Anda di halaman 1dari 3

Langkah-langkah Operasi/

No Alat/Bahan
Jenis Kegiatan
19 SIRKUMSISI 1. Gunting 2
1. Tandai batas insisi dengan menjepit 2. Pinset anatomis 2
kulit prepusium dengan 3. Klem lurus 3 buah
klem/pinset. 4. Klem bengkok (mosquito) 1 buah
2. Prepusium dijepit klem pada jam 5. Neddle holder 1 buah
11, 1 dan jam 6 ditarik ke distal. 6. Jarum cutting
3. Preputium dijepit dengan klem 7. Spuit 3 cc dan lidocain 2
bengkok dan frenulum dijepit 8. Kassa steril 20
dengan kocher 9. Plester
4. Preputium diinsisi pada jam 12 10. Duk steril bolong
diantara jepitan klem dengan 11. Handscon steril
menggunakan gunting kearah 12. Alkohol 70 % dan betadine
sulcus coronarius, sisakan mukosa 13. Tempat sampah
kulit secukupnya dari bagian distal
sulcus pasang tali kendali
5. Pindahkan klem (dari jam 1 dan 11
) ke ujung distal sayatan (jam 12
dan 12’)
6. Insisi meingkar kekiri dan kekanan
dengan arah serong menuju
frenulum di distal penis (pada
frenulum insisi dibuat agak
meruncing (huruf V), buat tali
kendali )
7. Buat tali kendali pada jam 3 dan 9
8. Gunting dan rapikan kelebihan
mukosa
9. Jahit pada jam 3, 6, 9, 12
10. Bersihkan area sirkumsisi
11. Tutup tepi penis dnegan kasa
12. Berikan hepafix
13. Pindahkan pasien
20 MRM (MASTEKTOMI RADIKAL 1. Scalpel no 3 = 1
MODIFIKASI) 2. Ovarium klem(sponge holding
1. Perawat instrument memberikan forcep) = 2
pinset chirurgis kepada operator 3. Pean (curva klem) = 5
untuk cek keberhasilan 4. Pinset anatomis = 2
anastesi(general anestesi ) 5. Pinset chirurgis = 2
2. Perawat instrumen menggunakan 6. Kocher =4
Kidney Basin / bengkok saat 7. Langen back = 4
memberikan skapel no. 3 yang 8. Towel clip = 6
terpasang bisturi no.10 kepada 9. Needle holder = 2
operator dan pinset chirugis untuk 10. Guntung jaringan(metzenbaum) = 2
insisi bagian atas yang telah 11. Gunting benang = 1
ditandai marker (insisi dimulai dari 12. Bengkok(kidney basin) = 1
medial menuju lateral sambil rawat 13. Kom = 1
perdarahan terutama cabang 14. Yankwer = 1
pembuluh darah). 15. Double hak = 2
3. Perawat instrument memberikan 16. Ellis Klem = 2
couter dan pinset anatomis kepada 17. Kassa steril = 60
operator untuk menghentikan 18. Darm gaas = 2
perdarahan serta untuk 19. Silk 2.0 tapper = 1
memperlebar area incisi mamae. 20. PGA 3.0 tapper = 2
4. Perawat instrument menyiapkan 21. Biosin 4.0 cutting = 2
suction pada area yang di incisi dan 22. NaCl 0.9% = 500 CC
mendekatkan kassa bersih pada 23. Providon iodine 10% = 100 CC
asisten operator 24. Alkohol 70% = 50 CC
5. Perawat instrumen memberikankan 25. Bisturi no 10 = 1
empat kocher kepada operator 26. Cauter/ESU = 1
untuk menjepit area ujung dan 27. Elastic bandage 6 Inchi = 1
asisten operator mengangkat kocher 28. Ground plate = 1
yang telah dijepitkan untuk 29. Approun = 4
memudahkan expose daerah 30. Handscoen ( no. 61/2,7,71/2) 1/2/1 = 4
operasi
6. Perawat instrument memberikan
suction, kassa, pinset anatomis dan
couter untuk menekan perdarahan
7. Perawat instrumen memberikan
langen back kepada asisten operator
untuk mengeksploarasi
8. Perawat instrumen memberikan dua
ellis klem kepada operator untuk
menjepit lemak, jaringan tumor
9. Perawat instrumen menggunakan
kidney basin saat memberikan
skapel no. 3 yang terpasang bisturi
no.10 kepada operator dan pinset
chirurgis untuk incisi bagian bawah
10. Perawat instrumen memberikan
pinset anatomis dan couter kepada
operator
11. Asisten operator membantu
melepaskan kocker yang terpasang
pada incisi bagian atas dan
dipindakahan pada sisi bagian
bawah
12. Asisten operator melepaskan ellis
klem yang menjepit dan
dipindahkan pada sisi satunya yang
terjepit
13. Perawat instrumen memberikan
couter dan pinset anatomis kepada
operator untuk menghentikan
perdarahan dan memperlebar area
operasi.
14. Asisten operator menekan
perdarahan dengan menggunakan
curve klem dan kassa
15. Perawat instrumen menyiapkan
kassa didekat asisten operator
16. Setelah lemak terpisah dengan
lapisan otot, mamae diangkat
ditaruh diatas kidney basin di meja
mayo dan perawat sirkuler
memberikan NaCl 0,9 % diguyur
450cc
17. Asisten operator suction dan
operator menyisiri otot-otot untuk
dibersihkan
18. Berikan selang drainage dan
heating set, pinset chirurgis, Needle
holder
19. Perawat instrumen memberikan
needle holder dan silk 2/0 tapper
untuk menjahit sekitar selang drain
20. Perawat instrumen memberikan
gunting benang kepada asisten
operator
21. Asisten operator menggunting
benang silk yang telang selesai di
heacting
21 HEMOROIDECTOMY 1) Bahan habis pakai (jenis dan
1) Atur posisi litotomi jumlah)
2) Melakukan drapping a) Kassa : 20
3) Memberikan antiseptic area operasi b) Under pad : 1
dengan betadine c) Hepavix : 1
4) Klem posisi arah jam 12,3,6,9 d) Surgical gloves steril : No 7,5
5) Sayat benjolan dengan (1), No. 7 (1) No 6,5 (1)
menggunakan cauter untuk e) Betadine : ±50 cc
mengurangi resiko perdarahan f) NaCl : ±100 cc
6) Klem posisi arah jam 12,3,6,9 dan g) Benang PGA 3.0 : 1
lakukan pemotongan kulit dan 2) Peralatan (jenis dan jumlah)
mukosa a) Set baju op :1
7) Lakukan jahitan b) Set duk steril :1
8) Cek perdarahan c) Kom kecil :1
9) Lakukan jahitan ulang hingga bekas d) Bengkok :1
sayatan benar-benar tertutup e) Pinset anatomis :2
10) Diberikan tampon kasa yang telah f) Pinset sirugis :2
diberi betadin g) Klem bengkok :2
11) Tutupi luka operasi dengan kassa h) Klem pean :5
dan hipavix i) Koker :2
12) Operasi selesai, klien dibersihkan j) Duk klem :6
k) Handle mess :1
l) Gunting jaringan : 1
m) Gunting benang : 1
n) Needle holder :2