Anda di halaman 1dari 10

SMKS Perbankan Yaris

Tahun Pelajaran 2017/2018

Lembar Kerja Siswa ( LKS )

A. Apresiasi Keunikan gagasan, teknik dan bahan dalam karya seni rupa terapan Nusantara
Bangsa Indonesia terkenalk sebagai bangsa yang berbudaya yang memiliki berbagai ragam
kesenian, terutama dalam karya seni rupa terdapat karya-karya yang bernilai seni tinggi. Sejak zaman
nenek moyang hingga sekarang budaya bangsa Indonesia tetap dikagumi oleh bangsa-bangsa lain berkat
kekayaan dan kejayaan seni yang dimiliki.
Kita akan menghayati secara mendalam berbagai karya seni rupa terapan nusantara yang
meliputi keunikan gagasan ( ide),teknik, bahan yang Nampak dan makna karya ciptakan. Dalam apresiasi
ini, kita dituntut memahami dan memiliki pengetahuan tentang keunikan karya seni rupa terapan nusantara
tentang objek dan temanya. Uniik berasal dari kata unique yang artinya tunggal, hanya satu tidak ada
bandingannya tiada yang menyamainya.
Apresiasi artinya menghargai adalah kemampuan seseorang mengenali atau memahami nilai
yang terkandung dalam suatu karya seni sehingga dapat menghargai karya tersebut. Apresiasi sering
dihubungkan dengan menilai ( evaluasi). Penilaian adalah memberikan harga atau menilai besar-kecilnya
atau baik buruknya keindahan seni yang disajikan. Langkah apresiasi dilakukan dengan melihat,
mengamati, menghayati, dan menilai atau penghargaan seseorang kepada seni.
1. Gagasan atau ide pencipta seni rupa :
Gagasan atau ide merupakan tanggapan seseorang menangkap keindahan alam muncul sebuah ide (
gagasan) baru tentrang persepsi keindahan tersebut. Gagasan inilah yang kemudian akan dituangkan
atau diekspresikan ke dalam karya sebuah karya seni. Ekspresi yang dituangkan dalam karya tersebut.
Merupakan maksud isi hati yang disampaikan oleh penciptanya yang sering disebut makna karya.
Makna karya seni rupa ini adalah pesan yang disampaikan seniman ( pencipta karya seni). Keoada
apresiator. Makna hanya dapat disebutkan sebagai isi karya. Isi karya seni ini bisa berbentuk potensi,
kekuatan, daya dari subjek pencipta dalam menyampaikan isi hati menurut pengalaman artistiknya.
2. Keindahan seni rupa:
Dalam apresiasi kita membutuhkan pengertian dulu tentang keindahan seni ruopa, baik seni rupa murni
maupun seni terapan.
Keindahan seni rupa tampak karena adanya kesatuan unsur bentuk yang harmonis dan memiliki isi(
pesan, makna, dan maksud). Dengan kata lain, keindahan seni rupa terletak pada kesempurnaan
dalam menggambarkan isi hati subjek pencipta kedalam bentuk karya seni yang memiliki kesatuan
harmonis. Kesempurnaan daapat dicapai dengan penataan komposisi yang benar meliputi unsur-unsur
seni rupa ( component of design )dan azas-azas atau prinsip seni rupa ( principle of design). Jika dalam
seni rupa terapan perlu dipertimbangkan segi kegunaan atau penerapannya ini meliputi segi keamanan
( faktor utility) perlu dipertimbangkan. Segi kegunaan atau penerapan ini meliputi segi kemanan (
security), kenyamanan ( comfortable) dan keluwesan ( flexibility).
Karya seni rupa yang disajikan akan menyampaikan kesan, antara lain : agung, senang, susah,
romantic, kemanusiaan dan lain-lain. Namun cita rasa ini hanya terkesan sementara atau belum tuntas.
Kesan akhir yang diperoleh penghayatan berupa rasa haru yang bernilai kepusan. Kepuasaan
merupakan hasil inti setelah menghayati karya seni.
Keindahan seni rupa selalu kita nilau berdasarkan kaidah-kaidah seni rupa yang ada. Kaidah-kaidah
atau norma dalam mengukur segi artistic sebuah karya seni rupa yang terdiri dari :
1. Unsur-unsur seni rupa ( component of design ) : garis, bidang, warna, bangun, tekstur, kedalaman
dan lain-lain.
2. Prinsip-prinsip seni rupa ( principle of design ) : kesatuan, penonjolan, irama, keseimbangan,
harmoni dan lain – lain.
Penataan unsur dengan prinsip-prinsip tertentu sehingga menjadi pola jadi yang matang disebut
komposisi. Kegiatan membuat komposisi berarti menciptakan suatu karya seni, yang diharapkan
memperoleh suatu bentuk dan dalam bentuk itu akan terkandung suatu yang bermakna tertentu.
Unsur seni rupa adalah bagian-bagian yang akan disusun atau ditata, anatara lain :
a. Garis: garis lurus, lengkung,patah,zig-zag, bebas dan lain-lain
b. Bidang : persegi,bujur sangkar, elips,segi gita, bidang geoometris, maupun non geometris
c. Warna : warna primer, sekunder,tertier, netral, gelap-terang, kontras, komplemen, mononton
d. Tekstur : halus, kasar, licin,bergerigi, berbulu, bergelombang
e. Bangun : bola, balok, silinder,kubus, oval, kerucut
f. Kedalaman adalah bentuk yang meruang atau merongga
Prinsip-prinsip seni rupa merupakan pedoman dalam penataan unsur-unsur seni rupa, sehingga
memperoleh bentuk karya seni rupa yang dikehendaki sesuai dengan gagasan perupanya. Prinsip-
prinsip seni rupa tersebutr antara lain :
a. Kesatuan adalah penataan unsur untuk memperoleh kesatuan antara unsur unsur yang saling
berhubungan erat, yang menunjukkan keutuhan yang serasi, tidak terpecahkan atau terpisah-
pisah.
b. Penonjolan dimaksudkan sebagai penataan unsur untuk memperoleh kesan yang paling menonjol
sebagian unsur dari sebagian yang lain.
c. Keseimbangan berarti suatu prinsip yang membuat karya seni memiliki kestabilan dan kesan berat
yang sama, sehingga memiliki kesatuan yang harmonis
d. Irama adalah pedoman susunan ulang unsur yang ditata berturutan jarak, takanan berat atau
kesimbangan, tinggi rendah, besar-kecil dan sebagiannya.
e. Harmonis adalah penataan unsur agar diperoleh keserasian, ketenangan yang tiada perpecahan
f. Prinsip yang lain diantaranya :
 Proporsi ( ukuran perbandingan)
 Stilasi ( pengayaan)
 Deformasi ( pengurangfan atau pemisah bentuk
 Repetisi ( pengulangan)
 Distori ( pengeliatan)
 Oposisi ( pertentangan)
 Variasi ( macam-macam hiasan dan model)
3. Teknik berkarya seni rupa terapan
Teknik yang dimaksud adalah cara seseorang mewujudkan gagasan ( ide) menjadi sesuatu yang
menarik sehingga mempunyai nilai perwujudan dengan penggunaan media yang berupa alat dan
bahan seni rupa.
4. Makna karya seni rupa
Ekpresi yang dituangkan dalam karya seni rupa merupakan isi hati yang disampaikan oleh
pencptanya yang sering disebut makna karya. Makna karya ini adalah pesan yang disampikan
seniman kepada apresiator. Makna hanya dapat disebutkan sebagai isi karya. Isi karya seni bisa
berbentuk potrensi, kekuaran,daya dari subjek pencipta dalam menyampaikan isi hati mwwnurut
pengalaman artistiknya.
B. Latihan apresiasi seni rupa terapan nusantara.
Berikut ini contoh menulis hasil apresiasi terhadap keunikan karya seni rupa yang meliputi :

a. Gagasan atau ide : perwujudan benda terapan bentuk


guci yang indah
b. Keindahan karya : bentuk yang unik yang ditata dari
bahan unsur warna yang antic dan tekstur bervariasi.
Keseimbangan bentuk yang harmonis dengan kesatuan
yang Nampak
c. Teknik berkarya : membutsir
d. Bahan berkarya : tanah liat
e. Makna berkarya : menggambarkan benda terapan yang
indah, sehingga sangat indah untuk pajang.

A. Pengertian Musik

Musik adalah adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama,
lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat
menghasilkan bunyi-bunyian. Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk
mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar
musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang
bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. Seni musik adalah hasil karya yang diwujudkan
dalam bentuk suara. Seni music adalah hasil gagasan. Isi hati yang dicetuskan dan
dikeluarkan secara teratur dan indah dalam bentuk bahasan bunyi ( lagu) yang dapat dihayati
oleh pendengar.

B. Fungsi Musik Nontradisional


Musik nusantara yang beraneka ragam merupakan kekayaan khazanah budaya bangsa
Indonesia.
1. Musik Sebagai Sarana Ekspresi Diri
Seorang senimuan musik akan lebih gampang lagi dalam berekspresi atau menyatakan
sebuah perasannya melewati musik yang dimainkannya. Selain untuk memperlihatkan bakatnya,
mengeluarkan perasaan melewati musik ini akan lebih gampang lagi untuk diterima. Apalagi
jikalau musik tersebut seperti vokal yang berisi kata-kata yang memang telah tersusun bagus dan
mudah juga untuk kita pahami dan mengerti. Dan juga diiringi oleh lantunan-lantunan nada yang
mewakili ekspresi yang dikeluarkan olehnya.
Misalkan contoh jikalau kita ingin berekspresi sedih, nada-nada yang dimainkan seperti
nada yang memiliki tempo halus dan lambar. Begitupun dengan sebaliknya, apabila nada-nada
musik itu cepat dan menggebu-gebu umumnya nada tersebut mewakili ekspresi bahagia dan
senang.
2. Musik Sebagai Alat Penghibur
Musik jua bisa sangat efektif sekali dalam menghibur seseoang. Selama musik itu
dianggap indah sudah pasti dan sangat diyakini bahwa musik tersebut bisa menghibur diri kita
atau juga orang lain. Bahkan seseorang ini sangat memerlukan sekali adanya musik yang
bertujuan untuk menghibur diri ketika sedang dilanda kebosanan, galau, sedih dan persoalan-
persoalan lainnya.
3. Musik Bisa dijadikan Sebagai Sarana Terapi
Musik bisa dijadikan sebagai bahan terapi awal mulanya dikenalkan oleh perang dunia ke-II
untuk mengobatu para korbang yang mengikuti peperangan. Saat ini musik-musik tersebut
banyak dimanfaatkan untuk terapi penyakit, misalkan seperti penyakit mental atau kelumpuhan
organ tubuh seseorang.
4. Musik Sebagai Sarana Upacara
Di Indonesia musik pasti akan terus selalu berkaitan erat dengan upacara-upacara
tertentu seperti pesta pernikahan, kelahiran, kematian dan juga upacara kegamaan dan juga
kenegaraan. Pada beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh suatu alat musik dipercayai
mempunyai kekuatan magis.
5. Musik Sebagai Sarana Komersial
Untuk para seniman musik atau disebut dengan musisi, musik adalah salah datu
sumber dari pendapatan. Mereka merekan hasil dari karya mereka dalam pita kaset atau CD.
Setelah itu mereka akan menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya mereka memperoleh
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
6. Musik Sebagai Sarana Tari
Musik akan selalu cocok jika dihubungkan dengan tarian. Keduanya saling
berhubungan dengan adanya kemiripan pola dan juga ritme satu sama lainnya, suatu tarian yang
tanpa diiringi irama musik akan terasa hampa dan menyusahkan untuk sang penari.
7. Musik Sebagai Sarana Pendidikan
Sebagai media penndidikan, musik juga digunakan dalam proses belajar mengajar di
sekolah. Musik digunakan untuk menciptakan rasa cinta kepada tanah air untuk para siswa
melalu lagu-lagu perjuangan. Tidak hanya itu, lagu daerah juga bisa digunakan untuk media
pendidikan siswa dalam menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan suku, agama dan ras.
8. Musik Sebagai Sarana Komunikasi
Pada beberapa tempat di Indonesia, suara-suara instrumen tertentu yang mengandung
arti tertentu juga untuk anggota kelompok masyarakatnya. Suara-suara itu mempunyai pola
ritme tertentu yang menandai jika ada suatu kejadian atau kegiatan yang ingin diinformasikan
kepada masyarakat. Intsrumen yang biasanya digunakan oleh masyarakat Indonesia yaitu seperti
badug, kentongan dan lonceng di gereja.
9. Musik Sebagai Sarana Kreativitas
Kreatif adalah sifat yang dikaitkan pada diri seseorang yang dihubungkan dengan
kemampuan atau daya untuk menciptakan sesuatu. Sifat kreativitas ini selalu dibutuhkan
untuk mengikuti tingkah laku manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.

Unsur-unsur musik

. Melodi
Melodi adalah tingkatan tinggi rendahnya dan panjang pendeknya nada pada musik. Dalam
sebuah musik melodi akan terdengar seperti nada yang seolah-olah bergerak menuju puncak lalu
kembali pada kondisi sebelumnya. Melodi terbagi menjadi pitch, tone dan durasi.
Pitch adalah suatu hal yang mengatur serangkaian not yang digambarkan dengan alfapet A
sampai G. Not-not tersebut menjadi melodi dalam jangka waktu tertentu atau durasi tertentu. Not
tersebut bisa diperoleh oleh bermacam alat musik dengan warna suara yang berbeda, atau dikenal
dengan nama tone. Pitch juga dikenal dengan timbre atau warna suara.
2. Ritme (Irama)
Ritme (Irama) adalah rangkaian gerak yang beraturan dan menjadi unsur utama dari musik.
Ritme terbentuk dari sekelompok bunyi dan diam panjang pendeknya dalam jangka waktu yang
bermacam-macam, membentuk pola irama dan bergerak sesuai pulsa pada setiap ayunan birama
(Jamalus,1998: 7).
Irama memiliki fungsi untuk menngatur suara dan hening. Unsur dari irama terdiri dari not,
ketukan dan tempo. Suapaya Irama pada musik tetap teratur, musik tadi harus sesuai dengan
tempo yang terdiri dari not-not yang dimainkan dengan satu ketukan. Tempo disini memiliki
fungsi untuk mengatur kecepatan saat memainkan musik bisa diatur dan disesuaikan.
3. Harmoni
Harmoni merupakan cabang dari ilmu pengetahuan musik yang membahas dan membicarakan
tentang keindahan dari komposisi musik (Banoe, 2003: 180). Harmoni adalah bagian yang
mengaitkan nada atau kunci (kord) yang berlangsung terus menerus.
Dalam musik harmoni akan kelihatan saat terdapat keseimbangan diantara momen penekanan
dan pelepasan. Harmoni tersusun dari kunci, skala dan interval. Interval adalah jarak yang
terdapat antara dua buah nada. Dalam musik kunci adalah serangkaian not yang mengatur
keharmonisan suatu melodi dalam suatu interval tertentu.
Sedangkan skala adalah sekumpulan not yang memiliki peran sebagai kerangka dari suatu musik.
Skala juga memiliki fungsi sebagai acuan untuk menentukan not yang akan dimainkan dalam
musik.
4. Dinamik
Dinamik merupakan tingkatan keras dan lembutnya cara seseorang memainkan musik, keras dan
lembut dibutuhkan agar musik tidak terdengar monoton atau datar. Keadaan keras dan lembut
tadi mempunyai istilah tersendriri di dalam permainan musik, seperti Piano (p= lembut),
Pianissimo (pp= sangat lembut), Mezzo piano (mp= setengah lembut), Mezzo forte (mf=
setengah keras), Forte (f= keras), Fortissimo (ff= sangat keras).
Selain itu masih banyak lagi tanda dinamik lainnya yang dipakai yaitu Crescendo dan
Decrescendo. Crescendo menandakan suapay musik dimainkan dengan keras. Sebaliknya,
Descrescendo menandakan bahwa agar musik dimainkan dengan lembut.
5. Tangga Nada
Tangga nada merupakan urutan dari suatu nada yang disusun layaknya seperti tangga. Tangga
nada terbagi menjadi 2, yaitu tangga nada diatonnik dan pentatonik. Tangga nada diatonik adalah
tangga nada yang terdiri dari 7 nada berdasarkan pada interval-interval yang sudah ditentukan.
Sedangkan tangga nada pentatonik atau pentatonis adalah tangga nada yang hanya terdiri dari 5
nada pokok. Suatu tangga nada pasti ada satu nada dasar yang diikuti oleh nada-nada lainnya
yang bisa lebih rendah atau bahkan lebih tinggi dengan pola interval dengan pola interval
tertentu, sehingga tercipta bentuk yang khas tersendiri.

1.PENGERTIAN TARI

Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk
keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut
musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan.
Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Menurut
jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru.

definisi seni tari menurut para tokoh dan pakar yang mendalami seni tari, diantaranya sebagai
berikut:

Hawkins (1990: 2) menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh
imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis
dan sebagai ungkapan si pencipta.
La Mery (1987: 12) mendefinisikan bahwa tari adalah ekspresi yang berbentuk simbolis dalam
wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan.Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo
mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif.
M. Jazuli (Soeryobrongto:1987, 12-34) mengemukakan bahwa tari adalah gerak-gerak anggota
tubuh yang selaras dengan bunyi musik. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk
mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari.
Tari menurut Soedarsono adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak yang indah dan
ritme

2.sumber gerak tari

Macam – macam sumber gagasan tari.Seniman dalam menciptakan sebuah karya seni tari
langkah awal dengan menentukan gagasan tari. Seniman dalam menentukan gagasan tari
haruslah berdasarkan konsep tertentu yang di dalamnya terdapat aspek kehidupan manusia dan
unsure – unsure estetis. Contoh – contoh sumber gagasan antara lain cerita rakyat, kehidupan
sehari – hari, dongeng dan legenda.

1. Cerita rakyat

Gagasan tari dapat bersumber dari cerita rakyat. Cerita rakyat biasanya bersifat turun – temurun
dan diceritakan dari mulut ke mulut (oral) dan jarang diceritakan secara tertulis. Cerita rakyat
beraneka ragam di setiap daerah menjadi karya tari yang beragam. Gagasan tari yang bersumber
pada cerita rakyat merupakan jenis tari yang susunan gerak tarinya tidak mengacu pada pola,
norma keindahan, atau kaidah yang pasti. Contohnya tarian sacral yaitu tari baris, gabor dari bali.
Tarian profan seperti tari pencak silat, suntrep, tarawangsa, jatilan, panah. Jaran kepang, kuda
lumping, jaipongan, banyumasan, payung, lilin, saman, topeng betawi, punan leto.

2. Kehidupan sehari – hari


Kegiatan dan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari juga dapat dijadikan sebagai
sumber gagasan dalam penciptaan seni tari. Cita – cita menjadi motivasi dan dinamika gerak,
sedangkan idealisme menjadi bobot yang kreatif. Pengalaman akan membawa bentuk sendirinya,
terwujud atas keseimbangan segala keunsurannya Yang terpadu dalam kemantapan, pilihan dan
rasa. Daur kehidupan yang dapat dijadikan sumber untuk gagasan tari antara lain peristiwa
kelahiran, potong gigi, potong rambut yang pertama, turun tanah, kematian, berburu, menanam
padi, panen, pembangunan tempat suci, persiapan perang dan lain sebagainya. Contoh tari hudog
dari kaltim, tari rejang, tari sang hyang dedari.

3. Dongeng

Tiap – tiap daerah memiliki kekayaan dongeng dengan beragam nilai. Hal ini dapat dijadikan
sumber gagasan / tema tari. Contoh tarian yang bersumber gagasan dari dongeng antara lain tari
kecak dari bali, tari mahabarata dan Ramayana, tari kuncaran, tari topeng, tari samba, tari kecak.

5. Legenda

Legenda yang mengakar pada kehidupan masyarakat juga merupakan sumber pembentuk tema
karya seni tari. Legenda berasal dari legend yang berarti cerita rakyat pada zaman dahulu yang
ada hubungan dengan peristiwa sejarah. Contoh tarian adalah reog ponorogo.

Ruang
Ruang merupakan elemen pertama dalam gerak tari dan disini diartikan bahwa elemen merupkan
unsur pokok dalam tari yang juga akan menentukan hasil dari gerak tari. Hal ini bisa terjadi
karena mustahil jika suatu gerakan tari lahir dengan tidak ada ruang gerak. Setiap penari akan
bisa memberikan gerakan karena adanya ruangan yang untuk bergerak. Ruang gerakan dalam
tari ini seperti :

 Posisi, adalah arah dalam gerakan tari yang arah nya berhadapan dan juga arah gerak
 Leve atau Tingkatan Gerak
 Jangkauan gerak

Posisi dalam gerakan tari merupakan aspek ruang yang ada dalam elemen tari. Dimana posisi ini
akan memberikan petunjuk arah yang hadap dan juga arah gerakan yang dilakukan oleh penari.
Arah hadap yang di lakukan oleh para penari saat melakukan gerakan tari salah satu contohnya
yaitu :

 Arah kedepan muka


 Arah kebelekang
 Arah Sudut Kanan dan Sudut Kiri
 Arah Samping Kanan dan Samping Kiri

Selain arah hadap yang di lakukan oleh para penari, maka penari juga memiliki arah gerak yang
di lakukan dalam pementasan tari, arah gerak yang dilakukan oleh para penari biasanya adalah
sebagai berikut ini :

 Arah Maju dan Mundur


 Arah Kesamping Kanan dan Samping Kiri
 Arah Zig – Zag
 Arah Berputar yang searah dengan Jarum Jam

Selain itu gerakan tari juga memiliki ruang yang lainnya yaitu Level atau sering di sebut dengan
tingkatan gerak. Bisa dijelaskan juga bahwa level yang masuk kedalam ruang lingkup gerakan
tari seperti berikut ini :
1. Level Atas : adalah level yang akan ditunjukkan oleh para penari dengan memberikan
penampilan gerakan tari yang di mulai dari posisi kaki menjinjit, kaki tetap menjinjit dan
sampai dengan gerakan – gerakan tari yang lain nya seperti lompat.
2. Level Sedang : adalah level gerakan tari yang akan di tunjukkan oleh para penari dengan
berbagai posisi saat menari dengan duduk.
3. Level Sedang : adalah level gerakan tari dengan posisi berdiri dan posisi kaki sedikit
menekuk sampai dengan posisi kaki di luruskan kembali. (Baca juga : Seni Lukis)

Sehingga setiap gerakan – gerakan yang di lakukan oleh penarim dalam tarian – tarian yang
berbeda maka tidak akan jauh dari aturan – aturan yang sudah ada dan aturan yang harus di taati
dalam melakukan gerakan tarian untuk memberikan petunjuk dari beberapa penata tarian yang
lainnya. Maka dari itu, gerakan yang ada di dalam komposisi gerakan tarian selalu memberikan
motivasi dan akan memberikan beberapa alasan tertentu.

Salah satu contoh yang ada dalam elemen ruang ini adalah gerakan trisik yang ada di dalam
tarian Jawa.Dalam tarian trisik ini yang berasal dari jawa yaitu para penari akan melakukan
gerakan – gerakan yang sudah ada dengan melakukan posisi kaki sedikit menjinjit dan di ikuti
dengan gerakan – gerakan pendek atau lari – lari kecil. Dan jika penari tidak melakukan gerakan
seperti itu maka penari dianggap salah, sehingga penari juga harus hati – hati dan harus
mengikuti gerakan – gerakan yang seharusnya di lakukan.

Sehingga berdasarkan contoh – contoh yang sudah ada maka kita semua bisa menyimpulkan
bahwa gerakan yang ada di dalam elemen tari merupakan suatu gerakan yang sudah memiliki
aturan dan juga memiliki batasan dalam melakukan jangkauan gerak tari yang telah di tentukan
menurut aturan – aturan dalam tarian tersebut. Sehingga, gerakan tari juga akan memiliki
jangkauan – jangkauan yang tertentu sehingga dalam gerakan tari yang dilakukan akan memiliki
batasan – batasan dalam ruang gerak tertentu.

Di dalam rangkaian yang ada dalam gerakan tari yang telah di ungkapkan oleh para penari yang
ada maka ada beberapa :

 Perubahan
 Perbedaan
 Kombinasi Penggunaan Arah Hadap
 Arah Gerak
 Jangkauan Gerak
 Peraturan Level

Hal yang sudah di sebutkan di atas akan memberikan kontras masing – masing dan selanjutnya
dari kontras akan menghasilkan beberapa aksen sehingga memberikan kesan yang menarik dan
penuh dengan kekuatan. Maka di lihat dari sini letak potensi yang lahir nya dari dinamika ruang.

Waktu atau Tempo


Setiap gerakan tari yang diungkapkan oleh para penari dalam tarian nya tidak hanya dengan satu
gerakan saja. Untuk mengungkapkan gerakan tari di dalam tarian maka pada dasarnya
merupakan salah satu susunan dari beberapa rangkaian gerakan yang memiliki pola. Apabila
penari ingin melakukan gerakan dari beberapa gerakan yang ada, secara tiba – tiba akan terlihat
alihan dari gerakan satu dan menuju ke gerakan yang selanjutnya.

Untuk saat ini akan terlihat kosong jika suatu saat sebagai nafas dari ungkapan gerakan tari yang
satu dengan gerakan yang lain nya maka hal ini akan menunjukkan bahwa di dalam menyajikan
suatu tarian sudah banyak waktu dan tempo yang akan di gunakan sebagai sisipan di antara gerak
tari. Walaupun sudah ada nya waktu yang disisipkan dalam sekejap, maka dari itu ada unsur
pokok dari gerak tari yang berada di samping tenaga dan juga ruangan adalah waktu atau tempo.
Elemen waktu gerak tari yang berada di ruang lingkup seni sudah di dominasi oleh beberapa
ritme dari gerak dan juga tempo gerak. Ritme gerak adalah elemen yang ada di dalam seni tari
yang diawali dan juga diakhiri suatu gerakan atau beberapa rangkaian gerakan. Dan sedangkan
tempo adalah ukuran dari gerakan tari yang berupa waktu untuk menyelesaikan gerakan tari
dalam satu rangkaian. Untuk mengetahui dinamika tempo atau waktu maka seorang penari juga
harus bisa mengatur beberapa irama gerakan yang di lakukan. Selain ini, para penari juga harus
benar – benar cermat dalam melakukan gerakan dan mengontrol perubahan – perubahan ritme
dari gerakan atau irama yang cepat dan lambat, tempo pendek dan tempo panjang.

Tenaga
Elemen seni tari juga meliputi tenaga dimana pengaturan dan pengendalian dari tenaga saat
melakukan pergerakan tari merupakan kunci utama yang harus dimiliki dan dikuasai oleh para
penari agar para penari lebih mudah melakukan pergerakan tari dan juga hasil tarian nya lebih
kreatif sehingga memberikan penampilan yang indah. Tenaga merupakan salah satu kekuatan
yang akan memberikan :

 Pengawakan
 Pengendalian
 Menghentikan Gerak

Timbulnya elemen tenaga yang ada di seluruh tubuh gerakan penari akan menjadikan gerakan
tubuh. Kemudian tenaga yang digunakan dalam gerakan tari ini yang akan menimbulkan suatu
dinamika tarian. Didalam gerakan tari yang sudah menjadi satu rangkaian maka tidak hanya
menggunakan tenaga dengan satu macam saja.

Dalam elemen gerakan tari yang berdasarkan tenaga ini ada beberapa tenaga juga : tenaga ringan
dan tenaga yang kuat. Maka dari itu semua para menari harus hati – hati dalam melakukan
gerakan tari dan harus lebih cermat serta menggunakan konsentrasi yang penuh agar bisa
memanfaatkan tenaga dengan baik dan sesuai. Setiap penari yang ingin melakukan gerakan tari
dengan menggunakan tenaga, maka penari bisa menggunakan tenaga dalam melakukan gerakan
seperti :

 Intensitas : adalah gerakan tari yang berkaitan dengan suatu kuantitas dari tenaga dalam
tarian sehingga akan menghasilkan suatu gerakan dengan tingkat ketenagaan.
 Aksen : adalah gerakan tari yang akan muncul ketika penari melakukan gerakan dengan
cara tiba – tiba dan kontras, hal ini sering juga di sebut dengan tekanan.
 Kualitas : adalah suatu gerakan tari yang timbul dengan cara menggunakan atau
menyalurkan tenaga. Jika di dalam gerakan yang akan melakukan memiliki intensitas
yang tinggi maka bisa menggunakan tenaga yang tinggi atau sebaliknya.

Unsur-Unsur Drama

Dalam drama, hampir mirip seperti kebanyakan karya lainnya, memiliki dua unsur di dalamnya,
yakni unsur intrinsik serta unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur yang terdapat pada
struktur karya drama itu sendiri. Sedangkan unsur ekstrinsik dalam drama merupakan unsur
unsur penyusun drama yang terletak di luar struktur karya sastranya.

A. Unsur Intrinsik

1. Tema
Tema merupakan ide pokok yang mendasari jalan cerita suatu drama. Tema sendiri dapat
diungkapkan secara langsung (eksplisit) maupun secara tidak langsung (implisit).

2. Alur
Alur merupakan rangkaian peristiwa yang dirangkai secara seksama. Dalam rangkaiannya, alur
memiliki tahapan tahapan yang menyusun cerita dalam drama menjadi sedemikian rupa.
Tahapan tahapan tersebut antara lain :

 Orientasi – Orientasi merupakan tahapan awal meliputi pengenalan latar dari cerita dari drama
tersebut, baik latar waktu; latar tempat; serta latar suasana yang terjadi di dalam cerita.
 Komplikasi – Tahapan ini berisi urutan kejadian-kejadian dalam drama yang sistematis yang
dikembangkan dari hubungan sebab akibat. Pada bagian ini, tokoh tokoh yang terlibat dalam
cerita mulai diperkenalkan, serta karakter masing masing tokoh mulai dimunculkan. Selain itu
pada tahapan ini konflik mulai sedikit dikenalkan.
 Evaluasi – Tahapan ini merupakan puncak dari rangkaian alur. Konflik cerita menjadi fokus
utama pada bagian ini. Tahapan pada evaluasi terdiri dari pengenalan konflik lebih lanjut,
klimaks, hingga penyelesaian konflik mulai sedikit diperkenalkan.
 Resolusi – Yang menjadi fokus pada tahapan ini adalah penyelesaian konflik yang dihadapi tokoh
utama. Pada tahapan resolusi ini solusi – solusi dari konflik dimunculkan. Serta teka teki yang
dimunculkan pada awal awal cerita akan terjawab pada tahapan ini.
 Koda (Coda) – Pada bagian ini semua konflik sudah terselesaikan dan menjadi akhir dari suatu
drama. Tahapan terakhir ini biasanya menyimpulkan kembali amanat, nilai, maupun pelajaran
yang ingin disampaikan sepanjang pertunjukan drama.

Secara umum alur dibedakan menjadi dua, yakni alur maju (alur progresif) serta alur mundur
(alur regresif). Alur maju atau alur progresif merupakan rangkaian kejadian yang diceritakan
maju atau menceritakan kejadian kejadian yang akan terjadi seiring berjalannya
waktu. Sedangkan alur mundur atau alur regresif merupakan rangkaian kejadian yang diceritakan
secara mundur atau menceritakan kejadian sekarang namun rangkaian lanjutannya merupakan
kejadian kejadian yang sudah terjadi sebelumnya, sebelum kejadian sekarang. Dalam
perkembangannya, dikenal pula alur maju mundur, yakni alur yang memiliki rangkaian cerita
berupa kombinasi dari alur maju serta alur mundur.

3. Penokohan

Penokohan merupakan penggambaran watak dari tokoh yang tergambar dari sikap, perilaku,
ucapan, pikiran, dan pandangan tokoh tersebut dalam setiap situasi yang dihadapi dalam drama.
Watak suatu tokoh dalam drama dapat diungkapkan melalui beberapa cara, mulai dari 1)
Tindakan atau perbuatan, 2) Dialog atau ucapan, 3) Pikiran serta perasaan, 4) Penampilan.

Dalam beberapa drama, watak tokoh juga kadang diungkapkan lewat narasi dari narator.
Berdasarkan pengungkapan watak tokohnya, penokohan terdapat dua metode penokohan sebagai
yakni :

 metode analitik, yakni diungkapkan secara langsung melalui narasi yang ada oleh narator
 metode dramatik, yakni melalui tingkah laku, ucapan, perasaan, serta penampilan fisik tokoh.

Selain metode penokohan, berdasarkan perannya, tokoh dalam suatu drama dapat dibedakan
menjadi tiga tokoh, yakni,

 Protagonis : tokoh yang memiliki watak baik atau berperan sebagai orang baik.
 Antagonis : tokoh yang memiliki watak kurang baik (tercela) atau berperan sebagai orang jahat.
 Tritagonis : tokoh pembantu yang memiliki terkadang menjadi pendukung tokoh protagonis
namun di sisi lain terkadang juga menjadi pendukung tokoh berwatak antagonis.

Jika dilihat dari kedudukan tokoh dalam cerita atau drama, tokoh dibedakan menjadi tokoh
utama (sentral) serta tokoh bawahan (sampingan). Tokoh utama merupakan tokoh yang memiliki
jalannya cerita, atau dalam kata lainnya jalannya cerita dalam drama tersebut berpusat pada
sekitar tokoh utama. Sedangkan tokoh sampingan merupakan tokoh yang muncul dalam
cerita yang masih memiliki hubungan dengan tokoh utama, serta bukanlah sorotan utama
jalannya cerita.

4. Latar
Latar merupakan keadaan yang ingin digambarkan dalam drama yang meliputi tempat, waktu,
serta suasana yang ingin ditampilkan, selain itu latar sosial seperti hubungan tokoh dengan
lingkungannya juga masuk dalam unsur latar.

 Aspek Ruang – Aspek ruang menggambarkan tempat kejadian dari suatu cerita atau babak
dalam sebuah drama.
 Aspek Waktu – Aspek waktu menggambarkan kapan suatu cerita atau babak dalam sebuah
drama terjadi. Aspek ini sangat berpengaruh pada penyampaian alur yang akan dibawakan
dalam drama.
 Aspek Suasana – Aspek ini menggambarkan suasana yang terjadi dalam suatu cerita atau babak
dalam sebuah drama. Biasanya hubungan antar tokoh juga dimasukkan dalam aspek ini karena
hubungan suatu tokoh dianggap dapat menciptakan suasana yang akan dibangun dalam sebuah
cerita.

5. Amanat
Unsur amanat atau pesan merupakan unsur yang wajib ada dalam sebuah drama mapun karya sastra
lainnya. Amanat atau pesan merupakan nilai didik yang ingin disampaikan oleh penulis naskah lakon
kepada penonton melalui pertunjukan yang dipentaskan, baik secara eksplisit dan implisit. Nilai-nilai
yang terkandung dapat berupa nilai agama, sosial, moral, dan budaya yang pada intinya memberikan
suatu pelajaran hidup yang bermanfaat bagi penonton