Anda di halaman 1dari 3

NURSING CARE PLAN

Diagnosis Keperawatan Tujuan (NOC) Intervensi (NIC)


Resiko tinggi penyebaran Tidak terjadi penyebaran infeksi setelah 1. Kaji patologi penyakit dan potensial penyebaran infeksi melalui
infeksi berhubungan dilakukan tindakan keperawatan dalam droplet udara selama batuk, bersin, meludah, bicara, tertawa
dengan adanya infeksi waktu 3x 24 jam dengan kriteria hasil: ataupun menyanyi.
kuman tuberkulosis 1. Klien mengidentifikasi interfensi 2. Identifikasi orang lain yang beresiko, contoh anggota rumah,
untuk mencegah resiko penyebaran sahabat karib, dan tetangga
infeksi 3. Anjurkan pasien untuk batuk/ bersin dan mengeluarkan dahak
2. Klien menunjukkan teknik untuk pada tisu, menghindari meludahsembarangan, kaji pembuangan
melakukan perubahan pola hidup tisu sekali pakai dan teknik mencuci tangan yang tepat. Dorong
dalam melakkan lingkungan yang untukmengulangi demonstrasi.
nyaman. 4. Kaji tindakan kontrol infeksi sementara, contoh masker/ isolasi
3. TB yang diderita klien berkurang/ pernafasan
sembuh Intervensi 5. Observasi TTV (suhu tubuh).
6. Tekankan pentingnya tidak menghentikan terapi obat.
7. Kolaborasi dengan dokter tentang pengobatan dan terapi.
Bersihan jalan napas tidak Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1. Auskultasi suara nafas, perhatikan bunyi nafas abnormal
efektif berhubungan dengan selama 2x30 menit, diharapkan bersihan 2. Monitor usaha pernafasan, pengembangan dada, dan keteraturan
sekret kental atau sekret jalan napas pasien efektif dengan kriteria 3. Pantau tanda-tanda vital terutama frekuensi pernapasan
darah, kelemahan, upaya hasil : 4. Berikan posisi semifowler jika tidak ada kontraindikasi
batuk buruk, edema 1. pasien melaporkan sesak berkurang 5. Lakukan suction bila perlu
trakeal/faringeal. 2. pernafasan teratur 6. Berikan O2 sesuai indikasi
3. ekspandi dinding dada simetris 7. Berikan obat sesuai indikasi misalnya bronkodilator, mukolitik,
4. ronchi tidak ada antibiotik, atau steroid
5. sputum berkurang atau tidak ada
6. frekuensi nafas normal (16-24)x/menit
Gangguan pertukaran gas Setelah diberikan askep selama 2x30 menit 1. Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernafasan. Catat
berhubungan dengan diharapkan pertukaran gas kembali efektif penggunaan otot aksesori, napas bibir, ketidak mampuan
berkurangnya keefektifan dengan kriteria : berbicara / berbincang
kerusakan membran 1. Pasien melaporkan keluhan sesak 2. Mengobservasi warna kulit, membran mukosa dan kuku, serta
alveolar kapiler berkurang mencatat adanya sianosis perifer (kuku) atau sianosis pusat
2. Pasien melaporkan tidak letih atau (circumoral).
NURSING CARE PLAN

lemas 3. Mengobservasi kondisi yang memburuk. Mencatat adanya


3. Napas teratur hipotensi,pucat, cyanosis, perubahan dalam tingkat kesadaran,
4. Tanda vital stabil serta dispnea berat dan kelemahan.
5. Hasil AGD dalam batas normal 4. Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan, misalnya: nasal
(PCO2 : 35-45 mmHg, PO2 : 95- kanul dan masker
100 mmHg) 5. Memonitor ABGs, pulse oximetry.
Gangguan keseimbangan Setelah diberikan tindakan keperawatan 1. Catat status nutrisi pasien: turgor kulit, timbang berat badan,
nutrisi, kurang dari diharapkan kebutuhan nutrisi adekuat, integritas mukosa mulut, kemampuan menelan, adanya bising
kebutuhan berhubungan dengan kriteria hasil: usus, riwayat mual/rnuntah atau diare.
dengan mual muntah dan 1. Menunjukkan berat badan meningkat 2. Monitor intake dan output secara periodik
intake tidak adekuat mencapai tujuan dengan nilai 3. Catat adanya anoreksia, mual, muntah, dan tetapkan jika ada
laboratoriurn normal dan bebas tanda hubungannya dengan medikasi. Awasi frekuensi, volume,
malnutrisi. konsistensi Buang Air Besar (BAB)
2. Melakukan perubahan pola hidup 4. Anjurkan makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi
untuk meningkatkan dan protein dan karbohidrat
mempertahankan berat badan yang 5. Rujuk ke ahli gizi untuk menentukan komposisi diet.
tepat.
Nyeri akut berhubungan Setelah diberikan tindakan keperawatan 1. Observasi karakteristik nyeri, mis tajam, konstan , ditusuk.
dengan inflamasi paru, rasa nyeridapat berkurang atau Selidiki perubahan karakter /lokasi/intensitas nyeri
batuk menetap terkontrol, dengan KH: 2. Pantau TTV
1. Menyatakan nyeri berkurang atau 3. Anjurkan dan bantu pasien dalam teknik menekan dada selama
terkontrol episode batuk
2. Pasien tampak rileks 4. Kolaborasi dalam pemberian analgesik sesuai indikasi
Hipertermi berhubungan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Pantau TTV
dengan proses inflamasi selama 1x24 jam diharapkan hipertermi 2. Observasi suhu kulit dan catat keluhan demam
aktif. dapat diatasi, dengan kriteria hasil : 3. Berikan kompres air biasa/hangat
1. Pasien melaporkan panas badannya 4. Kolaborasi pemberian cairan IV
turun. 5. Kolaborasi pemberian obat antipiretik
2. Kulit tidak merah.
3. Suhu dalam rentang normal : 36,5-
37,70C.
NURSING CARE PLAN

4. Nadi dalam batas normal : 60-100


x/menit.
5. Tekanan darah dalam batas normal :
120/110-90/70 mmHg.
6. RR dalam batas normal : 16-
20x/menit.