Anda di halaman 1dari 7

Simuslasi proses Forming terhadap material Titanium Alloy dengan variasi

Velocity dan Thikness menggunakan Metode Taguchi

Yugo Nusa Wiryasanjani, 1.

1
Student, State University Of Malang, 65145 Malang, Indonesia

Abstrak:- proses forming yaitu suatu proses pembentukan logam dengan cara menimpa beban yang menghasilkan gaya tekan untuk
mengubah ukuran maupun bentuk dari logam yang dikerjakan. Penelitian secara simulasi yang kami buat ini untuk mengetahui
parameter pada proses forming itu terjadi. Hal ini bertujuan untuk membantu menentukan proses mana yang lebih efisien dan lebih
minim kegagalan yang akan terjadi. Metode yang kami gunakan yaitu metode taguchi dengan bertujuan untuk memperbaiki kualitas
pada produk dan proses supaya mendapatkan biaya seminimal mungkin. Optimasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh alat
yang digunakan, ketebalan material dan beban yang ditimpakan yang mempengaruhi parameter proses forming yang dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa elemen untuk mengetahuai pengaruh parameter yang efisien dan menghasilkan sesuai
dengan tujuan tanpa adanya cacat. Penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki efek dari parameter potensial, yang mempengaruhi
proses forming. Ini dapat membantu dalam memilih proses parameter untuk dua produk yang identik diproduksi dari dua bahan yang
berbeda forming dengan kualitas yang wajar pada cetakan yang sama terkemuka. Studi ini telah membantu untuk mengevaluasi
pengaruh clearance alat, ketebalan dan bahan sehingga mengoptimalkan izin yang mempengaruhi parameter proses lainnya. DOE (the
designs of experiments) pendekatan dengan metode Taguchi digunakan untuk mencapai tujuan model dimaksudkan.
Kata Kunci: Metal Forming, Taguchi Methode, Ansys 18, Minitab dan Titanium

2. Introductions
Metal forming adalah proses pembentukan pada benda kerja dengan memberikan gaya dari luar sehingga terjadi
deformasi plastis. Dengan gaya luar ini akan terjadi perubahan bentuk benda tersebut secara permanen. Pembentukan umumnya
bertujuan untuk mendapaat suatu produk logam sesuai bentuk yang direncanakan. Selain itu juga pembentukan itu memungkinkan
mendapat sifat-sifat mekanik sesuai yang kita butuhkan.

Optimasi adalah salah satu teknik yang digunakan dalam sektor manufaktur tiba untuk kondisi manufaktur terbaik. Ini
merupakan kebutuhan penting dari industri terhadap pembuatan produk berkualitas dengan biaya yang lebih rendah. Tujuan utama
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter optimal seperti Von-Misses Stress. Berdasarkan percobaan yang dilakukan
pada L-9 orthogonal array, analisis telah dilakukan pada dengan menggunakan metode Taguchi. tabel respon dan grafik yang
digunakan untuk mencari tingkat optimal dari parameter dalam proses forming ada dibahasan berikutnya. Tabel respon dan grafik
yang digunakan untuk mencari tingkat optimal dari parameter dalam proses forming.

3. Metodologi Penelitian
Diagram alir penelitian
Untuk melihat secara simulasi tanpa adanya eksperimen dengan bantuan software ansys workbrench, pengaruh variasi velocity,
thickness, terhadap von mises pada proses forming. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai proses penelitian dapat dilihat pada
diagram alir sebagai berikut;
Simuslasi Forming terhadap material Titanium Alloy dengan variasi Velocity dan Thikness menggunakan Metode Taguchi

Mulai Studi literatur

Input data :-material


-parameter

Pemodelan benda yang akan disimulasi


dengan proses variabel bebas

Setting simulation kontrol

Running solver

Output: von mises

Validasp hasil
simulasi

Analisis von mises

Kesimpulan Selesai

Gambar 1. Diagram alir peneltian

4. Variabel Penelitian
Variabel penelitian yaitu merupakan variabel yang ditentukan peneliti bertujuan untuk dipelajari, sehingga dapat
diperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan maupun tujuan dari penelitian. Setelah mendapatkan hasil yang diingkan selanjutnya
merangkum hasil tersebut untuk dibuat kesimpulan. Variabel ini terdiri dari 3 macam variabel penelitian,
1. Variabel Bebas
➢ Velocity (365 m/s, 380 m/s, dan 420m/s);
➢ Thickness (2 mm, 2.5 mm, dan 3);
➢ Material (Titanium Alloy “Ti 6AL 4v”)
2. Variabel Terikat
➢ Von Mises Stress
3. Variabel Kontrol
Variabel ini merupakan variabel yang diupayakan untuk dietralisasi oleh peneliti dalam penelitiannya tersebut. Variabel
ini membuat hubungan antara variabel bebas dan terikat bisa tetap konstan. Variabel ini juga menyaring dampak yang bisa
diakibatkan oleh adanya variabel-variabel moderasi. Berikut merupakan faktor masalah yang terjadi pada proses forming:
Simuslasi Forming terhadap material Titanium Alloy dengan variasi Velocity dan Thikness menggunakan Metode Taguchi

1. Desain dalam proses forming masih sebagian besar didasarkan pada eksperimentasi.
2. Lebih banyak dimensi produk yang tidak akurat dari yang diinginkan.
3. Kualitas produk kurang memuaskan.
4. Selalu ada penolakan ketika ada kontrol kualitas manual.

5. Spesifikasi Material Benda Kerja dan Tool

1. Spesifikasi material benda kerja

Typical Applications : Matereial Plate


Density : 4420 kg/m3
Young’s modulus (E ) : 110 GPa
Tensile Strength : 1000 to 1190 Mpa (Ultimate)
Poisson’s ratio (v) : 0.32
Shear Modulus : 40 Gpa
Shear Strength : 600 s.d. 710 Mpa
Specifk Heat : 560 J/kg-K

Tabel 1 Properti Material Benda Kerja


6. Pemodelan forming
Pada proses forming ini kami memberikan dua variasi Velocity (365m/s, 380m/s, 420m/s); Thikness (2mm, 2.5mm,
3mm).

Gambar 1. Dimensi benda kerja

Top Die

Workprice

Bottom Die

Gambar 2. Pemodelan benda kerja


Simuslasi Forming terhadap material Titanium Alloy dengan variasi Velocity dan Thikness menggunakan Metode Taguchi

No Velocity Thickness
1 365 m/s 2 mm
2 380 m/s 2 mm
3 420 m/s 2 mm
4 365 m/s 2,5 mm
5 380 m/s 2,5 mm
6 420 m/s 2,5 mm
7 365 m/s 3 mm
8 380 m/s 3 mm
9 420 m/s 3 mm

Tabel 1. Pemodelan Variasi forming


4. Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil ANSYS- Explicit Dynamic

Pada penelitian ini, variabel bebas diperoleh dari hasil simulasi Finite Element Method (FEM) dengan 9 kali running
dengan menggunakan 9 variasi yang berbeda. Simulasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah Explicit Dynamic dengan
menggunakan software ANSYS Workbench dan Autodesk Inventor sebagai software untuk membantu memperoleh variabel bebas
dari hasil simulasi.

Pada simulasi proses forming ini akan terjadi tekanan antara tool dan worksheet yang akan dibentuk sesuai cetakan yang
sudah didesain. Pada simulasi proses forming ini, akan dilihat pengaruh tekanan, bentuk tool, jenis material maupun parameter
yang ingin diteliti untuk melihat katrakteristik material saat proses dilakukan. Material yang digunakan pada pengujian ini yaitu
titanium alloy.

Pada penelitian ini kita bisa melihat seberapa kuat desain tool saat terkena pembebanan dengan variabel yang berbeda-
beda. variabel bebas yang digunakan untuk mengecek seberapa aman desain tool yang akan di uji yaitu dengan menggunakan
parameter von-misses stress sebagai parameter untuk melihat hasil analisa, apakah desain yang digunakan aman atau perlu
dilakukan perubahan desain untuk menghindari kegagalan.

Gambar 3. Hasil Simulasi ANSYS forming


Sumber : Laboratorium Komputer H4 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Pada penelitian ini akan dijelaskan mengenai pengaruh parameter von-misses stress terhadap desain tool forming. Untuk
mengetahui lebih jelas pengaruh paramater forming terhadap desain tool akan dijelaskan sebagai berikut. Berikut merupakan
propertis material sheet metal yang akan disimulasikan pada proses forming dengan menggunakan simulasi
Simuslasi Forming terhadap material Titanium Alloy dengan variasi Velocity dan Thikness menggunakan Metode Taguchi

(1) (2) (3)

(4) (5) (6)

(7) (8) (9)

Gambar 4. Hasil Simulasi ANSYS proses forming dengan variasi Thickness dan Velocity yang berbeda untuk melihat hasil nilai
von-misses maksimum dari 9 variasi percobaan yang yang disimulasikan.
Sumber : Laboratorium Komputer H4 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Pada gambar 1 sample 1 simulasi proses forming memiliki nilai von-misses stress maksimum 31543 Mpa. Nilai dari
simulasi sample 1 memiliki nilai von-misses stress maksimum lebih besar dibandingkan dengan nilai maksimum yield strength
material Titanium alloy yaitu sebesar 830 Mpa. Hal ini menyatakan bahwa komponen tool yang terkena kontak dengan benda
kerja tidak akan mengalami kegagalan karena nilai maksimum von misses stress masih dalam batas normal atau tidak melebihi
nilai dari yield strength tool forming. Benda kerja berupa sheet metal akan terbentuk sesuai dengan profil punch dan dies yang
digunakan.

4.1 Hasil MINITAB Metode Taguchi (Von-Misses Stress)


Berdasarkan hasil desain pendekatan taguchi dengan 3 variasi variabel dengan dua faktor (Velocity dan thickness) yang
berbeda, hasil variasi Velocity yang digunakan pada penelitian ini adalah 365, 380 dan 420, sedangkan untuk variasi thickness
yang digunakan yaitu 2 mm, 2,5 mm dan 3 mm. Berikut merupakan data hasil analisis yang didapat dari simulasi FEM dan
pendekatan metode Taguchi yaitu sebagai berikut:

Velocity Thickness Von-Misses Stress Max


No
(m/s) (mm) (MPA)
1 365 2 3.1543
2 380 2 3.0113
3 420 2 1.3625
4 365 2,5 6.7437
5 380 2,5 3.6266
6 420 2,5 2.2476
7 365 3 1.2211
8 380 3 1.357
Simuslasi Forming terhadap material Titanium Alloy dengan variasi Velocity dan Thikness menggunakan Metode Taguchi

9 420 3 2.2543

Tabel 2. Hasil Von-Misses Stress dari Simulasi ANSYS

Thickness Velocity Von-Misses SNRA1 MEAN1


Stress
2 365 3.1543 -89,9781 31543
2 380 3.0113 -89,5751 30113
2 420 1.3625 -82,6867 13625
2,5 365 6.7437 -96,5780 67437
2,5 380 3.6266 -91,1900 36266
2,5 420 2.2476 -87,0344 22476
3 365 1.2211 -81,7350 12211
3 380 1.3570 -62,6516 1357
3 420 2.2543 -87,0602 22543

Tabel 3. Hasil Design Taguchi Medhod – MINITAB

Level Velocity (m/s) Thickess (mm)


1 -87,41 -89,43
2 -91,60 -81,14
3 -77,15 -85,59
Delta 14,45 8,29
Rank 1 2

Tabel 4. Response Table for Signal to Noise Ratios - Smaller is better

Gambar 5. Hasil mean dari SN Ratio pada variasi velocity dan thickness forming
Sumber : MINITAB 18 Metode Taguchi

Level Velocity (m/s) Thickess (mm)


1 25094 37064
2 42060 22579
3 12037 19548
Delta 30023 17516
Rank 1 2

Tabel 5. Response Table for Means


Simuslasi Forming terhadap material Titanium Alloy dengan variasi Velocity dan Thikness menggunakan Metode Taguchi

Gambar 6. Hasil means dari variasi velocity dan thickness forming


Sumber : MINITAB 18 Metode Taguchi

Dari gambar 6 dapat diketahui bahwa:


1. Velocity
Nilai von mises terbesar terletak pada variasi velocity dengan nilai 380 dan nilai von mises terkecil terletak pada
variasi velocity dengan nilai 420.
2. Thikness
Nilai von mises terbesar terletak pada variasi thikness dengan nilai 2 dan nilain von mises terkecil terletak pada
variasi thikness dengan nilai 3.

Semakin cepat pergerakan tool maupun ketebalan benda uji maka kekuatan dan kekerasan akan menurun sehingga dapat
terjadi proses deformasi plastis. Deformasi plastis terjadi karena adanya beban tekan yang mengakibatkan perubahan bentuk
benda. Hasil dari simulasi ini membuktikan bahwa semakin meningkatnya kecepatan dan tebal benda maka deformasi plastis yang
akan terjadi semakin besar, itu artinya tingkat von mises yang akan terjadi menurun.

5. Kesimpulan
Dari hasil analisa dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan dibawah ini:
a. Nilai von misses stress terbesar terlihat pada spesimen nomor 8 dengan nilai von misses stress terbesar 6.7437 pada
variasi velocity 365 m/s dan thikness 2,5 mm.
b. Nilai von misses stress terendah terlihat pada spesimen nomor 1 dengan nilai von misses stress terbesar 1.2211 pada
variasi velocity 365 m/s dan thikness 3 mm.
c. Dengan adanya simulasi ini kita bisa mengoptimasi untuk mengurangi tingkat kegagalan dalam mebuat produk.
d. Metode taguchi dapat digunakan untuk memprediksi kekasaran optimum dari level faktor yang dipilih.
REFERENCES

1. Iriawan Nur, Puji Astuti Septian, Mengolah Data Statistik dengan Mudah Menggunakan MiniTab 14, ANDI,
Yogyakarta, 2006.
2. Kalpakjian Serope and Schmid R. Steven, Manufacturing Engineering and Technology, Fourth Edition, Prentice
Hall, London, 2002.
3. Saptono, Rahmat. 2005. Analisis Pembentukan Logam. Jakarta: Universitas Indonesia.