Anda di halaman 1dari 6

BAB V

REKRISTALISASI GARAM DAPUR

5.1. TujuanPercobaan
- Mengetahui pengertian kristalisasi dan rekristalisasi
- Mengetahui berat kristal murni NaCl hasil praktikum
5.2. Tinjauan Pustaka
Kristal adalah suatu padatan dengan susunan atom-atom, ion atau molekul-molekul
penyusunnya tersusun dalam suatu pola tertentu yang beraturan. Suatu kristal mempunyai
jumlah muka tertentu dengan sudut antar muka yang beraturan (Fachry, 2008).
Kristalisasi adalah proses untuk pemisahan dari fasa homogen yang kemudian
membentuk kristal (Chang, 2005). Pembentukan dapat terjadi dari fasa uapyang
memberikan perbedaan daya larut yang cukup besar antara pemadatan suatu cairan pada
titik lelehnya atau sebagai kristalisasi (Fachry, 2008). Rekristalisasi adalah metode yang
tepat untuk pemurnian zat dengan cara pelarutan kemudian dilanjutkan dengan
pengendapan. Mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut
(solven) yang sesuai atau cocok (Oxtoby, 2001).
Tujuan dari proses kristalisas adalah untuk menghasilkan produk kristal dengan
kualitas yang bagus. Kualitas kristal yang dihasilkan dapat ditentukan dengan parameter-
parameter produk yaitu distribusi ukuran kistal, kemurnian suatu dan bentuk kristal. Salah
satu syarat terjadinya kristalisasi adalah terjadinya kondisi supersaturasi. Melalui proses
pencucian dan rekristalisasi maka kualitas garam tersebut dapat ditingkatkan dengan
meningkatnya kandungan NaCl (Setyopratomo, 2003).
Pada dasarnya pertumbuhan adalah pencampuran dari fasa cair (larutan) ke fasa padat
(kristal). Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kristalsebagai
berikut:
1. Temperatur
Pertumbuhan pada kristal yang berada di temperatur tinggi akan dikontrol dengan difusi
(diffusion controlled), sedangkan pada temperatur rendah akan dikontrol dengan surface
integration.
2. Ukuran Kristal

1
2

Pembentukan pada kristal yang berukuran kecil lebih cepat dari pada pembentukan pada
kristal berukuran besar. Oleh karena itu, pada pertumbuhan yang dipengaruhi difusi,
semakin besar partikel, maka semakin rendah pembentukannya.
3. Impurities
Impurities memberikan pengaruh yang besar bagi pembentukan sebuah kristal. Beberapa
impurities dapat meningkatkan dan menghambat laju perumbuhan kristal. Beberapa
impurities juga dapat mempengaruhi pembentukan kristal dalam jumlah yang sangat
kecil maupun dalam jumlah besar.
4. Kelarutan dan Supersaturasi
Kelarutan merupakan suatu kuantitas maksimal padatan yang dapat mengandung dalam
suatu larutan. Larutan yang tidak dapat melarutkan padatan lagi disebut dengan larutan
jenuh.
5. Aglomerasi
Perbesaran partikel tidak selalu disebabkan oleh pertumbuhan kristal. Perbesaran
partikel kristal juga disebabkan oleh aglomerasi. Aglomerasi yaitu penggabungan antara
partikel-partikel kristal. Biasanya aglomerasi dihindari saat terjadinya proses
pengkristalan dikarenakan struktur aglomerat lebih lemah daripada struktur kristal
(Fachry, 2008).
Rendemen = ...........................................
Berat akhir sampel
×100
Berat awal sampel
(5.1.)
(Nurcahyono, 2015).
Aplikasi rekristlisasi dalam dunia industri salah satunya adalah pada peningkatan
kadar garam krosok lokal kualitas agar dapat memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Dapat diperoleh hasil kadar NaCl terbaik pada garam hasil rekristalisasi disertai preparasi
dengan waktu kristalisasi 15 jam, dengan kadar 399044,234 ppm (99,969%). Kadar ini
telah memenuhi SNI 06-0303-1989 sebesar (98,5% d.b) (Rositawati, 2013).
3

5.3. Tinjauan bahan


A. Aquadest
- rumus molekul : H2O
- berat molekul : 18,02 gram/mol
- bentuk fisik : cair
- titik didih : 100 oC
- densitas : 1 g/cm3
- pH :7
B. Calium oxide
- rumus molekul : CaO
- berat molekul : 56,08 gram/mol
- bentuk fisik : padatan (berupa kristal)
- titik didih : 2850 oC
- densitas :-
- pH : 10
C. Barium hydroxide octahydrate
- rumus molekul : Ba(OH)2.8H2O
- berat molekul : 315,46 gram/mol
- bentuk fisik : padatan
- titik didih :-
- densitas :-
- pH :-
D. Sodium chloride
- rumus molekul : NaCl
- berat molekul : 58,44 gram/mol
- bentuk fisik : padatan (kristal bubuk)
- titik didih : 1413 oC
- densitas :-
- pH :7

E. Hydrochloric acid
- rumus molekul : HCl
- berat molekul : -
- bentuk fisik : cair
- titik didih : 100 oC
- densitas : 1,161 g/cm3
- pH : <1
F. Ammonium carbonate
- rumus molekul : (NH4)2CO3
- berat molekul : 96,11 g/mol
- bentuk fisik : padat
4

- titik didih :-
- densitas : 1,5 g/cm3
- pH :-
5.4. Alat dan Bahan
A. Alat-alat yang digunakan: B. Bahan-bahan yang digunakan:
- Beakerglass - larutan Ba(OH)2
- corong - larutan CaO
- gelas ukur - garam dapur
- pemanas - larutan (NH4)2CO3
- pengaduk - kertas pH
- kertas saring
- larutan HCl 0,1 M

5.5. Prosedur Percobaan


- Melarutkan 16 gram garam dapur ke dalam 50 mL air (dalam gelas beaker)
dengan pemanasan sampai mendidih lalu diaduk
- Menambahkan 0,2 gram CaO ke dalam larutan tersebut
- Menambahkan larutan Ba(OH)2 tetes demi tetes hingga tidak terbentuk lagi
endapan
- Menambahkan larutan (NH4)2CO3 tetes demi tetes sambil diaduk
- Menyaring campuran tersebut ke dalam gelas beaker dan menetralkan filtrat
dengan menambahkan larutan HCl encer tetes demi tetes hingga netral
- Menguapkan larutan sampai kering
- Menimbang NaCl yang diperoleh.
5.6. Data Pengamatan
Tabel 5.1. Data Pengamatan rekristalisasi garam dapur
No. Perlakuan Hasil
5

1. Perlakuan awal
16 gr NaCl + 100 mL Aquadest panas diaduk Larutan berwarna putih
dan dipanaskan sampai mendidih larutan 1 sedikit keruh
2. Kristalisasi melalui penguapan - Larutan berwarna putih
Larutan 1 + 0,2 gr CaO Larutan 2 keruh
- Ada endapan
- Larutan berwarna putih
Larutan 2 + Ba(OH)2 encer Larutan 3
keruh
- Ada endapan
Larutan 3 + (NH4)2CO3 Larutan 4 Larutan berwarna putih
Penyaringan dan filtratnya dinetralkan dengan keruh
HCl menjadi larutan 5 Larutan bening
3. Rekristalisasi melalui pengendpan: - Kristal berwarna putih
Larutan 5 + HCl larutan 6 - Berat Kristal 11,18 gram
Larutan 6 NaCl murni

5.7. Persamaan Reaksi


2NaCl + CaO CaCl2 + Na2O
CaCl2 + Na2O + Ba(OH)2 2NaOH + BaCl2 +CaO
2NaOH + Ba(OH)2 + CaO + (NH4)2CO3 NaCl + Ba(OH)2+ CaCO3 + NH4Cl
NaCl + Ba(OH)2 + NH4Cl + HCl BaCl2 + NaCl + NH3 + Cl2 + H2O
5.8. Dokumentasi

Gambar 5.1. Proses Penguapan Gambar 5.2. Hasil Rekristalisasi


5.9. Pembahasan
6

- Melarutkan 16 gram garam dapur ke dalam 50 mL air di Beakerglass dengan


pemanasan sampai mendidih sambil diaduk agar garam cepat larut, data yang
didapat larutan berwarna putih keruh.
- Menambahkan 0,2 gram CaO ke dalam larutan yang berfungsi untuk
mengendapkan zat-zat pengotor yang didalam garam dapur. Data yang didapatkan
yaitu larutan berwarna putih keruh dan ada sedikit endapan.
- Menambahkan larutan Ba(OH)2 ke dalam larutan yang bertujuan untuk
menghilangkan endapan atau mencegah terbentuknya endapan lagi. Data yang
didapatkan yaitu larutan berwarna putih keruh dan masih terdapat sedikit endapan
- Kemudian menambahkan larutan (NH4)2CO3 pada larutan sambil diaduk
yang bertujuan agar larutan menjadi jenuh. Data yang didapatkan yaitu larutan
berwarna putih keruh.

- Penyaringan larutan ke dalam Erlenmeyer agar didapatkan filtrat. Filtrat


kemudian dinetralkan dengan menambahkan HCl agar pH yang diperoleh netral.
- Penguapan filtart bertujuan agar mendapatkan kristal murni NaCl
- Penimbangan NaCl murni didapatkan 11,18 gram dan persentase yang
didapatkan yaitu 69,875%
5.10. Kesimpulan
- Garam dapur murni didapatkan dengan dua cara yaitu kristalisasi dan
rekristalisasi. Kristalisasi adalah proses yang pemisahan zat terlarut dari suatu
larutan kemudian membentuk kristal. Kristalisasi juga disebut sebagai suatu
pembentukan partikel padatan di dalam sebuah fasa homogen. Sedangkan
rekristalisasi adalah teknik pemurnian suatu zat padat dari campuran atau
pengotornya yang dilakukan dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut
setelah dilarutkan dalam pelarut (solven) yang sesuai atau cocok.
- Dari praktikum berat kristal NaCl murni yang didapatkan yaitu 11,18 gram
dan persentase kristal NaCl murni yang didapatkan yaitu 69,875%.