Anda di halaman 1dari 23

I.

Pengkajian
A. Identitas Pasien
Nama : Ny. L
Umur : 35 Tahun
Status Marital : Ke - 3
Pendidikan : S1
Pekerjaan : PNS
Agama : Islam
Suku : Banjar
Bangsa : Indonesia
Alamat : DS Asia Baru Kec. Kuripan Batola
Tanggal Masuk RS : 02 Mei 2018
Tanggal Pengkajian : 03 Mei 2018
No. RM : 387041
Diagnosa Medis : Post SC dengan indikasi PEB

Identitas Penanggung Jawab


Nama : Tn. I
Umur : 33 Tahun
Pekerjaan : PNS
Agama : Islam
Hubungan dengan klien : Suami

B. Riwayat Penyakit
1. Keluhan Utama
Klien mengatakan nyeri di perut setelah operasi.
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Klien Masuk ruang IGD pada hari rabu tanggal 02 Mei 2018, jam 13:25 WITA
rujukan dari RSUD H. Abdulaziz Marabahan dengan keluhan IUFD, G3 P1 A1
31 minggu dengan PEB dan janin letak lintang. Klien mengeluh pusing, TD =
180/90, GCS E4 M6 V5. Klien masuk ruang nifas 1 dan dilakukan tindakan
operasi SC pada hari kamis 03 Mei 2018 pukul 08.00 WITA.
3. Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien mengatakan sebelumnya juga pernah operasi caesar saat melahirkan anak
pertama 10 tahun yang lalu.
1) Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan keluarganya tidak ada yang menderita penyakit hipertensi
dan melahirkan dengan cara operasi.
2) Riwayat Obstetri dan Ginekologi
a. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
1) Riwayat kehamilan yang lalu
Klien mengatakan kehamilan sebelumnya pernah mengalami keguguran
yaitu pada kehamilan kedua saat usia kehamilan 28 minggu.
2) Riwayat persalinan
Jenis Jenis Masalah
No Tanggal Partus Umur Hamil Penolong
Partus Kelamin Hamil Lahir Nifas Bayi Keadaan Anak
1 2008 38 minggu SC Dokter Laki-laki Aterm 2800 gr Normal Meninggal Tidak baik
2 2011 32 minggu Abortus Bidan Perempuan Preterm 1700 gr Normal Meninggal Tidak baik
3 02-05-2018 31 minggu SC Dokter Laki-laki Preterm 1600 gr Normal Meninggal Tidak baik
3) Riwayat Persalinan Sekarang
Tanggal : 03 Mei 2018
Hari : Kamis
Jam Persalinan : 08.00 WITA
Tipe Persalinan : Sectio Caesaria
Lama Persalinan :-
Komplikasi dalam persalinan : Nyeri Post Op, kelemahan.
b. Riwayat Ginekologi
1) Riwayat menstruasi / haid
Klien mengatakan haidnya tidak menentu, tetapi normalnya lama haid 7
hari. Biasanya darahnya lancar
2) Riwayat Perkawinan
Perkawinan pertama umur 22 pada waktu menikah
3) Riwayat keluarga berencana
Klien mengatakan menggunakan pil KB.

C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum
Klien tampak pucat dan lemah, GCS = E4 M6 V5 compos mentis, TTV : TD =
160/100 mmHg, Nadi = 96 x/m, Respirasi = 24 x/m, Suhu 36,4°C
2. Kepala : Rambut tampak bersih warna hitam
3. Mata : Konjungtiva Anemis
4. Telinga : Tidak ada kelainan bentuk, tampak bersih
5. Hidung : Tidak ada secret, tampak bersih
6. Mulut : Lembab dan kering pada bibir
7. Leher : Tidak ada pembesaran tiroid dan peningkatan vena
jugularis
8. Dada : Simetris antara kanan dan kiri, frekuensi nafas
24x/menit
9. Abdomen : Terdapat nyeri tekan di daerah post op
10. Kulit : Warna kulit kuning langsat , kulit teraba hangat dan
pucat, tekstur halus
11. Kuku : Bentuk tidak ada kelainan, tampak bersih
12. Ekstremitas : Tampak lemah, susah untuk duduk dan berdiri,
dengan skala 5555 5555
4444 4444
13. Pola aktivitas sehari-hari
Aktivitas Sebelum Hamil Ketika Hamil
1. Makan
- Frekuensi 3x/hari 3x/hari
- Jumlah Porsi habis Porsi habis
- Jenis Nasi, lauk pauk Nasi, lauk pauk
2. Minum
- Kwantitas 7 – 8 gelas/hari 7 gelas/hari
- Jenis Air putih Air putih
3. BAK
- Frekuensi 6x/hari 7x/hari
- Warna Kuning jernih Kuning jernih
4. BAB
- Frekuensi 1x/hari 1x/hari
- Warna Kuning Kuning
5. Mandi
- Frekuensi 2x/hari 2x/hari
- Gosok gigi Ya Ya
6. Tidur
- Kualitas Nyenyak Kurang Nyenyak
- Gangguan Tidak ada Kontraksi

14. Aspek psikososial dan spiritual


Klien cukup bisa berhubungan dengan orang di sekitarnya seperti berhubungan
dengan keluarga, perawat, dokter dan tim medis lainnya. Dirumah klien dapat
menunaikan kewajiban beribadahnya tetapi saat dirumah sakit agak jarang.
15. Data Penunjang
Laboratorium Tanggal 02 – 05 – 2018
Parameter Hasil Nilai normal
WBC (Leukosit) 1.8 uL 4.8 – 10.8
RBC (Eritrosit) 3.88 uL 4.2 – 5.4
HGB (Hemoglobin) 11.9 g/dL 12 – 16
HTC (Hematokrit) 34.9 % 37 – 47
MCV 89.9 fL 79 – 99
MCH 30.7 pg 27 – 31
MCHC 34.1 g/dL 33 – 37
PLT (Trombosit) 196 uL 150 – 450
RDW 14.1 % 11.5 – 14.5
PDW 15.0 fL 9 – 17
MPV 11.0 fL 9 – 13
P-LCR 32.8 % 13 – 43
NEUT 53 % 50 – 70
LYMPH 33 % 25 – 40
MXD 14 % 25 – 30
NEUT# 5.1 uL 2 – 7.7
LYMPH# 3.3 uL 0.8 – 4
MXD# 1.4 uL 2 – 7.7
II. Analisa Data
No Data Fokus Etiologi Problem
1 DS : - Klien mentatakan nyeri pada luka bekas Agen injuri Nyeri akut
operasi di abdomen fisik (tindakan
P : Nyeri timbul saat digerakkan operasi)
Q : Nyeri ditusuk-tusuk
R : Nyeri di abdomen
S : Skala nyeri 5 (sedang) 0 - 10
T : Nyeri hilang timbul.
DO : - Pada saat pengkajian ekspresi wajah
klien tampak meringis
- Nyeri tekan pada luka operasi
- Skala nyeri yang dirasakan 5 (0 – 10)
2 DS : - Klien mengatakan belum bisa bergerak Kelemahan Gangguan
secara aktif. mobilitas fisik
DO : - Pasien tampak lemah
- Nampak semua kebutuhan pasien
dibantu oleh keluarga dan perawat
- Skala otot
5555 5555
4444 4444
3 DS : - Klien mengatakan bayinya meninggal Kematian Berduka
saat dalam kandungan orang terdekat
- Klien merasa kehilangan atas kematian (anak)
anaknya yang ke 3 kali
DO : - Klien tampak sedih
- Klien terlihat putus asa
- Klien tampak murung dan jarang
berbicara.

III. Diagnosa Keperawatan


1. Nyeri akut berhubungan dengan agen injury fisik (tindakan operasi)
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan
3. Berduka berhubungan dengan kematian orang terdekat (anak)
IV. Nursing Care Planning (NCP)
Diagnosa
No NOC NIC
Keperawatan
1 Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan Pain Manajemen :
berhubungan keperawatan selama 3 x 24 jam 1. Lakukan pengkajian nyeri
diharapkan nyeri akut teratasi secara komprehensif
dengan agen injury
dengan kriteria hasil : 2. Pilih dan lakukan
fisik (tindakan penanganan nyeri
operasi) Indikator IR ER (farmakologi,
1. Mampu nonfarmakologi, dan
mengontrol nyeri interpersonal
2. Menyatakan rasa 3. Ajarkan tentang teknik non
nyaman setelah farmakologi
nyeri berkurang 4. Monitor penerimaan pasien
3. Mampu mengenali tentang manajemen nyeri
nyeri (skala, 5. Monitor TTV
intensitas,
frekuensi)

Keterangan :
1 = Berat
2 = Cukup berat
3 = Sedang
4 = Ringan
5 = Tidak ada
Diagnosa
No NOC NIC
Keperawatan
2 Gangguan mobilitas Setelah dilakukan tindakan Excersice Therapy :
fisik berhubungan keperawatan selama 3 x 24 jam 1. Monitoring vital sign
diharapkan gangguan mobilitas 2. Konsultasikan dengan
dengan kelemahan
fisik dapat teratasi dengan kriteria terapi fisik tentang rencana
hasil : ambulasi sesuai dengan
kebutuhan
Indikator IR ER 3. Kaji kemampuan klien
1. Mengerti tujuan dalam mobilisasi
dan peningkatan 4. Dampingi dan bantu klien
mobilitas dalam mobilisasi dan bantu
2. Memverbalisasikan penuhi kebutuhan
perasaan dalam 5. Berikan alat bantu jika
meningkatkan klien memerlukan
kekuatan dan 6. Ajarkan klien bagaimana
kemampuan merubah posisi dan
berpindah berikan bantuan jika
diperlukan.
Keterangan :
1 = Keluhan ekstrim
2 = Keluhan berat
3 = Keluhan sedang
4 = Keluan ringan
5 = Tidak ada keluhan
Diagnosa
No NOC NIC
Keperawatan
3 Berduka Setelah dilakukan tindakan Mengidentifikasi kehilangan
berhubungan keperawatan selama 1 x 24 jam 1. Tentukan penyebab dan
diharapkan klien dapat lamanya waktu sejak
dengan kematian
memperlihatkan penyelesaian diagnosis kematian
orang terdekat dukacita dengan kriteria hasil : fetus/bayi
(anak) 2. Anjurkan untuk
Indikator IR ER mengekspresikan perasaan
1. Pulih dari perasaan tentang kehilangan
kehilangan 3. Lakukan penyuluhan ke
2. Kemajuan dalam pasien dan keluarga
melewati tahap 4. Ajarkan karakteristik
dukacita proses berduka yang
3. Menggunakan normal dan tidak normal.
strategi koping
yang efektif
4. Melaporkan
penurunan fokus
pikiran terhadap
kehilangan

Keterangan :
1 = Tidak pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Selalu
V. Implementasi Keperawatan
Diagnosa
No Implementasi Evaluasi
Keperawatan
1 Nyeri akut 1. Melakukan pengkajian S : - Klien mengatakan masih
berhubungan nyeri secara merasa nyeri pada luka
komprehensif bekas operasi di abdomen
dengan agen injury
2. Memilih dan melakukan P : Nyeri timbul saat
fisik (tindakan penanganan nyeri digerakkan
operasi) (farmakologi, Q : Nyeri ditusuk-tusuk
nonfarmakologi, dan
R : Nyeri di abdomen
interpersonal
3. Mengajarkan tentang S : Skala nyeri 4
teknik non farmakologi T : Nyeri hilang timbul.
4. Memonitor penerimaan O : - Pada saat pengkajian
pasien tentang ekspresi wajah klien tampak
manajemen nyeri meringis
5. Memonitor TTV - Nyeri tekan pada luka
operasi
- Skala nyeri yang dirasakan
4 (0 – 10)
A : Masalah nyeri sebagian
teratasi
Indikator IR ER
1. Mampu mengontrol
nyeri
2. Menyatakan rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
3. Mampu mengenali
nyeri (skala,
intensitas, frekuensi)

Keterangan :
1 = Berat
2 = Cukup berat
3 = Sedang
4 = Ringan
5 = Tidak ada

P : Intervensi dilanjutkan nomor 1-


5
Diagnosa
No Implementasi Evaluasi
Keperawatan
2 Gangguan 1. Melakukan monitoring S :- Klien mengatakan belum bisa
mobilitas fisik vital sign bergerak secara aktif.
2. Mengkonsultasikan dengan O :- Klien masih tampak lemah
berhubungan
terapi fisik tentang rencana
dengan kelemahan - Nampak semua kebutuhan
ambulasi sesuai dengan
kebutuhan pasien dibantu oleh keluarga
3. Mengkaji kemampuan klien dan perawat
dalam mobilisasi A : Masalah belum teratasi.
4. Mendampingi dan bantu
klien dalam mobilisasi dan Indikator IR ER
bantu penuhi kebutuhan 1. Mengerti tujuan dan
5. Memberikan alat bantu jika peningkatan
klien memerlukan mobilitas
6. Mengajarkan klien 2. Memverbalisasikan
bagaimana merubah posisi perasaan dalam
dan berikan bantuan jika meningkatkan
diperlukan. kekuatan dan
kemampuan
berpindah

Keterangan :
1 = Keluhan ekstrim
2 = Keluhan berat
3 = Keluhan sedang
4 = Keluan ringan
5 = Tidak ada keluhan

P : lanjutkan intervensi nomor 1-6


Diagnosa
No Implementasi Evaluasi
Keperawatan
3 Berduka 1. Menentukan penyebab S : Klien mengatakan masih merasa
berhubungan dan lamanya waktu sejak sedih atas kehilangan anaknya
diagnosis kematian O : - Klien tampak sedih
dengan kematian
fetus/bayi - Klien dan keluarga
orang terdekat 2. Menganjurkan untuk tampakmasih berduka
(anak) mengekspresikan A : Masalah belum teratasi
perasaan tentang
kehilangan Indikator IR ER
3. Melakukan penyuluhan ke 1. Pulih dari perasaan
pasien dan keluarga kehilangan
4. Mengajarkan karakteristik 2. Kemajuan dalam
proses berduka yang melewati tahap
normal dan tidak normal. dukacita
3. Menggunakan
strategi koping
yang efektif
4. Melaporkan
penurunan fokus
pikiran terhadap
kehilangan

Keterangan :
1 = Tidak pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Selalu

P : Intervensi dilanjutkan 1-4


VI. Catatan Perkembangan
Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
1 Nyeri akut (DS) S : - Klien mengatakan masih merasa nyeri
berhubungan Kamis pada luka bekas operasi di abdomen
3 Mei P : Nyeri timbul saat digerakkan
dengan agen
2018 Q : Nyeri ditusuk-tusuk
injury fisik
R : Nyeri di abdomen
(tindakan
S : Skala nyeri 4
operasi)
T : Nyeri hilang timbul.
O : - Pada saat pengkajian ekspresi wajah klien
tampak meringis
- Nyeri tekan pada luka operasi
- Skala nyeri yang dirasakan 4 (0 – 10)
A : Masalah nyeri sebagian teratasi
Indikator IR ER
1. Mampu mengontrol
nyeri
2. Menyatakan rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
3. Mampu mengenali
nyeri (skala, intensitas,
frekuensi)

Keterangan :
1 = Berat
2 = Cukup berat
3 = Sedang
4 = Ringan
5 = Tidak ada

P : Intervensi dilanjutkan nomor 1-5


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
2 Gangguan (DS) S :- Klien mengatakan belum bisa bergerak
mobilitas fisik Kamis secara aktif.
berhubungan 3 Mei O :- Klien masih tampak lemah
dengan 2018 - Nampak semua kebutuhan pasien dibantu
kelemahan oleh keluarga dan perawat
A : Masalah belum teratasi.

Indikator IR ER
1. Mengerti tujuan dan
peningkatan mobilitas
2. Memverbalisasikan
perasaan dalam
meningkatkan
kekuatan dan
kemampuan
berpindah

Keterangan :
1 = Keluhan ekstrim
2 = Keluhan berat
3 = Keluhan sedang
4 = Keluan ringan
5 = Tidak ada keluhan

P : lanjutkan intervensi nomor 1-6


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
3 Berduka (DS) S : Klien mengatakan masih merasa sedih atas
berhubungan Kamis kehilangan anaknya
1 Maret O : - Klien tampak sedih
dengan
- Klien dan keluarga tampak masih berduka
kematian orang 2018
A : Masalah belum teratasi
terdekat (anak)
Indikator IR ER
1. Pulih dari perasaan
kehilangan
2. Kemajuan dalam
melewati tahap
dukacita
3. Menggunakan
strategi koping
yang efektif
4. Melaporkan
penurunan fokus
pikiran terhadap
kehilangan

Keterangan :
1 = Tidak pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Selalu

P : Intervensi dilanjutkan 1-4


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
1 Nyeri akut (DM) S : - Klien mengatakan nyerinya kadang masih
berhubungan Kamis terasa
3 Mei P : Nyeri timbul saat digerakkan
dengan agen
2018 Q : Nyeri ditusuk-tusuk
injury fisik
R : Nyeri di abdomen
(tindakan
S : Skala nyeri 4
operasi)
T : Nyeri hilang timbul.
O : - Pada saat pengkajian ekspresi wajah klien
tampak meringis
- Nyeri tekan pada luka operasi
- Skala nyeri yang dirasakan 4 (0 – 10)
A : Masalah nyeri sebagian teratasi
Indikator IR ER
1. Mampu mengontrol
nyeri
2. Menyatakan rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
3. Mampu mengenali
nyeri (skala,
intensitas, frekuensi)

Keterangan :
1 = Berat
2 = Cukup berat
3 = Sedang
4 = Ringan
5 = Tidak ada

P : Intervensi dilanjutkan nomor 1-5


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
2 Gangguan (DM) S :- Klien mengatakan pergesakannya sebatas
mobilitas fisik Kamis miring kiri kanan
berhubungan 3 Mei O :- Klien masih tampak lemah
dengan 2018 - Nampak semua kebutuhan pasien dibantu
kelemahan oleh keluarga dan perawat
A : Masalah sebagian teratasi.

Indikator IR ER
1. Mengerti tujuan dan
peningkatan mobilitas
2. Memverbalisasikan
perasaan dalam
meningkatkan
kekuatan dan
kemampuan
berpindah

Keterangan :
1 = Keluhan ekstrim
2 = Keluhan berat
3 = Keluhan sedang
4 = Keluan ringan
5 = Tidak ada keluhan

P : lanjutkan intervensi nomor 1-6


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
3 Berduka (DM) S : Klien mengatakan masih merasa sedih atas
berhubungan Kamis kehilangan anaknya
1 Maret O : - Klien tampak sedih
dengan
- Klien dan keluarga tampak masih berduka
kematian orang 2018
A : Masalah belum teratasi
terdekat (anak)
Indikator IR ER
1. Pulih dari perasaan
kehilangan
2. Kemajuan dalam
melewati tahap
dukacita
3. Menggunakan
strategi koping
yang efektif
4. Melaporkan
penurunan fokus
pikiran terhadap
kehilangan

Keterangan :
1 = Tidak pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Selalu

P : Intervensi dilanjutkan 1-4


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
1 Nyeri akut (DP) S : - Klien mengatakan nyerinya sudah mulai
berhubungan Jumat berkurang
4 Mei P : Nyeri timbul saat digerakkan
dengan agen
2018 Q : Nyeri ditusuk-tusuk
injury fisik
R : Nyeri di abdomen
(tindakan
S : Skala nyeri 3
operasi)
T : Nyeri hilang timbul.
O : - Klien tampak tidak meringis
- Nyeri tekan pada luka operasi
- Skala nyeri yang dirasakan 3 (0 – 10)
A : Masalah nyeri sebagian teratasi
Indikator IR ER
1. Mampu mengontrol
nyeri
2. Menyatakan rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
3. Mampu mengenali
nyeri (skala,
intensitas, frekuensi)

Keterangan :
1 = Berat
2 = Cukup berat
3 = Sedang
4 = Ringan
5 = Tidak ada

P : Intervensi dilanjutkan nomor 1-5


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
2 Gangguan (DP) S :- Klien mengatakan bisa bergerak duduk
mobilitas fisik Jumat O :- Klien masih tampak lemah
berhubungan 4 Mei - Kebutuhan klien masih dibantu oleh keluarga
dengan 2018 dan perawat
kelemahan A : Masalah sebagian teratasi.

Indikator IR ER
1. Mengerti tujuan dan
peningkatan mobilitas
2. Memverbalisasikan
perasaan dalam
meningkatkan
kekuatan dan
kemampuan
berpindah

Keterangan :
1 = Keluhan ekstrim
2 = Keluhan berat
3 = Keluhan sedang
4 = Keluan ringan
5 = Tidak ada keluhan

P : lanjutkan intervensi nomor 1-6


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
3 Berduka (DP) S : Klien mengatakan sudah mulai bisa menerima
berhubungan Jumat kehilangan anaknya
1 Maret O : - Klien tampak tenang dan rileks
dengan
- Klien dan keluarga tampak mulai bisa
kematian orang 2018
menerima
terdekat (anak) A : Masalah sebagian teratasi

Indikator IR ER
1. Pulih dari perasaan
kehilangan
2. Kemajuan dalam
melewati tahap
dukacita
3. Menggunakan
strategi koping
yang efektif
4. Melaporkan
penurunan fokus
pikiran terhadap
kehilangan

Keterangan :
1 = Tidak pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Selalu

P : Intervensi dilanjutkan 1-4


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
1 Nyeri akut (DS) S : - Klien mengatakan nyerinya berangsur-
berhubungan Jumat angsur hilang
4 Mei P : Nyeri kadang timbul saat digerakkan
dengan agen
2018 Q : Nyeri ditusuk-tusuk
injury fisik
R : Nyeri di abdomen
(tindakan
S : Skala nyeri 2
operasi)
T : Nyeri hilang timbul.
O : - Klien tampak tidak meringis agi
- Nyeri tekan pada luka operasi
- Skala nyeri yang dirasakan 2(0 – 10)
A : Masalah nyeri sebagian teratasi
Indikator IR ER
1. Mampu mengontrol
nyeri
2. Menyatakan rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
3. Mampu mengenali
nyeri (skala,
intensitas, frekuensi)

Keterangan :
1 = Berat
2 = Cukup berat
3 = Sedang
4 = Ringan
5 = Tidak ada

P : Intervensi dilanjutkan nomor 1-5


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
2 Gangguan (DS) S :- Klien mengatakan sudah bisa bergerak
mobilitas fisik Jumat duduk dan miring kanan kiri
berhubungan 3 Mei O :- Klien tampak bisa duduk
dengan 2018 - Kebutuhan ADL klien masih dibantu
kelemahan keluarga
A : Masalah sebagian teratasi.

Indikator IR ER
1. Mengerti tujuan dan
peningkatan mobilitas
2. Memverbalisasikan
perasaan dalam
meningkatkan
kekuatan dan
kemampuan
berpindah

Keterangan :
1 = Keluhan ekstrim
2 = Keluhan berat
3 = Keluhan sedang
4 = Keluan ringan
5 = Tidak ada keluhan

P : lanjutkan intervensi nomor 1-6


Diagnosa
No Waktu Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
3 Berduka (DS) S : Klien mengatakan sudah bisa menerima
berhubungan Kamis kehilangan anaknya
1 Maret O : - Klien tidak terlihat sedih lagi
dengan
- Klien dan keluarga tampak tenang
kematian orang 2018
A : Masalah teratasi
terdekat (anak)
Indikator IR ER
1. Pulih dari perasaan
kehilangan
2. Kemajuan dalam
melewati tahap
dukacita
3. Menggunakan
strategi koping
yang efektif
4. Melaporkan
penurunan fokus
pikiran terhadap
kehilangan

Keterangan :
1 = Tidak pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Selalu

P : Intervensi dihentikan