Anda di halaman 1dari 9

1.

Hemostasis

Hemostasis berasal dari kata haima (darah) dan stasis (berhenti), merupakan
prosesyang amat kompleks, berlangsung secara terus menerus dalam mencegeah
kehilangandarah secara spontan, serta menghentikan pendarahan akibat kerusakan
system pembuluhdarah. Setiap kerusakan endotel pembuluh darah merupakan
rangsangan yang poten untukpembentukan bekuan darah. Proses yang terjadi secara
local berfungsi untuk menutupkebocoran pembuluh darah, membatasi kehilangan darah
yang berlebihan, dan memberikesempatan untuk perbaikan pembuluh darah. Bila
pembuluh darah mengalami cedera atauruptur, hemostasis terjadi melalui beberapa
cara : (1) konstriksi pembuluh darah, (2)pembentukan sumbat trombosit, (3)
pembentukan bekuan darah dan (4) akhirnya terjadipertumbuhan jaringan fibrosa ke
dalam bekuan darah untuk menutup lubang padapembuluh secara permanen.

Konstriksi Pembuluh Darah

Segera setelah pembuluh darah terpotong atau ruptur, dinding pembuluh darah
yangrusak itu sendiri menyebabkan otot polos dinding pembuluh berkontraksi; sehingga
dengansegera aliran darah dari pembuluh yang ruptur akan berkurang. Kontraksi terjadi
sebagaiakibat dari (1) spasme miogenik lokal, (2) faktor autakoid lokal yang berasal dari
jaringanyang terkena trauma dan platelet darah, dan (3) berbagai refleks saraf. Refleks
sarafdicetuskan oleh impuls saraf nyeri atau oleh impuls-impuls sensorik lain dari
pembuluhdarah yang rusak atau dari jaringan yang berdekatan. Namun, vasokonstriksi
yang lebih lagikemungkinan hasil dari kontraksi miogenik setempat pada pembuluh
darah. Kontraksi initerjadi karena kerusakan pada dinding pembuluh darah. Untuk
pembuluh darah yang kecil,platelet mengakibatkan sebagian besar vasokonstriksi
dengan melepaskan sebuahsubstansi vasokonstriktor, tromboksan A 2

.Semakin berat kerusakan yang terjadi, semakin hebat spasmenya. Spasmepembuluh


lokal ini dapat berlangsung beberapa menit bahkan beberapa jam, dan selama
ituberlangsung proses pembentukan sumbat platelet dan pembekuan darah
benar terbentuk dan distabilkan dengan fibrin. Selama beberapa jam, platelet
kehilangantrombosit kehilangan integritas mereka, dan sumbatan muncul sebagai
massa untai fibrin.Susunan ini terjadi tiap saat tiap hari dan melibatkan semua fase dari
hemostasis, tapiplatelet adalah sentral dan semua fungsi dasar dari platelet ikut terlibat.
Formasi fibrin terjadikarena platelet, disamping menempel pada subendothelium
(adhesi) dan yang lain(agregasi), menyediakan permukaan untuk pembentukan factor
koagulasi yang merupakanperan utama terhadap thrombin dan fibrin pada akhirnya.
Jadi 4 fungsi utama platelet adalahadhesi, agregasi, sekresi, dan aktifitas proagulan

Pembentukan Sumbat Platelet

Bila luka pada pembuluh darah berukuran sangat kecil, setiap hari terbentuk
banyaklubang yang sangat kecil di seluruh tubuh

lubang itu biasanya ditutup oleh sumbat platelet,bukan oleh bekuan darah. Untuk
memahami kejadian ini, penting untuk menguraikan dahulusifat-sifat dari platelet itu
sendiri.

Mekanisme Sumbat Trombosit

Trombosit melakukan perbaikan terhadap pembuluh yang rusak didasarkan


padabeberapa fungsi penting dari trombosit itu sendiri. Pada waktu trombosit
bersinggungandengan permukaan pembuluh yang rusak, terutama dengan serabut
kolagen di dindingpembuluh, sifat-sifat trombosit segera berubah secara drastis.
Trombosit mulaimembengkak; bentuknya menjadi irregular dengan tonjolan-tonjolan
yang mencuat daripermukaannya, protein kontraktilnya berkontraksi dengan kuat dan
menyebabkan pelepasangranula yang mengandung berbagai faktor aktif, trombosit itu
menjadi lengket sehinggamelekat pada kolagen dalam jaringan dan pada protein yang
disebut faktor von Wildebrandyang bocor dari plasma menuju jaringan yang trauma;
trombosit menyekresi sejumlah besarADP dan enzim-enzimnya membentuk
tromboksan A2. ADP dan tromboksan kemudianmengaktifkan trombosit yang
berdekatan dan karena sifat lengket dari trombosit tambahanini maka akan
menyebabkannya melekat pada trombosit semula yang sudah aktif.Dengan demikian,
pada setiap lokasi dinding pembuluh darah yang luka, dinding pembuluhyang rusak
menimbulkan suatu siklus aktivasi trombosit yang jumlahnya terus meningkatyang
menyebabkannya menarik lebih banyak lagi trombosit tambahan, sehinggamembentuk
sumbat trombosit. Sumbat ini pada mulanya longgar, namun biasanya
berhasilmenghalangi hilangnya darah bila luka di pembuluh ukurannya kecil. Setelah
itu, selama

proses pembekuan darah selanjutnya, benang-benang fibrin terbentuk. Benang fibrin


inimelekat erat pada trombosit, sehingga terbentuklah sumbat yang kuat.

Pentingnya Mekanisme Trombosit untuk Penutupan Luka

Mekanisme sumbat trombosit sangat penting untuk menutup ruptur-ruptur kecil


padapembuluh darah yang sangat kecil, yang terjadi ribuan kali setiap hari. Berbagai
lubang kecilpada sel endotel itu sendiri seringkali ditutupi oleh trombosit yang
sebenarnya bergabungdengan sel endotel untuk membentuk membran sel endotel
tambahan. Orang yangmempunyai trombosit darah sedikit sekali, setiap hari mengalami
ribuan perdarahan kecil dibawah kulit dan di seluruh jaringan bagian dalam; Pada orang
normal hal ini tidak terjadi

Mekanisme Pembekuan DarahTeori Dasar

Lebih dari 50 macam zat penting yang menyebabkan atau mempengaruhipembekuan


darah telah ditemukan dalam darah dan jaringan. Beberapa diantaranyamempermudah
terjadinya pembekuan, disebut prokoagulan dan yang lain menghambatpembekuan,
disebut antikoagulan. Apakah pembekuan akan terjadi atau tidak bergantungpada
keseimbangan antar kedua golongan zat ini. Pada aliran darah, dalam keadaannormal,
antikoagulan lebih dominan sehingga darah tidak membeku saat bersirkulasi didalam
pembuluh darah. Tetapi bila pembuluh darah mengalami ruptur, prokoagulan
daridaerah yang rusak menjadi teraktivasi dan melebihi aktivitas antikoagulan, dan
bekuan pun terbentuk
Perubahan Protrombin Menjadi Trombin

Pertama, aktivator protrombin terbentuk sebagai akibat rupturnya pembuluh darahatau


sebagai akibat kerusakan pada zat-zat khusus dalam darah. Kedua, activator
protrombin, dengan adanya ion Ca2+

dalam jumlah yang mencukupi akan menyebabkanperubahan protrombin menjadi


trombin. Ketiga, trombin menyebabkan polimerisasi molekul-molekul fibrinogen menjadi
benang-benang fibrin dalam waktu 10 sampai 15 detikberikutnya. Jadi, faktor yang
membatasi kecepatan pembekuan darah biasanya adalahpembentukan aktivator
protrombin dan bukan reaksi-reaksi berikutnya, karena langkah akhirbiasanya terjadi
sangat cepat untuk mebentuk bekuan itu sendiri.

Trombosit juga berperan penting dalam mengubah protrombin menjadi trombin,karena


banyak protrombin mula-mula melekat pada reseptor protrombin pada trombosityang
telah berikatan dengan jaringan yang rusak

Gambar 2. Skema perubahan protrombin menjadi thrombin


Awal Proses Pembekuan : Pembentukan Aktivator Protrombin

Mekanisme ini dimulai bila (1) terjadi trauma pada dinding pembuluh darah dan jaringan
berdekatan, (2) trauma pada darah, (3) atau kontaknya darah dengan sel endotelyang
rusak atau dengan kolagen dan unsur-unsur jaringan lainnya di luar pembuluh
darah.Pada setiap kejadian tersebut, mekanisme ini akan menyebabkan pembentukan
aktivatorprotrombin yang selanjutnya mengubah protrombin menjadi trombin dan
menimbulkanseluruh langkah berikutnya.Aktivator protrombin biasanya dapat dibentuk
melalui dua cara, walaupun, padakenyataannya, kedua cara ini saling berinteraksi
secara konstan satu sama lain: (1)melalui jalur ekstrinsik yang dimulai dengan
terjadinya trauma pada dinding pembuluh darah dan jaringan sekitarnya dan (2) melalui
jalur intrinsik yang berawal di dalam darah sendiri.Pada kedua jalur itu, ekstrinsik
maupun intrinsik, berbagai protein plasma yangberbeda yang disebut faktor-faktor
pembekuan darah memegang peran yang utama.Sebagian besar faktor ini masih dalam
bentuk enzim proteolitik yang inaktif. Bila berubahmenjadi aktif, kerja enzimatiknya akan
menimbulkan proses pembekuan berupa reaksi-reaksi yang beruntun dan
bertingkat.Sebagian besar faktor pembekuan ditandai dengan angka romawi. Untuk
menyatakan bentuk faktor yang telah teraktivasi, huruf “a” ditambahkan setelah angka

Romawi, contohnya faktor VIIIa menunjukkan faktor VIII dalam keadaan teraktivasi.

Jalur Ekstrinsik sebagai Awal Pembekuan

Mekanisme ekstrinsik sebagai awal pembentukan aktivasi protrombin dimulai


dengandinding pembuluh darah atau jaringan ekstravaskular yang rusak yang kontak
dengandarah. Kejadian ini menimbulkan langkah-langkah berikutnya:1. Pelepasan
faktor jaringan. Jaringan yang luka melepaskan beberapa faktor yangdisebut faktor
jaringan atau tromboplastin jaringan. Faktor ini terutama terdiri darifosfolipid dari
membran jaringan ditambah kompleks lipoprotein yang terutamaberfungsi sebagai
enzim proteolitik.2. Aktivasi Faktor X


Peranan faktor VII dan faktor jaringan. Kompleks lipoprotein darifaktor jaringan
selanjutnya bergabung dengan faktor VII dan bersamaan denganhadirnya ion kalsium,
faktor ini bekerja sebagai enzim terhadap faktor X untukmembentuk faktor X yang
teraktivasi (Xa)3. Efek dari faktor X yang teraktivasi (Xa) dalam membentuk aktivator
protrombin

peranan faktor V. Faktor X yang teraktivasi segera berikatan dengan fosfolipid jaringan
yang merupakan bagian dari faktor jaringan, atau dengan fosfolipid tambahan yang
dilepaskan dari trombosit, juga dengan faktor V, untuk membentuk suatu senyawa yang
disebut aktivator protrombin. Dalam beberapa detik, dengana danya ion kalsium,
senyawa itu memecah protrombin menjadi trombin, dan berlangsunglah proses
pembekuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Pada tahap permulaan, faktor V yang
terdapat dalam kompleks aktivator protrombin bersifatinaktif, tetapi sekali proses
pembekuan ini dimulai dan trombin mulai terbentuk, kerjaproteolitik dari trombin akan
mengaktifkan faktor V. Faktor ini kemudian akan menjadiakselerator tambahan yang
kuat dalam pengaktifan protrombin. Jadi, dalamkompleks aktivator protrombin akhir,
faktor X yang teraktivasilah yang merupakanprotease sesungguhnya yang
menyebabkan pemecahan protrombin untukmembentuk trombin. Faktor V yang
teraktivasi sangat mempercepat kerja proteaseini, sedangkan fosfolipid trombosit
bekerja sebagai alat pengangkut yangmempercepat proses tersebut. Perhatikan
terutama umpan balik positif dari trombin,yang bekerja melalui faktor V, untuk
mempercepat proses seluruhnya.
Gambar 3. Jalur Ekstrinsik

Jalur Intrinsik sebagai Awal Pembekuan

Mekanisme kedua untuk awal pembentukan aktivator protrombin dan dengan demikian
jugamerupakan awal dari proses pembekuan, dimulai dengan terjadinya trauma
terhadap darahitu sendiri atau darah berkontak dengan kolagen pada dinding pembuluh
darah yang rusak.Kemudian proses berlangsung kaskade.1. (1) Pengaktifan faktor XII
dan (2) pelepasan fosfolipid trombosit oleh darah yangterkena trauma. Trauma
terhadap darah atau berkontaknya darah dengan kolagendinding pembuluh darah akan
mengubah dua faktor pembekuan penting dalamdarah. Faktor XII dan trombosit. Bila
faktor XII terganggu, misalnya karena berkontakdengan kolagen atau dengan
permukaan yang basah seperti gelas, ia akan berubahmenjadi bentuk molekul baru
yaitu sebagai enzim proteolitik yang disebut faktor XIIyang teraktivasi. Pada saat yang
bersamaan, trauma terhadap darah juga akanmerusak trombosit akibat bersentuhan
dengan kolagen atau dengan permukaanbasah (atau rusak karena cara lain), dan ini
akan melepaskan berbagai fosfolipidtrombosit yang mengandung lipoprotein, yang
disebut faktor 3 trombosit, yang jugamemegang peranan dalam proses pembekuan
selanjutnya.2. Pengaktifan Faktor XI. Faktor XII yang teraktivasi bekerja secara
enzimatik terhadapfaktor XI dan juga mengaktifkannya. Ini merupakan langkah kedua
dalam jalurintrinsik. Reaksi ini juga memerlukan kininogen HMW (berat molekul tinggi)
dandipercepat oleh prekalikrein.

3. Pengaktifan Faktor IX oleh faktor XI yang teraktivasi. Faktor XI yang


teraktivasibekerja secara enzimatik terhadap faktor IX dan mengaktifkannya.4.
Pengaktifan Faktor X

peranan faktor VIII. Faktor IX yang teraktivasi, yang bekerjasama dengan faktor VIII
teraktivasi dan dengan fosfolipid trombosit dan faktor 3 daritrombosit yang rusak,
mengaktifkan faktor X. Jelaslah bahwa bila faktor VIII atautrombosit kurang
persediaannya, langkah ini akan terhambat. Faktor VIII adalahfaktor yang tidak dimiliki
oleh pasien hemofilia klasik dan karena alasan itu disebutfaktor antihemofilia. Trombosit
adalah faktor pembekuan yang tidak didapati padapenyakit perdarahan yang disebut
trombositopenia.5. Kerja faktor X teraktivasi dalam pembentukan aktivator protrombin

peranan faktorV. Langkah dalam jalur intrinsik ini pada prinsipnya sama dengan
langkah terakhirdalam jalur ekstrinsik. Artinya, faktor X yang teraktivasi bergabung
dengan faktor Vdan trombosit atau fosfolipid jaringan untuk membentuk suatu kompleks
yang disebutaktivator protrombin. Aktivator protrombin dalam beberapa detik
mengawalipemecahan protrombin menjadi trombin dan dengan demikian proses
pembekuanselanjutnya dapat berlangsung seperti yang telah diuraikan.
Gambar 4. Jalur Intrinsik

DAFTAR PUSTAKA

1. Sudoyo, dkk. Buku Ajar Penyakit Dalam Dalam FKUIG. Daniel Boon An
Overview of Hemostasis Jakarta: EGC; 2007.p.113-20
2. Toxicol Pathol 1993 21: 170Kumar & Clark. Clinical Medicine.2005.USA:Elsevier
3.