Anda di halaman 1dari 8

Ruang lingkup informasi lingkungan-perilaku

TEMPAT
- dunia
- kota
- kawasan
(”ruang”)
- kompleks bang.
- bangunan
- bagian dari bang.
- ruang/kamar
- perabot

KELOMPOK KONSEP FENOMENA


PEMAKAI PERILAKU
- anak-anak - antropometrik - privacy
- usia lanjut - proksemik - persepsi
- orang cacat - ruang personal
- dll. - teritorialitas
Mengapa “ruang” menjadi penting ?
Karena “ruang” berfungsi sebagai wadah kegiatan manusia

Dalam studi ini perilaku : didefinisikan (definisi operasional) sebagai


kegiatan manusia yang membutuhkan seting atau wadah kegiatan yang
berupa ”ruang”.

BEBERAPA KONSEP PENTING DALAM KAJIAN ARSITEKTUR,


LINGKUNGAN DAN PERILAKU :

Behavior Setting (seting perilaku) :


Adalah suatu interaksi antara suatu kegiatan dengan tempat yang spesifik.
Unsur-unsur behavior setting :
- sekelompok orang yng melakukan suatu kegiatan
- kegiatan/aktivitas/perilaku dari sekelompok orang tsb
- tempat di mana kegiatan tersebut dilakukan
- waktu spesifik saat keg. dilakukan

Behavior Setting (seting perilaku) ini terbentuk karena adanya


perpaduan/pertemuan antara system of setting dan system of activity.
System of setting (sistem tempat): adalah rangkaian unsur-unsur fisik atau
spasial yang mempunyai hub. tertentu yang digunakan utk suatu kegiatan
tertentu. Mis; ruang pemeran, ruang kelas
System of activity (sistem kegiatan): adalah serangkaian kegiatan yang
sengaja /direncanakan dilakukan. Mis; kegiatan rapat, upacara dsb

Komponen dari System of setting (sistem tempat) :


Ruang, rumah dan perumahan, kota.

- Ruang : suatu petak yang dibatasi oleh dinding dan atap baik -
permanen ataupun tidak permanen
ruang > dapat berfungsi tertentu dan berfungsi fleksibel

variabel ruang kaitannya dengan pengaruhnya terhadap perilaku :

1. Ukuran dan bentuk


2. Perabot dan penataannya
3. Warna
4. suara, temperatur, dan pencahayaan.

- Rumah : - pengembangan dari ruang


- ada faktor pengaruh lain : budaya dan religi
Metodologi Penelitian
untuk kajian arsitektur lingkungan dan perilaku

1. Eksperimental
2. Observasi
3. kuesioner, wawancara
4. pemetaan perilaku

Contoh pemilihan beberapa teknik penelitian :

Permasalahan Pendekatan Teknik penelitian


Memperoleh informasi Testing dlm Simulasi/ eksperimen
dalam kondisi terkendali laboratorium di laboratorium
Memperoleh informasi Mengamati perilaku Observasi natural
perilaku manusia di tempat yang bersangkutan
umum
Mengetahui ke mana Menggambarkan - pengukuran
orang pergi pergerakan jejak
- pemetaan
perilaku
Mengevaluasi hasil Evaluasi purna huni Observasi dan wawancara
rancangan

Observasi natural :
Peneliti mengamati tingkah laku orang/sekelompok orang di suatu seting
dalam situasi yang sesungguhnya (tidak dikendalikan). Yang dilakukan
hanya mencatat tingkah laku yang sedang diamati. Peneliti hanya dpt
memilih situasi atau kondisi lingk sesuai tujuan penelitian.
Alat pengumpulan data : pedoman observasi

Wawancara :
Wawancara digunakan untuk menggali pendapat, perasaan, sikap, dan
berbagai hal yang tidak bisa ditangkap melalui metode observasi. Atau
bahkan digunakan utk melengkapi informasi yg diperoleh dari observasi

Pemetaan Perilaku (Behavioral Mapping)


1. Tujuan : untuk menggambarkan perilaku dalam peta/denah,
mengidentifikasikan jenis dan frekuensi perilaku, serta menunjukkan
kaitan antara perilaku tersebut dengan wujud perancangan yang
spesifik.
2. Pemetaan perilaku dapat dilakukan secara langsung pada
saat dan tempat di mana dilakukan pengamatan, atau dilakukan
kemudian berdasarkan catatan-catatan yg telah dilakukan.
3. Prosedure pemetaan perilaku : a) buat sketsa dasar
area/seting yang akan diobservasi. b) Definisikan dg jelas tentang
bentuk-bentuk perilaku yang akan diamati, dihitung, didiagramkan. c)
rencanakan waktu pengamatan yang jelas (sesuai tujuan) d) buat
prosedure sistematis yg jelas yg harus diikuti. e)gunakan sistem
coding untuk lebih mengefisienkan pekerjaan.

Jenis-jenis perilaku yang biasa dipetakan :


- pola perjalanan/pergerakan
- perilaku konsumtif
- keg. rumah tangga
- hubungan ketetanggaan
- penggunaan berbagai fasilitas publik
- dll.

Ada 2 cara pemetaan perilaku:


1. Place-centered Mapping : Teknik ini digunakan untuk
mengetahui bagaimana manusia (sekelompok manusia)
memanfaatkan atau menggunakan ruang dalam situasi waktu
dan tempat tertentu. Perhatian utama adalah tempat yang
spesifik.

Langkah-langkah:
- membuat sketsa tempat /seting, meliputi seluruh unsur
fisik yg diperkirakan akan mempengaruhi perilaku
pemakai.
- membuat daftar perilaku yang akan diamati serta
menentukan symbol atau tanda sketsa atas setiap
perilaku.
- Dalam selang waktu tertentu peneliti mencatat berbagai
perilaku yang terjadi dengan menggambarkan symbol-
simbol pd peta dasar yg telah disiapkan.

2. Person-centered Mapping : Teknik ini menekankan pada


pergerakan manusia pada suatu periode tertentu. Dg dmk teknik
ini akan melibatkan tdk hanya satu tempat/lokasi. Dalam teknik
ini perilaku yg diamati adalah orang per-orang atau per-
kelompok orang (tidak semua orang/pemakai):
Langkah-langkah :
- menentukan sampel orang atau kelompok orang yang
akan diamati.
- Mencatat pergerakan dan mencatat aktivitas apa yang
dilakukan oleh orang (sekelompok orang) yang diamati