Anda di halaman 1dari 12

SISTEM PERNAFASAN PADA IKAN

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Fisiologi Hewan Air

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Santi Ayu Wantini 230110164006
Choirunnisa Ramadhani S 230110164007
Irfan Noer 230110164013
Lintang Kartika 230110164016

PROGRAM STUDI PERIKANAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJAJARAN
2017

i
KATA PENGANTAR

Bismillahirahmannirrahim, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah


SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan paper yang membahas tentang Sistem Pernafasan Pada Ikan ini, untuk
memenuhi salah satu syarat tugas mata kuliah Fisiologi Hewan Air, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran.
Dengan selesainya penulisan paper ini, penulis berterima kasih kepada semua
pihak yang membantu dan mendukung penulis dalam proses penyusunan dan
pembuatannya.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Yth Dosen Pengampu mata kuliah Fisiologi Hewan AIr;
2. Orang tua yang senantiasa memberikan dukungan kepada penulis;
3. Teman-teman kelompok 1 (satu) dan semua pihak yang telah membantu
penyusunan paper ini.
Akhirnya penulis dapat menyelesaikan paper ini, tidak mudah untuk mencapai
kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, banyak kekurangan
dalam penulisan paper ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari pembaca, demi perbaikan paper ini, semoga dapat bermanfaat,
umumnya untuk pembaca, dan khususnya untuk penulis.

Pangandaran, September 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan dan Manfaat 1

BAB II PEMBAHASAN 2
2.1 Pengertian 2
2.2 Fungsi Ikan Pernafasan Terhadap Ikan 2
2.3 Respon System Pernafasan Terhadap Perubahan Lingkungan 2
2.4 Respiratory Quotient 3
2.5 Diagram Gerak Mulut dan Operculum Pada Pernafasan Ikan 4
2.6 Diagram Mekanis Model Pompa Pernafasan Ikan 4
2.7 Diagram Pola Aliran Darah dan Air Pada Pertukaran Gas System Co-Current dan
Counter Current 5
2.8 Fungsi Hemoglobin Dalam Pengambilan dan Pelepasan Oksigen 6
2.9 Fungsi Pseudobranch, Kelenjar Choroids dan Swimbladder 6

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan 7
DAFTAR PUSTAKA 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Setiap makhluk hidup memerlukan udara untuk bernapas. Udara tersebut masuk kedalam
tubuh melalui proses respirasi. Respirasi adalah suatu proses perombakan bahan makanan
dengan menggunakan oksigen, sehingga diperoleh energi dan gas karbondioksida.
Fungsi dari respirasi adalah untuk mengangkut gas Pernafasan (O2) menuju sel-sel
jaringan.
Ikan bernafas menggunakan insang. Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna
merah muda dan selalu lembab. Bagian luar dari insang berhubungan dengan kapiler
darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen dan setiap filamen mengandung
banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki
banyak kapiler, sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar.

1.2 Rumusan Masalah


 Definisi pernafasan
 Fungsi suhu terhadap pernafasan ikan
 Respon sistem pernafasan terhadap perubahan lingkungan
 Respiratory Quotient
 Diagram gerak mulut dan operkulum pada pernafasan ikan
 Diagram model mekanis pompa pernafasan ikan
 Diagram pola aliran darah dan air pada pertukaran gas system co-current dan counter
current.
 Fungsi Hb dalam pengambilan dan pelepasan oksigen
 Fungsi pseudobranch, kelenjar Choroids dan swimbladder

1.3 Tujuan dan Manfaat


 Mengetahui definisi pernafasan
 Mengetahui fungsi suhu terhadap pernafasan ikan
 Mengetahui respon sistem pernafasan terhadap perubahan lingkungan
 Mengetahui respiratory quotient
 Mengetahui diagram gerak mulut dan operkulum pada pernafasan ikan
 Mengetahui diagram model mekanis pompa pernafasan ikan
 Mengetahui diagram pola aliran darah dan air pada pertukaran gas system co-current
dan counter current.
 Mengetahui fungsi Hb dalam pengambilan dan pelepasan oksigen
 Mengetahui fungsi pseudobranch, kelenjar Choroids dan swimbladder

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Pernafasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh
darah melalui permukaan alat pernafasan. Proses pengikatan oksigen tersebut
dipengaruhi oleh struktur alat Pernafasan, perbedaan tekanan parsial O2 antara perairan
dengan darah. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam
darah atau keluar melalui alat Pernafasan. (Fujaya, 2004)
Komponen sistem pernafasan ikan yaitu insang, oksigen, darah dan salurah darah.
Terdapat dua tahapan dalam pernafasan ikan, yaitu pernafasan eksternal dan internal.
Pada respirasi eksternal, oksigen masuk kedalam dan dikeluarkannya karbondioksida
keluar tubuh melalui organ-organ pernafasan, dan pengangkutan gas-gas Pernafasan
dari organ-organ Pernafasan ke jaringan tubuh atau sebaliknya.
Sedangkan pada respirasi internal terjadi pertukaran oksigen dengan
karbondioksida dalam darah dari sel-sel yang berada di dalam jaringan

2.2 Fungsi Suhu Terhadap Pernafasan Ikan


Suhu merupakan faktor fisik lingkungan yang paling jelas, mudah diukur dan
sangat beragam. Suhu mempunyai peranan yang penting dalam mengatur aktivitas
biologis organisme, termasuk ikan.
Semakin tinggi suhu, maka laju metabolisme ikan akan meningkat sehingga
gerakan membuka dan menutupnya operculum ikan akan lebih cepat daripada suhu
awal. Sebaliknya, jika suhu menurun maka laju metabolisme lebih lambat yang
menyebabkan gerakan membuka dan menutupnya operculum semakin lambat dan
jarang.
Dengan adanya penurunan suhu, maka terjadi penurunan metabolisme pada ikan
yang mengakibatkan kebutuhan oksigen menurun, sehingga gerakannya melambat.
Penurunan oksigen juga dapat menyebabkan kelarutan oksigen di lingkungannya
meningkat. Dalam tubuh ikan suhunya berkisar kurang lebih 1̊C dibandingkan
temperatur lingkungannya. (Nikolsky, 1927).
Maka dari itu, perubahan yang mendadak dari suhu lingkungan akan sangat
berpengaruh pada ikan.

2.3 Respon System Pernafasan Terhadap Perubahan Lingkungan


Perubahan lingkungan akan dipengaruhi oleh suhu, Do, salinitas, pergerakan massa
air dan udara seperti arus gelombang dan pasang surut. Dissolve Oxygen atau kadar
oksigen terlarut dalam air sangat dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernafasan,
proses metabolisme, atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk
pertumbuhan dan pembiakan. Kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan
semakin rendahnya suhu dan akan berkurang dengan semakin tingginya salinitas. Pada
lapisan permukaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, Karena adanya proses difusi antara
air dengan udara bebas serta adanya proses fotsintesis. Semakin dalam kedalaman suatu

2
perairan maka akan semakin rendah pula oksigen yang terlarut dalam perairan tersebut.
Kebutuhan oksigen untuk ikan dalam keadaan diam relative lebih sedikit apabila
dibandingkan dengan ikan pada saat bergerak atau memijah. DO merupakan perubahan
mutu air paling penting bagi organisme air, pada konsentrasi lebih rendah dari 50%
konsentrasi jenuh, tekanan parsial oksigen dalam air kurang kuat untuk mempenetrasi
lamella, akibatnya ikan akan mati lemas. Kandungan DO pada suatu perairan
tergantung pada suhu, dan banyaknya vegetasi akuatik.
Ikan merupakan vertebrata poikiloterm (berdarah dingin) yang hidup di air dan
bernapas dengan insang. Ikan lebih toleran terhadap perubahan suhu air, karena suhu
tubuhnya sangat tergantung dari suhu lingkungannya. (Sukiya, 2005). Ikan yang hidup
di dalam air yang mempunyai suhu relatif tinggi akan mengalami kenaikan kecepatan
respirasi dan dapat menyebabkan gangguan fisiologis ikan. Sedangkan pada suhu yang
terlalu rendah dapat menyebabkan kematian. Menurut Munro, peningkatan suhu air
dapat menyebabkan penurunan kelarutan gas-gas, tetapi meningkatkan solubiditas
senyawa-senyawa toksik seperti polutan minyak mentah dan pestisida, serta
meningkatkan toksisitas logam berat yang pada akhirnya menyebabkan penurunan
kelarutan oksigen di perairan sehingga proses respirasi akan terhambat. Ikan juga dapat
mengalami stress apabila terpapar suhu yang tidak dapat ditoleransi. Suhu yang tinggi
juga dapat mengakibatkan stress, tubuh lemah, kurus, dan tingkah laku yang abnormal.
Sedangkan suhu rendah mengakibatkan ikan menjadi rentan terhadap infeksi fungi dan
bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun (Tunas, 2005). Pada dasarnya suhu
rendah memungkinkan air mengandung oksigen tinggi, namun dapat menyebabkan
stress pernafasan pada ikan berupa penurunan laju respirasi dan denyut jantung
sehingga dapat berakibat pingsan karena kekurangan oksigen.
Ikan memiliki mekanisme fisiologi tersendiri, sehingga harus mengontrol
keseimbangan air dan ion antara tubuh dengan lingkungannya (osmoregulasi). Setiap
ikan memiliki toleransi tersendiri terhadap lingkungannya. Misalnya pada salinitas,
ikan air tawar mempunyai cairan tubuh yang bersifat hipoosmotik terhadap lingkungan,
yaitu kadar garam dalam tubuh lebih besar daripada kadar garam di lingkungannya.
Begitupun sebaliknya pada ikan air laut. Sehingga setiap ikan memiliki batas toleransi
yang berbeda-beda.

2.4 Respiratory Quotient


Respiratory Quotient (RQ) Merupakan rasio antara mole CO2 yang dikeluarkan
selama respirasi dengan mole Oksigen (O2) yang digunakan; ditentukan dengan cara
menempatkan suatu organisme dalam ruangan respirasi tertutup. Nilai RQ bersifat
karakteristik dengan jenis senyawa yang dioksidasi; oksidasi metabolic lemak
menghasilkan nilai RQ = 0,7; protein RQ = 0.8 dan karbohidrat RQ = 1,0. Pengukuran
RQ seperti contoh diatas, akan menunjukkan apakah kebutuhan energi tubuh dipenuhi
dari oksidasi karbohidrat atau lemak cadangan.

Nama Substansi Respiratory Quotient


Carbohydrates Carbohydrates 1.1

3
Triolein (Fat) 0.7
Oleic Acid (Fat) 0.71
Tripalmitin (Fat) 0.7
Protein 0.8 – 0.9
Malic acid 1.33
Tartaric acid 1.6
Oxalic Acid 4.0

2.5 Diagram Gerak Mulut dan Operculum Pada Pernafasan Ikan

a. Fase Inspirasi
Ketika ikan membuka mulut, maka operkulum atau katup insang akan menutup. Hal
ini kan meningkatkan volume pada rongga mulut. Peningkatan volume menyebabkan
tekanannya menurun, sehingga terjadi difusi dimana air mengalir masuk ke dalam
mulut.
b. Fase Ekspirasi
Mulut menutup dan operkulum/ katup insang membuka. Rongga mulut mengecil
dengan menutupnya mulut, hal ini akan mendorong air ke rongga insang. Volume
rongga insang meningkat dengan pembukaan operkulum atau katup insang. Air
mengalir melalui lamellae insang dan pada saat ini akan terjadi proses pertukaran gas.
Di dalam lamela terjadi pertukaran oksigen (dari air yang akan diikat) dan
karbondioksida (limbah metabolisme yang akan dibuang).

4
2.6 Diagram Model Mekanis Pompa Pernafasan Ikan

Umumnya, insang memiliki 2 pompa:


a. Pompa Mulut : ditunjang oleh otot-otot dasar mulut.
b. Pompa Insang : ditunjang oleh gerakan tutup insang.

Mulut terbuka → tekanan negatif rongga mulut dan rongga insang → mulut ditutup
→ tekanan dalam rongga mulut meningkat (positif) → air masuk ke rongga insang →
mendorong operkulum → air keluar dari rongga insang → tekanan rongga mulut dan
rongga insang lebih kecil daripada tekanan air diluar tubuh → tutup insang menutup
kembali.

2.7 Diagram Pola Aliran Darah dan Air Pada Pertukaran Gas System Co-Current
dan Counter Current

a. Co-Current
Dalam sistem Co-Current difusi gradien pertama dan transport oksigen besar, tetapi
ketika aliran semakin kecil 2 (dua) fluida akan menjadi ekilibrium dan difusi akan
berhenti.

5
b. Counter Currrent
Pengaturan posisi kapiler pada ikan juga dapat meningkatkan pertukaran gas. Darah
mengalir dengan arah yang berlawanan dengan aliran air di dalam insang. Pola
tersebut memungkinkan oksigen untuk diangkut ke dalam darah dengan proses
yang sangat efisien yang dikenal dengan pertukaran lawan arus (countercurrent
exchange). Ketika darah mengalir ke kapiler, darah tersebut semakin banyak terisi
oleh oksigen. Akan tetapi, secara bersamaan pula ia akan berhadapan dengan air
dengan konsentrasi oksigen yang lebih tinggi karena air tersebut baru saja mulai
mengalir di atas insang. Hal tersebut menandakan bahwa di sepanjang kapiler
terdapat suatu gradien difusi yang mendorong perpindahan oksigen dari air ke
darah.
Mekanisme aliran lawan arus (countercurrent) membantu memaksimalkan
pengikatan oksigen dari air. Air yang mengalir ke dalam lengkung insang memiliki
arah yang berlawanan dengan aliran darah di dalam lamela insang. Sistem Aliran
ini sangat menguntungkan bagi ikan. Aliran lawan arus mampu memaksimalkan
pengikatan oksigen terlarut sampai 80%. Sebaliknya jika arus searah hanya mampu
memperoleh paling banyak 50% oksigen yang terlarut oleh air.

2.8 Fungsi Hemoglobin Dalam Pengambilan dan Pelepasan Oksigen


Molekul oksigen bergabung longgar dan secara reversible dengan bagian heme dari
hemoglobin. Hemoglobin memegang peranan penting dalam proses pengangkutan
oksigen ke jaringan dan bertanggung jawab untuk mengatur tekanan oksigen agar
tetap konstan di dalam jaringan.
Hemoglobin juga berfungsi dalam Mengatur pertukaran oksigen dengan
karbondioksida pada seluruh jaringan yang ada di dalam tubuh, Hemoglobin yang ada
di sel darah merah juga berfungsi sebagai pengambil oksigen dari paru-paru dan
membawanya ke seluruh bagian tubuh untuk memberikan energi kepada tubuh,
Membawa zat karbondioksida yang terdapat dalam jaringan tubuh untuk kemudian
dibuang ke udara bebas melalui paru-paru.

2.9 Fungsi Pseudobranch, Kelenjar Choroids dan Swimbladder


a. Pseudobranch atau insang palsu adalah lembar insang yang biasanya menempel
pada operculum bagian dalam, dan berfungsi dalam respirasi, sekresi dan
osmoregulasi
b. Kelenjar Choroids adalah struktur yang berbentuk seperti sepatu kuda mengelilingi
urat syaraf mata bagian belakang (Medial) pada permukaan bola mata. Bagian
dinding mata lapisan tengah yang berfungsi sebagai penyuplai oksigen dan nutrisi
untuk bagian lain. Banyaknya pembuluh darah pada koroid mempermudah proses
transfer oksigen. Kebanyakan ikan yang mempunyai kelenjar choroid juga
mempunyai pseudobranch.
Selain itu, kelenjar choroid berperan dalam kombinasi pertukaran HCO3- dan Cl-
(yang didapat dari asam arang) di pseudobranch, berarti produksi volume semakin

6
besar (bukan tegangan sebagian) dari oksigen di retina tanpa kenaikan P-CO2
dalam waktu yang sama.
c. Swimbladder atau gelembung renang berfungsi memberi kemampuan ikan untuk
mengendalikan daya apung sehingga mampu menghemat energi untuk berenang
dan digunakan sebagai ruang beresonansi untuk memproduksi atau menerima suara.
Selain itu gelembung renang juga berfungsi sebagai organ respiratori khusus untuk
jenis physostome. Gelembung renang berfungsi sebagai alat hidrostatik untuk
menyesuaikan diri dengan tekanan air terhadap tubuhnya, sebagai alat bantu
Pernafasan dan alat resonasi udara. Gelembung renang hanya terdapat pada ikan
teleostei.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pernapasan adalah proses pengambilan O2, pengeluaran CO2 dan penggunaan energi
yang terjadi dalam tubuh. Suhu merupakan faktor yang mempengaruhi sistem
pernafasan. Semakin tinggi suhu, maka laju metabolisme ikan akan meningkat
sehingga gerakan membuka dan menutupnya operculum ikan akan lebih cepat
daripada suhu awal. Ikan merupakan vertebrata poikiloterm (berdarah dingin) yang
suhu tubuhnya sangat tergantung dari suhu lingkungannya. Terdapat dua fase
pernafasan, yaitu inspirasi dan ekspirasi.
Hemoglobin juga berfungsi dalam mengatur pertukaran oksigen dengan
karbondioksida pada seluruh jaringan yang ada di dalam tubuh. Selain itu, terdapat
tiga komponen yang berperan penting dalam pernafasan, yaitu pseudobranch atau
insang palsu, kelenjar koroid dan gelembung renang.

7
DAFTAR PUSTAKA

http://dosenbiologi.com/manusia/fungsi-hemoglobin
https://iisbioangela.files.wordpress.com/2015/04/sistem-Pernapasan.pdf
Aldi Muhammad Riinal.https://www.scribd.com/doc/50270701/SISTEM-PERNAFASAN-
PADA-PISCES
https://gizisehat.wordpress.com/2009/04/13/respiratory-quotient-rq/
https://www.scribd.com/doc/211798284/RESPIRASI-Alat-Pernafasan-Pada-Ikan