Anda di halaman 1dari 14

PEMANFAATAN TANAMAN TAPAK DARA (Catharanthus roseus)

SEBAGAI OBAT ALAMI UNTUK MASYARAKAT INDONESIA

Dosen Pengampu :
Ir Djaenal M.P

Disusun Oleh :
Golongan A

ACHMAD VAN VEROSY A42150611


DESITA AYU RUSDIATI A42150396
ANASTASHIA ELSA M A42150578
MEILINDA SURYA W A42150024

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN PANGAN


PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2018
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehidupan masyarakat indonesia tidak terlepas dari masalah yang dihadapi,
salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi oleh masyarakat adalah
kesehatan dimana semakin modern gaya hidup manusia maka semakin banyak
penyakit yang berkembang dikarenakan pola makan yang tidak sehat dan
kurangnya olah raga . Terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji (fast food)
dan makanan minim gizi (Junk food) membuat metabolisme tubuh menjadi lemah
dikarenakan kurangnya gizi yang masuk kedalam tubuh. Apabila daayatahan
tubuh manusia melemah maka penyakit akan mudah meyerang tubuh manusia.
Tingkat polusi di udara sekitar menyebabkan banyaknya zat berbahaya
memasuki tubuh manusia. Zat zat yang dikeluarkan oleh cerobong asap pabrik
dan asap kendaraan sagat berbahaya saat masuk kedalam tubuh. Oleh karena itu
dilakukan pencegahan agar penyakit tidak mudah menyerang, seperti makan
makanan bergizi, rajin mengonsumsi buah dan sayur, dan rutin berolahraga.
Serangan penyakit tidak bisa di prediksi oleh setiap individu, pengobatan yang
dilakukan pada umumnya menggunakan obat obatan sintetis buatan pabrik. Obat
obatan sintetis tersebut terdapat efek samping baik jangka panjang maupun jangka
pendek. Pengobatan yang jarang dilakukan oleh masyarakat modern adalah
pengobatan tradisional menggunakan tanaman herbal. Salah satu tanaman herbal
yang sering ditemui adalah tanaman tapak dara (Catharanthus roseus) tanaman ini
mudah tumbuh disekitar pekarangan rumah, cara perbanyakan pada umunya
melaui stek batang yang lalu di tanam pada media tanah sehingga tanaman ini
cocok untuk dijadikan tanaman obat keluarga (TOGA) Kandungan senyawa aktif
pada tanaman tapak dara sering dimanfaatkan oleh masyarakat dahulu menjadi
obat penuru panas, mengatasi darah tinggi dan menurunkan kadar gula dalam
darah dan anti kanker oleh karena itu akan dibahas deskripsi dan manfaat tanaman
tapak dara sebagai tanaman obat untuk mengatasi gangguan kesehatan dikeluarga
indonesia.
1.2 Permasalahan
1. Bagaimana deskripsi tanaman tapak dara ?
2. Bagaimana Cara budidaya tanaman tapak dara?
3. Apa saja manfaat tanaman tapak dara untuk kesehatan ?

1.3 Motivasi Penulisan


Penulisan paper ini bertujuanuntuk mengetahui deskripsi tanaman tapak dara,
bagaimana cara menananm atau memperbanyak tanaman dan manfaat tanaaman
tapak dara untuk kesehatan manusia.
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Deskripsi Tanaman


Tanaman Tapak Dara memiliki nama ilmiah (Catharanthus roseus (L.)
Don.) adalah salah satu tanaman yang tersebar luas di daerah tropis seperti
indonesia. Tanaman ini termasuk ke dalam keluarga atau family Apocynaceae.
Tanaman ini berasal dari Madagaskar sehingga dikenal juga dengan nama
Madagascar periwinkle. Pada saat ini tanaman ini sudah menyebar hampir di
seluruh negara tropis seperti di China, India, Indonesia, Australia, Amerika
Utara dan Selatan. Dalam keseharian masyarakat indonesia tanaman ini pada
umunya dijadikan tanaman hias yang ditanamdi sekita rumah, baikdalam pot
gantung maupun dipekarangan rumah .Tapak dara termasuk tanaman perdu
menahun dengan tinggi tanaman kurang dari 1m.
Tanaman ini memiliki warna bunga yang indah seperti ungu muda, merah
muda atau putih. Tanaman ini mudah tumbuh di dataran rendah maupun
didataran tinggi tapakdara juga dapattumbuh baik di lahan terbuka maupun
lahan yang ternaungi. oleh karena itu penyebaran tanaman tapak dara di
indonesia begitu pesat. Tanaman ini tumbuh msenyamping dan memiliki
banyak cabangsehingga cocok untukdijadikan tanaman hias. (tjitrosoepomo
dalam watiasih 2012)
Tapak dara memiliki tinggi mencapai 0,2-1 meter. Memiliki batang yang
berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil,berkayu, beruas, dan
bercabang serta berambut. Daun tapak dara berbentuk bulat telur, berwarna
hijau dengan tulang daun menyirip berselingan, daun tapak dara
diklasifikasikan berdaun tunggal. Panjang daun sekitar 2-6 cm, lebar 1-3 cm,
dan tangkai daunnya sangat pendek. Bunganya aksial (muncul dari ketiak
daun).
Kelopak bunga tapak dara kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga
berbentuk terompet dengan permukaan berbulu halus, ujungnya melebar,
berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu tergantung kultivarnya. Buahnya
berbentuk silinder, ujung lancip, berambut, panjang sekitar 1,5 - 2,5 cm, dan
memiliki banyak biji.
berikut merupakan morfologi dari tanaman tapak dara (Catharanthus

roseus).(Munawarah 2016)
1. Akar Memiliki sisterm perakaran serabut (radix adventicia) berwarna
kecoklatan.
2. Batang 7 Batang berbentuk bulat (teres) bagian pangkalny berkayu.
Permukaan batang rata (laevis), arah tumbuh batang condong
(ascendens), pola percabangan sympodial.
3. Daun Merupakan daun tunggal terdiri atas tankai daun (petiolus) dan
helaian daun (lamina). Panjang daun sekitar 2-6 cm dan lebar 1-3 cm ,
bangun daunnya jorong (ovalis), ujung daun runcing (acutus), pangkal
daun meruncing (acuminatus), tepi daun rata (integer), tulang daun
menyirp (penninervis), duduk daun berhadapan (folia decusata).
Permukaan daun mengkilap dan berambut.
4. Bunga Termasuk bung majemuk bisexualis terdapat perhiasan bunga
berupa corolla 5 petal lepas berwarna merah muda tau putih, calyx
terdiri dari 5 sepal lepas, dengan simetris bunga actinomorph. Alat
kelamin terdiri dari stamen terdapat 5 buah dan letak anther doorsifix.
Pistillum berjumlah 1 buah letak ovarium superum memiliki 2 loculus,
2 carpellum, letak ovulum axilaris.

2.2 Cara Budidaya


A. Persiapan bibit/biji Tanaman Tapak Dara
Pada tahapan ini beberapa alat dan bahan perlu dipersiapkan. Alat-alat dan
bahan-bahan
yang diperlukan pada tahap persiapan ini adalah:
1. Biji tanaman tapak dara
2. Air untuk menyeleksi biji
3. Ember kecil untuk menyeleksi biji
4. Bambu untuk pembatas
5. Gelas plastik untuk menanam
6. Tempat/lahan pembibitan

B. Pembibitan Tanaman Tapak Dara


Bahan dan alat yang diperlukan pada tahap pembibitan ini adalah:
1. Kompos dan pupuk kandang
2. Kantong plastik/polybag
3. Bibit tanaman periwinkle
4. Sekam untuk media pembibitan
5. Selang untuk menyiram
6. Lahan tempat pembibitan

C. Cara Pemilihan Biji Tanaman Tapak Dara


Buah yang mengandung biji yang baik untuk dijadikan bibit adalah buah
yang sudah tua berwarna kekuningan. Buah ini dapat dipanen langsung dari
tanaman tapak dara. Namun, buah yang dihasilkan oleh tanaman tapak dara
sangat mudah luruh, sehingga untuk pemilihan biji yang baik juga dapat
dilakukan dengan mengambil buah yang telah luruh dari
tanaman yang jatuh disekitar tanaman tersebut. Buah tanaman tapak dara ini
relatif mudah untuk dikenali dengan bentuk buah yang lonjong memanjang
dan tumbuh berpasangan pada batangnya
Biji yang baik yang didapat dari buah tanaman ini dapat dipilih
5 dengan memasukkan buah yang sudah terkumpul pada satu wadah/ember
kecil yang telah diisi air. Biji yang baik adalah biji yang tenggelam. Setelah
pemilihan biji, biji tersebut haruslah dikering-udarakan, kemudian ditanam
atau disemaikan. Jika tidak dilakukan pembibitan langsung, biji dapat
disimpan pada tempat yang teduh dan lembab.

D. Cara Persemaian Tanaman Tapak Dara:


1. Pilihlah biji baik yang telah terpilih
2. Pada satu gelas plastik, masukkanlah kompos lebih kurang 2/5 dari
volume gelas
3. Taruhlah 2-3 biji yang telah terpilih dalam gelas yang telah diisi
kompos
4. Taburilah biji tersebut dengan seditkit kompos, cukup untuk menunuti
biji yang disemaikan
5. Siramlah dengan sedikit air, sehingga cukup lemba
6. Kumpulkan gelas-gelas tesebut pada satu lahan penyemaian
7. Batasilah kumpulan bibit tersebut dengan bambu atau bahan lain
8. Lahan penyemaian hendaknya cukup mendapat sinar matahari di pagi
hari namun mendapat daungan di siang hari
9. Biji yang telah disemaikan disiram setiap hari untuk mencegah dari
kekeringan.
10. Setelah lebih kurang 4 minggu bibit akan mulai tumbuh
11. Setelah berumur 2 bulan tanaman tersebut sudah siap untuk
dipindahkan dalam media pembibitan
12. Jika dalam satu gelas biji yang tumbuh lebih dari satu, maka pilihlah 1
bibit yang paling baik pertumbuhannya, seperti tumbuh tegak dan
subur

E. Cara Pembibitan Tanaman Tapak Dara


1. Sediakanlah kantong plastik hitam/polybags berukuran 1kg sebagai
media pembibitan
2. Kantong-kantong tersebut diisi sekam
3. Bibit yang telah tumbuh dan berumur lebih kurang 2 bulan
dipindahkan pada kantong plastik yang diisi dengan sekam
4. Bibit disiram setiap hari untuk menghindari kekeringan
5. Bibit dibiarkan tumbuh selama 4 minggu sebelum
dipindahkan/ditanam di lapangan
6. Bibit yang telah tumbuh pada gelas plastik dapat juga diteruskan
pemeliharaannya sampai berumur lebih kurang 12 minggu sebelum
ditanam dilapangan

F. Persiapan Penanaman Bibit Tapak Dara


Pada persiapan penanaman diperlukan beberapa peralatan dan bahan yang
harus dipersiapkan. Alat dan bahan tersebut adalah: Cangkul untuk
menggemburkan tanah Sekop kecil untuk membuat lubang Selang untuk
menyiram Pita ukur untuk mengukur luas lahan

G. Pembuatan Guludan untuk Penanaman Bibit Tapak Dara


Gulukan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum bibit ditanam. Guludan
dibuat dengan cara sebagai berikut:
1. Tanah dengan ukuran 1m x 3 meter digemburkan dengan
menggunakan cangkul untuk membuat guludan
2. Guludan dibuat beberapa buah sesuai dengan keperluan
3. Guludan dibatasi dengan parit dengan kedalaman sekitar 40 cm
untuk menghindarkan tanaman dari genangan air
4. Sebelum ditanami bibit guludan disiram secukupnya untuk
menjaga kelembaban tanah
H. Penanaman dan Pemeliharaan Bibit Tapak Dara
1. Dengan menggunakan sekop kecil, lubang untuk menanam bibit di
buat dengan kedalaman sekitar 20cm di dalam guludan
2. Guludan dengan ukuran tersebut diatas dipersiapkan untuk
ditanami dengan 12 bibit tanaman
3. Jarak antar tanaman/lubang adalah 50cm x 50cm
4. Pada setiap lubang ditanami dengan 1 bibit tanaman
5. Plastik polybag atau gelas pembibitan digunting untuk
mendapatkan bibit yang masih utuh dengan media pembibitannya
6. Bibit bersamaan dengan media langsung ditanam pada lubang yang
telah disiapkan
7. Dengan bantuan sekop kecil tanaman ditimbun dengan tanah
sampai menutup seluruh akar tanaman
8. Setelah seluruh tanaman di tanam, kemudian disiram dengan
menggunakan selang.
9. Pada permulaan penanaman ini tanaman disiram setiap hari, dan
jika hari terlalu panas maka tanaman dapat disiram 2 kali sehari
sehingga tanaman tetap segar
10. Setelah tanaman tumbuh dan membesar tanaman disiram sesuai
dengan kebutuhan, jangan sampai tanaman menjadi layu dan mati
11. Jika diperlukan, pemupukan dengan pupuk organik atau pupuk
kimia dapat dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan
12. Tanaman ini dipelihara selama 3 bulan kemudian siap untuk di
panen

2.3 Pemanfaatan Tanaman Tapak dara sebagai tanaman Obat


Tapak dara merupakan salah satu tanaman bahan baku obat yag digunakan
oleh masyarakat sekitar sampai sekarang.kandungna flavonoid dana lakeloidnya
mampu mengobati berbagau gangguan kesehatan seperti penurun panas,
menurunkan kadarguladalam darah, megobatileukimi dan mengobati kanker.
Berikut adalah berbagai macam gangguan kesehatan yang bisa diobati
menggunakan ramuan tapak dara.
A. Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis) zat zat yangterkandung dalam
tanaman tapak dara mampu meningkatkan regenerasi sel sel beta penghasil
hormon insulin yang mampu menekan kadar gula dalam darah.hal tersebut
sudah teruji klinis oleh penelitian yang dilakukan menggunakan percobaan
kelinci (Widyastuti, 2011) untuk membuat ramuan obat daritapak dara
sangat mudah yaitu Menyiapkan Bahan: 10 - 16 lembar daun tapakdara.
Lalu direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.daun taapak dara
bisajuga dikeringkan terlebuh dahulu kemudian direbus dan diminum.
Bahan yang harus disiapkan yaitu 35 - 45 gram daun tapakdara kering,
cara membuatnya bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai
mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: setelah dingin
diminum, diulangi sampai sembuh. Bahan: 3 lembar daun tapakdara, 15
kuntum bunga tapakdara Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai
mendidih hingga tinggal 1,5 gelas Cara menggunakan: diminum pagi dan
sore setelah makan.
B. Hipertensi (tekanan darah tinggi) Bahan: 15 - 20 gram daun tapakdara
kering, 10 gram bunga krisan Cara membuat: direbus dengan 2,5 gelas air
sampai mendidih dan disaring. Cara menggunakan: diminum tiap sore.
Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara Cara membuat: diseduh
dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring. Cara
menggunakan: diminum menjelang tidur.
C. Leukimia, tapak dara mengandung dua alkaloid yaitu vinblasin , vinkristin
yang dapat digunakan untuk mengobati leukimia tertentu untukmembuat
ramuan obat dieperlukan Bahan: 20-25 gram daun tapakdara kering, adas
pulawaras. Cara membuat: direbus dengan 1 liter air dan disaring. Cara
menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Asma dan bronkhitis
Bahan: 1 potong bonggol akar tapakdara Cara membuat: direbus dengan 5
gelas air. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
D. Demam, kandungan flavonoid pada tanaman tapak dara berfungsi untuk
menghambat terbentuknya prostraglandin (berperan dalam proses inflmasi
dan peningkatan suhu badan) haltersebutsudah dilakukan penelitian oleh
(Samudra,2017). Untuk membuat ramuan ini Bahan yang dibutuhkn
adalah 1 genggam (12 -20 gram) daun tapakdara, lalu potong batang dan
akar tapakdara potongan tapakdara direbus dengan 4 gelas air sampai
mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Cara menggunakanya yaitu diminum
pagi dan sore ditambah gula kelapa.
E. Radang Perut dan disentri Bahan: 15 - 30 gram daun tapak dara kering
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara
menggunakan: diminum pagi dan sore dan ditambah dengan gula kelapa.
F. Kurang darah Bahan: 4 putik bunga tapakdara putih. Cara membuat:
direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar rumah semalam.
Cara menggunakan: diminum pagi hari dan dilakukan secara teratur.
G. Tangan gemetar Bahan: 4 - 7 lembar daun tapakdara Cara membuat:
diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.Cara menggunakan:
diminum biasa.
H. Kanker, Tapak dara mengandung senyawa-senyawa alkaloid, diantaranya
adalah vinblastin dan vinkristin. Senyawa vinblastin dikenal juga sebagai
teukoblastin atau leukoblastin, ada juga yang menyebut senyawa vincristin
dengan teucocristine atau leucocristine. Kedua senyawa tersebut sangat
poten menghambat polimerasi mikrotubuli mitotik sehingga dapat
menghambat proses mitosis pada metafase oleh karena itu senyawa yang
terkandung dalam tapak dara dapat menghambat perembangan sel kanker
dan tumor (Mardiawan, 2006). untuk pengobatan kanker, ambil satu
gengam daun tapak dara, campur buah plus kulit kayu pulasari dan gula
merah/Jawa secukupnya. Rebus dengan 3 gelas air. Setelah air tinggal
separuh, angkat. Minum pagi, siang dan malam hari masing-masing 1/2
gelas.
BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang ada dapat disimpulkan bahwa;
1. Tanaman tapak dara ini memiliki warna bunga yang indah seperti ungu
muda, merah muda atau putih. Tapak dara memiliki tinggi mencapai 0,2-
1 meter. Memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran
kecil,berkayu, beruas, dan bercabang serta berambut. Daun tapak dara
berbentuk bulat telur, berwarna hijau dengan tulang daun menyirip
Kelopak bunga tapak dara kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga
berbentuk terompet dengan permukaan berbulu halus, ujungnya melebar,
berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu tergantung kultivarnya.
Buahnya berbentuk silinder, ujung lancip, berambut, panjang sekitar 1,5 -
2,5 cm, dan memiliki banyak biji.
2. Proses budidaya tanaman tapak dara meliputi pemilihan biji, pembibitan,
pembuatan guludan, penanaman dan pemanenan.
3. Tapak dara merupakan salah satu tanaman bahan baku obat yag digunakan
oleh masyarakat sekitar sampai sekarang.kandungna flavonoid dana
lakeloidnya mampu mengobati berbagau gangguan kesehatan seperti
penurun panas, menurunkan kadarguladalam darah, megobati leukimia,
kanker dll
.
3.2 Saran
Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai potensi tanaman tapak
dara dan perlunya budidaya secara besar besaran agar tanamn tapak dara lebih
eksis dikalangan masyarakat sebagai tanaman obat alami tanpa efek samping.
DAFTAR PUSTAKA

Giri, samudra agung.2017.” Efektifitas Antipiretik Ekstraketanol Daun Tapak


Dara (Catharantusroseus) Pada Mencit (Musmusculus)”. Bengkulu ;
Jurnal Borneo Journal of Pharmascientech, Vol 01, No. 01, Tahun
2017

Mardiawan,dimas.2006.” Pengaruh Pemberian Ekstrak Tapak Dara (Catharanthus


Roseus) Dan Temulawak (Curcuma Xanthorhiza) Terhadap Ukuran
Tumor Dan Gambaran Histologi Paru Dan Kelenjar Limfe Aksilla
Mencit C3h Yang Telah Diinokulasi Sel Adenocarcinoma Mamma”.
Semarang; Artikel Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro.

Puspita dewi,dkk.2013.” Bioaktivitas Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus


Roseus) Terhadap Periode Epitelisasi Dalam Proses Penyembuhan
Luka Pada Tikus Wistar. Denpasar; Indonesia Medicus Veterinus
2013 2(1) : 58 – 75

Sukarman, 2000.”Karater Morfologi Dan Fisiologi Tapak Dara (Vinca Rosea L)


Pada Cekaman Air.Balai Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat;
Jurnal Litri Vol.6 No.2

Verrananda, Indri dkk.2016.” Identifikasi Metabolit Sekunder Dan Aktivitas


Antioksidan Ekstrak Bunga Tapak Dara (Catharanthus Roseus)”.
Samarinda; Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-4,
Samarinda, 20 – 21 Oktober 2016

Widyastuti.2011.” Ekstrak Air Tapak Dara Menurunkan Kadar Gula Dan


Meningkatkan Jumlah Sel Beta Pankreas Kelinci Hiperglikemia”.
Denpasar; Jurnal Veteriner Maret 2011 Vol. 12 No. 1: 7-12
ISSN : 1411 – 8327
BAB IV

DAFTAR PUSTAKA