Anda di halaman 1dari 2

mpertumbuhan jaringan fibrotik.

Tanda ini juga ditemukan pada pterigium dan karena itu


banyak penelitian menunjukkan bahwa perigium merupakan manifestasi dari defisiensi atau
disfungsi localized interpalpebral limbal stem cell. Sinar ultraviolet menjadi salah satu yang
dapat menyebabkan rusaknya limbal stem cell.
Lapisan fibroblas pada bagian pterigium menunjukkan proliferasi sel yang berlebihan.
Pada fibroblas pterigium menunjukkan matrix metalloproteinase, di mana matrix tersebut
adalah matrix ekstraseluler yang berfungsi untuk jaringan yang rusak dan penyembuhan luka.
Fibroblas pterigium bereaksi terhadap TGF-β (transforming growth factor-β), bFGF (basic
fibroblast growth factor), TNF-α (tumor necrosis factor-α) dan IGF II secara berlebihan
berbeda dengan jaringan konjungtiva normal. Hal ini menjelaskan bahwa pterigium cenderung
terus tumbuh, invasi ke stroma kornea dan terjadi fibrovaskular dan inflamasi.

Gambar Histopatologi pada pterigium

F. KLASIFIKASI
Pterigium dapat dibagi ke dalam beberapa klasifikasi berdasarkan tipe, stadium,
progresifitasnya, berdasarkan terlihatnya pembuluh darah episklera dan lokasi. Berikut
klasifikasinya:
1. Berdasarkan tipe pterigium dibagi atas 3 :
- Tipe I : Pterigium kecil, dimana lesi hanya terbatas pada limbus atau menginvasi kornea
pada tepinya saja. Lesi meluas < 2 mm dari kornea. Stocker’s line atau deposit besi dapat
dijumpai pada epitel kornea dan kepala pterigium. Lesi sering asimptomatis, meskipun
sering mengalami inflamasi ringan.
- Tipe II : di sebut juga pterigium tipe primer advanced atau ptrerigium rekuren tanpa
keterlibatan zona optik. Pada tubuh pterigium sering nampak kapiler-kapiler yang
membesar. Lesi menutupi kornea sampai 4 mm, dapat primer atau rekuren setelah
operasi, berpengaruh dengan tear film dan menimbulkan astigmat.
- Tipe III: Pterigium primer atau rekuren dengan keterlibatan zona optik. Merupakan
bentuk pterigium yang paling berat. Keterlibatan zona optik membedakan tipe ini
dengan yang lain. Lesi mengenai kornea > 4 mm dan mengganggu aksis visual.
2. Berdasarkan stadium pterigium dibagi ke dalam 4 stadium yaitu:
 Stadium I : jika pterigium hanya terbatas pada limbus kornea
 Stadium II : jika pterigium sudah melewati limbus, namun tidak lebih dari 2 mm
melewati kornea.
 Stadium III : jika pterigium sudah melebihi stadium II tetapi tidak melebihi pinggiran
pupil mata dalam keadaan cahaya normal (diameter pupil sekitar 3-4 mm).
 Stadium IV : jika pertumbuhan pterigium sudah melewati pupil sehingga mengganggu
penglihatan.

Gambar 4. Pterigium stadium 1 Gambar 5. Pterigium stadium 2

Gambar 6. Pterigium stadium 3 Gambar 7. Pterigium stadium 4