Anda di halaman 1dari 18

TUGAS

MATEMATIKA DISKRIT

“KONSEP DASAR GRAPH”

Oleh:
KELOMPOK 1

1. FADLILLAH ASFIANI R : 17205058


2. FADLILLAH PERDANA C :17205012
3. SARI RAHMA CHANDRA :17205038
4. OKI ELBA PUTRA :17205030

Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Matematika Diskrit merupakan cabang matematika yang mempelajari
tentang obyek-obyek diskrit. Diskrit itu sendiri adalah sejumlah berhingga
elemen yang berbeda atau elemen-elemen yang tidak bersambungan. Dimana
data diskrit merupakan data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli,
tidak berbentuk pecahan. Matematika Diskrit itu sendiri meliputi
kombinatorik, relasi dan fungsi, relasi rekursif (relasi berulang), prinsip
sangkar burung merpati dan juga teori graf.
Padang adalah salah satu kota yang mempunyai jumlah penduduk yang
tinggi, sehingga menyebabkan meningkatnya aktivitas yang dilakukan oleh
penduduk. Salah satu yang berperan dalam kelancaran beraktivitas masyarakat
kota Padang adalah “sarana lalu-lintas”. Akan tetapi dalam aktivitasnya
kadang-kadang seseorang dituntut untuk tepat waktu dalam perjalanannya
mungkin itu disebabkan karena hal yang mendadak, perjanjian dengan
seseorang atau hal penting lainnya. Seseorang dalam aktivitasnya di jalan raya
di kota Padang kadang-kadang tidak memperhatikan lintasan yang dilaluinya
asalkan dia sampai ke lokasi yang ditujunya, akan tetapi hal yang demikian
dapat merugikan dirinya ataupun orang lain, misalnya waktu, bahan bakar,
tenaga atau mungkin kepercayaan orang lain akan hilang.
Dengan permasalahan seperti itu, disini akan dilakukan sedikit
perhitungan secara matematis dalam hal mencari lintasan terpendek yang
harus dilalui agar jarak tempuh yang seminimal mungkin.
B. Rumusan Masalah
Adapan rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini yaitu:
1. Bagaimana sejarah graph ?
2. Apa definisi graph ?
3. Apa jenis-jenis graph?
4. Apa istilah-istilah graph ?

2
C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah agar para pembaca dapat
memahami :
1. Sejarah graph
2. Definisi graph
3. Jenis-jenis graph
4. Istilah-istilah graph

3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Graph
Teori graph merupakan sebuah pokok bahasan yang muncul pertama
kali pada tahun 1736, yakni ketika Leonhard Euler mencoba untuk mencari
solusi dari permasalahan yang sangat terkenal yaitu Jembatan Konigsberg. Di
kota Konigsberg (sebelah timur Prussia, Jerman sekarang), sekarang bernama
kota Kaliningrad, terdapat sungai Pregal yang mengalir mengitari pulau
Kneiphof lalu bercabang menjadi dua buah anak sungai. Konigsberg, sebuah
kota di bagian utara Jerman, memiliki sebuah kisah terkenal yang
memberikan pengaruh besar pada kehidupan seorang bernama Euler dan
sejarah perkembangan teori Graph.
Sungai Pregel yang melalui Konigsberg membagi wilayah daratan pada
kota tersebut menjadi empat bagian. Tujuh buah jembatan dibangun di atas
sungai tersebut pada bagian yang memungkinkan untuk bepergian antar
keempat wilayah tersebut. Pada abad ke-17, warga Konigsberg gemar
berjalan di tepi sungai, hingga akhirnya beberapa dari mereka memikirkan
apakah mungkin untuk berjalan di Konigsberg dan melalui setiap jembatan
hanya sekali. Hal inilah yang kemudian disebut Teka-Teki Jembatan
Konigsberg yang tidak dapat terselesaikan untuk waktu yang cukup lama dan
menjadi terkenal di seluruh negeri.
Teka-teki tersebut menarik perhatian Euler, yang diyakini ketika itu
berada di St. Petersburg. Ia kemudian meneliti bahwa kasus tersebut dapat
direpresentasikan dalam diagram. Setelah sekian banyak kegagalan warga
Konigsberg untuk menemukan cara melalui seluruh jembatan hanya sekali,
hingga akhirnya pada tahun 1736 masalah tersebut dijadikan sebuah kasus
matematika dan kemustahilan, untuk menyelesaikan teka-teki tersebut
terbukti. Pada tahun tersebut, seorang pakar matematika ternama, Leonard
Euler, menulis sebuah artikel yang membahas tidak hanya solusi atas teka-
teki Konigsberg semata, akan tetapi juga dilengkapi dengan metode umum
untuk persoalan serupa lainnya .

4
Gambar di atas merupakan representasi graf dari jembatan Konisberg,
konon kabarnya, Penduduk kota Konisberg (sekarang bernama Kalilingrad, di
Uni Soviet) sering berjalan – jalan pada saat libur ke kota tersebut. kemudian
muncul suatu keinginan untuk dapat menikmati daerah tersebut dengan
melalui ketujuh jembatan tepat satu kali yakni bermula dari satu tempat ( A,
B, C atau D) dan kembali ketempat semula. Mereka berusaha untuk
memperoleh rute yang sesuai dengan keinginan tersebut dan selalu mencoba
menjalaninya. setelah mencoba berkali-kali ternyata mereka tidak berhasil
kemudian mereka mengirim surat kepada Euler. Namun sesuai dengan
tulisannya bahwa tidak mungkin seseorang dapat melalui ketujuh jembatan
itu masing-masing satu kali dan kembali lagi ketempat semula. karena pada
graph model jembatan Konigsberg itu tidak semua simpul berderajat genap
(derajat sebuah simpul adalah jumlah sisi yang bersisian dengan simpul yang
bersangkutan).
Dalam kasus jembatan Konigsberg huruf C akan muncul sebanyak tiga
kali (BAC, DAC, BDC) karena terdapat lima jembatan yang menyusun jalan
menuju C. Kemudian, karena tiga jembatan menyusun jalan menuju A, maka
A akan muncul sebanyak dua kali (CDA, BDA). Dengan cara serupa kita
dapatkan bahwa kemunculan B dan D juga dua kali. Maka dalam kombinasi
delapan huruf sebagai solusi dengan kemunculan huruf ,C dan D sebanyak
masing-masing dua kali, ternyata kombinasi seperti itu tidak mungkin ada,
sehingga kesimpulannya adalah bahwa teka-teki Konigsberg adalah mustahil.
B. Definisi Graph
Graph merupakan struktur diskrit yang terdiri dari himpunan sejumlah
berhingga obyek yang disebut titik (vertices,vertex) dan himpunan sisi
(edges) yang menghubungkan titik-titik tersebut.

5
Notasi sebuah graph adalah G = (V, E), dimana :
 V merupakan himpunan tak kosong dari titik-titik (vertices), misalkanV
= { v1, v2, ... , vn}
 E merupakan himpunan sisi – sisi (edges) yang menghubungkan
sepasang titik, misalkan E = {e1, e2, ... , en}
Sebuah graph G dapat dipresentasikan dalam bentuk diagram
(gambar) dimana setiap titik-titik G digambarkan dengan sebuah noktah dan
setiap sisi yang menghubungkan dua titik di G digambarkan dengan sebuah
kurva sederhana (ruas garis) dengan titik-titik akhir di kedua titik tersebut.
Sebuah sisi graph yang menghubungkan sebuah titik dengan dirinya
sendiri disebut gelung (loop). Jika terdapat lebih dari satu sisi yang
menghubungkan dua titik u dan v pada suatu graph, maka sisi-sisi tersebut
disebut sisi-rangkap/sisi-ganda (multiple-edges).
C. Jenis-Jenis Graph e8
P P P
e5 e5 e5 e1
e1 e1 e9
e7 e7
e3 e3 e3
S Q S QS Q
e6
e6 e4 e2
e4 e2 e4 e2
R
R R
Gambar 3. (a)G1 graph sederhana, (b) G2 graph rangkap , (c) G3 graph semu
1. Graph sederhana
Graph yang tidak mempunyai sisi rangkap dan tidak memiliki gelung
disebut graph sederhana.
Gelung adalah sebuah sisi yang menghubungkan sebuah titik v dengan
dirinya sendiri atau sisi yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama.
Contoh: Pada gambar G1
𝑉 = { 𝑃, 𝑄, 𝑅, 𝑆 }
𝐸 = {(𝑃, 𝑄), (𝑄, 𝑅), (𝑄, 𝑆), (𝑅, 𝑆), (𝑆, 𝑃)}
= { 𝑒1 , 𝑒2 , 𝑒3 , 𝑒4 , 𝑒5 }

6
2. Graph tidak sederhana
a. Graph rangkap
Sebuah graph yang memiliki sisi rangkap tetapi tidak memiliki gelung
disebut graph rangkap (multi-graph).
Contoh: Pada gambar G2
𝑉 = { 𝑃, 𝑄, 𝑅, 𝑆 }
𝐸 = {(𝑃, 𝑄), (𝑄, 𝑅), (𝑄, 𝑆), (𝑅, 𝑆), (𝑆, 𝑃), (𝑅, 𝑆), (𝑆, 𝑃)}
= { 𝑒1 , 𝑒2 , 𝑒3 , 𝑒4 , 𝑒5 , 𝑒6 , 𝑒7 }
Pada G2, sisi e4 = (R,S) dan sisi e6 = (R,S) dinamakan sisi-ganda
(multiple edges atau paralel edges) karena kedua sisi ini menghubungi
dua buah titik yang sama, yaitu titik R dan titik S. Begitu juga dengan
sisi e5 = (S,P) dan sisi e7 = (S,P) karena kedua sisi inimenghubungi
dua buah titik yang sama, yaitu titik S dan titik P
b. Graph semu
Sebuah graph yang memilki sisi rangkap dan memiliki gelung disebut
graph semu (pseudograph).
Contoh: Pada gambar (b)
𝑉 = {𝑃, 𝑄, 𝑅, 𝑆}
𝐸 = {(𝑃, 𝑄), (𝑄, 𝑅), (𝑄, 𝑆), (𝑅, 𝑆), (𝑆, 𝑃), (𝑅, 𝑆), (𝑆, 𝑃), (𝑃, 𝑃), (𝑄, 𝑄)}
= { 𝑒1 , 𝑒2 , 𝑒3 , 𝑒4 , 𝑒5 , 𝑒6 , 𝑒7 , 𝑒8 , 𝑒9 }
Pada G3, sisi e8 = (P,P) dinamakan gelung (loop) karena ia berawal
dan berakhir pada simpul yang sama. Begitu juga sisi e9 = (Q,Q)
3. Graph komplit
Graph komplit merupakan graph sederhana yang setiap titiknya terhubung
(oleh satu sisi) kesemua titik lainnya. Dengan kata lain, setiap titiknya
bertetangga. Graph lengkap dengan n buah titik dilambangkan dengan Kn.
Jumlah sisi pada sebuah graph lengkap yang terdiri dari n buah titik adalah
1
n(n – 1) sisi.
2

7
Contoh:

K2 K3 K4 K5 K6

Gambar 4. Graph komplit


4. Graph kosong
Graph yang tidak memiliki sisi disebut graph kosong atau graph nol.
Graph nol dengan n titik dilambangkan dengan Nn. Graph yang hanya
mempunyai satu buah titik tanpa sebuah sisi dinamakan graph trivial.
5. Graph bipartisi
Sebuah graph G disebut graph bipartisi jika V(G) (himpunan titik graph G)
dapat dipartisi menjadi dua himpunan bagian X dan Y sedemikian
sehingga setiap sisi dari G menghubungkan sebuah titik di X dan sebuah
titik di Y. Kita notasikan (X,Y) bipartisi dari G.
Apabila G sederhana dan bipartisi dengan partisi (X,Y) sedemikian
sehingga setiap titik di X berhubungan langsung dengan setiap titik di Y,
maka G disebut graph bipartisi lengkap, dinotasikan dengan Km,n dengan
m dan n adalah banyaknya titik dikedua partisi tersebut.
Contoh: a V1 V2
c
d
c
a
d
e b b
e

Gambar 5. Graph bipartisi


Graph diatas dapat direpresentasikan menjadi graph bipartisi
𝐺(𝑉1 , 𝑉2 ),dimana 𝑉1 = {a, b} dan 𝑉2 = {c, d, e}
6. Graph bagian (subgraph)
Sebuah graph H disebut graph bagian (subgraph) dari graph G ditulis H ⊆
G. Jika V(H) ⊆ V(G) dan 𝐸(H) ⊆ E(G)

8
d d
d

c e c e c
e

b b b
a a

G H1 H2
Gambar 6. H1 dan H2 merupakan grap bagian dari G
7. Graph bagian rentang
H disebut graph bagian rentangdari G jika H⊆G dan V(H) = V(G).
Contoh: H1 pada gambar 6. Karena jumlah titik pada H sama dengan
jumlah titik pada G.
D. Istilah-Istilah Graph
1. Isomorfik
Dua graph G dan H dikatakan isomorfik ditulis G ∞ 𝐻, jika:
(i) Terdapat korespondensi satu-satu antara V(G) dan E(G),
(ii) Banyaknya sisi yang menghubungkan dua titik u dan v di G, sama
dengan banyaknya sisi yang menghubungkan dua titik di H yang
korespondensi dengan titik u dan titik v.
j
u d e f o
t

k l
p s

m n
q r a c
b

G1 G2 G3
Gambar 7.Graph G1 isomorfik dengan graph G2 lewat korespondensi
p↔a, q↔e, r↔b, s↔f, t↔c, u↔d, sedangkan graph G3
tidak isomorfik dengan graph G1 maupun graph G2.
Graph G3 tidak isomorfik dengan graph G1 maupun graph G2 karena titik
a tidak berkorespondensi dengan titik j.

9
2. Jalan (walk)
Misalkan G adalah sebuah graph. Sebuah jalan (walk) di G adalah sebuah
barisan berhingga (tak kosong) yang suku-sukunya bergantian titik dan
sisi, sedemikian hingga dan adalah titik-titik akhir sisi 𝑒𝑖 untuk 1 ≤ i ≤ k.
Katakan W adalah sebuah jalan dari titikv0 (titik awal) ke titik vk (titik
akhir), sedangkan titik-titikv1 , v2 , … vk−1 disebut titik-titik internal W dan k
disebut panjang jalan W. Dengan kata lain, jalan (walk) ialah dimana sisi
dan titiknya boleh berulang.
3. Jejak (trail)
Jejak adalah jalan yang sisi-sisinya tidak ada yang sama atau sisi-sisi yang
berbeda, tetapi titiknya boleh ada yang sama.
4. Sirkit
Sirkit adalah Jejak tertutup, yaitu sebuah jejak di graph G jika titik awal
dan titik akhirnya adalah sama.
5. Lintasan (path)
Lintasan adalah jejak yang semua titiknya berbeda (sisi dan titiknya tidak
ada yang sama).
6. Siklus/lintasan tertutup (sikel)
Sikel adalah sebuah sirkit yang titik awal dan semua titik internalnya
berbeda (titik awal dan titik akhirnya sama dimana titik dan sisinya tidak
ada yang berulang).
q
e5
e4
e10 e11 s
m e9
r
e6 p
e1 e8
e7 e3
n e2 o
Gambar 8.
Pada graph di atas,
Jalan: 𝑚, 𝑒1 , 𝑛, 𝑒7 , 𝑟, 𝑒8 , 𝑜, 𝑒2 , 𝑛 ( dengan panjang 4)
jejak: 𝑚, 𝑒6 , 𝑟, 𝑒10 , 𝑞, 𝑒4 , 𝑝, 𝑒9 , 𝑟, 𝑒7 , 𝑛 (dengan panjang 5)
sirkit: 𝑚, 𝑒1 , 𝑛, 𝑒7 , 𝑟, 𝑒8 , 𝑜, 𝑒3 , 𝑝, 𝑒9 , 𝑟, 𝑒6 , 𝑚 (dengan panjang 6)

10
lintasan: 𝑚, 𝑒5 , 𝑞, 𝑒10 , 𝑟, 𝑒9 , 𝑝, 𝑒11 , 𝑠 (dengan panjang 4)
sikel: 𝑚, 𝑒5 , 𝑞, 𝑒10 , 𝑟, 𝑒9 , 𝑝, 𝑒3 , 𝑜, 𝑒2 , 𝑛, 𝑒1 , 𝑚 (dengan panjang 6)
7. Komponen graph
Komponen dari sebuah graph G adalah sebuah graph bagian terhubung
maksimal (titik dan sisi) dari G. Graph terhubung memiliki satu komponen
dan graph tak terhubung memiliki lebih dari satu komponen.
8. Graph pohon (tree) dan hutan
Graph pohon (tree) yaitu sebuah graph terhubung yang tidak memiliki
sikel.
Hutan adalah sebuah graph yang setiap komponennya pohon
V2 V10
V5
V1 V3 V7 V9

H
V4 V8

Gambar 9.Graph tak terhubung H dengan tiga komponen. Setiap


komponen dari H adalah pohon. Jadi H adalah hutan.
9. Komplemen
Misalkan G sebuah graph sederhana. Komplemen G dilambangkan
̅, adalah sebuah graph sederhana dengan 𝑣(G
denganG ̅) = 𝑣(𝐺) dan ∀ 𝑢, 𝑣
yang terkait langsung di G, maka titik 𝑢, 𝑣tidak terkait di G, dan
sebaliknya

t t
p p
s s

r r
q q
G ̅
G

11
̅ merupakan komplemen dari G. Jika graph G
Dari gambar di atas G
̅ maka akan membentuk graph kompleks.
disatukan dengan graph G

t
p
s

r
q

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Graph merupakan struktur diskrit yang terdiri dari himpunan sejumlah
berhingga obyek yang disebut titik (vertices,vertex) dan himpunan sisi
(edges) yang menghubungkan titik-titik tersebut. Jenis-jenis graph : graph
sederhana, graph tidak sederhana, graph komplit, graphkosong, graph
bipartisi, graph bagian. Istilah-istilah dalam graph : jalan, jejak, sirkuit,
lintasan, siklus, komponen graph, graph pohon, dan komplement.

B. Saran
Dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh
karena itu, saran penulis kepada para pembaca diharapkan dapat menambah
dan memperluas kajian mengenai konsep dasar teori graf, sehingga bisa
memberikan gambaran secara lebih lengkap dan nyata.

13
Latihan:
1. Perhatikan graph dibawah ini!

a c g i l m

d
b f
e h j k n

a. Cari sebuah jalan tertutup dengan panjang 9


Jalan tertutup: a, b, e, f, h, g, f, c, b, a
b. Cari sebuah jejak terbuka dengan panjang 9
Jejak terbuka: b, e, d, c, f, g, h, j, k, l

14
c. Cari sebuah jejak tertutup dengan panjang 7
Jejak tertutup: b, c, f, g, h, f, e, b
d. Cari sebuah lintasan dari a ke n
Lintasan: a, b, c, d, e, f, g, h, j, k, l, n
e. Cari panjang sikel terpanjang dalam G
Sikel: b, e, f, c, b dan b, c, d, e, b
f. Berapakah lintasan terpanjang?
Panjang lintasan terpanjang= 11
g. Cari sebuah graph bagian bukan rentang dari G
c g

d
b f
e h

h. Cari sebuah graph bagian rentang dari G

a c g i l m

d
b f
e h j k n

i. Tulis graph bagian yang dibangun oleh {a, b, d, f, j, k, l}

a c l

d
b f
e h j k
2. Gambar sebuah graph yang:
a. Mempunyai lima titik, tidak memiliki sikel, terhubung
c
a

e
b d
15
b. Mempunyai enam titik dan 2 komponen

l k
x y

c. Sederhanamsedemikiannsehingga G dan G
̅ mempunyai banyak sisi yang
sama
t t
p p

s s

r r

q q
G ̅
G
3. Manakah dari graph-graph berikut bipartisi?
e 7 8
h 9
6 10
e g j 5
f a f i d
4
d g h
a c
1 3
2
b b c

G1 G2 G3
Yang merupakan graph bipartisi adalah G1 dan G3. Karena dipartisi menjadi
dua himpunan bagian. Sedangkan G2 tidak merupakan graph bipartisi.
4. (a) Apakah graph sederhana dengan satu titik terhubung?
Jawab :
Tidak, karena graph dengan satu titik tidak memiliki lintasan.
(b) Diketahui graph G1 dan G2. Jika bnyaknya sisi G1 sama banyaknya
dengan sisi G2, haruskah banyaknya titikG1 sama banyaknya dengan titik
G2?

16
Jawab :
Tidak harus karena kita dapat membuat graph G1 dan G2 yang memiliki sisi
G1 sama banyaknya dengan sisi G2 tetapi banyak titik berbeda seperti
contoh graph berikut :

(c) betul atau salah pernyataan berikut. Jika Km,n isomorfik dengan Kp,q, maka
m = p dan n = q.
Jawab :
Betul karena dua graph dikatakan isomorfik jika terdapat korespondensi
satu-satu antara kedua graph tersebut.
5. Perhatikan graph-graph dibawah ini
4
u t
d e f
6
p s
5
q r
a c 1 2 3
b

G H K
a. Apakah G isomorfik dengan H?
Iya, lewat korespondensi p↔a, q↔e, r↔b, s↔f, t↔c, u↔d.
b. Apakah H isomorfik dengan K?
Iya, lewat korespondensi a↔1, b↔3, c↔6, d↔4, e↔2, f↔5
c. Apakah G isomorfik dengan K?
Iya, lewat korespondensi p↔1, q↔2, r↔3, s↔5, t↔6, u↔4

17
DAFTAR PUSTAKA

Ketut, I Budayasa.1994.Matematika Diskrit 1. IKIP:Surabaya

18