948 46,13

2 Perempuan 6.947 53,87

Jumlah 12.895 100,00

Sumber : Profil Kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Universitas Sumatera Utara


D. 2. Usia Penduduk
Tabel 2

KOMPOSISI USIA PENDUDUK

No Usia penduduk Frekuensi Persentase

1 0 - 12 bulan 807 6,3

2 13 bulan - 4 tahun 876 6,8

3 Dan seterusnya 11.212 86,9

Jumlah 12.895 100,00

Sumber : Profil Kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Terlihat pada tabel diatas bahwa usia penduduk kelurahan Tanjung Morawa B,

kecamatan Tanjung Morawa, terbagi atas tiga, yaitu usia penduduk yang bayi, usia penduduk

yang dikategorikan balita, dan usia penduduk yang yang dimasukkan kedalm kategori anak-

anak, remaja, dan dewasa ataupun manula digabungkan menjadi satu. Dan kategori yang

ketiga adalah jumlah usia penduduk yang paling banyak.

D. 3. Kewarganegaraan Penduduk

Penduduk yang tinggal di Kelurahan Tanjung Morawa B, mereka memiliki tiga jenis

kewarganegaraan, yaitu Warga Negara Indonesia asli pribumi (mereka yang memiliki suku-

suku asli yang ada di Indonesia) contohnya: suku melayu, batak, jawa, padang, dan yang

lainnya Warga Negara Indonesia keturunan China yaitu mereka yang keturunan dari etnis

pendatang, yang tinggal menetap di Indonesia pada zaman dahulu. Dan Warga Negara Asing

yang hanya tinggal sementara di Indonesia. Dan lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di

bawah ini :

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3
KEWARGANEGARAAN PENDUDUK TANJUNG MORAWA B

No Kewarganegaraan Jumlah Persentase(%)

1 WNI asli pribumi 8.837 88,46

2 WNI keturunan China 896 8,96

3 WNA 12 0,12

Jumlah 9 989 100,00

Sumber : profil kelurahan Tanjung Morawa B 2004

D. 4. Mata pencaharian Penduduk

Mata pencaharian utama penduduk kelurahan Tanjung Morawa B sangat

beranekaragam, seperti pegawai negeri sipil, pegawai swasta, buruh pabrik, petani, pedagang,

polisi atau ABRI, dan lain sebagainya.

Mata pencaharian penduduk Kelurahan Tanjung Morawa B dapat dilihat pada tabel

dibawah berikut :

Tabel 4

KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN MATA PENCAHARIAAN

No Jenis Mata Pencahariaan Jumlah Persentase

Penduduk (jiwa) (%)

1 Pegawai Negeri Sipil 98 1,68

2 Pegawai BUMN/BUMD 56 0,96

3 Penggarap lahan Pertanian 97 1,66

4 Dan lainnya 5570 95,68

Jumlah 5821 100,00

Universitas Sumatera Utara


Sumber : Profil kelurahan Tanjung Morawa B 2008
Pada tabel diatas terlihat bahwa jenis pencaharian yang ada di kelurahan Tanjung

Morawa B, kecamatan Tanjung Morawa cukup beranekaragam, yaitu dari

D. 5. Agama

Dalam bidang keagamaan , penduduk Kelurahan Tanjung Morawa B menganut 5

agama yaitu : islam, kristen protestan, kristen katholik, hindu, dan budha. Pembagian kelima

agama tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 5

KOMPOSISI PENDUDUK BERDASARKAN AGAMA

No. Agama Jumlah Persentase

(jiwa) (%)

1 Islam 10.507 82

2 Kristen Protestan 896 6,99

3 Kristen Katholik 383 2,99

4 Hindu dan Budha 1025 8

Jumlah 12895 100,00

Sumber : Profil Kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Pada tabel diatas terlihat jumlah penduduk Kelurahan Tanjung Morawa B yang

beragama islam kelihatn paling banyak maupun mayoritas, yaitu 82%., agama kristen

protestan berada pada urutan kedua yaitu sebanyak 6,99%, dan penduduk yang beragama

kristen katholik berada pada urutan ketiga yaitu sebanyak 2,99%, dan urutan yang paling

bawah adalah penduduk yang beragama hindu dan budha yang disatukan menjadi sebanyak

8%.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 6
SARANA KEGIATAN IBADAH KELURAHAN T. MORAWA B

No Uraian Jumlah

1 Mesjid 3 buah

2 Gereja -

3 Wihara -

4 Surau 8 buah

Sumber : profil Kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa di kelurahan Tanjung Morawa B juga terdapat

sarana untuk beribadah bagi setiap pemeluk agama yang ada dikelurahan tanjung Morawa B.

terlihat jelas bahwa penduduk yang beragama islam menggunakan mesjid dan surau untuk

beribadah, dan hanya sarana bagi penduduk yang beragama islamlah yang tersedia sarananya.

Pemeluk lain seperti Kristen protestan dan katholik yang seharusnya menggunakan gereja

sebagai tempat beribadah tidak tersedia di kelurahan Tanjung Morawa B tersebut. Dan juga

bagi pemeluk agama budha dan hindu yang sseharusnya beribadah di wihara dan klenteng

tidak tersedia juga. Jadi para pemeluk yang tidak tersedia tersebut pergi beribadah ditempat

ibadah mereka yang tersedia di Kelurahan tetangga.

D. 6. Pendidikan

Sarana pendidikan yang tersedia di Kelurahan Tanjung Morawa B ada beberapa

macam yaitu : sekolah yang terdiri dari bangunan TK, SD, dan Madrasah Tsanawiyah, dan

kelurahan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 7
SARANA PENDIDIKAN KELURAHAN T. MORAWA B

No Jenis Pendidikan Jumlah

1 SMP/ Mts 1 unit

2 Madrasah Tsanawiyah 1 unit

3 SD 5 unit

4 Madrasah Ibtidaiyah 2 unit

5 TK 4 unit

Jumlah 13 unit

Sumber : profil Kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Dari jumlah penduduk di Kelurahan Tanjung Morawa B yang berjumlah 12.895 jiwa,

dapat dilihat tingkat pendididkan masyarakat dari usia 5 sampai dengan 55 tahun adalah

sebagai berikut.

Tabel 8

TINGKAT PENDIDIKAN DI KELURAHAN T. MORAWA B

No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase

(jiwa) (%)

1 Perguruan Tinggi 102 2,13

2 SLTA 1939 40,65

3 SLTP 1744 36,56

4 SD 984 20,63

Jumlah 12.895 100,00

Sumber : Profil Kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Universitas Sumatera Utara


D. 7. Perumahan
Kondisi perumahan di kelurahan Tanjung Morawa B, masih tergolong menengah rata-

rata, yaitu rumah yang non permanen atau rumah yang masih terbuat dari papan atupun

berlantaikan tanah masih ditemukan di kelurahan Tanjung Morawa B tersebut.sedangkan

rumah yang semi permanen juga masih banyak dimiliki penduduk setempat, akan tetapi

rumah permanen hanya dimiliki oleh beberapa keluarga saja. Dan data mengenai perumahan

penduduk tersebut dapat di lihat dari data di bawah ini.

Tabel 9

PERUMAHAN DAN JENISNYA

No Jenis Rumah Jumlah (unit) Persentase (%)

1 Rumah Permanen 965 39, 26

2 Rumah semi permanen 1268 51,59

3 Rumah non permanen/darurat 225 9,15

Jumlah 2458 100,00

Sumber : Profil kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa kondisi perumahan di kelurahan Tanjung

Morawa B, menengah rata-rata. Karena lebih banyaknya penduduk yang memiliki rumah

semi permanen di banding rumah permanen dan rumah non permanen.

D. 8. Perekonomian

Beranekaragam penduduk, maka kegiatan ekonominya pun berbeda. Dan jenis

kebutuhannnya pun berbeda. Oleh sebab itu berbagai jenis kegiatan ekonomi juga dapat

dilakukan di berbagai tempat yang bermacam pula. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada

tabel dibawah ini.

Universitas Sumatera Utara


Tabel lO
SARANA PEREKONOMIAN

No Jenis sarana Perekonomian Jumlah (Unit)

1 Perbankan 4 unit

2 Perkreditan rakyat 5 unit

3 Asuransi 2 unit

4 Toko 92 buah

5 Kios 32 buah

6 Warung 29 buah

7 Pasar 1 buah

Jumlah l65 buah

Sumber : Profil kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Dapat dilihat dari tabel diatas, bahwa banyak sekali kegiatan ekonomi yang dilakukan

oleh penduduk kelurahan Tanjung Morawa B, dari kegiatan di bidang jasa, sampai dibagian

tranksaksi jual-beli beranekaragam barang ataupun makanan, dan lyang lainnya.

D. 9. Industri

Dapat di perhatikan dengan jelas dari tabel dibawah, bahwa ada tiga jenis

indutri yang berkembang di kelurahan Tanjung Morawa B tersebut, yaitu Industri keeil,

industri sedang, dan industri besar. Dan terlihat jelas bahwa industri keeil lebih banyak berdiri

di kelurahan tersebut. Di ikuti oleh industri sedang dan besar.

Universitas Sumatera Utara


Tabel ll
SARANA INDUSTRI

No Jenis Industri Jumlah (buah)

1 Industri keeil 50 buah

2 Indusrti sedang 34 buah

3 Industri besar 32 buah

Jumlah ll6 buah

Sumber : Profil Kelurahan Tanjung Morawa B 2008

Universitas Sumatera Utara


STRUKTUR PEMERINTAHAN KELURAHAN TANJUNG MORAWA B
KEPALA
DESA
Haji Ahmad

Badan Permusyawaratan Desa (BPD)


SEKRETARIS

Kep. Urusan pemeri ntahan

Kep. Urusan pemban gunan

Kep. Urusan keuang an

Kep. Urusan kesejah teraan

rakyat
Kep. Urusan umum

Kep. Dusun I

Mhd.
Yusuf
Kep. Dusun II

_
Kep. dusun

III M.Masruns
yam
Kep. Dusun IV

Ikhlanuddi n
Kep. Dusun V H.Zulfan
Universitas Sumatera Utara
BAB V

ANALISA DATA

A. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Tanjung Morawa B yang terletak di

Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

Data primer diperoleh dari hasil penyebaran angket atau daftar pertanyaan kepada 76

responden mewakili 758 orang masyarakat yang tinggal dikelurahan tanjung Morawa B, dan

diambil sampel sebanyak 76 orang, karena melihat banyak pertimbangan. Salah satunya

adalah masyarakat yang tinggal didusun III kelurahan Tanjung Morawa B yang tempat

tinggalnya dekat dengan PT. Kedaung tersebut, mereka yang bekerja dan berusaha disekitar

PT. Kedaung tersebut. Selanjutnya data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan, jurnal-

jurnal penelitian sebagai upaya peneliti dalam mencari dan melengkapi data penelitian.

Teknik pengumpulan data yang dipakai peneliti adalah dalam bentuk wawancara.

Wawancara ini dilakukan guna melengkapi data yang diperoleh dari angket terhadap

responden.

B. Gambaran Umum Responden

Agar data yang digunakan untukmenjawab permasalahan penelitian yang dilakukan

lebih akurat, maka perlu diuraikan beberapa karakteristik sumber datanya. Berikut ini

diuraikan beberapa karakteristik responden berupa usia, tingkat pendidikan, agama, suku,

pekerjaan, dan latar belakang status kependudukannya.


Universitas Sumatera Utara
Tabel 12

DISTRIBUSI KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN JENIS

KELAMIN

No. Jenis kelamin frekuensi Persentase(%)

1. Laki-laki 61 80,26

2. Perempuan 15 19,73

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang bekerja di PT.

Kedaung tersebut adalah laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Dimana responden laki-

laki sebanyak 61 orang. Responden perempuan sebanyak 15 orang. Jadi dilihat dari

karakteristik jenis kelamin yang didominasi oleh laki-laki, bahwa pekerja ataupun buruh yang

bekerja di PT. Kedaung boleh dirata-ratakan adalah laki-laki. Atau lebih jelasnya lagi PT.

tersebut banyak membutuhkan tenaga kerja laki-laki dibanding wanita. Karena dalam PT.

Kedaung tersebut pekerjaan yang dilakukan membutuhkan tenaga yang besar dan fisik yang

kuat, yang dimiliki oleh laki-laki. Dan wanita yang bekerja di PT. Kedaung tersebut,

diberikan pekerjaan yang tidak terlalu berat, seperti bagian mengepacklmembungkus barang.

Banyaknya laki-laki yang bekerja di PT. Kedaung tersebut juga memiliki berbagai

jenis usia ataupun umur yang berbeda-beda pula. Mereka yang usia muda dibuat bekerja

sesuai dengan kekuatan fisiknya masing-masing, pada bidang kerjanya masing-masing.

Begitu juga karyawan yang usianya sudah tua, mereka bekerja sesuai dengan kekuatan fisik

dan bidang kerjanya masing-masing, dan mereka yang memiliki umur yang sudah banyak,

biasanya sudah menjadi pengawas, dalam rata-ratanya.


Universitas Sumatera Utara
Sehubungan dengan bidang kerjanya masing-masing, maka para pekerja/karyawan PT.

Kedaung tersebut dapat dilihat dari umurnya/usianya, seperti yang tertera pada tabel yang ada

dibawah ini.

Tabel 13

DISTRIBUSI KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN

USIA/UMUR

No. Usia/Umur Frekuensi Persentase(%)

1. Kurang dari 25 tahun 26 34,21

2. 25-35 tahun 32 42,10

3 Lebih dari 35 tahun 18 23,68

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar umur responden dalam

penelitian ini cukup beranekaragam, dimana umur kurang dari 25 tahun sebanyak 26 orang

responden, mereka kebanyakan yang baru bekerja di PT. tersebut karena usia mereka

tergolong muda,dan rata-rata mereka bekerja berstatus buruh kasar/karyawan lepas. Dan usia

25 tahun sampai 35 tahun sebanyak 32 orang, pada usia jenis ini adalah golongan mayoritas.

Rata-rata mereka yang sudah bekerja cukup lama . Dan usia pekerja yang lebih dari 35 tahun

ada sebanyak 18 responden, mereka adalah orang-orang yang telah lama bekerja di PT.

tersebut, dan diantara mereka sudah ada yang menjadi pegawai tetap di PT. Kedaung tersebut,

dan lama mereka mereka bekerja diatas 15 tahun .

Jadi dilihat dari karakteristik umurnya usia-usia yang dimiliki oleh responden diatas

adalah usia orang yang produktif untuk bekerja. Informasi ini sangat penting artinya jika

dikaitkan dengan gejala dalam penelitian ini, yaitu pengaruh kehadiran PT. Kedaung terhadap
Universitas Sumatera Utara
kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang tinggal dilingkungan sekitar kelurahan Tanjung

Morawa B, terkhusus dusun III.

Secara sederhana dapat digambarkan bahwa kehadiran PT. Kedaung yang telah

dilakukan dan berkaitan dengan masalah umur ini adalah tentang peningkatan kesempatan

kerja dan berusaha bagi penduduk setempat untuk bekerja di PT. kedaung tersebut.

Tabel berikut ini, adalah tabel yang berisi tentang data-data karakteristik responden

berdasarkan pendidikan formal. Pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia. Salah

satu faktor yang mempengaruhi cara berfikir manusia adalah tingkat pendidikannya.

Gambaran responden berdasarkan karakteristik pendidikannya dapat dilihat pada tabel berikut

ini.

Tabel 14

DISTRIBUSI FREKUENSI KARAKTERISTIK RESPONDEN MENURUT

PENDIDIKAN TERAKHIR YANG DICAPAI

No. Pendidikan Frekuensi Persentase(%)

1. Tidak sekolah - -

2. SD 3 3,94

3. SLTP 13 17,10

4. SLTA 60 78,94

5. Perguruan Tinggi - -

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.


Universitas Sumatera Utara
Dari data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa status pendidikan responden ada tiga

jenis. Responden yang memiliki tingkat pendidikan terakhir yang paling banyak maupun

mayoritas adalah dari tamatan SLTA. Dan yang menyelesaikan pendidikan terakhirnya pada

tingkat SLTP ada sebanyak 5 orang.

Mereka yang tamat dari SLTP adalah orang-orang yang sangat dibantu oleh pihak

perusahaan, karena pada dasarnya yang dapat diterima bekerja di PT. Kedaung tersebut

adalah orang-orang yang telah menamatkan pendidikan terakhirnya minimal dari SLTA. Jadi

responden yang bekerja yang telah menamatkan pendidikan terakhir mereka di SLTA,

sebanyak 60 orang tersebut adalah orang-orang telah memenuhi persyaratan untuk bekerja di

PT. tersebut. Sedangkan mereka yang tamat SD adalah orang-orang yang dibantu oleh Pihak

pabrik , akan tetapi mereka yang dahulunya bekerja pada saat PT. Kedaung baru berdiri. Jadi

belum memerlukan buruh/karyawan yang sudah menamatkan sekolahnya dijenjang SLTA.

Tabel 15

DISTRIBUSI FREKUENSI RESPONDEN BERDASARKAN JUMLAH

TANGGUNGAN DALAM KELUARGA

No. Jumlah tanggungan keluarga Frekuensi Persentase(%)

1. Kurang dari 3 orang 16 21,05

2. 3 - 5 orang 30 39,47

3. Lebih dari 5 orang 20 26,31

4. Tidak di jawab 10 13,15

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa apabila dilihat dari jumlah

tanggungan keluarga yang berusaha di daerah PT. Kedaung tersebut ataupun yang bekerja
Universitas Sumatera Utara
di PT. Kedaung tersebut sangat beranekaragam sekali yang memiliki jumlah tanggungan

keluarga mereka. Ada jumlah tanggungan keluarga dari responden yang berjumlah diantara 3-

5 orang adalah sebanyak 30 keluarga, mereka ini adalah jumlah yang paling banyak

frekuensinya, mereka yang rata-rata memiliki orangtua dan tiga/dua anak. Sedangkan yang

keluarga yang menanggung lebih dari 5 orang ada 20 responden, dan pada keluarga responden

ini rata-rata memiliki anak lebih dari tiga, atau juga ikut memenuhi kebutuhan dari orang tua

mereka yang sudah tua, atau bahkan saudara-saudara sepupu mereka yang tinggal bersama

dengan mereka. Demikian juga jumlah anggota keluarga yang ditanggung kurang dari 3

orang ada 16 orang responden, pada keluarga ini yang ditanggung adalah orang yang baru

berkeluarga, atau belum memilki anak, atau bahkan memenuhi kebutuhan hidup pribadi saja.

Dan dari situlah dapat diketahui bahwa apakah setiap keluarga dapat memenuhi atau tidaknya

kebutuhan hidup masing-masing anggota keluarga.

Tabel 16

DISTRIBUSI FREKUENSI RESPONDEN BERDASARKAN SUKU/ETNIS

No. Suku Frekuensi Persentase(%)

1. Batak 10 13,15

2. Jawa 39 51,31

3. Melayu 13 17,10

4. Padang 10 13,15

5. Lain-lain 4 5,26

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data primer 2009 dan 2010.

Data dari tabel yang terdapat diatas dapat dilihat bahwa responden yang bekerja

ataupun berada di kelurahan Tanjung Morawa B sangat beranekaragam suku maupun


Universitas Sumatera Utara
etnisnya. Disinilah masing-masing orang saling belajar untuk menghargai budaya masing-

masing dari cara hidup mereka sehari-hari. Keanekaragaman etnis tersebut dapat dimasukan

dalam tabel frekuensi, yaitu responden yang beretnis jawa ada sebanyak 39 orang,mayoritas

memang penduduk yang tinggal di daerah itu adalah jawa. Dan memang penduduk asli yang

telah lama tinggal di daerah Tanjung morawa adalah suku Jawa. Sedangkan batak ada 10

orang . Begitu juga dengan etnis melayu ada 13 orang. Dan yang beretnis padang juga ada

yaitu sebanyak 10 orang dan mereka ini adalah kebanyakan orang pendatang/keluarga dari

penduduk asli daerah Tanjung Morawa yang tinggal menetap didaerah tersebut. Dan yang

lainnya lagi beretnis campuran jawa- padang sebanyak 4 orang.

Tabel 17

DISTRIBUSI FREKUENSI RESPONDEN BERDASARKAN AGAMA

No. Agama Frekuensi Persentase(%)

1. Islam 70 92,10

2. Katholik - -

3. Protestan 6 7,89

4. Budha - -

5. Hindu - -

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data primer 2009 dan 2010.

Dari data pada tabel sebelumnya diatas dapat terlihat jelas bahwa dari suku yang

responden miliki bahwa kebanyakan suku ataupun responden diatas adalah pemeluk agama

islam. Dan dapat terlihat jelas juga ditabel diatas bahwa mayoritas responden yang bekerja di

PT. Kedaung dan yang berusaha disekitar PT. Kedaung adalah pemeluk agama islam. Dan
Universitas Sumatera Utara
dari informasi yang saya dapat langsung dari tempat penelitian bahwa mayoritas penduduk

kelurahan Tanjung Morawa B, terkhusus dusun III adalah pemeluk agama islam. Akan tetapi

ditengah-tengah mayoritas penduduk kelurahan Tanjung Morawa B beragama islam, ada juga

beberapa orang yang memeluk agama Kristen yaitu sebanyak 6 orang.

Tabel 18

DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN STATUS KEPENDUDUKAN

No. Status Kependudukan Frekuensi Persentase(%)

1. Penduduk Asli 60 78,94

2. Pendatang 16 21,05

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas juga sangat berhubungan erat dengan etnis/suku yang di miliki

oleh setiap responden. Bahwa pada tabel status kependudukan responden sebagian besar

penduduk asli yang bermukim pada kelurahan Tanjung Morawa B tersebut adalah suku Jawa,

melayu, dan batak, dan juga mereka sudah bertempat tinggal di kelurahan tersebut dari turun-

temuran keluarga mereka. Mereka ada sebanyak 60 orang. Dan penduduk pendatang lainnya

adalah sebanyak 16 orang, dan penduduk pendatang ini biasanya adalah keluarga dari

masyarakat yang tinggal di kelurahan tersebut, yang datang dari kampung yang ingin

mengadu nasib untuk mencari pekerjaan di kecamatan tersebut.


Universitas Sumatera Utara
Tabel 19

DISTRIBUSI FREKUENSI RESPONDEN BERDASARKAN PEKERJAAN

No. Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

1. Wiraswasta 5 6,57

2. Pegawai Negeri - -

3. Pegawai swasta - -

4. Buruh/karyawan 71 93,42

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data primer 2009 dan 2010.

Dari data yang terdapat pada tabel diatas, dapat dikelompokkan bahwa masing-

masing jabatan pekerjaan yang dimiliki setiap responden terdiri dari dua. Yaitu antara lain :

pertama buruh/karyawan memiliki nilai mayoritas sebanyak 71 orang. Dan yang kedua adalah

wiraswasta sebanyak 5 orang. Mayoritas responden yang bekerja sebagai buruh tersebut

diatas adalah benar, sebabnya PT. Kedaung tersebut mencari/menampung orang-orang yang

bekerja pada pabrik mereka sebagai buruh kasar ataupun disebut dengan karyawan lepas. Dan

ada juga responden yang memiliki status pekerjaan sebagai wiraswasta, karena mereka tidak

bekerja di PT. Kedaung tersebut akan tetapi mereka membuka usaha di sekitar PT. Kedaung

tersebut.
Universitas Sumatera Utara
C. Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat
Pada bagian ini akan digambarkan mengenai kehidupan sosial ekonomi para

masyarakat yang berusaha disekitar PT. Kedaung dan karyawan yang bekerja di PT. Kedaung

tersebut. Berikut ini adalah distribusi jawaban responden menurut kondisi sosial ekonomi.

Tabel 20

DISTRIBUSI FREKUENSI RESPONDEN BERDASARKAN PENDAPATAN

SEBELUM DAN SESUDAH HADIRNYA PT. KEDAUNG

No Penghasilan Frekuensi Persentase (%)

Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah

1. Kurang dari Rp.800.000 53 5 69,73 6,57

2. Rp.800.000 16 21 21,05 27,63

3. Lebih dari Rp.800.000 7 50 9,21 65,78

Jumlah 76 76 100,00 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Pada data tabel diatas dapat dilihat pendapatan responden sebelum hadirnya PT.

Kedaung yang kurang dari Rp.800.000 sebanyak 53 orang, yang berkisar pada Rp.800.000

ada sebanyak 16 orang. Sedangkan pendapatan responden yang berkisar diatas Rp.800.000

ada sebanyak 7 orang . Dan dibandingkan dengan pendapatan responden sesudah kehadiran

PT. Kedaung Medan yang terletak di Tanjung Morawa B yang kurang dari Rp.800.000 ada

sebanyak 5 orang, dan yang berkisar pada Rp.800.000 ada sebanyak 21 orang, sedangkan

responden yang memilki pendapatan diatas Rp.800.000 ada sebanyak 50 orang. Dari hasil

yang di dapat dari kuesioner yang dilakukan penulis terhadap responden bahwa responden

yang bekerja pada PT. kedaung tersebut adalah rata-rata masyarakat menengah kebawah

(ditinjau dari aspek ekonomi). Jadi masyarakat di kelurahan Tanjung Morawa B tersebut

sangat bergantung besar pada penghasilan yang didapat sebagai karyawan pada pabrik-pabrik
Universitas Sumatera Utara
yang terdapat disekitar mereka tinggal, dan sebagai salah satu contohnya adalah PT. kedaung

tersebut. Dan juga dari usaha yang dibuka oleh beberapa masyarakat yang tinggal dekat

dengan pabrik Kedaung tersebut.

Jadi sebelum hadirnya PT. kedaung tersebut pendapatan masyarakat dikelurahan

Tanjung Morawa B adalah dibawah dari upah minimum propinsi (UMP), jadi setelah

hadirnya PT. Kedaung tersebut dapatlah dilihat bahwa dampak yang terjadi adalah positif,

rata-rata masyarakat jadi memiliki upah diatas upah minimum propinsi. Menjadi banyak

orang-orang yang memiliki pekerjaan ataupun mendapat pendapatan sendiri. Dampaknya

seecara nyata dapat dilihat dari berkurangnya angka pengangguran bagi masyarakat desa

tersebut. Berkurangnya tindak kriminalitas bagi masyarakat usia muda yang putus sekolah

ataupaun yang tidak dapat melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi lagi. Membuka

dunia kerja baru ataupun usaha baru bagi mereka yang bertempat tinggal dekat dengan PT.

Kedaung.
Universitas Sumatera Utara
Tabel 21

DISTRIBUSI FREKUENSI MENURUT KEBUTUHAN RESPONDEN YANG

TERPENUHI SEBELUM HADIRNYA PT. KEDAUNG

Frekuensi Persentase (%)

No Kebutuhan yang terpenuhi


Menjawab Tidak Menjawab Tidak
menjawab menjawab

1. Kebutuhan sandang 67 9 88,15 11,84

2. Kebutuhan pangan 76 - 100,00 -

3. Kebutuhan perumahan 29 47 38,15 61,84

4. Kebutuhan pendidikan 14 62 18,42 81,57

5. Kebutuhan kesehatan 16 60 21,05 78,94

6. Kebutuhan transportasi 13 63 17,10 82,89

Jumlah 76 76 100,00 100,00

Sumber : Data primer 2009 dan 2010.

Dari data yang terdapat pada tabel diatas dapat dilihat apa saja yang dapat dipenuhi

oleh responden yang bekerja di PT. Kedaung Medan. Mayoritas kebutuhan yang dapat

dipenuhi oleh responden adalah kebutuhan pangan sebanyak 76 orang (100%) yang menjawab

sudah terpenuhi. Sedangkan sandang juga hampir terpenuhi seluruhnya, bahwa masyarakat di

kelurahan Tanjung Morawa B, penduduk dusun III, terkhusus responden, sudah hamper rata-

rata memenuhi kebutuhan sandang mereka. Kebutuhan akan perumahan, dapat dilihat dari

data diatas bahwa ada sebanyak 29 orang responden yang sudah memiliki rumah sendiri,

mereka adalah penduduk asli yang sudah lama tinggal di desa tersebut dan memiliki rumah

dari turun-temurun oleh keluarga mereka. Dan juga beberapa diantaranya karena memiliki

usaha sendiri, jadi membuka usaha di rumah sendiri.

Universitas Sumatera Utara


Sedangkan kebutuhan akan pendidikan mereka yang menjawab sebanyak 14 orang.

Dan bidang sarana/prasarana kesehatan yang menjawab sudah terpenuhi adalah sebanyak 16

orang responden. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan peneliti bahwa sebelum hadirnya PT.

Kedaung tersebut banyak anak-anak usia sekolah tidak dapat melanjutkan pendidikannya

kejenjang yang lebih tinggi, ataupun banyak yang putus sekolah. Dan masalah pemenuhan

kebutuhan akan kesehatan juga menjadi masalah, sebabnya banyak masyarakat yang apabila

sakit kadang tidak pergi berobat, sehingga mereka hanya menunggu pulih kembali tanpa harus

mengeluarkan biaya lagi untuk berobat.

Begitu juga dengan pemenuhan kebutuhan akan transportasi pribadi responden

tersebut, yang memiliki transportasi adalah mereka yang sudah memiliki pekerjaan lain yang

lebih baik dalam pemenuhan penghasilan, sebagai contoh mereka yang bekerja jadi pegawai

swasta/pagawai tetap di PT. Kedaung, ataupun yang memiliki usaha lain selain bekerja

ataupun memiliki lahan pertanian yang masih berproduksi . Mereka adalah sebanyak 13 orang

responden.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 22

DISTRIBUSI JAWABAN RESPONDEN BERDASARKAN TANGGAPAN TENTANG

KECUKUPAN PENGHASILAN SEBELUM HADIRNYA PT KEDAUNG

No Penghasilan yang mencukupi Frekuensi Persentase (%)

1. Mencukupi 23 30,26

2. Biasa saja 33 43,42

3. Tidak mencukupi 20 26,31

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data yang terdapat pada tabel diatas dapat dilihat bahwa penghasilan yang dimiliki

masing-masing responden berbeda-beda. Responden yang penghasilannya mencukupi ada

sebanyak 23 orang, mereka adalah responden yang sudah memiliki pekerjaan yang memiliki

hasil yang lumayan. Sedangkan responden yang menjawab biasa saja ada sebanyak 33 orang.

Mereka yang merasa penghasilan mereka tidak lebih dan tidak kurang untuk memenuhi

kebutuhan keluarga mereka. Sedangkan responden lain yang menjawab tidak mencukupi ada

sebanyak 20 orang, mereka adalah masyarakat yang tidak memiliki penghasilan yang tetap,

ataupun menunggu pada waktu-waktu tertentu mendapatkan penghasilan, contoh masyarakat

yang bekerja sebagai petani, yang memiliki anak lebih dari 3 orang, dan mereka tidak terlalu

banyak mendapat hasil dari bertani.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 23

DISTRIBUSI FREKUENSI RESPONDEN TENTANG MOTIVASI BEKERJA ATAU

MEMBUKA USAHA PADA PT. KEDAUNG

No Motivasi Frekuensi Persentase(%)

1. Menambah penghasilan 24 31,57

2. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga 48 63,15

3. Lainnya 4 5,26

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas dapat dilihat dengan jelas, bahwa secara rata-rata dapat dilihat

masyarakat kelurahan Tanjung Morawa B, terkhusus dusun III, memiliki motivasi bekerja

ataupun membuka usaha di PT. Kedaung atupun sekitar PT. Kedaung adalah untuk lebih

dapat lagi memenuhi kebutuhan hidup keluarga masing-masing. Karena kebanyakan

masyarakat maupun responden adalah orang yang memiliki strata kehidupan menengah

kebawah. Jadi responden memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga sebanyak

48 orang. Akan tetapi ada juga sebagian kecil lagi responden yang memiliki motivasi untuk

menambah penghasilan mereka, yaitu sebanyak 24 orang, mereka adalah para responden yang

sudah memiliki penghasilan ataupun pekerjaan dari yang lainnya. Dan juga ada 4 orang

diantara 76 responden yang memiliki motivasi lain, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup

pribadinya, karena dia adalah orang pendatang yang tinggal bersama saudaranya di desa

tersebut.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 24

DISTRIBUSI TANGGAPAN RESPONDEN SETELAH BEKERJA/MEMBUKA

USAHA PADA DAN ATAU DISEKITAR DI PT. KEDAUNG

No Tanggapan Frekuensi Persentase(%)

1. Mempengaruhi 56 73,68

2. Biasa saja 14 18,42

3. Tidak mempengaruhi - -

4. Tidak menjawab 6 7,89

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa tanggapan responden setelah bekerja di PT.

Kedaung atau yang membuka usaha disekitar PT. Kedaung yang menjawab bahwa mereka

merasakan pengaruh sebanyak 56 orang, mereka adalah para responden yang sebelum

berdirinya PT. Kedaung bekerja serabutan, dan juga sebagian dari mereka memang merasakan

penambahan penghasilan, jadi mereka merasakan pengaruh yang positif dari kehadiran PT.

Kedaung tersebut. Sebagian keeil dari responden juga ada yang menjawab biasa saja, mereka

ada sebanyak 14 orang, kemungkinan mereka belum merasakan perubahan yang signifikan

dari segi penghasilan atau bahkan pemenuhan kebutuhan hidup. Dan juga ada 6 orang dari

responden yang tidak menjawab.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 25

DISTRIBUSI FREKUENSI TANGGAPAN RESPONDEN DALAM

PERBAIKAN DIBIDANG KESEMPATAN KERJA SETELAH HADIRNYA PT.

KEDAUNG

No Tanggapan Frekuensi Persentase(%)

1. Ada 70 92,10

2. Kurang - -

3. Tidak ada - -

4. Tidak dijawab 6 7,89

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Pada data yang terdapat pada tabel diatas dapat diperhatikan bahwa kehadiran PT.

Kedaung sangat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat kelurahan

Tanjung Morawa B, terkhusus dusun III, bahwa kesempatan untuk bekerja sangat terlihat

jelas, bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan atau bahkan yang bekerja serabutan

sekalipun, dapat mememiliki kesempatan kerja yang lebih besar, untuk memajukan kondisi

kehidupannya, terkhusus dibidang ekonomi ataupun sosial ekonomi. Responden yang

merasakan adanya perbaikan pada bidang kesempatan kerja ada sebanyak 70 orang. Dan ada

sebagian keeil responden yang tidak menjawab, mengenai tanggapan perbaikan kesempatan

kerja ini, yaitu sebanyak 6 orang.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 26

DISTRIBUSI RESPONDEN DALAM PERBAIKAN SARANA/PRASARANA

DIBIDANG SEKTOR KEAGAMAAN SETELAH HADIRNYA PT. KEDAUNG

No Tanggapan Frekuensi Persentase (%)

1. Ada 42 55,26

2. Kurang 24 31,57

3. Tidak ada - -

4. Tidak dijawab 10 13,15

Jumlah 76 100,00

Sumber : data Primer 2009 dan 2010.

Dari tabel diatas dapat dilihat, bahwa secara umum digambarkan perhatian yang

diberikan oleh PT. Kedaung terhadap bidang keagamaan bagi masyarakat yang ada di

kelurahan Tanjung Morawa tersebut sangat terlihat pengaruhnya, penulis mengetahui hal

tersebut setelah melakukan wawancara kepada responden. Perhatian yang diberikan oleh PT.

Kedaung tersebut adalah, pada setiap hari raya besar keagamaan mereka selalu memberikan

sumbangan dana (Maulid Nabi Muhammad SAW, Natal dan lain-lain), buka puasa bersama

dengan masyarakat setempat. Hal ini dapat dipandang posistif karena dengan adanya

perhatian pihak perusahaan dalam perbaikan bidang keagamaan diharapkan mampu menjalin

silahturahmi dengan baik terhadap seluruh umat penganut agama di kelurahan Tanjung

Morawa B.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 27
DISTRIBUSI FREKUENSI TANGGAPAN RESPONDEN DALAM PERBAIKAN

SARANA/PRASARANA DI BIDANG PENDIDIKAN

No Tanggapan Frekuensi Persentase (%)

1. Ada 20 26,31

2. Kurang 41 53,94

3. Tidak ada - -

4. Tidak dijawab 15 19,73

Jumlah 76 100,00

Sumber : data Primer 2009 dan 2010.

Pendidikan adalah modal yang sangat penting bagi setiap insan manusia dalam

membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas lagi. Semakin tinggi tingkat

pendidikan diharapkan mampu memberikan peningkatan dalam pembangunan disetiap daerah

masing-masing, terkhusus di kelurahan tanjung Morawa B.

Dari data diatas dapat dlihat secara jelas, bahwa perbaikan dalam bidang pendidikan

masih sangat kurang diberi perhatian oleh pihak perusahaan. Terlihat dari jawaban responden

yang kebanyakan menjawab kurang, yaitu sebanyak 41 orang. Dan juga ada sebagian lagi

responden tidak menjawab, yaitu sebanyak 15 orang. Akan tetapi ada juga yang merasa

bahwa dibidang pendidikan pihak perusahaan masih memiliki sumbangan untuk

keberlangsungan pendidikan di kelurahan Tanjung Morawa B, ada sebanyak 20 orang

responden. Akan tetapi secara keselurahan dapat digambarkan bahwa perhatian pihak PT.

masih sangat kurang, kemungkinan mereka merasa tidak begitu memiliki andil yang besar

untuk membantu dalam bidang pendidikan tersebut, mereka mungkin berfikir bahwa

pemerintahlah yang lebih berhak membantu dalam bidang tersebut.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 28
DISTRIBUSI FREKUENSI TANGGAPAN RESPONDEN DALAM PERBAIKAN DI

BIDANG KESEHATAN

No Tanggapan Frekuensi Persentase (%)

1. Ada 24 31,57

2. Kurang 40 52,63

3. Tidak ada - -

4. Tidak dijawab 12 15,78

Jumlah 76 100,00

Sumber : data Primer 2009 dan 2010.

Dari data di atas dapat di lihat bahwa sarana/prasarana dibidang kesehatan juga

menjadi salah satu bidang yang kurang diperhatikan oleh pihak PT. Terlihat jelas dari

jawaban responden yang kebanyakan menjawab kurangnya perbaikan di bidang kesehatan,

yaitu sebanyak 40 orang . Ada juga responden yang memilih jawaban, bahwa ada perhatian

dari pihak PT. terhadap bidang kesehatan, yaitu sebanyak 24 orang. Dan ada beberapa

responden juga yang tidak memberikan jawaban, mereka ada sebanyak 12 orang.

Dari pernyataan di atas dapat di lihat gambaran mengenai keterlibatan pihak PT.

terhadap perbaikan di bidang kesehatan yang sangat kurang memberikan kontribusinya.

Padahal apabila difikir secara logika dan realistis, bahwa masalah kesehatan ini sangat

menunjang kelancaran pekerjaan yang ada didalam pabrik, menganggu kelancaran proses

produksi, distribusi dan yang lainnya. Seharusnya pihak PT. boleh lebih cermat lagi.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 29
DISTRIBUSI FREKUENSI TANGGAPAN RESPONDEN DALAM PERBAIKAN DI

BIDANG PENDAPATAN

No Tanggapan Frekuensi Persentase(%)

1. Ada 60 78,94

2. Kurang 10 13,15

3. Tidak ada - -

4. Tidak di jawab 6 7,89

Jumlah 76 100,00

Sumber : data Primer 2009 dan 2010.

Dapat di lihat dari data yang terdapat pada tabel diatas, bahwa secara keselurahan

tergambar bahwa kehadiran PT. Kedaung tersebut sangat memiliki dampak yang besar

terkhusus di bidang pendapatan. Dari 76 orang responden, banyak diantaranya yang

merasakan bahwa kehadiran PT. Kedaung membawa perubahan yang signifikan. Sebanyak 60

orang responden menjawab bahwa ada perubahan semenjak hadirnya PT. Kedaung.

Sedangkan 10 orang responden lainnya merasa bahwa kehadiran PT tersebut masih kurang

memberikan dampak bagi mereka. Dan 6 orang responden lainnya justru tidak memberikan

jawaban.

Akan tetapi secara garis besar responden merasakan adanya perubahan di bidang

pendapatan, terhadap diri mereka ataupun keluarga, semenjak hadirnya PT. Kedaung.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 30
DISTRIBUSI FREKUENSI KETERLIBATAN LANGSUNG RESPONDEN DALAM

KEGIATAN YANG DILAKUKAN PT. KEDAUNG

No Keterlibatan Frekuensi Persentase(%)

1. Karyawan lepas 61 80,26

2. Karyawan tetap 10 10,52

3. Lainnya (berusahalberdagang) 5 6,57

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Jadi pada tabel ini dijelaskan bahwa responden yang bekerja sebagai karyawan lepas

sebanyak 61 orang, mereka adalah rata-rata usia umurnya berkisar pada umur 18-30 tahun.

Atau mereka yang baru masuk sebagai karyawan pada PT. Kedaung tersebut. Ada lagi

responden yang bekerja sebagai karyawan tetap sebanyak 10 orang, mereka yang bekerja

sebagai karyawan tetap adalah orang-orang yang berkisar umurnya antara 28-40 keatas, dan

mereka yang sudah lama mengabdi di PT. Kedaung tersebut, dan diangkat sebagai karyawan

tetap karena memiliki loyalitas yang baik.

Selanjutnya ada sebagian responden yang tidak bekerja langsung terlibat di dalam PT.

tersebut, mereka berjumlah 5 orang. Responden tersebut adalah orang-orang yang membuka

usaha disekitar PT. Kedaung tersebut.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 31
DISTRIBUSI FREKUENSI KONDISI EKONOMI RESPONDEN DALAM

PENGHASILAN KELUARGA

No Kondisi Frekuensi Persentase(%)

1. Sama saja 5 6,57

2. Sedikit lebih baik 57 75

3. Lebih baik 11 14,47

4 Tidak di jawab 3 3,94

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Dari data yang terdapat pada tabel diatas dapat dilihat bahwa kondisi ekonomi

keluarga responden semenjak kehadiran PT. Kedaung mengalami perubahan kearah yang

lebih baik. Diantaranya responden yang menjawab bahwa kondisi ekonominya sedikit lebih

baik berjumlah 57 orang. Mereka adalah responden yang memiliki biaya tanggungan diatas 3

orang, jadi hanya merasakan perubahan sedikit saja, dan juga hanya bergantung pada

penghasilan dari bekerja di PT. kedaung saja. Data ini saya peroleh dari hasil survei langsung

kelapangan. Dan responden yang lainnya lagi yang menjawab lebih baik ada 11 orang. Dan

responden ini adalah mereka yang sudah memiliki penghasilan dari pekerjaan yang lain, dan

juga mereka yang membuka usahalberdagang disekitar PT. Kedaung. Dan ada juga beberapa

orang responden yang tidak memberikan jawaban, yaitu sebanyak 3 orang.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 32
DISTRIBUSI FREKUENSI KONDISI SOSIAL EKONOMI RESPONDEN DALAM

KONDISI PERUMAHAN

No Kondisi Frekuensi Persentase(%)

1. Sama saja 35 40,05

2. Sedikit lebih baik 22 28,94

3. Lebih baik 7 9,21

4. Tidak dijawab 12 15,78

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa, kondisi sosial ekonomi responden selama

hadirnya PT. Kedaung dalam kondisi perumahan, ternyata antara sedikit menalami perubahan

dan responden yang menjawab sama saja adalah sebanyak 35 orang, karena memang rumah

tempat tinggal mereka belum dapat diperbaiki, ataupun sebagian keeil belum memilki rumah

milik sendiri. Dan responden lain lagi yang menjawab sedikit lebih baik ada sebanyak 22

orang, yaitu mereka yang sudah dapat memperbaiki rumah mereka menjadi sedikit lebih

bagus. Dan responden yang menjawab lebih baik ada sebanyak 11 orang, yaitu mereka yang

sudah memiliki rumah sendiri, atau bahkan mmerenovasi rumah menjadi bagus. Dan

responden yang tidak menjawab ada sebanyak 12 orang. Data ini diperoleh melalui hasil

angket yang diberikan langsung dengan keselurahan responden.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 33
DISTRIBUSI FREKUENSI KONDISI SOSIAL EKONOMI RESPONDEN DALAM

KONDISI TRANSPORTASI

No Kondisi Frekuensi Persentase(%)

1. Sama saja 31 40,78

2. Sedikit lebih baik 26 34,21

3. Lebih baik 12 15,78

4. Tidak menjawab 7 9,21

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Pada data yang terdapat pada tabel diatas, dapat terlihat jelas bahwa, responden yang

menjawab bahwa kondisi sosial ekonomi yang berhubungan dengan masalah transportasi

terlihat lebih banyak yang menjawab sama saja sekitar 31 orang. Responden yang menjawab

pilihan sedikit lebih baik sekitar 26 orang,mereka adalah yang sudah dpat memiliki paling

tidak 1 kendaraan bermotor beroda dua yang bisa dipakai oleh setiap anggota keluarga.

sedangkan responden yang menjawab dengan pilihan lebih baik ada 12 orang, bahwa

responden tersebut yang merasa kondisi transportasi mereka lebih baik, ada diantara mereka

yang memiliki kendaraan roda 4. Responden-responden tersebut adalah karyawan yang telah

lama mengabdikan dirinya di PT. Kedaung tersebut dan sudah menjadi karyawan tetap di PT

tersebut. Dan juga beberapa responden yang memiliki usaha disekitar PT. Kedaung tersebut.

Sedangkan responden yang tidak menjawab ada juga, mereka ada sebanyak 7 orang.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 34
DISTRIBUSI FREKUENSI KONDISI SOSIAL EKONOMI RESPONDEN DALAM

BIDANG PELAYANAN KESEHATAN

No Kondisi Frekuensi Persentase(%)

1. Sama saja 28 36,84

2. Sedikit lebih baik 31 40,78

3. Lebih baik 5 6,57

4. Tidak dijawab 12 15,78

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas tentang kondisi sosial ekonomi responden dalam bidang

pelayanan kesehatan diatas menunjukkan bahwa selama kehadiran PT. Kedaung, kondisi

sosial ekonomi responden dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan, bahwa

responden yang memilih jawaban sama saja ada sebanyak 28 orang, sedangkan yang memilih

jawaban sedikit lebih baik sebanyak 31 orang, bahwa pada pilihan ini banyak responden yang

merasa bahwa ada perubahan sedikit lebih baik pada bidang pelayanan kesehatan setelah

kehadiran PT. Kedaung, akan tetapi berbanding tipis dengan yang menjawab sama saja.

Responden yang menjawab pilihan lebih baik ada juga, yaitu sebanyak 5 orang. Dan ternyata

sebagian lagi dari sisa responden ada yang tidak menjawab, yaitu sebanyak 12 orang.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 35
DISTRIBUSI FREKUENSI KONDISI SOSIAL EKONOMI RESPONDEN DALAM

FASILITAS PENDIDIKAN

No Kondisi Frekuensi Persentase(%)

1. Sama saja 22 28,94

2. Sedikit lebih baik 29 38,15

3. Lebih baik 8 10,52

4. Tidak dijawab 17 22,36

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang menjawab pilihan sama

saja sebanyak 22 orang, mereka merasa bahwa tidak ada perubahan sama sekali dalam

fasilitas pendidikan yang ada di kelurahan Tanjung Morawa B tersebut. Dan responden yang

menjawab sedikit lebih baik ada sebanyak 29 orang, dan ini jumlah yang sedikit lebih baik,

bahwa mereka merasa masih ada perubahan kearah yang lebih baik dibidang yang

berhubungan dengan pendidikan Sedangkan responden yang menjawab lebih baik, ada

sebanyaak 8 orang, mereka merasa bahwa fasilitas pendidikan yang ada setelah kehadiran PT.

Kedaung kelihatan lebih baik. Responden yang lainnya lagi ada memilih untuk tidak

menjawab, mereka ada sebanyak 17 orang, jumlah yang cukup banyak.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 36
DISTRIBUSI FREKUENSI PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI

RESPONDEN DALAM HUBUNGANNYA BEKERJA PADA DI PT. KEDAUNG

No Kondisi Frekuensi Persentase(%)

1. Sama saja 5 6,57

2. Sedikit lebih baik 58 76,31

3. Lebih baik 13 17,10

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data yang terdapat pada tabel diatas menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi

responden dalam pekerjaan yang mereka miliki di pabrik Kedaung tersebut, apakah terlihat

lebih baik dengan hadirnya PT. Kedaung tersebut. Mayoritas responden yang ada menjawab

pilihan sedikit lebih baik, mereka merasa bahwa masih sedikit perubahan yang terjadi pada

kondisi pekerjaan mereka pada saat sekarang ini, belum terlalu kelihatan perubahan yang

signifikan. Bahwa pengaruh yang mereka rasakan setelah bekerja di PT. Kedaung belum

membuat perubahan yang sangat berbeda besar terhadap ekonomi ataupun sosial ekonomi

kehidupan mereka. Responden yang menjawab sebanyak 58 orang. Sedangkan responden

yang lainnya yang, yang menjawab lebih baik sebanyak 13 orang. Mereka adalah para

responden yang sudah banyak merasakan perubahan dalam kondisi pekerjaan mereka,karena

disamping mereka bekerja di PT. Kedaung mereka membuka usaha lain/mempunyai

pekerjaan sampingan.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 37
DISTRIBUSI RESPONDEN YANG MEMILIKI TABUNGAN

No Tabungan Frekuensi Persentase(%)

1. Ya 71 93,42

2. Tidak 5 6,57

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas dapat dilihat frekuensi responden yang mempunyai tabungan

sebanyak 71 orang. Dan yang tidak mempunyai tabungan sebanyak 5 orang. Dari hasil

wawancara penulis (sembari memberi angket untuk dijawab oleh responden), dengan

responden bahwa responden yang memiliki tabungan, masih dapat menyisihkan sebagian dari

penghasilan mereka, untuk ditabung meskipun hanya sedikit. Dan bagi responden yang tidak

memiliki tabungan, alasan mereka tidak mempunyai tabungan karena penghasilan mereka

tidak mencukupi untuk biaya hidup setiap bulannya.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 38
DISRIBUSI FREKUENSI RESPONDEN MENURUT JUMLAH UANG YANG

DISISIHKAN DARI PENDAPATAN SEKARANG

No Penghasilan Frekuensi Persentase(%)

1. Kurang dari Rp.200.000 8 10,52

2. Rp.200.000 - Rp.500.000 30 39,47

3. Rp.500.000 - Rp.600.000 25 32,89

4. Lebih dari Rp.600.000 10 13,15

5. Tidak dijawab 3 3,94

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Dari data pada tabel sebelumnya telah dijelaskan bahwa sebagian besar responden

dapat menyisihkan sebagian keeil dari penghasilan mereka. Dan pada data ditabel ini mereka

yang bekerja yang menyisihkan penghasilan mereka kurang dari Rp.200.000 ada sebanyak 8

orang, yang menyisihkan Rp.200.000 - Rp.500.000 sebanyak 30 orang, dan yang

menyisihkan Rp.500.000 - Rp.600.000 sebanyak 25 orang. Sedangkan yang menyisihkan

lebih dari Rp. 600.000 sebanyak 10 orang. Sedangkan ada juga responden yang tidak

menjawab, mereka sebanyak 3 orang . Dan hasil dari data tersebut diatas rata-rata responden

yang menyisihkan uang mereka berkisar di antara Rp.200.000 - Rp.500.000.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 39
DISTRIBUSI FREKUENSI TANGGAPAN RESPONDEN MENGENAI

PENGHASILAN YANG LEBIH BAIK DIPEROLAH DALAM MEMENUHI

KEBUTUHAN KELUARGA DIBANDING DENGAN SEBELUM HADIRNYA PT.

KEDAUNG

No Tanggapan Frekuensi Persentase(%)

1. Sama saja 14 18,42

2. Sedikit lebih baik 45 59,21

3. Lebih baik 17 22,36

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa penghasilan responden yang dapat

memenuhi kebutuhan hidup keluarga setelah kehadiran PT. Kedaung, adalah bahwa mayoritas

responden merasa dapat memenuhi kebutuhan keluarga sedikit lebih baik, dan mereka ada

sebanyak 45 orang. Dan responden lain yang merasa bahwa untuk memenuhi kebutuhan

keluarga yang mereka rasa masih sama saja ada sebanyak 14 orang, karena penghasilan

mereka tidak lebih/tidak kurang dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Dan responden lain

yang merasa bahwa dalam memenuhi kebutuhan keluarga sudah lebih baik ada sebanyak 17

orang. Mereka yang memiliki penghasilan dari pekerjaan lain, maka dapat merasa bahwa

memenuhi kebutuhan keluarga lebih baik. Dan semua data ini diperoleh dari hasil kuesioner

dengan responden langsung.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 40
DISTRIBUSI FREKUENSI TANGGAPAN RESPONDEN DALAM PENINGKATAN

PENDAPATAN MEREKA DAN KAITANNYA DENGAN KEHADIRAN PT.

KEDAUNG

No Tanggapan Frekuensi Persentase(%)

1. Tidak ada 4 5,26

2. Sedikit 23 30,26

3. Ada kaitannya 49 64,47

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Pada data tabel diatas, dapat dilihat bahwa tanggapan responden dalam peningkatan

pendapatan yang berkaitan dengan kehadiran PT. Kedaung. Mereka yang menjawab tidak

memiliki kaitan ada sebanyak 4 orang, karena responden tersebut belum merasakan

peningkatan, disebabkan karena pendapatan yang dimiliki pas-pasan dengan kebutuhan

keluarganya, bahkan terkadang kurang karena hanya responden tersebut yang bekerja di

keluarganya.. Dan responden yang menjawab sedikit kaitannya ada 23 orang, dan yang

menjawab ada memiliki kaitan sebanyak 49 orang, karena responden-responden tersebut

sangat merasakan pertambahan pendapatan disamping pendapatan yang didapat dari

pekerjaan istrilsuami responden. Mereka adalah kelompok mayoritas yang merasa bahwa

sangat besar kaitan antara pendapatan yang baik dengan kehadiran PT. Kedaung. Dan mereka

sangat merasakan perubahan itu. Data tersebut didapat dari hasil kuesioner langsung dengan

para responden.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 41
SUMBER INFORMASI YANG DIPEROLEH OLEH RESPONDEN TENTANG

KEHADIRAN PT. KEDAUNG

No Sumber informasi Frekuensi Persentase(%)

1. Media massa 7 9,21

2. Pemerintah kabupaten Deli Serdang - -

3. Pihak pengelola 10 13,15

4. Lainnya, ( keluarga ) 54 71,05

5. Tidak dijawab 5 6,57

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Pada data tabel diatas terlihat jelas bahwa responden mendapatkan informasi tentang

kehadiran PT. Kedaung kebanyakan mendapatkan informasi dari keluarga mereka sendiri.

Karena keluarga mereka banyak/ada yang bekerja di dalam PT. tersebut, dan juga banyak

yang tinggal dekat dengan PT. Kedaung tersebut, atau bahkan banyak teman mereka yang

bekerja di PT. tersebut. Responden tersebut ada sebanyak 54 orang. Sedangkan responden lain

yang menjawab mendapatkan informasi dari media massa ada sebanyak 7 orang, mereka

dapat melihat dari koran-koran yang ada. Responden lain yang mendapat informasi dari pihak

pengelola sebanyak 10 orang, mereka dapat berhubungan langsung dengan pihak pengelola,

karena memang mereka memiliki hubungan yang baik dengan pengelola, ataupun mereka

orang yang tinggal dekat PT. tersebut yang dapat dipercaya oleh pengelola.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 42
SUMBER INFORMASI YANG DIPEROLEH RESPONDEN YANG

MENGANJURKAN RESPONDEN BEKERJA/BERUSAHA DI PT. KEDAUNG

ATAUPUN DISEKITAR PT. KEDAUNG

No Sumber informasi Frekuensi Persentase(%)

1. Pemerintah kabupaten Deli serdang - -

2. Keluarga 57 75

3. Pihak pengelola - -

4. Lainnya, ( keinginan sendiri ) 10 13,15

5. Tidak dijawab 9 11,84

Jumlah 76 100,00

Sumber : Data Primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa informasi yang didapat responden yang

menganjurkan mereka untuk dapat bekerja di PT. Kedaung tersebut, mayoritas mereka

mendapatkan anjuran dari pihak keluarga atupun teman mereka ( terkhusus keluarga atau

teman mereka yang bekerja di PT. Kedaung). Responden tersebut ada sebanyak 57 orang.

Dan sebagian responden yang lainnya yang mendapat anjuran atas keinginan sendiri dari

mereka, karena merasa sangat membutuhkan pekerjaan itu, dan pekerjaan itu sangat cocok

mereka rasa bagi responden tersebut. Dan juga responden yang tidak menjawab, mereka ada

sebanyak 9 orang. Data tersebut didapat dari hasil kuesioner/angket pertanyaan terhadap

responden langsung.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 43
DISTRIBUSI FREKUENSI RESPONDEN TENTANG TANGGAPAN KEHADIRAN

PT. KEDAUNG

No Kehadiran PT. Kedaung Frekuensi Persentase(%)

1. Baik 59 77,63

2. Biasa saja 17 22,36

3. Tidak baik - -

Jumlah 76 100,00

Sumber :Data Primer 2009 dan 2010.

Data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa frekuensi responden tentang tanggapan

kehadiran PT. Kedaung. Mereka yang menjawab baik ada sebanyak 59 orang. Dan sebagian

responden lagi yang menjawab biasa saja ada sebanyak 17 orang. Dari hasil wawancara(

ataupun pengisisan angket yang dilakukan oleh penulis bahwa, sebagian besar responden

yang menjawab kehadiran PT. Kedaung adalah baik, beralasan bahwa mereka sangat senang

merasakan perubahan yang terjadi di daerah mereka, masyarakat merasakan bahwa semakin

banyak peluang untuk dapat bekerja, sehingga masalah penggangguran berkurang, dan juga

membuat penghasilan keluarga bermbah lebih baik. Dan sebagian lagi responden yang

menjawab biasa saja, disebabkan mereka merasa belum terlalu merasakan perubahan dari

kehadiran PT. Kedaung tersebut. Mereka masih merasa kekurangan.

Universitas Sumatera Utara


BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah peneliti melakukan penelitian mengenai Pengaruh Kehadiran PT. Kedaung

terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat kelurahan Tanjung Morawa B, kecamatan

Tanjung Morawa kabupaten Deli Serdang, maka peneliti dapat membuat kesimpulan sebagai

berikut :

1. PT. kedaung adalah pabrik ataupun perusahaan yang berjenis pabrik besar, yang

bergerak dalam bidang industri barang-barang pecah belah. Didirikan atas dasar

keinginan pengelola untuk memperluas usahanya, untuk mencari untung yang

sebesar mungkin. Dan juga untuk membantu membuka peluang kerja untuk

masyarakat disekitar pabrik tersebut dibangun atau bahkan membantu orang yang

membutuhkan pekerjaan.

2. Sumber informasi akan kehadiran PT. Kedaung Medan yang didapat oleh

masyarakat diperolah dari keluarga sendiri yang bekerja di PT. Kedaung tersebut,

dan juga teman-teman para pekerja yang ada di dalam pabrik tersebut.

3. Tanggapan responden mengenai hadirnya PT. Kedaung di nilai baik. Hal ini

disebabkan karena kehadiran PT. Kedaung Medan dapat memberi peluang untuk

mereka yang belum memiliki kesempatan kerja, sehingga dapat memiliki

kesempatan untuk bekerja, berusaha dan menambah penghasilan bagi responden.

4. Secara umum penghasilan responden setelah hadirnya PT. Kedaung sangatlah

berubah, menjadi lebih baik. Ini disebabkan karena penghasilan yang mereka

Universitas Sumatera Utara


dapat, sangat membantu kondisi kehidupan keluarga menjadi lebih baik lagi.

Meskipun tidak memenuhi seluruh kebutuhan dalam setiap bidang.

5. Perhatian pihak PT. Kedaung group Medan kepada para pekerja dan masyarakat

sekitar masih tergolong minim. Perhatian hanya dipusatkan pada peningkatan

pendapatan (ekonomi) akan tetapi peningkatan di bidang kehidupan lain ataupun

sosial belum menjadi fokus dari pihak perusahaan.

B. Saran

Saran-saran yang dapat peneliti berikan ataupun ajukan bagi pihak yang berkaitan

(pihak PT), adalah :

1. Sebaiknya pihak PT. Kedaung mampu membuat program-program yang dapat

membuat setiap orang yang bekerja di PT. Kedaung tersebut menjadi lebih semangat

untuk tetap bekerja di PT. Kedaung tersebut dan lebih merasa sejahtera. Misalnya,

dengan memberikan bantuan beasiswa kepada setiap anak dari buruh/karyawan yang

bekerja di PT. Kedaung tersebut yang memiliki prestasi. Dan bagi karyawan yang

memiliki anak yang harus ditanggung banyak, atupun tidak mencukupi biaya,

sebaiknya pihak PT. juga memberikan bantuan.

2. Bahwa sebaiknya pihak PT. Kedaung lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat

desa kelurahan Tanjung Morawa B, yang bekerja ataupun yang tidak bekerja di PT.

kedaung tersebut. Misalnya dibidang kesehatan, sebaiknya pihak PT. membuat

program yang menunjang kesejahteraan karyawan yang kurang mampu, yang

memiliki masalah dalam kesehatan yang tidak mampu untuk berobat keklinik atau

rumah sakit. Dan juga bagi sarana dan prasarana yang berhubungan dengan bidang

kerohanian, kiranya pihak PT. Kedaung lebih memberikan perhatian bagi sarana-

Universitas Sumatera Utara


sarana dibidang kerohanian yang kurang memadai, agar semakin layak digunakan

masyarakat Tanjung Morawa B.

3. Sebaiknya pihak PT. Kedaung tersebut lebih banyak lagi berkomunikasi ataupun

bersosialisasi dengan masyarakat sekitar pabrik ataupun penduduk kelurahan Tanjung

Morawa B, dengan cara lebih banyak membuat acara-acara atupun kegiatan-kegiatan

yang dapat menghubungkan mereka dengan masyarakat sekitar. Agar kiranya

masyarakat bisa merasakan hubungan kekeluargaan dengan pihak PT. Kedaung

tersebut. Karena masyarakat Tanjung Morawa B, adalah orang-orang yang sangat

memiliki rasa kekeluargaan ataupun kegotongroyongan yang sangat kental. Karena

memang pihak PT. Kedaung tersebut kurang terbuka ataupun berbaur dengan

masyarakat disekitar pabrik ataupun masyarakat Tanjung Morawa B terkhusus.

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR PUSTAKA

Artir, Mustafa O. 1989. Sosiologi Modernisasi, (telaah Krisis tentang Teori Riset dan

Realitas). Tiara Wacana, Yogyakarta.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian, Bhineka Cipta, Jakarta.

Bintarto, R. 1989, Interaksi Desa-Kota dan permasalahannya.

Guritno, Sri dan Manullang, Binsar, 1999. Budaya Masyarakat di Lingkungan Kawasan

Industri (Kasus Industri Rotan di Desa Tegal Wangi Kabupaten Cirebon, Jawa

Barat). C.V. Bupara Nugraha, Jakarta.

Kartasapoetra, G. S. H. 1990. Sosiologi Industri. Rineka, Jakarta.

Nurdin, Fadhil M. Drs. 1990. Pengantar Studi Kesejahteraan sosial. Angkasa, Bandung.

Poerwadarminta. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta.

Subri, Mulyadi. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Susanto, astried S. 1984. Sosiologi Pembangunan.

Soekanto, Soejono. 1987. Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Press, Jakarta.

Sairin, Sjahfri. 2002. Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia, Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Siagian, Sondang. 1985. Proses Pengelolaan Bangunan Nasional. Gunung Agung, Jakarta.

Singarimbun, Masri. 1989. Metode Penelitian Survei. LP3ES, Jakarta.

Sumber Lain :

http://lppm.petra.ac.id/ppm/COP/etika%20budaya%20desa.doc.

http://www.DeliSerdang.Com

Universitas Sumatera Utara