Anda di halaman 1dari 17

SISTEM TAMBANG BAWAH TANAH

Ditinjau dari sistem penyanggaannya, maka metode penambangan bawah tanah (


Underground mining ) dapat digolongkan dalam 3 ketegori, yaitu :

Tapi yang kami ulas lebih mendalam adalah Open Stope Metode.

A. Metode Penambangan Swa Disangga (Open Stope Method)


Metode Swa Sangga (Self Supported) menggunakan massa batuan near field sebagai
penyangga diri sendiri, tanpa penyangga buatan, cara ini diterapkan untuk kondisi batuan
sekeliling dan endapan bijih yang cukup kuat, sehingga tidak mudah runtuh kedalam lubang
galian.

Metode ini terbagi atas :

1. Glory Hole

Adalah merupakan system gabungan antara sub open stope dengan supported method. Pada
sisrtem ini harus ditinggalkan pilar-pilar untuk mencegah penurunan permukaan (Surpace
subsidence)

System ini cocok untuk endapan-endapan bijih yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut
:

1. Yang mempunyai ore body / batuan samping yang kuat.

2. Cocok untuk endaapan bijih yang sempit atau agak lebar tetapi berbentuk bulat/elips.

3. Untuk batas endapan yang cukup jelas.

4. Mempunyai kemiringan / dip 70 0.

Contohnya : endapan bijih emas yang berbentuk vein.

Keuntungan :

1. Ongkos penambangan murah, karena tak perlu modal besar.

2. Cara kerjanya relatif mudah dan sederhana, sehingga tak perlu karyawan yang terampil.
3. Relatif Aman.

Kerugian :

1. Produksi kecil, yaitu 50-100 ton per hari, karena banyak pekerjaan yang ditangani secara
manual, sehingga pendapatan yang diperoleh kecil.

2. Sulit mempertahankan jenjang-jenjangnya karena kesulitan dalam menurunkan batuan


hasil peledakan.

Cara penambangan :

Penambangan Glory Hole mengaplikasikan suatu penggalian terbuka dimana bijih


dipindahkan dari lombong ke jalan pengangkutan dengan efek gravitasi.

Glory Hole sering diartikan sebagai suatu operasi penambangan dimana bijih dihancurkan
oleh peledakan kemudian jatuh ke jalan bijih oleh efek gravitasi. Open Pits moderen yang
mengaplikasikan suatu sistem pengangkutan bijih melalui shaft yang dibangun pada bagian
luar pit limit, mencirikan suatu kesamaan proses pengangkutan dengan glory hole.

Metode penambangan Glory Hole dapat diterapkan untuk berbagai tipe jebakan, walaupun
bentuk material galian tidak mempunyai kecendrungan untuk bisa dikumpulkan pada Draw
Point.

2. Gophering

Yaitu suatu cara penambangan terhadap endapan bijih yang kecil/tebal dan lebarnya kurang
dari 3 meter kemiringan/dip bukan menjadi suatu masalah bentuk endapan bisa reguler (tidak
teratur) dapat dipai untuk endapan yang bernilai tinggi tidak dibenarkan untuk menambang
“ore shoot” karena akan menggangu endapan bijih keseluruhaan.

System ini cocok untuk endapan-endapan bijih yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut
:

1. Kekuatan bijih relatif kuat.

2. Kekuatan batuan cukup kuat.

3. Bentuk endapan tidak teratur.

4. Kemiringan endapan spotty deposits, sukar ditambang dengan sistematik.

5. Ukuran endapan kecil atau lebarnya lebih kecil 3 meter, terpisah-pisah, letaknya
terpencil.
6. Kadar bijih tinggi, bagian-bagian yang miskin ditinggalkan sebagai pillar.

Contohnya : endapan bijih emas yang tidak teratur tapi kadarnya tinggi.

Keuntungan :

1. Ongkos penambangan murah.

2. Memberi tempat kerja dan memperoleh pendapatan tambahan bagi penduduk di sekitar
endapan.

Kerugian :

1. Produksinya rendah.

2. Mencemari lingkungan hidup.

Cara penambangan :

Cara penambangan Gophering hanya mengikuti arah vein. Kalau cara ini diterapkan pada
Vein yang sangat kaya, metode ini sering memberikan keuntungan sementara. Hal ini karena
biaya pembuatan lubang bukaan dengan ukuran yang sangan bervariasi sangant mahal.

3.Shirinkage Stoping

Adalah suatu cara penambangan yang termasuk over hand stoping dimana setiap bagian dibor
dan diledakan dari bawah keatas.tumpikan hasil ledaka akan dibiarkan dilantai yang dapat
dimanfaatkan sebagai tempat pemboran berikutnya dan untuk menyanggah country rock .

System ini cocok untuk :

1. Untuk endapan bijih dan batuan sampingnya keras.

2. Kemiringan dari pada stope wall (dinding stope) harus curam kira-kira sudutnya > 600.

3. Bentuk urat/vain dengan ketebalan antara 1-3 meter.

4. Bentuk ore body harus teratur sehingga tidak banyak bijih yang hilang (loose ore).

5. Harus mempunyai batas yang jelas antara ore body dengan country rock

6. Orenya bersifat tidak akan mengeras kembali bila bercampur dengan air.
7. Sebaiknya bukan endapan sulfida.

Contohnya adalah endapan bijih emas yang berbentuk vein tetapi kedalamannya dangkal.

Keuntungan :

1. Ongkos deplopment lebih rendah karena jarak antara level dengan level dan raise dan
raise bias berjauhan.

2. Biaya hanling daripada ore lebih rendah karena ore dapat turun dengan sendirinya secara
gravitasi melalui chate.

3. Kayu-kayu untuk tempat berdirinya pekerja tidak perlukan.

4. Ventilasinya lebih baik karena dapat mengikuti bukaan.

5. Dapat melakukan pembersihaan/cleaning mining karena recovery agak tinggi.

6. Produksi dapat cepat terlaksana karena tinggal didalam stope.

7. Tidak terjadi penurunan permukaan surface subsidence karena bekas-bekas dari stope di
isi material.

Kerugiaan :

1. Menyulitkan perusahaan yang bermodal kecil karena sebagian endapan masih tertinggal
di dalam stope tersebut.

2. Bila endapan (Broken Ore) telalu lama tertinggal didalam stope dan endapan tersebut
mengandung oksida yang mudah teroksidasi oleh udara dan lama kelamaan akan menjadi
kompak hal ini akan menyulitka dalam proses metalurgi.

Cara penambangan :

Teknik penambangan Shringkage Stoping meliputi kemajuan penambangan lombong pada


arah vertikal dan horisontal. Broken Ore digunakan sebagai tempat pijak dan penyangga
sementara.

Operasi Shringkage Stoping meliputi siklus pemboran dan peledakan, ekstraksi bijih, scalling
dan penyangga. Bijih dihancurkan dalam lombong melalui penggalian atap oleh petambang
yang bekerja tepat pada bagian bawah crown.

Broken Ore yang ditinggalkan dalam lombong dapat berfungsi sebagai :

1. Tempat berpijak yang stabil bagi pembor yang dapat menampung banyak pembor,
sehingga dapat mempercepat penambangan.
2. Sebagai penyangga country rock.

4. Sub level Stoping

Adalah cara penambangan bijih terletak diantara 2 level dimana penambangan ini dilakukan
membuat sub level yang berurutan. Jarak antara level 100 – 200 feet sedang itu sub level 25 –
40 feet. Cara penambangan ini dapat dilakukan dengan cara oper Hand. Level utama
dihubungkan dengan raise dan sub level.

Untuk sub level ini cocok untuk endapan sebagai berikut :

1. Ketebalan endapan kurang lebih 10-20 meter.

2. Kemiringan endapan sebaiknya 300

3. Endapan harus keras

4. Kountry rock/ sekelilingnya harus keras dan kompak agar tidak mudah terjadi
pengotoran (Dilution)

5. Batas antara endapan dengan country rock sebaiknya mudah dilihat dan bentuknya
teratur.

6. Penyebaran bijih sebaiknya merata karena cara ini tidak memungkinkan tidak selektif.

Contohnya adalah endapan bijih besi.

Keuntungan :

1. Pekerjaan aman karena pekerja tidak berada didalam stope.

2. Biaya penambangan perton ore relatif murah

3. efisiensi penambanggan lebih besar karena dapat melakukan penambangan secara


serentak.

4. Tidak di perlukan penyanggah

5. Bijih dikeluarkan secara gravitasi.

Kerugiaan :

1. Banyak bukaan yang harus dikerjakan.


2. Kehilangan mineral agak banyak terutama pada waktu penggambilan pillar yang
tertinggal.

3. Sorting didalam stope tidak dapat di hilangkan.

4. Kesulitan pada pengambilan pillar-pillar yang tadinya ditinggalkan sebagai penyanggah


sementara.

5. Kemungkinaan runtuhnya atap-atap dan dinding pada setiap kemajuaan tambang

Cara penambangan :

Bijih mulai diproduksi bila kemajuan development telah sampai pada aktifitas dalam
lombong. Fragmentasi bijih (broken ore) diperoleh melalui ring drill dan peledakan.
Kemudian Broken Ore masuk ke dalam Draw Point. Muka dan dinding samping lombong
ditinggalkan tanpa diberi penyanggaan.

Pembuatan Stoping dengan peledakan menggunakan lubang tembak panjang antara 20-30
meter yang dibuat dari sub level. Sistem pemboran peledakan umumnya terdiri dari 2 metode
umum yaitu :

1. Pemboran melingkar dengan diameter 50-75 mm

2. Pemboran paralel dengan diameter besar 200 mm.

B. SUPORTED STOPE METHOD

1. Cut and Fill

Adalah suatu metode penambangan dengan jalan mengambil bagian demi bagian (slice by)
dimana bagian yang sudah ditaambang dikeluarkan orenya lalu dimasukan material pengisi
sebelum penambangan berikutnya dilakukan.

Material pengisi disini berfungsi sebagai berikut :

1. tempat berpijak untuk pemboran dan penggalian berikutnya.

2. sebagai penyanggah batuan sekelilingnya.

3. Untuk mencegah terjadinya penurunaan permukaan.


System ini cocok untuk endapan sebagai berikut :

1. Untuk endapan yang berbentuk Paint dengan dip 450

2. Untuk endapan dengan ketebalan 1-6 meter.

3. Batuan sampingnya agak lunak/kurang kompak.

4. orenya memiliki nilai yang tinggi dan memerlukan mining recovery yang tinggi guna
menutupi ongkos.

5. Dapat dipergunakan untuk endapan bijih yang batasnya kurang teratur dan banyak
terdapat Barrent rock (batuan sekelilingnya masuk kedalam bijih). Diantara endapan bijih
yang sedang ditambang.

Keuntungan :

1. Cukup pleksibel sehingga dapat menambang bagian-bagian yang sulit dan dapat
mengadakan selektif mining.

2. dari stope dapat dilakukan eksplorasi untuk mengetahui arah penyebaran bijih
selanjutnya.

3. Barrent rock/Wasle dapat dipakai material pengisi.

4. Pemakai timber sedikit sehingga kemungkinan kebusukan kayu dan kebakaran jarang
terjadi.

5. Bisa mendapatkan mining Recovery yang tinggi.

6. Bila memungkinkan penambangan dilakukan pada beberapa tempat sehingga


produksinya besar.

7. Kecil kemungkinan terjadinya penurunaan permukaan

Kerugiaan:

1. Selain menambang juga harus mencari material pengisi

2. harus dilakukan pemisahaan yang cukup baik antara endapan bijih dengan material
pengisi agar tidak terjadi pengotoran

3. Ongkos penambangan relatif tinggi


2. STULL STOPING

Adalah suatu metode penambangan yang menggunakan penyanggaan kayu (timber), dan
penyangga dipasang langssung dari hanging wall ke foot wall. Penyangga ini disebut stull.
Penyanggaan ini bias sistimatis,tetapi bias juga hanya dipasang setempat bila bila keadaan
batuan memungkinkan.

Metode penambangan ini cocok untuk endapan bijih yang memiliki sifat-sifat sebagai
berikut :

1. Kekuatan bijih agak tebal, sehingga tidak perlu disangga

2. kekuatan batuan samping mudah pecah

3. Kemiringan endapan tidak terlalu berpenggaruh

4. Ukuran endapan antara 1-3 meter, yaitu ketebalan masih bias dicapai oleh penyangga
kayu tanpa sambungan (timber)

5. Kadar bijih tinggi, karena ongkos penambangan juga tinggi.

Cara penambangan

1. Penerapannya dibatasi oleh panjang stull.

2. Untuk menghindari amblesan (Surface Subsidence) maka harus diisi degan material
pengisi sehingga dapat berubah manjadi cut and fill

3. Kalau penurunan permukaan bumi, maka lubang bekas lombong dapat dibiarkan kosong
dan runtuh sendiri maka biasanya yang dipakai top slicing.

Segi positif stull stoping

1. Cara penambangan sangat sederhana karena cara penyanggan ini tidak sulit sehingga
tidak memerlukan banyak karyawan yang terampil

2. Bisa meninggalkan pillar yang terbuat dari barent rock.

3. Karena luwes dapat dilakukan selective mining, maka perolehan tambangnya bias tinggi.

4. Memiliki jaminan keamanan yang cukup baik dibandingkan square setting atau cut and
fill, karena ukuran endapan bijihnya tipis.
Segi negatif Stull Stoping

1. Karena memakai penyangga kayu dapat menyebabkan pembusukan serta kebakaran.

2. Pada umumnya sukar untuk menghindari terjadinya pengotoran.

3. Dapat menyebabkan amblesan kecuali diikuti dengan pengisian bekas-bekas lombong.

3. Square Set Stoping

Square set stoping merupakan sistem panambangan dengan penyanggaan secara sitematis
yang saling tegak lurus kesegala arah (tiga dimensi). Penyangga ini memilki kerangka berupa
kubus maupun empat persegi panjang.

Cara ini cocok untuk endapan yang bersifat :

1. Kekuatan bijih lemah serta mudah runtuh.

2. Kekuatan batuan samping lemah serta mudah runtuh

3. Bentuk endapan tak perlu memiliki batas-batas yang baik atau jelas dilihat, misalnya
mempunyai off shoot, pocket, dll.

4. Kemiringan endapan > 450 yg berbentuk urat bijih.

5. Ukuran endapan minimum 3,5 m.

6. Memiliki kadar bijih yang sangat tinggi.

Umumnya cara ini cocok untuk endapan dengan batuan yang lunak, oleh karena itu cara
penambangan ini sulit untuk diubah kecara penambangan yang lain.

Akan tetapi kalau sangat terpaksa, misalnya karena keadaan batuan agak keras dan surface
subsidence tidak boleh terjadi, maka dapat diubah ke cara cut and fill atau stull stoping bila
urat bijihnya tipis.

Cara penambangan ini dapat dipakai sebagai pelengkap atau pembantu cara penambangan
lain bila bentuk bijihnya tidak baik, misalnya ditemukan off shoot, atau penyangga under cat
pada blokcaving. Kecuali square setting sering dipergunakan untuk mengambil pillar yang
terletak diantara lombong-lombong yang sudah diisi dengan filling material.
Segi positif Square Set Stoping

1. Dapat digunakan untuk menambang segala macam ukuran dan bentuk endapan bijih,
asal kemiringan >450,luwes dalam arti dapat menambang segala macam bentuk endapan.

2. Dapat dipakai untuk endapan dan batuan samping yang keadaannya sangat lunak dan
mudah runtuh.

3. Memungkinkan dilakukannya penambangan dengan mining recovery yg tinggi > 90%


(high mining extraction)

4. Ventilasi lebih mudah diatur.

5. Dapat memberi keamanan kerja yang tinggi.

Segi negatif Squar Set Stoping

1. Memakai banyak penyangga kayu sehingga menyebabkan ongkos penambangan manjadi


mahal, kemungkinan bahaya kebakaran lebih besar, dan dapat terjadi pembusukan sehingga
akan terbentuk gas-gas beracun.

2. Waktu untuk penyiapan dan penyediaan kayu penyangga lebih kurang dari 30%,
sedangkan volume kayu yang dibutuhkan sekitar 6-15%.

3. Sukar diubah kesistem penambangan yang lain.

C. METODE PENAMBANGAN BATUBARA


Secara umum penambangan batubara terdiri dari pemotongan, pemuatan, pemasangan
penyangga, penambangan GOB, transportasi serta penanganan gas, penyangga serta debu
untuk itu metode penambangan batubaraa harus dipilih dengan hati-hati :

1. Penentuaan struktur pit dengan kondisi alam misalnya : patahaan

2. Penentuan system penambangan batubara

3. Tindakan terhadap transportasi ventilasi penimbunan kembali dan keselamatan

4. Persiapan 9penyangga, alat-lat)

5. Penggunaan mesin penaambangan batubara yang sesuai.

6. Praktek penambangan batubara.

7. Penetapan produksi batubara dan rencana ketenagakerjaan.


Faktor dalam penentuan penambangan :

1. Pekerjaan penambangan harus aman dan terpercaya.

2. Metode yang sedapat mungkin dapat menambang secara sempurna.

3. Metode yang efisiensinya tinggi jika penggunaan bahan perton yang sedikit dan
ekonomis.

Pemilihaan metode penambangan batubara dan kondisi alam yang menjadi faktor
penentu dalam pemilihaan tersebut :

1. Ketebalan lapisan batubara

2. Kemiringan

3. Sifat atap dan lantai

4. Hubungan beberapa lapisan

5. Ada tidaknya petarifid wood dan parting

6. Banyak tidaknya gas dan air yang keluar

7. Ada kemungkinan terjadinya swa bakar.

8. Rekar batubara dan tekanan bumi serta kekerasan batubara tersebut.

9. Kondisi lain.

1. Room And Pillar

Suatu metode penambangan yang menyatakan suatu blok akan menggali masuk 2 sistem
atau jalur, masing-masing melintang dan memanjang.

Metode ini hanya penggalian maju terowongan terhadap room and pillar secara berurutan
mulai dari yang terdalam apabila jaringan terowongan digali telah mencapai batas
maksimum.

Keuntungan :

2. Lingkup penyesuaian terhadap korelesi alam penambangan lebih luas dibandingkan


dengan long wall yang di maksimumkan

3. Hingga batas – batas tertentu dapaat meenyesuaikan terhadap variasi kemiringan


4. Mampu menambang blok yang tersisa oleh penambangan system long wall misalnya
karena adanya patahaan

5. Dapat melakukan penambangan suatu blok yang berkaitan dengan perlindungan


permukaan.

6. Cukup efektif untuk menaikan Recovery (Pillar Robbing) menaikan recovery baatubara.

Kelemahan :

1. Recovery penambangan rendah (60 –70 %).

2. Banyak terjadi insiden (kecelakaan) atap yang runtuh

3. Ada batas maksimumpenambangan bagian dalam karena adanya tekanan bumi.

4. Karena banyak yang disisakan akan meninggalkan masalah dari segi keamanan untuk
penerapan dilakukan batubara untuk mudah mengalami swa bakar/self combustion.

2. Metode penambangan batubara system long wall/lorong panjang

Metode penambangan batubara adalah yang digunakan secara luas pada penambangan bawah
tanah.

Ciri-ciri penambangan batubara long wall adalah sebagai berikut :

1. Recoverynya tinggi karena menambang sebagian besar batubara

2. Permulaan kerja dapat dipusatkan karena dapat berproduksi besar.

3. Apabila kemiringannya landai mekanisasi penambangan, transportasi dan penyanggaan


menjadi beda sehingga dapat meningkatkan efisiensi penambangan.

4. Karena dapat memusatkan permukaan kerja, panjang terowongan yang dikerja terhadap
produksi batubara menjadi pendek.

5. Mengguntungkan dari segi keamanan karena ventilasinya mudah dari swa bakar/self
combustion yang timbul juga sedikit.

6. Karena dapat menguatkan tekanan bumi, pemotongan batubara menjadi mudah.

7. Apabila terjadi hal-hal keruntuhan kerja dan kerusakan mesin maka penggunakan
produksi batubaranya besar.
D. Metode Ambrukan (Caving Methods)

1. Top Slicing

Top Slicing adalah suatu penambangan untuk endapan-endapan bijih dan lapisan penutup
(overburden) yang lemah atau mudah runtuh.

Penambangan dilakukan selapis demi selapis dari atas ke bawah pada lombong yang
disanggah. Kalau lombong sudah selesai digali, maka penyanggah di atasnya dibiarkan
runtuh sedikit demi sedikit atau secara bertahap. Metode ini akan memungkinkan perolehan
tambang yang tinggi walaupun sering terjadi “dillution”.

Upaya untuk meningkatkan efesiensi sistem penambangan ini adalah:

1. Untuk memperbesar produksi, daerah penggalian diperbesar di beberapa permukaan


kerja (front).

2. Mengurangi jumlah “raise” berarti jarak antar raise dapat diperbesar.

3. Mengurangi pekerjaan, persiapan harus diimbangi dengan pengangkutaan yang lebih


efisien.

Untuk menghindari bahaya dan mengurangi keselamatan kerja, proses ambrukan sebaiknya
dibuat secara pelan-pelan agar tidak runtuh.

Keuntungan Top Slicing :

1. Jika batuan samping tidak terlalu lemah, maka pengotoran jarang terjadi.

2. Dapat mengadakan pengambilan contoh batuan (sampling) di dalam lombong secara


teratur untuk mengetahui batas endapan yang pasti.

3. Dapat menghasilkan produksi yang besar.

4. Jika endapan bijih teratur dan jelas batas - batasnya, maka perolehan tambangnya
sangat tinggi (90 – 95).

Kerugian Top Slicing :

1. Penirisan menjadi sibuk karena pada saat hujan, air hujan masuk dari retakan –
retakan.

2. Dapat menyebabkan amblesan yang merusak topografi dan tata lingkungan


3. Ventilasi lombong menjadi sukar, sehingga perlu peralatan khusus.

4. Membutuhkan persiapan kerja yang lama dan banyak.

5. Banyak mengunakan penyanggah kayu sehingga dapat menyebabkan kebakaran dan


penimbunan gas–gas beracun dari proses pembusukan kayu penyanggah.

6.

2. Sub Level Caving

Sub Level Caving merupakan suatu cara penambangan yang mirip top slicing tetapi
penambangan dari sub level artinya penambangan dari atas ke bawah dan setiap
penambangan pada suatu level dilakukan lateral atau meliputi seluruh ketebalan bijih.
Endapan bijih antara dua sub level ditambang dengan cara meruntuhkan atau
mengambrukkan.

Suatu tumpukan bekas penyanggah (timber mat) akan terbentuk di bagian atas dari
ambrukan, sehingga akan memisahkan endapan bijih yang pecah dari lapisan penutup di
atasnya.

Metode ini cocok untuk endapan – endapan bijih yang memiliki sifat seperti berikut :

1. Bentuk endapan tidak homogen

2. Kekuatan batuan samping lemah dan dapat pecah menjadi bongkahan –bongkahan dan
akan menjadi penyanggah batuan terhadap timber di bawahnya.

3. Kekuatan bijih lemah tetapi batuan tidak runtuh untuk beberapa waktu dengan
penyanggahaan biasa tetapi endapan ini akan runtuh bila penyanggaan ini diambil.

Sub Level Caving merupakan salah satu metode penambangan untuk tambang bawah tanah
yang berproduksi besar, tetapi cukup berbahaya. Umumnya kecelakaanyang terjadi yaitu
tertimpa oleh penyanggah sendiri.

Keuntungan Sub Level Caving:

1. Cara penambambangannya agak murah.

2. Tidak ada pillar yang di tinggalkan

3. Kemungkinan terjadinya kebakaran kecil, karena penggunaan penyanggah kayu sedikit,


kecuali pada endapan – endapan sulfida.

4. Ventilasi agak lebih baik dibandingkan dengan top slicing.


5. Bisa mengadakan pencapuran dengan memilih penambangan dari berbagai lombong
yang berbeda kadarnya.

6. Pekerjaan persiapan sebagian besar dilakukan pada badan bijih, sehingga sekaligus dapat
berproduksi.

Kerugian sub level caving:

1. Sukar untuk mengadakan tambang pilih (selective mining), karena tak dapat ditambang
bagian demi bagian.

2. Perolehan tambang tidak terlalu tinggi.

3. Dillution sering terjadi sampai 10 % . Bila dillution harus rendah maka mining
recoverynya juga menurun.

4. Merupakan cara penambangan yang kurang luwes karena terlalu banyak syarat yang
harus dipenuhi dan tidak mudah diubah ke metode lain.

3. Blok Caving

Block Caving merupakan suatu cara penambangan yang dimulai dengan membuat suatu
“undercat” terhadap suatu blok endapan bijih. Sebelum undercat diruntuhkan, harus
disanggah dulu memakai pillar kemudian pillar ini di buang, maka blok akan runtuh secara
perlahan– lahan.

Corongan bijih ore chute harus banyak, agar pengambilan bijih yang pecah (broken ore)
dapat merata dan batas antara bijih dan lapisan penutup teratur, sehingga kemungkinan
terjadinya pengotoran (dillution) karena bercampurnya bijih dengan lapisan penutup dapat
dibatasi atau dikurangi.

Metode ini cocok untuk endapan bijih yang memilki sifat seperti berikut:

1. Bentuk endapan homogen karena tidak mungkin dilakukan tambang pilih.

2. Kekuatan bijih lemah sehingga mudah pecah atau runtuh dan dapat dipisahkan dari
block di sebelahnya.

3. Kekuatan batuan samping lemah, sehingga mudah pecah menjadi bongkah – bongkah
yang lebih besar dari pada bongkah bijih, dimana tekanannya akan membantu
memecah endapan bijih di bawahnya.

4. Kemiringan endapan tidak menjadi soal, tetapi jika berbentuk urat bijih sebaiknya
memiliki kemiringan > 65°.
5. Kadar bijih tidak perlu bernilai tinggi.

Pada umumnya cara ini cocok untuk endapan-endapan pada bijih yang berukuran besar, dan
akan sangat mudah dalam penambangannya jika batas antara endapan bijih dan lapisan
penutupnya teratur, tidak banyak kantung bijih (pockets) “ore shoot”, “off shoot”, dll.

Keuntungan blok caving:

1. Pekerjaan persiapan penambangan hanya terjadi pada permulaan saja, setelah


ambrukan berjalan, maka pekerjaan persiapan umumnya sudah berakhir.

2. Keamanan karyawan lebih terjamin, kecuali perawatan pada “draw point”.

3. Dapat berproduksi besar, dan hanya memerlukan sedikit pemboran, peledakan serta
penyanggah, jadi dapat menekan ongkos penambangan.

4. Ventilasi lebih baik, apalagi bila rekahan–rekahan di antara bijihnya yang pecah itu
tidak tertutup oleh partikel–partikel halus, jadi biasa terjadi ventilasi alam.

5. Produksi terpusat pada “draw point” dan draw point terkumpul pada “grizzly level”,
sehingga produksi mudah terkontrol.

Kerugian blok caving :

1. Membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama pada tahap pertama persiapan
penambangan.

2. Perawatan “draw point” dan saluran–saluran yang dilalui bijih (ore passes) umumnya
sulit dan mahal.

3. Penggotoran sering terjadi terutama menjelang akhir penambangan, sehingga


perolehan tambang rendah.

4. Cara penambangan ini sukar diubah ke sistem penambangan yang lain dan produksi
tidak dapat dihentikan terlalu lama, karena dapat menyebabkan macetnya proses
penurunan.

5. Ukuran “broken ore” tidak dapat dikontrol.


Perbandingan ketiga metode ambrukan tersebut sebagai berikut :

Urutan peringkat
Sudut Pandang
1 2 3

Murahnya ongkos penambangan BC SC TS

“Clean mining”/total mining TS SC BC

Besarnya produksi per luas daerah penambangan BC SC TS

“Close grading of ore” TS SC BC

Pemakaian kayu penyanggah BC SC TS

Ventilasi alam (natural ventilation” BC SC TS

Keluwesan (flexibility) TS SC BC

Pengaturan ambrukan (control of caving) TS SC BC

Perolehan penambangan TS SC BC

Keterangan

TC : Top Slicing

BC : Block Caving

SC : Sub Level Caving