Anda di halaman 1dari 11

Soal-Jawaban K.651210.101.

01

101: PRAKTEK ASURANSI


Persiapan Ujian LSPP - September 2018

Disusun oleh:
Afrianto Budi P, SS MM
(dari berbagai sumber)

Kumpulan Soal 2006 s.d. Maret 2018


gambar dari: handluggageonly.co.uk
KUMPULAN
Soal-Jawaban Ujian LSPP AAMAI
K.651210.101.01

MENERAPKAN PENGELOLAAN PRAKTIK ASURANSI PADA


PENYELENGGARAAN USAHA ASURANSI

Maret 2006 s.d. Maret 2018

untuk Persiapan ujian LSPP September 2018

Disusun oleh:
Afrianto Budi Purnomo, SS, MM

Copyright © 2018 oleh www.AkademiAsuransi.org


Edisi 10, Cetakan ke-2 pada Maret 2018

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG.


DILARANG MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI
BUKU TANPA IZIN TERTULIS DARI PENYUSUN/PENERBIT
K ata P engantar

Mulai tahun 2014, Gelar profesi ujian Asuransi untuk gelar AAAIK dan AAIK
sudah tidak diselenggarakan lagi oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi
Indonesia (AAMAI), namun akan diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi
Profisiensi AAMAI (LSPP AAMAI). Menanggapi hal tersebut, saya berusaha
menyusun kembali Buku Kumpulan Soal – Jawaban LSPP AAMAI 101 (atau
dengan kode baru K.651210.101.01) yang bertopik “Praktik Asuransi” untuk
ujian LSPP AAMAI.
Buku Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek Asuransi ini disajikan
untuk mempersiapkan ujian LSPP AAMAI pada bulan September 2018.
Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek Asuransi ini diambil dari
berbagai sumber lalu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.
Meskipun buku Buku Kumpulan Soal Jawaban LSPP AAMAI 101: Praktek
Asuransi merupakan panduan belajar pribadi, sangat senang apabila
kumpulan soal yang saya susun ini dapat bermanfaat bagi teman-teman.
Terimakasih untuk para pengguna website www.akademiasuransi.org dan
para pelanggan artikel harian yang bisa didapat dengan memasukkan
email melalui kotak pelanggan feed burner. Saya berharap bahwa website
tersebut tidak hanya menjadi website pribadi, melainkan berguna bagi
masyarakat banyak. Buku ini diterbitkan untuk memperkaya konten www.
akademiasuransi.org sebagai media belajar asuransi online terbesar di dunia.
Terimakasih untuk sumbangan materi dan juga semangat untuk penerbitan
buku ini, terutama kepada orang tuaku yang senantiasa memberi cinta
dan semangat yang tak terkira. Kebaikan Anda sangat bermanfaat untuk
pengembangan website www.akademiasuransi.org dan buku-buku yang
2
akan terus diterbitkan satu demi satu. Segala kritik dan saran sungguh saya
harapkan.

Jakarta, 19 Maret 2018


Salam,
Afrianto Budi Purnomo, SS MM

Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. Maret 2018
D aftar I si
Kata Pengantar .......................................................................................... 2

Daftar Isi ...................................................................................................... 3

BAB I: Relationship Between Risk and Insurance ........................................ 4

BAB II: General Nature of Insurance ........................................................... 35

BAB III: Insurance Coverage ....................................................................... 50

BAB IV: Marketing and Agency .................................................................. 53

BAB V: How Insurance Operate .................................................................. 61

BAB VI: Underwriting Insurance and Risk Sharing ...................................... 92

BAB VII: General Feature of Claim Procedure ............................................ 119

BAB VIII: Supervision of Insurance ............................................................... 163

Soal LSPP AAMAI, Maret 2018 ...................................................................... 166

Lampiran-lampiran ...................................................................................... 169


3
• POJK No. 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN
PRODUK ASURANSI

• Undang-undang RI No. 40 Tahun 2014 TENTANG PERASURANSIAN

• Penjelasan Undang-undang RI No. 40 Tahun 2014 TENTANG PERASURANSIAN

disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.AkademiAsuransi.org


Bab 1: Relationship between Risk and Insurance

BAB I: RELATIONSHIP BETWEEN RISK


AND INSURANCE

1.1. Uraikan 3 (tiga) komponen utama yang terdapat dalam definisi Risiko (Mar
2008 No. 1, Sept 2009 No. 1, Mar 2012 No. 1)

Jawaban:
 Risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak
menguntungkan
 Risiko adalah satu kombinasi dari bahaya- bahaya
 Risiko adalah sesuatu yang tidak dapat diduga kecenderungan
membawa hasil yang berbeda dengan hasil yang diduga sebelumnya
 Risiko adalah ketidakpastian kerugian
 Risiko adalah kemungkinan kerugian
Dari definisi di atas, ketidakpastian (uncertainty) lebih difokuskan menjadi
definisi dari risiko sesuai dengan praktek asuransi sehari -hari.

4
1.2. Berkaitan dengan konsep risiko, uraikan 3 (tiga) pengertian terminologi
risiko dalam asuransi. (Sept 2016, No. 1).

Jawaban:
Lihat di atas

1.3. Uraikan pengertian uncertainty sebagai salah satu komponen utama


dalam definisi risiko (Sept 2013, No. 1).

Jawaban:
UNCERTAINTY (ketidakpastian):
Ketidak-pastian berarti sesuatu keraguan tentang waktu yang akan
datang didasarkan pada kurang pengetahuan, ketidaksempurnaan dan
pengetahuan.
Dalam hal ini, uncertainty terjadi tanpa memandang apakah keraguan
tersebut sudah diketahui sebelumnya oleh orang yang terlibat didalamnya.

Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. Maret 2018
Bab 1: Relationship between Risk and Insurance

1.4. Uraikan 2 (dua) jenis attitude seseorang terhadap risiko (Mar 2013 No. 1).

Jawaban:
Perilaku risiko (risk atitude) seseorang atau institusi mempengaruhi keputusan
yang hendak diambil terhadap risiko yang dihadapi.
Ada tiga sikap yang mungkin terhadap resiko, yaitu:
1) Menghindari resiko
2) Sikap netral terhadap resiko
3) Preferensi akan resiko

1) Penghindaran resiko, mencirikan pada individu yang lebih menyukai


untuk menghindari atau meminimumkan resiko.
- Penghindaran resiko merupakan preferensi pada proyek-proyek yang
beresiko rendah untuk mengurangi potensi kerugian.

2) Netralitas resiko, mencirikan para pengambil keputusan yang berfokus


pada pengembalian yang diperkirakan dan mengabaikan penyebaran
pengembalian
- Penilaian proyek berdasarkan pengabdian yang diperkirakan, bukan resiko.
5
3) Pencarian resiko, mencirikan para pengambil keputusan yang lebih
menyukai resiko.
- Preferensi pada proyek-proyek yang beresiko tinggi untuk meningkatkan
potensi perolehan.

1.5. Berkaitan dengan konsep risiko, uraikan 2 (dua) parameter pokok yang
digunakan dalam mengukur tingkat risiko. (Sept 2017 No. 2)

Jawaban yang disarankan:


Parameter pokoknya adalah frekuensi (seberapa sering accident terjadi)
dan severity (seberapa besar efek yang ditimbulkan).
Frekuensi
Bayangkan sebuah rumah yang lokasinya dipinggir sungai yang akan
terkena banjir apabila sungai tersebut meluap, dalam hal ini tidak dapat
diketahui kapan pastinya sungai akan meluap tetapi dari fakta diketahui
bahwa meluapnya sungai akan meningkatkan kemungkinan rumah tersebut
terkena banjir.
Kita bayangkan lagi rumah kedua yang lokasinya 100m lebih jauh dari
sungai dan berlokasi di pinggir tebing, rumah ini semakin kecil kemungkinan

disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.AkademiAsuransi.org


Bab 1: Relationship between Risk and Insurance

terkena banjir dari meluapnya air sungai.


 
Severity
Severity lebih kearah potensial amount of loss atau jumlah yang dikeluarkan
untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, severity berbeda-beda
tergantung dari tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh risiko.

1.6. Uraikan perbedaan antara profil risiko high frequency - low severity dengan
low frequency­ high severity. (Mar 2009 No. 1)

Jawaban yang disarankan:


High frequency - low severity
Risiko yang frekuensi terjadinya tinggi (tingkat keseringannya tinggi), namun
dampak kerugian yang ditimbulkan rendah. Misalnya:
 Pencopetan
 Kebocoran beras dalam karung sewaktu proses bongkar muat
sebagai kargo
Semakin sering terjadi, risiko semakin dapat diprediksi hasilnya; semakin
berkurang tingkat ketidakpastiannya, semakin tidak dapat diprediksi
hasilnya. Risiko semacam ini lebih disarankan untuk dikelola sendiri daripada
diasuransikan 6
Low frequency - high severity
Risiko yang frekuensi terjadinya rendah (jarang), namun dampak kerugian
yang ditimbulkan tinggi. Misalnya :
 Kecelakaan pesawat terbang
 Letusan gunung berapi
Karena jarang terjadiya maka lebih sulit untuk diprediksikan hasilnya

1.7. Berkaitan dengan konsep risiko, uraikan pengertian low frequency high
severity, serta berikan contoh jenis risiko yang memiliki karakteristik tersebut.
(Mar 2017 No. 2)

Jawaban yang disarankan:


Risiko yang frekuensi terjadinya rendah (jarang), namun dampak kerugian
yang ditimbulkan tinggi. Misalnya :
 Kecelakaan pesawat terbang
 Letusan gunung berapi
Karena jarang terjadiya maka lebih sulit untuk diprediksikan hasilnya

Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. Maret 2018
Bab 1: Relationship between Risk and Insurance

1.8. Berkaitan dengan konsep risiko, uraikan pengertian high frequency and low
severity, serta contoh jenis asuransi yang mempunyai karakteristik tersebut.
(Sept 2014 No. 2)

Jawaban yang disarankan:


Lihat jawaban atas dan juga di bawah ini.

1.9. Dalam kaitan dengan tingkat risiko, uraikan : (Mar 2013 No. 10)
a. relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko
b. 2 (dua) bentuk profil frequency dan severity
c. Pentingnya profil frekuensi dan severity bagi penanggung

Jawaban yang disarankan:


a. relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko
• Frekwensi adalah kombinasi kemungkinan terjadi kejadian
sedangkan severitas adalah besarnya kerugian bila terjadi. Dalam
contoh diatas, rumah yang berada dekat sungai, frekwensi terjadinya 7
banjir akan lebih besar dari rumah di lereng bukit. Sedangkan rumah
yang dilereng bukit bila terjadi banjir akan lebih besar kerugiannya
dari pada rumah dekat sungai (severitas).
• Shop-lifting (Pengutilan) adalah contoh atas risiko dengan
berfrekwensi tingi. Di banyak toko frekwensi atas pengutilan sangat
tinggi. Risiko pengutilan dapat diprediksi dalam arti pemilik toko dapat
mengetahui berapa banyak barang tertentu yang dicuri setiap
tahunnya sehingga ketidakpastian bisa dikurangi atas frekwensi
kejadian. Perusahaan asuransi dapat memprediksi kejadian lebih
akurat, bila frekwensi kejadian tinggi. Artinya besarnya premi yang
akan dibayar lebih besar dari pada risiko yang frekwensinya rendah.
• Hubungan antara Frekwensi dengan tingkat keparahan (Frequency
dan Severity) risiko dalam asuransi, menyatakan bahwa :
 Pada Frequency tinggi, umumnya mempunyai nilai kerugian yang
rendah.
 Pada Frekwensi rendah, umumnya dengan nilai kerugian yang
besar.

b. 2 (dua) bentuk profil frequency dan severity


o High frequency – low severity: kerugian kebakaran pada rumah-
rumah tinggal
o Low frequency – high severity: Kerugian kebakaran pada bangunan-2
pabrik.

disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.AkademiAsuransi.org


Bab 1: Relationship between Risk and Insurance

c. Pentingnya profil frekuensi dan severity bagi penanggung


Dengan melihat profil frekuensi dan severity, penanggung dapat
melakukan:
1. Identifikasi risiko
2. Evalasi risiko
3. Pengendalian risiko

1.10. Uraikan pengertian frequency dan severity serta pentingnya profil tingkat
risiko tersebut bagi underwriter.(Sept 2016, No. 3)

Jawaban yang disarankan:


Lihat di atas

1.11. Berkaitan dengan frequency dan severity dalam kontrak asuransi, uraikan:
(Mar 2014, No. 10)
a. relevansi frequency dan severity terhadap pengukuran tingkat risiko.
b. 2 (dua) bentuk profil frequency dan severity. 8
c. pentingnya profil frequency dan severity bagi penanggung.

Jawaban yang disarankan: Lihat atas

1.12. Berkaitan dengan konsep frequency dan severity dalam manajemen risiko,
uraikan apa yang digambarkan oleh Heinrich Triangle. (Mar 2018, No. 3)

Jawaban yang disarankan:


Dalam situasi dimana terdapat sejumlah besar risiko yang berbeda, ada
frekuensi yang tinggi dan severity yang rendah dimana ada sejumlah
besar kerugian-kerugian kecil dan kerugian besar yang relatif sedikit.
Hal ini diilustrasikan pada gambar di bawah. Ini bisa dikaitkan pada polis
comprehensive private car, dimana banyak terjadi kerugian atas kerusakan
kendaraan tertanggung, sedangkan hanya ada sedikit kasus untuk klaim
personal injury pihak ketiga yang bernilai besar.
Hubungan antara frekuensi tinggi dan severity rendah tidak terbatas
pada kerusakan harta benda. Faktanya, riset pada kecelakaan kerja juga
menunjukkan pola serupa.
Segitiga Heinrich, yang dikembangkan tahun 1931, menunjukkan bahwa,
pada saat itu, untuk setiap satu kecelakaan parah saat kerja, ada 30

Soal-Jawab Ujian LSPP - AAMAI - 101 - Praktek Asuransi, 2006 s.d. Maret 2018
Bab 1: Relationship between Risk and Insurance

kecelakaan ringan dan 300 kecelakaan tanpa cedera. Segitia Heinrich


diciptakan sebagai hasil dari penelitian pada ribuan insiden di tempat
kerja dan studi serupa juga menunjukkan hasil yang mirip. Pola dari segitiga
Heinrich menunjukkan adanya sedikit insiden serius dan sangat banyak
insiden minor.

Riset serupa telah dilakukan di area kecelakaan kendaraan bermotor (oleh


Frank E Bird pada 1969) menggunakan data statistik dari 2 juta kecelakaan
dan nyaris kecelakaan. Dari perspektif penanggung, hubungan antara 9
insiden serius dan minor merupakan hal yang penting.
Dalam beberapa kasus, terjadi situasi dimana frekuensi rendah namun
severity tinggi, yang diilustrasikan pada gambar di atas.

1.13. Dalam kaitan dengan hazard (Mar 2008 no 11, Sept 2009 No. 11, Mar 2011
No. 14, Sept 2014 No. 10)
a. Jelaskan perbedaan antara perils dan hazard
a. Jelaskan perbedaan antara physical hazard dan moral hazard
b. Sebutkan masing-masing 2(dua) contih physical hazard dalam asuransi:
 Harta Benda
 Tanggung Gugat
 Kendaraan bennotor
c. Sebutkan 3(tiga) contoh moral hazard

Jawaban yang disarankan:


a. Perbedaan antara perils dan hazard
Peril adalah penyebab kerugian, sesuatu yang akan menimbulkan

disusun oleh: Afrianto Budi Purnomo, SS MM - www.AkademiAsuransi.org


Akademia yth,

Mohon maaf, Anda hanya menikmati beberapa halaman sampel dan terhenti pada halaman ini. Anda bisa
mendapatkan PDF atas file lengkap ini hanya dengan Rp 50,000. Berikut ini caranya:

1. Transfer uang sebesar Rp. 50,000 + Rp. XYZ ( 3 DIGIT AKHIR NOMOR HP ANDA) ke salah satu dari
nomor rekening ini:

Bank Central Asia – BCA Bank Rakyat Indonesia – BRI


a.n. Afrianto Budi Purnomo a.n. Afrianto Budi Purnomo
nomor rekening: 357-0414-576 nomor rekening: 0004-0102-0565-503

Misal:
Nomor HP anda 081234567890
Maka, Rp. XYZ adalah Rp. 890
Pilih salah satu Bank di atas, kemudian transfer langsung senilai Rp. 50.890

2. Setelah selesai melakukan transfer, kirimkan email ke afriantobudi@ymail.com dengan format:

KODE BUKU (SPASI) EMAIL ANDA (SPASI) 3 DIGIT TERAKHIR NO HP ANDA (SPASI) BCA / BRI

Contoh:
PDF101 alamatemailanda@yahoo.com 890 BCA
Kirimkan bukti pembayaran Anda agar proses verifikasi menjadi lebih cepat.

Daftar Kode Buku Soal-Jawab:

PDF101 – Untuk Soal Jawab LSPP 101: Praktek Asuransi


PDF102 – Untuk Soal Jawab LSPP 102: Hukum Asuransi
PDF103 – Untuk Soal Jawab LSPP 103: Bisnis Asuransi dan Keuangan
PDF104 – Untuk Soal Jawab LSPP 104: Asuransi Kendaraan Bermotor dan Tanggung Gugat
PDF106 – Untuk Soal Jawab LSPP 106: Asuransi Pengangkutan
PDF107 – Untuk Soal Jawab LSPP 107: Praktek Underwriting
PDF108 – Untuk Soal Jawab LSPP 108: Praktek Klaim

3. Jika pembayaran terverifikasi, kami akan mengirimkan PDF tersebut melalui email Anda dalam
waktu maksimal 24 jam. Kami pastikan bahwa PDF dapat diterima dengan baik.

Jika Anda kesulitan, silakan kontak saya via email di: afriantobudi@ymail.com. Kami akan senang
membantu Anda.

Salam,
Afrianto Budi Purnomo, SS MM