Anda di halaman 1dari 24

UWES A.

Chaeruman

PEMBELAJARAN
ABAD 21
Seminar Nasional Pembelajaran Abad 21
Pusdiklat Kemdikbud, Sawangan, 27 April 2018 Sumber: http://flickr.com - licence: free to share and use
ILUSTRASI KASUS
1
MANAKAH
YANG
2 TERMASUK
SEBAGAI
3 PEMBELAJA-RAN
MODERN?
Sumber: http://flickr.com - license: free to share and use
4
Sumber: http://flickr.com - licence: free to share and use

ILUSTRASI KASUS
1 Pembelajaran MODERN dengan
teknologi sediakala

Pembelajaran KUNO dengan


2 teknologi modern

3 Pembelajaran MODERN dengan


teknologi modern

4 Pembelajaran MODERN dengan


teknologi modern
DIMANAPOSISI KITA?
1 MEMBELAJARKAN siswa dengan
teknologi sediakala?

MENGAJAR siswa dengan


2 teknologi modern?

3 MEMBELAJARKAN siswa dengan


teknologi modern?

Sumber: http://flickr.com - licence: free to share and use 4 MEMBELAJARKAN siswa dengan
teknologi modern?
Sumber: http://4.bp.blogspot.com - licence: free to share and use
“ Sejatinya, teknologi pembelajaran adalah
bukan tentang teknologi. Tapi, yang paling
penting adalah bagaimana teknologi tersebut
digunakan dengan tepat untuk membuat
siswa belajar.
BELAJAR = MENGALAMI
PEMBELAJARAN
upaya agar membuat siswa
MENGALAMI.

sumber gambar : staticflickr.com – licence: free to share and use


Ketika akan mengajar, apa yang Anda pikirkan?

A. Materi apa yang akan saya ajarkan?


B. Aktivitas belajar apa yang akan saya lakukan?
TANTANGAN
PEMBELAJARAN ABAD 21

Learning to Use ICT vs Using ICT to Learn?

transforming
Integrating
(infusing)

applying

emerging

Level Pemanfaatan ICT menurut UNESCO, 2003


TIK DALAM
PEMBELAJARAN ABAD 21
Belajar melalui TIK – ICT as tool
Belajar tentang TIK – ICT as object Belajar dengan TIK – ICT as medium

Transforming
Integrating
(infusing)

Applying

Emerging
Kecakapan • Kreativitas & Inovasi
Belajar
• Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah
dan
Inovasi • Komunikasi & Kolaborasi

KECAKAPAN Kecakapan
Informasi,
• Literasi Informasi
• Literasi Media
Media dan
ABAD 21 Teknologi • Literasi Teknologi Informasi

• Luwes & Mampu Beradaptasi


Kecakapan
Hidup dan • Memiliki inisiatif & Mengarahkan Diri
Karir • Memiliki Kemampuan Sosial & Lintas Budaya
• Produktif dan Akuntabel

Partnership for the 21st Century Learning


http://www.p21.org/storage/documents/1.__p21_framework_2-pager.pdf
Intentionality

6
Collaborative Content
Work Centrality

Atribut
Construction
Pembelajaran
Bermakna Authentic
of Mental
Work
Models

Active inquiry

- Elaizabeth A. Ashburn, 2006


use technology
to make intentional learning

Intentionality
Using clearly articulated learning
goals to guide the design of learning
tasks and assessment of learning
progress.
- Elaizabeth A. Ashburn, 2006

Sumber: http://flickr.com - license: free to share and use


Content
Centrality
use technology properly to align
learning goals and tasks with the big
ideas, essential questions, and
methods of inquiry that are central to
the discipline.

- Elaizabeth A. Ashburn, 2006


Sumber: http://flickr.com - license: free to share and use
Authentic Work
use technology properly to make
students able to construct
multifaceted learning tasks that
represent the challenges, problems,
and thinking skills required outside
the classroom.
- Elaizabeth A. Ashburn, 2006
Sumber: http://flickr.com - license: free to share and use
Active Inqury
use technology properly to make
students able to use a disciplined
inquiry process for learning that is
built on students’ own questions and
develops habits of mind that
foster high levels of thinking.
- Elaizabeth A. Ashburn, 2006
Sumber: http://flickr.com - license: free to share and use
CONSTRUCTION
OF MENTAL
MODELS
use technology properly to make
students able to embed the
articulation of cognitive models of
content within the learning tasks.

- Elaizabeth A. Ashburn, 2006


Sumber: http://flickr.com - license: free to share and use
Claborative Work
use technology properly to make
students able to work together adds
value to achieving the learning
outcomes.

- Elaizabeth A. Ashburn, 2006


Sumber: http://flickr.com - license: free to share and use
TERIMA KASIH
LAMPIRAN
Kasus Ilustratif 1:
Tujuan:
Siswa kelas 3 SD, dapat membedakan zat cair, padat, dan gas
Aktifitas Pembelajaran:
• Diluar ruang kelas, siswa dibagi dalam tiga kelompok. Klp 1 berpegangan erat, Klp 2 cukup
merapat, Klp 3 renggang.
• Salah seorang siswa diminta menerjang kelompok-kelompok tersebut.
• Semua kelompok, duduk berkumpul dan mendiskusikan apa yang terjadi.
• Setiap kelompok diminta mengambil apa saja yang bisa di bawa dari sekitar luar sekolah.
• Kemudian diminta mengklasifikasikan mana yang kategori padat, cair dan gas.
• Siswa kembali ke kelas, dilanjutkan dengan diskusi dan penjelasan mendalam dari guru.

Pembelajaran efektif, kontekstual dan menyenangkan, walau tanpa TIK


Kasus Ilustratif 2:
Tujuan:
Siswa kelas 3 SD, dapat membedakan zat cair, padat, dan gas
Aktifitas Pembelajaran:
• Diluar ruang kelas, siswa dibagi dalam tiga kelompok. Klp 1 berpegangan erat, Klp 2 cukup merapat,
Klp 3 renggang.
• Salah seorang siswa diminta menerjang kelompok-kelompok tersebut.
• Semua kelompok, duduk berkumpul dan mendiskusikan apa yang terjadi.
• Setiap kelompok diminta mengambil gambar apa saja dengan cara memotret menggunakan
kamera handphone.
• Gambar hasil pemotretan ditayangkan melalui LCD projector, kemudian siswa secara kelompok
mengklasifikasikan kedalam kategori cair, padat dan gas.
• dilanjutkan dengan diskusi dan penjelasan mendalam dari guru.

Pembelajaran efektif, kontekstual dan menyenangkan dengan TIK


Kasus Ilustratif 3:
Tujuan:
• Siswa, dapat membandingkan teori penciptaan alam semesta antara yang satu
dengan lainnya.
Aktifitas Pembelajaran:
• Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil.
• Setiap kelompok diminta untuk membahas salah satu teori dari buku yang telah
disediakan.
• Setiap kelompok, diminta menyajikan hasil bahasannya secara kreatif dengan
menggunakan slide presentasi (misal Power Point, MSWord, dll) atau dengan
cara lain, misal menggunakan gambar di karton, atau disajikan dalam bentuk
lagu.
• Setiap kelompok mempresentasikan dan dibahas bersama.
Pembelajaran efektif, kontekstual dan menyenangkan dengan TIK + menghasilkan
prakarsa dan karya otentik
Kasus Ilustratif 4:
Tujuan:
• Siswa, dapat membandingkan teori penciptaan alam semesta antara yang satu dengan lainnya.
Aktifitas Pembelajaran:
• Guru menjelaskan konsep penciptaan alam semesta menurut beberapa pakar.
• Penjelasan dilakukan menggunakan sekitar 40 slide presentasi via LCD projector, dilengkapi
dengan animasi yang indah, kombinasi teks dan gambar.
• Dilanjutkan dengan tanya jawab dan kesimpulan.
• Diakhiri dengan memberikan pekerjaan rumah.

Pembelajaran tak efektif, tak kontekstual dan kurang menyenangkan walau dengan TIK. Apalagi
menghasilkan prakarsa dan karya otentik
CONTOH PEMBELAJARAN ABAD 21
Agar siswa mampu menulis monolog “aspect of love” dalam
bentuk puisi, guru meminta siswanya secara individu membuka
http://iearn.org. Siswa kemudian diminta untuk memilih salah satu
proyek membuat puisi terkait dengan “aspek kasih sayang”
tersebut dan mengikuti prosedur yang disarankan. Siswa menulis
puisi secara kreatif dalam bentuk MS Word atau MS Powerpoint.
Siswa merekam pembacaan puisi masing-masing menggunakan
handphone. Kemudian mengirimkan puisinya dan videonyake
http://iearn.org dan kanal youtube untuk mendapatkan umpan
balik dari siswa lain di seluruh dunia. Hasil kerja, plus umpan balik
dari siswa lain di seluruh dunia dijadikan sebagai portfolio siswa
tersebut sebagai salah satu bahan penilaian oleh guru tersebut.
Sumber: Hasil Pelatihan ICT-based Lesson Development, Chiang Mai, Thailand, 2006