Anda di halaman 1dari 5

Nama : Hilda Anggraeni

NIM : 12030117420074
Kelas : A (angkatan 38)

Resume Akuntansi Sektor Publik


“Analisis Invenstasi Publik”

1. Mengapa perlu analisis analisis investasi public bagi pemerintah ?


Analisis investasi public perlu dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan
public dan apakah proyek investasi tersebut menguntungkan atau tidak dilihat dari segi
finansial maupun non finansial. Usulan investasi harus memperhatikan kemampuan
anggaran dan kelayakan investasi. Kelayakan investasi dapat ditinjau dari berbagai aspek,
yaitu aspek kelayakan teknis aspek social budaya, aspek ekonomi dan aspek distribusi.
Keempat aspek tersebut harus ada jika ingin berinvestasi. Apabila salah satu aspek saja
tidak terpenuhi, maka suatu investasi dikatakan tidak layak untuk diteruskan. Berbagai hal
yang harus diperhatikan dalam investasi publik adalah tingkat diskonto yang digunakan,
tingkat inflasi, risiko dan ketidakpastidan, dan capital rationing. Factor – factor tersebut
harus dipertimbangkan karena dapat mempengaruhi investasi public. Investasi di sector
public memerlukan analisis dengan teknik penilaian investasi public. Metode evaluasi
yang biasa digunakan adalah metode ROCE, metode aliran kas yang didiskontokan (DCF),
Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), cost-benefit analysis, dan cos-
effectiveness analysis. Dari berbagai metode tersebut, efektifitas metode bergantung pada
investasi yang akan di jalankan. Sehingga, efektifitas dan efisiensinya tidak dapat
ditentukan.
Jadi analisis untuk investasi public sangat penting agar tujuan dari suatu investasi tersebut
dapat tercapai secara efisien, efektif, dan maksimal.

2. Mengapa analisis investasi sektor publik berdampak pada terhadap anggaran


tahunan berjalan?
Karena Dalam prakteknya terdapat beberapa permasalahan yang sulit di selesaikan yang
salah satunya adalah memperkirakan pengeluaran yang dibutuhkan di masa yang akan
datang. Sehingga Di dalam investasi publik perlu ditekankan pada penganggaran
modal/investasi terlebih di dalam penentuan kebutuhan investasi publik pada tahap
persiapan anggaran yang diawali dengan membuat taksiran pengeluaran atau biasa disebut
juga dengan anggaran pengeluaran atau estimasi pengeluaran yang akan datang. Sebelum
menyetujui taksiran pengeluaran hendaknya terlebih dahulu dilakukan penaksiran
pendapat yang lebih akurat. Pendapat yang lebih akurat biasanya pendapat para orang yang
memiliki wawasan penuh dalam investasi . Apabila estimasi tersebut dilakukan secara
bersamaan dengan pembuatan keputusan maka akan mengurangi adanya factor
uncertainty (tingkat ketidakpastian) yang akan berdampak pada anggaran tahun berjalan
dimasa yang akan datang. Karena selain berdampak pada anggaran tahun berjalan maka
akan membebani anggaran tahun-tahun berikutnya sehingga diperlukan analisis investasi
secara mendalam serta pengambilan keputusan yang sesuai dengan estimasi yang
dikeluarkan.

3. Mengapa pengeluaran untuk investasi public harus mendapat perhatian lebih


dibandingkan dengan pengeluaran rutin atau disebut dual budgeting ?
Karena pengeluaran investasi /modal memiliki efek jangka panjang, investasi jangka
panjang, sedangkan pengeluaran rutin lebih berdampak jangka pendek, apabila terjadi
kesalahan dalam melakukan pengambilan keputusan investasi tidak saja akan berdampak
pada anggaran tahun berjalan, namun juga akan membebani anggaran tahun-tahun
berikutnya. Analisis investasi berhubungan erat dengan penganggaran fungsional, alokasi
sumber daya, dan praktik manajemen keuangan di sector publik. Selain itu, program
investasi public merupakan bentuk dari dual budgeting, yaitu pemisahan anggaran
modal/investasi dari anggaran rutin.
Di kebanyakan negara berkembang, anggaran pembangunan dan anggaran rutin
dipisahkan. Fokus perhatiannya ditujukan untuk mengintegrasikan kebijakan dengan
pengeluaran manajemen. Keputusan investasi public diperlukan untuk mendukung
pelaksanaan program, kegiatan, dan fungsi yang menjadi prioritas kebijakan. Investasi
public memiliki kaitan yang erat dengan penganggaran modal/investasi. Penganggaran
modal/investasi merupakan proses untuk menganalisis proyek-proyek dan memutuskan
apakah proyek tersebut dalam diakomodasi oleh anggaran modal/investasi. Untuk
memberikan mekanisme dalam mengatur proyek investasi publik secara lebih efisien dan
efektif, maka perlu dilakukan analisis investasi secara mendalam. Analisis investasi
berhubungan erat dengan penganggaran fungsional, alokasi sumber daya, dan praktik
manajemen keuangan di sektor publik.

4. Mengapa dalam investasi sector public perlu mempertimbangkan aspek kelayakan


bisnis ?
Dalam perencanaan dan analisis investasi harus dipertimbangkan beberapa aspek, dari
beberapa aspek haruslah dipertimbangkan dan dievaluasi dalam setiap tahap perencanaan
anggaran dan siklus pelaksanaan. Pada investasi pubic terdiri dari empat aspek kelayakan
yang perlu dipertimbangkan karena keempat aspek tersebut secara bersama-sama
memberikan manfaat, aspek-aspek tersebut satu sama lain saling berhubungan dan saling
mempengaruhi.
Pada aspek teknis, jika suatu usulan investasi sudah tidak layak dilihat dari aspek
teknisnya,maka usulan tersebut menduduki prioritas pertama untuk ditolak.
Aspek social budaya menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dan
merata, sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Di dalam
aspek social juga harus mempertimbangkan aspek legalitas dan dampak lingkungan yang
merugi dalam perjalanan suatu proyek tersebut yang nantinya diharapkan tidak merugikan
masyarakat n pertumbuhan ekologi lingkungan.
Aspek ekonomi dan finansial, aspek ekonomi meliputi kegiatan menganalisis apakah suatu
proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan
perekonomian , aspek finansial menerangkan pengaruh-pengaruh finansial dari suatu
proyek yang diusulkan.
Aspek distribusi, terkait dengan keadilan dan persamaan kesempatan untuk mendapatkan
pelayanan public (equity & equality).

5. Mengapa aspek distribusi menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan
dalam menilai kelayakan investasi public ?
Keputusan investasi adalah keputusan yang perlu dikaitkan dengan masalah distribusi
pelayanan publik secara adil dan merata. Untuk itu perlu diketahui siapa yang akan
menerima manfaat atau keuntungan yang dihasilkan dari proyek investasi, dari mana
mendapatkan modal untuk melaksanakan proyek, apakah dari public revenue atau oleh
individu; apakah terdapat pajak penghasilan atau tidak; apakah proyek dijalankan oleh
public agencies atau oleh individu. Aspek distribusi terkait dengan rasa keadilan dan
persamaan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan publik (equity and equality). Pada
akhirnya, dalam perencanaan dan analisis investasi harus mempertimbangkan semua aspek
yang secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat
adanya suatu investasi tertentu.
Bukan hanya aspek distribusi saja yang perlu dipertimbangkan dalam menilai kelayakan
investasi public, aspek lain seperti aspek teknis, sosial dan budaya, ekonomi dan finasial
juga harus dipertimbangkan dan dievaluasi dalam setiap tahap perencanaan anggaran dan
siklus pelaksanaan investasi, karena aspek-aspek tersebut satu sama lain saling
berhubungan dan mempengaruhi kelayakan suatu investasi.

6. Mengapa investasi public dikatakan sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pelayanan


pemerintah terhadap masyarakat ?
Investasi public dalam hal ini adalah belanja modal, merupakan salah satu pengeluaran
investasi jangka panjang dalam kegiatan perekonomian. Karena investasi public ini
memiliki dampak jangka panjang, menyebabkan perencanaan alokasi sumber daya menjadi
sangat penting dan perlu perhatian khusus. Fenomena yang terjadi saat ini dalam
perkembangan sektor publik di Indonesia adalah semakin menguatnya tuntutan
akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik, baik pemerintahan pusat maupun
daerah, dan salah satu pelayanan public yang diberikan oleh pemerintah yaitu investasi
dalam bentuk pembangunan daerah, khususnya pembangunan yang secara langsung dapat
dinikmati oleh masyarakat. Pemerintah wajib memperhatikan apakah seluruh sumber daya
yang dimiliki akan seluruhnya digunakan untuk konsumsi saat periode berjalan atau
diinvestasikan untuk beberapa periode ke depan. Hal ini termasuk salah satu masalah yang
dihadapi oleh pemerintah pada pengambilan keputusan dalam investasi publik. Saat ini
masyarakat Indonesia sedang memasuki era yang penuh tuntutan perubahan serta
antusiasme akan perubahan, oleh karena itu penyelenggaran pelayanan publikdi Indonesia
harus terus dijalankan demi terciptanya pelayanan prima bagi masyarakat.
Jadi, investasi public ini merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pelayanan pemerintah
terhadap masyarakat.
7. Mengapa dalam mengevaluasian investasi public harus memasukkan analisis
manfaat dan biaya sosial (social cost / benefit) ?
Perhitungan manfaat dan biaya harus pula memasukkan analisis manfaat dan biaya sosial
(social cost/benefit) yang ditimbulkan dari investasi publik yang akan dilakukan. Pada
organisasi sektor publik biaya dan manfaat seringkali tidak dapat secara langsung diukur
dengan satuan uang, sehingga teknik-teknik analisis biaya manfaat sangat cocok untuk
diterapkan. Dalam analisis biaya-manfaat ini, benefit (manfaat) ditekankan pada semua
keunggulan ekonomi dan sosial yang diperoleh, sedangkan untuk cost (biaya) ditekankan
pada kelemahan-kelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang. Sebagai
contoh ketika suatu organisasi sektor publik merencanakan membuat sebuah jalan baru,
maka akan muncul monetary cost untuk biaya konstruksi dan perawatan. Di samping itu
juga akan timbul biaya-biaya sosial dari proyek tersebut, misal biaya yang muncul dalam
bentuk perusakan pemandangan, polusi udara, polusi suara, kemungkinan bertambahnya
kecelakaan, dan lain sebagainya. Di lain pihak, manfaat-manfaat sosial juga akan diperoleh
dari pembuatan jalan baru tersebut seperti pengurangan kemacetan lalu lintas,
mempercepat perjalanan, mengurangi biaya pendistribusian barang, dan lain sebagainya.

8. Mengapa manajemen kinerja menjadi aspek penting dalam pemerintahan daerah?


Karena dengan adanya manajemen kinerja, pemrintah daerah dapat mengukur kinerja
organisasi baik dari segi financial dan non-finansial, karena dalam pemerintahan daerah
outcome nya bukan hanya mempertimbangkan aspek moneternya saja, tetapi dampak atau
efek yang diperoleh oleh kostumer atau masyarakat. Pengukuran non finansial dapat
memberikan informasi tambahan selain informasi financial dalam menilai atau mengukur
kinerja yang dapat membantu meningkatkan bagian profit maupun non profit ekonomi.
Pengukuran kinerja menjadi pusat perhatian untuk mengarahkan organisasi sektor public
yang lebih efisien, efektif dan akuntabilis.
Model penilaian kinerja menurut Fitzgerald et al. (1991) dengan enam ukuran, yaitu pada
dimensi hasil dari strategi yang dipakai ada (kompetisi atau daya saing dan keberhasilan
financial), dan pada dimensi penentu strategi (kualitas, fleksibilitas, manfaat dan inovasi).
Menurut Kaplan dan Norton model pengukuran kinerja menggunakan balanced scorecard
empat ukuran kinerja yaitu financial, kepuasan kostumer, proses internal bisnis, seta
inovasi dan pembelajaran. Peran koordinasi sistem pengukuran kinerja adalah
mengarahkan dan memfokuskan perhatian pembuat keputusan pada hasil dan determinan
atau peran primer dan sekunder (Atkinson et al. , 1997; Fitzgerald et al. , 1991; Kaplan dan
Norton, 1992, 1996). Dengan cara ini, karyawan tahu apa yang diharapkan dari mereka.
Juga lebih jelas bagi para pemangku kepentingan eksternal untuk menentukan apa yang
ingin dicapai oleh organisasi.

9. Mengapa pemerintah daerah kurang efektif dan focus dalam perencanaan


strategis?
Karena sebagian besar pemerintah daerah dalam perencanaan masih didasarkan pada
konsep operasional efisiensi, dengan penekanan yang lebih rendah pada efektivitas.
Penelitian tahun 1993 Palmer memberikan bukti bahwa organisasi berkonsentrasi
untuk mengukur apa yang mudah diukur dan dalam pemerintahan lokal hasilnya bias
terhadap pengukuran kinerja dalam hal ekonomi dan efisiensi, bukan keefektifan.
Palmer menemukan bahwa jenis indikator yang paling sering digunakan berkaitan
dengan biaya, volume layanan, tingkat pemanfaatan, target waktu dan produktivitas.
Semakin banyak prasyarat pada pemerintah daerah untuk merencanakan masa depan
daripada mengadopsi pendekatan tambahan, yang meliputi proses tender dan
persaingan; persyaratan pusat untuk rencana formal dan peningkatan fokus pelanggan.
Flynn dan Talbot berpendapat bahwa sebagian besar tekanan untuk meningkatkan
kinerja dalam jangka pendek dapat menghambat perencanaan strategis dan strategis
kinerja pengelolaan. Anggaran kendala, biaya pengurangan strategi, pembeli /
penyedia perpecahan dan fokus pada kinerja keuangan dapat memecah belah
pemerintah daerah. Apakah fokus strategis yaitu pada pengukuran kinerja dan
peninjauan penting dalam pemerintah daerah.

10. Mengapa pemerintah perlu melakukan pemisahan atau perbedaan antara tujuan
primer dan sekunder saat pengukuran kinerja ?
Dilakukan pemisahan antara tujuan primer dan sekunder sebelum melakukan
pengukuran kinerja karena pemerintah membutuhkan sarana yang lebih baik untuk
menentukan kinerja yang berkaitan dengan tujuan organisasi. Ukuran kinerja menjadi
terlalu banyak atau luas dan tidak selalu memenuhi kebutuhan pemilik kepentingan
yang relevan, tidak dapat membantu dalam menentukan layanan apa yang sebaikanya
disediakan dan kepada siapa layanan tersebut harus diberikan. Proses perencanaan
strategis dimulai dengan menentukan tujuan utama organisasi. Melalui pengembangan
dan artikulasi tujuan utama, pemerintah menetapkan hubungan antara organisasi
mereka dengan para pemangku kepentingannya.
Tujuan sekunder mencerminkan pilihan strategis organisasi tentang bagaimana
memilih untuk mengejar tujuan utama dan hubungan yang harus dimiliki dengan para
pemangku kepentingan agar menjadi sukses dalam pilihan strategisnya. Ada hubungan
yang jelas dan saling melengkapi antara hasil (tujuan utama) dan determinan (tujuan
sekunder). Fokus pada proses sekunder adalah untuk mencapai tujuan utama
menyediakan alat untuk memantau hubungan dengan pemangku kepentingan. Peran
koordinasi sistem pengukuran kinerja adalah mengarahkan dan memfokuskan
perhatian pembuat keputusan pada hasil dan determinan atau peran primer dan
sekunder. Dengan cara ini, karyawan tahu apa yang diharapkan dari mereka. Juga lebih
jelas bagi para pemangku kepentingan eksternal untuk menentukan apa yang ingin
dicapai oleh organisasi.