Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH KOMPOSISI DAN KOMPONEN

STRUKTUR SEL DAN JARINGAN

Disusun Oleh :

Ayu Puspita Fitriani P07234016004


Dianah Rezqi Salsabila P07234016009
Husnul Lail P07234016013
Mutmainnah P07234016018
Nabila Arista Ningrum P07234016019
Nur Masyitah P07234016025
Serli Melinda P07234016034

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR

JURUSAN ANALIS KESEHATAN TINGKAT 1A

2016
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis
mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala curahan rahmat dan karunia-
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah instrumentasi mengenai mikrosop
elektrik ini. Adapun makalah anatomi fisiologi tentang komposisi dan komponen tubuh
manusia ini telah penulis usahakan dengan semaksimal mungkin. Penulis sangat
berterima kasih kepada berbagai pihak atas bantuannya, sebab penulis dapat dengan
lancar dalam membuat makalah ini.

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam hal mengenai
komposisi dan komponen tubuh manusia. Adanya makalah ini sangat diharapkan dapat
menambah serta memperkaya ilmu pengetahuan tentang komposisi dan komponen yang
ada pada tubuh manusia khusunya tentang struktur sel,reproduksi sel, dan jaringan sel.

Namun tidak lepas dari semua itu, penulis sangat menyadari sepenuhnya bahwa penulisan
makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Banyak kekurangan baik dari segi
penyusunan bahasa maupun dari segi lainnya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
adanya kritik dan saran yang membangun dari pembaca sehingga penulis dapat
memperbaiki makalah ini menjadi lebih baik lagi. Penulis berharap semoga dari makalah
ini, pembaca dapat mengambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan
informasi dan inspirasi terhadap pembaca. Amin.

Samarinda, 1 November 2016

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii


DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ................................................................................ 1
B. RUMUSAN MASALAH ........................................................................... 2
C. TUJUAN ..................................................................................................... 2
D. MANFAAT ................................................................................................ 2
BAB II ISI
A. SEL TUBUH MANUSIA............................................................................ 3
B. JARINGAN DASAR TUBUH MANUSIA ............................................... 6
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN ......................................................................................... 12
B. SARAN ..................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 13

iii
DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman


Gambar 2.1 Struktur Sel Manusia ........................................................................... 4
Gambar 3.1 Pembelahan Mitosis ............................................................................. 5
Gambar 3.2 Pembelahan Miosis .............................................................................. 5
Gambar 4.1 Macam-Macam Jaringan Epitel ........................................................... 7
Gambar 4.2 Macam-Macam Jaringan Ikat .............................................................. 8
Gambar 4.3 Macam-Macam Jaringan Rawan ......................................................... 9
Gambar 4.4 Macam-Macam Jaringan Keras ........................................................... 9
Gambar 4.5 Macam-Macam Jaringan Otot ........................................................... 10
Gambar 4.6 Macam-Macam Jaringan Saraf ......................................................... 11

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sel merupakan unit terkecil dari organisme. Sel tidak akan mampu bekerja dan
membentuk sebuah jaringan bila tidak ada koordinasi anatara satu dengan yang lain.
Miliaran sel penyusun setiap makhluk hidup harus berkomunikasi untuk
mengkoordinasikan aktivitasnya sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisme itu
untuk berkembang. Mulai dari sel yang berkomunikasi terbentuk jaringan kemudian
organ dan sistem yang menjalankan organisme untuk hidup.

Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua organisme, unit dasar yang
mempunyai semua ciri khas benda hidup. Generalisasi selanjutnya, yang mula-mula
dikemukakan secara jelas oleh Virchow dalam tahun 1855 adalah bahwa sel-sel baru
dapat terjadi hanya karena pembelahan dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya.
Kesimpulan, semua sel yang ada sekarang dapat ditelusuri moyangnya sampai benda
hidup yang paling dini.

Tubuh hewan tingkat tinggi terdiri atas banyak sel, yang berbeda dalam ukuran,
bentuk dan fungsi. Sekelompok sel yang berbentuk sama dan dikhususkan untuk
melakukan suatu fungsi tertentu atau lebih disebut jaringan. Suatu jaringan dapat
mengandung hasil sel yang tidak hidup, disamping sel-sel itu sendiri. Satu kelompok
jaringan yang dapat digabungkan menjadi satu organ dan organ-organ dapat menjadi
sistem organ : esophagus, lambung, usus, hati, pancreas dan lain-lain. Tiap organ,
umpamanya lambung , terdiri atas berbagai jenis jaringan – epitel, otot, jaringan ikat,
saraf – dan tiap jaringan terdiri atas sejumlah besar, atau air tawar mungkin jutaan sel.
Organisme bersel banyak terdiri atas berbagai macam sel yang berbeda-beda, berjuta-juta
sel yang dikumpulkan atau dikelompokkan sesuai dengan bentuk ,struktur, dan fungsinya.

Sejumlah sel yang mempunyai bentuk, struktur, dan fungsi yang sama disebut
jaringan. Pada hewan dan manusia terdapat empat macam jaringan yaitu: jaringan ikat,
jaringan saraf, jaringan epitel, dan jaringan lemak. Dimana masing-masing jaringan
memilikii struktur yang khas untuk melakukan fungsi tertentu, serta ada sel-sel hidup

1
yang semakin bertambah dan brlangsung pula pembelahan yang merupakan lapisan dan
akan memberikan bentuk yang tetap pada sel-sel tertentu.

Sel-sel yang mempunyai bentuk tetap sudah tentu akan melakukan fungsi yang
tetap. Dengan demikian, akan membentuk suatu jaringan. Oleh karena itu, setiap individu
makhluk hidup terdapat berbagai macam jaringan yang menjalankan fungsi dari setiap
jaringan. Organisme multi-seluler disusun dari berbagai macam sel yang berbeda-beda
dan berkelompok berdasarkan bentuk, ukuran struktur dan fungsinya. Pada hewan dan
manusia terdapat emppat macam jaringan utama yaitu: jaringan epitel, jaringan pengikat,
jaringan otot dan saraf. Sedangkan jaringan tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan
jaringan dewasa dimana jaringan dewasa terdiri lagi atas: jaringan epidermis, jaringgan
parenkim, jaringan penyokong (penunjang) , jaringan gabus (periderm) dan jaringan
transpor.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana struktur sel pada tubuh manusia?
2. Bagaimana reproduksi sel yang berada dalam tubuh manusia?
3. Apa saja jaringan dasar tubuh manusia?
4. Apa saja fungsi dari jaringan dasar tubuh manusia?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui bagaimana struktur sel pada tubuh manusia
2. Untuk mengetahui bagaimana reproduksi sel pada tubuh manusia
3. Untuk mengetahui apa saja jaringan yang terdapat dalam tubuh manusia
4. Untuk mengetahui fungsi jaringan dasar pada tubuh manusia

D. MANFAAT
1. Mahasiswa mengetahui bagaimana struktur sel pada tubuh manusia
2. Mahasiswa mengetahui bagaimana reproduksi sel pada tubuh manusia
3. Mahasiswa mengetahui apa saja jaringan yang terdapat dalam tubuh manusia
4. Mahasiswa mengetahui fungsi jaringan dasar pada tubuh manusia

2
BAB II

ISI

A. SEL
1. Pengertian sel
Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. ukuran sel bermacam-
macam dan bentuk sel juga bermacam-macam . meskipun ukuran sel sangat kecil,
strukturnya sangat rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. Sel
merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan
kehidupan.Sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi
menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Sel dapat melakukan proses
kehidupan seperti melakukan respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi
melalui pembelahan sel, dan terhadap rangsangan. Sel disebut satuan struktural
makhluk hidup.
Sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. perkembangbiakan
dilakukan melalui pembelahan sel, pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme
bersel satu mengadakan pembelahan secara langsung sedangkan sel-sel pada
organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara mitosis. Sel mengandung
materi genetic,yaitu materi penentun sifat-sifat makhluk hidup. Dengan adanya
materi genetik, sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.

2. Struktur sel
Bagian-bagian sel meliputi:
a. Dinding sel (selaput sel) yaitu selaput sel yang tipis melindungi sel atau bagian
sel yang ada di dalamnya. Dinding sel berfungsi memberikan kesempatan
masuknya zat yang diperlukan dan mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan.
b. Protoplasma merupakan badan sel yang terdiri dari suatu zat yang kental, yang
di dalamnya mengandung suatu larutan koloid dari protein, hidrat arang, lemak,
garam, vitamin dan air yang berguna untuk pertumbuhan sel. Protoplasma
dengan inti disebut dengan sitoplasma.

3
c. Inti sel (nukleus), merupakan pusat kegiatan kimiawi untuk hidupnya, mengatur
pertumbuhan, perkembangan dan pembelahan sel. Di dalam inti sel terdapat
anak inti yang disebut nukleolus, linin (benang-benang berbentuk jala) dan
diantara pembelahan sel akan berubah menjadi kromosom (pembawa sifat
keturunan).
Di samping bagian tersebut di atas masih ada bagian lain dari sel yang terdapat
di bagian sitoplasma, yaitu:
a. Sentrosom, letaknya di sebelah atas dari inti sel, fungsinya penting waktu
terjadinya pembelahan sel (merupakan pusat pembagian sel).
b. Vakuola, adalah rongga-rongga kecil yang terdapat di dalam sel yang
berisi cairan sel atau udara. Fungsinya untuk menyimpan bahan makanan
dan mengumpulkan sisa makanan, dan sisa pembakaran.
c. Mitokondria, merupakan benda bulat kecil (glandula) yang terdapat
dekat dengan inti sel yang menjadi pusat tenaga untuk keaktifan sel.
d. Badan golgi, adalah benang-benang (fibril) yang terdapat di sekitar
sentrosom yang fungsinya penting untuk sekresi sel.
e. Organel pencernaan sel (lisosom), peranan khususnya adalah membuang
sel-sel yang rusak dari jaringan misalnya, karena panas, dingin, trauma,
zat kimia, dan faktor lain.

Gambar 2.1 Struktur sel manusia

4
3. Reproduksi sel
Manusia memperbanyak sel nya dengan cara pembelahan sel. Pembelahan sel
berhubungan dengan pertumbuhan dan pergantian di dalam jaringan. Pembelahan
sel baik pembelahan sitoplasma maupun pembelahan inti sel pada umumnya terjadi
bersamaan yang menghasilkan sel berinti ganda, misalnya pada sel hati. Dan sel
somatik, pembelahan inti terjadi dengan mitosis didahului dengan replikasi DNA
untuk menjamin agar masing-masing sel anak mengandung gen DNA yang identik
dengan sel induknya.
a. Pembelahan sel mitosis
Pembelahan ini terjadi di sel somatik. Proses pembelahan sel somatik menjadi dua
sel anak identik dengan sel induk. Tahapan-tahapan pembelahan sel mitosis
diantaranya: profase, metafase, anafase, dan telofase.
b. Pembelahan sel meiosis
Pada meiosis sel benih pria, sitokinesis (pembelahan sitoplasma) menghasilkan
sitoplasma yang rata pada keempat sel (2 sel mengandung 22 kromosom + X dan
2 sel lainnya mengndung 22 + Y). Pada sel wanita semua mengandung 22+Y,
bagian sitoplasma tidak rata dan hanya mengandung lebih banyak sitoplasma.
Variasi genetik dapat terjadi pada meiosis dengan tertukarnya segmen-segmen
kromoson homolog selama pembelahan reduksi.
Gambar 3.1 pembelahan mitosis Gambar 3.2 pembelahan miosis

5
B. JARINGAN DASAR TUBUH
Jaringan merupakan sekumpulan sel-sel yang pekerjaan tersusun menjadi satu dan
mempunyai fungsi tertentu. Jaringan diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu
jaringan penutup dan jaringan penunjang.
1. Jaringan Penutup
Jaringan penutup adalah jaringan yang menutupi tubuh bagian luar dan tubuh
bagian dalam yang terdiri dari jaringan epitel dan jaringan endotel.
a. Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jaringan penutup yang menutupi tubuh atau
permukaan tubuh bagian luar dan bagian dalam yang berhubungan
dengan udara. Di dalam jaringan ini terdapat pembuluh darah di antara
sel-selnya sehingga jaringan epitel terdapat di permukaan kulit selaput
lendir, jalan pernafasan, dan pencernaan. Bentuk jaringan epitel terdiri
dari: berbentuk pipih (epitel skuamosa), berbentuk kubus (epitel
kuboidea), dan berbentuk siilnder (epitel kolumnar).
Fungsi jaringan epitel:
1) Proteksi, melindungi jaringan yang ada di bawahnya.
2) Absorpsi, menghisap zat-zat yang ada di luarnya.
3) Sekresi, mengeluarkan zat-zat yang berguna bagi tubuh berupa
kelenjar eksokrin.
4) Menerima rangsangan dari luar.
5) Ekskresi, yaitu mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lagi.
6) Filtrasi, menyaring zat-zat.
Jaringan epitel menurut jenisnya dibagi menjadi jaringan epitel membran
dan jaringan epitel glandular (khusus untuk sekresi).
1) Jaringan epitel membran
a) Jaringan epitel sederhana yang menutupi lapisan setebal satu
sel. Macam-macam jaringan epitel sederhana: epitel skuamosa, epitel
kuboidea, dan epitel kolumnar.
b) Jaringan epitel berlapis palsu (majemuk), mempunyai lapisan
setebal satu sel. Bila hanya dilihat sepintas terdiri dari beberapa lapis sel.
Jaringan epitel berlapis, susunannya berlapis sempurna.
2) Jaringan epitel glandular
a) Jaringan epitel kelenjar eksokrin. Jaringan ini mengirimkan
hasil sekresinya ke tempat yang memerlukan, contoh pankreas.
b) Jaringan epitel kelenjar endokrin. Jaringan ini mengirimkan
hasil sekresinya langsung ke dalam pembuluh darah.

6
Gambar 4.1 Macam-macam Jaringan epitel

b. Jaringan Endotel
Jaringan endotel yaitu jaringan penutup yang menutupi tubuh bagian
dalam yang tidak berhubungan dengan udara. Bentuk dan susunannya
hampir sama dengan jaringan epitel yang kebanyakan sebagai epitel
sederhana yang bentuknya gepeng (skuomosa). Jaringan ini terdapat
pada permukaan dalam dinding pembuluh darah, pembuluh limfe dan
dinding jantung bagian dalam.
2. Jaringan Penunjang
Jaringan penunjang adalah sekumpulan sel khusus yang serupa bentuknya,
besarnya dan pekerjaannya, yang berfungsi menunjang dan menyokong
berbagai susunan tubuh yang ada di sekitarnya.
a. Jaringan ikat
Jaringan yang di antara sel-selnya terdapat banyak zat interseluler yang
terdiri dari serabut-serabut kenyal dan serabut kolagen.
Fungsi jaringan ikat:
1) Membuat bahan-bahan interselular.
2) Membuat sel-sel darah.
3) Fagositosis, memakan bakteri atau benda asing yang masuk ke dalam
tubuh.
4) Membuat antibodi (zat kekebalan).
5) Membuat heparin yang berfungsi untuk pembekuan darah selama di
dalam salurannya.

7
Macam-macam jaringan ikat
1) Jaringan ikat embrional, jaringan ikat yang selnya berbentuk bintang dan
zat interselularnya menyerupai selai, terdapat pada embrio dan sekeliling tali
pusat.
2) Jaringan ikat areolar. Jaringan ikat yang sel-selnya satu sama lain terpisah
oleh zat selai cair yang di dalamnya banyak mengandung serabut seperti jala.
Fungsinya sebagai tempat penyimpanan air dan penting pada peristiwa
peradangan.
3) Jaringan ikat gembur. Fungsinya sebagai bahan penahan, pelindung, dan
cadangan makanan.
4) Jaringan ikat fibrosa. Fungsinya sebagai penunjang, pembungkus, dan
penghubung antara jaringan.
5) Jaringan ikat kenyal. Jaringan ikat yang di antara sel-selnya banyak
mengandung serabut kenyal, sifatnya elastis, terdapat pada dinding
pembuluh darah, fungsinya memberikan kekenyalan pada jaringan.

Gambar 4.2 Macam-macam jaringan ikat


b. Jaringan rawan (kartilago)
Jaringan ini banyak mempunyai lubang kecil di dalamnya, banyak terdapat
sel-sel rawan, sifatnya lebih padat dan lebih kuat daripada jaringan biasa,
elastis dan mudah dibengkokkan. Sel-selnya disebut kondrosit dan sel yang
masih muda disebut kondroblas.
Fungsi jaringan rawan:
1) Penutup ujung-ujung tulang, misalnya tulang iga.
2) Pada embrio sebagai penyangga sementara yang kemudian akan berubah
menjadi tulang keras.
3) Sebagai penyangga, misalnya tulang hidung, telinga.
4) Penyambung antara tulang, misalnya sendi.

8
Macam jaringan tulang rawan, diantaranya:
1) Kartilago hialin, banyak mengandung serabut-serabut hialin (tulang
rawan bening), warnanya kehijau-hijauan dan licin, terdapat pada ujung
sendi, rawan hidung, antara tulang rusuk dan tulang dada, badan embrio,
larings, trakea, dan bronkus.
2) Kartilago elastis, banyak mengandung serabut-serabut elastis, warnanya
kekuningan, terdapat di daun telinga, epiglotis, dan saluran Eustachius.
3) Kartilago fibrosa, banyak mengandung serabut-serabut fibrosa, terdapat
antara ruang tulang belakang dan simfisis.
Tulang rawan banyak mengandung zat-zat interselular CaCO3, sifatnya
kenyal, elastis, tidak mudah patah tetapi mudah dibengkokkan.

Gambar 4.3 macam-macam jaringan tulang rawan

c. Jaringan tulang Keras


Jaringan paling keras mengandung garam kapur fosfat yang terdiri dari sel
dan matriks intersel mengandung serat kolagen dan unsur anorganik.
Fungsi jaringan tulang;
1) Menjaga berdirinya tubuh.
2) Membentuk rongga untuk penyimpanan organ-organ yang halus.
3) Membentuk persendian.
4) Sebagai tempat melekatnya ligament dan otot

Gambar 4.4 Jaringan tulang keras

9
d. Jaringan Otot
Jaringan otot terdiri dari sel-sel otot yang bentuknya panjang dan ramping.
Tiap-tiap sel otot mempunyai serabut otot dan beberapa serabut otot ini
dikumpulkan menjadi sebuah alat tubuh yang disebut otot (daging). Bentuk
dan fungsi otot, terdiri dari:
1) Otot serat lintang/otot lurik. Terdiri dari sel-sel otot yang di dalamnya
menyerupai garis-garis melintang, warnanya merah tua, dan dapat
berkontraksi menurut kemauan kita (termasuk otot sadar) terdapat hamper di
seluruh badan atau menjadi dinding badan.
2) Otot polos. Terdiri dari sel otot yang bentuknya licin, tidak mempunyai
garis lintang, dapat berkontraksi (menguncup dan mengembang), tidak
menurut kemauan kita (otot tak sadar), misalnya terdapat pada dinding
saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan saluran alat kandungan.
3) Otot jantung. Bentuknya serat lintang tetapi berkontraksi tidak di bawah
pengaruh kemauan kita (fungsinya seperti otot polos). Tiap-tiap otot
mempunyai empal dan pada kedua ujungnya terdapat urat otot yang
warnanya putih.
Fungsi jaringan otot:
1) Kebanyakan terlibat dalam volunter tulang dan tendo.
2) Pengendalian primer dimulai oleh neuron motorik medulla spinalis.
3) Beberapa kontraksi otot sklet adalah involenter, misalnya kedipan mata.

Gambar 4.5 jaringan otot

e. Jaringan Saraf
Jaringan saraf terdiri dari sel saraf yang panjang dan halus mempunyai inti
dalam protoplasmanya yang agak tebal. Bentuk sel saraf seperti bintang, dan
mempunyai ekor panjang. Fungsi dari sel saraf untuk menghantarkan sinyal
yang disebut impuls saraf. Dendrit menghantarkan impuls dari ujungnya
menuju bagian neuron yang lainnya. Akson menghantarkan impuls menuju
neuron lainnya atau menuju efektor, suatu struktur (misalnya sel otot) yang
merupakan respon tubuh

10
Gambar 4.6 jaringan saraf

f. Jaringan cairan
Darah sebagai jaringan yang bentuknnya cair dan terdiri dari cairn darah dan
sel darah yang terapung dalam cairan tersebut. Darah terbagi menjadi dua
bagian yaitu :
1) Bagian yang cair, warnanya kuning terdapat disebut plasma darah yang
didalamnya mengandung zat makanan dan zat antibodi.
2) Bagian yang membeku, warnanya merah tua disebut bekuan darah,
didalamnya terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel pembeku darah
(trombosit), sel darah putih (leukosit) dan fibrin.

11
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis.
Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat
berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Struktur sel dan
fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun
jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum)
juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan
kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja
sama dalam organisasi yang sangat rapi.

Jaringan komunikasi antara satu sel dengan yang lain menghasilkan suatu
koordinasi untuk mengatur pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, dan lain-lain pada
berbagai jaringan maupun organ.sistem komunikasi ini selain dilakukan oleh sistem saraf,
juga dilakukan oleh sistem endokrin,atau bahkan sistem saraf bersama-sama dengan
sistem endokrin mengontrol aktivitas organ atau jaringan tubuh.kedua sistem ini saling
mengisi secara fungsional yang demikian luar biasa, sehingga unsur-unsur saraf dan
endokrin sering dianggap menyusun sistem neuroendokrin.

B.Saran
Struktur dan fungsi organel-organel dalam sel akan mudah dipelajari jika
ditunjang oleh banyak literatur , baik dari buku-buku penunjang atau internet .Sehingga
kita dapat mengetahui hubungan antara struktur dan fungsi dari masing-masing organel
dengan jelas . Selain itu kita juga dapat memahami hubungan antara organel-organel
tersebut di dalam sel .
• Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk mengetahui struktur dan
fungsi organel sel pada mahluk hidup, dan perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan.
• Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca
buku atau majalah-majalah yang memuat tentang struktur dan fungsi organel sel pada
mahluk hidup.

12
DAFTAR PUSTAKA

Gadi, Edgina. 2013. Makalah Biologi http://edginagadi.blogspot.co.id/2013/07/makalah-


biologi-tentang-struktur-fungsi_4943.html diakses pada tanggal 1 november 2016 pukul
15.00 WITA

Tiwi, Ida. 2011. Sel dan Jaringan http://idablogbiologi.blogspot.co.id/2011/04/sel-dan-


jaringan.html diakses pada tanggal 1 november 2016 pukul 15.00 WITA

13