Anda di halaman 1dari 4

Anastasia Yuandy

13015067
TK3102 - SISTEM UTILITAS
Pekerjaan Rumah

1. Apa itu Dioxin? Apa dampaknya bagi manusia?


Dioxin adalah karbon, klorin, benzena organik, semacam senyawa multi-
halogen, sifat kimianya sangat stabil, tahan panas, tahan asam dan alkali, anti korosi
kimiawi, tahan terhadap hidrolisis oksidasi, maka itu ia mudah larut dalam lemak, sulit
larut dalam air, sehingga sering mengendap di permukaan tanah. Melalui mata rantai
makanan tertinggal di lapisan lemak dan organ hewan, organism tidak mampu
mengurainya, begitu masuk ke dalam tubuh membutuhkan waktu yang sangat lama
untuk bisa dibuang keluar dari dalam tubuh.
Timbulnya dioxin, tidak hanya dipancarkan dari insinerator, ia dapat saja
muncul dari berbagai proses industri, seperti pembuatan pestisida, pengawet kayu,
pencelupan kertas, pembakaran semen, peleburan tembaga dan pembangkit listrik
tenaga api, juga dari bahan bakar pembakaran minyak, seperti emisi gas buang
kendaraan bermotor, semua itu akan menciptakan dioksin. Dioksin adalah zat yang
sangat beracun, 85 gr dioksin, jika benar-benar terlarut di dalam air, dapat meracuni
dan membunuh seluruh warga dari sebuah kota metropolitan sebesar New York. Selain
itu dioxin mudah bergerak, ia dapat mencapai jarak ribuan mil jauhnya oleh hembusan
angin.
Semua makhluk hidup setelah menyerap dioksin, tidak dapat mengurainya,
sebagian besar paparan dioksin yang menyusup ke dalam tubuh manusia berasal dari
makanan sehari-hari seperti: produk susu, telur, ikan, daging dan sebagainya.
Keracunan dioksin, dalam jumlah minimal, dapat menyebabkan toksisitas akut dan
kronis, juga berisiko terkena karsinogenisitas, toksisitas reproduksi, gangguan endokrin
dan sebagainya.
Berikut adalah beberapa dampak dioksin bagi kesehatan manusia:
1. Chloracne
Dioksin bisa menyebabkan kondisi yang disebut chloracne. Menurut Dr Radoslaw
Spiewak dari Institute of Agricultural Medicine di Lublin, Polandia, tanda-tanda
chloracne menyerupai jerawat biasa, dan chloracne sering ditemukan pada orang
yang terkena dioksin melalui pestisida dan penyemprotan pestisida. Jerawat jenis
whiteheads dan komedo terbentuk dalam jumlah banyak, kulit tampak meradang
dan ditutupi dengan kista. Chloracne mungkin mulai terbentuk beberapa bulan
setelah terpapar dioksin, dan mungkin waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan
tahun untuk sembuh.
2. Gangguan sistem reproduksi
Menurut peneliti utama Profesor Reinhold J. Hutz dari University of Wisconsin-
Milwaukee, dioksin mengganggu keseimbangan endokrin, khususnya dalam sistem
reproduksi perempuan. Endometriosis, aborsi spontan dan kehamilan yang sulit
mungkin muncul sebagai dampak keracunan dioksin pada perempuan. Yang
mungkin mengagetkan, dioksin juga ditemukan dalam air susu ibu (ASI).
3. Efek paparan selama kehamilan
Bayi yang terpapar dioksin dalam jumlah tinggi dapat mengalami perlambatan
perkembangan, memiliki masalah sistem saraf pusat, atau didiagnosis dengan
gangguan belajar di kemudian hari. Sejumlah laporan menekankan, anak-anak yang
terpapar dioksin lebih mungkin menjadi hiperaktif atau memiliki angka kecerdasan
(IQ) yang rendah. Efek ini dapat diteruskan dari ayah atau ibu, dan diperparah oleh
paparan lingkungan terhadap dioksin.
4. Kanker
Menurut Christian C. Abnet dari Nutritional Epidemiology Branch, Division of
Cancer Epidemiology and Genetics in Rockville, Maryland , dioksinjelas terkait
dengan kanker, terutama kanker hati, kanker tiroid, kanker saluran cerna bagian atas
(lambung), dan kanker kulit. Kanker payudara juga memiliki hubungan yang jelas
dengan dioksin, menurut situs Birth Defects. Abnet juga melaporkan bahwa dioksin
telah dikaitkan dengan penyakit Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin, kanker prostat
dan kanker otak. Tidak ada dosis aman atau ambang batas untuk dioksin, yang
berarti setiap jumlah berapapun berpotensi menyebabkan kanker.
5. Penyakit lainnya
Meskipun hubungan antara dioksin dan masalah kesehatan lainnya masih kurang
jelas, Chemical Body Burden melaporkan bahwa bahan kimia berbahaya ini telah
dikaitkan dengan diabetes, masalah sistem kekebalan tubuh, meningkatkan infeksi,
penyakit tiroid, masalah gigi, kolesterol tinggi, masalah paru-paru, masalah kulit,
dan banyak lagi penyakit lainnya. Apakah dioksin menjadi penyebab langsung dari
penyakit ini tidaklah jelas. Namun dioksin dalam jumlah tinggi dilaporkan terdapat
dalam jaringan tubuh orang yang menderita penyakit-penyakit tersebut.
2. Bagaimana mengatasi NOx yang keluar dari tungku dalam boiler? Bagaimana cara
kerja deNOx?

NOx yang keluar dari tungku dalam boiler haruslah ditreatment terlebih dahulu
(de-NOx). Salah satu teknologi de-NOx adalah SCR (Selective Catalytic Reduction).
Prinsip kerja metode ini adalah penambahan amonia (NH3) kedalam gas buang yang
mengandung NOx, dan melewatkan campuran tersebut melalui katalis aktif. Akan
terjadi konversi dari oksida nitrogen (NO dan NO2) menjadi gas nitrogen (N2) dan air
(H2O). Keuntungan dari penggunaan proses ini adalah dapat digunakan pada
lingkungan dengan tingkat debu tinggi pada downstream boiler, ataupun pada
lingkungan dengan tingkat debu rendah pada sistem pembersihan gas buang. Proses
SCR ini digunakan pada pembangkit listrk, boiler bertekanan tinggi, industri
manufaktur bahan kimia, dan beberapa refinery minyak mentah. Proses ini mampu
mereduksi NOx hingga 90%.
Metode lain adalah SNCR (Selective Non-Catalytic Reduction). Pada proses
ini, NOx bereaksi dengan ammonia (NH3) dan terkonversi secara kimiawi menjadi
nitrogen dan uap air. Untuk menghasilkan de-NOx yang tinggi, diperlukan umpan
ammonia berlebih. Kelebihan ammonia kemudian dibuang melalui proses wet
scrubbing. Selanjutnya, ammonia buangan tersebut dapat dimasukkan ulang ke dalam
post combustion chamber. Keuntungan dari proses ini adalah memperkecil
pembentukan dioksin dalam gas buang secara signifikan, selain itu eralatan yang
dibutuhkan, yaitu tangki amonia, pompa, dan pipa transportasi uap) membutuhkan
ruang yang sedikit.. Proses ini telah berhasil dimanfaatkan dalam berbagai jenis industri
pengolahan limbah. Performa proses ini pada umumnya mampu menghilangkan 50-
70% nitrogen oksida dari gas buang.

3. Apa efek negatif dari CO? Apabila terpapar 200ppm CO, berapa lama manusia bisa
bertahan?
CO sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena gas ini dapat mengikat
oksigen dari hemoglobin dan menghasilkan karboksil hemoglobin melalui reaksi
berikut:
O2Hb + CO --> COHb + O2
Reaksi yang terjadi ini menurunkan kemampuan hemoglobin untuk mengikat
oksigen, Kenaikan konsentrasi gas CO dalam darrah mengakibatkan penurunan fungsi
sistem saraf pusat, perubahan fungsi jantung dan paru-paru, mengantuk, koma, sesak
napas, dan dapat pula menyebabkan kematian.
Gejala awal dari keracunan CO serupa dengan gejala keracunan makanan.
Sesuai dengan tingkat CO dan lama waktu pemaparan, gejala yang muncul dapat
bervariasi. Berikut adalah gejala umum dari keracunan CO:
- Pusing
- Badan lemas
- Muntah dan mual
- Detak jantung yang cepat
- Sesak napas
- Kehilangan pendengaran
- Gangguan penglihatan
- Disorientasi dan kejang

Tabel Pengaruh Konsentrasi CO dalam Darah

Untuk paparan 50 ppm CO, US OSHA merekomendasikan maksimum 8 jam


paparan dalam lingkungan kerja, untuk peralatan tanpa ventilasi.
Jika seseorang terpapar CO sebesar 200 ppm, akan mengalami pusing, mual,
kelelahan, dan sakit kepala setelah 2-3 jam terpapar. Mungkin dapat mengancam nyawa
apabila terus menerus terpapar (Bacharach).