Anda di halaman 1dari 18

Pengamatan pada awetan preparat kering

Hewan 1 : Daphnia sp.

Gambar hasil pengamatan


Keterangan :

1. Antena
2. Hati
3. Brood chamber (Ruang merenung)
4. Telur
5. Compound eye (senyawa telur)
6. Carapace
7. Legs with bristies (kaki)

Pembahasan

Klasifikasi Daphnia sp.


Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Subklas : Branchiopoda
Divisi : Oligobranchiopoda
Ordo : Cladocera
Famili : Daphnidae
Genus : Daphnia
Spesies : Daphnia sp

Ciri-ciri Daphnia sp. sebagai berikut :


1. Ukurannya cukup kecil 0,2-0,3 mm.
2. Berenangnya tersendat-sendat, tidak mulus, mudah ditangkap oleh larva yang belum dapat
aktif berenang dengan cepat.
3. Bentuk tubuhnya yang pipih, warnanya dapat berbeda-beda bergantung habitatnya
(lingkungan hidupnya). Pada kolam yang dangkal dengan dasar gelap, Daphnia sp. berwarna
coklat kekuningan sampai coklat kemerahan, kelabu bahkan hampir hitam.
4. Biasanya individu betina bentuknya lebih besar dari jantan. Jantan lebih aktif bergerak dan
antenula lebih besar. Umur Daphnia sp. 28-33 hari di wadah terkontrol seperti bak, 28-31
hari pada kultur dengan menggunakan kotoran ayam. Daphnia sp. dapat menjadi dewasa
pada umur 4 hari, dapat beranak selang 2 hari sekali. Daphnia sp. dapat berkembang biak
tanpa kawin, hasilnya adalah individu betina dan telur.
5. Makanan Daphnia sp. dapat berupa protozoa, bakteri, alga bersel tunggal, detritus dan bahan
organik terlarut. Daphnia sp. merupakan organisme yang bersifat non selektif filter feeder
(tanpa memilih makanan), mengambil makanan dengan cara menyaring makanan.

Kesimpulan

Daphnia adalah termasuk jenis zooplankton yang hidup di air tawar, mendiami kolam-
kolam atau danau-danau. Daphnia dapat tumbuh dari fase naupli sampaifase dewasa melalui
4-5 kali moulting. Daphnia merupakan sumber pakan bagi ikan kecil, burayak dan juga
hewan kecil lainnya. Kandungan proteinnya bisa mencapai lebih dari 70% kadar bahan
kering. Kematian dapat disebabkan karena suhu yang berubah-ubah. Dengan berfluktuasinya
suhu menyebabkan terjadinya disosiasi ammonia menjadi bahan-bahan beracun.
Pengamatan pada awetan preparat kering

Hewan 2 : Amoeba proteus

Gambar hasil pengamatan


Keterangan :

1. Vakuola kontraktil
2. Mitokondria
3. Nukleus
4. Nukleolus
5. Vakuola makanan
6. Pseudopodia
7. Endoplasma
8. Sitoplasma
9. Ectoplasma
10. Uroid
11. Plasma membran
12. Biurets dan triurets
13. Plasmagel
14. Hyaline layer
15. Hyaline cap

Pembahasan
Klasifikasi ilmiah
Domain: Eukaryota
Kerajaan: Amoebozoa
Upafilum: Lobosa
Kelas: Tubulinea
Upakelas: Sarcodina
Ordo: Tubulinida
Famili: Amoebidae
Genus: Amoeba
Spesies: ''A. proteus''
Nama binomial
Amoeba proteus
Pal.

Ciri-ciri Amoeba sebagai berikut :


1. Memiliki kaki semu (pseudopodia) sebagai alat gerak
2. Bersel satu
3. Hidup bebas, di tanah atau tempat berair yang mengandung zat organiik
4. Berkembang biak dengan membelah diri (pembelahan biner)

Kesimpulan
Amoeba ada yang dibungkus cangkang atau tanpa selubung cangkang (telanjang).
Amoeba telanjang bentuknya asimetris dan selalu berubah, sebaliknya Amoeba bercangkang
luarnya berbentuk simetris. Sitoplasma terbagi dalam ekto dan endoplasma, pseudopia ada
yang tipe lobopodia (pada amoeba telanjang) atau tipe filopodia (pada amoeba bercangkang)
Amoeba hidup di air tawar, air laut, dan tanah.
Mencakup semua tempat yang berair. Ketika amoeba bergerak, amoeba akan
menjulurkan pseudopodia dan mengaitkan ujungnya dan kemudian mengeluarkan lebih
banyak sitoplasma ke dalam pseudopodia. Sitoskeleton yang terdiri dari mikrotubul dan
mikrofilamen, berfungsi dalam pergerakan amoeboid. Aktivitas pseudopodia terlihat kacau,
akan tetapi sesungguuhnya amoeba menunjukkan pergerakan yang terarah ketika mereka
merayap menuju suatu sumber makanan.
Pengamatan pada awetan preparat kering

Hewan 3 : Spongia sp.

Gambar hasil pengamatan


Pembahasan

Klasifikasi Spongia sp.


Kingdom : animalia
Kelas : demospongia
Ordo : asconasa
Family : ascanosae
Genus : spongia
Spesies : spongia sp

Ciri-ciri Spongia sp. :


1. Memiliki banyak pori pada permukaan tubuhnya
2. Dinding tubuh tersusun atas 2 lapisan yaitu lapisan luar (epidermis) dan lapisan dalam
3. Alat pencernaan bersifat amoeba, sel-sel pinociolity menangkap oksigen yang berlarut
dalam
air dan diteruskan kedalam yakni sel-sel dianosyt selanjutnya oksigen diedarkan keseluruh
tubuh oleh anebocyt
4. Berkembang biak secara seksual dan aseksual perkembangbiakan belum dilakukan dengan
alat kelamin khusus

Kesimpulan

Porifera, umumnya hewan-hewan anggota filum ini hidup di laut dan hanya beberapa
yang hidup di air tawar. Hewan-hewan ini tidak aktif, tidak bertangkai (tubuh dalam
pangkalnya). Hidup menempel ( sesil ) pada cakram basal. Memiliki saluran air berupa
ostium dan oskulum. Ostium terletak di seluruh permukaan tubuh sebagai tempat masuknya
air. Oskulum hanya terdapat pada bagian atas tubuh porifera ( spongosol ) dan berfungsi
sebagai tempat keluarnya air. Porifera terdiri atas tiga kelas yakni kelas Calcarea,
Hexactinellida, dan Demospongia. Spesies yang kami temukan dari kelas Demospongia yaitu
Spongia sp.
Pengamatan pada awetan preparat kering

Hewan 4 : Balantidium coli

Gambar hasil pengamatan


Keterangan :
1. Micronucleus
2. Cilia
3. Vestibule
4. Cytostome
5. Contractile vacuole
6. Pellicle
7. Cytoplasm
8. Macronucleus
9. Food vacuoles
10. Cytopyge

Pembahasan

Klasifikasi Balantidium coli


Sub Kingdom : Protozoa
Filum : Sarcomastigophora
Sub filum : Sarcodina
Kelas : Kinetofragminophorasida
Ordo : Trichostomatorida
Famili : Balantidiidae
Genus : Balantidium
Spesies : Balantidum coli

Ciri-ciri Balantidium coli :


1. Bentuk oval, panjang 30-100 µm, lebar 30-80 µm, seluruh permukaan tubuh ditumbuhi
rambut (cilia)
2. Terdapat cytostome (mulut sel) pada bagian anterior dan cytopyge (alat pembuangan)
pada bagian posterior
3. Memiliki dua buah inti, makronukleus berbentuk seperti ginjal dan mikro-nukleus
berbentuk bulat, keduanya berdekatan
4. Terdapat vakuola kontraktil pada sitoplasma

Kesimpulan

Balantidium coli merupakan protozoa usus terbesar dan satu-satunya golongan ciliata
manusia yang patogen. Balantidium coli menyebabkan penyakit balantidiasis. Penyakit ini
bisa masuk ke tubuh manusia melalui adanya kontak, terutama dengan hewan babi.
Gejala klinik dari balantidiasis adalah diare dengan konstipasi, tidak nafsu makan,
muntah, cachexia. Terkadang juga dapat menyebabkan gangguan ekstra intestinal, urethritis
dan peritonitis. Diagnosisnya dengan cara ditemukan bentuk trofozoit dalam tinja encer dan
kista dalam tinja padat.
Pengamatan pada awetan preparat kering

Hewan 5 : Paramecium caudatum

Gambar hasil pengamatan


Keterangan :
1. Silia
2. Vakuola kontraktil
3. Selaput sel
4. Makronuklues
5. Mikronukleus
6. Makanan
7. Pori-pori mulut
8. Vakuola makanan
9. Pori-pori anal

Pembahasan

Klasifikasi Paramecium caudatum


Kingdom : Protista
Filum : Protozoa
Kelas : Ciliata
Ordo : Holotricha
Famili : Paramecidae
Genus : Paramecium
Spesies : Paramecium caudatum

Ciri-ciri Paramecium caudatum sebagai berikut :


1. Berbentuk menyerupai sandal
2. Bergerak cepat
3. Bergerak berputar (rotasi)
4. Alat gerak berupa rambut getar
Kesimpulan
Paramecium caudatum termasuk kelompok Siliata (Chiliophora), dimana di seluruh
tubuhnya diliputi oleh silia yang berfungsi sebagai alat geraknya dan mencari makanan.
Paramecium caudatum hidup di air tawar, pada tumbuhan yang membusuk yang mengandung
banyak zat organik dan bakteri. Hal ini sesuai dengan pendapat Campbell (2003) bahwa
Paramecium ditutupi oleh ribuan silia individual.
Paramecium terutama memakan bakteri. Barisan silia disepanjang celah mulut
berbentuk corong menggerakkan makanan ke dalam mulut sel, dimana makanan itu ditelan
melalui fagositosis. Paramecium seperti protista air tawar lainnya, secara konstan mengambil
air masuk ke dalam tubuh melalui osmosis dari lingkungan hipotonik. Vakuola kontraktil
yang mirip kantung akan mengakumulasikan kelebihan air itu dari kanal radial dan secara
periodik mendorongnya melalui membran plasma dengan cara kontraksi sitoplasma
disekitarnya.
Habitat alami mereka adalah air tawar, Paramecium Sp mengambil air dari hipotonik
lingkungan melalui osmosis dan menggunakan kandung kemih seperti kontraktil vakuola
untuk mengumpulkan kelebihan air dari kanal radial dan mengusir berkala melalui membran
plasma oleh kontraksi sekitarnya sitoplasma. Paramecium distribusi diseluruh dunia diair
tawar kolam, aliran air, sungai, danau, sawah.
Pengamatan pada awetan preparat kering

Hewan 6 : Opalina

Gambar hasil pengamatan


Keterangan :

1. Endosplasma
2. Ectoplasma
3. Nukleus
4. Grannle
5. Silia
Pembahasan

Klasifikasi Opalina
Sub Kingdom : Protozoa
Filum :
Sarcomastigophora
Sub filum : Opalinata
Kelas : Opalinea
Ordo : Opalinida
Famili : Opalinidae
Genus : Opalina
Spesies : Opalina sp.

Ciri-ciri Opalina sebagai berikut :


1. Bertubuh pipih dan oval
2. Tidak memiliki mulut
3. Tidak memiliki vakuola kontraktil maupun vakuola makanan
4. Tubuh ditutupi dengan silia yang berfungsi sebagai alat gerak dan memiliki banyak inti

Kesimpulan

Opalina ranarum sp. termasuk dalam filum Ciliophora bersifat parasit pada kloaka
kata. Spesies ini berbentuk pelikel, lonjong, pipih, dengan silia, dan tidak mempunyai
sitostom, dan vakuola kontraktil. Di dalam sitoplasma ditemukan banyak nuklei yang
berukuran sama. Spesies ini menyerap makanan dari tubuh inangnya.

Pengamatan pada awetan preparat kering

Hewan 7 : Eurytrema pancreaticum

Gambar hasil pengamatan


Pembahasan

Klasifikasi Eurytrema pancreaticum


Phyllum : Platyhelminthes
Class : Trematoda
Ordo : Digenea
Family : Dicrocoelidae
Genus : Eurytrema
Species : Eurytrema pancreaticum

Ciri-ciri Eurytrema pancreaticum sebagai berikut :


1. Ukuran cc dewasa : 8-16x5-8,5 mm
2. Tubuh tebal dan berduri
3. Sucker besar, oral sucker, ventral sucker
4. Faring kecil & esofagus pendek
5. Genital pore bermuara sedikit di belakang percab intestine
6. Ovarium terletak dekat pertengahan tubuh & posterior testes
7. Uterus terletak di posterior tubuh
8. Telur berukuran 40-50 X 23-34 mikron

Kesimpulan
Perbedaan cacing jantan dan cacing betina ordo Digenea dilihat berdasarkan organ
reproduksinya. Cacing Fasciola terdapat dua spesies yang penting tersebar diseluruh dunia
adalah : Fasciola hepatica (wilayah iklim dingin sampai sedang), parasit pada hati domba dan
Fasciola gigantika (beriklim tropis), parasit pada hati sapi. Eurytrema Pancreaticum parasit
pada saluran pankreas dan kadang-kadang saluran empedu dan duodenum kambing, domba,
sapi, kerbau dan manusia. Cacing paraphystomum dewasa berbentuk konus dan tidak pipih
parasit pada lambung depan ruminansia. Tapi beberapa spesies berparasit pada usus
ruminansia, babi dan kuda.