Anda di halaman 1dari 15

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN

 Suklis Persediaan dan pergudangan memiliki hubungan erat dengan siklus transaksi lainnya,
sehingga audit atas siklus persediaan dan pergudangan merupakan bagian yang kompleks.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi kompleksitas audit persediaan karena a) persediaan sering kali
merupakan akun terbesar dalam neraca, b) persediaan sering kali berada pada lokasi yang berbeda
yang membuat penghitungan fisik dan pengendalian menjadi sulit, c) sering kali sulit bagi auditor
mengamati dan menilai item persediaan, d) penilaian persediaan juga sulit apabila estimasi
keusangan persediaan merupakan hal yang penting dan apabila biaya manufaktur harus
dialokasikan ke persediaan, e) terdapat beberapa metode penilaian persediaan dan beberapa
organisasi mungkin ingin menggunakan metode penialaian yang berbeda untuk berbagai
persediaan.
A. FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS SERTA DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT
Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap sebagai terdiri dari dua sistem yang terpisah
tapi tetap berkaitan erat, yang melibatkan arus fisik barang dana lainnya dengan biaya terkait.
Enam fungsi yang akan membentuk siklus persediaan dan pergudangan antara lain:
1. Memproses pesanan pembelian
Diperlukan pengendalian yang memadai, formulir permintaan pembelian atau yang telah
terotomatisasi dengan komputer pada tingkat tertentu.
2. Menerima bahan baku
Inspeksi atas permintaan bahan baku dan pembuatan laporan, salinan dokumen pengiriman yang
diserahkan kepada setiap bagian terkait. Pengendalian dan akuntanbilitas merupakan hal yang
penting untuk semua transfer tersebut.
3. Menyimpan bahan baku
Penyerahan permintaan bahan baku harus otorisasi secara layak untuk memastikan keakuran
transfer biaya antar akun persediaan pada neraca. Dokumen permintaan digunakan untuk
memperbaharui file induk persediaan dan mentransfer kea kun persediaan barang dlam proses.
4. Memproses barang
Memproses persediaan sangat bervariasi tiap perusahaan. Transfer Sistem akuntansi biaya yang
memadai merupakan bagian penting pada perusahaan manufaktur. Terdapat dua sistem biaya yaitu
sistem biaya pekerjaan dan sistem biaya proses.
5. Menyimpan barang jadi
Perusahaan dengan pengendalian internal baik, barang jadi disimpan dibawah pengendalian fisik
yang terspisah disuatu area dengan akses terbatas.
6. Mengirimkan barang jadi
Pengiriman barang jadi harus diotorisasi oleh dokumen pengiriman yang disetujui secara layak.
7. File induk persediaan perpetual
File induk persediaan perpetual umumnya mencantumkan informasi tentang unit persediaan yang
diakuisisi, dijual, dan yang ada di tangan. Pada prinsipnya sama seperti perpetual bahan baku
tetapu dianggao lebih komples jika biaya dimasukkan bersama dengan unit.

B. BAGIAN AUDIT PERSEDIAAN


 Tujuan audit dari siklus persediaan dan pergudangan adalah untuk menyediakan kepastian bahwa
laporan keuangan memperhitungkan secara wajar atas persediaan bahan baku, barang dalam
proses, barang jadi dan harga pokok penjualan.
 Audit siklus persediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi lima aktivitas yang berbeda dalam
siklus, yaitu:
1. Mengakuisisi dan mencatat bahan baku, tenaga kerja dan overhead.
 Terdapat 3 fungsi utama audit dalam aktivitas ini, mencakup proses pemesanan pembelian,
penerimaan bahan baku dan penyimpanan bahan baku.
 Auditor harus memahami pengendalian internal terkait 3 fungsi tersebut. Kemudian melakukan
pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi baik dalam siklus akuisisi dan
pembayaran serta siklus penggajian dan personalia, yang keseluruhan harus memenuhi tujuan
audit bahwa semua telah dilakukan secara efektif dan dinyatakan secara benar.
2. Mentrasfer secara internal aset dan biaya
Hal ini terkait dengan memproses barang dan menyimpan barang jadi. Klien memperhitungkannya
dalam catatan akuntansi biaya yang independen dan diuji sebagai bagian dari audit siklus
persediaan dan pergudangan.
3. Mengirimkan barang dan mencatatat pendapatan secra biaya
Auditor harus memahami dan menguji pengendalian internal terhadap pencatatan dan pengiriman
sebagai bagian dari siklus audit tersebut.
4. Mengamati persediaan secara fisik
Pemeriksaan fisik merupakan salah satu bukti audit yang penting. Auditor harus mengamati klien
yang melakukan perhitungan fisik untuk menentukan persediaan yang tercatat benar ada pada
tanggal neraca dan telah dihitung secara benar.
5. Menetapkan harga dan mengkompilasi persediaan.
 pengujian biaya yang digunakan untuk menilai persediaan harus di uji untuk menentukan klien
telah mengikuti secara benar metode persediaan dan sesuai dengan PABU, hal ini merupakan
prosedur audit yang disebut pengujian harga
 pengujian kompilasi perlu dilakukan auditor untuk memverifikasi penghitungan telah di
ikhtisarkan secara benar dan telah di footing secara benar pada saldo persediaan buku besar umum
yang sama.

C. AUDIT AKUNTANSI BIAYA


Audit akuntansi biaya dimulai dari transfer internal bahan baku hingga persediaan barang jadi,
namun penting juga untuk mengetahui sistem dan pengendalian yang berhubungan dengan transfer
biaya persediaan yang diperhitungkan dalam catatan akuntansi biaya.
1. Pengendalian akuntansi biaya, dibagi menjadi dua kategori secara luas yaitu:
a. Pengendalian fisik (bahan baku, barangay dalam proses dan barang jadi): untuk mencegah
kerugian akibat penyalahgunaan dan pencuarian. Perusahaan dapat melakukan pemisahan tugas
dan membatasi akses ke area penyimpanan. Menggunakan dokumen yang dipranomori untuk
mengotorisasi pergerakan persediaan. Permintaan persediaan harus berdasarkan otorisasi yang
layak
b. Pengendalian terhadap biaya terkait: bermanfaat karena menyediakan catatan persediaan yang ada
di tangan, menyediakan penggunaan bahan baku dan penjualan untuk mereviuw item using atau
bergerak lambat, menyediakan catatan untuk mempertanggungjawabkan apabila ditemukan selisih
antara penghitungan fisik dan jumlah tersaji.
2. Pengujian akuntansi biaya, terdapat 4 aspek yang sangat diperhatikan auditor terkait:
a. Pengendalian fisik terhadap persediaan: auditor melakukan pengendalian fisik dengan memeriksa
area penyimpanan, meminta custodium persediaan menjelaskan tugasnya. Jika pengendalian fisik
sangat tidak memadai auditoe harus memperluas observasi pengujian persediaan fisik.
b. Dokumen dan catatan untuk mentransfer persediaan: auditor tertuju untuk memverifikasi transfer
persediaan dengan harus memahami pengendalian internal klien, melaksanakan pengujian
pengendalian atau pengujian substantive atas transaksi untuk menguji tujuan audit.
c. File induk persediaan perpetual: relibilitas file induk persediaan perpetual memepengaruhi
penetapan waktu dan lingkup pemeriksaan fisik persediaan oleh auditor
d. Catatan biaya per unit: keakuratan catatan sangatlah penting untuk menyatakan secara wajar
persediaan. Auditor harus memahami pengendalian internal dalam sistem akuntansi biaya,
melakukan verifikasi internal. Auditor harus merancang pengujian yang sesuai untuk mengurangi
pengujian substanstif.

D. PROSEDUR ANALITIS
Prosedur analitis merupakan hal yang penting karena memungkinkan menunjukkan salah saji
ketika terjadi fluktuasi, selain itu auditor seringkali menggunakan informasi nonkeuangan untuk
menilai kelayakan saldo.

E. OBSERVASI FISIK PERSEDIAAN


 Memahami industri dan bisnis klien merupakan hal yang lebih penting bagi persediaan dari pada
besarnya bidang audit lainnya. Pertama auditor harus menilai risiko bisnis klien dengan memahami
kondisi sifat bisnis, pengaruh industri klien terhadap perusahaam. Kemuadian auditor harus
memutuskan salah saji yang dapat ditoleransi dan risiko inhern (auditor sering menilai perusahaan
dengan risiko inhern tinggi untuk perusahaan yang memiliki persediaan signifikan, tergantung
pada situasinya).
 Saat ini auditor harus menerima efektifitas metode penghitungan klien, untuk memenuhi
persyaratan itu auditor harus hadir saat klien melakukan penghitungan fisik, mengamati prosedur
penghitungan klien, mengajukan pertanyaan mengenai prosedur penghitungannya, melakukan
pengujian atas penghitungan fisik independen. Titik yang paling penting adalah terdapatnya
pemisahan tugas.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatiakan dalam observasi fisik yaitu:
1. Pengendalian terhadap penghitungan fisik: auditor harus memahami pengendalian atas
penghitungan fisik klien sebelum penghitungan persediaan dimulai.
2. Keputusan audit: yang meliputi prosedur audit, prosedur penetapan waktu (penghitungan fisik
interm atau pada akhir tahun), menetapkan ukuran sampel (didasarkan pada pengendalian internal)
dan memilih item yang akan di uji (mengamati penghitungan item yang signifikan dan sampel
representative, menyelidiki item yang mungkin using atau rusak dan membahas dengan
manajemen mengenai mengeluarkan item yang material).
3. Pengujian observasi fisik: bagian terpenting adalah menentukan apakah penghitungan fisik telah
dilakukan sesuai dengan instruksi klien, sehingga auditor harus hadir ketika perhitungan fisik
dilakukan. Sebagai bagian dari prosedur analitis setelah klien selesai melakukan penghitungan,
auditor dapat membandingkan persediaan bersaldo tinggi dengan penghitungan pada tahun
sebelumnya serta file induk persediaan sebagai pengujian kelayakan.

F. AUDIT PENETAPAN HARGA DAN KOMPILASI


 Pengujian harga persediaan mencakup semua pengujian atas harga perunit klien untuk
menentukan semua sudah benar. Sedangkan pengujian kompilsi persediaan mencakup menguji
ikhtisar penghitungan persediaan klien, menghitng kembali harga dikalikan dengan kuantitas,
memfooting ikhtisar persediaan dan menelusuri total ke buku besar umum. Terdapat hal perlu
diperhatikan antara lain
1. Pengendalian penetapan harga kompilasi: pengendalian internal yang memadai bahwa klien
menggunakan biaya yang masuk akal untuk menilai persediaan sangat penting. Pengendalian
internal yang paling penting bagi biaya per unit yang akurat adalah verifikasi internal oleh orang
independen dan berkompeten yang mengandalkan dokumen dan catatan memadai untuk
digunakan melakukan penghitungan fisik.
2. Prosedur penetapan harga kompilasi: menggunakan daftar tujuan audit dan pengujian terkait untuk
penetapan harga serta kompilasi, kecuali pisah batas karena dilakukan pada bagian penjualan.
3. Penilaian persediaan: terdapat 3 permasalahan yang dihadapai dalam penilaian persediaan yaitu
metode yang digunakan harus sesuai dengan PABU, penerapan metode harus konsisten dari tahun
ke tahun, biaya persediaan versus nilai pasar harus dipertimbangkan. Metode untuk memverifikasi
penetapan harga persediaan tergantung pada hal berikut:
a. Penetapan harga persediaan yang dibeli: auditor harus menetapkan metode penilaian persediaan
yang digunakan perusahaan, auditor harus focus pada nilai uang yang lebih besar pada produk
yang harganya berfluktuasi dan menguji sampel representative.
b. Penetapan harga persediaan yang dibuat: audit ini lebih kompleks. Dalam menetapkan harga bahan
baku auditor harus mempertimbangakan biaya perunit dan jumlah bahan baku untuk menghasilkan
output, dari memeriksa spesifikasi rekayasa, memeriksa barang jadi dan menemukan metode yang
serupa. Menguji tenaga kerja langsung auditor memverifikasi biaya per jam dan jumlah jam yang
diperlukan untuk membuat output dari spesifikasi rekayasa atau sumber serupa. Menguji overhead
manufaktur auditor harus mengevaluasi metode yang digunakan klien menyangkut konsistensi dan
kelayakan
c. Harga pokok atau harga pasar: auditor harus menetapkan biaya pengganti atau nilai realisasi bersih
yang terendah dari biaya historis, mempertimbangkan nilai penjualan item persediaandan dampak
dari fluktuasi harga yang cepat untuk menentukan nilai realisasi bersih, mempertimbangankan
kemungkinan keuasangan ketika melakukan evaluasi.

G. INTEGRASI PENGUJIAN
Terdapat serangkaian pengujian yang terintegrasi atas siklus persediaan dan pergudangan:
1. Pengujian siklus akuisisi dan pembayaran: terkait auditor memperoleh bukti keakuratan bahan
baku dan semua biaya manufaktur kecuali tenaga kerja, biaya akusisi yang secara langsung
mengalir ke harga pokok penjualan (bagian terbesar dari persediaan akhir bahan baku).
2. Pengujian siklus penggajian dan personalia: auditor memperoleh bukti terkait biaya tenaga kerja
langsung dan tenaga kerja tidak langsung.
3. Pengujian siklus penjualan dan penagihan: auditor dapat melakukan pengujian audit terkait
penyimpanan barang jadi serta pengiriman dan pencatatan pada jurnal.
4. Pengujian akuntansi biaya: sebagai sara untuk memverifikasi pengendalian yang mempengaruhi
persediaan, antara lain pengendalian fisik, transfer biaya persediaan hingga ke barang jadi, file
induk persediaan perpetual dan catatan biaya per unit.

5. Persediaan fisik, penetapan harga dan kompilasi:


 Dalam menguji persediaan fisik: auditor dapat mengamati dan menguji perhitungan fisik pada
waktu selain akhir tahun dan mengandalkan file perpetual untuk menyimpan catatan kuantitas
yang memadai.
 Dalam menguji biaya per unit / penetapan harga: auditor dapat menggunakan catatan biaya
standaruntuk melakukan perbandingan dengan biaya perunit, jika biaya standar digunakan untuk
menyajikan biaya historis, biaya itu harus diuji reliabilitasnya.
 Menguji pengendalian, pengujian substantif atas transaksi serta saldo persediaan, dan
mengintegrasikan pengujian yang berhubungan dengan tujuan audit berkait saldo dengan
pengujian yang dilaksanakan untuk memenuhi empat tujuan penyajian dan pengungkapan: auditor
harus memahami pengendalian internal klien yang berhubungan dengan pengungkapan
persediaan, kemudian melakukan pengujian pengendalian serta substatif lainnya untuk
memperoleh bukti yang tepat yang mencukupi bagi masing-masing dari empat tujuan penyajian
dan pengungkapan.

Referensi :

Arens, Alvin A. Elder, Randal J. Beasley. Mark S. Auditing and Assurance Services; An Integrated
Approach, Edisi 15, Pearson Education Limited 2014.

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN


DAN PERGUDANGAN
PENDAHULUAN
Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena hubungannya yang erat dengan siklus
transaksi lainnya. Bagi perusahaan manufaktur, bahan baku memasuki siklus persediaan dan pergudangan
dari siklus akuisisi danpembayaran, sementara tenaga kerja langsung memasukinya dari siklus penggajian dan
personalia. Siklus persediaan dan pergudangan diakhiri dengan penjualan barang dalam siklus penjualan dan
penagihan.

Audit terhadap persediaan, terutama pengujian saldo persediaan akhir tahun, sering kali merupakan bagian
yang paling kompleks dan paling menghabiskan waktu audit. Faktor-faktor yang mempengaruhi kompleksitas
audit persediaan termasuk :

 Persediaan sering kali merupakan akun terbesar pada neraca


 Persediaan sering kali berada pada lokasi yang berbeda, yang membuat pengendalian dan perhitungan
fisik menjadi sulit
 Sering kali sulit bagi auditor unutk mengamati dan menilai itempersediaan yang berbeda seperti
perhiasan, bahan kimia, dan suku cadang elektronik
 Penilaian persediaan juga sulit apabila estimasi keuasangan persediaan merupakan hal yang penting
dan apabila biaya manufaktur harus dialokasikan ke persediaan.
 Terdapat beberapa metode penilaian persediaan yang dapat diterima dan beberapa organisasi
mungkin ingin menggunakan metode penilaian yang berbeda unutk berbagai bagain persediaan yang
dapat diterima menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum
FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS SERTA DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT
Persediaan memiliki banyak bentuk yang berbeda, tergantung pada sifat bisnisnya. Untuk bisnis ritel atau
grosir, akun terbesar dalam laporan keuangan sering kali berupa persediaan barang dagang yang tersedia
untuk dijual. Untuk mempelajari siklus persediaan dan pergudangan, kita akan menggunakan contoh
perusahaan manufaktur, yang persediaannya mungkin meliputi bahan baku, suku cadang dan perlengkapan
yang dibeli untuk digunakan dalam produksi, barang dalam proses manufaktur, dan abrang jadi yang tersedia
untuk dijual. Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap sebagai terdiri dari dua sistem terpisah tetapi
terkait erat, di mana yang satu melibatkan arus fisik bang dan yang lainnnya dengan biaya terkait. Enam fungsi
bisnis akan membentuk siklus persediaan dan pergudangan.

Memroses Pesanan Pembelian


Siklus persediaan dan pergudangan dimulai dengan akuisisi bahan baku untuk produksi. Pengendalian yang
memadai terhadap pembelian harus diselenggarakan apakah pembelian persediaan adalah berupa bahan baku
suatu perusahaan manufaktur atau barang jadi bagi perusahaan ritel. Permintaan pembelian adalah formulir
yang digunakan untuk meminta departemen pembelian untuk memesan persediaan. Permintaan tersebut
dapat dilakukan oleh personil ruang penyimpanan bahan baku yang diperlukan, dengan perangkat lunak
computer yang terotomatisasi ketika bahan baku mencapai tingkat yang telah ditentukan terlebih dahulu,
dengan pesanan yang dilakukan atas abahan baku yang diminta unutk memenuhi pesanan pelanggan, atau
melalui pesanan yang dilakukan atas dasar perhitungaan bahan baku secara periodik.

Menerima Bahan Baku


Penerimaan bahan baku yang dipesan, yang juga merupakan bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran,
melibatkan inspeksi atas bahan yang diterima menyangkut kuantitas dan kualitasnya. Departemen penerimaan
akan membuat laporan penerimaan yang menjadi bagian dari dokumentasi sebelum pembayaran dilakukan.
Setelah inspeksi, bahan itu dikirim ke ruang penyimpanan dan slinan dokumen penerimaan, atau
pemebritahuan atau notifikasi elektronik mengenai penerimaan barang, biasanya diserahkan ke bagian
pembelian, ruang penyimpanan, dan utang usaha. Pengendalian dan akuntabilitas merupakan hal penting
unutk semua transfer tersebut.

Menyimpan Bahan Baku


Setelah diterima, bahan itu biasanya disimpan diruang penyimpanan. Ketika departemen lainnya memerlukan
bahan untuk produksi, personil ruang penyimpanan menyerahkan permintaan bahan yang telah disetujui
secara layak, mengerjakan pesanan, atau dokumen serupa atau pemberitahuan elektronik yang
mengindikasikan jenis dan kuantitas bahan yang diperlukan. Dokumen permintaan ini digunakan untuk
memperbaharui file induk persediaan perpetual dan mencatat transef dari akun bahan baku kea kun barang
dalam proses. Pembaharuan tersebut dilakukan secara otomatis dalam organisasi yang memiliki sistem
perangkat lunak akuntansi dan manajemen persediaan terintergrasi.

Memroses Barang
Pemrosesan persediaan sangat bervariasi dari perusahaan ke perusahaan. Perusahaan menentukan item dan
kuantitas barang jadi yang akan dibuat berdasarkan pesanan khusus dari pelanggan, peramalan penjualan,
tingkat persediaan barang jadi yang telah ditentukan sebelumnya, dan operasi produksi yang ekonomis.
Departemen pengendalian produksi yang terpisah sering kali bertanggung jawab untuk menentukan provisi
untuk memperhitungkan kuantitas yang diproduksi, pengendalian atas sisa bahan, pengendalian kualitas, dan
perlindungan fisik bahan dalam proses. Setiap departemen produksi biasanya bertanggung jawab untuk
mereview laporan produksi dan sisa bahan yang dibuat computer, yang menyediakan informasi yang
bermanfaat bagi akuntansi untuk mencatat transfer bahan dan menentukan biaya produksi.

Sistem akuntansi biaya yang memadai merupakan bagian penting dari pemrosesan fungsi barang bagi semua
perusahaan manufaktur. Sistem tersebut menunjukkan profitabilitas relative produk untuk perencanaan dan
pengendalian manajemen serta menilai persediaan untuk menyusun laporan keuangan. Terdapat dua jenis
sistem biaya : sistem biaya pekerjaan dan sistem biaya proses, tetapi terdapat banyak variasi dan kombinasi
dari kedua sistem tersebut.dalam sistem biaya pekerjaan (job cost system), biaya diakumulasikan oleh setiap
pekrjaan ketika biaya dikeluarkan dan biaya tenaga kerja terjadi. Dalam sistem biaya proses (process cost
system), biaya diakumulasikan berdasarkan proses, dengan biaya per unit untuk setiap proses dibebankan ke
produk melalui proses tersebut.
Catatan akuntansi biaya terdiri dari fileinduk, neraca lajur, dan laporan yang mengakumulasikan biaya bahan,
tenaga kerja, dan overhead berdasarkan pekerjaan atau proses ketika biaya tersebut dikeluarkan. Ketika
pekerjaan atau produk telah selesai, biaya yang terkait ditransfer dari barang dalam proses ke barang jadi pada
laporan departemen produksi.

Menyimpan Barang Jadi


Ketika barang jadi telah selesai, barang itu ditempatkan diruang penyimoanan menunggu dikirim.
Dalamperusahaan yang memiliki pengendalian internal yang baik, barang jadi disimpan dibawah pengendalian
fisik yang terpisah, disuatu area dengan akses terbatas. Pengendalian barang sering kali dianggap sebagai
bagian dari siklus penjualan dan penagihan.

Mengirimkan Barang Jadi


Pengiriman barang jadi merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan. Pengiriman actual barang
kepada pelanggan dalam pertukaran dengan kas atau aktiva lainnya, seperti piutang usaha, menciptakan
pertukaran aktiva yang diperlukan untuk memenuhi criteria pengakuan pendapatan. Untuk sebagian besar
transaksi penjualan, pengiriman actual merupakan pemicu untuk mengakui piutang usaha terkait dan
penjualan terkait dalam sistem akuntansi. Jadi, pengiriman barang jadi harus diotorisasi oleh dokumen
pengiriman yang disetujui secara layak.

Bagi banyak perusahaan, terdapat pergerakan barang secara fisik dalam perusahaan ketika mentransfer
persediaan dari bahan baku ke barang dalam proses ke barang jadi. Serupa denga pengiriman barang jadi,
transfer persediaan dalam siklus persediaan dan pergudangan harus diotorisasi oleh dokumentasi transfer
yang layak untuk memastikan keakuratan transfer biaya antarakun persediaan pada neraca.

File Induk Persediaan Perpetual


Catatan perpetual yang terpisah biasanya disimpan untuk bahan baku dan barang jadi. Sebagian besar
perusahaan tidak menggunakan sistem perpetual untuk barang dalam proses. File induk persediaan yang
diakuisisi, dijual, dana da ditangan. Dalam sistem terkomputerisasi yang dirancang dengan baik, file itu juga
berisi informasi mengenai biaya per unit. Untuk akuisisi bahan baku, file induk persediaan perpetual
diperbaharui secara otomatis ketika akuisisi persediaan diproses sebagai bagian dari pencatatan akuisisi.

BAGAIMANA E-COMMERCE MEMPENGARUHI MANAJEMEN PERSEDIAAN


Internet memiliki kegunaan khusus dalam pengelolaan persediaan, dari sini dapat diketahui informasi lengkap
berbasis real time yang dibutuhkan oleh rekan bisnis (pemasok dan pelanggan). Informasi yang biasanya
terseedia didalamnya, seperti jumlah stok yang disimpan, lokasi produk, dan berbagai informasi lainnya yang
diperlukan manajemen untuk meegawwasi aliran persediaan.
Selain kegunaannya yang penting, internet juga dapat meenimbulkan resiko bisnis. Penggunaannya dalam E-
Commerce akan meningkatkan resiko bisnis jika pengendalian untuk mengopeerasikannya kurang memadai.
Seperti pembetasan penggunaan password, firewalls, dan peengendalian teknologi manajemen lainnya. Hal
tersebut akan memunculkan kecurangan/keesempatan untuk mengubah jumlah persediaan yang telah ada.
BAGIAN DARI AUDIT PERSEDIAAN
Tujuan dalaam auditsiklus perssediaan dan pergudangan adalah menyediakan kepastian bahwa laporan
keuangan menyajikan informasi bahan baku, barang setengah jadi, persediaan barang jadi, dan harga pokok
penjualan secara wajar.

Audit atas siklus perediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi 5 (lima) aktifitas yang berbeda, yaitu :

1. Akuisisi dan pencatatan bahan baku, biaya tenaga kerja, dan overhead.
Pada bagian ini, audit memiliki 3 (tiga) fungsi, yaitu pemrosesan atas pembelian pesanan, penerimaan bahan
baku, dan penyimpanan bahan baku (table 2). Auditor mendapatkan pemahaman mengenai pengendalian
internal atas ketiga fungsi tersebut dan kemudian melakukan pengujian pengendalian dan pengujian substantif
atas transaksi, baik transaksi siklus akuisisi dan pembayaran serta siklus penggajian dan personalia.
Pengujian terhadap pengendalianakuisisi bahan baku dan biaya manufaktur tersebut harus berjalan efektif dan
transaksi akuisisi dinyatakan dengan benar. Bila tenaga kerja langsung merupakan bagian penting dalam
persediaan manufaktur, maka auditor harus melakukan verifikasi proses akuntansi yang benar atas biaya
inidalam siklus penggajian dan persoalia.

2.Perpindahan internal atas asset dan biaya.

Pemindahan internal dalam persediaan meliputi fungsi ke 4 (empat), yaitu pemrosesan barang dan
pentimpanan barang jadi (table 2). Klien membukukan aktivitasnya dalam pencatatan akuntansi biaya, yang
independen dari siklus lain dan diuji sebagai bagian dari audit siklus persediaan dan pergudangan.

3. Pengiriman barang dan pencatatan pendapatan dan biaya.

Pencatatan pengiriman dan biaya terkait merupakn fungsi terakhir (table 2). Proses ini merupakan bagian dari
siklus penjualan dan penagihan, maka auditor harus mendapatkan pemahaman dan pengujian pengendalian
internal atas pencatatan pengiriman sebagai bagian dari audit siklus ini, termasuk prosedur dalam verifikasi
akurasi kredit atas persediaan yang dicatat daalam berkas utama persediaan perpetual.

4. Pengamanan fisik atas persediaan.

Auditor harus mengamati klien dalam menghitung persediaan fisik untuk menentukan apakah persediaan yang
tercatat memang ada pada tanggal neraca dan dihitung dengan benar oleh klien. Pemeriksaan fisik merupakan
jenis bukti penting yang dapat digunakan utuk melakukan verifikasi terhadap keberadaan dan perhitungan
persediaan.

5. Penempatan harga dan kompilasi persediaan.

Biaya yang digunakan untuk menilai persediaan harus diuji untuk menentuan apakah klien mengikuti metode
prsediaan yang sesuai dengaan SAK dan konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya. Prosedur yang digunakan
auditor untuk melakukan verifikasi biaya ini disebut pengujian harga. Sebaagai taambahaan, auditoe harus
melakukan pengujian kompilasi persediaan. Yaitu suatu pengujian utuk melakukan verifikassi apakah
perhitungan fisik dilakukan dengan benar, kuantitas dan harga persediaan dijabarkan dengan benar untuk
menghitung saldo buku besar.

Pada tabeel 3 (tiga), auditor menguji akuisisi dan melakukan pencatatan bahan baku, tenaga keja langsung,
daan overhead sebagai bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran serta siklus penggajian dan personalia.
Mereka juga menguji pengiriman barang dan mencatat pendapatan dan biayaterkait dengan siklus penjuaalan
dan penagihan. Auditor peerlu mempertimbangkanhasil pengujian tersebutdalam siklus lainnnyauntuk
menentukan sifat dan lingkup pengujian subtantif yang diperlukandalam audit persediaan.
AUDIT ATAS AKUNTANSI BIAYA
Sistem dan pengendalian tas akuntansi biaya bervariasi di setiap perusahaan. Lebih bervariasi dibandingkan
dengan wilayah audit lainnya, karea jenis persediaan dan tingkat kemutahiran yang diinginkan manajemen
sangat bervariasi. Misalnya, perusahaan yag memproduksi mesin pertanian dapat memiliki pencatatan
akuntansi dan pengendalian internl yang sangat berbeda denngan produsen baja yang membuat dan
memasang lmari besi pesanan.tentunya perusahaan kecil dengan pemilik yang secara aktif terlibat dalam
proses produksi akan membutuhkanpencatatan yang lebih sederhana dibandingkan perusahaan besar yang
menghasilkan bermacam-macam produk.
Pengendalian Akuntansi Biaya
Pengendalian akuntansi biaya, adalah proses yang mempengaruhi persediaan fisik dan penelusuran biaya
terkait sejak bahan bakudipesan ssampai barang selesai diproduksi dan dipindaahkan kepeyimpanan. Jenis
pengendalian ini dipisahkan menjadi 2 (dua) kategori :

1. Pengendalian fisik atas bahan baku, barang setengah jadi, dan persediaan barang jadi.
2. Pengendalian atas biaya terkait
Untuk melindungi asset, banyak perusahaan secaraa fisik memisahkan dan membatasi akses ketempat
penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi untuk mengendalikan pergerakan persediaan.
Klien dapaat menggunakan dokumen bernomor urut untuk mengotorisasi pergerakan persediaan agar tidak
terjaddi penyalahgunaan asset. Salinan atas dokumen tersebut harus dikirimkan langsung kebagian akuntansi
oleh pihak yang menerbitkan, tanpa melalui personel yang bertanggunngjawabatas pengawasannya. Contoh
dokumen yang efektif untk jenis ini adaalah permintaan bahan baku yang disetujui untuk dikeluarkan dari
ruang penyimpanan.

Pengendalian akuntansi biaya yang efektif lainnya dapat dilakukan dengan menyusun berkas utama
persediaan perpetual yang dilakukan oleh personel yang mewakili wewenang atau akses asset, dengan alas an
sebagai berikut :

 Mereka melakukan pencatatan atas persedian yang ada, yang digunakan untuk memulai produksi atau
pembelian tambahan bahan baku.
 Mereka mencatat pemakaian bahan baku dan penjualan barang jadi, yang dapaat ditelaah untuk
mengetahui tingkat keusangan barang yang pergerakannya lambat.
 Mereka mencatat pertanggungjawaban atas pengamatan terhadap perbedaaan antara perhitungan
fisik dan jumlah yang tertera didaftar perpetual.

Pengujian atas Akuntansi Biaya


Metodologi yang perlu diikuti auditor dalam memutuskan jenis pengujian yang akan dilaksanakan. Auditor
perlu memperhatikan empat aspek dalam akuntansi biaya, yaitu:

1. Pengendalian fisik atas persediaan

2. Dokumen dan pencatatan dalam pemindahan persediaan

3. Berkas utama persediaan perpetual

4. Pencatatan biaya per unit

Pengendalian fisik
Pengujian auditor atas pengendalian fisik bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi hanya terbatas
pada tindakan pengamatan dan tanya jawab. Diamati apakah gudang dikunci dan ditangani oleh pegawai yang
kompeten. Auditor dapat meminta pengawas persediaan untuk menjelaskan tugas mereka terkait dengan
pengawas persediaan. Jika auditor menyimpulkan bahwa pengendalian fisik tidak memadai dan persediaan
akan sulit dihitung secara akurat, maka auditor harus memperluas pengamatan ke pengujian persediaan fisik
untuk memastikan bahwa penghitungannya memadai.

Dokumen dan Catatan Pemindahan Persediaan


Perhatian utama auditor dalam hal pemindahan persediaan ialah apakah pemindahan yang dicatat benar
terjadi, pemindahan yang terjadi telah dicatat, jumlah diskripsi dan tanggal transaksi dicatat dengan tepat.
Pertama auditor memahami internal control, kemudian pengujian melalui pemeriksaan terhadap catatan dan
dokumen dilakukan.

Berkas Induk Persediaan Perpetual


Pengujian atas berkas induk persediaan perpetual untuk mengurangi pengujian fisik atau mengubah sat
pelaksanaannya dilakukan dengan pemeriksaan dokumen, yaitu dokumen untuk verifikasi pembelian bahan
yang mendukung pengurangan persediaan bahan dan peningkatan barang jadi, pengurangan persediaan
barang jadi.

Catatan Biaya Per Unit


Pencatatan akuntansi biaya yang memadai harus diintegrasikan dengan catatan produksi dan catatan
akuntansi lain untuk mendapatkan biaya yang akurat untuk semua produk. Auditor harus memahami internal
control, dan pengujian dilakukan sebagai bagian dari pengujian terhadap perolehan, penjualan dan penggajian.
Pengalokasian overhead juga harus dievaluasi.

PROSEDUR ANALITIS
Prosedur analitis adalah hal yang penting dalam audit persediaan dan pergudangan, saperti halnya dalam
siklus lain. Dalam melakukan prosedur analitis yang menguji hubungan antara saldo akun persediaan dan akun
laporan keuangan lainnya. Auditor sering menggunakan informasi non-keuangan untuk menilai kewajaran
saldo terkait persediaan. Misalnya, auditor membutuhkan informasi mengenai ukuran dan berat produk
persediaan, metode penyimpanannya (rak, tangki, dll) dan kapasitas fasilitas penyimpanan untuk menentukan
apakah persediaan yang tercatat konsisten dengan persediaan yang tersimpan. Setelah melakukan pengujian
yang benar atas pencatatan akuntansi biaya dan prosedur analitis, auditor memiliki dasar untuk mendesain
dan melakukan pengujian perincian saldo persediaan.

Metodologi Desain Pengujian Perincian Saldo


Persediaan jenisnya bervariasi disetiap perusahaan, oleh karena itu pemahaman atas industri dan bisnis klien
lebih penting dalam persediaan dibandingkan dalam area lainnya. Beberapa hal pokok yang harus
dipertimbangkan auditor antara lain adalah metode penilaian persediaan yang dipilih manajemen, potensi
keusangan persediaan, dan risiko tertukarnya barang konsinyasi dengan persediaan milik sendiri.

Auditor pertama kali harus mengenali persediaan klien dengan melakukan pengecekan terhadap fasilitas
penyimpanan klien, termasuk area penerimaan barang, penyimpanan, produksi, perencanaan, dan
penyimpanan catatan. Pengecekan ini harus dipimpin oleh penyelia yang dapat menjawab pertanyaan
mengenai produksi, terutama mengenai perubahan dalam pengendalian internal dan proses lain sejak tahun
sebelumnya.

Oleh karena kompleksitas dalam persediaan, maka akan membahas dua aspek pengujian pengendalian untuk
perincian saldo, pengamanan fisik dan penetapan harga dan kompilasi.

Pengamatan Fisik Atas Persediaan


PSA 07 (SA 331) sekarang, mensyaratkan auditor untuk memeriksa efektifitas metode klien dalam perhitungan
persediaan dan mendapatkan keyakinan dari klien atas kuantitas dan kondisi fisik persediaan. Untuk
memenuhi persyaratan tersebut, auditor harus :

 Hadir pada saat klien menghitung persediaan untuk menentukan saldo akhir tahun.
 Mengamati prosedur perhitungan klien.
 Melakukan tanya jawab kepada klien tentang prosedur perhitungan mereka.
 Melakukan mengujian terpisah saat perhitungan fisik.
Poin penting dalam persyaratan PSA 07adalah adanya perbedaan antara orang yang melakukan pengamatan
atas perhitungan fisik persediaan dan orang yang bertanggungjawab atas perhitungannya. Klien
bertanggungjawab untuk menyusun prosedur perhitungan fisik akurat atas penyediaan dan membuat
pencatatannya. Auditor bertanggungjawab mengevaluasi dan mengamati prosedur klien termasuk melakukan
pengujian perhitungn persediaan dan mengambil kesimpulan apakah persediaan fisik sudah memadai.

Pengendalian Atas Perhitungan Fisik


Terlepas dari metode pencatatan persediaan, klien harus melakukan perhitungan fisik secara periodik atas
persediaan, tetapi tidak perlu setiap tahun. Perhitungan fisik dapat dilakukan mendekati tanggal neraca,
tanggal interim, atau berbasis siklus sepanjang tahun. Dua pendekatan terakhir dapat dilakukan jika terdapat
pengendalian internal memadai atas berkas utama persediaan perpetual.

Auditor perlu memahami pengendalian atas perhitungan fisik persediaan yang dilakukan klien sebelum
perhitungan fisik dilakukan.

Keputusan Audit
Keputusan audit atas pengamatan fisik persediaan sama dengan yang dilakukan pada area audit lainnya.
Keputusan ini mencangkup dengan prosedur audit, penetapan waktu dilaksanakannya prosedur, penentuan
jumlah sampel, dan pemilihan sampel untuk diuji. Tiga keputusan terakhir akan dibahas berikut ini, dengan
membahas prosedur audit yang memadai untuk itu.

Penetapan waktu
Auditor menutuskan apakah perhitungan fisik dapat dilakukan sebelum akhir tahun, terutama dengan dasar
akurasi berkas utama persediaan perpetual. Saat klien melakukan perhitungan interim, yang disetujui auditor
bila pengendalian internal efektif, auditor pada saat itu melakukan pengamatan atas prhitungan persediaan
dan menguji transaksi yang tercatat dalam pencatatan persediaan dari tanggal perhitungan hingga akhir tahun.
Jumlah sampel
Jumlah jenis persediaan yang harus dihitung auditor sering kali sulit ditentukan karena auditor harus
berkonsentrasi untuk mengamati prosedur klien agar memudahkan jumlah sampel dalam pengamatan fisik
dapat diambil dari jumlah total jam yang dihabiskan, bukan jumlah jenis persediaan yang dihitung.

Pemilihan sampel
Saat auditor melakukan pengamatan atas perhitungan persediaan, mereka harus berhati-hati dalam :

 Mengamati perhitungan atas jenis persediaan yang signifikan dan sampel dari jenis persediaan
tertentu.
 Melakukan tanya jawab atas jenis yang mungkin usang atau rusak.
 Mendiskusikan dengan manajemen alasan tidak dimasukkannya persediaan tertentu.
Pengujian Atas Pengamatan Fisik
Bagian terpenting dalam pengamatan persediaan adalah menentukan apakah perhitungan fisik yang dilakukan
sesuai dengan intruksi klien. Agar dapat dilakukan secara efektif, maka auditor perlu hadir pada saat
perhitungan dilakukan.

Saat personil yang menghitung tidak menjalankan intruksi, auditor harus menghubungi penyelia personil
tersebut agar menyelesaikan persoalan ini atau memodofikasi prosedur pengamatan. Misalnya, jika prosedur
mengharuskan satu tim menghitung persediaan dan tim kedua menghitung kembali untuk menguji akurasinya,
maka auditor harus menginformasikan keoada manajemen jika kedua tim ini bekerja bersama-sama.
AUDIT PENETAPAN HARGA DAN KOMPILASI
Pengendalian Harga dan Kompilasi
Pengendalian biaya per unit yang terintegrasi dengan produksi memberikan kepastian bahwa klien
menggunakan penetapan biaya yang wajar untuk menilai persediaan akhir. Pencatatan biaya standar berguna
untuk mengevaluasi kewajaran biaya produksi jika manajemen selalu memperbarui prosedur terkait
perubahan dalam produksi dan biaya.

Untuk mencegah persediaan yang sudah usang dimasukkan dalam perhitungan atau lebih saji, klien harus
melakukan telaah formal dan pelaporan atas persediaan yang sudah usang, pergerakannya lambat, rusak atau
lebih saji, juga lakukan pengendalian internal atas kompilasi persediaan untuk memastikan penghitungan fisik
driringkas dengan benar dan penetapan harganya sama dengan pencatatan, dijumlahkan dengan benar, dan
dimasukkan dalam berkas utama persediaan perpetual dan akun buku besar terkait dalam jumlah yang benar.

Prosedur Penetapan Harga dan Kompilasi


Prosedur penetapan harga dan kompilasi bertujuan untuk pisah batas yang dilakukan sebagai bagian dari
penjualan dan akuisisi. Auditor dapat menggunakan informasi yang diperolah dari klien sebagai kerangka
referensi, termasuk deskripsi masing-masing persediaan, jumlah, harga per unit, dan nilai perluasannya.
Adapun tujuan audit dan pengujian terkait atas penetapan harga dan kompilasi persediaan,

Penilaian Persediaan
Auditor harus memperhatikan tiga hal, Pertama, metodenya harus sesuai dengan SAK. Kedua, penerapan
metode harus konsisten dari tahun ke tahun. Ketiga, biaya persediaan versus harga pasar harus
dioertimbangkan. Dalam verifikasi penetapan harga persediaan bergantung pada barang yang dibeli atau
diproduksi.

Penetapan Harga atas Persediaan yang Dibeli


Dalam penilaian persediaan yang dibeli, auditor harus menetukan apakah klien menggunakan LIFO, FIFO, rata-
rata tertimbang, atau metode penilaian lainnya. Auditor harus menentukan biaya-biaya yang dimasukkan
dalam penilaian suatu jenis persediaan. Setelah itu, auditor harus berfokus pada persediaan dengan nilai besar
dan produk yang harganya berfluktuasi. Auditor juga harus mendata jenis persediaan untuk diverifikasi atas
penetapan harga dan meminta faktur vendor kepada kliaen, lalu memeriksa faktur yang memadai untuk
memperhitungkan seluruh akun persediaan atas jenis yang diuji, terutama yang menggunakan metode
penilaian FIFO. Terakhir, auditor harus menguji biaya per unit tercatat dalam pencatatan perpetual ke faktur
vendor sebagai bagian dari pengujian transaksi siklus dan pembayaran.

Penetapan Harga Persediaan yang Diproduksi


Dalam menetapkan harga persediaan yang diproduksi, auditor harus mempertimbangkan biaya per unit atas
bahan baku dan jumlah unit yang diperlukan dalam memproduksi setiap unit output. Auditor juga harus
memeriksa faktur vendor atas berkas utama persediaan perpetual, lalu memeriksa spesifikasi rancangan,
memeriksa produk yang selesai dibuat, atau menemukan metode sejenis untuk menentukan jumlah unit yang
diperlukan untuk membuat satu unit produk.

Dalam hal tenaga kerja langsung, auditor harus melakukan verifikasi biaya per jam atas tenaga kerja dan jumlah
jam kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit output. Auditor dapat menetukan jumlah jam kerja untuk
memproduksi barang dari spesifikasi rancangan atau sumber serupa.

Dalam overhead manufaktur, auditor harus mengevaluasi metode yang digunakan untuk menguji konsistensi
dan kewajaran dan menghitung kembali biaya untuk menentukan apakah biaya overhead sudah benar. Jika
klien memiliki pencatatan biaya standar, maka metode yang tepat untuk menentukan penilaian adalah dengan
menalaah dan menganalisis selisih.
Biaya Perolehan atau Harga Pasar
Dalam menetukan biaya Harga Perolehan Persediaan, auditor harus mempertimbangkan nilai realisasi bersih
yang lebih kecil daripada biaya historis. Lalu, auditor dapat menguji biaya penggantian dengan memeriksa
faktur vendor pada periode jeda atau faktur terakhir yang jika tidak terdapat pembeliaan persediaan setelah
akhir tahun. Auditor pun harus mempertimbangkan nilai penjualan persediaan dan kemungkinan dampak
fluktuasi harga untuk menemukan nilai realisasi, dimana kemungkinan keusangan saat mengevaluasi
persediaan.

INTEGRASI PENGUJIAN
Pengujian atas Siklus Akuisisi dan Pembayaran
Auditor melalukan verifikasi pembelian persediaan dan juga mengumpulkan bukti atas akurasi pembelian
bahan baku dan seluruh biaya overhead manufaktur, kecuali biaya tenaga kerja. Biaya pembelian mengalir ke
harga pokok penjualan atau menjadi bagian terbesar dari persediaan akhir bahan baku, barang setengah jadi,
dan barang jadi. Untuk audit yang kliennya menggunakan persediaan perpetual, auditor melakukan pengujian
ini sebagai bagian dari prosedur pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi yang
dilakukan daloam siklus akuisisi dan pembayaran.

Pengujian atas Siklus Penggajian dan Personalia


Auditor melakukan verifikasi pada biaya tenaga kerja langsung yang kondisinya sama diterapkan seperti dalam
pembelian. Kebanyakan pencatatan akuntansi biaya untuk biaya tenaga kerja langsung atau tidak langsung
dapat diuji sebagai bagian dari audit siklus penggajian dan personalia.

Pengujian atas Silkus Penjualan dan Penagihan


Pengujian audit dalam penyimpanan barang jadi, seperti pengiriman dan pencatatan penjualan, akan terjadi
bila silkus penjualan dan penagihan diuji. Saat klien menggunakan pencatatan biaya standar, auditor dapat
menguji biaya standar atas harga pokok penjualan bersamaan dengan pengujian penjualan.

Pengujian Akuntansi Biaya


Pengujian atas pencatatan akuntansi biaya dilakukan untuk memverifikasi pengendalian yang memengaruhi
persediaan, yang tidak diverifikasi auditor dalam pengujian ketiga silkus sebelumnya. Auditor menguji
pengendalian fisik, pemindahan biaya bahan baku ke barang setengah jadi, pemindahan biaya atas
penyelesaian barang ke barang jadi, berkas utama persediaan perpetual, dan pencatatan biaya per unit.

Persediaan Fisik, Penetapan Harga dan Kompilasi


Persediaan fisik, penetapan harga, dan kompilasi penting dalam audit persediaan karena salah saji salah satu
aktivitas dapat menghasilkan salah saji pada persediaan dan harga pokok penjualan. Dalam audit, harga pokok
penjualan merupakan nilai sisa dari persediaan awal ditambah pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead manufaktur dikurangi persediaan akhir.

Pada pengujian persediaan fisik, auditor sabgat bergantung pada berkas utama persediaan perpetual jika diuji
sebagai bagian dari siklus yang telah kita bahas dan telah dianggap andal. Oleh karena itu, auditor dapat
mengamati dan menguji penghitungan fisik pada waktu di luar akhit tahun dan menggunakan perpetual agar
pencatatan jumlahnya memadai.

Saat auditor menguji pengendalian dan melakukan pengujian substantif atas transaksi dan saldo persediaan
terkait, mereka juga mengintegrasikan pengujian yang berhubungan dengan tujuan audit terkait saldo, dengan
melakukan pengujian yang memenuhi 4 tujuan penyajian dan pengungkapan. Standar akuntansi mensyaratkan
pengungkapan atas metode penilaian persediaan dan informasi persediaan lainnya yang relevan, seperti
informasi LIFO cadangan, pada penjelasan tambahan. Auditor harus memperoleh pemahaman atas
pengendalian klien sehubungan dengan pengungkapan persediaan yang melakukan pengujian pengendalian
tersebut dan pengujian substantif untuk memperoleh bukti memadai bagi keempat tujuan penyajian dan
pengungkapan.

Anda mungkin juga menyukai