Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

“TEKNOLOGI MOBIL OTONOM (AUTONOMOUS CAR)”

Dosen Pengasuh : Dr. Sarwani, Drs, M.Si, Ak, CA

Disusun Oleh:

Mahmudi 1720333310011

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia,, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah
mata kuliah Sistem Informasi Manajemen dengan topic Teknologi Mobil Otonom
(Autonomous Car). Saya juga berterima kasih kepada bapa Dr. Sarwani, Drs, M.Si, Ak, CA
selaku Dosen pengajar mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah memberikan
tugas ini kepada saya.

Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai Sistem Informasi Manajemen. Saya juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari apa yang kami
harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa
yang akan dating. Mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Semoga
makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa
depan.

Banjarmasin, Maret 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................... i

DAFTAR ISI .......................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan Makalah ............................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Dasar teori pengenalan mobil otonom ......................................................... 4


2.2 Pengertian mobil otonom ............................................................................. 4
2.3 Latar belakang dan motivasi dari mobil otonom ......................................... 6
2.4 Google Autonomous Car ............................................................................. 7
2.5 Pengujian mobil otonom ............................................................................. 8
2.6 Cara kerja mobil otonom ............................................................................. 9
2.7 Pengembangan mobil otonom ..................................................................... 10
2.8 Manfaat, keuntungan dan kekurangan mobil otonom ................................. 13
2.9 Tantangan produksi dan hokum mobil otonom .......................................... 15

BAB III KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan ................................................................................................. 17


3.2 Saran ............................................................................................................ 18

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Transformasi digital masih terus berlangsung dengan implementasi cloud
sebagai salah satu pendorong utamanya. Namun, dewasa ini, beralih ke komputasi
awan biasa tak lagi menjadi pembeda bagi bisnis. “Sekarang ini, kalau saya bilang
strategi saya hanya ke cloud, itu tidak akan membawa banyak perubahan (pada bisnis)
dan saya tidak akan menang,” ujar Chris Chelliah (Group Vice President & Chief
Architecht, Core Technology & Cloud, Oracle Asia Pacific) dalam sebuah wawancara
eksklusif di Jakarta. Ibarat transmisi otomatis pada kendaraan, sistem komputasi awan
biasa memahami hanya kondisi dan merespon berdasarkan data-data internal atau dari
lingkungannya sendiri.
Selangkah lebih maju adalah autonomous cloud services. Layanan autonomous
cloud ini mirip mobil swakemudi (autonomous car) yang tidak hanya memahami
sistem internal tetapi juga mengerti keadaan di sekelilingnya. “Mobil swakemudi
memiliki sensor dan data untuk memahami cuaca, kondisi lalu lintas, gangguan, mobil
lain, dan secara real time mobil ini belajar dari data-data tersebut,” papar Chris
Chelliah. Begitu pula autonomous cloud. Menggunakan machine learning untuk
mempelajari data-data dari berbagai sumber internal maupun eksternal, layanan
autonomous cloud memiliki kemampuan self-driving, self-securing, dan self
repairing. Karena organisasi membutuhkan lebih dari sekadar cloud, Oracle pun
memperluas kapabilitas autonomous yang semula hanya disematkan pada Oracle
Database hingga ke semua layanan yang ada di atas Oracle Cloud Platform. Layanan
cloud dengan kemampuan autonomous ini sudah bisa dinikmati pelanggan mulai
bulan ini.
Kemampuan self-driving akan mengelimintasi peran manusia dalam melakukan
provisioning, monitoring, backup, recovering, dan troubleshooting sehingga dapat
mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas. Proses pembaruan dan patching
juga dilakukan sistem secara otomatis. Sistem pun dapat mengatur kapasitas sumber
daya komputasi dan penyimpanan (storage) tanpa campur tangan manusia. Dengan
kemampuan self-securing, layanan cloud dapat mengamankan dirinya sendiri dari
serangan eksternal dan internal, melakukan security update dan enkripsi data secara
otomatis. Sedangkan kemampuan self-repairing akan melindungi sistem dari planned
maupun unplanned downtime dengan SLA hingga 99,995%. Artinya, setiap bulan,
downtime terjadi kurang dari 2,5 menit. Kemampuan autonomous pada Oracle Cloud
Platform dijumpai khususnya pada pengembangan aplikasi, mobile dan bots, integrasi
aplikasi dan data, analytics, keamanan dan pengelolaan.
Dengan adanya mobil otonom yang akan menggebrak pasar otomotif beberapa
tahun kedepan tentu akan membuat semua lini mempersiapkan diri menyambutnya.
Seperti perundangan baru tentang transportasi tanpa awak yang meliputi batas
kecepatan, safety, konfigurasi perangkat dan semua aspek yang perlu diterapkan
secara khusus pada mobil otonom. Tidak mudah memang suatu wilayah bisa sukses
dalam penerapan mobil tanpa awak, ada banyak infrasrtuktur yang harus dipersiapkan
seperti Pemetaan jalan via satelite atau yang biasa dikenal sebagai maps. Karena
sistem navigasi dengan bantuan satelite ( GPS ) yang akurat dan mengcover seluruh
aspek jalan akan membuat sistem navigasi mobil otonom juga semakin presisi.
Ingat, mobil robot bukanlah mobil pintar yang bekerja tanpa campur tangan
manusia, kesalahan sedikit saja dari beberapa instrumen yang dibutuhkan seperti
pemetaan jalan akan berakibat vatal bagi penumpang. Memang bukan perkara mudah
mengaplikasikan mobil otonom seperti di Indonesia yang terkenal dengan keruwetan
transportasinya, namun tidak menutup kemungkinan nantinya pasti mobil robot ini
akan berlenggang menggantikan mobil-mobil konvensional yang ada saat ini.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya, yaitu :
1. Apa dasar teori pengenalan mobil otonom ?
2. Apa pengertian mobil otonom ?
3. Apa latar belakang dan motivasi dari mobil otonom ?
4. Apa itu Google Autonomous Car ?
5. Bagaimana pengujian dari mobil otonom ?
6. Bagaimana cara kerja mobil otonom ?
7. Bagaimana pengembangan mobil otonom ?
8. Apa manfaat, keuntungan dan kekurangan mobil otonom ?
9. Apa tantangan untuk mobil otonom dan bagaimana hokum mobil otonom ?
1.3. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuannya adalah :
1. Untuk mengetahui dasar teori pengenalan mobil otonom ?
2. Untuk mengetahui pengertian mobil otonom ?
3. Untuk mengetahui latar belakang dan motivasi dari mobil otonom ?
4. Untuk mengetahui Google Autonomous Car ?
5. Untuk mengetahui pengujian dari mobil otonom ?
6. Untuk mengetahui cara kerja mobil otonom ?
7. Untuk mengetahui pengembangan mobil otonom ?
8. Untuk mengetahui manfaat, keuntungan dan kekurangan mobil otonom ?
9. Untuk mengetahui tantangan untuk mobil otonom dan bagaimana hokum mobil
otonom ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Dasar-Dasar Teori Pengenalan Mobil Otonom (Tanpa Supir)


Teknologi modern dunia otomotif telah mengambil langkah yang lebih jauh
dengan menciptakan teknologi driveless car yang memungkinkan pengemudi
mengendarai mobil tanpa kontak langsung dengan kemudinya. Dengan kemajuan ini
tentunya akan membuat kehidupan semua orang menjadi lebih mudah. Namun
terlepas dari kecanggihan teknologi itu, mobil otomatis ini juga pastinya memiliki
kekurangan. Mengendarai mobil tak semudah yang dibayangkan, walaupun
menggunakan mobil otomatis. Tentunya diperlukan juga sumberdaya manusia untuk
mengendalikannya.
Mesin tetaplah mesin, yang tetap membutuhkan seorang operator untuk
mengendalikannya. Beberapa mobil prototipe mobil otomatis memang telah
diperkenalkan bahkan di ujicobakan. Setelah disempurnakan, teknologi driverless
akan sangat membantu pengendara untuk berkendara dengan aman. Hal ini khususnya
sangat bermanfaat bagi orang-orang tua dan juga orang-orang dengan keterbatasan
fisik. Melihat jumlah kecelakaan yang sebagian besarnya disebabkan oleh human
error, sistem ini diharapkan mampu menyelamatkan jutaan nyawa. Teknologi juga
dapat membantu sistem transportasi agar lebih efisien karena disinkronkan dengan
lalu lintas sehingga dapat mengurangi kemacetan. Meskipun banyak keuntungan yang
didapatkan dari sistem driverless atau kemudi otomatis ini, hal yang menjadi
hambatan adalah masalah teknis dan kerusakan sistemnya sendiri. Komputer
memang diketahui mampu bereaksi lebih cepat dan lebih cerdas dari otak manusia,
tetapi komputer tetaplah barang elektronik yang bergantung pada fungsi yang tepat
untuk bekerja dengan baik. Jika ada sesuatu yang tidak beres dari fungsinya, maka tak
pelak itu dapat menyebabkan bencana bagi pengguna. Dengan demikian, Jika
teknologi driverless benar-benar menjadi kenyataan, maka akan dibutuhkan analisis
secara detail akan kesiapan seluruh fungsinya agar tak menyebabkan kesalahan fatal
saat dikendarai.
2.2 Pengertian Mobil Otonom
Bicara Mobil tentu dalam benak kita sekarang tidak jauh dari kendaraan
berbahan bakar dengan seorang pengemudi sebagai pengendalinya. Namun Lain lagi
bila sudah berbicara perihal Mobil robot atau biasa disebut mobil otonom tentu
bayangan kita akan beralih pada mobil-mobil pintar layaknya di film fiksi ilmiah.
Mobil otonom atau tanpa sopir adalah kendaraan yang dioperasikan oleh
komputer yang menggerakkan diri mereka tanpa perlu usaha dari sopir manusia atau
penumpang. Dalam banyak model, kendaraan menavigasi area tertentu dengan
sendirinya. Karena ini adalah salah satu teknologi mobil yang paling penting dan
berdampak pada mobil masa depan, otonom atau self-driving menciptakan gelombang
minat dan keingintahuan yang hebat di seluruh dunia. Perkembangan mobil-mobil ini
telah berlangsung hampir seabad sekarang. Mobil otonom pertama diuji di kota New
York pada tahun 1920an melalui transmisi radio. Sejak saat itu, masih banyak usaha
untuk menciptakan kendaraan self-driven yang sempurna, dengan tingkat keberhasilan
yang beragam. Meskipun mobil semacam itu masih digunakan hanya untuk
demonstrasi dan eksperimen, hari ini akan segera mendekat saat produsen
memproduksi massal kendaraan ini untuk masyarakat umum.
Self driving Car atau bisa juga disebut sebagai mobil pintar tanpa kendali sopir
memang menjadi tren teknologi mobil dunia saat ini. Mobil-mobil tanpa sopir yang
dulunya hanya bisa dilihat seperti cerita fiksi sekarang sudah menjadi tren teknologi
yang sudah tidak bisa dipungkiri lagi.

Ilustrasi
Bebagai perusahaan mobil berlomba-lomba untuk menciptakan sesempurna
mungkin berbagai prototipe mobil tanpa sopir ( mobil otonom ) yang layak jalan dan
sangat aman sebagai pengganti mobil konvensional saat ini. Perusahaan otomotif dan
software saling bersinergi menjalin kerjasama untuk mewujudkan mobil otonom.
Sebagai contoh, Google yang basicnya adalah sebuah perusahaan perangkat lunak
sudah terlebih dahulu melakukan uji coba mobil otonom berulang kali dan sukses. Di
australia sendiri sekarang ini sudah memprediksi bahwa 5 tahun kedepan jalanan di
daerah New South wales ( australia selatan ) akan dibanjiri oleh mobil pintar tanpa
pengemudi, Ungkap Andrew Constance - menteri Transportasi Australia.
Tidak hanya mobil-mobil pribadi, saat ini sudah banyak perusahaan otomotif
melakukan berbagai percobaan mobil angkut seperti truk, trailer maupun Bus untuk
dijadikan ladang bisnis di beberapa tahun kedepan. Sebut saja perusahaan daimler,
menguji Truk Otonom besutan mercedes Benz yang telah berhasil diuji pada jalanan
di Jerman, begitu pula Pemerintah Inggris melalui perusahaan Daimler juga
melakukan serangkaian uji coba truk otonom di jalan raya M6 - Inggris.
Google akhirnya benar-benar mewujudkan Mobil pintar alias smart car dengan
cara memodifikasi mobil Toyota Pirus, Lexus SUV, dll. Mobil tanpa sopir tersebut
dibuat dengan menempatkan beberapa sensor, kamera, dan laser yang bisa berputar di
bagian atasnya untuk mendeteksi kondisi sekitar. Smart car adalah salah satu proyek
yang paling monumental dari google sesudah Google Loon.
Google’s Self Driving Car disingkat SDC adalah proyek Google X yang
melibatkan mobil otonom dan mobil listrik yang dilengkapi perangkat lunak
berteknologi terkini dari Google. Proyek ini dipimpin oleh insinyur Google, Sebastian
Turan. Dia adalah mantan direktur laboratorium Stanford Artificial Intelligence dan
penemu Google Street View. Sebastian Turan mengawali karirnya dengan
menghadirkan kendaraan robot Stanly di The Darpa Challenge For Robotics Vehicles
pada tahun 2000an. Pada saat itu Sebastian Turan diganjar dengan hadiah sebesar 2
juta US dollar oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Saat ini Sebastian Turan
serta beberapa timnya yang terdiri dari 15 ilmuwan bekerja untuk Google termasuk
diantaranya adalah Monte Merlo, Anthony Levandoski, Chris Urmason, dan yang
lainnya.
2.3 Latar Belakang dan Motivasi
Teknologi kendaraan autonomous memiliki sejarah yang cukup panjang.
Prototipe pertama yang dapat berfungsi dengan baik diciptakan pada tahun 1980.
Dengan menggunakan kamera, prototipe ini berhasil menempuh 100km jalan kosong
tanpa perlu dikemudikan oleh manusia. Dengan keberhasilan ini, muncul banyak
proyek pada tahun 80-an dan 90-an menggunakan sistem serupa yang digunakan
untuk menyetir melalui jalan raya, baik pada lalu lintas ringan atau tidak ada sama
sekali.
Jadi mengapa kita harus melakukan riset kendaraan autonomous? Dalam
pengembangan autonomuos car, para peneliti sadar bahwa mereka mereka ingin
memecahkan masalah keselamatan berkendara dan efisiensinya. Maka dari itu, tujuan
utama dilakukan penelitian adalah untuk mencegah atau mengurangi kecelakaan lalu
lintas, mengurangi waktu orang berkendara, serta mengurangi emisi karbon. Ini dapat
dilihat dari usaha google menggunakan mobil Toyota Prius yang mana dikenal
sebagai mobil hybrid yang sangat ramah terhadap lingkungan. Ada pula, penciptaan
mobil ini untuk membantu orang-orang berkemampuan terbatas agar memudahkan
mobilitas mereka beraktifitas. Kita mengimpikan masa depan di mana segala
sesuatunya berjalan secara otomatis dan bebas kendala.
2.4 Google Autonomous Car
Untuk memahami lebih lanjut mengenai teknologi mobil autonomous,saya
menggunakan contoh google autonomous car. Google autonomous car merupakan
mobil autonomous yang dapat mengendalikan dirinya sendiri untuk memudahkan
transportasi manusia. Sebuah kendaraan autonomous dapat mendeteksi lingkungan di
sekitarnya dan dapat menavigasi dirinya sendiri dengan bantuan sensor-sensor yang
ada padanya. Pada pengembangannya saat ini, manusia/operator dapat mengatur
destinasi yang diinginkan tanpa perlu melakukan kegiatan mekanis seperti
memindahkan gigi atau menginjak kopling mobil untuk mengoperasikan mobil itu.

Dari contoh autonomous car di atas, dapat kita lihat bahwa google
menggunakan mobil Toyota Prius yang dimodifikasi sedemikian rupa untuk
menyesuaikan dengan konsep mobil autonomous yang diinginkan. Pada google
autonomous car, terdapat banyak sensor yang masing-masing berguna sebagai sarana
navigasi mobil dan detektor keadaan lingkungan berkendara seperti lalu lintas, pejalan
kaki, atau pengendara lainnya. Berikut adalah contoh sensor-sensor yang digunakan
pada google autonomous car:
1. LIDAR. merupakan suatu sensor yang terletak di atas atap mobil yang melakukan
gerakan rotasi 360 derajat selama mobil berkendara secara otomatis. Cara kerja
sensor ini adalah melakukan gerakan memutar untuk mendapatkan visualisasi
lingkungan sekitar dalam radius 200 kaki. Dari hasil visualisasi tersebut, komputer
yang di dalam mobil akan memroses data yang diperoleh untuk menghasilkan
suatu peta 3d secara real time terhadap lingkungan sekitar. Dari sini komputer akan
mengontrol arah gerak mobil dengan pertimbangan hasil visualisasi tadi.
2. Position Estimator. sensor ini diletakan di sekitar ban kendaraan. Cara kerja nya
adalah mendeteksi arah gerak ban, apakah telah sesuai dengan instruksi yang
diberikan, yaitu destinasi yang telah ditentukan berdasarkan peta arah yang
dibentuk oleh komputer.
3. Video Camera. cara kerja alat ini tiada lain adalah sebagai mata kendaraan
tersebut, di mana fungsi utamanya adalah untuk mendeteksi objek-objek bergerak
seperti pejalan kaki atau pengendara sepeda.
4. RADAR. sensor radar di sini berfungsi untuk menentukan suatu objek yang
mendekat atau menjauhi kendaraan. Ini merupakan suatu sensor yang lebih maju
dari pada sensor parkir mobil yang kita kenal selama ini.
2.5 Pengujian Mobil Tanpa Pengemudi

Dimulai pada tahun 2012, Google melakukan uji coba dengan 23 Lexus Suv, 6
Toyota Pirus, sebuah Audi TT, serta 3 Lexus RX450H. Mobil-mobil tersebut disebar
ke beberapa tempat terutama di San Fransisco dan diuji coba untuk melewati jalan-
jalan dengan berbagai karakteristik mulai dari lintasan yang padat, jalan berliku dan
dihadapkan pada beberapa kondisi lalu lintas yang rumit. Semua kendaraan tersebut
dilengkapi dengan sensor dan sopir manusia yang bisa mengendalikan mobil dengan
menginjak rem atau memutar kemudi apabila dibutuhkan.
Demo pertama yang di publikasikan pada tahun 2012 tepatnya pada tanggal 28
Maret, Google menunjukkan bagaimana cara kerja mobil pintar dengan menjemput
Steve Mahan, seorang warga Morgan Hill, California yang dijemput menggunakan
Google’s Self Driving Car, Toyota Pirus. Pada saat itu rute yang dilalui oleh mobil
tersebut sudah di program secara seksama untuk membawa Steve Mahan menuju
sebuah restoran, kemudian ke laundy sebelum akhirnya kembali ke rumah.
Pada bulan Agustus tahun 2012 tim tersebut telah mengumumkan bahwa
mereka berhasil melakukan uji coba pada jarak yang lebih jauh yaitu sekitar 300.000
mil atau setara dengan 500.000 Km.
2.6 Cara Kerja Mobil Otonom
Mobil tanpa pengemudi yang tidak melibatkan setir dan alat mekanik lain
seperti pedal gas, kopling maupun rem kembali diperkenalkan Google sebagai salah
satu visi yang ingin mereka capai. Mobil tersebut dioperasikan di sekitar California
dekat kantor Google di Mountain View. Mobil tersebut bisa dipanggil dengan
menggunakan smartphone untuk menentukan lokasi penjemputan serta lokasi tujuan.
Semua kontrol manual dihilangkan dan hanya ada tombol start dan tombol
berhenti secara darurat yang berwarna merah. Di depan penumpang disematkan
sebuah layar kecil yang menunjukkan berbagai informasi seperti, kecepatan mobil,
cuaca, dan lain-lain. Setelah anda sampai di tujuan, layar kecil tersebut akan
menampilkan pesan yang akan mengingatkan penumpang untuk mengambil barang-
barang pribadi serta berbagai pesan yang lainnya layaknya seorang sopir.
Mobil-mobil sejenisnya mungkin saat ini sedang dikembangkan oleh berbagai
perusahaan elektronik seperti Samsung, Apple dan tentu saja perusahaan perusahaan
mobil. Namun, hanya Google yang saat ini sudah melakukan berbagai uji coba secara
nyata dan mempublikasikannya di YouTube. Untuk sementara, Google melakukan
pengembangan untuk prototipe mobil tersebut di daerah Detroit.
Mobil ini menggunakan tenaga listrik yang bisa berjalan hingga 100 mil
menggunakan berbagai kombinasi sensor dan software teknologi terbaru untuk
mencari sendiri kondisi lingkungan di sekitarnya yang dikombinasikan dengan
Google Maps dan GPS. Semua mobil dilengkapi dengan sistem navigasi satelit, radar,
laser, dan camera360 derajat.
Software yang disematkan pada mobil bisa mengenali berbagai jenis objek
mulai dari manusia, mobil, marka jalan, rambu-rambu, lampu lalu lintas, dan dapat
mengenali berbagai hal yang ada di jalan termasuk juga pengendara sepeda dan lain-
lain. Tidak hanya itu, mobil ini juga mampu mendeteksi pekerja jalan dan bisa
menavigasi dengan aman mobil tersebut tanpa menyebabkan kecelakaan. Pada
prototype terbaru, sensor yang disematkan pada Driverless Car mampu melihat ke
segala arah hingga jarak 180 meter.
Mobil prototype baru ini tentu saja lebih lengkap dibandingkan dengan beberapa
mobil yang telah di uji coba sebelumnya seperti Lexus maupun Toyota. Mobil
tersebut saat ini masih dibatasi kecepatan maksimalnya hanya sebesar 40 km/jam.
Body mobil sudah dimodifikasi dan dibuat seaman mungkin di bagian depan, bemper
mobil menggunakan busa, kemudian menggunakan kaca yang fleksibel agar aman
untuk pejalan kaki maupun pengguna sepeda apabila terjadi kecelakaan.
2.7 Pengembangan Mobil Otonom, Mobil Tanpa Supir
Pernah membayangkan mengendarai mobil namun tak perlu capek menyetir?
Perkembangan dunia otomotif memang tak pernah berhenti.Hampir semua produsen
kendaraan menciptakan inovasi baru, sehingga menjadikan persaingan semakin ketat.
Persaingan juga termasuk dalam pengembangan mobil otonom, dimana beberapa
produsen terlihat semakin serius mengembangkan mobil tanpa supir ini. Hal yang
sebelumnya hanya bisa Anda lihat di film, kini mulai menjadi kenyataan.
Beberapa negara di dunia pun berlomba mengembangkan dan menguji coba
mobil otonom. Pemerintah Inggris bahkan berani menginvestasikan 19 juta
poundsterling untuk mengembangkan teknologi tersebut. Selain di Inggris, dinas jalan
raya dan transportasi Dubai juga sudah memulai penelitian mengenai penggunaan
mobil otonom. Perusahaan mana saja yang telah mengembangkan mobil otonom?
Berikut ini terdapat beberapa produsen yang saat ini terlibat dalam pengembangan
mobil otonom :
1. Mobil Otonom Google

Mobil tanpa supir pertama adalah milik Google. Sekarang, perkembangan mobil
ini telah meningkat, melalui kemampuannya yang sudah melaju hingga sejauh 1
juta kilometer di jalanan raya Amerika Serikat. Peningkatan ini dinilai telah
melampaui para pesaingnya. Menurut informasi yang didapat dari Mobil123.com,
perencanaan mobil otonom Google kini semakin matang pasca merekrut sosok
berpengaruh di industri otomotif, yaitu John Krafcik, yang merupakan mantan
petinggi Ford dan CEO Hyundai Amerika. Peran Krafcik di industri otomotif
dinilai Google memberikan keuntungan tersendiri, terutama untuk proyek dalam
memasarkan mobil otonom dalam skala besar. Oleh karena itu, Google menunjuk
mantan CEO Hyundai ini untuk memimpin pengembangan mobil otonom tersebut.
Prototype mobil tanpa supir buatan Google ini dibangun di kota Livoina, Amerika
Serikat. Untuk kemampuannya sendiri, mobil ini memiliki fitur perintah suara,
GPS, pengendali navigasi, sensor gerakan dan tanggap pada lingkungan.
Sementara itu, proyeknya ini akan berada dalam naungan Google X dan
peluncurannya direncanakan pada tahun 2020.
2. Mobil Otonom Volvo
Selain Google, pabrikan mobil yang berbasis di Swedia, Volvo, juga dikabarkan
sedang mengembangkan mobil otonom. Mobil ini merupakan buah kerjasama
antara Volvo dan Nissan Motor Company. Mobil ini direncanakan masuk ke tahap
uji coba pada tahun 2017. Yang menarik, tahapan ini melibatkan konsumen secara
langsung, untuk merasakan sensasi menggunakan mobil tanpa supir. Lokasi
pengujiannya sendiri dilakukan di kawasan Gothenburg, Swedia, dan dilakukan
secara tertutup. Agar menciptakan mobil otonom yang sempurna, Volvo
merancang semua konsep dan teknologi yang akan disematkan secara matang.
Bahkan, Volvo pun tak segan melibatkan pemerintah Swedia dalam
perancangannya. Selain mobil otonom ini, Volvo juga menyiapkan mobil tanpa
supir dalam segmentasi SUV (Sport Utility Vehicle). Mobil ini dinamakan Volvo
XC90 dan di dalamnya terdapat spesifikasi seperti kamera berkemampuan untuk
menangkap informasi di jalanan, serta sensor radar.
3. Cadillac CTS

Perusahaan lain yang ikut mengembangkan mobil otonom adalah Cadillac, berasal
dari Amerika Serikat. Kabar mengenai pengembangan mobil tanpa supir tersebut
dilakukan saat ajang Intelligent Transport System World Congress yang diadakan
di Detroit. CEO Cadillac, Mary Barra, mengumumkan bahwa mobil otonom
bernama Cadillac CTS akan hadir pada tahun 2017 mendatang. Mobil ini dibekali
dengan teknologi Super Cruise yang memiliki kemampuan untuk menjalankan
mobil, mengontrol akselerasi, pengereman dan power steering. Akan tetapi,
pengemudi harus tetap dibalik kemudi agar teknologi Super Cruise dapat tetap
bekerja. Yang tidak kalah menarik, Cadillac CTS juga hadir dengan dukungan
teknologi vehicle-to-vehicle. Teknologi ini memungkinkan mobil dapat
berkomunikasi dengan mobil sejenis, membuat mobil dapat saling mengirimkan
informasi seperti kecepatan guna menghindari sebuah kecelakaan. Well,
perkembangan industri otomotif sudah seharusnya disambut positif oleh semua
orang, terlebih jika mobil tersebut mendatangkan banyak keuntungan dan
kemudahan.
2.8 Manfaat , Keuntungan dan Kekurangan Mobil Otonom
Manfaat dan keuntungan adanya teknologi baru yaitu mobil otonom ini adalah :
 Kecelakaan yang Lebih Sedikit: Karena semua mobil otonom akan memiliki
hubungan satu sama lain, dan karena mereka tidak akan lelah atau mudah
tersinggung, operasi mereka akan lebih dapat diandalkan daripada mengemudi
manusia. Selain itu, kendaraan ini akan memiliki waktu reaksi yang lebih baik
terhadap potensi benturan daripada manusia mana pun, yang berarti bahwa jumlah
kecelakaan di jalan akan berkurang secara drastis.
 Lesser Traffic Cops: Mobil penggerak sendiri akan mengikuti semua peraturan
lalu lintas, menavigasi jalan yang sibuk secara efisien, dan mengurangi kecelakaan.
Karena itu, kebutuhan polisi lalu lintas juga akan turun.
 Relaksasi untuk Penghuni Mobil: Mobil otonom akan mengambil alih sebagian
besar tugas yang harus dilakukan oleh pembalap manusia, termasuk navigasi dan
mengikuti undang-undang jalan, yang berarti orang hanya harus duduk di dalam
mobil dan bersantai, dan membiarkan kendaraan melakukan beristirahat.
 Penghapusan Masalah Parkir: Mobil-mobil ini akan dapat menurunkan
penumpang di lokasi manapun, dan bertindak sebagai pelayan dengan berkendara
ke tempat parkir terdekat yang tersedia.
 Tanpa bimbingan manusia. Ini juga akan bisa kembali dan menjemput
penumpang bila dibutuhkan. Tidak ada batasan dalam perjalanan: Saat ini, setiap
orang yang berusia, lelah, tidak berpengalaman, mabuk, atau cacat harus
bergantung pada orang lain karena membawa mereka dari satu tempat ke tempat
lain. Namun, dengan mobil tanpa sopir, ini tidak akan lagi menjadi masalah.
 Batas Kecepatan Tinggi: Penggerak terkomputerisasi akan sangat andal, yang
berarti dapat melaju lebih cepat dengan akurasi yang lebih tinggi. Hal ini dapat
menyebabkan peningkatan batas kecepatan sekarang.
 Pengurangan Kemacetan Lalu Lintas: Jika semua kendaraan di jalan otomatis,
mereka akan bekerja selaras satu sama lain, mengelola arus lalu lintas secara
efektif, dan mengurangi kesenjangan keselamatan.
Kekurangan dari adanya teknologi mobil otonom ini adalah:

 Pengangguran: Penggunaan mobil otonom akan mengurangi kebutuhan manusia


dalam beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan mengemudi seperti valets,
polisi lalu lintas, supir taksi, dan lain-lain. Semua orang ini harus ditemukan
peluang kerja alternatif, yang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Perusahaan asuransi mobil akan terpengaruh, karena keselamatan jalan akan
meningkat dengan margin yang sangat besar.
 Komplikasi Hukum: Dalam kasus yang jarang terjadi dimana sebuah mobil
otonom mengalami kecelakaan dengan kendaraan lain, sulit untuk memutuskan
siapa yang akan bertanggung jawab atas kerusakan dan luka-luka tersebut. Ini
buruk bagi pengemudi, produsen kendaraan, dan perusahaan asuransi.
 Ambiguitas dalam Etika: Komputer tidak bisa selalu membuat keputusan seperti
yang dilakukan manusia. Misalnya, jika anak berjalan di jalan kendaraan, komputer
mungkin tidak dapat memutuskan apakah akan menabrak anak tersebut atau
membelok, sehingga membahayakan kehidupan penumpang.
 Kondisi Pengganti Manual: Orang yang tidak berpengalaman atau cacat duduk di
mobil yang mengemudi sendiri mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan
dalam keadaan darurat dimana perangkat lunak komputer mengalami malfungsi,
dan dia perlu mengendalikan mobil secara manual untuk menghindari kecelakaan.
 Penggunaan Ilegal: Meski skenario langka, mobil-mobil ini bisa digunakan untuk
aktivitas ilegal, seperti mengangkut senjata api, bom, atau narkoba, sehingga
menjadi ancaman teroris potensial.
 Masalah Perangkat Lunak Komputer: Semua komputer, tidak peduli seberapa
canggihnya, rentan terhadap kesalahan, yang mungkin terjadi saat mobil bergerak,
membuat penumpang dalam bahaya besar. Penumpang juga bisa terancam jika
mobil tersebut diserang hacker.
 Tidak ada Privasi: Mobil otonom akan menggunakan banyak metode pelacakan,
mirip dengan GPS, untuk tujuan navigasi, dan untuk mempelajari wilayah
sekitarnya. Ini berarti seseorang selalu tahu di mana anda berada. Ini bisa menjadi
kerugian besar karena kurangnya privasi.
2.9 Tantangan Produksi dan Hukum untuk Kendaraan Autonomous
Google sangat berharap driverless car bisa diproduksi secara massal pada tahun
2020 dan mereka sedang mencoba menggaet beberapa mitra manufaktur seperti
Toyota, Fiat, dan lain-lain. Kemunculan mobil tanpa pengemudi tentu saja
menimbulkan rasa khawatir akan terjadinya kecelakaan sehingga memaksa beberapa
wilayah menerapkan undang-undang untuk mengizinkan mobil tanpa pengemudi
berada di jalan raya.
Pada bulan juli 2015 tercatat setidaknya 23 mobil tanpa pengemudi milik
Google terlibat dalam 14 kecelakaan lalu-lintas ringan di jalan umum. Google
mengklaim bahwa semua kasus kecelakaan tersebut bukan diakibatkan oleh mobil
Google, melainkan oleh pengendara mobil lain.
Peraturan yang membolehkan driverless car untuk berjalan di tempat umum
dikeluarkan oleh 4 negara bagian Amerika Serikat dan Washington DC. Nevada juga
mengeluarkan peraturan pada tahun 2011 tepatnya pada tanggal 29 Juni. Peraturan
tersebut berupa undang-undang mengenai pengoperasian mobil otonom. Dan
peraturan tersebut berlaku secara resmi mulai tanggal 1 Maret 2012.
Pada bulan tersebut, Nevada Departement Of Motor Vehicles secara resmi
mengeluarkan lisensi pertama untuk mobil tanpa pengemudi yaitu untuk Toyota Pirus.
Setelah Nevada, pemberian izin untuk kendaraan tanpa pengemudi juga berlaku di
Florida, California, dan Michigan pada tahun 2013.
Apa yang terjadi jika anda mengalami tabrakan menggunakan mobil
autonomous? Siapakah yang harus bertanggung jawab secara hukum? Pengemudi?
GPS? Produsen mobil? Google? Dan salah siapa itu? Sampai saat ini jawabannya
belum kita ketahui. Pengembangan mobil autonomous yang disertai dengan
ketidakpastian hukum, dapat mencegah perusahaanperusahaan berinvestasi dalam
pengembangan teknologi tersebut, meskipun besar kemungkinan penelitian ini dapat
mengurangi jumlah kematian dan kecelakan di jalan raya. Badan Legislatif Negara
harus didorong untuk mengembangkan kerangka hukum yang jelas supaya dapat
mendorong investasi dalam pengembangan kendaraan autonomous.
Saya tidak mengatakan bahwa saya memiliki jawaban atas hukum apa yang
terbaik, asalkan pemerintah dapat menciptakan hukum yang masuk akal dan tidak
menghalangi inovasi. Ketidakpastian hukum dapat menghambat inovasi dengan
mencegah investasi dari perusahaan akibat ketakutan akan kemungkinan hukum yang
harus ditanggungnya. Kita hanya bisa berharap bahwa hukum di kemudian hari dapat
mendorong pengembangan kendaraan autonomous lebih lanjut.
Besar harapan bahwa dengan adanya mobil autonomous, kecelakaan mobil
dapat berhenti menjadi berita rutin. Studi mengatakan bahwa hingga 90% dari
kecelakaan mobil disebabkan oleh kesalahan manusia. Untuk mewujudkan harapan
ini, hukum kendaraan kita harus diperbarui. Ini akan menjadi kontraproduktif dan
tragis apa bila hukum kendaraan bermotor, yang diciptakan untuk menyediakan jalan
umum yang aman dan tertib, justru malah menghalangi kemajuan teknologi yang
memungkinkan lalu lintas yang lebih aman di kemudian hari.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Sampai saat ini, penelitian mobil autonomous telah menunjukkan hasil yang
menjanjikan. Untuknya, diperlukan dukungan lebih dari pemerintah dan masyarakat
untuk dapat mengembangkannya lebih lanjut, terutama dari segi finansial dan hukum.
Berikut adalah beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh dari penelitian mobil
autonomous:
1. Navigasi turn-by-turn yang lebih baik (umumnya pada GPS, instruksi-instruksi
yang disampaikan selama perjalanan dinamakan Turn-by-Turn Navigation)
2. Informasi pemetaan real-time yang lebih baik. Contohnya lokasi penginapan,
restoran, pompa bensin, dan lain-lain.
3. Desain jalan yang lebih baik. Kamera pada mobil autonomous dapat membantu
memetakan jalan yang “membingungkan” agar dapat diperbaiki, supaya jalannya
menjadi lebih aman bagi kita semua. Kamera tersebut juga dapat membantu
memonitor kapan garis jalan harus dicat ulang.
4. Rambu-rambu lalu lintas yang baru. Kebanyakan algoritma-algoritma yang
digunakan untuk menavigasikan mobil agar dapat berjalan melintasi jalan raya
dengan selamat didasarkan pada pengamatan rambu-rambu lalu lintas. Penelitian
mobil autonomous memungkinkan kita untuk mengembangkan rambu-rambu lalu
lintas baru untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan teratur di kemudian
hari.
5. Infrastruktur yang baru. Setiap kali mobil jenis ini berjalan, mereka mengumpulkan
gigabyte bahkan sampai terabyte data. Bayangkan jutaan mobil mengirimkan data
sebesar itu secara terus menerus. Tentunya dibutuhkan pusat data yang baru, yang
lebih besar, dan mampu memfilter data-data tersebut secara cepat.
6. Interaksi baru antar manusia dengan komputer. Jika kita ingin membiarkan mobil
kita mengemudi sendiri setidaknya selama beberapa waktu, tentunya kita
memerlukan metode input baru, seperti input suara, sentuhan, dan gerakan.
Tentunya mereka juga perlu diuji melebihi 140.000 mil, jarak yang telah ditempuh
Google autonomous car.
3.2. Saran
 Jika teknologi driverless benar-benar menjadi kenyataan, maka akan dibutuhkan
analisis secara detail akan kesiapan seluruh fungsinya agar tak menyebabkan
kesalahan fatal saat dikendarai.
 Komputer memang diketahui mampu bereaksi lebih cepat dan lebih cerdas dari
otak manusia, tetapi komputer tetaplah barang elektronik yang bergantung pada
fungsi yang tepat untuk bekerja dengan baik. Jika ada sesuatu yang tidak beres dari
fungsinya, maka tak pelak itu dapat menyebabkan bencana bagi pengguna.
DAFTAR PUSTAKA

Markoff, John. “Google Cars Drive Themselves, in Traffic”. The New York Times 9 October
2011, Global Edition: B1-4
Markoff, John. “Google Lobbies Nevada to Allow Self-Driving Cars”. The New York Times
10 May 2011, Global Edition: B1-2 (2012) “How Google’s Self- Driving Car Works.” IEEE
Spectrum. [Online: Web Site]. Available: spectrum.ieee.org/automaton/robotics/
(2012) “Driverless car: Google awarded US patent for technology.” BBC News. [Online:
Web Site]. Available: www.bbc.co.uk/news/technology-16197664
https://mocicara.com/mobil-otonom-manfaat-cara-kerja-tanpa-sopir/
http://bangbiw.com/pengembangan-mobil-otonom-mobil-tanpa-supir/