Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

MATA KULIAH HUKUM FORENSIK


“ANALISIS FAKTA HUKUM KASUS PENCURIAN
TERHADAP PASAL 362 KUHP”

Oleh:
Ellies Tunjung Sari M
091424653002

PROGRAM STUDI ILMU FORENSIK


SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015
I. DASAR HUKUM
Berdasarkan Pasal 362 KUHP yaitu:
“Barang siapa mengambil suatu barang yang sama sekali atau sebagian
termasuk milik orang lain dengan maksud akan memiliki barang itu dengan
melawan hak, di hukum karena pencurian, dengan hukuman penjara selama-
lamanya lima tahun atau denda sebanyak-banyaknya…….”

II. PENGURAIAN UNSUR PASAL 362 KUHP


Tindak pidana dalam pasal 362 merupakan delik formil, yaitu delik yang
perumusannya dititikberatkan kepada perbuatan yang dilarang oleh UU.
Perwujudan delik ini dipandang selesai dengan dilakukannya perbuatan seperti
yang tercamtum dalam rumusan delik. Rumusan itu terdiri dari unsur - unsur
ojektif (perbuatan mengambil, objeknya suatu benda, dan unsur keadaan yang
menyertai/melekat pada benda, yaitu benda tersebut sebagian atau seluruhnya
milik orang lain) dan unsur - unsur subjektif (adanya maksud, yang ditujukan
untuk memiliki, dan dengan melawan hukum).

1. Unsur Obyektif, terdiri dari:


a. Barang siapa
Yang dimaksud “barang siapa” dalam pasal ini adalah orang atau
subyek hukum yang melakukan tindak pidana, dapat dimintai
pertanggung jawaban, serta tidak ada dasar pemaaf dan pembenar.
Karena pidana penjara yang diancamkan terhadap pelaku pencurian
merupakan suatu pidana yang bertujuan untuk membatasi
kebebasan pelaku, dan pidana denda merupakan suatu pidana yakni
pidana yang bertujuan untuk mengurangi harta kekayaan pelaku
yang hanya bisa ditimpakan kepada manusia. Karena yang dapat
dikurangi harta kekayaan sebagai suatu pidana ini bukan hanya
manusia saja, maka ada yang mengartikan “barang siapa” ini
manusia atau sutau badan hukum.
b. Perbuatan mengambil
“Mengambil” artinya membawa barang dari tempat asalnya ke
tempat lain. Jadi barang tersebut harus bersifat digerakkan, dapat
diangkat atau dipindahkan. Pengambilan (pencurian) itu sudah
dapat dikatakan selesai, apabila barang tersebut sudah pindah
tempat. Bila orang baru memegang saja barang itu, dan belum
berpindah tempat, maka orang itu belum dapat dikatakan mencuri,
akan tetapi ia baru “mencoba” mencuri.
c. Yang diambil harus suatu barang/benda
“Suatu benda” artinya ada benda yang diambil pelaku. Adapun yang
dimaksud benda itu harus berharga dan bernilai bagi korban, niali
ini tidak selalu bersifat ekonomis.
d. Yang sebagian atau seluruhnya kepunyaan orang lain
Yang artinya barang tersebut bukan milik pelaku tetapi merupakan
milik orang lain secara utuh atau sebagian, jika barang itu milik si
pencuru atau barang temuan maka tidak termasuk pencurian.
2. Unsur Subyektif, terdiri dari:
a. Adanya maksud
Yaitu perbuatan pencurian tersebut memang disengaja atau adanya
niat mengambil oleh si pelaku pencurian.
b. Yang ditujukan untuk memiliki
Yaitu berarti menjadikan dirinya pemilik, sedangkan untuk menjadi
pemilik suatu barang harus menurut hukum.
c. Tindakan melawan hukum
Yang artinya sebelum bertindak malakukan perbuatan mengambil
benda, ia sudah mengetahui, sudah sadar memiliki benda orang lain
dengan cara mencuri itu adalah bertentangan dengan hukum. Pada
dasarnya melawan hukum adalah sifat tercelanya atau terlarangnya
suatu perbuatan itu. Ada 2 macam melawan hukum yaitu melawan
hukum formil adalah bertentangan dengan hukum tertulis, artinya
sifat tercelanya atau terlarangnya suatu perbuatan itu terletak dari
hukum tertulis. Sedangkan melawan hukum materiil adalah
bertentangan dengan azas-azas hukum masyarakat, dengan kata lain
dalam hukum ini sifat tercelanya suatu perbuatan dari sudut
masyarakat yang bersangkutan.
Suatu perbuatan atau peristiwa, baru dapat dikualifisir sebagai pencurian
apabila terdapat semua unsur tersebut diatas.

III. FAKTA HUKUM


1. Orang berjalan sendirian pada malam hari
2. Berjalannya orang tersebut melewati dean depan rumah seseorang
3. Ada sebuah mobil parker di depan rumah yang dilewati
4. Orang yang lewat berhenti, mengintip pemilik rumah
5. Orang yang berjalan tadi membuka mobil yang didalamnya ada laptop
6. Laptop tersebut diambil dan diletakkan dirumah sebelah
7. Pemilik laptop mengetahui bahwa laptopnya ada dirumah sebelah
8. Pemilik laptop melaporkan pencurian yang dilakukan pemilik rumah
sebelah.

IV. ANALISIS FAKTA HUKUM BERDASARKAN UNSUR-UNSUR


PASAL 362 KUHP
Berdasarkan unsur-unsur pada pasal 362 KUHP tersebut diatas maka dapat
dianalisis sebagai berikut:
1. Pada Unsur obyektif:
a. “Barang siapa”,
- pengambil laptop memenuhi unsur ini
- rumah sebelah juga memenuhi unsur ini
b. “Perbuatan Mengambil”,
- pengambil laptop memenuhi unsur ini
- rumah sebelah tidak memenuhi unsur ini
c. “Suatu benda/barang”,
- Pengambil laptop mengambil laptop, jadi memenuhi unsur ini
- rumah sebelah mendapati laptop di teras rumahnya, jadi
memenuhi unsur ini
d. “Sebagian atau seluruhnya milik orang lain”,
Laptop tersebut sepenuhnya milik orang lain
- Pengambil laptop memenuhi unsur ini
- Tetangga rumah sebelah memenuhi unsur ini

2. Pada Unsur Subyektif:


a. “Ada Maksud”
- Pengambil laptop memenuhi unsur ini
- Rumah sebelah tidak memenuhi unsur ini
b. “Tujuan Memiliki”
- Pengambil laptop tidak memenuhi unsur ini
- Rumah sebelah tidak memenuhi unsur ini
c. “Melawan Hukum”
- Pengambil laptop memenuhi unsur ini
- Rumah sebelah tidak memenuhi unsur ini

Suatu perbuatan atau peristiwa, baru dapat dikualifisir sebagai pencurian


apabila memenuhi semua unsur tersebut diatas. Tetapi setelah dianalis
terhadap satu persatu dari unsur-unsur pasal 362 maka dapat disimpulakn
bahwa
1. Pengambil laptop, meskipun hampir semua unsur terpenuhi tetapi tidak
dapat dijerat dengan pasal pencurian karena bisa dilihat pada unsur
“Memiliki”, si pengambil laptop tersebut tidak ada tujuan ingin memiliki
barang/laptop yang telah diambilnya. Mungkin yang seperti ini bisa dijerat
dengan pasal percobaan pencurian.
2. Rumah sebelah, dari 7 unsur yang dapat dilihat, lebih banyak unsur yang
tidak memenuhi syarat dalam hal pencurian, sehingga pemilik rumah
sebelah tidak dapat dijerat dengan pasal 362 KUHP
3. Laporan pemilik laptop kepada tetangga sebelah rumah atas tuduhan
pencurian laptop tidak dapat dialanjutkan prosesnya terkait tidak
memenuhi syarat dalam unsur pasal 362 KUHP.