Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Pertemuan Ke-5

Satuan Pendidikan : SMA Pasundan 2 Bandung


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI (Sebelas) / II (Genap)
Materi Pokok : Sistem Koordinasi
Sub Topik : Sistem Indra
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun responsif dan pro-aktif
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No. Tujuan Pembelajaran
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
KD
Mengagumi keteraturan dan
kompleksitas ciptaan Tuhan tentang
1.1 struktur dan fungsi sel, jaringan,
organ penyusun sistem dan bioproses
yang terjadi pada mahluk hidup.

Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur 2.1.1 Memiliki rasa ingin tahu. 2.1.1.1 Setelah melakukan kegiatan
sesuai data dan fakta, disiplin, praktikum, siswa dengan antusias
tanggung jawab, dan peduli dalam mencari jawaban dari suatu
observasi dan eksperimen, berani dan permasalahan.
santun dalam mengajukan pertanyaan 2.1.2 Menerapkan keterampilan sosial 2.1.2.1 Setelah melakukan kegiatan
dan berargumentasi, peduli dalam bekerjasama dalam praktikum, siswa dapat
lingkungan, gotong royong, kelompok. bekerjasama dan berkontribusi
2.1
bekerjasama, cinta damai, dalam kelompoknya.
berpendapat secara ilmiah dan kritis, 2.1.3. Proaktif dalam kegiatan 2.1.3.1 Setelah diberikan pertanyaan oleh
responsif dan proaktif dalam dalam pembelajaran di kelas. guru, siswa aktif dalam menjawab
setiap tindakan dan dalam melakukan maupun bertanya saat kegiatan
pengamatan dan percobaan di dalam tanya jawab di kelas.
kelas/laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.

3.10 Menganalisis hubungan antara 3.10.1 Mengaitkan hubungan sistem 3.10.1.1 Setelah melakukan kegiatan
struktur jaringan penyusun organ pada saraf dengan sistem indra. praktikum tentang sistem indra,
sistem koordinasi dan mengaitkannya siswa mampu mengaitkan
dengan proses koordinasi sehingga hubungan sistem saraf dengan
dapat menjelaskan peran saraf dan sistem indra.
hormon dalam mekanisme koordinasi 3.10.2.1 Setelah melakukan praktikum
dan regulasi serta gangguan fungsi sistem indra, siswa mampu
yang mungkin terjadi pada sistem 3.10.2 Menunjukkan organ penyusun menunjukkan organ penyusun
koordinasi manusia melalui studi sistem indra pada manusia. sistem indra pada manusia.
literatur, pengamatan, percobaan, dan 3.10.3.1 Setelah melakukan praktikum
simulasi. sistem indra, siswa mampu
mengidentifikasi fungsi dari
organ penyusun sistem indra
pada manusia.
3.10.3 Mengidentifikasi fungsi dari
3.10.4.1 Setelah melakukan praktikum
organ penyusun sistem indra
sistem indra, siswa mampu
pada manusia.
menjelaskan mekanisme kerja
dari indra pada manusia.

3.10.4 Menjelaskan mekanisme kerja


dari sistem indra pada manusia
C. Materi Pembelajaran
1. Materi Fakta

A B

C D

Gambar: A. Indra pengecap, B. Indra pendengaran, C. Indra peraba, dan D. Indra


pembau

2. Materi Konsep
a. Organ yang terlibat dalam sistem Indra
1) Indra pengecap (lidah)
a) Kemoreseptor berupa kuncup pengecap, area kepekaan pada lidah
yaitu pengecap rasa manis, asam, asin, dan pahit.
b) Permukaan lidah bagian atas tidak rata karena adanya tonjolan-
tonjolan (papilla) yang didalamnya terdapat kuncup pengecap.
Kuncup pengecap adalah kumpulan ujung syaraf pengecap yang
peka terhadap rangsangan rasa. Lidah memiliki 3 macam papilla,
yaitu Papila filiformis, fungiformis, sikum vallata dan papila foliata.
i) Papila filiformis: Papila filiformis banyak dan menyebar pada
seluruh permukaan lidahyang berfungsi untuk menerima rasa
sentuh dari rasa pengecapan.
ii) Papila sirkumvalata: Papila sirkumvalata memiliki bentuk V dan
terdapat 8–12 jenis yang terletak di bagian pangkal lidah. Papila
ini berukuran paling besar daripada yang lain.
iii) Papila fungiformis: Papila fungiformis menyebar pada
permukaan ujung dan sisi lidah dan berbentuk jamur.
iv) Papilla foliata: berbentuk seperti daun dan terletak dibagian tepi
pangkal lidah.
Ujung lidah peka terhadap rasa manis, tepi-tepinya peka terhadap
rasa asam dan asin, pangkalnya peka terhadap rasa pahit dan bagian
tengah lidah tidak memiliki reseptor.
2) Indra pendengar (telinga)
Struktur telinga terdiri dari telinga luar (terdiri dari aurikula/ daun
telinga, saluran telinga, dan membran timpanium), telinga tengah
(tabung eustachius/auditori, osikel auditori yaitu maleus/ martil, inkus/
landasan dan stapes/ sanggurdi) dan telinga dalam (Labirin osea/labirin
tulang).
Mekanisme mendengar dimulai dari suara ditangkap oleh telinga
luar – digetarkan oleh membran timpani – menggetarkan tulang
pendengaran – menggetarkan skala vestibuli – menggetarkan cairan
dalam koklea – menggetarkan cairan endolimp – impuls syaraf – otak –
bunyi di interpretasikan.
Gangguan indra pendengar seperti tuli, mastoiditis, furunkulosis
dan otitis media.
3) Indra peraba
Kulit kita mempunyai kepekaan terhadap rangsang seperti panas,
dingin, tekanan, sentuhan dan rasa sakit karena di bagian tersebut banyak
terdapat saraf-saraf sensori yang bekerja secara spesifik, misalnya
rangsang sentuhan diterima oleh reseptor korpuskel meissner, rangsang
tekanan diterima oleh reseptor korpuskel paccini, dan rangsang dingin
diterima oleh reseptor ruffini. Permukaan kulit mengandung saraf-saraf
yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Ujung saraf peraba
ada empat macam, yaitu sebagai berikut.
a) Paccini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan
berupa tekanan, letaknya di sekitar akar rambut.
b) Ruffini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan
panas.
c) Meisner, merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap
sentuhan.
d) Krause, merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap
rangsangan dingin.
4) Indra pembau (hidung)
a) Mekanisme membau dimulai dari gas masuk kehidung – larut pada
selaput mukosa – merangsang silia sel reseptor – rangsangan
diteruskan keotak – jenis bau dapat diketahui
b) Gangguan/ kelainan pada indra pembau seperti Hiposmia,
Hipersomia, Sinusitis, dan polip.
Zat yang memiliki sifat bau berupa uap atau gas mencapai reseptor bau
melalui udara inspirasi. Zat ini dapat larut dalam lender pada selaput lendir
hidung, sehingga terjadi pengikatan zat dengan protein membran pada dendrite.
Kemudian timbul impuls yang dijalarkan dari saraf olfaktori ke traktus olfaktorius
lalu menuju otak untuk diinterpretasikan di korteks otak.
3. Materi Prinsip
Proses mendengar dapat dijelaskan secara singkat melalui skema berikut:
Getaran suara  daun telinga  saluran pendengaran  membrane tinpani  tulang
martil  tulang landasan  tulang sanggurdi  jendela oval  cairan koklea 
ujung saraf auditori  otak (lobus temporalis)  respon (persepsi suara).
4. Materi Prosedur
Praktikum tentang fungsi lidah sebagai alat pengecap, mata sebagai alat untuk
melihat, hidung sebagai alat membau, telinga sebagai alat pendengaran, dan kulit
sebagai alat peraba dan perasa.
D. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Metode : Praktikum dan diskusi
Model : Cooperative Learning
Kegiatan Alokasi
Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran Waktu

1. Siswa menjawab salam. 10 menit


2. Siswa berdoa.
3. Siswa diabsen kehadirannya oleh guru.
4. Siswa diberikan pertanyaan oleh guru “Ada
yang masih ingat minggu lalu kita mempelajari
sistem apa ?”. “Apakah sistem yang terlibat
Pendahuluan dalam mekanisme koordinasi dalam tubuh
manusia hanya sistem saraf dan sistem hormon
saja ?”.
5. Siswa diberikan kesempatan untuk berfikir,
kemudian dipersilakan untuk menjawab, dan
diberikan penguatan oleh guru.
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
1. Guru menyediakan berbagai jenis makanan atau 75 menit
minuman dengan berbagai rasa di depan kelas.
2. Perwakilan siswa maju ke depan untuk
mencicipi makanan atau minuman yang
disediakan oleh guru.
3. Siswa diberikan pertanyaan oleh guru berupa
“Bagaimana rasa dari minuman atau makanan
tadi?”,
Kegiatan Inti “Kira-kira minuman tersebut memiliki rasa apa ?”,
“Mengapa siswa bisa tahu bahwa itu rasa jeruk ?”.
4. Siswa diberikan kesempatan untuk berfikir
untuk menjawab.
5. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok.
6. Setiap kelompok diberi LKS berupa:
Kelompok 1 dan 5 lidah,
Kelompok 2 dan 6 hidung,
Kelompok 3 Telinga, dan
Kelompok 4 Kulit.
7. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai
kegiatan praktikum yang akan dilakukan.
8. Siswa melakukan praktikum mengenai sistem
indra dalam kelompoknya masing-masing.
9. Siswa mencatat hasil dari kegiatan praktikum
dan berdiskusi secara berkelompok.
10. Setiap kelompok mempresentasikan hasil
praktikum sistem indra yang diperoleh.
11. Siswa lain memberikan tanggapan atau
pertanyaan pada kelompok yang melakukan
presentasi.
12. Guru menverifikasi dan memberikan penguatan
tentang system indra.
13. Dengan arahan guru, siswa menyimpulkan
pembelajaran tentang struktur, fungsi, proses,
dan kelainan sistem indra pada manusia.
1. Setiap kelompok mengumpulkan lembar kerja 5 menit
siswa tentang sistem indra pada manusia.
2. Siswa menjawab pertanyaan/kuis tentang
sistem indra pada manusia.
3. Siswa diberikan pekerjaan rumah berupa
Penutup
gambar dan pertanyaan tentang sistem indra
pada manusia.
4. Guru menyampaikan pembelajaran
dipertemuan selanjutnya yaitu sistem
reproduksi.

E. Kegiatan Pembelajaran
F. Alat dan Sumber Belajar
1. Media :-
2. Alat dan Bahan :
Tabel 1. Alat yang digunakan dalam kegiatan praktikum sistem indra
No. Alat Jumlah

1. Cotton bud ± 50

2. Aqua gelas bekas 8

3. Alat tulis Secukupnya

4. Penggaris 2

Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam kegiatan praktikum indra


No. Bahan Jumlah

1. Larutan asam 200 ml

2. Larutan asin 200 ml

3. Larutan pahit 200 ml

4. Larutan manis 200 ml

5. Air panas 300 ml

6. Air es 300 ml

7. Kapas Secukupnya

8. Kayu putih 2 botol kecil

3. Sumber belajar :
 Yusa, Maniam, M. B. S. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar BIOLOGI. Untuk
SMA/MA Kelas XI. Bandung: Grafindo
 Tim Penyusun. Modul Pembelajaran Biologi Mata Pelajaran Peminatan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

G. Penilaian
1. Jenis atau teknik penilaian
Kognitif : Test Unit / Ulangan Harian
Afektif : Rubrik Penilaian Sikap
Psikomotor : Menggunakan instrumen lembar observasi
2. Bentuk penilaian & instrumen : Terlampir
3. Pedoman Penskoran : Terlampir
Mengetahui, Bandung, Maret 2018
Guru Pamong Mahasiswa PPL

Sarwo Subekti, S.Pd., M.M Rima


NIP. 19671008 199402 1 004 NIM. 1404937
LAMPIRAN 1
A. Lembar Penilaian Afektif Siswa
Rubrik Penilaian Afektif Siswa

Tanggung Nilai
Kerja sama Keaktifan akhir
No. Nama Jawab

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.

2.

3.

4.

Dst.

Kisi-Kisi Penilaian Afektif Siswa


Indikator Aspek penilaian Keterangan
Kerja Sama
 Ikut serta dalam menyelesaikan masalah. 4 = Jika semua ndikator
 Menerima saran dan pendapat dari pihak lain. terlihat
 Melakukan kegiatan sesuai dengan batas waktu yang 3 = Jika indikator yang
ditetapkan. terlihat hanya 3
 Memberikan kontribusi dalam kelompok. 2 = Jika indikator yang
Keaktifan terlihat hanya dua
 Mengutarakan pendapat dalam kegiatan pembelajaran. 1 = Jika indikator yang
 Bertanya pada saat kegiatan pembelajaran. Terlihat hanya satu
 Melakukan kegiatan yang diminta.
 Menjawab pertanyaan pada saat kegiatan pembelajaran.
Tanggung Jawab
 Melaksanakan kegiatan secara teratur
 Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan.
 Memberikan penjelasan terhadap tugas yang dikerjakan.
 Mengajukan pendapat dalam rangka memecahkan masalah
Teknik penilaian:
Nilai akhir sikap diperoleh dari modus (skor yang paling sering muncul) dari ketiga
aspek sikap di atas.
Kategori nilai sikap:
 Sangat baik jika memperoleh nilai akhir 4
 Baik jika memperoleh nilai akhir 3
 Cukup jika memperoleh nilai akhir 2
 Kurang jika memperoleh nilai akhir 1

B. Lembar Penilaian Keterampilan Praktikum

Rubrik Penilaian Keterampilan Praktikum


Penggunaan Alat Membersihkan Nilai
Persiapan
dan Bahan Alat setelah akhir
No. Nama Praktikum
Praktikum Praktikum
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.

2.

Dst

Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan Praktikum


Indikator Aspek
No. Skor Keterangan
penilaian
1. Persiapan Praktikum 4 Semua anggota kelompok membawa alat dan
bahan praktikum dengan lengkap.
3 Sebagian anggota kelompok membawa alat dan
bahan praktikum dengan lengkap.
2 Sebagian anggota kelompok tidak lengkap
membawa alat dan bahan praktikum.
1 Semua anggota tidak lengkap membawa alat dan
bahan praktikum.
2. Penggunaan Alat dan 4 Alat dan bahan digunakan secara benar dan hati-
bahan Praktikum hati.
3 Alat dan bahan digunakan secara benar tapi
kurang hati-hati.
2 Alat dan bahan digunakan kurang benar dan
hati-hati.
1 Alat dan bahan digunakan kurang benar dan
kurang hati-hati.
3. Membersihka Alat 4 Alat dibersihkan, dikeringkan, dan disimpan
setelah Praktikum kembali.
3 Alat dibersihkan, tidak dikeringkan, dan
disimpan kembali.
2 Alat dibersihkan, dikeringkan, dan tidak
disimpan kembali.
1 Alat tidak dibersihkan dan disimpan kembali.

Teknik penilaian:
Nilai akhir sikap diperoleh dari modus (skor yang paling sering muncul) dari ketiga
aspek sikap di atas.
Kategori nilai sikap:
 Sangat baik jika memperoleh nilai akhir 4
 Baik jika memperoleh nilai akhir 3
 Cukup jika memperoleh nilai akhir 2
 Kurang jika memperoleh nilai akhir 1

C. Lembar Penilaian Post-Test Sistem Indra


Berilah tanda silang (X) pada satu jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!
1. Ujung saraf perasa panas dan tekanan kuat secara berturut-turut adalah . . .
a. Paccini dan Ruffini
b. Ruffini dan Paccini
c. Krause dan Meissner
d. Meissner dan Krause
e. Ruffini dan Krause
2. Makanan yang dapat dirasakan bagian-bagian lidah ujung, pinggir (tepi) depan, dan
pangkal lidah secara berturut-turut adalah . . .
a. Pahit, asam, dan manis
b. Asam, manis, dan pahit
c. Manis, asin, dan asam
d. Manis, asin, dan pahit
e. Manis, asam, dan pahit

3. Kelainan pada mata yang tidak dapat melihat objek dekat dengan jelas adalah . . .
a. Miopi
b. Presbiopi
c. Hipermetropi
d. Emetropi
e. Juling
4. Alat pengatur cahaya pada mata kita yang bekerja seperti diafragma kamera adalah . .
.
a. Iris
b. Sklera
c. Lensa
d. Kornea
e. Retina
5. Jenis reseptor pada indra penciuman (hidung) adalah . . .
a. Fotoreseptor
b. Kemoreseptor
c. Thermoreseptor
d. Mekanoreseptor
e. Isoreseptor
6. Berikut ini yang termasuk ke dalam telinga bagian dalam adalah . . .
a. Tulang-tulang pendengaran
b. Daun telinga
c. Saluran eustachius
d. Koklea
e. Membran timpani
7. Berikut bagian telingan yang berfungsi sebagai penerima gelombang bunyi adalah . . .
a. Koklea
b. Jendela oval
c. Membran timpani
d. Tulang pendengaran
e. Organ korti
8. Ujung saraf krause pada kulit peka terhadap perasa. . .
a. Panas
b. Dingin
c. Sentuhan
d. Sakit
e. Gigitan

Teknik pengolahan data:


jumlah skor yang diperoleh
Nilai yang diperoleh siswa = × 100
jumlah skor maksimum