Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN

PRAKTIKUM KIMIA PANGAN


PENENTUAN KADAR LEMAK ATAU MINYAK

Disusun Oleh:
Chansa Luthfia Hirzi
1157040011
Tanggal Percobaan: Senin, 16 April 2018
Tanggal Pengumpulan Laporan: Senin, 30 April 2018

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2018
A. Tujuan
1. Menentukan kadar lemak atau minyak pada kacang tanah dengan metode
Soxhlet.
2. Menentukan kadar lemak pada kacang dengan metode dry basis dan wet basis.
3. Membandingkan kadar lemak hasil percobaan pada kacang dengan literatur.
B. Prinsip Dasar
Pada prinsipnya lemak dan minyak adalah senyawa non polar yang akan larut
dalam pelarut organik, sehingga digunakan pelarut n-heksana yang memiliki kepolaran
yang sama. Penentuan kadar lemak dengan metode Soxhlet adalah dengan mereaksikan
sampel bahan pangan dengan pelarut dalam labu bundar diatas penangas air dimana
kondensor akan menjenuhkan pelarut yang menguap untuk kembali ke bawah dan
bereaksi dengan lemak/minyak. Hasil soxhletasi adalah pemanasan dalam oven dengan
suhu 100oC untuk menguapkan pelarut n-heksana sehingga tersisa lemak atau minyak
karena memiliki titik didih diatas 100 oC dan dilakukan penimbangan untuk mengetahui
beratnya.
C. Prosedur Percobaan

Pada percobaan ini mula-mula kacang tanah digerus menggunakan lumpang


dan alu hingga halus. Kemudian ditimbang sebanyak 2 gram dalam Erlenmeyer yang
telah ditimbang sebelumnya. Selanjutnya ditambah 100 mL larutan n-heksana ke dalam
sampel dalam Erlenmeyer telah dipindahkan ke labu bundar. Kemudian alat Soxhlet
dirangkai dan dilakukan soxhletasi pada suhu 150oC selama satu jam. Setelah 1 jam
kemudian dikocok dan disoxhletasi kembali pada suhu dan waktu yang sama. Barulah
filtratnya diambil dan dimasukan ke Erlenmeyer yang telah ditimbang di awal.
Kemudian dikisatkan diatas hotplate pada suhu 150oC, d an dioven selama 10 menit
pada suhu 100oC kemudian hasil pengovenan ditimbang. Dan terakhir dilakukan
pengovenan kembali pada suhu dan waktu yang sama kemudian ditimbang.

D. Hasil Pengamatan dan Perhitungan


Perlakuan Pengamatan
Kacang tanah digerus Kacang tanah halus berwarna kuning
muda.
Ditimbang sebanyak 2 gram dalam W Erlenmeyer = 71,5245 gram
Erlenmeyer yang telah ditimbang W kacang = 2,0094 gram
sebelumnya
Ditambah larutan n-heksana sebanyak n-heksana : larutan tak berwarna
100 mL kedalam sampel yang telah hasil: kacang tanah tak larut, larutan
dipindahkan ke labu bundar sedikit keruh
Dilakukan soxhletasi pada suhu 150 oC Larutan mendidih, kacang tanah tak larut
selama 1 jam
Dikocok dan disoxhletasi kembali Larutan kuning bening, kacang tak larut
selama 1 jam
Filtrat diambil dan dimasukan ke Larutan kuning bening
Erlenmeyer yang telah ditimbang
sebelumnya
Dikisatkan dengan pemanasan diatas Larutan kuning
hotplat pada suhu 150 oC
Dioven selama 10 menit pada suhu 100 Larutan kuning, sedikit
o
C kemudian didinginkan dan ditimbang W = 72,2261 g (W sampel+ Erlenmeyer)
Dioven kembali selama 10 menit pada Larutan kuning, lebih sedikit
suhu 100 oC kemudian didinginkan dan W = 72,1838 g (W sampel+ Erlenmeyer)
ditimbang

Perhitungan

𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘
 Kadar asam lemak (wb) = 𝑥 100 %
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙

(72,2049−71,5245)𝑔
= x 100%
2,0094 𝑔

= 33,8658 %

𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘
 Kadar asam lemak (db) = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 (1−𝐾𝐴) 𝑥 100 %

0,6805 𝑔
= 2,0094 (1−0,3387) x 100%

= 51,2116 %
E. Pembahasan
Percobaan kali ini bertujuan untuk menentukan kadar lemak atau minyak dalam
kacang tanah menggunakan metode Soxhlet. Ada beberapa analisis lemak dan minyak yang
dapat dilakukan yakni metode Goldgish, metode Babcock dan metode Soxhlet yang
dilakukan dalam percobaan ini dengan cara basah (wet basis) dan kering (dry basis).
Digunakannya metode Soxhlet dibandingkan yang lain adalah karena sampel yang
digunakan adalah sampel padat, sedangkan untuk metode Babcock dapat menggunakan
sampel cair. Lemak merupakan senyawa organik yang tidak polar sehingga tak larut dalam
air, namun larut dalam pelarut organik seperti n-heksana yang digunakan dalam percobaan
ini karena memiliki kepolaran yang sama dengan lemak.
Kacang tanah adalah tanaman pangan semak yang berasal dari Amerika Selatan,
tepatnya dari Brazilia. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang indian. Minyak
kacang tanah merupakan campuran ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang yang
disebut trigliserida. Trigliserida ini terbentuk dari asam lemak jenuh dan asam lemak tak
jenuh. Minyak kacang mengandung 76 – 82 % asam lemak tak jenuh yang terdiri dari 40-
45% asam oleat dan 35 – 45% asam linoleate. Asam lemak jenuh sebagian besar terdiri dari
asam palmitat, sedangkan kadar asam miristat sekitar 5%. Kandungan minyak yang
terdapat didalam kacang tanah cukup tinggi yaitu bersisar 40-50%. (Andaka Ganjar, 2009).
Sampel kacang tanah digerus sehingga mempermudah pelarutan lemak, dan
penambahan n-heksana untuk selanjutnya dilakukan proses soxhletasi pada suhu 150 oC
selama 1 jam pertama. Metode soxhletasi merupakan ekstraksi padat-cair karena zat yang
diekstrak terdapat dalam bentuk padat sedangkan pelarut digunakan bersifat cair. Pelarut
n-heksana memiliki titik didih pada 68 oC sehingga akan menguap dan uap yang menuju
ke atas akan terkondensasi sehingga turun lagi kebawah dan bereaksi dengan sampel.
Soxhletasi dilakukan sebanyak dua kali agar proses pelarutan lemak dalam pelarut dapat
maksimal. Selanjutnya filtrat dimasukan kedalam Erlenmeyer yang telah ditimbang
terlebih dahulu dan dioven pada suhu 100 oC untuk menguapkan pelarut sehingga tersisa
lemak saja sebab lemak memiliki titik didih diatas 150 oC. Hasil pengovenan menunjukan
berat Erlenmeyer dengan lemak sebesar 72,1838 gram sehingga jika dikurangi dengan berat
Erlenmeyer kosong dapat diperoleh berat lemak sebesar 0,6805 gram. Dari data ini
didapatkan kadar lemak berat basah sebesar 33,8658 % dan secara berat kering sebesar
51,21162%. Reaksi yang terjadi pada lemak sehingga larut dalam n-heksana dapat dilihat
pada (Gambar. 1) dibawah ini
Gambar.1 Reaksi trigliserida dengan n-heksana

Metode soxhletasi memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah tidak


dapat digunakan untuk bahan yang memiliki tekstur keras, waktu yang dibutuhkan reative
lama, hanya dapat dilakukan pada jumlah yang kecil dan pelarut yang digunakan harus
yang memiliki titik didih rendah sehingga mudah menguap. Namun kelebihannya adalah
sampel yang terekstraksi akan sempurna, hanya membutuhkan sedikit pelarut, jumlah
sampel yang dibutuhkan sedikit, dan ekstrasi dapat dilakukan secara berulang.
F. Kesimpulan
1. Penentuan kadar lemak dengan metode Soxhlet pada kacang tanah diperoleh
dengan melarutkan sampel dalam n-heksana untuk melarutkan lemak atau minyak
sehingga lemak ikut dalam n-heksana sebagai larutan berwarna kuning.
2. Diperoleh kadar lemak pada kacang untuk wet basis sebesar 33,8658% dan untuk
dry basis sebesar 51,2116%.
3. Dibandingkan dengan literatur kadar lemak dalam kacang masih memenuhi standar
yakni pada 40-50%.

Daftar Pustaka

Andaka Ganjar. 2009. Optimasi Proses Ekstraksi Minyak Kacang Tanah Dengan Pelarut N-
Heksana. Jurnal. http://jurtek.akprind.ac.id. (diakses pada 28 April 2018)

Margono, Tri, dkk. 1993. Buku Panduan Tekhnologi Pangan. Jakarta. Pusat Informasi Wanita
dalam Pembangunan PDII-LIPI.

Niche Dwi. 2014. Laporan Ekstraksi Minyak dan Lemak. http://www.scribd.com. (diakses
pada 28 April 2018)

Piliang, W. G. dan S. Djojosoebagjo. 2002. Fisiologi Nutrisi. Vol 1. Edisi 4. Bogor. IPB Press.

Winarno, F,. G. 1984. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta. PT Gramedia Pustakan Utama.