Anda di halaman 1dari 7

VI.

PENCAMPURAN BETON

Operasi pencampuran terdiri dari rotasi atau pengadukan yang tujuannya untuk menyelimuti permukaan
semua partikel agregat dengan pasta semen dan mencampur semua bahan dasar beton menjadi suatu
bahan yang uniform.
Sebelum melaksanakan proses pencampuran beton, perlu dilakukan prosedur battering yaitu
memasukkan sejumlah mortar kedalam drum agar dinding dalamnya terlapisi mortar.
Ukuran mixer dinyatakan oleh volume beton setelah pemadatan. Volume bahan dasar beton dalam
keadaan lepas sebelum dicampur 50 % lebih besar dari volume campuran adukan beton. Volume mixer
bervariasi antara 0,04 m3 (untuk laboratorim) sampai 7,6 m3.

Pengisian Mixer
Biasanya air dalam jumlah sedikit dimasukkan terlebih dahulu kedalam mixer dan diikuti oleh material
solid ( agregat kasar, agregat halus dan semen) kemudian sebagian air juga dimasukkan pada saat ini.
Sisanya dimasukkan setelah material solid selesai dimasukkan. Pada kondisi kadar air agregat lebih kecil
dari peresapannya, apabila digunakan bahan penambah kimia pada campuran beton maka sebaiknya
bahan penambah tidak dicampur sekaligus dengan air pencampur beton tersebut. Namun sebagian air
(sekitar 50 %) tanpa bahan penambah dimasukkan terlebih dahulu kemudian sisanya dicampur dengan
bahan penambah dan dimasukkan pada bagian akhir.

Lama Pencampuran
Mixer beton biasanya didisain dengan kecepatan 15-20 rotasi permenit. Namun dilapangan kecepatan
mixer kadang-kadang ditambah dan waktu pengadukan dikurangi. Hal ini dapat mengurangi kualitas
beton. Sebaliknya pengadukan yang terlalu lama dapat mengakibatkan kurangnya produksi beton dan
bertambahnya bahan bakar. Disamping itu pencampuran yang terlalu lama akan mengakibatkan
terjadinya penguapan, sehingga kelecakan akan berkurang. Efek sekunder adalah hancurnya agregat
yang lemah sehingga gradasinya menjadi lebih halus dan kelecakan menjadi berkurang.
Lamanya pencampuran minimum yang disarankan ACI 304 & ASTM, ditunjukkan pada Tabel 6.1.
31

Tabel 6.1. Lamanya Pencampuran Minimum

Kapasitas Mixer (m3) Lamanya Pencampuran (menit)


0,8 atau kurang 1
1,5 1,25
2,3 1,50
3,1 1,75
3,8 2
4,6 2,25
7,6 3,25

Lamanya pencampuran dihitung mulai saat dimana material solid telah seluruhnya dimasukkan kedalam
mixer.

Pengangkutan Adukan Beton


Pemilihan metode pengangkutan beton dari mixer ke lapangan tergantung pada pertimbangan ekonomis
dan jumlah beton yang akan diangkut. Kemungkinan pengangkutan yang ada yaitu: kereta dorong,
bucket, ban berjalan, truck dan pemompaan.
Hal yang penting diperhatikan:
1. Campuran harus sesuai dengan metode pengangkutan
2. Campuran harus tetap kohesif dan tidak terjadi segregasi
Pemompaan
Out put beton yang dipompakan bisa mencapai 60 m3/jam. Pompa dapat mengangkut beton sampai 450
m secara horizontal dan 40 m secara vertikal. Diameter pipa harus sedikitnya 3 kali ukuran agregat
maksimum.

Pengecoran dan Pemadatan Beton


Operasi pengecoran dan pemadatan beton pelaksanaannya saling bersamaan.
Tujuan pengecoran adalah menempatkan beton sedemikian rupa sehingga segregasi dapat dihindarkan
dan beton dapat dipadatkan secara penuh.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada pengecoran dan pemadatan:
1. Harus dihindari pemadatan dengan merojok saja atau menggetarkan cetakan/tulangan dengan vibrator.
2. Beton harus dicor dalam lapisan-lapisan yang seragam
3. Setiap lapisan harus terlebih dahulu dipadatkan secara penuh sebelum pengecoran lapisan berikutnya.
32

4. Tabrakan antara campuran beton dengan cetakan atau tulangan harus dihindarkan agar posisi
cetakan/tulangan tidak berubah. Penggunaan pipa tremi menjamin penampang beton secara tepat pada
posisinya dan segregasi menjadi minimum.

Pemadatan Adukan Beton


Proses pemadatan beton dengan vibrator pada dasarnya terdiri dari peniadaan udara yang terperangkap
dan memaksa butiran-butiran pembentuk beton berada pada konfigurasi yang lebih tepat.
Lamanya pemadatan tergantung dari ukuran vibrator yang digunakan, tebal lapisan yang akan
digetarkan, dan kelecakan adukan beton. Akhir dari pemadatan ditandai dengan ratanya permukaan
adukan beton dan pada permukaan beton terbentuk seperti bahan grouting pasta semen, biasanya waktu
pemadatan berkisar antara 5 detik sampai 2 menit.
Pemadatan yang terlalu lama akan mengakibatkan terjadinya segregasi pada adukan beton, dimana
butiran-butiran yang lebih ringan dan halus cenderung pindah kepermukaan beton.
Jenis-Jenis Vibrator
1. Internal Vibrator
Terdiri dari poker yang dibenamkam kedalam beton dan memberikan gaya-gaya harmonik pada beton.
Frequensi penggetaran berkisar antara 70 sampai 200 Hz. Diameter poker berkisar antara 20-90 mm.
Pada vibrator ini adukan beton dapat digetarkan pada ketebalan antara 0,5 sampai 1 m. Posisi poker pada
saat penggetaran diusahakan vertikal. Pada saat lapisan yang baru digetarkan, sedapat mungkin mengena
sebagian ke lapisan lama. Vibrator ini merupakan
jenis yang paling banyak digunakan pada pelaksanaan pengecoran berbagai jenis struktur, umumnya
pada beton yang dicor ditempat.
2. External Vibrator
Tipe vibrator ini dijepit secara kaku pada cetakan yang diletakkan pada perletakan yang elastik, sehingga
cetakan dan beton kedua-duanya digetarkan. Pada saat penggetaran cetakan harus kuat dan rapat untuk
menghindarkan distorsi dan kebocoran air semen. Frequensi penggetaran berkisar antara 50 sampai 150
Hz. Vibrator ini biasanya digunakan pada beton pracetak.

Beton Ready Mixed


Beton ready mixed adalah beton yang berasal dari central plant untuk pengecoran di lapangan.
Keuntungan beton ready mixed
1. Kontrol kualitas yang lebih ketat dalam penakaran sehingga mengurangi variabilitas sifat-sifat beton
yang telah mengeras.
33

2. Berguna bagi lapangan yang sempit atau pada konstruksi jalan raya dimana terdapat kurang tempat
untuk mixing plant dan penumpukan agregat.
3. Penggunaan truk agitator menjamin tranportasi, menghindarkan segregasi dan mempertahankan
kelecakan.
Ada dua katagori utama beton ready mixed
1. Central mixed, pencampuran dilakukan pada central plant kemudian beton diangkut dalam agitator
truck.
2. Transit mixed, material ditakar pada central plant tetapi dicampur dalam truk. Transit mixed ini
biasanya dilakukan pada pengangkutan dengan perjalanan yang agak lama. atau terjadi kerusakan pada
central mixed.
Kecepatan agitasi sekitar 2-6 rpm, kecepatan pencampuran sekitar 4-16 rpm.
Batas pencampuran dan agitasi sebesar 300 revolusi atau beton harus dicorkan dalam waktu 1,5 jam
(ASTM)
Admixtures (Bahan Penambah)
Sejalan dengan perkembangan teknologi yang menuntut adanya kualitas beton yang lebih baik, maka
diupayakan berbagai cara untuk meningkatkan sifat-sifat mekanik beton antara lain kekuatan, kelecakan
(workability), keawetan, kepadatan dan lain-lain. Untuk itu alternatif yang ditempuh adalah
menggunakan bahan admixture, dapat berupa chemical admixture atau mineral admixture
Admixture adalah bahan yang ditambahkan pada campuran pada tahap pencampuran adukan beton
sedangkan bahan additive adalah bahan yang ditambahkan pada semen pada tahap pembuatannya.

Chemical Admixture (Bahan Penambah Kimia)


Bahan penambah kimia yang sering digunakan pada campuran beton :
1. Accelerator, merupakan bahan penambah kimia yang berguna untuk mempercepat proses pengerasan
atau mempercepat pertumbuhan kekuatan pada umur dini dari beton. Yang biasa digunakan sebagai
accelerator adalah CaCl2. Jumlah CaCl2 yang digunakan pada campuran beton harus sesuai dengan
dosis yang dianjurkan. Penggunaan yang berlebih dapat menurunkan daya tahan terhadap serangan sulfat
terutama untuk campuran yang kurus. Demikian pula dapat menyebabkan korosi pada tulangan.
Penggunaan Accelerator :
a. Mengurangi waktu penggunaan perancah (formwork)
b. Mengurangi waktu perawatan (curing)
c. Mempercepat waktu penggunaan bangunan
34

d. Membantu laju hidrasi pada pembetonan di cuaca dingin (2-4 C)


e. Pembetonan pada pekerjaan perbaikan.
2. Retarder, merupakan bahan penambah kimia untuk memperlambat proses pengerasan beton sehingga
beton tetap lecak (workable) dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan beton normal. Bahan
penambah ini berguna pada pengecoran dalam cuaca panas, pada industri beton ready mixed (pada
proses pengangkutan yang lama) atau pada konstruksi ferrocement dimana memerlukan waktu yang
relatif lama pada proses pelesteran.
3. Plasticizer, merupakan bahan penambah kimia dengan tujuan penggunaan sebagai berikut:
1. Memperoleh kekuatan yang lebih tinggi dengan menurunkan w/c ratio pada kelecakan yang
sama dengan campuran tanpa admixture
2. Mencapai kelecakan yang sama dengan menurunkan kandungan semen sehingga
menurunkan panas hidrasi pada beton massa
3. Menambah kelecakan sehingga memudahkan pengecoran pada tempat-tempat yang sulit
dijangkau
4. Superplasticizer, merupakan bahan penambah kimia dengan tujuan pengguanaan sebagai berikut :
1. Memperoleh beton yang dapat mengalir pada pengecoran lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
2. Digunakan pada produksi beton mutu tinggi dengan kelecakan yang normal tetapi w/c ratio
yang rendah.
3. Mengakibatkan kenaikan slump sebanyak 75-200 mm, mengurangi penggunaan air sampai
15-25 %

Mineral Admixture (Bahan penambah Mineral)


Fly ash (abu terbang) dan silica fume merupakan bahan penambah yang berguna untuk memperbaiki
sifat-sifat beton. Abu terbang dan silica fume dapat dikelompokkan sebagai bahan pozzolan, nama
pozzolan berasal dari nama kota di Italy (Pozzuoli) yang mengahasilkan bahan perekat alami.
Peran Abu Terbang pada Beton
Abu terbang merupakan limbah PLTU yang butirannya lebih halus daripada semen portland, yang
mempunyai sifat-sifat hidraulik. Sifat hidraulik berarti [Ca(OH)2] diubah menjadi kapur hidraulik. Pada
mulanya abu terbang digunakan sebagai bahan penambah semen dengan kadar 5-20 % dengan maksud
untuk menambah kelecakan adukan beton dan menambah kekedapan beton, dimana penambahan abu
terbang ini dilakukan pada waktu penggilingan klinker. Karena butirannya lebih halus dari semen maka
abu terbang tidak sekedar menambah kekedapan beton tetapi juga menambah kekuatannya. Pemikiran
35

ini beralasan karena secara mekanik abu terbang akan mengisi rongga antara butiran semen dan secara
kimiawi akan memberikan sifat hidraulik pada kapur mati yang dihasilkan dari hidrasi.
Peran Silica Fume pada Beton
Silica fume diproduksi melalui proses pemanasan listrik pada suhu yang sangat tinggi dari bahan pasir
kwarsa. Akibat pemanasan, maka terjadi uap yang membawa partikel-partikel selanjutnya
partikel-partikel tersebut dikumpulkan menjadi satu yang disebut silica fume. Silica Fume akan
menyebabkan adukan beton menjadi lebih kohesif dan cenderung mencegah terjadinya segregasi pada
adukan. Sedangkan pada beton keras silica fume berfungsi untuk mengisi rongga antara abu terbang dan
semen sekaligus bereaksi dengan kapur mati sehingga terjadi tambahan C-H-S gel dan kekuatan. Dengan
demikian keberadaan silica fume akan mengurangi porositas beton dan meningkatkan kepadatan beton.

Perawatan Beton (Curing)


Tujuan dari perawatan adalah untuk mempertahankan agar beton tetap jenuh, dimana pada awalnya telah
terisi air sewaktu pasta semen masih segar tetap terisi secara cukup untuk keperluan hidrasi semen.
Pengaruh perawatan (dengan uap) terhadap kuat tekan beton, terlihat pada Gambar 7.1.
Metode perawatan beton:
1. Perawatan dengan air, cara ini merupakan cara yang paling banyak digunakan terutama pada beton
yang dicor ditempat. Perawatan ini dapat dilakukan dengan perendaman (pada benda uji), menutup
dengan karung basah dengan mempertahankan kelembaban dengan
cara penyiraman.
2. Perawatan dengan membran, cara ini mencegah terjadinya penguapan air dari beton sehingga proses
hidrasi dapat berlangsung dengan baik.
3. Perawatan dengan uap, cara ini biasa digunakan pada produksi beton pracetak dengan tujuan untuk
mempercepat pembukaan cetakan dan mempercepat proses pengangkutan. Temperatur perawatan
biasanya dibawah 90 C
Lamanya perawatan beton (dengan air dan membran) tergantung dari tipe semen yang dipakai. Untuk
semen type III, lamanya perawatan minimum 3 hari, untuk semen type I lamanya perawatan minimum 7
hari, dan untuk semen type IV lamanya perawatan minimum 14 hari.
36

Gambar 6.1. Pengaruh Perawatan terhadap Kuat Tekan Beton