Anda di halaman 1dari 22

Agribisnis Ternak Unggas

This post was republished to atugsmknkdm at 22:36:22 30/05/2011

Modul agribisnis ternak unggas


Category ; pendidikan

(MODUL 5)

MENENTUKAN KELAYAKAN USAHA


(SEMESTER GENAP AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS)

Usaha ayam memerlukan informasi 1.1. DOC


harga pakan, obat, DOC dan harga
produk yang akurat. Informasi harus Strain ayam yang dipelihara
terus dipantau setiap hari, karena disesuaikan dengan ketersediaan
harga-harga sarana produksi dan DOC dimasing-masing wilayah.
produk ayam berubah terus. Bahkan Harga DOC bervariasi antara
untuk ayam broiler perubahan harga Rp1500 sampai 6.000 per ekor.
bisa terjadi setiap jam. Informasi Sebagai dasar perhitungan harga
dapat diperoleh melalui survey pasar DOC pada tanggal 12 Desember
atau mencari di situs-situs yang 2008, yaitu Rp1.500 per ekor.
tersedia di Internet. Beberata situs
internet selalu memberika daftar
harga setiap hari. Daftar harga juga
bisa diperoleh melalui PINSAR 1.2. Pemanas
(Pusat Informasi Pasar) yang
diperbaharui setiap hari. Pemanas yang digunakan adalah
tipe gas, dengan merek gasolex,
Analisis usaha ayam akan dibahas dilengkapi dengan selang dan
dengan harga yang berlaku pada regulator. Tabung gas menggunakan
saat buku disusun. Harga juga tabung kecil dengan kapasitas 12,5
berlaku di Cianjur, dengan kg. Harga gasolex Rp900.000 per
kemungkinan harga bisa berbeda di unit, selang gas Rp 100,000 dan
daerah yang berbeda. Disini dibahas harga tabung gas Rp.800,000
prinsip dasar perhitungan agribisnis perunit. Kebutuhan gas untuk
ayam, diharapkan pembaca bisa pemeliharaan ayam 10,000 ekor
menyesuaikan dengan harga sebanyak 21 tabung
setempat dimana pembaca berada.

1.3. Chick Guard


1. Analisa Usaha Ayam Chick guard (pembatas ayam)
Broiler menggunakan bahan seng lebar 50
cm, dan dijepit dengan bambu untuk
Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

penguat. Harga seng plat bervariasi


antara 20.000-35.000 permeter.
1.6. Pakan dan Minum
Pakan yang diberikan terdiri dari
1.4. Tempat Pakan dan starter dan finisher. Harga pakan
Minum starter Rp5.200 per kg, sedang
pakan finisher 5000 per kg.
Tempat pakan yang digunakan pemberian pakan starter 0,9 kg
berbahan plastik dengan kapasitas 5 perekor, dan pakan grower 2,5 kg
kg untuk 36 ekor ayam , harga per perekor. Air minum diberikan secara
unit Rp.20.000. Tempat pakan DOC adlibitum selama 6 minggu perkiraan
menggunakan model nampan 4,8 Liter untuk temperatur 30*C
dengan harga Rp10,000 perunit. (koreksi dengan menambah 7%
Tempat minum berbahan plastik untuk setiap kenaikan temperatur
kapasitas 7 liter, dapat digunakan 1*C dan mengurangi 7% setiap
untuk 50 ekor ayam (6 minggu), penurunan temperatur 1*C). Secara
dengan harga per unit: Rp15.000,- rinci kebutuhan air minum pada
temperatur 30*C tertera oada
tabel…. Sebagai panduan umum
kebutuhan air minum antara 1,5-2
1.5. Kandang kali banyaknya pakan yang
diberikan. Misalnya pakan yang
Kandang yang kita gunakan yang diberikan 2 kg perekor, maka
paling murah terbuat daru bambu kebutuhan airminum maksimum 4
dan atap seng gelombang. Untuk liter perekor.
menhemat ruang kandang kita buat
panggung. Biaya kandang per meter
peresegi Rp100,000,-

Tabel kebutuhan air minum

Umur Ml/ekor/hari ml per Ml/ekor perhari


(30*C) minggu (20*C)
(Mg) (30*C)

1 37,6 263,2 18

2 59,7 417,9 31

3 83,5 584,5 45

4 137,9 965,3 77

5 168,5 1179,5 95

6 192,3 1346,1 109

7 222,9 1560,3 127

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

8 246,7 1726,9 141

Kebutuhan air lainnya adalah untuk bisa dijual 97%. Pemasangan liter
membersihkan kandang, tempat setebal 7 cm, dengan luas kandang
minum dan peralatan lainnya. Untuk 1240 meter persegi akan
memudahkan perhitungan kita membutuhkan 360 karung. Jika
perkirakan kebutuhan air tersebut 1 harga sekarung Rp1.500,- maka
m3 perhari, untuk pemeliharaan biaya sekam Rp540.000,-
ayam sebanyak 10,000 ekor.
Perkotaan harga air Rp10,000 per
meter kubik (1000 liter).
1.8. Biaya Produksi
1.8.1. Biaya Tetap
1.7. Pemeliharaan
Biaya tetap (Fix cost) adalah biaya
Pemeliharaan ayam selama 6 untuk investasi yang tidak habis
minggu (42 hari). Target produksi pakai. Komponen biaya tetap terdiri
berat badan rata-rata 2,25 kg. Feed dari tanah, bangunan dan peralatan.
Confersi Ratio (Rasio konfersi pakan) Secara rinci dijelaskan pada tabel
1,75, kematian maks 3%, ayam yang biaya tetap.
Tabel …….Biaya Tetap

No Jenis Volume Satuan Harga Biaya


satuan

(Rp) (Rp)

1. Tanah 2.000 m2
30.000 60.000.000

2. bangunan tingkat 1.280 m2


50.000 64.000.000

3. tempat pakan doc 20 unit


10.000 200.000

4. tempat pakan 280 unit


20.000 5.600.000

5. tempat minum 20 unit


15.000 300.000

6. pemanas 10 unit
900.000 9.000.000

7. tabung 5 unit
800.000 4.000.000

8. selang gas 10 unit

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

100.000 1.000.000

9 drum plastik 2 unit


200.000 400.000

1 semprotan 1 unit
0 gendong 3.500.000 3.500.000

1 ember plastik 5 unit


1 10.000 50.000

1 timbangan salter 1 unit


2 300.000 300.000

1 timbangan duduk 1 unit


3 700.000 700.000

1 sekop 2 unit
4 50.000 100.000

1 kereta dorong 1 unit


5 1.500.000 1.500.000

1 gudang 30 m2
6 500.000 15.000.000

1 seng 20 m2
5 20.000 400.000

1 sumur air 1 unit


6 2.000.000 2.000.000

1 pompa air 1 unit


7 1.200.000 1.200.000

1 tower air 1 unit


8 2.000.000 2.000.000

1 kelistrikan 1 unit
9 1.500.000 1.500.000

2 jaringan air 1 unit


0 500.000 500.000

2 jalan 40 m2
1 50.000 2.000.000

175.250.000

Biaya tidak tetap atau sering disebut


variable cost merupakan biaya yang
1.8.2. Biaya Tidak Tetap habis pakai dan bisa berubah-ubah
Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

tergantung jumlah ayam. Komponen kerja, DOC, gas, tenaga kerja, listrik
biaya tidak tetap terdiri dari pakan, dll. Biaya tidak tetap secara rinci
obat, air minum, vitamin, tenaga tertera pada tabel……
Tabel….. Biaya tidak tetap

1 pakan 8.952,00 kg 5.200,00 46.550.400

2 pakan finisher 25.660,00 kg 5.000,00 128.300.000

3 vaksin 10.000,00 ekor 150,00 1.500.000

4 obat-obatan 10.000,00 ekor 175,00 1.750.000

5 vitamin 10.000,00 ekor 175,00 1.750.000

6 doc 10.000,00 ekor 1.500,00 15.000.000

7 desinfektan 10.000,00 ekor 75,00 750.000

8 sekam 360,00 karung 1.500,00 540.000

9 gas LPG 21,00 tabung 70.000,00 1.470.000

10 listrik 10.000,00 ekor 100,00 1.000.000

11 tenaga kerja 10.000,00 ekor 300,00 3.000.000

12 air minum 100,00 m3 10.000,00 1.000.000

13 pemasaran 10.000,00 ekor 50,00 500.000

203.110.400

Harga pokok penjualan dari biaya yang dijual 21.825 kg, sehingga HPP
variabel adalah total biaya variable = Rp205.640.400/21.825 = Rp9.306,-
dibagi dengan volume ayam yang
dijual. Total biaya tidak tetap
Rp203.110.400, sedangkan ayam
Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

1.8.3. Total Biaya 1.9. Analisa Usaha


Total biaya merupakan penjumlahan Pertama yang harus dihitung adalah
dari biaya tetap dan tidak tetap. Jika pemasukan. Pemasukan usaha
semua harus dibeli tunai maka ayam broiler diperoleh dari jual ayam
besarnya modal yang diperlukan hidup, kotoran (litter) dan karung
sebesar Rp175.250.000 + bekas pakan. Kemudian kita
205.140.000 = Rp 378.360.400 . menghitung semua biaya
Dalam beberapa hal pakan bisa pengeluaran. Pendapatan kotor
pinjam ke pabrik pakan dan dibayar dapat dihitung dengan mengurangi
setelah panen, jika ini bisa dilakukan jumlah pemasukan dengan jumlah
maka akan mengurangi biaya pakan. pengeluaran.

Tabel…. Perhitungan Pendapatan

pemasukan

1 jual ayam 21.825,00 kg 10.750,00 234.618.750

2 kual limbah 4.000,00 karung 3.000,00 12.000.000

3 karung 292,00 unit 1.500,00 438.000

247.056.750

pengeluaran

1 pakan 8.952,00 kg 5.200,00 46.550.400

2 pakan 25.660,00 kg 5.000,00 128.300.000


finisher

3 vaksin 10.000,00 ekor 150,00 1.500.000

4 obat-obatan 10.000,00 ekor 175,00 1.750.000

5 vitamin 10.000,00 ekor 175,00 1.750.000

6 doc 10.000,00 ekor 1.500,00 15.000.000

7 desinfektan 10.000,00 ekor 75,00 750.000

8 sekam 360,00 karung 1.500,00 540.000

9 gas LPG 21,00 tabung 70.000,00 1.470.000

10 listrik 10.000,00 ekor 100,00 1.000.000

11 tenaga kerja 10.000,00 ekor 300,00 3.000.000

12 air minum 100,00 M3 10.000,00 1.000.000

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

13 pemasaran 10.000,00 ekor 50,00 500.000

203.110.400

1.9.1. Analisis Laba Rugi Dihitung dengan pendapatan


dikurangi biaya dan penyusutan.
 Pendapatan dan biaya varibel Bunga modal 2% periode
dihitung dalam waktu 1 periode pemeliharaan. Besarnya bunga
pemeliharaan. 378.360.400 x 0,02 = Rp
 Penyusutan dihitung sebesar 7.567.208
10% pertahun dari biaya tetap,
umur peralatan dianggap 10  EBT adalah Earning Before Tax
tahun, jika dalam 1 tahun dapat atau pendapatan sebelum pajak.
memelihara 6 periode, maka Pajak diganti dengan restribusi
biaya penyusutan 1 periode ayam ke Pemda perekor Rp 125.
biaya tetap . 175.250.000 dibagi Biaya ini dapat berbeda untuk
10 tahun dibagi 6 periode . kabupaten yang berbeda. Biaya
restribusi 10,000 ekor x Rp125 =
Rp1.250,000,-
Penyusutan per periode  EAT adalah Earning After Tax
=Rp175.250.000/10 tahun/6 periode atau pendapatan setelah bunga
= Rp 2.920.833. dan pajak, dihitung dengan
mengurangi EBT dengan
besarnya pajak perusahaan.
 EBIT adalah Earning Before Laporan laba rugi tertera pada
Interes and Tax atau pendapatan Tabel…..
sebelum bunga dan pajak.
Tabel….. Laporan Laba Rugi

No Uraian Jumlah

1 Pendapatan 247.056.750

2 Biaya 203.110.400

3 Penyusutan 2.920.833

4 EBIT 41.025.517

5 intersest 7.617.808

6 EBT 33.407.709

7 restribusi 1.250.000

8 EAT 32.157.709

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

1.9.2. Break Event Point (BEP)

BEP merupakan suatu kondisi


dimana diperoleh kalkulasi yang
impas usaha ayam broiler dalam
kondisi tidak rugi dan tidak untung.
Perhitungan BEP dapat dilakukan
dengan satuan harga dan satuan
jumlah produk. Masing-masing
dijelaskan sbb:

1.9.2.1. BEP Rupiah

BEP = biaya tetap

1- (Biaya Variabel/Harga)

 Biaya tetap = Rp175.250.000


 Biaya variable ayam broiler
Rp203.110.400
 Harga broiler Rp 247.056.750

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

BEP = 175.250.000 =
985.217.098
BCR = Pendapatan/Biaya
1-203.110.400/247.056.750

= Rp234.618.750 /
Rp203.110.400

1.9.2.2. BEP Unit

= 1,16

BEP= biaya tetap

Harga –biaya variabel Perhitungan BCR diperoleh angka


1,16, hal ini menunjukkan bahwa
usaha ayam broiler cukup
menguntungkan.
 Biaya tetap = Rp175.250.000
 Biaya variable ayam broiler
Rp203.110.400 /10.000 = 20.311
 Harga broiler Rp 247.056.750
/10,000 = 24.706
2. Analisa Usaha Ayam
Petelur
BEP =175.250.000 = 39.878 ekor
2.1. Pullet
24.706-20.311
Harga pullet perekor umur 16
minggu Rp.45.000,- untuk latihan
analisa, misal kita membeli pullet
Dengan produksi broiler setahun 5000 ekor.
60.000 ekor, maka BEP dicapai pada
tahun ke 3, atau pemeliharaan
periode ke 13.
2.2. Pakan dan Minum
Pakan yang diberikan sebanyak 120
1.9.2.3. Analisis BCR gram perhari per ekor , dengan
pemeliharaan selama 65 minggu
maka kebutuhan pakan per ekor dari
Analisis BCR (Benefit Cost Ratio) pullet sampai afkir = 120x65x7 =
bertujuan membandingkan antara 54,6 kg. Harga pakan per kg Rp
pendapatan dan biaya. Jika 3.200
diperoleh angka BCR lebih dari 1 Air minum, Kebutuhan air minum
maka usaha tersebut selama pemeliharaan sebanyak 136
menguntungkan, makin tinggi angka liter per ekor
BCR semakin menguntungkan usaha
tersebut.
Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

2.3. Kandang Listrik penerangan umum kita


gunakan 300 watt, yang akan
Kandang yang digunakan adalah dinyalakan selama 12 jam sehari.
kandang batery. 5000 ekor, dengan Perhitungan listrik sebesar 300 watt x
ukuran 8x54 meter = 430 m2. 65 minggu x 7 hari x 12 jam = 1.638
Konstruksi kayu dan atap seng KWH.
diperkirakan biaya per meter
Rp100,000. Biaya listrik semua = (2.912 KWH +
1.638 KWH) x 600 = Rp.2.730.000
Tempat pakan dari pralon 4 inchi dan
mimum terbuat dari pralon 3 inchi
yang dibelah menjadi 2 dan masing-
masing ujungnya ditutup. Harga 2.5. Biaya Pemasaran
pralon 1 batang ukuran 3 inchi Rp.
40.000 sedang harga diameter 4 Pemasaran telur dilakukan dengan
inchi Rp55.000. I batang parlon mengantar ke pengecer di kota
dapat menampung (kebutuhan 20 tempat usaha. Pengantaran
cm perekor) 4 x 2 x 4 m x 100 cm /20 dilakukan dengan sepeda motor roda
cm =40 ekor. 3 yang memiliki bak dibelakangnya.
Harga motor rp16.000.000. biaya
Biaya tempat pakan per ekor Rp pemasaran perbulan diperkirakan
55.000/40 = Rp1.400 Rp1.500.000.

Biaya tempat minum per ekor


Rp40.000/40 ekor = Rp1.000
2.6. Pemeliharaan
Kandang batery bahan besi (kawat)
kapasitas 8 ekor, dengan harga Target produksi telur perbulan
Rp130.000 per unit atau biaya dengan mempertimbangkan
kandang batery per ekor 130.000 / 8 kematian ayam, persentase produksi
= Rp16.250,- dan berat telur menggunakan data
yang diterbitkan oleh pembibit ayam
petelur. Produksi dihitung perbulan
Selma 17 bulan pemeliharaan. Pullet
2.4. Listrik yang dibeli umur 16 minggu,
sehingga pada bulan pertama
Pemakaian lampu 100 watt, 9minggu ke 17 dan 18) belum
sebanyak 16 buah. Lama bertelu. Data produksi dan penjualan
penambahan cahaya 4 jam perhari. tertera pada table …....asumsi harga
Kebutuhan cahaya untuk Rp12.000 per kg telur
penerangan ayam 4 jam 65 minggu x
7 hari x 1600 watt = 2.912 kwh (kilo
watt jam). Jika biaya per KWH =
Rp600,-
Tabel Produksi dan penjualan telur
bulan Produksi (Kg) Penjualan (Rp)

1. 0 0

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

2,169.004 26,028,050
2.
7,178.431 86,141,176
3.
7,966.922 95,603,062
4.
8,083.387 97,000,638
5.
8,064.449 96,773,384
6.
8,013.699 96,164,385
7.
7,921.212 95,054,542
8.
7,801.330 93,615,956
9.
7,837.875 94,054,495
10.
7,755.073 93,060,870
11.
7,594.892 91,138,698
12.
7,415.335 88,984,014
13.
7,186.487 86,237,844
14.
6,921.698 83,060,376
15.
6,645.037 79,740,444
16.
4,799.452 57,593,424
17.
total 113,354.280 1,360,251,358

Perhitungan produksi telur Biaya tetap (Fix cost) adalah biaya


berdasarkan tabel dari ISA Brown untuk investasi yang tidak habis
dengan mempertimbangkan pakai. Komponen biaya tetap terdiri
persentase bertelur, berat telur, dan dari tanah, bangunan dan peralatan
kematian ayam. Perhitungan dll. Secara rinci dijelaskan pada tabel
berdasarkan produksi perbulan biaya tetap.
(dihitung per empat minggu).
Harga yang digunakan data disekitar
Cianjur Jawa Barat pada bulan
desember 2008, untuk daerah lain
2.7. Analisa Biaya harga bisa berbeda. Data yang
dikemukakan untuk kepentingan
2.7.1.Biaya Tetap belajar, untuk kepentingan bisnis
Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

harus dicek harga yang berlaku dijalankan dan pada waktu yang
didaerah dimana usaha ayam sesuai.
Tabel ……Biaya tetap

No Jenis Volume satuan Harga Biaya


satuan

1. Tanah m2
1,000 30,000 30,000,000

2. kandang m2
430 100,000 43,000,000

3. tempat pakan 5,000 ekor


1,400 7,000,000

4. tempat minum 5,000 ekor


1,000 5,000,000

5 drum plastik 2 unit


100,000 200,000

6 semprotan 1 unit
gendong 3,500,000 3,500,000

7 ember plastik 4 unit


50,000 200,000

8 timbangan 1 unit
duduk 300,000 300,000

9 sekop 1 unit
50,000 50,000

10 kereta dorong 2 unit


800,000 1,600,000

11 gudang 1 unit
1,500,000 1,500,000

12 Sumur air 1 Unit 2000000


2,000,000

13 Pompa air 1 Unit 1,200,000


1,200,000

14 Tower air 1 Unit 2,000,000


2,000,000

15 Kelistrikan 1 Unit 1,500,000


1,500,000

16 Jaringan air 1 unit 500,000

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

500,000

17 Jalan farm 40 M2 50,000


2,000,000

18 egg trays 350 unit 9,000


3,150,000

19 motor 1 unit 16,000,000


16,000,000

20 kandang 5000 ekor 16,250


battery 81,250,000

total biaya tetap 201,950,000

biaya tidak tetap terdiri dari pakan,


obat, air minum, vitamin, tenaga
2.7.2. Biaya tidak tetap (Variabel kerja, pullet, gas, tenaga kerja, listrik
Cost) dll. Biaya tidak tetap secara rinci
tertera pada tabel……. Besarnya
Biaya tidak tetap atau sering disebut biaya variabel selama 1 periode
variable cost merupakan biaya yang pemeliharaan 16 bulan (65 minggu)
habis pakai dan bisa berubah-ubah sebesar Rp1. 204.130.000.
tergantung jumlah ayam. Komponen
Tabel...... rincian biaya variabel

No Uraian Volume Satuan Harga Sat Jumlah

1 Pakan 5.000 Ekor 54,60 Kg 3.200 873.600.000

2 Pullet 5.000 Ekor 45.000 225.000.000

3 Air Minum 5.000 Ekor 136,00 Liter 10 6.800.000

4 Obat 5.000 Ekor 16,00 Bulan 500 40.000.000

5 Tenaga 2 Orang 16,00 Bulan 1.000.000 32.000.000

6 Listrik 4.550 Kwh 600 2.730.000

7 Pemasaran 16 Bulan 1.500.000 24.000.000

1.204.130.000

2.7.3. Total Biaya


Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

Total biaya merupakan penjumlahan dapat membiaya operasional usaha.


biaya tetap dan biaya tidak tetap. Modal yang diperlukan biaya tetap
Pada simulasi ini = Rp 201,950,000+ 201.950.000 + biaya variabel 2 bulan
Rp1.204.130.000 = Rp ,406,080,000 Rp 347.391.250 = Rp 549,341,250.-
namun karena ayam petelur sudah
mulai bertelur pada minggu ke 18,
maka kebutuhan modal investasi
tidak perlu semuanya. Setelah 2.8. Analisis Laba Rugi
mencapai puncak produksi pada
umum 24 minggu, penjualan telur Perhitungan pemasukan dan
pengeluaran tertera pada tabel…..
Tabel..... Pemasukan dan pengeluaran

No Uraian Vol Satuan Harga Sat Jumlah


Pemasukan
1 Jual Telur 113,354.28 Kg 12,000 1,360,252,000
2 Kotoran 5000 Ekor 21 Kg 100 10,500,000
3 Karung 1000 Karung 1500 1,500,000
4 Ayam Afkir 4800 Ekor 2 Kg 8900 85,440,000
Sub Total 1,457,692,000
Pengeluaran
1 Pakan 5,000 Ekor 54.60 Kg 3,200 873,600,000
2 Pullet 5,000 Ekor 45,000 225,000,00
3 Air Minum 5,000 Ekor 136.00 Liter 10 6,800,000
4 Obat 5,000 Ekor 16.00 Bulan 500 40,000,000
5 Tenaga 2 Orang 16.00 Bulan 1,000,000 32,000,000
6 Listrik 4,550 Kwh 600 2,730,000
7 pemasaran 16 bulan 1,500,000 24,000,000
sub total 1,204,130,000
Saldo 253,562,000

Analisis laba rugi usaha ayam petelur 201.950.000 / 10 tahun X 1,5


dilakukan dengan dasar perhitungan tahun = Rp. 30,292,500
sebagai berikut.  EBIT adalah Earning Before
Interes and Tax atau pendapatan
 Pendapatan dan biaya varibel sebelum bunga dan pajak.
dihitung dalam waktu 1 periode Dihitung dengan pendapatan
pemeliharaan 64 minggu tu dikurangi biaya dan penyusutan.
setara 16 bulan.  Bunga modal 12% per tahun,
 Penyusutan dihitung sebesar pemeliharan 1,5 tahun jadi bunga
10% pertahun dari biaya tetap, 15% X Rp 557.041.250 = Rp
umur peralatan dianggap 10 82.401.000,-
tahun. Satu periode  EBT adalah Earning Before Tax
pemeliharaan sekitar 1,5 tahun atau pendapatan sebelum pajak.
(18 bulan). Penyusutan = Rp. Pajak diganti dengan restribusi
Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

ayam ke Pemda perekor Rp 250. mengurangi EBT dengan


Biaya ini dapat berbeda untuk besarnya pajak perusahaan.
kabupaten yang berbeda. EAT Besarnya restribusi 5000 ekor x
adalah Earning After Tax atau Rp250 = Rp 1.250.000. Laporan
pendapatan setelah bunga dan laba rugi tertera pada Tabel…..
pajak, dihitung dengan

Tabel….. Laporan Laba Rugi

No Uraian jumlah

1 Pendapatan
1,457,692,000

2 Biaya
1,204,130,000

3 Penyusutan
30,292,500

4 EBIT 223,269,500

5 interest
82,401,000

6 EBT 140,868,500

7 restribusi 2,500,000

8 EAT 138,368,500

1-(Biaya Variabel/Harga)

2.9. Break Event Point


(BEP)  Biaya tetap = Rp 201.950.000
 Biaya variable ayam petelur
BEP merupakan suatu kondisi
Rp1.204.130.000
dimana diperoleh kalkulasi yang
 Harga ayam petelur
impas usaha ayam broiler dalam
Rp1.370.400.000
kondisi tidak rugi dan tidak untung.
Perhitungan BEP dapat dilakukan
dengan satuan harga dan satuan BEP =201.950.000
jumlah produk. Masing-masing = Rp1,759,539,920
dijelaskan sbb:

1-
2.9.1. BEP Rupiah 1.204.130.000/1.360.252.000
BEP = biaya tetap
Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

BEP dicapai pada saat pendapatan modal Rp. 257.041.000. Kas awal
mencapai Rp.1.759.539.920.- pada bulan berikutnya merupakan
kas akhir pada bulan sebelumnya.
Misalnya kas akhir bulan Januari Rp.
88.735.000,- akan menjadi kas awal
2.9.2. BEP Unit bulan Februari, demikian seterusnya.
BEP= biaya tetap Setalah ganti tahun, maka kas akhir
tahun pertama akan menjadi kas
Harga –biaya variabel awal tahun kedua.

 Biaya tetap = Rp. 201.950.000 2.10.2. Pemasukan


 Biaya variable per ekor ayam
Rp240.826 Pemasukan pada tahun pertama jual
telur, karung, pupuk kandang.
 Harga per ekor ayam =
pendapatan dibagi jumlah ayam Perhitungan pemasukan produksi
= Rp 274.800 telur memperimbangkan presentase
bertelu, berat telur per butrin dan
kematian ayan. Harga telur yang
BEP =201.950.000 = 6.467 ekor dipakai ádalah Rp12.000 per kg.
Pada akhir tahun ke dua menerima
272.050 - 240.828 pemasukan dari jual ayam afkir
sebesar Rp.85.440.000,-
BEP dicapai pada pemeliharaan ke
2, pada pemeliharaan pertama (5000
ekor) belum dicapai BEP.
Total Pemasukan

Pemasukan merupakan penjumlahan


2.10. Aliran Dana (Cash dari kas awal dan semua
pemasukan.
Flow)
Aliran dana atau cash flow
menggambarkan uang yang keluar 2.10.3. Pengeluaran
dan yang masuk. Perhitungan dibuat
bulanan selama 1 tahun. Model- Pengeluaran pada tahun pertama
model penyusunan cash flow ada terdiri biaya tetap dan biaya variabel.
bermacam-macam, pada kali ini akan Pada tahun berikutnya pengeluaran
kita ambil satu contoh saja yang hanya biaya variabel saja dan biaya
sudah banyak digunakan. Masing- perawatan. Kemudian semua
masing dijelaskan sebagai berikut. pengeluaran dijumlahkan pada kolom
total pengeluaran.

2.10.1. Kas Awal


2.10.4. Surplus/Defisit
Kas awal pada saat mulai usaha
merupakan modal sendiri yang Surplus/Defisit dihitung dengan
dimiliki oleh pemilik usaha. Pada menjumlahkan kas awal ditambah
kalkulasi ayam layer diperlukan total pemasukan kemudian dikurangi
Direktorat Pembinaan SMK 2008
Agribisnis Ternak Unggas

total pengeluaran. Pada tahun


pertama karena biaya investasi besar
maka terjadi defisit, untuk itu
diperlukan pinjaman untuk
operasional usaha ayam petelur.

2.10.5. Pembiayaan

Pembiayaan terdiri dari pinjaman,


bunga pinjaman dan restribusi ayam
ke penda. Pada tahun bulan
pertama ayam Belum bertelur,
sehingga tidak ada pemasukan.
Besarnya bunga bank 1% perbuan.
Restribusi dibayarkan setahun sekali.

2.10.6. Kas Akhir

Kas akhir dihitung dengan


menjumlahkan nilai surplus/defisit
dengan total pembiayaan. Kas akhir
ini akan menjadi kas awal bulan
berikutnya, cash flow usaha ayam
petelur tertera pada tabel…. Dan
Tabel……

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

Tabel…….Cashflow Tahun 1
NO URAIAN JAN FEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOP DES TOTAL

A KAS AWAL 257,041 88,735 53,557 78,492 113,264 149,059 188,126 223,084 257,307 289,717 322,566 354,421 257,041

B PEMASUKAN

1 Jual Telur 0 26,028 86,141 95,603 97,001 96,773 96,164 95,054 93,616 94,055 93,061 91,139 964,635

2 Jual Karung 0 0 0 375 0 0 0 375 0 0 0 375 1,125

3 Jual Pupuk 0 0 0 0 0 3,500 0 0 0 0 0 3,500 7,000

1,229,80
Total pemasukan 257,041 114,763 139,698 174,470 210,265 249,332 284,290 318,513 350,923 383,772 415,627 449,435 1

C PENGELUARAN

1 Biaya Tetap 209,650 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 209,650

2 pullet 225,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 225,000

3 pakan 27,300 54,600 54,600 54,600 54,600 54,600 54,600 54,600 54,600 54,600 54,600 54,600 627,900

4 air minum 435 435 435 435 435 435 435 435 435 435 435 435 5,220

5 obat-obatan 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 30,000

6 tenaga kerja 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 24,000

7 listrik 171 171 171 171 171 171 171 171 171 171 171 171 2,052

8 pemasaran 0 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 16,500

1,140,32
Total Pengeluaran 467,056 61,206 61,206 61,206 61,206 61,206 61,206 61,206 61,206 61,206 61,206 61,206 2

-
D SURPLUS DEFISIT 210,015 53,557 78,492 113,264 149,059 188,126 223,084 257,307 289,717 322,566 354,421 388,229 89,479

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

E PEMBIAYAAN

1 pinjaman 300,000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 300,000

2 restribusi 1,250 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1,250

3 Bunga 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 66,845 66,845

Total Pembiayaan 298,750 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -66,845 231,905

F KAS AKHIR 88,735 53,557 78,492 113,264 149,059 188,126 223,084 257,307 289,717 322,566 354,421 321,384 321,384

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

Tabel..... Cash Flow tahun kedua


NO URAIAN JAN FEB MARET APRIL MEI TOTAL

A KAS AWAL 321,384 347,912 372,944 394,798 413,708 321,384

B PEMASUKAN

1 Jual Telur 88,984 86,238 83,060 79,741 57,594 395,617

2 Jual Karung 0 0 0 375 375 750

3 Jual Pupuk 0 0 0 0 3,500 3,500

4 Jual Ayam afkir 0 0 0 0 85,440 85,440

Total
pemasukan 410,368 434,150 456,004 474,914 560,617 806,691

C PENGELUARAN

3 pakan 54,600 54,600 54,600 54,600 54,600 273,000

4 air minum 435 435 435 435 435 2,175

5 obat-obatan 2,500 2,500 2,500 2,500 2,500 12,500

6 tenaga kerja 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 10,000

7 listrik 171 171 171 171 171 855

8 pemasaran 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 7,500

Total
Pengeluaran 61,206 61,206 61,206 61,206 61,206 306,030

SURPLUS
D DEFISIT 349,162 372,944 394,798 413,708 499,411 500,661

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

E PEMBIAYAAN

1 pinjaman 0 0 0 0 0 0

2 restribusi 1,250 0 0 0 0 1,250

4 Bunga 0 0 0 0 27,852 27,852

Total Pembiayaan -1,250 0 0 0 -27,852 -29,102

F KAS AKHIR 347,912 372,944 394,798 413,708 471,559 471,559

Direktorat Pembinaan SMK 2008


Agribisnis Ternak Unggas

Lembar Aplikasi Konsep

Pada saat kita akan mencari modal usaha atau investor pasti akan ditanyakan studi kelayakan
usaha. Coba susunlah suatu study kelayakan usaha ayam broiler dengan populasi 5000 ekor.
Gunakan data srana produksi yang ada disekitar sekolah.

Lembar Pemecahan Masalah

Dikalangan peternak kita sering mendengar istilah BEP. Jika ditanya berapa BEP ayam broiler
maka dengan cep[at akan menjawab misalnya Rp10,000 per ekor. Sebenarnya perhitungan
tersebut hanya dari biaya produksi saja, coba latihan menghitung biaya produksi per ekor
dengan menggunakan data yang dikumpulkan

Lembar Pengayaan

1. Biaya yang tidak habis pakai untuk sekali produksi disebut:


a. Biaya tetap b. Biaya variabel c. modal
2. Analisa BCR (Benefit Cost Ratio) dihitung dengan
a. Biaya/pendapatan b. pendapatan/biaya c. pendapatan/biaya variabel
3. Total biaya dihitung dengan sbb:
a. Biaya tetap-biaya variabel b. biaya variabel-biaya tetap
c. biaya tetap + biaya variabel
4. Pada perhitungan cashflow (aliran dana) maka kas akhir bulan januari merupakan:
a. Kas awal februari b. kas akhir februari
c. total pemasukan bulan februari
5. BEP singkatan dari :
a. Break Event Point b. Break Everage Point
c. Break Event Production

Direktorat Pembinaan SMK 2008