Anda di halaman 1dari 5

Strain DOC yang dipelihara di Farm Malang adalah Strain Ross 308 yang berasal dari Jombang

(GPS) dengan mobil chick fan


Tujuan dari pemeliharaan DOC adalah menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat bagi
ayam untuk menunjang pertumbuhan secara optimal.
Adapun kunci sukses dari DOC
1. BW  berat DOC dalam waktu 7 hari harus 4x lipat dari berat pada saat datang
2. Uniformity/ keseragaman harus bagus
3. Deplesi/ mortality harus kecil
4 Kondisi ayam sehat dan bagus
Untuk mencapai tujuan tersebut maka didukung oleh hal-hal sebagai berikut:
Persiapan induk buatan
a. Baby chick feeder : tempat makan DOC dengan kapasitas 50 ekor. Baby chick feeder memiliki
kelebihan higienis dan praktis daripada feeder tray karena tidak mudah kotor. Pada usia 5
minggu ayam makan lewat chain feeder
b. Baby chick drinker : tempat minum DOC yang mampu menampung 2-3 L, dengan kapasitas
50-70 ekor. Baby chick drinker diletakkan diantara baby chick feeder. Air minum direbus dalam
suhu sampai 100 derajat C, yang diberikan pada DOC minimal 5 hari (selama 5-7 hari). Umur 5
hari DOC dilatih minum dengan neeple. Kenapa? Karena dalam usia 5 hari medikasi seperti
antibiotik, vitamin harus masuk
c. Termometer : untuk mengukur suhu di brooder. Kontrol suhu tiap 2 jam sekali. Termometer
diletakkan menjahui pemanas agar dapat mewakili suhu minimum yang tercover pemanas.
Diharapkan suhu di brooder plus minus 31-33 derajat C
d. Sekam : saat DOC datang diberikan sekam 150 sak per pen/ 1500 sak per kandang. Sebelum
masuk kandang sekam difumigasi/ diinjek dengan formalin murni
e. Alas DOC : bisa gunakan koran/ kertas merang agar DOC tidak langsung menyentuh sekam.
Alas DOC dapat dilepas setelah vaksinasi hari pertama (Vaksin Coccidiosis) spray bulu
f. Pemanas: bisa dengan gasolex atau infrakonik. Di SUJA dengan menggunakan Infrakonik.
Kapasitas 1000 ekor dan terdapat sensor otomatis, ketinggian infrakonik 1,8-2 m dari brooder
agar dapat mengcover lebih banyak ayam. Letak infrakonik pada kandang close house adalah 1/3
dari depan.
g. Plastik cor (chick guard/ brooder guard).sebagai pengganti seng, plastic cor dilepas setelah 16
hari, tinggi 40-50 cm.
Contoh skema penempatan baby chick feeder, drinker, dan infrakonik:
Pada skema terlihat lebar brooder 3 m dan panjang 6 m, jadi luas brooder adalah 18 m2 . Brooder
1 m2 untuk kapasitas 50-70 ekor DOC. Sehingga densitas dalam brooder adalah 900 ekor.
infrakonik terletak di 1/3 dari depan. Baby chick feeder untuk kapasitas 50 ekor, sehingga dalam
brooder dibutuhkan sebanyak 18 baby chick feeder. Begitu pula dengan baby chick drinker. Di
dalam brooder, pakan diberikan secara ad libitum.
Tahapan penerimaan DOC:
1. Persiapan DOC datang: disiapkan alat-alat seperti brooder, baby chick feeder, baby chick
drinker, thermometer, sekam, alas DOC, infrakonik, plastik cor.
2. Kedatangan DOC : truk dari luar hanya sampai pos satpam, lalu dipindahkan ke truk dari
farm.
3. Spray desinfeksi box DOC dengan D4
4. Penimbangan box DOC merupakan grading pertama kali yang nantinya akan menentukan
distribusi DOC
5. Distribusi DOC : distribusi berdasarkan berat dan jenis kelamin. DOC dipelihara di pen 3-9.
Pen 3-8 untuk DOC betina. Pen 9 untuk DOC jantan. Pada usia 3 minggu DOC jantan ditaruh di
pen 9 dan 10.
DOC yang dihasilkan dari indukan umur 25-35 minggu : Bibit Muda
DOC yang dihasilkan dari indukan umur 36-55 minggu : Premium
DOC yang dihasilkan dari indukan umur 56-65 minggu : Old
a. Celup paruh: celup dengan air gula 0,2% atau air kelapa dengan tujuan untuk
mengurangi dehidrasi saat perjalanan
b. Hitung ulang : untuk memastikan jumlah akurat dari DOC
c. Seleksi DOC: memilih DOC yang siap dipelihara bertujuan untuk menekan deplesi di
awal-awal minggu. Seleksi dilakukan pada hari pertama DOC datang
d. Timbang DOC per brooder: bertujuan untuk mengetahui berat awal. Timbang dengan
sampling 5-7% dari populasi per brooder.
Fase Brooding
Umur : 0-5 minggu
Jadwal Vaksinasi (lihat tabel)
Pakan yang diberikan BBS (Broiler Breeder Starter). Hari pertama pakan ditabur di
seluruh permukaan alas. Tujuannya agar ayam dapat makan dimanapun mereka berada
sehingga target BW dapat meningkat 4x lipat dalam 1 minggu. Minum air masak direbus
sampai 100 derajat C selama minimal 5 hari.
Pelebaran brooder : brooder dapat dilebarkan sesuai density. Jumlah baby chick feeder dan
drinker menyesuaikan. Saat pelebaran sekam lama dan sekam baru dicampur agar jumlah oosit
terdistribusi dengan baik.
Debeaking : dilakukan pada hari 4, 5, atau 6 (sebelum umur 1 minggu) pada DOC jantan dan
betina. Dilakukan pada pagi/sore hari untuk mengurangi stress pada DOC. Posisi paruh bawah
harus kepotong lebih panjang. Paruh bawah lebih cepat tumbuh. Tujuan dari potong paruh untuk
mengurangi kanibalisme dan meningkatkan efisiensi ransum. Keuntungan debeaking pada usia
muda: DoC lebih mudah dipegang, mengurangi pendarahan, mengurangi stress
Balik sekam: dilakukan tiap hari dengan kaki telanjang
Penimbangan: dilakukan kontrol umur 3 hari
grading ayam dilakukan rutin melihat kondisi dari ayam.
Medikasi:
Vitamin untuk kekebalan tubuh dan antibiotik untuk mencegah infeksi/ mengontrol bakteri.

Kapur: untuk menghindari penyebaran cacing


Sepatu dalam harus ada di dalam kandang, dan sepatu luar ditaruh diluar kandang. Bertujuan
untuk memutus rantai
Perendaman nest  slide masa prelaying
Agita tidak boleh langsung terkena ayam  racun (tidak disarankan) biasanya dengan mefisto
Obat lalat sifat residual dan sifat nya seperti agita , sifat racun (Mefisto)
1 exhaust membutuhkan 3, 5 m
Sistem kerja exahaust fan  berdasarkan umur, jumlah populasi ayam, produksi amoniak,
Umur 5 minggu  jalan 3 loop? Feeder space (berat, jumlah populasi)
Prinsip feeder space? Jalan 2 loop  BW masih kecil
Formalin yang digunakan untuk sterilisasi kandang? Berapa banyak? Vetancid
Formalin 10%
0,2% maksimal deplesi perminggu
Umur pengenalan track feeder adalah 8 hari
Fungsi alas sekam untuk pakan yang disebar tidak tercampur dengan sekam
Tinggi plastic cor 1,8 meter dan diturunkan bertahap (kondisional dengan daerah tersebut)
Suhu brooder diturunkan bertahap seiring pertumbuhan umur DOC untuk kebutuhan ayam tsb
Pemrataan DOC berdasarkan density
Seleksi DOC: biasanya yang ditolak adanya omphalitis, dehidrasi
0,2-0,5% air gula, terlalu pekat tidak bagus karena dapat menarik cairan dalam tubuh
5 hari pertama dikasih antibiotik untuk menekan infeksi bakteri karena umur awal2 rentan
terkena infeksi bakteri. Dipilih golongan kuinolon karena bekerja di pernapasan
Uniformity perpen. Bukan perkandang.
Diharapkan tidak ada cup nipple.
Keuntungan, air tidak langsung jatuh
Kerugian, gampang tersebar penyakit
5-10% sampling untuk mengetahui BW mingguan
Cara grading: BW actual ± 10%

Fleshing  Laying  antara V dan U. Kalo W  ayam mendekati afkir


Fleshing biasanya dengan skoring (Skor 1, 2, 3 , dan 4).
Teknik pelaksanaan mixing?
Mixing bisa bertahap  1 : 6, 1 :10
Jantan : Betina = 1 : 10 (tidak baku)
Mixing  (jantan) jengger belum panjang  pemberian pakan? Diberikan bambu, sistem nitip
pakan (pakan jantan dititipkan ke pakan betina)
Pengecekan telur di farm 
Pakan Laying  BBM (jantan), BP3, BP3S, BP4 (betina)
Pada periode laying balik sekam ditolerir 2 kali sehari.
Sperma nest bias bertahan 21 hari, aktivitasnya hanya 1 minggu
Dosis fumigasi berdasarkan pada : volume.
Single dose 20 gram PK dalam 2,83 meter kubik (konstanta)
PK setengahnya formalin
Coccidiostat : membunuh
Teknik pemberian Amprol: henya membunuh pada fase-fase tertentu, sehingga pemberian secara
berulang
Toltrazuril: membuhuh semua fase Eimeria
EM4 : membantu penguraian