Anda di halaman 1dari 17

Pendahuluan

Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskular, jantung di bentuk oleh organ –
organ muscular, apex, basis cordis,atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran
jantung kira –kira panjang 12 cm,lebar 8-9 cm serta tebal kira 6cm. setiap harinya jantung
berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 200 galon darah atau
setarah dengan 7.571 liter darah. Posisi jantung terletak di antara kedua paru dan berada di
tengah – tengah dada bertumpuh pada diagprama thoracsis dan berada kira – kira 5 cm di atas
processus xiphoideus. Selaput yang membungkus jantung disebut pericardium dimana terdiri
antara lapisan fibrosa dan serosa dan cavum pericardii yang berisi 50 cc yang berfungsi sebagai
pelumas agar tidak ada gesekan antara pericardium dengan epicardium. Ada 4 ruangan dalam
jantung dimana dua dari ruangan itu disebut atrium dan sisinya adalah ventrikel,pada orang
awam dikenal dengan serambi dan ventrikel di kenal sebagai bilik.1

Secara Makro2,3

Secara normal jantung dibungkus oleh perikardium yang terletak pada mediastinum medialis dan
sebagiannya lagi tertutup oleh jaringan paru. Bagian depan dari jantung sendiri dibatasi oleh
sternum dan iga 3, 4, dan 5.Hampir dua pertiga bagian jantung terletak di sebelah kiri garis
media sternum. Jantung juga terletak diatas diafragma, dengan posisi miring ke depan kiri dan
apeks kordis berada paling depan dari rongga dada. Apeks ini dapat diraba pada ruang sela iga
4 dan 5 di dekat garis medio- klavikuler kiri. Batas kranial sendiri dibentuk oleh aorta acendens,
arteri pulmonal dan vena kava superior. Ukuran dari atrium kanan dan berat jantung tergantung
pada umur, jenis kelamin, tinggi badan, lemak epikardium dan nutrisi bagian –bagianya secara
anatomi sebagai berikut :

1
 Arteri Koroner3

Arteri koroner adalah jaringan pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi kaya darah
ke jaringan otot jantung.Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui keluar aorta, arteri utama
tubuh. Dua arteri koroner, disebut sebagai "kiri" dan "kanan" arteri koroner, muncul dari awal
aorta, di dekat bagian atas jantung. Segmen awal dari arteri koroner kiri disebut koroner utama
kiri. Ini pembuluh darah adalah sekitar lebar dari jerami soda dan kurang dari satu inci
panjang. Ini cabang-cabang menjadi dua arteri sedikit lebih kecil: anterior kiri turun arteri
koroner dan arteri koroner kiri sirkumfleksa. Anterior kiri turun arteri koroner tertanam di
permukaan sisi depan jantung. Para sirkumfleksa meninggalkan lingkaran arteri koroner sekitar
sisi kiri jantung dan tertanam di permukaan bagian belakang jantung, Daerah ini jaringan otot
jantung berhenti berfungsi dengan baik. Kondisi ketika arteri koroner menjadi
tersumbat menyebabkan kerusakan pada jaringan otot jantung berfungsi disebut infark
miokard atau serangan jantung.

 Superior Vena Cava

Superior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa oksigen –
ke darah dari tubuh ke jantung. Vena dari kepala dan memberi makan tubuh bagian
atas ke dalam vena kava superior yang bermuara ke atrium kanan jantung.

 Inferior Vena Cava

V. kava inferior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa
oksigen de-darah dari tubuh ke jantung. Vena dari kaki dan umpan dada rendah ke v.
kava inferior, yang bermuara ke atrium kanan jantung.

2
 Aorta

Aorta adalah pembuluh darah tunggal terbesar di tubuh. Ini adalah kira-kira diameter
ibu jari Anda. Kapal ini membawa darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri ke
berbagai bagian tubuh.

 Arteri Paru

Arteri paru adalah pembuluh yang mengangkut darah beroksigen dari ventrikel kanan
ke paru-paru. yang umum adalah bahwa semua arteri membawa darah yang kaya
oksigen. Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh arteri yang
membawa darah dari jantung.

 Vena Paru

Vena paru adalah pembuluh yang mengangkut darah yang kaya oksigen dari paru ke
atrium kiri. Kesalah pahaman yang umum adalah bahwa semua urat membawa darah
beroksigen.Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh vena yang
membawa darah ke jantung.

 Atrium Kanan

Atrium kanan menerima darah dari oksigen dari tubuh melalui vena kava superior
(kepala dan tubuh bagian atas) dan vena cava inferior (kaki dan dada lebih
rendah). Simpul sinoatrial mengirimkan impuls yang menyebabkan jaringan otot
jantung dari atrium berkontraksi dengan cara yang terkoordinasi seperti
gelombang. Katup trikuspid, yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan,
terbuka untuk memungkinkan darah ke oksigen dikumpulkan di atrium kanan
mengalir ke ventrikel kanan.

 Ventrikel Kanan
3
Ventrikel kanan menerima darah de-oksigen sebagai kontrak atrium kanan. Katup
paru menuju arteri pulmonal tertutup, sehingga untuk mengisi ventrikel dengan
darah. Setelah ventrikel penuh, mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kanan,
katup trikuspid menutup dan katup paru terbuka. Penutupan katup trikuspid mencegah
darah dari dukungan ke atrium kanan dan pembukaan katup paru memungkinkan
darah mengalir ke arteri pulmonalis menuju paru-paru.

 Atrium Kiri

Atrium kiri menerima darah yang beroksigen dari paru-paru melalui vena paru-
paru. Sebagai kontraksi dipicu oleh node sinoatrial berlangsung melalui atrium, darah
melewati katup mitral ke ventrikel kiri.

 Ventrikel Kiri

Ventrikel kiri menerima darah beroksigen sebagai kontrak atrium kiri. Darah
melewati katup mitral ke ventrikel kiri. Katup aorta yang menuju ke aorta tertutup,
memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh,
mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kiri, katup mitral menutup dan katup aorta
terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium kiri dan
pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta dan mengalir ke
seluruh tubuh.

 Papiler Otot

Otot-otot papiler melampirkan ke bagian bawah dari dinding bagian dalam


ventrikel. Mereka terhubung ke tendinea korda, yang melekat pada katup trikuspid

4
dalam ventrikel kanan dan katup mitral pada ventrikel kiri. Kontraksi otot-otot papiler
membuka katup-katup ini. Ketika otot papiler santai, dekat katup.

 Korda Tendinae

Para tendinea korda adalah tendon yang menghubungkan otot papiler ke katup
trikuspid dalam ventrikel kanan dan katup mitral pada ventrikel kiri. Sebagai kontrak
otot papilaris dan bersantai, korda tendinea mengirimkan Kenaikan dan penurunan
tegangan ke masing-masing katup, menyebabkan mereka untuk membuka dan
menutup. Para korda tendinea adalah string seperti dalam penampilan dan kadang-
kadang disebut sebagai "string jantung."

 Katup Trikuspid

Katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan. Ini terbuka
untuk memungkinkan darah de-oksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke
ventrikel kanan. Ini menutup sebagai kontrak ventrikel kanan, mencegah darah
kembali ke atrium kanan, dengan demikian, memaksanya untuk keluar melalui katup
pulmoner ke dalam arteri paru-paru.

 Katup Mitral

Katup mitral memisahkan atrium kiri dari ventrikel kiri. Ini terbuka untuk
memungkinkan darah beroksigen dikumpulkan dalam atrium kiri mengalir ke
ventrikel kiri. Ini menutup sebagai kontrak ventrikel kiri, mencegah darah kembali ke
atrium kiri, dengan demikian, memaksanya untuk keluar melalui katup aorta ke dalam
aorta.

 Katup Pulmonal

5
Katup pulmonal memisahkan ventrikel kanan dari arteri paru-paru. Sebagai kontrak
ventrikel, itu terbuka untuk memungkinkan darah de-oksigen dikumpulkan dalam
ventrikel kanan mengalir ke paru-paru, Ini menutup sebagai ventrikel rileks,
mencegah darah kembali ke jantung.

 Katup Aorta

Katup aorta memisahkan ventrikel kiri dari aorta. Sebagai kontrak ventrikel, itu terbuka untuk
memungkinkan darah beroksigen dikumpulkan dalam ventrikel kiri mengalir ke seluruh
tubuh. Ini menutup sebagai ventrikel rileks, mencegah darah kembali ke jantung, Untuk gambar
katup dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini:

Gambar 01. Jantung beserta dengan Katup – katup

Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom yaitu saraf simpatis dan parasimpatis.
Serabut – serabut saraf simpatis mempersarafi daerah atrium dan ventrikel termasuk pembuluh
darah koroner. Saraf parasimpatis terutama memberikan persarafan pada nodus sinoatrial,
atrioventrikular dan serabut – serabut otot atrium, dapat pula menyebar ke ventrikel kiri.
Persarafan simpatis eferen preganglionik berasal dari medulla spinalis torakal atas, yaitu torakal
3- 6, sebelum mencapai jantung akan melalui pleksus kardialis kemudian berakhir pada ganglion
servikalis superior, medial, atau inferior. Serabut post – ganglionik akan menjadi saraf kardialis
untuk masuk ke dalam jantung.3,4

6
Persarafan parasimpatis berasal dari pusat nervus vagus di medulla oblongata dan serabut
– serabutnya akan bergabung dengan serabut simpatis di dalam fleksus kardialis. Rangsang
simpatis akan dihantar oleh asetilkolin. Pendarahan jantung berasal dari aorta melalui dua
pembuluh darah koroner utama yaitu arteri koroner kanan dan kiri. Kedua arteri ini keluar dari
sinus valsalva aorta. Arteri koroner kiri bercabang menjadi ramus nodi sinoatrialis, ramus
sirkumfleks dan ramus interventrikularis anterior. Arteri koroner kanan bercabang menjadi
ramus nodi sinoatrialis, ramus marginalis dan ramus interventrikularis posterior. Aliran balik dari
otot jantung dan sekitarnya melalui vena koroner yang berjalan berdampingan dengan arteri
koroner akan masuk ke dalam atrium kanan melalui sinus koronarius. Selain itu terdapat juga
vena – vena kecil yang disebut Vena Thebesii yang bermuara langsung ke dalam atrium kanan.
Pembuluh limfe pada jantung terdiri dari 3 kelompok fleksus yaitu subendokardial, miokardial
dan subepikardial. Penampungan cairan limfe dari kelompok fleksus yang paling besar adalah
fleksus subepikardial, dimana pembuluh – pembuluh limfe akan membentuk satu trunkus yang
berjalan sejajar dengan arteri koroner kemudian meninggalkan jantung di depan arteri pulmonal
dan berakhir pada kelenjar limfe antara vena kava superior dan arteri inominata.4

Gambar 02. Struktur Anatomi Jantung

o Secara Mikro5

Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu endokardium, miokardium dan epikardium.

1. Endokardium,

7
Miokardium merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel. Endokardium ini berupa lapisan
tipis mengkilat di seluruh permukaan dalam jantung. Bangunan yang terdapat dalam
endokardium ini antara lain:

- Muskuli papilaris
- Korda tendinea
- Katub-katub

Pada muskuli papilaris dan corda tendinea tidak ditemukan adanya sel endotel, itu karena
musculi papillaris dan corda tendinea merupakan modifikasi dari sel otot polos. Endokardium
pun homolog dengan tunika intima pada pembuluh darah. Struktur histologis endokardium
sendiri juga dibedakan lagi menjadi 3 lapisan yaitu lapisan dalam, lapisan tengah
(elastomuskuler), dan subendokardium. Lapisan subendokardium ini terdiri dari jaringan ikat
longgar. Di lapisan subendokardium terdapat vena, saraf, dan sel purkinje.5,7

2. Miokardium,

Miokardium terdiri dari otot polos. Miokardium pada ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan
pada ventrikel kanan. Sel otot yang khusus pada atrium dapat menghasilkan atriopeptin, ANF
(Atrial Natriuretic Factor), kardiodilatin dan kardionatrin yang berfungsi untuk mempertahankan
keseimbangan cairan dan elektrolit. Miokardium terdiri dari 2 jenis serat otot yaitu serat
kondukdi dan serat kontraksi. Serat konduksi pada jantung merupakan modifikasi dari serat
otot jantung dan menghasilkan impuls. Serat konduksi terdiri dari 2 nodus di dinding atrium
yaitu nodus SA dan AV, bundle of His dan serat purkinje, Serat purkinje merupakan
percabangan dari nodus AV yang terletak di subendokardium. Sel purkinje mengandung
sitoplasma yang besar, sedikit miofibril, dan kaya akan mitokondria serta glikogen dan juga
mempunyai 1 atau 2 nukleus yang terletak di sentral. Serat kontraksi merupakan serat silindris
yang panjang dan bercabang. Setiap serat terdiri hanya 1 atau 2 nukleus di sentral. Serat
kontraksi mirip dengan otot lurik karena memiliki striae. Untuk sarkoplasmanya banyak
mengandung mitokondria yang besar. Ikatan antara dua serat otot ini dilalui oleh fascia adherens,
macula adherens (desmosom), dan gap junctions.

8
3. Epikardium

Epikardium terdiri dari 3 lapisan yaitu perikardium viseral, lapisan subepikardial dan
perikardium parietal. Perikardium viseral terdiri dari mesothelium ( epitel selapis pipih). Untuk
lapisan subepikardial terdiri dari jaringan ikat longgar dengan pembuluh darah koroner, saraf
serta ganglia. Sedangkan perikardium parietal terdiri dari mesotelium dan jaringan ikat.

Untuk lebih jelasnya mengenai ketiga lapisan tersebut, dapat dilihat pada gambar 3 di bawah ini:

Gambar 03. Lapisan yang terdapat pada Dinding Jantung 6,7

o Mekanisme Kerja jantung 8,9

Darah yang rendah kandungan oksigen dan tinggi CO2 yang berasal dari sirkulasi
sistemik dihantarkan melalui vena kava superior dan inferior menuju atrium kanan, masuk ke
ventrikel kanan lalu dihantarkan melalui arteri pulmonalis menuju paru untuk di-oksigenasi
kembali. Darah yang telah kaya akan oksigen akan masuk melalui vena pulmonalis menuju

9
atrium kiri, lalu masuk ke ventrikel kiri untuk dihantarkan menuju sirkulasi sistemik melalui
pembuluh aorta. Demikian seterusnya hal itu akan terjadi. Sedangkan kontraksi otot jantung
untuk mendorong darah dicetuskan oleh potensial aksi yang akan menyebar melalui membran sel
otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkan
sendiri, suatu sifat yang dikenal dengan otoritmisitas. Terdapat dua jenis khusus sel otot jantung
yaitu 99% sel otot jantung kontraktil yang melakukan kerja mekanis, yaitu memompa. Sel – sel
pekerja ini dalam keadaan normal tidak menghasilkan potensial aksi sendiri. Sebaliknya,
sebagian kecil sel sisanya adalah sel otoritmik yang tidak berkontraksi tetapi mengkhususkan diri
untuk mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggungjawab untuk kontraksi
sel – sel pekerja. Kontraksi otot jantung dimulai dengan adanya aksi potensial pada sel otoritmik.
Penyebab pergeseran potensial membran ke ambang masih belum diketahui. Secara umum
diperkirakan bahwa hal itu terjadi karena penurunan siklis fluks pasif K+ yang keluar langsung
bersamaan dengan kebocoran yang lambat Na+. Di sel – sel otoritmik jantung, antara potensial –
potensial aksi permeabilitas K+ tidak menetap seperti di sel saraf dan sel otot rangka.
Permeabilitas membran terhadap K+ menurun diantara potensial – potensial aksi, karena saluran
K+ diinaktifkan maka yang mengurangi aliran keluar ion kalium positif mengikuti penurunan
gradien konsentrasi mereka. Karena influks pasif Na+ dalam jumlah kecil tidak berubah, maka
bagian dalam secara bertahap mengalami depolarisasi dan bergeser ke arah ambang. Setelah
ambang tercapai, terjadi fase naik dari potensial aksi sebagai respon terhadap pengaktifan saluran
Ca2+ dan influks Ca2+ kemudian, fase ini berbeda dari otot rangka. Kemudian fase turun
disebabkan oleh efluks K+ yang terjadi karena terjadi peningkatan permeabilitas K+ akibat
pengaktifan saluran K+. Setelah potensial aksi usai, inaktivasi saluran – saluran K+ ini akan
mengawali depolarisasi berikutnya. Sel – sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas
ditemukan pada nodus SA, nodus AV, dan berkas His dan serat purkinje.

Sebuah potensial aksi yang dimulai di nodus SA pertama kali akan menyebar ke atrium melalui
jalur antar atrium dan jalur antar nodus lalu ke nodus AV. Karena konduksi nodus AV lambat
maka terjadi perlambatan sekitar 0,1 detik sebelum eksitasi menyebar ke ventrikel. Dari nodus
AV, potensial aksi akan diteruskan ke berkas His sebelah kiri lalu kanan dan terakhir adalah ke
sel purkinje. Potensial aksi yang timbulkan di nodus SA akan menghasilkan gelombang
depolarisasi yang akan menyebar ke sel kontraktil melalui gap junction.

10
Sedangkan kontraksi otot jantung dilihat dari segi biokimia, otot terdiri dari aktin, miosin, dan
tropomiosin. Aktin, G aktin monomerik menyusun protein otot sebanyak 25 % berdasarkan
beratnya. Pada kekuatan ion fisiologik dan dengan adanya ion Mg2+ akan membentuk F aktin.
Miosin, turut menyusun 55 % protein otot berdasarkan berat dan bentuk filamen tebal. Miosin
merupakan heksamer asimetrik yang terdiri dari 1 pasang rantai berat dan 2 pasang rantai ringan.
Troponin ada 3 jenis yaitu Troponin T yang terikat pada tropomiosin, Troponin I yang
menghambat interaksi F aktin miosin dan Troponin C yang mengikat kalsium. Sedangkan untuk
gelombang P merupakan depolarisasi dari atrium kiri dan kanan. Segmen PR merupakan
perlambatan nodus AV. Kompleks QRS adalah depolarisasi ventrikel ( repolarisasi atrium).
Segmen ST adalah kontraksi ventrikel dan pengosongan ventrikel. Gelombang T merupakan
repolarisasi ventrikel. Interval TP merupakan relaksasi ventrikel dan mengisi diri. Nilai normal
untuk gelombang P adalah 0,08 – 0,1 s, interval PR adalah 0,12 – 0,2 s, interval QT adalah 0,32
– 0,4 s, dan kompleks QRS adalah 0,06 – 0,1s.9

o Sirkulasi Peredaran Darah Jantung10

Jantung berfungsi sebagai pompa ganda. Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari
seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal sebagai vena kava. Darah
yang masuk ke atrium kanan berasal dari jaringan tubuh, telah diambil O2-nya dan ditambahi
dengan CO2. Darah yang miskin akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup
ke ventrikel kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru. Dengan
demikian, sisi kanan Jantung memompa Darah yang miskin oksigen ke Sirkulasi Paru. Di
dalam paru, darah akan kehilangan CO2-nya dan menyerap O2 segar sebelum dikembalikan ke
atrium kiri melalui Vena Pulmonalis.

Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri,
bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semus sistim tubuh kecuali paru. Jadi, sisi
kiri Jantung memompa Darah yang kaya akan O2 ke dalam sirkulasi Sistemik. Arteri besar
yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri adalahaorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar
dan mendarahi berbagai jaringan tubuh.

11
Sirkulasi sistemik memompa darah ke berbagai organ, yaitu ginjal, otot, otak, dan semuanya.
Jadi darah yang keluar dari ventrikel kiri tersebar sehingga masing-masing bagian tubuh
menerima darah segar. Darah arteri yang sama tidak mengalir dari jaringan ke jaringan. Jaringan
akan mengambil O2 dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energi. Dalam
prosesnya, sel-sel jaringan akan membentuk CO2 sebagai produk buangan atau produk sisa yang
ditambahkan ke dalam darah. Darah yang sekarang kekurangan O2 dan mengandung CO2
berlebih akan kembali ke sisi kanan jantung. Selesailah satu siklus dan terus menerus berulang
siklus yang sama setiap saat.

Kedua sisi jantung akan memompa darah dalam jumlah yang sama. Volume darah yang
beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi jantung kanan memiliki volume yang sama
dengan darah beroksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh sisi kiri jantung.

Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari Vena ke Atrium ke Ventrikel
ke Arteri. Dua katup jantung yaitu Katup Atrioventrikel (AV) terletak di antara atrim dan
ventrikel kanan dan kiri. Katup AV kanan disebut dengan Katup Trikuspid karena memiliki
tiga daun katup sedangkan katup AV kiri sering disebut dengan Katup Bikuspid atau Katup
Mitral karena terdiri atas dua daun katup. Katup-katup ini mengijinkan darah mengalir dari
atrium ke ventrikel selama pengisian ventrikel (ketika tekanan atrium lebih rendah dari tekanan
ventrikel), namun secara alami mencegah aliran darah kembali dari ventrikel ke atrium ketika
pengosongan ventrikel atau ventrikel sedang memompa.

Dua katup jantung lainnya yaitu Katup Aorta dan Katup Pulmonalis terletak pada sambungan
dimana tempat arteri besar keluar dari ventrikel. Keduanya disebut dengan katup semilunaris
karena terdiri dari tiga daun katup yang masing-masing mirip dengan kantung mirip bulan-
separuh. Katup ini akan terbuka setiap kali tekanan di ventrikel kanan dan kiri melebihi tekanan
di aorta dan arteri pulmonalis selama ventrikel berkontraksi dan mengosongkan isinya. Katup ini
akan tertutup apabila ventrikel melemas dan tekanan ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan
arteri pulmonalis. Katup yang tertutup mencegah aliran balik dari arteri ke ventrikel.

12
Gambar 04. System peredaran Darah Jantung

Walaupun tidak terdapat katup antara atrium dan vena namun hal ini tidak menjadi masalah. Hal
ini disebabkan oleh dua hal, yaitu karena tekanan atrium biasanya tidak jauh lebih besar dari
tekanan vena serta tempat vena kava memasuki atrium biasanya tertekan selama atrium
berkontraksi.

o Enzim Kardiovaskular11

Enzim-enzim kardiovaskular sendiri merupakan protein-protein yang dilepaskan ke dalam


darah oleh otot-otot jantung yang mati. Enzim-enzim kardiak ini meliputi creatine
phosphokinase (CPK), sub-fraksi khusus dari CPK (terutama, fraksi MB dari CPK),
SGOT (serum glutamic-oxaloacetic transaminase), Lactic dehydrogenase (LDH),
dan troponin, dan tingkat-tingkat mereka ini dapat diukur dalam darah. Enzim-enzim kardiak
ini secara khas meninggi dalam darah beberapa jam setelah terjadi penimbulan dari serangan
jantung, tepatnya dalam waktu 6 jam setelah serangan jantung dan menetap selama 36-48 jam.
Enzim CK-MB dalam keadaan normal ditemukan di dalam otot jantung dan dilepaskan ke dalam
darah jika terjadi kerusakan jantung. Kadar enzim ini biasanya diperiksa pada saat penderita
masuk rumah sakit dan setiap 6-8 jam selama 24 jam berikutnya.

13
Sedangkan untuk CPK sendiri, konsentrasi CPK dalam serum meningkat dalam waktu 6-8
jam setelah onset infark, dan akan mencapai puncaknya setelah 24 jam dan turun kembali ke
normal dalam 3-4 hari. Untuk SGOT sendiri enzim ini dilepaskan oleh sel otot miokard yang
rusak atau mati. Konsentrasi dalam serum akan meningkat dalam 8-12 jam setelah onset infark,
dan mencapai puncaknya pada 18-36 jam dan mulai turun kembali setelah 3-4 hari. peningkatan
kadar enzim ini merupakan indikator yang lemah dalam menegakkan diagnosa. Penyebab lain
meningkatnya kadar SGO T adalah gagal jantung dengan bendungan pada hati. LDH hampir
terdapat di semua jaringan tubuh dan kadarnya dalam serum akan meningkat pada berbagai
keadaan. Konsentrasi akan meningkat dalam 24-48 jam, mencapai puncaknya dalam 3-6 hari
setelah onset dan kembali normal setelah 8-14 hari.

o Aliran Listrik (EKG)

Dalam keadaan istirahat, sel jantung berada dalam keadaan terpolarisasi secara elektris, yaitu
bagian dalamnya bermuatan lebih negatif dari pada bagian luarnya. Polaritas listrik ini dijaga
oleh pompa membran yang menjamin agar ion-ion yang diperlukan untuk mempertahankan
bagian dalam sel supaya relatif bersifat elektronegatif-terdistribusi dengan baik.

Kontraksi sel otot jantung untuk memompa darah dicetuskan oleh potensial aksi yang
menyebar melalui membran-membran sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut
secara berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri. Hal ini disebabkan
karena jantung memiliki mekanisme aliran listrik yang dicetuskannya sendiri guna
berkontraksi atau memompa dan berelaksasi.

Potensial aksi ini dicetuskan oleh nodus-nodus pacemaker yang terdapat di jantung
dan dipengaruhi oleh beberapa jenis elektrolit seperti K+, Na+, dan Ca++. Gangguan
terhadap kadar elektrolit tersebut di dalam tubuh dapat mengganggu mekanisme aliran
listrik jantung.

Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung menyebar ke jaringan di sekitar jantung
dan dihantarkan melalui cairan-cairan tubuh. Sebagian kecil aktivitas listrik ini

14
mencapai permukaan tubuh dan dapat dideteksi menggunakan alat khusus. Rekaman
aliran listrik jantung disebut dengan elektrokardiogram atau EKG. EKG adalah
rekaman mengenai aktivitas listrik di cairan tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik
jantung yang mencapai permukaan tubuh. Jadi EKG bukanlah rekaman langsung
aktivitas listrik jantung yang sebenarnya. Berbagai komponen pada rekaman EKG
dapat dikorelasikan dengan berbagai proses spesifik di jantung. EKG dapat digunakan
untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang abnormal, gangguan irama
jantung, serta kerusakan otot jantung. Hal ini disebabkan karena aktivitas listrik akan
memicu aktivitas mekanis sehingga kelainan pola listrik biasanya akan disertai dengan
kelainan mekanis atau otot jantung sendiri.12,13

Gambar 05. Diagram EKG

Sel jantung dapat kehilangan negativitas internalnya dalam suatu proses yang disebut
Depolarisasi.Depolarisasi adalah kejadian listrik yang penting pada jantung. Depolarisasi
berjalan dari satu sel ke sel lain, sehingga menghasilkan gelombang depolarisasi yang dapat

15
berjalan ke seluruh jantung. Gelombang depolarisasi ini menggambarkan aliran listrik, yakni
arus listrik yang dapat dideteksi dengan elektroda-elektroda yang dipasang pada permukaan
tubuh. Sesudah depolarisasi selesai, sel jantung mampu memulihkan polaritas istirahatnya
melalui sebuah proses yang disebut Repolarisasi.13

Kesimpulan

Daftar Pustaka

1. Paryana W. Anatomi tubuh manusia. Edisi 1. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2009.h.88-9


2. Wibowo S. D. Anatomi tubuh manusia. Jakarta: Grasindo; 2002.h.98
3. Faiz O, Moffat D. At a glance anatomi. Jakarta: Erlangga; 2002.h.156-8
4. Nurachmach E. Gangguan system kardiovaskular. Jakarta: PT.Salemba Mustika;
2009
5. Junqueira LC, Carneiro J. Histologi dasar teks dan atlas. 10th ed. Jakarta: EGC; 2007.
p. 368.
6. Eroschenko V. P, alih bahasa. Tambayong J. Atlas histologi di Fiore dengan korelasi
fungsional. Edisi 9. Jakarta: EGC; 2003.h.247-9.
7. Kuehnel. Color atlas of cytology, histology, and microscopic anatomy. 4th ed
Stuttgart: Thieme; 2003. p.366-7.
8. Anderson P. D. Anatomi fisiologi tubuh manusia. Jakarta: EGC; 2009.h.300.
9. Gibson J. Fisiologi dan anatomi modern untuk perawat. Jakarta: EGC; 2004.h.446-8.
10. Sikumbang M. N. Biokimia Harper. Jakarta: EGC; 2003.h.683-690.
11. Rokhaeni H. Buku ajar keperawatan kardiovaskular. Edisi-1. Jakarta: Bidang Diklat
Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional Harapan Kita; 2002.

16
12. Abdul, M. Sistem kardiovaskuler secara umum, denyut jantung dan aktifitas listrik
jantung, dan jantung sebagai pompa. Fisiologi Kardiovaskular. Medan: Bagian
Fisiologi Fakultas Kedokteran USU; 2005.h.7 -16.
13. Thaler M. S, alih bahasa. Wahab A. S. Satu-satunya buku EKG yang anda perlukan.
Edisi 5. Jakarta: EGC; 2009.h.10-1.

17