Anda di halaman 1dari 16

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ayam potong layer jantan merupakan hasil seleksi ayam petelur. Untuk
peternak layer, pembesaran ayam pejantan ini biasanya disaat kandang DOC (Day
Old Chicken) tidak terpakai. Saat ini berbagai kota sudah mulai mengusahakan
ayam potong layer jantan ini.
Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk akan diikuti dengan
meningkatnya kebutuhan pangan dan gizi. Daging ayam potong layer jantan
merupakan salah satu sumber protein hewani. Keuntungan yang didapat dari
daging ayam potong layer jantan ini yaitu dari segi harga daging bila
dibandingkan dengan ternak ruminansia dan ayam broiler jauh lebih murah.
Karena harga daging ayam potong layer jantan stabil. Dari segi pemasaran ayam
potong layer jantan ini tidak ada persaingan dengan ayam-ayam lain kecuali ayam
kampung, ayam potong layer jantan banyak digunakan untuk mensubstitusi
kebutuhan permintaan ayam kampung yang belum sepenuhnya terpenuhi Meski
menimbulkan perdebatan dan protes di kalangan peternak ayam kampung karena
dituding sebagai penipuan, sejumlah besar ayam potong layer jantan mampu
mengisi kekosongan sebagian kebutuhan rumah makan dan restoran akan ayam
kampung. Ayam potong layer jantan mampu “mencuri” celah ini karena
karakternya yang memiliki kedekatan citarasa ayam kampung dan kadang lebih
dipilih pengusaha kuliner karena harganya yang dibawah harga ayam kampung.
Dari segi pemeliharaan ayam potong layer jantan tidak beda dari pemeliharaan
ayam broiler, pemeliharaan ayam jantan lebih mudah ketimbang broiler, dan lebih
toleran terhadap penyakit.
Nilai lainya, harga DOC terbilang lebih murah dibanding DOC broiler .
Keuntungan lainnya, harga jual ayam jantan lebih tinggi. Pada ukuran 1 kg, saat
harga broiler exfarm Rp 9900 -10.000, ayam jantan bisa mencapai Rp 15.000.
Dalam manajemen pemeliharaan, ayam jantan membutuhkan waktu lebih lama
dibandingkan broiler ( Dppkkabtasik, 2008). Dilihat dari pemakaian ransum lebih
hemat dibanding dengan ayam broiler.

1
Agar pertumbuhan cepat salah satu produk suplemen ransum ternak yang
mengandung mikroba adalah Starbio. Dengan memberikan makanan tambahan
seperti starbio, yang dapat menurunkan konversi ransum sehingga biaya pakan
menjadi lebih murah. Starbio ternak banyak disukai peternak karena mengandung
bakteri/mikroba yang diisolasi dari alam dan bersifat bersahabat dengan
kehidupan (probiotik). Probiotik dpat berasal dari bakteri, yeart dan kapang.
Probiotik yang umum serta aman digunakan diantaranya adalah : aspergillus
niger, aspergillus orizae, lactobacillus.
Dengan mencampurkan starbio ternak pada pakan ternak maka nutrien dari
bahan pakan dapat diserap secara sempurna, baik secara langsung maupun melalui
sintesa protein mikroba. Dengan starbio ternak, maka hampir semua nutrien pada
pakan dapat dikonversi ke produksi yang dapat berupa daging, susu, maupun telur.
Starbio mempunyai manfaat lain yaitu: meningkatkan daya cerna, efisiensi dalam
penggunaan ransum, kotoran lebih kering dan tidak bau ( Joomla, 2012).

B. Tujuan
Tujuan dari pemberian starbio untuk mengetahui pertumbuhan ayam potong
layer jantan.
C. Manfaat
Manfaat proyek wirausaha mahasiswa dengan judul pemberian starbio
terhadap pertumbuhan ayam potong layer jantan yaitu :
1. Dapat mengetahui pertumbuhan ayam potong layer jantan.
2. Penyediaan kebutuhan protein hewani.
3. Mendapat keuntungan yang besar, selain memanfaatkan daging kotoran
ayam dapat berguna sebagai pupuk organik.
4. Meningkatkan kebutuhan ekonomi.
5. Bau kotoran tidak mencemari lingkungan.
6. Starbio dapat meningkatkan efesiensi penggunaan ransum.

2
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Bibit Ayam Potong Layer Jantan

Ayam potong layer jantan ini mempunyai ciri-ciri yaitu : (1) Bagian tubuh
tak ada yang rusak atau cacat, misalnya kaki utuh dan leher lurus; (2) Otot gempal
dan kuat, terutama di bagian paha dan dada; (3) Tulangnya juga kuat. Susunan
bulu teratur, saling menghimpit dan tampak mengkilat; (4) Kondisi bulu yang baik
mencerminkan kondisi kulit yang baik pula; (5) Mata cerah dan pandangannya
tampak tajam; (6) Gerakannya gesit yaitu mudah berontak bila dipegang; (7)
Ukuran badannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk; (8) Induk jantan
mempunyai jengger yang berwarna merah cerah, kepala tampak kokoh, paruh
pendek, tajam dan kuat; (9) Jarak ujung tulang dada dengan dubur berjarak
minimal tiga jari tangan. Ayam jantan lebih agresif dibandingkan dengan ayam
betina sehingga ayam jantan akan menguasai pakan dan minum lebih besar
dibandingkan betina. Untuk kepadatan kandang jantan adalah 8-10 ekor/m2. Ayam
jantan dibesarkan dengan tujuan untuk diambil dagingnya. Untuk itu disarankan
agar ayam jantan diberi protein 19-20% pada ransum pakannya dengan energi
sekitar 2900 Kcal dan diberi pakan secara tidak terbatas. Untuk memperoleh
keberhasilan dalam memelihara ayam jantan terdapat beberapa tips yang harus
diperhatikan yaitu: (a) Agar tidak terjadi perkelahian, masukkan ayam jantan yang
berasal dari kandang yang sama. (b) Untuk mengurangi kepadatan kandang,
ayam jantan perlu diberi tenggeran. (c) Keluarkan ayam yang lemah sehingga
tidak kalah bersaing dengan ayam jantan lainnya (Cahyono, 1995).

B. Pakan dan Air Minum


1. Pakan
Pemeliharaan yang intensif, diantaranya diperlukan pemberian pakan yang
berkualitas dan pemberian pakan aditif salah satu diantaranya adalah starbio.
Starbio berperan meningkatkan kecernaan, sintesa protein mikroba, mengurangi
bau kotoran, dan ramah lingkungan. Diharapkan dengan penambahan starbio
kedalam campuran pakan dapat meningkatkan pertumbuhan, dan mengurangi
konversi pakan sehingga akan menambah keuntungan peternak.

3
Joomla (2012) menyatakan bahwa salah satu produk suplemen pakan ternak
yang mengandung mikroba adalah starbio ternak. Starbio ternak banyak disukai
peternak karena mengandung bakteri / mikroba yang diisolasi dari alam dan
bersifat bersahabat dengan kehidupan (probiotik) berupa mikroba Lignolitik,
Selulolitik, Amylolitik, Proteolitik dan Lipolitik yang diperlukan dalam rumen
dan sistem pencernaan ternak. Dengan mencampurkan starbio ternak pada pakan
ternak maka nutrien dari bahan pakan dapat diserap secara sempurna, baik secara
langsung maupun melalui sintesa protein mikroba. Dengan Starbio Ternak, maka
hampir semua nutrien pada pakan dapat dikonversi ke produksi yang dapat berupa
daging, susu, maupun telur. Manfaat positif lainnya dari sistem pencernaan yang
berjalan sempurna adalah kotoran ternak benar-benar hanya menyisakan ampas
saja dalam keadaan relatif kering dan jauh berkurang baunya. Dosis pemakaian
starbio ternak per ton ransum dapat dilihat pada Tabel 1 berikut:
Tabel 1. Dosis Pemakaian Starbio Ternak Per Ton Ransum
No Ternak Unggas Berat
1 Ayam petelur 2.5 kg
2 Ayam pedaging 2.5 kg
2 Burung puyuh 2.5 kg

3 Itik petelur 2.5 kg

4 Kambing / Domba 2.5 kg

5 Sapi / Kerbau 5 – 6 kg
Sumber: Lembah Pinus, 2012

Penelitian yang dilakukan oleh Zainuddin dan Wahyu (1996) tentang


pengaruh penggunaan probiotik dalam ransum ayam buras terhadap produksi dan
kualitas telur, kadar air feses dan nilai ekonomis membuktikan bahwa ransum
dengan 0,25% probiotik menunjukkan peningkatan produksi telur sebanyak 19-
26%, pertambahan bobot telur, pengurangan kadar air dalam feces lebih kering,
bau feces berkurang dan peningkatan income over feed sebesar 43%.

Probiotik starbio merupakan koloni bibit mikroba (lambung sapi) yang


dikemas dalam campuran tanah, akar rumput serta daun-daun/ranting-ranting
yang dibusukan. Manfaat starbio dalam ransum ternak yaitu meningkatkan daya
cerna, penyerapan zat nutrisi dan efesien dalam pengguna ransum. Starbio juga

4
dapat menghilangkan bau limbah dari rumah potong hewan maupun septitenk
dengan cara menguraikan komponen zat pengurai.
- Jumlah ransum yang diberikan
a. Fase Starter : Kualitas dan Kuantitas Pakan
- Kualitas (kandungan zat gizi) pakan : protein 22-24%, lemak 2,5%, serat
kasar 4%, kalsium (Ca) 1%, phosphor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
- Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu
minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur
8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu k-3 (umur 25-21 hari) 66 gram
/hari/ekor dan minggu k-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi
jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu
sebasar 1.520 gram.
b. Fase Finisher : Kualitas dan Kuantitas Pakan
- Kualitas (kandungan zat gizi) pakan : protein 18,1- 21,2%, lemak 2,5%,
serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, phosphor (P) 0,7-0,9% dan energi
(ME) 2900-3400 Kcal.
- Kuanitas pakan terbagi/digolongkan dalam 4 (empat) golongan umur yaitu
: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu k-6 (umur
37-43 hari) 129 gram/hari/ekor, minggu k-7 (umur 44-50 hari) 146
gram/hari/ekor dan minggu k-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi
total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram
(Rasyaf, 1999).

2. Air Minum
Kegunaan air minum bagi ternak ayam adalah untuk membantu proses
metabolisme tubuh disamping untuk menganti penguapan tubuh. Air minum yang
diberikan sebaiknya adalah air bersih yang segar, tidak berbau dan tidak berwarna.
Oleh karena itu pemberian air minum dapat dilakukan 2-3 kali sehari tergantung
cuaca. Tetapi satu hal yang terpenting adalah air minum diberikan secara tidak
terbatas.

Untuk air minum larutkan 50 gram gula dan 2 gram vitamin (dalam 1 liter
air minum untuk 12 jam pertama). Perlu juga memakai meter air agar dapat
diketahui dengan pasti berapa banyak air yang digunakan pada 2 minggu pertama,

5
tempat minum dibersihkan 3 kali sehari setelah itu 2 kali sehari (Anonimus,
2004).

C. Kandang
Kandang merupakan unsur penting dalam usaha peternakan ayam. Kandang
dipergunakan mulai dari awal hingga masa berproduksi. Pada prinsipnya, kandang
yang baik adalah kandang yang sederhana, biaya pembuatan murah, dan
memenuhi persyaratan teknis (Martono, 1996). Kandang yang baik adalah
kandang yang dapat memberikan kenyamanan bagi ayam, mudah dalam tata
laksana, dapat memberikan produksi yang optimal, memenuhi persyaratan
kesehatan dan bahan kandang mudah didapat serta murah harganya. Iklim
kandang yag cocok untuk berternak ayam potong layer jantan berkisar antara
32,2-35 derajat Celsius, kelembapan 60-70%.
Bangunan kandang yang baik adalah bangunan yang memenuhi persyaratan
teknis, sehingga kandang tersebut biasa berfungsi untuk melindungi ternak
terhadap lingkungan yang merugikan, mempermudah tata laksana, menghemat
tempat, menghindarkan gangguan binatang buas, dan menghindarkan ayam
kontak langsung dengan ternak unggas lain (Anonimus, 1994).
Kandang merupakan modal tetap (investasi) yang cukup besar nilainya,
maka sedapat mungkin semenjak awal dihindarkan kesalahan-kesalahan dalam
pembangunannya, apabila keliru akibatnya akan menimbulkan problema-
problema terus menerus sedangkan perbaikan tambal sulam tidak banyak
membantu (Williamsons dan Payne, 1993). Kandang untuk ayam pada periode ini
ada 2 macam yaitu: kandang litter dan kandang panggung. Peralatan yang
digunakan harus disesuaikan dengan pertumbuhan anak ayam. Peralatan pakan
dan minum juga harus disesuaikan. Untuk 100 ekor ayam masa grower
dibutuhkan 4 tempat pakan @ 5 kg dan 4 tempat minum ukuran 1 galon. Sebagai
kriteria bahwa tempat pakan dan minum sudah mencukupi adalah 80% ayam
tersebut dapat makan berjejer. Jika tampak berdesak-desakan atau berjejal di
tempat pakan atau minum berarti tempat pakan atau minum tersebut belum
memadai.
- Pengaturan tempat pakan dan minum

6
Penempatan tempat pakan dan minum disebar secara merata. Tinggi tempat
pakan dan minum adalah setinggi punggung ayam untuk memudahkan jangkauan
ayam dan efisiensi pakan. Menurut Northe (1984) pertambahan berat badan yang
ideal adalah 400 gram per minggu untuk jantan dan untuk betina 300 gram per
minggu. Ayam broiler merupakan jenis ayam jantan atau betina yang berumur 6
sampai 8 minggu yang dipelihara secara intensif untuk mendapatkan produksi
daging yang optimal.

D. Pencegahan Penyakit

1. Vaksin
Vaksin adalah mikroorganisme penyebab penyakit yang sudah dilemahkan
atau dimatikan dan mempunyai sifat immunogenik. Immunogenik artinya dapat
merangsang pembentukan kekebalan. Vaksinasi adalah proses memasukkan
vaksin ke dalam tubuh ternak dengan tujuan supaya ternak tersebut kebal terhadap
penyakit yang disebabkan organisme tersebut. Vaksin ada dua macam yaitu vaksin
aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif adalah vaksin yang mikroorganismenya
masih aktif atau masih hidup.
Vaksinasi harus dilakukan dengan benar sehingga tidak menyakiti, unggas
dan mempercepat proses vaksinasi, dan tidak meninggalkan sisa sampah dari
peralatan vaksinasi seperti suntikan, sarung tangan, masker maupun sisa vaksin
yang digunakan (botol vaksin). Unggas yang divaksin harus benar-benar dalam
keadaan sehat tidak dalam kondisi sakit maupun stress sehingga akan
mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak terjadi kematian dalam proses
vaksinasi.
Tata cara vaksinasi harus ditempat yang teduh, bersih, vaksin tidak dalam
kondisi sakit maupun stress sehingga tidak merusak vaksin. Program vaksinasi
untuk unggas, harus disesuaikan dengan umur dari unggas tersebut dan harus
berhati-hati dalam memvaksin karena sangat sensitif terhadap jarum suntik dan
dapat menimbulkan stress dan kematian.
1. Sanitasi
Sanitasi merupakan pekerjaan rutin yang dilakukan sejak periode starter.
Tambahan sanitasi pada masa ini adalah adanya penggantian sekam atau litter.

7
Litter yang kurang atau hancur atau sudah menggumpal atau terlalu lembab
merupakan sumber penyakit. Oleh karena itu petugas kandang harus rajin untuk
mengganti sekam atau menambahnya. Setelah terjadi penggantian atau
penambahan litter, petugas kandang harus melakukan penyemprotan dengan
menggunakan Virkons. Penyemprotan dengan menggunakan desinfektan
sebaiknya dilakukan setiap bulan untuk mencegah timbulnya penyakit. Masa
grower merupakan masa vaksinasi yang cukup banyak. Pada masa ini vaksinasi
yang dikerjakan adalah coryza, ILT, ND Lasota, AI, IB, ND+EDS+IB dll.

E. Penyinaran
Mulai umur 8-18 minggu, intensitas dan durasi penyinaran tidak perlu
ditingkatkan. Penerangan pada masa ini cukup dengan cahaya matahari alami
sekitar 12 jam. Jika intensitas maupun durasi penyinaran ditambah maka di
kemudian hari akan mempengaruhi proses bertelur ayam menjadi lebih cepat.
Pencahayaan akan merangsang sekresi hormon yang merangsang ovulasi dan
peneluran serta hormon pertumbuhan. Jika hal ini terjadi maka ayam akan
menghasilkan telur yang kecil dan masa produksi yang pendek.

F. Pengaturan Ventilasi
Pada periode ini terpal sudah dibuka penuh untuk memastikan sirkulasi
udara yang baik. Jika sirkulasi udara tidak memadai maka ayam akan mudah sakit
karena kelembaban yang tinggi dan kadar ammonia yang tinggi pula. Namun jika
hujan dan kemungkinan kandang tampyas oleh air hujan, ada baiknya terpal
dipasang sebagian. Demikian juga halnya kalau angin yang masuk sangat besar
sehingga ayam akan tampak bergerombol di sudut ruangan.
Sanitasi merupakan pekerjaan rutin yang dilakukan sejak periode starter.
Tambahan sanitasi pada masa ini adalah adanya penggantian sekam atau litter.
Litter yang kurang atau hancur atau sudah menggumpal atau terlalu lembab
merupakan sumber penyakit. Oleh karena itu petugas kandang harus rajin untuk
mengganti sekam atau menambahnya. Setelah terjadi penggantian atau
penambahan litter, petugas kandang harus melakukan penyemprotan dengan
menggunakan Virkons. Penyemprotan dengan menggunakan desinfektan
sebaiknya dilakukan setiap bulan untuk mencegah timbulnya penyakit. Masa

8
grower merupakan masa vaksinasi yang cukup banyak. Pada masa ini vaksinasi
yang dikerjakan adalah coryza, ILT, ND Lasota, AI, IB, ND+EDS+IB dll.

G. Mortalitas
Mortalitas merupakan angka kematian dalam pemeliharaan ternak. Ada
banyak hal yang berpengaruh terhadap mortalitas dalam pemeliharaan unggas.
Misalnya, adalah karena penyakit, kekurangan pakan, kekurangan minum,
temperatur, sanitasi, dan lain sebagainya. Penyakit didefinisikan sebagai segala
penyimpangan gejala dari keadaan kesehatan yang normal. Tingkat kematian yang
disebabkan oleh penyakit tergantung dari jenis penyakit yang menyerang unggas.
Dalam pemeliharaan petelur yang berhasil, tingkat kematian 10 sampai 12%
dianggap normal dalam satu tahun produksi. Dalam kelompok pedaging, kematian
maksimum per tahun normalnya adalah 4%. Setiap kematian yang melebihi angka
tersebut harus dianggap sebagai kondisi yang serius yang harus mendapat
perhatian segera dari peternak yang bersangkutan (Blakely and Bade, 1991).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menekan angka kematian adalah
mengontrol kesehatan ayam, mengontrol kebersihan tempat pakandan minum
serta kandang, melakukan vaksinasi secara teratur, memisahkan ayam yang
terkena penyakit dengan ayam yang sehat, dan memberikan pakan dan minum
pada waktunya (Siregar et all, 1992).

H. Pemeliharaan
Hal-hal yang terus diperhatikan dalam pemeliharaan ayam broiler atau ayam
jantan antara lain perkandangan, pemilihan bibit, manajemen pakan, sanitasi dan
kesehatan, recording dan pemasaran. Banyak kendala yang akan muncul apabila
kebutuhan ayam tidak terpenuhi, antara lain penyakit yang dapat menimbulkan
kematian, dan bila ayam dipanen lebih dari 8 minggu akan menimbulkan kerugian
karena pemberian pakan sudah tidak efisien dibandingkan kenaikkan/penambahan
berat badan, sehingga akan menambah biaya produksi (Anonimus, 1994).

III. BAHAN DAN METODE PELAKSANAAN

9
A. Waktu dan Tempat
Proyek wirausaha mahasiswa akan dilaksanakan pada bulan Juni sampai
bulan Juli 2012. Pelaksanaan proyek wirausaha mahasiswa di Surau Kamba,
Kenagarian Ampang Gadang, Kec. IV Angkek, Kabupaten Agam. Dipilihnya
sebagai lokasi proyek wirausaha mahasiswa karena dari segi letak daerahnya yang
sangat terjangkau untuk proses pemasaran dan terjangkau oleh transportasi.

B. Bahan dan Alat


Dalam melaksanan proyek wirausaha mahasiswa tentang pemberian starbio
terhadap ayam potong layer jantan perlu kita perhatikan, persiapkan alat dan
bahan. Alat yang digunakan yaitu: tempat makan, tempet minum, bola lampu,
hand sprayer, kabel, sekop, sapu lidi, ember, plastik tirai, kardus. Sedangkan
bahan yang digunakan yaitu : ayam potong layer jantan 100 ekor, pakan 311
sebanyak 50 kg, pakan 511 sebanyak 100 kg, starbio sebanyak 250 gr, vitachik
sebanyak 0.5 gr, sekam sebanyak 4 karung, koridon sebanyak 0.1 gr, vaksin ND
sebanyak 1 botol, tali rafia sebanyak 1 gulung, gula sebanyak 50 gr.

C. Proses Produksi
Dalam proyek wirausaha mahasiswa skala untuk ayam potong layer jantan
sebanyak 100 ekor. Adapun tahapan proses poduksi yang dilakukan dalam PWM
ini adalah :
1. Persiapan Kandang
Kandang merupakan unsur penting dalam usaha peternakan ayam. Kandang
dipergunakan mulai dari awal hingga masa berproduksi. Kandang yang baik
adalah kandang yang dapat memberikan kenyamanan bagi ayam, mudah dalam
tata laksana, dapat memberikan produksi yang optimal, memenuhi persyaratan
kesehatan dan bahan kandang mudah didapat serta murah harganya. Kandang
serta peralatan yang ada di dalamnya merupakan sarana pokok untuk
terselenggarakannya pemeliharaan ayam secara intensive, berdaya guna dan
berhasil guna. Ayam akan terus menerus berada didalam kandang, oleh karena itu
kandang harus dirancang dan ditata agar menyenangkan dan memberikan
kebutuhan hidup yang sesuai bagi ayam-ayam yang berada di dalamnya.
Tipe kandang yang digunakan dalam PWM ini adalah kandang panggung
dan jenis kandangnya kandang terbuka. Pada tipe dan jenis kandang ini peternak

10
harus memperhatikan kepadatan kandang sebab jika kandang terlalu padat maka
ayam akan kanibal antara satu dengan yang lainnya. Idealnya pada masa ini
kepadatan kandang adalah 14 – 15 ekor/m 2. Iklim kandang yag cocok untuk
berternak ayam potong layer jantan berkisar antara 32,2-35 ºC, kelembapan 60-
70%.
Kegiatan yang harus dilakukan sebelum DOC masuk ke dalam kandang
yaitu : (a) penyemprotan kandang dengan desifektan; (b) pemasangan titai-tirai
plastik; (c) pemasangan tempat makan dan minum; (d) perbaikan kabel aliran arus
listrik lalu memasangnya kembali; (e) pemberian alas dengan serbuk kayu setebal
3 cm dan diatasnya diberi karung (f) penyemprotan ulang seluruh ruangan
kandang dengan desifektan koridon dan kemudian membiarkan kandang tertutup
dengan tirai.
Jika kandang telah melakukan panen berulang kali maka persiapan kandang
dilakukan 2 tahap yaitu :
- Tahap 1
Membersihkan dan memasukan kotoran-kotoran ayam ke dalam karung,
mencuci bersih tempat makan dan minum, mematikan aliran listrik,
membuka tirai-tirai plastik supaya udara dalam kandang dapat bertukar,
mencuci kandang, membersihkan alas liter dengan cara digosok dengan
menggunakan desifektan koridon dengan takaran 1 sendok makan merah :
10 liter air putih. jika telah selesai kandang didiamkan selama maksimal
14 hari (2 minggu) guna mendapatkan hasil yang baik jauh dari
terserangnya hama dan penyakit yang akan masuk kedalam kandang.
- Tahap II
Memasang titai-tirai plastik, memasang tempat makan dan minum dan
meperbaiki kabel aliran arus listrik lalu memasangnya kembali,
memberikan alas dengan serbuk kayu setebal 3 cm dan diatasnya diberi
karung, menyemprot ulang seluruh ruangan kandang mengunakan
desifektan koridon dan membiarkan kandang tertutup tirai.
2. Bibit
Bibit ayam yang digunakan dalam PWM ini berjumlah 100 ekor. Jenis bibit
ayam yang dipakai yaitu ayam potong layer jantan dengan tingkat mortalitas 4%
yang didapatkan dari poltryshop. Bibit yang dipelihara haruslah memenuhi
persyaratan sebagai berikut: bibit ayam sehat, tidak cacat pada fisik,
pertumbuhannya normal, tidak berasal dari pembibitan yang dikenal

11
keunggulannya, tidak ada lekatan tinja diduburnya, dan pemilihan bibit serta calon
induk.
3. Penyiapan Pakan dan Air Minum

a. Pakan
Untuk umur DOC yang baru masuk sampai umur ayam seminggu jenis
pakan yang diberikan adalah pakan 311 berupa butiran halus, sedangkan untuk
umur ayam yang lebih dari satu minggu jenis pakan yang diberikan adalah pakan
511 berupa butiran kasar dengan perbandingan untuk 1 ton pakan 511 pemberian
starbio 2,5 kg. Jadi untuk 100 kg pakan 511 pemberian starbio sebanyak 250
gram. Pemberian pakan dapat dilakukan satu kali sehari. Starbio probiotik untuk
pakan ternak berfungsi untuk meningkatkan pencernaan pakan, kotoran lebih
kering dan tidak bau, menghemat biaya pakan, starbio berguna untuk semua jenis
ternak. Dengan mencampurkan Starbio Ternak pada pakan ternak maka nutrien
dari bahan pakan dapat diserap secara sempurna, baik secara langsung maupun
melalui sintesa protein mikroba. Dengan Starbio Ternak, maka hampir semua
nutrien pada pakan dapat dikonversi ke produksi yang dapat berupa daging, susu,
maupun telur.
b. Air Minum
DOC yang baru masuk tidak langsung diberi air minum tetapi didiamkan selama 15
menit agar waktu diberi air minum tidak terjadi perkelahian kemudian baru diberi air
minum yang telah diberi gula, fungsi air gula untuk mencegah stres pada ayam untuk
DOC yang baru masuk saja. Untuk hari berikutnya diberi vitamin selama 3 hari. Vitamin
yang diberikan berupa Vitachik fungsinya untuk merangsang pertumbuhan ayam,
menambah nafsu makan terhadap ayam, mencegah datang nya penyakit dengan
perbandingsn 1 sdm vitachik/10 liter air. Pemberian air minum dapat dilakukan 2-3
kali sehari tergantung cuaca. Tetapi satu hal yang terpenting adalah air minum
diberikan secara tidak terbatas.
4. Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharan dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini.
Tabel 2. Pemeliharaan
No Minggu Hari Kegiatan

12
1 1 1  Pemindahan DOC yang baru masuk kekandang
 Pemberian air minum diberi setelah 15 menit
dengan air gula
 Pakan yang diberi 311, pemberian pakan dengan
cara ditaburkan ke lantai sebanyak 17 gr/hari/ekor.
Apabila pakan pakan yang tersedia didalam
kandang habis dilakukan penambahan .
2
 Pemberian pakan sama dengan hari pertama
 Air minum air putih
3  Cara pemberian pakan dan air minum sama
dengan hari k-2
4  Cara pemberian pakan dan air minum sama

5 dengan hari k-2 dan k-3


 Cara pemberian pakan sama dengan hari p-1
 Air minum dicampuri VITACHIK dengan takaran

2 2 1 sendok makan untuk 10 liter air minum.


1-7
 Pengadukan pakan 511 dengan starbio 2,5 kg
starbio : 50 kg pakan 511
 Penambahan jumlah pakan 43 gr/hari/ekor
 Penambahan jumlah tempat minum 3 buah
 Penambahan jumlah tempat makan 3 buah
 Pemberian pakan dan minum
3 3 1-7
 Perluasan kandang.
 Penambahan jumlah pakan 66 gr/hari/ekor.
 Melakukan VAKSIN ND LATOSA dengan cara
melalui tetes mata yang dilakukan pada sore hari
4 4 1-7 ketika matahari mulai terbenam. Vaksin dilakukan
5 5 1-7 hanya 1 x, diberi pada umur 20 hari.
6 6 1-6  Penambahan jumlah pakan 91 gr/hari/ekor.
7  Penambahan jumlah pakan 111 gr/hari/ekor.
 Penambahan jumlah pakan 129 gr/hari/ekor.
 Menyiapkan peralatan untuk pasca panen
 Panen.

5. Panen dan Pascapanen


Panen dilakukan pada umur 42 hari. Sebelum melakukan pemotongan, ayam
potong layer jantan disortir terlebih dahulu pemotongan dilakukan sebelum
matahari terbit agar tidak terjadi stress pada ayam yang tertinggal didalam
kandang. Kegiatan pascapanen pada usaha ternak ini meliputi :

13
1. Pemotongan
Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar
keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal
ini agar kualitas daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.
2. Pengulitan atau Pencabutan Bulu
Caranya ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas
(51,7- 54,4 ºC). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu
yang halus dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan
nyala api biru.

3. Pengeluaran Jeroan
Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan
ampela) dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada
daging siap dimasak dalam kemasan terpisah.
4. Pemotongan Karkas
Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai.
Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih,
kaki ayam/paha ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan
dan dikemas.

6. Pemasaran
Pemasaran ayam potong layer jantan ini dijual ke tempat rumah makan atau
restoran-restoran, karena peminatnya cukup banyak karena ayam potong layer
jantan ini penganti dari daging ayam kampong.

Proses produksi usaha ternak ayam potong layer Jantan dapat dilihat pada
Gambar 1 dibawah ini.
(1) (2) (3)
Persiapan Kandang Bibit (dari PS ) Persiapan Pakan dan
Air Minum
( 15 hari)

(6) (5) (4)


Pemasaran Panen dan Pascapanen Pemeliharaan

14
Gambar 1. Langkah Kerja Ternak Ayam Potong Layer Jantan

D. Pengamatan
Pertambahan berat badan diukur dalam 1 kali seminggu, cara pengukuran
berat badan ayam potong layer jantan yaitu mengambil 10 sampel (10% ) dari
total DOC secara acak lalu ditimbang (Kunta adnan S, 2011). Untuk mengukur
diambil secara acak, dilakukan mengunakan karton, karton terlebih dahulu
ditimbang lalu masukan ayam dan ditimbang.
Untuk melihat efisiensi penggunaan ransum pada ayam potong layer jantan
dapat dibuktikan dengan cara menghitung konversinya yaitu :
Konversi = Pertambahan Berat Badan
Konsumsi Ransum

Sumber rumus ???

15
16