Anda di halaman 1dari 3

Cara Menanam Padi yang Baik dan Benar

Agar hasil panen saat budidaya pagi bisa berhasil dan melimpah, ikutilah cara menanam padi berikut
dengan teliti:

1. Pengolahan Tanah

 Proses awal cara menanam padi yaitu membersihkan lahan tanam dari rerumputan maupun
semak belukuar yang ada dilahan tanam.
 Kemudian lakukan pengairan agar memudahkan proses pembajakan untuk mendapat lahan
gembur dan lunak. Proses penggemburan lahan bisa menggenakan traktor, bantuan kerbau,
atau dicangkul secara manual.
 Setelah lahan gembur, genangi lahan tanam dengan air dengan tinggi sekitar 5 sampai 10
cm. Cara mengatur pengairannya dengan cara membuka tutup saluran irigasinya.
 Diamkan air menggenang selama 1 sampai 2 minggu agar tanah semakin gembur dan racun
yang terkandung dalam tanah ternetralisir oleh air.

2. Pemilihan Bibit Padi

 Setelah persiapan lahan, cara menanam padi yang selanjutnya adalah pemilihan bibit padi
unggul. Untuk mendapat bibit padi berkualitas dapat dilakukan dengan cara berikut:
 Rendam benih padi sekitar 100 butir didalam air sekitar 1 sampai 2 jam.
 Kemudian letakan benih yang telah direndam tersebut diatas kain yang telah dibasahi,
tunggu hingga berkecambah.
 Jika 90% benihnya tumbuh, itu artinya benih tersebut mempunyai kualitas serta mutu yang
tinggi sehingga cocok untuk dijadikan bibit budidaya padi.

3. Persemaian

 Setelah memperoleh bibit unggul cara menanam padi selanjutnya adalah proses
persemaian. Proses persemaian dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
 Rendam benih padi selama kurang lebih sehari semalam, lalu tiriskan dan diamkan selama
dua hari sampai berkecambah.
 Siapkan lahan untuk menyemai padi sekitar 500 m2 untuk setiap 1 hektar lahan persawahan.
Usahakan laham persemaian selalu dalam kondisi berair atau becek berlumpur.
 Lakukan proses pemupukan pada lahan semai dengan takaran 10 gr Urea dan 10 gr TSP
(untuk setiap 1 m2 lahan semai).
 Tanamlah bibit padi yang sudah berkecambah kelahan persemaian, caranya dengan
menaburkan bibit padi secara merata pada lahan tanam yang sudah disiapkan.

4. Tahapan Cara Menanam Padi

Proses selanjutnya dalam cara menanam padi setelah persemaian bibit telah selesai adalah proses
penanaman bibit padi kelahan persawahan yang telah disiapkan.
 Langkah-langkah cara menanam padi, yaitu melakukan pemindahan bibit dari persemaian
kelahan tanam. Berikut proses menanam padi yang harus diperhatikan:
 Bibit padi yang siap tanam harus yang masih berusia muda. Cirinya terlihat dari jumlah daun
yang tumbuh sekitar 2 sampai 3 helai, dan idealnya bibit padi sekitar usia 12 hari setelah
masa persemaian (tidak lebih dari 2 minggu).
 Cara untuk menanam padi dengan menancapkan batang padi kedalam lubang tanam,
lakukan dengan cara tunggal atau ganda. Yaitu, satu lubang ditanam satu tanaman atau
maksimal dua tanaman.
 Proses penanaman padi sebaiknya dilakukan pada lahan yang tidak tergenang air,
kedalaman membenamkan bibitnya antara 1 sampai 15 cm (jangan terlalu dalam), dengan
bentuk akar menyerupai huruf (L) agar akar bisa tumbuh sempurna.

Dalam satu tahun penanaman padi sebaiknya dilakukan sebanyak 2 tahap saja, tahap pertama pada
bulan Oktober dan tahap kedua pada pertengahan bulan April.

5. Penyiangan Lahan

Lakukan penyiangan lahan dengan cara membersihkan area lahan dari gangguan gulma serta
rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman, proses ini sangat penting dilakukan dalam cara
menanam padi bisa mendapat hasil yang memuaskan.

Penyiangan sudah bisa dilakukan saat padi berumur 3 minggu setelah proses penanaman, kemudian
lakukan penyiangan secara rutin setiap 3 minggu sekali. Penyiangan bisa dilakukan dengan cara
manual dengan mencabut gulma serta rumput liar yang menggangu atau dengan bantuan gasrok.

6. Pemupukan

Cara menanam padi yang baik tidak bisa lepas dari pemberian pupuk agar kandungan nutrisi dalam
tanah tetap terjaga sehingga tanaman padi dpat tumbuh sempurna. Untuk pemberian pupuk bisa
dilakukan dengan cara berikut:

 Pemupukan pertama bisa dilakukan ketika usia tanaman padi menginjak usia 7 sampai 15
hari setelah masa tanam. Jenis pupuk yang bisa digunakan adalah Urea dan TSP dengan
takaran 100:50 Kg/Hektar.
 Pemupukukan kedua dilakukan ketika tanaman padi berusia 25 sampai 30 hari. Gunakan
pupuk Urea 50 kg/ha dan Phonska 100 kg/ha.
 Dan terakhir pemupukan ketiga saat tanaman padi berusia 40 sampai 50 hari setelah masa
tanam. Gunakan pupuk Urea dan Za dengan takaran 50:50 kg/ha.
7. Perlindungan Tanaman Padi dari Hama Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman padi antara lain tikus, orong-orong, belalang,
lembing, walang sangit, hingga wereng. Pengendalian paling efektif adalah dengan cara alami yaitu
memelihara hewan pemangsa yang bisa menghambat pertumbuhan hama tersebut.

Maka dari itu jika ada ular di area persawahan sebaiknya jangan di bunuh, karena pada dasarnya
habitat ular yang ada disawah bisa menekan perkembangan tikus, karena ular adalah predator alami
hama tikus.

Pengendalian hama penyakit dengan cara alami sangat aman untuk kelangsungan ekosisten alam.
Namun jika hama penyakit belum bisa dikendalikan dengan cara alami, maka bisa dilakukan langkah
terakhir yaitu pembasmian hama penyakit dengan pestisida.

8. Proses Panen

Tanaman padi yang siap panen bisa dilihat dengan ciri sebagai berikut:

 Warna gabah mulai menguning


 Buah padi sudah merunduk karena biji padi sudah terisi beras.

Proses panen bisa dilakukan dengan menggunakan sabit bergerigi maupun striper. Agar mendapat
hasil panen yang maksimal usahakan memanen padi tepat waktu, serta langsung merontokan biji
padi sesaat setelah padi tersebut disabit. Alasi tanah dengan terpal agar hasil padi tidak terpencar
jauh.

Itulah cara menanam padi yang baik dan benar agar mendapat hasil panen yang melimpah. Mari
budayakan menanam padi yang tepat agar mendapat hasil panen yang melimpah dan Negara kita
tidak kekurang pasokan beras. Selamat mencoba!