Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sebagian besar penduduk desa Arahan, Indramayu, terdapat komoditi petani


tambak ikan air tawar. Oleh karena itu saya sebagai mahasiswa Politeknik Negeri
Indramayu dikhuskan rancang bangun suatu alat pencetak pelet untuk membantu
petani tambak yang bermodal kecil.
Pakan ikan terdiri dari dua macam yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan
alami biasanya digunakan dalam bentuk hidup dan agak sulit untuk
mengembangkannya. Sedangkan pakan buatan, dapat diartikan secara umum
sebagai pakan yang berasal dari olahan beberapa bahan pakan yang memenuhi
nutrisi yang diperlukan oleh ikan. Salah satu pakan ikan buatan yang paling
banyak dijumpai dipasaran adalah pelet.
Pelet adalah bentuk makanan buatan yang dibuat dari beberapa macam bahan
yang kita ramu dan kita jadikan adonan, kemudian kita cetak sehingga merupakan
batangan atau bulatan kecil-kecil. Ukurannya berkisar antara 1-2 cm. Jadi pelet
tidak berupa tepung, tidak berupa butiran, dan tidak pula berupa larutan (Setyono,
2012).
Permasalahan yang sering menjadi kendala yaitu penyediaan pakan buatan ini
memerlukan biaya yang relatif tinggi, bahkan mencapai 60–70% dari komponen
biaya produksi (Emma, 2006). Umumnya harga pakan ikan yang terdapat di
pasaran relatif mahal. Alternatif pemecahan yang dapat diupayakan adalah dengan
membuat pakan buatan sendiri melalui teknik sederhana dengan memanfaatkan
sumber-sumber bahan baku yang relatif murah.
Tentu saja bahan baku yang digunakan harus memiliki kandungan nilai gizi
yang baik yaitu yang mudah didapat ketika diperlukan, mudah diolah dan
diproses, mengandung zat gizi yang diperlukan oleh ikan, dan berharga murah.
Misalnya sludge adalah sisa akhir dari pengolahan biogas yang masih dapat
dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan yang memiliki kandungan nutrisi
lengkap yang dibutuhkan oleh ikan. Penambahan janggel jagung, tepung ikan dan
bekatul yang kurang bernilai ekonomis dapat dilakukan untuk menambah
kandungan nutrisi pada pelet yang dihasilkan. Berkaitan dengan hal tersebut di
atas, penulis tertarik untuk memanfaatkan sludge, janggel jagung, tepung ikan dan
bekatul sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan dengan perbandingan tertentu
sehingga diperoleh pakan ikan yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi dengan
harga yang relatif murah (Irfak. K).

1.2 RUMUSAN MASALAH


Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bertujuan agar penulis lebih
terarah dan fokus terhadap permasalahan yang akan di kaji, perumusan
masalahnya adalah sebagai berikut:
Bagaimana proses penggilingan pelet?
Apakah kekuatan las pada kerangka pelet aman?
Berapa waktu saat membuat pakan ikan dari bahan sampai terjadinya pelet?

Perhitungan daya mesin dan kecepatanya?

1.3 BATASAN MASALAH


Pada penulisan ini penulis hanya membatasi dari Rancang bangun
alat pencetak pelet

1.4 TUJUAN PENELITIAN


Berdasarkan dari rumusan masalah yang di ajukan tujuan penelitian ini
sebagai beriku:
1. Mengetahui kekuatan las pada kerangka pelet.
2. Mengetahui proses penggilingan mesin pelet.
3. Mengetahui waktu kerja mesin saat membuat pelet.
4. Mengetahui daya dan kecepetan mesin pencetak pelet.

1.5 MANFAAT PENELITAN


Manfaat dari pembuatan mesin pencetak pakan ikan adalah sebagai berikut:
1. Membantu meringankan biaya petani tambak untuk membeli pakan ikan.
2. Mesin pakan ikan bisa di terapkan kepada masyarakat.
3. Penulis mengetahui tentang pakan ikan dari: bahan pembuatan, jenis pakan
dan nilai dari kandungan pakan ikan yang di buat.

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN


Dalam sistematika penulisan laporan tugas akhir ini, penulis akan membagi
beberapa bagian, diantaranya sebagai berikut :
A BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini ada beberapa pemaparan yang akan di bahas oleh penulis, seperti
latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian dan sistematika penulisan laporan.
B BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan beberapa pemaparan tentang materi yang akan menjadi teori
dasar dalam pengujian dan pembuatan bahan pakan ikan
C BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini akan menjelaskan tentang tahapan dan metode penelitian yang dibuat
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada diagram alir
(Flowchart) dibuat untuk menjelaskan tehapan – tahapan tersebut.
D PEMBAHASAN PENELITIAN
Pada bab ini akan membahas tentang tahapan proses pengujian dan pembuatan
pakan ikan, dari tahap bahan mentah, mengimplementasikan desain pada proses
pengujian dan pembuatan serta implementasinya, berupa penjelasan teoritik, baik
secara kualikatif, kuantitatif atau secara sistematik.