Anda di halaman 1dari 6

Nama

No Nama Obat Mekanisme Kerja Indikasi Dosis Kontraindikasi Efek Samping Interaksi
Generik
1 Rifampisin Rifampin Rifampicin secara - Tuberkulosis Dosis (dosis oral Hipersensitivitas Reaksi  Kontraindikasi
struktural dan - Infeksi dan intravena sama) terhadap hipersensitivitas 1. Atazanavir
farmakologis mirip tuberculosis laten rifampisin atau yang ditandai 2. Cariprazine
dengan rifampicins - Infeksi bartonella Pasien bayi dan rifamycins dengan sindrom 3. Etravirine
lainnya (rifabutin, - Ehrlichiosis dan anak lainnya mirip fluyang 4. Nelfinavir
rifapentine). Anaplasmosis Anak-anak (rifabutin, disertai demam,
Rifampisin bekerja - Infeksi berumur ≥ 1 bulan: rifapentine). menggigil, dan  Serius
secara bakterisida mycobacterium 10-20 mg/kg kadang-kadang 1. Alprazolam
dan menekan kansasii dan setiap hari yang (AHFS Drugs disertai sakit 2. Amiodaron
pembentukan rantai infeksi diberikan dalam 1 Information kepala, pusing, 3. Atorvastatin
untuk sintesis RNA mycobacteri atau 2 dosis Essentials, dan nyeri tulang. 4. Budesonide
dengan cara lainnya. terbagi untuk November Edema pada 5. Karbamazepin
menghambat RNA infeksi ringan 2011) wajah dan 6. Klopidogrel
polimerase yang (AHFS Drugs sampai sedang, ekstremitas, Terjadi
berikatan pada Information atau 20 mg/kg penurunan peningkatan
DNA. Essentials, setiap hari dalam 2 tekanan darah, metabolisme
Rifampisin November 2011) dosis terbagi untuk syok, atau sehingga
memiliki spektrum infeksi berat. dyspnea (kadang menurunkan efek
luas yang disertai dengan antikoagulan.
mempengaruhi Pengobatan mengi). 7. Kolkisin
beberapa bakteri Tuberkulosis Aktif 8. Siklosporin
gram positif dan Oral: Anak-anak Efek GI (mulas, 9. Diazepam
negatif, misalnya <15 tahun atau berat gatal epigastrik, Terjadi
Mycobacterium. ≤40 kg: 10-20 mual, muntah, peningkatan
. mg/kg (sampai 600 anoreksia, kram metabolisme
(AHFS Drugs mg) setiap hari. perut, perut diazepam
Information kembung, diare). 10. Duloxetine
Essentials, Remaja ≥15 tahun: 11. Eritromisin
November 2011) 10 mg / kg (sampai (AHFS Drugs 12. Isoniazid
600 mg) setiap hari. Information Menigkatkan
Intravena/IV: 10-20 Essentials, resiko
mg / kg (sampai 600 November hepatotoksik
mg) setiap hari. 2011) 13. Lovastatin
14. Sildenafil
Infeksi 15. Teofilin
Tuberkulosis Laten 16. Warfarin
(LTBI) Terjadi
Oral: 10-20 mg / kg peningkatan
(sampai 600 mg) metabolisme
sekali sehari selama warfarin sehingga
4-6 bulan. menurunkan efek
antikoagulan.
Brucellosis
Oral: 15-20 mg / kg  Moderate
i(sampai 600-900 1. Amikasin
mg) setiap hari, 2. Amitriptilin
diberikan bersamaan 3. Amlodipin
dengan anti-infeksi Potensi
lainnya. peningkatan
metabolisme CCB.
Ehrlichiosis dan Konsentrasi
Anaplasmosis plasma amlodipin
Oral: 10 mg / kg menurun; sehingga
(sampai 300 mg) terjadi penurunan
dua kali sehari efek terapeutik
selama 7-10 hari. dari amlodipine.
4. Azitromisin
5. Carvedilol
Mycobacterium 6. Klaritromisin
kansasii dan 7. Digoxin
Infeksi 8. Dutasterid
mycobacterial 9. Esomeprazole
lainnya 10. Gentamisin
Pengobatan Infeksi 11. Losartan
paru yang 12. Nifedipine
disebabkan oleh M. 13. Omeprazole
kansasii 14. Ondansentron
Oral: 10 mg / kg 15. Pantoprazole
(sampai 600 mg) 16. Propranolol
setiap hari 17. Valsartan
dikombinasikan
dengan etambutol
(15 mg / kg sekali  Minor
sehari), isoniazid (5 1. Acetaminophen
mg / kg [sampai 300 2. Ampisilin
mg] setiap hari), dan 3. Bisoprolol
piridoksin (50 mg 4. Kafein
per hari) 5. Celecoxib
direkomendasikan 6. Simetidin
oleh ATS dan IDSA. 7. Fosinopril
8. Lisinopril
9. Rabeprazole
Batasan DM
Peresepan (Sumber:
Pasien Pediatrik medscape.com)
Tuberkulosis
-TB Aktif
Oral atau IV:
Maksimum 600 mg
per dosis dalam
rejimen mingguan,
sekali sehari, 2 atau
3 kali seminggu.

-Infeksi
Tuberkulosis Laten
(LTBI)
Oral atau IV:
Maksimum 600 mg
per dosis dalam
rejimen sekali sehari
atau dua kali
seminggu.

-Brucellosis
Oral: Maksimum
600-900 mg per
hari.

-Ehrlichiosis dan
Anaplasmosis
> Anaplasmosis
ringan
Oral: Maksimum
300 mg dua kali
sehari.

-Pencegahan
Infeksi Tipe
Haemophilus
influenzae Tipe B
Oral: Maksimum
600 mg sekali
sehari.

Pasien Dewasa
Tuberkulosis
-TB Aktif
Oral atau IV:
Maksimum 600 mg
per dosis dalam
rejimen mingguan
sekali sehari atau 2
dan 3 kali seminggu.
-Infeksi
Tuberkulosis Laten
(LTBI)
Maksimum 600 mg
sekali sehari.

-Brucellosis
Oral: Maksimum
600-900 mg perhari.

-Infeksi
Mycobacterium
avium Complex
(MAC)
Oral: Maksimum
600 mg sekali
sehari.

-Mycobacterium
kansasii dan
Infeksi
Mycobacterial
lainnya
Oral: Maksimal 600
mg sehari.

(AHFS Drugs
Information
Essentials,
November 2011)

Daftar Pustaka: AHFS Drugs Information Essentials, November 2011.


Medscape.com