Anda di halaman 1dari 7

MENGENAL HIPOGLIKEMIA DAN HIPERGLIKEMIA

A. HIPOGLIKEMIA (GULAH DARAH RENDAH)


Apa Itu Hipoglikemia?
Hipoglikemia (glukosa rendah atau gula
darah rendah) adalah gangguan kesehatan
yang terjadi ketika kadar gula didalam
darah berada dibawah kadar normal.
Hipoglikemia juga merupakan salah satu kegawatan diabetic yang mengancam, sebagai
akibat dari menurunnya kadar glukosa darah < 60 mg/dl.
Glukosa merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh yang berasal dari
makanan. Karbohidrat adalah sumber makanan utama glukosa. Nasi, kentang, roti, sereal,
susu, buah-buahan, dan permen adalah semua makanan yang kaya karbohidrat.
Adapun batasan hipoglikemia adalah:
Hipoglikemi murni : ada gejala hipoglikemi, glukosa darah < 60 mg/dl
Reaksi hipoglikemi :gejala hipoglikemi bila gula darah turun mendadak, misalnya dari
400 mg/dl menjadi 150 mg/dl
Koma hipoglikemi : koma akibat gula darah < 30 mg/dl
Hipoglikemi reaktif : gejala hipoglikemi yang terjadi 3 – 5 jam sesudah makan.
Hipoglikemia (kadar glukosa darah yang abnormal rendah) terjadi kalau kadar
glukosa darah turun di bawah 50 hingga 60 mg/dl (2,7 hingga 3,3 mmol/L). keadaan ini dapat
terjadi akibat pemberian insulin atau preparat oral yang berlebihan, konsumsi makanan yang
terlalu sedikit atau karena aktivitas fisik yang berat. Hipoglikemi dapat terjadi setiap saat
pada siang atau malam hari. Kejadian ini dapat dijumpai sebelum makan, khususnya jika
waktu makan tertunda atau jika pasien lupa makan camilan.

Apa Faktor penyebab Terjadinya Hipoglikemia?


Berikut ini beberapa penyebab hipoglikemia yang biasanya terjadi pada penderita
diabetes.
 Penggunaan suntikan insulin pada kasus diabetes tipe 1 yang melebihi dosis, atau
terlalu banyak menggunakan obat-obatan oral pada kasus diabetes tipe 2 yang juga
dapat memicu pelepasan insulin berlebihan. Salah satu obat tersebut adalah
sulphonylurea.
 Menggunakan insulin dengan dosis normal, namun tubuh kekurangan asupan
karbohidrat. Masalah ini bisa terjadi karena penderita terlalu banyak melakukan
aktivitas fisik, tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat,
lupa makan, atau menunda makan.

 Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau alkohol dalam keadaan perut
kosong.

Sedangkan beberapa penyebab hipoglikemia pada orang-orang non-diabetes di antaranya


adalah:

 Produksi insulin yang terlalu banyak oleh pankreas. Hal ini bisa disebabkan oleh
obesitas, mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak, tumor pada pankreas, atau efek
samping dari operasi bypass lambung.

 Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras/ alkohol.

 Menderita penyakit yang menyerang kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ginjal, atau hati.

 Kekurangan nutrisi.

 Efek samping dari obat-obatan, seperti propranololuntuk hipertensi, asam salisilat


untuk rematik, dan kina untuk malaria

Bagaimana Gejala Terjadinya Hipoglikemia?

Pada hipoglikemia ringan, ketika kadar glukosa darah menurun, system saraf simpatik
akan terangsang. Pelimpahan adrenalin ke dalam darah menyebabkan gejala seperti :
 Tremor  Palpitasi  Rasa lapar.
 Takikardi  Kegelisahan
Pada hipoglikemia sedang, penurunan kadar glukosa darah menyebabkan sel-sel otak
tidak memperoleh cukup bahan bakar untuk bekerja dengan baik. Tanda-tanda gangguan
fungsi pada system saraf pusat mencakup :
 Ketidakmampuan konsentrasi  Bicara pelo
 Sakit kepala  Gerakan tidak terkoordinasi
 Vertigo  Perubahan emosional
 Konfusi  Perilaku yang tidak rasional
 Penurunan daya ingat  Penglihatan ganda
 Mati rasa di daerah bibir dan lidah  Perasaan ingin pingsan
Pada hipoglikemia berat, fungsi system saraf pusat mengalami gangguan sangat berat
sehingga pasien memerlukan pertolongan orang lain untuk mengatasi hipoglikemia yang
dideritanya. Gejala dapat mencakup :
 Perilaku yang mengalami disorientasi
 Serangan kejang
 Sulit dibangunkan dari tidur atau bahkan kehilangan kesadaran.
Gejala hipoglikemia dapat terjadi mendadak dan tanpa terduga sebelumnya.
Kombinasi semua gejala tersebut dapat bervariasi antara pasien yang satu dan lainnya.
Sampai derajat tertentu, gejala ini dapat berhubungan dengan tingkat penurunan kadar
glukosa darah yang sebenarnya atau dengan kecepatan penurunan kadar tersebut. Sebagai
contoh, pasien yang biasanya memiliki glukosa darah dalam kisaran hiperglikemia (misalnya,
sekitar 200-an atau lebih ) dapat merasakan gejala hipoglikemi (adrenergik) kalau kadar
glukosa darahnya secara tiba-tiba turun hingga 120 mg/dl (6,6 mmol/L) atau kurang.
Sebaliknya, pasien yang biasanya memiliki kadar glukosa drah yang rendah namun masih
berada dalam rentang yang normal dapat tetap asimtomatik meskipun kadar glukosa tersebut
turun secara perlahan-lahan sampai dibawah 50 mg/dl (2,7 mmol/L).
Factor lain yang berperan dalam menimbulkan perubahan gejala hipoglikemi adalah
penurunan respon hormonal (adrenergik) terhadap hipoglikemi. Keadaan ini terjadi pada
sebagian pasien yang telah menderita diabetes selama bertahun-tahun. Penurunan respon
adrenergic tersebut dapat berhubungan dengan salah satu komplikasi kronis diabetes yaitu
neuropati otonom. Dengan penurunan kadar glukosa darah, limpahan adrenalin yang normal
tidak terjadi. Pasien tidak merasakan gejala adrenergic yang lazim seperti perasaan lemah.
Keadaan hipoglikemi ini mungkin baru terdeteksi setelah timbul gangguan system saraf pusat
yang sedang atau berat.
Bagaimana Pencegahan Jika Terjadinya Hipoglikemia?
Berikut ini beberapa tips untuk mencegah munculnya gejala hipoglikemia dan tips
agar gejala hipoglikemia yang muncul tidak memburuk adalah sebagai berikut:

 Memberikan minum air gula atau makanan yang manis-manis seprti permen
maupun minuman jus buah.

 Makan sesuai dengan aktivitas yang kita lakukan. Hal ini penting untuk menjaga
ketersediaan gula yang dibutuhkan oleh tubuh. Terlebih lagi untuk penderita diabetes
yang akan melakukan olahraga, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang
mengandung karbohidrat cukup dan menyesuaikan dosis insulin yang Anda pakai
sesuai dengan anjuran dokter. Bagi mereka yang kerap mengalami gejala
hipoglikemia di malam hari juga dianjurkan untuk mengonsumsi camilan yang
mengandung karbohidrat sebelum tidur, seperti susu atau biskuit. Selain itu, simpan
makanan bergula di dekat tempat tidur sebagai antisipasi jika gejala hypoglikemia
mengganggu tidur Anda.

 Batasi konsumsi minuman keras (alcohol) atau hindari sama sekali jika bisa.

 Pantau kadar gula Anda secara berkala. Hal ini penting untuk dilakukan tiap hari
untuk memastikan kadar gula darah berada dalam kisaran normal. Jika Anda sering
mengalami hipoglikemia pada malam hari, cek kadar gula darah pada pukul 3.00 atau
4.00, yaitu ketika hipoglikemia sering dirasakan oleh para penderita diabetes.

 Kenali gejala-gejala hipoglikemia yang muncul. Pengetahuan kita mengenai hal ini
dapat membantu menangani hipoglikemia secara cepat.

 Selalu siapkan makanan atau obat-obatan pereda gejala di mana pun Anda
berada. Salah satu obat yang mungkin akan diajarkan penggunaannya oleh dokter
adalah suntikan glukagon.

B. HIPERGLIKEMI (GULA DARAH TINGGI)


Hiperglikemia merupakan keadaan
peningkatan glukosa darah daripada
rentang kadar puasa normal 80 – 90 mg /
dl darah, atau rentang non puasa sekitar
140 – 160 mg /100 ml darah ( Elizabeth J.
Corwin, 2001 )
Hiperglikemia atau gula darah tinggi adalah suatu kondisi di mana jumlah yang
berlebihan glukosa beredar dalam plasma darah.
Kadar glukosa bervariasi sebelum dan sesudah makan, dan pada berbagai waktu hari,
definisi "normal" bervariasi di kalangan profesional medis. Secara umum, batas normal bagi
kebanyakan orang (dewasa puasa) adalah sekitar 80 sampai 110 mg / dl atau 4 sampai 6
mmol / l. Sebuah subjek dengan rentang yang konsisten di atas 126 mg / dl atau 7 mmol / l
umumnya diadakan untuk memiliki hiperglikemia, sedangkan kisaran yang konsisten di
bawah 70 mg / dl atau 4 mmol / l dianggap hipoglikemik. Dalam puasa orang dewasa, darah
glukosa plasma tidak boleh melebihi 126 mg / dl atau 7 mmol / l. Berkelanjutan tingkat yang
lebih tinggi menyebabkan kerusakan gula darah ke pembuluh darah dan ke organ-organ
mereka suplai, yang mengarah ke komplikasi diabetes.
Apa Faktor Penyebab Terjadinya Hiperglikemia?
Hiperglikemia atau gula darah tinggi dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi yang
paling sering adalah oleh penyakit diabetes mellitus. Pada diabetes mellitus, gula menumpuk
dalam darh karena gagal masuk kedalam sel. Kegagalan tersebut terjadi akibat hormon yang
membantu masuknya gula darah, yaitu insulin, jumlahnya kurang atau cacat fungsi. Hormon
insulin diproduksi oleh pankreas.
Selain penyakit diabetes mellitus, gula darah juga dapat meningkat pada keadaan berikut:
 Gangguan pankreas, misalnya peradangan atau kanker pancreas
 Stres kejiwaan misalnya akibat konflik keluarga, rumah tangga, pekerjaan.
 Penyakit berat seperti serangan jantung, stroke, kecelakaan, kanker.
 Obat-obatan tertentu seperti prednison, estrogen, penghambat beta, glukagon, pil
kontrasepsi, fenotiazin.
Bagaimana Gejala Terjadinya Hiperglikemia?
 Poliplagi, merasa lapar,  Visus menurun
ingin makan terus  Penurunan berat badan
 Polidipsi, merasa haus terus  Kelemahan tubuh dan luka
 Poliuri, kencing yang sering yang tidak sembuh-sembuh
dan banyak
 Kelainan kulit, gatal-gatal,
kulit kering
 Rasa kesemutan, kram otot
Faktor risiko
 Kelompok usia dewasa tua (>45 tahun)
 Kegemukan (BB(kg)>120% BB idaman, atau IMT>27 (kg/m2)
 Tekanan darah tinggi (TD > 140/90 mmHg)
 Riwayat keluarga DM
 Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi > 4000 gram
 Riwayat DM pada kehamilan
 Dislipidemia (HDL<35 mg/dl dan/atau trigliserida>250 mg/dl)
 Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa
Terganggu)
Komplikasi Hiperglikemia
Dibagi menjadi 2 kategori yaitu :
a) Komplikasi akut b) Komplikasi kronik
1. Komplikasi metabolic 1. Komplikasi vaskuler
 Ketoasidosis diabetic  Makrovaskuler : PJK, stroke ,
 Koma hiperglikemik pembuluh darah perifer
hiperismoler non ketotik  Mikrovaskuler : retinopati, nefropati
 Hipoglikemia 2. Komplikasi neuropati
 Asidosis lactate 3. Campuran vascular neuropati
2. Infeksi berat  Ulkus kaki/ gangren/ kaki diabetik
4. Komplikasi pada kulit

Bagaimana Pencegahan Jika Terjadinya Hiperglikemia?

Tujuan utama terapi Hiperglikemia adalah


mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar
glukosa darah dan upaya mengurangi terjadinya
komplikasi vaskuler serta neuropati.

Ada beberapa komponen dalam penatalaksanaan/ pencegahan terjadinya hiperglikemia :


a) Diet (menjaga pola makan)
1. Komposisi makanan
2. Jumlah kalori perhari
3. Penilaian status gizi
b) Latihan jasmani/ berolahraga secara teratur
Manfaat latihan jasmani :
1. Menurunkan kadar glukosa darah mengurangi resitensi insulin, meningkatkan
sensitivitas insulin).
2. Menurunkan berat badan.
3. Mencegah kegemukan.
4. Mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi aterogenik, gangguan lipid darah,
peningkatan tekanan darah, hiperkoagulasi darah.
c) Sering melakukan pengetesan kadar gula darah dalam tubuh
d) Menghindari konsumsi alcohol
e) Kenali gejala- gejala hiperglikemia yang muncul
f) Obat berkaitan Hipoglikemia
1. Obat hiperglikemi oral
2. Insulin

Daftar pustaka:

http://www.medkes.com/2014/06/gejala-pengobatan-pencegahan-hipoglikemia-bag.2.html

http://medicastore.com/artikel/382/hipoglikemia-kadar-gula-darah-yang-rendah.html

http://diabetes.id/detail-artikel/hipoglikemia-pada -penderita-diabetes-111.php

http://www.aladokter.com/hipoglikemia

http://www.prosedur-pertolongan-pertama-pad-orang-hipoglikemia.html

http://mediskus.com/penyakit/hipoglikemia-gula-darah-tinggi

http://kamuskesehatan.com/arti/hiperglikemia

http://gejalakencingmanis.com /hiperglikemia

http://ilmediskus.com/penyakit/hiperglikemia-gula-darah-tinggi

http://endokrinologi.freeservers.com