Anda di halaman 1dari 5

Manfaat dan Pengaruh Pengelompokan, Pengelolaan Sampah

Cici Millenda
10-2016-080
F-6
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ukrida 2016
chensesechen@gmail.com
Fakultas Kedokteran Unoversitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat
No.Telp: (021)5694206

Abstrak
Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi,
atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi
dengan sendirinya. Sampah dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan zat kimia yang
terkandung di dalamnya yaitu organik dan non organik. Sampah dapat berasal dari
berbagai sumber dan pengelompokan sampah sangat penting untuk memudahkan
proses pendaur ulangannya. Sampah memiliki pengaruh buruk dan baik untuk sosial
dan lingkungan.
Kata kunci: sampah, organik, non organik.

Abstract
Trash is something that is not being used, not used, not liked, or something
that is disposed derived from human activities and does not happen by itself. Trash
can be divided into two based on chemical substances contained in it is organic and
non-organic. Trash can come from various sources and classification of garbage is
very important to facilitate the recycling process of repetition. Trash has a bad
influence and good for social and environmental.
Keywords: garbage, organic, non-organic.

Pendahuluan
Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi,
atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi
dengan sendirinya.1 Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam
yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat
dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan
dibuang kelingkungan.2
Ada dua jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah
organik adalah sampah atau limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup yang
terdapat di alam, seperti tumbuhan dan hewan, serta berbagai macam hasil olahannya
yang kemudian dibuang dan dapat terurai secara alami oleh bakteri tanpa perlu
tambahan bahan kimia didalam penguraiannya. Contoh dari sampah organik adalah
dedauanan dan ranting pohon, bangkai hewan, kotoran hewan atau manusia, sisa
pengelolahan makanan atau tanaman seperti sayuran.3 Sedangkan sampah anorganik
adalah sampah yang umumnya tidak dapat membusuk. Contohnya logam atau besi,
pecahan gelas, plastik dan sebagainya.4

Sumber Sampah
Sampah tidak terjadi dengan sendirinya, maka ada sumber dari sampah itu
sendiri. Sampah bisa berasal dari mana saja. Sampah dari rumah tangga yang
biasanya berupa sisa pengelolahan makanan, perlengkapan rumah tangga bekas,
kertas, kardus, gelas, kain dan lain-lain. Sampah dari pertanian yang tergolong
organik, seperti jerami dan sampah kimiawi seperti pestisida. Sampah dari
perdagangan biasanya berupa kardus, pembungkus, kertas dan bahan organik lainnya
seperti sisa makanan. Sampah dari perkantoran biasanya berupa alat-alat tulis, toner
foto copy, pita printer, kotak tinta printer, baterai dan bahan kimia lainnya. Sampah
dari industri berasal dari seluruh rangkaian produksi (bahan-bahan kimia serpihan
atau potongan bahan), perlakuan dan pengemasan produk seperti kertas, kayu dan
lain-lain. Sampah dari sisa bangunan dan konstruksi gedung seperti bayu, bamboo,
triplek, semen, pasir, spesi, batu bata, ubin, kaca dan lain-lain. Sampah yang berasal
dari jalan raya seperti kertas, kardus, debu, batu-batuan, sobekan ban, daun-daunan,
plastic dan sebagainya. Sampah yang berasal dari pertambangan tergantung dari jenis
pertambangan itu sendiri dan dapat berupa batu-batuan, tanah cadas, pasir dan sisa-
sisa pembakaran dan sebagainya. Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan
seperti kotoran ternak, sisa makanan, bangkai binatang dan sebagainya.5

Manfaat Pengelompokan Sampah


Sampah seperti botol plastik, kardus, karton, koran, besi, kayu dan lainnya
yang bisa dijual akan menguntungkan masyarakat setempat untuk memajukan fasilitas
daerah dari hasil uang tersebut. Sampah seperti sisa makanan, kotoran dan lainnya di
kumpulkan menjadi satu untuk memudahkan dan mempercepat proses pembusukan
tersebut dan di kelolah menjadi kompos yang berguna untuk pertumbuhan tanaman
masyarakat sekitar. Sampah yang tidak dapat di daur ulang seperti bekas obat nyamuk
bakar, pembalut, tisu di kumpulkan dan akan diangkut oleh petugas ke Tempat
Pembuangan Akir (TPA).6

Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Sampah


Kebutuhan pasar perumahan yang tinggi mengakibatkan rendahnya penilaian
manusia terhadap lingkungan dalam pembangunan perumahan yang mengakibatkan
pembangunan suatu perumahan kurang memperhatikan kondisi lingkungannya. Salah
satu contohnya adalah kurangnya lahan pembuangan sampah di daerah perumahan
yang menyebabkan warga perumahan tidak melakukan pengelolaan sampah secara
baik. Kapasitas penanganan sampah yang biasa dilakukan oleh pemerintah daerah
atau kota pada umumnya tidak mampu menyesuaikan laju produksi sampah. Sampah
perumahan diproduksi oleh rumahtangga yang merupakan penyumbang terbesar
limbah padat. Sektor perumahan menyumbang 58% dari 27.996 m3 produksi sampah
yang dihasilkan di DKI Jakarta. Sedangkan pengelolaan sampah di Indonesia pada
umumnya dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengangkut, membuang dan
memusnahkan sampah. Pengelolaan sampah yang masih relatif sederhana, belum
dapat menyelesaikan permasalahan sampah.7

Pengaruh Pengelolaan Sampah Terhadap Masyarakat dan Lingkungan


Pengaruh baik dari pengelolaan sampah terhadap masyarakat dan lingkungan
adalah sampah dapat dimanfaatkan untuk menimbun lahan semacam rawa-rawa dan
dataran rendah, untuk pupuk, untuk makan ternak setelah menjalin proses pengelolaan
yang telah ditentukan, pengelolaan sampah menyebabkan berkurangnya tempat untuk
berkembang biak serangga atau binatang pengerat, menurunkan insidensi kasus
penyakit menular yang erat hubungannya dengan sampah, keadaan estetika
lingkungan yang bersih menimbulkan kegairahan hidup masyarakat, keadaan
lingkungan yang baik mencerminkan kemajuan budaya masyarakat, keadaan
lingkungan yang baik akan menghemat pengeluaran dana kesehatan suatu negara
sehingga dana itu dapat digunakan untuk keperluan lain.
Pengaruh negatifnya terhadap kesehatan adalah pengelolaan sampah yang
kurang baik akan menjadikan sampah sebagai tempat perkembangbiakan vector
penyakit, insidensi penyakit demam berdarah dengue akan meningkat karena vector
penyakit hidup dan berkembang biak dalam sampah kaleng atau ban bekas yang berisi
air hujan, terjadinya kecelakaan akibat pembuangan sampah secara sembarangan,
gangguan psikosomatis seperti sesak napas, insomnia,stress dan lain-lain.
Pengaruh negatifnya terhadap lingkungan adalah estetika lingkungan menjadi
kurang sedap dipandang mata, proses pembusukan sampah oleh mikroorganisme akan
menghasilkan gas-gas tertentu yang menimbulkan bau busuk, pembakaran sampah
dapat menimbulkan pencemaran udara dan bahaya kebakaran yang lebih luas,
pembuangan sampah ke dalam saluran pembuangan air akan menyebabkan aliran air
terganggu dan saluran air menjadi dangkal, apalbila musim hujan datang, sampah
yang menumpuk dapat menyebabkan banjir dan mengakibatkan pencemaran pada
sumber air permukaan atau sumur dangkal, air banjir dapat mengakibatkan kerusakan
pada fasilitas masyarakat seperti jalan, jembatan atau saluran air.
Pengaruh negatinya terhadap sosial ekonomi dan budaya masyarakat adalah
pengelolaan sampah yang kurang baik mencerminkan keadaan sosial budaya
masyarakat setempat, keadaan lingkungan yang kurang baik dan jorok, akan
menurunkan minat dan hasrat orang lain (turis) untuk datang berkunjung ke daerah
tersebut, dapat menyebabkan terjadinya perselisihan antara penduduk setempat dan
pihak pengelola, angka kasus kesakitan meningkat dan mengurangi hari kerja sehigga
produktivitas masyarakat menurun, kegiatan perbaikan lingkungan yang rusak
memerlukan dana yang besar sehingga dana untuk sektor lain berkurang, penurunan
pemasukan daerah (devisa) akibat penurunan jumlah wisatawan yang diikuti dengan
penurunan penghasilan masyarakat setempat, penurunan mutu dan sumber daya alam
sehingga mutu produksi menurun dan tidak memiliki nilai ekonimis, penumpukan
sampah di pinggir jalan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang dapat menghambar
kegiatan transportasi barang dan jasa.1

Daftar Pustaka
1. Chandra B. Sampah Padat. Pengantar kesehatan lingkungan. Indonesia:
Jakarta; 2007. p. 111-23
2. Riadi M. Pengertian, jenis dan dampak sampah. [Internet] 2015 [Diakses: 5
Desember 2016]. Tersedia di:
http://www.kajianpustaka.com/2015/02/pengertian-jenis-dan-dampak-
sampah.html
3. Dwi G. Pengertian sampah organik dan anorganik beserta contohnya.
[Internet] 15 Februari 2016 [Diakses: 5 Desember 2016]. Tersedia di:
http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-sampah-organik-dan-
anorganik-beserta-contohnya/
4. Hasan W. Bab II pengertian sampah menurut definisi WHO. [Internet] 2012
[Diakses: 5 Desember 2016]. Tersedia di:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30773/4/Chapter%20II.pdf
5. Ahadi. Sumber-sumber sampah. [Internet] 3 Juni 2011 [Diakses: 5 Desember
2016]. Tersedia di: http://www.ilmusipil.com/sumber-sumber-sampah
6. Setiawan B. Pengelompokan limbah berdasarkan betuk atau wujudnya.
[Internet] 2 Desember 2014 [Diakses: 5 Desember 2016]. Tersedia di:
http://ilmulingkungan.com/pengelompokan-limbah-berdasarkan-bentuk-atau-
wujudnya/
7. Cahyadi. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah.
[Internet] 2009 [Diakses: 5 Desember 2016]. Tersedia di:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/12637