Anda di halaman 1dari 13

ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN

10 TANAMAN YANG SERTA KEBUTUHAN AKAN NUTRISI BESERTA


DENGAN KLASIFIKASINYA.

OLEH :

NAMA : REZKY WAHYUNI. P

NIM : O1A1 16 047

KELAS :A

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS HALUOLEO

KENDARI

2017
10 TANAMAN YANG SERTA KEBUTUHAN AKAN NUTRISI BESERTA
DENGAN KLASIFIKASINYA.

1. Bawang Daun

Klasifikasi Padi
Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Alliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium fistulosum L
Bawang daun (Allium fistulosum L.) atau disebut juga dengan daun
bawang merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak
digunakan sebagai bahan masakan.bawang daun dapat dikomsumsi juga
dalam bentuk segar bersama bahan-bahan lainya.
Bawang daun dapat tumbuh secara optimal jika struktur tanah
mendukung, yaitu dengan tersedianya nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan
oleh tanaman. Pengaruh erosi, penguapan dan eksploitasi tanah secara segaja
mengakibatkan berkurangnya unsur hara di dalam tanah yang dibutuhkan
tanaman bawang daun. Tanaman bawang daun memerlukan pupuk yang
mengandung unsur N untuk memaksimalkan pertumbuhan daun. Pupuk
kadang yang berasal dari kotoran sapi memiliki kandungan unsur N (0,4 %),
P (0,2%), K (0,10%) sangat baik untuk memaksimalkan pertumbuhan bawang
daun
2. Kacang Tanah

Klasifikasi Tanaman Kacang tanah


Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Leguminales
Famili : Papilionaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogeae L
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu komoditi
tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan menguntungkan
untuk diusahakan karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang
tinggi. Kacang tanah juga sangat menguntungkan untuk diusahakan karena
kacang tanah mempunyai bintil akar sebagai organ simbiosis yang mampu
melakukan fiksasi nitrogen untuk pertumbuhannya, sehingga ketersediaan
sumber nitrogen yang murah akan sangat membantu mengurangi biaya
produksi.
Tanaman kacang tanah membutuhkan unsur hara esensial seperti N, P,
dan K untuk pertumbuhan dan produksinya. Fosfor merupakan unsur hara
esensial yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak oleh tanaman.
Fosfor sendiri berperan aktif pada fase generatif seperti berperan dalam
mempercepat pembungaan dan pemasakan buah (Raja, 2013). Usaha untuk
memperkuat jaringan tanaman agar dapat mempertahankan diri dari serangan
patogen dapat dilakukan dengan pemupukan kalium. Pupuk kalium dalam
bentuk KCl dapat membantu memperkuat jaringan tanaman serta
mempertebal dinding sel epidermis sehingga mampu meningkatkan
ketahanan tanaman terhadap serangan patogen secara mekanis.
Aplikasi P, Ca dan B dapat mempengaruhi tinggi tanaman, berat total
tanaman dan berat biji per 100 gram. Unsur hara P berfungsi sebagai penentu
kauliatas dari produksi kacang dan dapat membantu pertumbuhan tanaman
lebih spesifik lagi pada masa generatif. Unsur hara Ca memiliki peran lebih
spesifik dalam proses pembentukan buah atau polong. Bila kekuranagn unsur
Ca maka akan berakibat menghasilkan polong yang kosong. Unsur Boron (B)
banyak berperan dalam proses fisiologis dari tanaman seperti sintesis protein
dan lain sebagainya

3. Melon

Klasifikasi Tanaman Melon


Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Cucurbitales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Spesies : Cucumis melo
Tanaman melon memerlukan unsur hara kalium dalam jumlah yang
sangat banyak. Unsur ini berperan dalam penyusunan protein dan
karbohidrat. Selain itu pemberian unsur kalium yang cukup juga akan
meningkatkan kualitas buah serta meningkatkan ketahanan tanaman baik
terhadap serangan hama penyakit maupun kekeringan. Kekurangan kalium
ditandai dengan gejala tepi daun menjadi kuning muda, kemudian berubah
menjadi kecoklatan, akhirnya robek seolah bergerigi. Untuk mengatasi
kekurangan unsur hara ini dapat dikocor KNO3, dan dapat pula dilakukan
penyemprotan pupuk daun yang mengandung kalium tinggi, misalnya pupuk
MKP (Mono Kalium Pospat).
Tanaman melon juga membutuhkan unsur magnesium dalam jumlah
yang relatif banyak. Unsur ini berfungsi unsur membentuk klorofil (zat hijau
daun) dan mengaktifkan enzim-enzim dalam proses metabolisme.
Kekurangan unsur ini ditandai dengan klorosis diantara tulang daun, warna
daun menguning, terdapat bercak merah kecoklatan sedangkan tulang daun
tetap berwarna hijau. Untuk mengatasi kekurangan unsur ini dapat dengan
pengapuran dan penyemprotan pupuk daun yang mengandung magnesiun
tinggi, misal magnesium sulfat.

4. Kelapa Sawit

Klasifikasi Tanaman Kelapa Sawit


Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Elaeis
Spesies : Elaeis guineensis, Elaeis oleifera
Magnesium memiliki banyak fungsi dalam metabolisme kelapa sawit.
Fungsi yang dominan dari Mg dalam tanaman adalah perannya sebagai atom
pusat dari molekul klorofil, pigmen hijau dalam daun yang memerangkap
energi cahaya yang dibutuhkan untuk berfotosintesa.
Kalium dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak untuk
peningkatan produksi (ukuran dan jumlah tandan) dan meningkatkan mutu
tanaman. Berlainan dengan unsur-unsur lainnya, kalium tidak merupakan
unsur yang stabil dalam senyawa organik. Kalium berada dalam seluruh
organ dan sel tanaman serta memiliki banyak fungsi bagi tanaman. Kalium
sebagai ion K+ diserap secara aktif oleh akar kelapa sawit terutama dari
larutan tanah. Sebagian besar kalium yang dibutuhkan tanaman diangkut
dengan aliran massa (aliran air yang bergerak ke akar tanaman) dan dengan
difusi. Keefektifan K+ dari larutan tanah dalam pemberian hara bagi tanaman
dipengaruhi oleh adanya kation lain terutama kalsium (Ca2+) dan magnesium
(Mg2+).

5. Kangkung

Klasifikasi Tanaman Kangkung


Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea aquatica
Tanaman kangkung memerlukan asupan unsur-unsur zat hara, baik
unsur makro dan unsur mikro dalam jumlah yang seimbang. Tanaman
kangkung membutuhkan asupan unsur-unsur zat hara dalam kadar yang
berbeda-beda. Unsur-unsur yang dibutuhkan yaitu unsur makro meliputi
Nitrogen (N) 16%, Fosfor (F) 12%, Kalium (K) 4%, Magnesium (Mg) 1,5%.
Sedangkan unsur mikro meliputi Seng (Zn) 2%, Besi (Fe) 1%, Boron 1%.
Pemberian asupan unsur zat hara baik unsur makro maupun unsur mikro
secara seimbang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kangkung
secara baik dan optimal.

6. Selada

Klasifikasi Tanaman Selada


Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Lactuca
Spesies : Lactuca sativa
Selada termasuk tanaman semusim yang banyak mengandung air.
Selada umumnya dikonsumsi dalam bentuk mentah atau lalap, selain itu
selada memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, komposisi yang
terkandung dalam 100 g berat basah selada adalah: protein 1,2 g, lemak 8,2 g,
KH 2,9 g, Ca 22 mg, Vitamin B 0,04 mg, dan Vitamin C 8,0 mg. Tanaman
selada mempunyai manfaat untuk obat-obatan di antaranya adalah demam,
sakit kepala, muntaber, radang kulit, wasir, dan lain-lainnya.Selada
merupakan tanaman semusim polimorf (memiliki banyak bentuk), khususnya
dalam hal bentuk daunnya. Tanaman selada cepat menghasilkan akar
tunggang diikuti dengan penebalan dan perkembangan cabang-cabang akar
yang menyebar pada kedalaman media tanam 25-50 cm.
Apabila tanaman yang akan diambil daunnya seperti tanaman selada,
maka perlu unsur Nitrogen agar daun dapat berkembang dengan baik.
Tanaman selada memerlukan Nitrogen (N) untuk perkembangan vegetatif
(pertumbuhan batang, daun, dan akar).

7. Salak

Klasifikasi Tanaman Salak


Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Salacca
Spesies : Salacca zalacca
Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Ia
dikenal juga sebagai sala (Min., Mak., Bug., dan Thai). Dalam bahasa Inggris
disebut salak atau snake fruit, sementara nama ilmiahnya adalah Salacca
zalacca. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular.
Unsur yang dibutuhkan oleh tanaman salak untuk unsur hara makro
yaitu kalium, kalsium dan fosfor sedangkan untuk unsur hara mikro yaitu
besi.
8. Anggur

Klasifikasi Tanaman Anggur


Regnum : Plantae
Subkingdom : Trachebionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Rhamales
Famili : Vitaceae
Genus : Vitis
Spesies : Vitis vinifera L.
Anggur merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang
termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Buah ini juga dikenal karena
mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif
dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel
kanker dan berbagai penyakit lainnya. Aktivitas ini juga terkait dengan
adanya senyawa metabolit sekunder di dalam buah anggur yang berperan
sebagai senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.
Zinc (seng), merupakan salah unsur hara mikro yang dibutuhkan
tanaman anggur dan tanaman lainnya. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah
yang sedikit (unsur mikro), kekurangan zinc dapat menyebabkan
pertumbuhan tanaman anggur terhambat serta produksi-nya yang
menurun. Fungsi zinc pada tanaman umumnya antara lain, seperti
pembentukan klorofil, dan mencegah kerusakan molekul klorofil, dan
merupakan beberapa penyusun enzim dalam tubuh tanaman.
Pada tanaman anggur, zinc mempunyai fungsi sebagai berikut :
• Bersama boron, mempunyai fungsi pembelahan sel pada waktu
pembentukan buah
• Membentuk polen

9. Semangka

Klasifikasi Tanaman Semangka


Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Cucurbitales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Citrullus
Spesies : Citrullus lanatus
Tanaman semangka termasuk jenis tanaman menjalar atau merambat
dengan perantara alat pemegang berbentuk pilin, dan hidupnya semusim.
Sistem perakarannya menyebar ke samping dan dangkal. Batang tanaman
semangka bersegi dan berambut. Panjang batang antara 1,5-5,0 meter dan
Tanamannya bercabang menjalar di permukaan tanah atau dirambatkan pada
turus dari bilah bambu
Unsur hara makro dan mikro pada semangka:
a) Nitrogen (N)
Nitrogen merupakan elemen hara yang penting bagi pertumbuhan
tanaman. Sumber utama Nitrogen di dalam tanah yaitu bahan organik tanah.
Selain dari bahan organik tanah Nitrogen juga diperoleh dari gas N2 di
atmosfer melalui penambatan atau fiksasi Nitrogen. Penambatan alami
disebabkan oleh jasad-jasad renik (terutama bakteri dalam tanah dan alga di
air) dan gejala atmosfer tertentu, termasuk kilat. Fungsi Nitrogen bagi
pertumbuhan tanaman adalah memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman.
Tanaman yang tumbuh pada tanah yang cukup N, berwarna lebih hijau

b) Fosfor (P)
Fosfor (P) merupakan unsur hara yang diperlukan dalam jumlah besar
(hara makro). Fungsi fosfor (P) adalah untuk pembelahan sel, pembentukan
albumin, pembentukan bunga, buah dan biji. Selain itu fosfor juga berfungsi
untuk mempercepat pematangan buah, memperkuat batang, untuk
perkembangan akar, memperbaiki kualitas tanaman, metabolisme
karbohidrat, membentuk nucleoprotein (sebagai penyusun RNA dan DNA)
dan menyimpan serta memindahkan energi seperti ATP. Unsur Fosfor juga
berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit.

c) Kalsium (Ca)
Kalsium (Ca) merupakan hara makro bagi tanaman disamping Nitrogen,
Fosfor, Kalium, Magnesium dan Belerang. Kalsium dijumpai pada tiap-tiap
sel tanaman, kebanyakan unsur ini dijumpai dalam tanaman sebagai kalsium
pektat pada dinding sel-sel daun dan batang. Sehingga kalsium akan
memperkuat bagian-bagian ini.

d) Ferrit/besi (Fe)
Berfungsi untuk pembentukan klorofil. berperan pada proses-proses
fisiologis tanaman seperti proses pernapasan, selain itu besi berfungsi sebagai
aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman, dan pembentuk beberapa
enzim.
10. Brokoli

Klasifikasi tanaman brokoli

Regnum : plantae
Divisi : magnoliopsida
Kelas : magnoliopida
Ordo : violales
Famili : cucurbitaceae
Genus : luffa mill
Spesies : luffa aegyptiaca mill
Tanaman brokoli membutuhkan unsur hara makro seperti kalium,
kalsium dan magnesium. Secara umum fungsi Kalium bagi tanaman, antara
lain Membentuk dan mengangkut karbohidrat, Sebagai katalisator dalam
pembentukan protein dan Mengatur kegiatan berbagai unsur mineral.
Kalsium, Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia
komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat
dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila
terjadi defiensi Ca, pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan
berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan
dan perpanjangan sel, dan mengatur distribusi hasil fotosintesis. Magnesium
adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di
dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama
untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan
untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen
inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.
Pada unsur hara mikro, tanaman memerlukan unsur seperti besi.
Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator
pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses
fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur
ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki.