Anda di halaman 1dari 6

Publikasi, Volume II No.

3; Oktober-Januari 2012

IbM PELATIHAN PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS MAHASISWA PROGRAM


STUDI PENDIDIKAN GURU ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

FINE MOTOR STUDENT TRAINING PROGRAM DEVELOPMENT STUDY AGE


EARLY CHILDHOOD EDUCATION TEACHER EDUCATION FACULTY
STATE UNIVERSITY MAKASSAR

Arifin Manggau
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar
e-mail: arifin.manggau@yahoo.co.id

Abstrak
Tujuan: (a) Memberikan pengetahuan dasar mengenai cara pengembangan motorik halus
untuk pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. (b) Memberikan dasar pengetahuan tentang jenis
permainan yang dapat meningkatkan motorik halus pada anak usia dini dan penerapannya di
Taman Kanak-Kanak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah
bervariasi dan sekilas praktek dalam cara peningkatan motorik halus pada anak dengan cara
bermain. Kesimpulan: (1) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan, mendapat
sambutan dan tanggapan positif dari guru taman kanak-kanak dan atau calon guru taman kanak-
kanak di kota Makassar. Hal ini terlihat dengan kesungguhan para peserta untuk mengikuti
penyajian materi dan pelatihan pengembangan motorik halus yang kami lakukan, mulai dari awal
hingga akhir pertemuan. Saat penyajian materi dan pelatihan terjadi diskusi dan tanya jawab yang
mendalam antara pembimbing dan peserta, yang hasilnya sangat memuaskan antara keduanya. (2)
Pelatihan atau bimbingan tentang pelatihan pengembangan motorik halus anak usia dini,
merupakan suatu kegiatan yang sangat menunjang program pendidikan kreativitas khususnya
kreativitas anak untuk pembelajaran pada taman kanak-kanak untuk mengembangkan potensi
anak usia dini. Saran: (1)Memperbanyak belajar sendiri tentang pengembanagn motorik halus
pada anak usia dini. Seperti mengikuti pelatihan dan membaca buku-buku tentang pengembangan
motorik halus .(2) Mengaplikasikan kegiatan-kegiatan pengembangan motorik halus dalam
pembelajaran disekolah.(3) Sarana dan prasarana yang mendukung dalam penyajian kegiatan
pengembangan motorik halus.(4) Kegiatan yang berkesinambungan tentang pelatihan
pengembangan motorik halus pada anak.

Kata kunci: motorik halus, otorik kasar, bermain

Abstract
Objectives: (a) To provide basic knowledge on how to fine motor development to learning
in kindergarten. (B) To provide basic knowledge about the types of games or to improve fine
motor skills in early childhood and its application in Kindergarten. The method used in this
activity are varied and a quick lecture method of practice in how to increase fine motor skills in
children with playing way. Conclusions: (1) The devotion to the society what we did, and
received positive responses from kindergarten teachers or prospective teachers and kindergarten
in the city of Makassar. This can be seen with the seriousness of the participants to follow the
presentation of training materials and fine motor development that we do, from the beginning to
the end of the meeting. When presenting the material happen discussions and in-depth question
and answer between mentors and participants, the results are very satisfactory between the two.
(2) training or guidance about the training of fine motor development of early childhood, is an
activity which strongly support education programs especially children creativity creativity for

Jurnal Publikasi Pendidikan 182


Publikasi, Volume II No. 3; Oktober-Januari 2012

learning pad is a kindergarten to develop the potential of early childhood. Suggestions: (1)
Copying and taught himself about pengembanagn fine motor skills in early childhood. As the
training and reading books on fine motor development. (2) Apply the activities of fine motor
development in learning in school. (3) Facilities and infrastructure support in the preparation of
fine motor development activities. (4) continuous activity of the training development fine motor
skills in children.

Key words: gross motor, fine motor, game

ANALISIS SITUASI DAN MATERI KEGIATAN


PERMASALAHAN MITRA
1. Prinsip-prinsip dalam mengembangkan
Pemanfaatan benda yang dapat motorik halus
menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran a. Memberikan kebebasan ekspresi pada
yang melatih otot tangan anak seperti pensil, anak.
spidol, pensil warna, atau kerayon, beserta Ekspresi adalah proses pengungkapan
media lain seperti kertas buram atau kertas perasaan dan jiwa secara jujur dan
koran atau kertas gambar. Sudono (2004 : 37) langsung dari dalam diri anak.
juga mengemukakan bahwa pasir dapat b. Melakukan pengaturan waktu, tempat,
menjadi media yang dapat menumbuhkan media (alat dan bahan) agar dapat
rasa apresiasi terhadap alat yang terdekat merangsang anank untuk kreatif.
untuk berekspresi. Dengan kata lain, pasir Kreativitas merupakan kemampuan
merupakan media yang baik dan atraktif mencipta sesuatu yang baru yang
yang mudah didapat dan digunakan murid bersifat orisinil/ asli dari dirinya
untuk melatih otot tangan mereka untuk sendiri. Kreativitas erat kaitannya
membuat berbagai kreasi dan karya dengan dengan fantasi (daya khayal), karena
menulis. itu anak perlu diaktifkan dengan cara
Seorang calon guru hendaknya membangkitkan tanggapan melalui
dibekali dengan keterampilan-keterampilan pengamatan dan pengalamnnya
khusus sebelum memasuki dunia pengajaran. sendiri. Untuk mendukung anak
Keterampilan ini sangat berguna selain untuk dalam merangsang kreativitasnya
menambah pengetahuannya juga sebagai perlu dialokasikan waktu, tempat, dan
penunjang dalam proses pembelajaran. media yang cukup.
Banyaknya calon guru Taman Kanak-Kanak c. Memberikan bimbingan kepada anak
yang belum memahami mengenai untuk menentukan teknik/cara yang
pengembangan motorik halus untuk baik dalam melakukan kegiatan
diterapkan pada anak usia dini maka penulis dengan berbagai media. Ketika
tertarik untuk melakukan suatu pengabdian kegiatan motorik halus anak
masyarakat dengan melakukan ”Pelatihan menggunakan berbagai macam
Pengembangan Motorik Halus Mahasiswa media/alat dan bahan, oleh karena itu
Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia perlu kiranya anak mendapatkan
Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas contoh dan menguasai berbagai cara
Negeri Makassar”. Sebagai suatu model menggunakan alat-alat tersebut,
pembelajaran efektif dan efesien untuk sehingga anak merasa yakin akan
mencapai suatu proses pembelajaran yang kemampuannya dan tidak mengalami
berkualitas melalui media pembelajaran dan kegagalan.
permainan. d. Latihan menggunakan alat ini dapat
dilakukan dengan berbagai gerakan

Jurnal Publikasi Pendidikan 183


Publikasi, Volume II No. 3; Oktober-Januari 2012

sederhana misalnya bermain jari terjadinya hal-hal yang tidak


(finger plays). diinginkan seperti pertengkaran
e. Menumbuhkan keberanian anak dan memperebutkan alat berkarya, atau
hindarkan petunjuk yang dapat kegagalan membuat karya atau
merusak keberanian dan bahkan kecelakaan ketika anak tidak
perkembangan anak. Hindari berhati-hati menggunakan alat.
komentar negative ketika melihat 2. Kegiatan yang dapat meningkatkan
hasil karya motorik halus anak, begitu motorik halus pada anak usia dini
pula kata-kata yang membatasi a. Membatik
berupa larangan atau petunjuk yang 1) Membatik dengan pastel
terlalu banyak serta labeling kepada Bahan dan alat yang digunakan
anak. Hal-hal tersebut dapat untuk membatik dengan pastel
menyebabkab anak berkecil hati, antara lain pastel, tinta atau cat air,
kurang percaya diri dan frustasi akan kertas gambar, palet, dan kuas.
kemampuannya. Berikan motivasi Langkah pembuatannya antara
dengan kata-kata positif, pujian, lain sebagai berikut:
dorongan sehingga anak termotivasi a) Membuat sketsa desain
untuk tarsus mengembangkan dengan pensil pada kertas
kemampuannya. gambar.
f. Membimbing anak sesuai dengan b) Mewarnai gambar sket desain
kemampuan dan taraf perkembangan. dengan goresan garis-garis
Dalam perkembangan anak terdapat menggunakan pastel dengan
karakteristik perkembangan yang tebal atau padat agar tidak
berbeda-beda untuk tiap usia. Karena tembus cat air atau tinta.
itu perlu kiranya memperhatiakan apa c) Bila pewarnaan pastel telah
dan bagaimana bimbingan dan selesai kemudian disaputkan
dorongan yang dapat diberikan warna tinta atau cat air dengan
kepada anak sesuai dengan usia kuas secara acak atau bebas
perkembangannya. mengenai semua gambar
g. Memberi rasa gembira dan ciptakan pastel. Warna pastel tidak
suasana yang menyenangkan pada tertutup oleh tinta atau cat air
anak. Anak akan melakukan kegiatan karena pastel anti air.
dengan seoptimal mungkin jika ia d) Apabila pastel warna terang
berada dalam kondisi psikologis yang atau warna muda maka warna
baik, yaitu dalam suasana yang tinta atau cat airnya gelap.
menyenangkan hatinya tanpa ada Begitu juga sebaliknya
tekanan. Karena itu perlu sehingga penggambaran motif
menciptakan suasana yang batik akan tampak jelas.
memberikan kenyamanan psikologis Bentuk penyajian batik pastel
kepada anak dalam berkarya motorik adalah sebagai berikut:
halus. a) Beberapa karya seni
h. batik ditempel pada kertasM
elakukan pengawasan menyeluruh gambar atau karton yang lebar
terhadap pelaksanaan kegiatan. dan diberi garis bingkai pada
Dalam mengembangkan kegiatan masing-masing motif batik.
motorik halus orang dewasa perlu b) K
memberikan perhatian yang memadai ertas gambar atau karton
pada anak, hal ini untuk mendorong dilapisi plastik atau mika
anak dan sekaligus menghindari dengan direntangkan yang

Jurnal Publikasi Pendidikan 184


Publikasi, Volume II No. 3; Oktober-Januari 2012

kuat sehingga terkesan seperti lantas dicelup lagi pada


kaca. cairan yang berwarna lain.
2) Membatik sederhana. - Celupkan berkali-kali
a) Alat dan bahan sesuai dengan warna yang
- Kain dikehendaki.
- Cat warna - Setelah proses celupan
- Baskom warna selesai, semua
- Air ikatan dilepas.
b) Cara membuat - Hasil karya seni celup
- Siapkan air dalam wadah dijemur dan diseterika
atau baskom yang agar halus.
berdiameter 30 cm. 4) Meronce
- Taburi cat diatas baskom a) Pengertian meronce
sesuai dengan keinginan Menronce merupakan salah
(lebih banyak warna lebih satu bentuk keterampilan anak
baik), cat tidak terlalu atau salah satu stimulus untuk
banyak. mengasah kemampuan
- Aduk cat dalam baskom motorik anak yang dapat
agar tidak menggumpal. melatih otot-otot tangan
- Kemudian dengan cepat termasuk koordinasi mata,
meletakkan kain diatas tangan, dan pikiran.
baskom yang berisi cat Sedangkan manfaat meronce
dan angkat. adalah melatih kemampuan
- Jemur hingga kering kain jari jemari sekaligus
yang telah melengket bermanfaat sebagai dasar
dengan cat. kemampuan memegang pensil.
- Rangkailah kain sesuai b) Alat dan bahan meronce
dengan keinginan (dapat Alat yang digunakan untuk
berupa taplak meja, sarung meronce yaitu jarum tumpul
bantal dll) (jarum kristik), benang wol,
3) Membatik dengan menggunakan benar kasur, tali raffia dan
teknik tutup celup sebagainya. Sedangkan bahan
a) Bahan dan alat untuk meronce seperti merjan/
- Kain : jenis kain blaco, manik-manik, sedotan limun,
mori prima, primissina. gulungan kertas baik itu dari
- Cairan warna wenter, kertas bekas bungkus kado
naptul, cat printing. maupun bekas kalender, rol
- Karet gelang (pengikat) bekas gulungan tisu, kain
- Bejana warna (panci, flannel, biji-bijian, bagian
ember) tanaman misalnya batang
b) Cara membuat kecil daun ubi dan sebagainya.
- Membuat bentuk dengan c) Pola meronce
variasi ikatan pada kain. i. Pola berdasarkan bentuk
- Mencelup kain yang
terikat tersebut pada
cairan warna.
- Bila ingin warna lain
sebagai ikatan dilepas - Meronce aneka bentuk
misalnya bentuk orang

Jurnal Publikasi Pendidikan 185


Publikasi, Volume II No. 3; Oktober-Januari 2012

dari biji-bijian
manfaatnya yaitu
selain merangsang
motorik halus, saat
meronce aneka bentuk,
anak dapat melatih
untuk berfikir, v. Pola meronce dengan 2
memahami dan benang
melihat bagaimana
sebuah tali dapat
masuk kelubang kecil.
Aktifitas ini dapat
melatih kesabaran
anak mencari
pemecahan masalah
juga melatih
koordinasi mata dan
tangan anak.
- Meronce bentuk 5) Menggambar
geometri terbuat dari Menggambar sering juga disebut
kain flannel dengan sebagai seni grafik dengan
macam-macam warna. menggunakan crayon, kapur, dan cat.
Manfaatnya melatih Kegiatan menggambar dapat
koordinasi mata dan dikembangkan melalui:
tangan, peneganalan a) Seni grafis, dimana anak dapat
warna, pengenalan mengambar menggunakan pensil,
bentuk geometri, krayon, kapur dan spidol. Dapat
pengenalan pola dan menggunakan kertas yang
melatih kreativitas. berbeda warna, tekstur permukaan,
ii. Pola berdasarkan warna dan bentuknya menarik untuk
(satu benang) kegiatan menggambar.
b) Mengecat, anak dapat mengecat
pada kursi maupun meja, atau
melakukan kegiatan
fingerpainting. Pada kegiatan
pengecatan anak menggunakan
kuas bahkan seluruh tubuh untuk
menciptakan pola tertentu.
iii. Pola berdasarkan besar c) Menulis, anak memulai
kecilnya merjan/ manik- pangalaman menulis dengan cara
manik menekan suatu benda ke alas atau
kertas. Kegiatan ini terus
berkembang sehingga
menghasilkan coretan bermakna.
Tahapan kegiatan menggambar
meliputi:
1)
iv. Pola berdasarkan jumlah cribbling merupakan tahapan
pertama dalam kegiatan

Jurnal Publikasi Pendidikan 186


Publikasi, Volume II No. 3; Oktober-Januari 2012

menggambar yang diawali dengan 2. Pelatihan atau bimbingan tentang


kegiatan memasukkan krayon pelatihan pengembangan motorik
atau pensil ke dalam mulut oleh halus anak usia dini, merupakan suatu
anak. Gambar pada tahap ini kegiatan yang sangat menunjang
berupa coretan-coretan acak yang program pendidikan kreativitas
diciptakan dari garis hasil gerakan khususnya kreativitas anak untuk
sederhana tangan berbentuk garis pembelajaran pada taman kanak-
maupun bulatan. kanak untuk mengembangkan potensi
2) anak usia dini. P
reschematic, pada tahap gambar
ini anak mulai menggambarkan B. Saran
pengetahuan mereka tentang Untuk menanggulangi hambatan yang
certita mengenai suatu hal dialami oleh peserta, diharapkan agar peserta:
melebihi dari apa yang ditulisnya. 1. Memperbanyak belajar sendiri
3) tentang pengembangan motorik halusS
chematic, pada tahap pada anak usia dini. Seperti
menggambar ini, anak mengikuti pelatihan dan membaca
menggambar lebih detail sebagai buku-buku tentang pengembangan
hasil observasi dan perencanaan motorik halus .
terhadap objek yang dilihatnya. 2. Mengaplikasikan kegiatan-kegiatan
pengembangan motorik halus dalam
METODE KEGIATAN pembelajaran disekolah.
3. Sarana dan prasarana yang
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mendukung dalam penyajian kegiatan
adalah metode ceramah bervariasi dan pengembangan motorik halus.
sekilas praktek dalam cara peningkatan 4. Kegiatan yang berkesinambungan
motorik halus pada anak dengan cara tentang pelatihan pengembngan
bermain. motorik halus pada anak.

PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

A. Kesimpulan Martini, Djamaris. 2006. Perkembangan dan


1. Kegiatan pengabdian kepada Pengembangan Anak Usia Taman
masyarakat yang kami lakukan, Kanak-Kanak. Jakarta: Grafindo.
mendapat sambutan dan tanggapan Munandar, Utami. 2005. Pengembangan
positif dari guru taman kanak-kanak Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta:
dan atau calon guru taman kanak- Rineka Cipta.
kanak di kota Makassar. Hal ini Sudono, Anggani. 2004. Sumber Belajar dan
terlihat dengan kesungguhan para Alat Permainan, untuk Pendidikan
peserta untuk mengikuti penyajian Usia Dini. Jakarta: PT. Gramedia.
materi dan pelatihan pengembangan
motorik halus yang kami lakukan, Sukimin A W, dkk. 2008. Terampil Berkarya
mulai dari awal hingga akhir seni Rupa 2 Kelas VIII SMP/MTs.
pertemuan. Saat penyajian materi dan Diposkan oleh nut.nis di 00:45.
pelitahan terjadi diskusi dan tanya Sunarto. 2005. Pengembangan Kreativitas
jawab yang mendalam antara Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas
pembimbing dan peserta, yang dirjen Dikti DPPTKKPT.
hasilnya sangat memuaskan antara
keduanya.

Jurnal Publikasi Pendidikan 187