Anda di halaman 1dari 7

TRAINING MODULES AND MATERIALS

Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup,


Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah,

Kementerian Dalam Negeri

bekerjasama dengan

Danida, Pemerintah Denmark


I. PENDAHULUAN
Sebagaimana telah ditetapkan dalam TOR bahwa training modul yang digunakan dalam
peningkatan kapasitas baik di pusat maupun di daerah adalah menggunakan training module dan
atau training material yang telah dipersiapkan oleh KLH. Meskipun diberikan kemungkinan untuk
memodifikasi training material, akan tetapi mengingat pelaksanaan peningkatan kapasitas
khususnya bimbingan teknis merupakan pengenalan KLHS, maka modifikasi materi training hanya
bersifat minor seperti contoh aplikasi sesuai dengan thema KLHS yang akan dilakukan di masing-
masing daerah.
Secara umum module training KLHS yang disampaikan pada acara Bimbingan Teknis KLHS di
daerah lokasi penerapan KLHS adalah sebagai berikut:
1. Konsep-konsep KLHS, pendekatan dan metode penyusunan KLHS dengan pokok
bahasan sebagai berikut:
• Konsep Dasar KLHS
• Ketentuan Pengaturan KLHS.
• Metode Dalam KLHS.
2. Metode Pelingkupan dan Pemusatan Isu Strategis Lingkungan dan Pembangunan
Berkelanjutan dengan pokok bahasan sebagai berikut:
• Filosofi Penerapan KLHS.
• Penapisan KLHS
• Pelingkupan dan Pemusatan Isu Strategis
• Diskusi
3. Strategi Implementasi KLHS Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah dengan
pokok bahasan sebagai berikut:
• Dasar-dasar dan Strategi penerapan KLHS
• Prinsip-prinsip penerapan KLHS
• Prinsip-prinsip pemilihan dan pemanfaatan metode analisis untuk pelaksanaan KLHS
di daerah masing-masing
4. Perkembangan KLHS di Mancanegara dan di Indonesia dengan pokok bahasan sebagai
berikut:
• Pelaksanaan KLHS di Indonesia, kendala dan hasil yang dapat dicapai
• Penerapan KLHS di Luar Negeri
Materi A: Konsep-konsep KLHS, pendekatan dan metode penyusunan KLHS
Penerapan KLHS di Indonesia diamanatkan melalui UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. KLHS adalah sesuatu yang baru di Indonesia, dimana KLHS
baru diperkenalkan pada tahun 2005 melalui Environmental Support Program (ESP) yang dibiayai
oleh Pemerintah Denmark dan uji coba pelaksanaan KLHS di Indonesia sudah dimulai sejak tahun
2007, akan tetapi, pemahaman tentang KLHS masih sangat terbatas khususnya di lingkungan
Ditjen Bangda. Oleh karena itu, perlu sosialisasi tentang konsep-konsep KLHS, metode dan
pendekatan pelaksanaan KLHS bagi pejabat khususnya di lingkungan Ditjen Bangda yang
mempunyai tugas dan fungsi menfasilitasi pemerintah daerah dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Maksud Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur dan masyarakat


tentang:
• Tentang konsep-konsep dasar KLHS termasuk definisi KLHS baik menurut
literatur maupun menurut peraturan perundang-undangan yang telah
ditetapkan.
• Metode dan pendekatan pelaksanaan KLHS secara teoritis.
Metode Curah pendapat dalam sesi pleno
Waktu 120 menit
Panduan • Penyaji menyampaikan materi tentang:
 Konsep-konsep dan definisi KLHS berdasarkan peraturan perundang-
undangan dan berdasarkan literatur dan konsep-konsep KLHS yang
telah digunakan dan dikembangkan oleh OECD 1999, UN Manual.
 Metode dan pendekatan pelaksanaan KLHS secara teoritis
• Curah pendapat dalam sesi pleno dengan sesi tanya jawab dengan peserta
workshop.
• Catat hasil curah pendapat pada kertas besar dan tempatkan dalam ruangan
diskusi.
• Gunakan catatan ini sebagai acuan selama workshop, utamanya guna
menjelaskan hal-hal yang terkait dengan pemilihan metode pelaksanaan
KLHS dalam kaitannya dengan kebutuhan penerapan KLHS dan
perkembangan yang ada pada saat ini.
Bahan dan Alat Kertas besar
Alat [lem atau pin] yang dapat digunakan untuk menempelkan kertas, LCD dan
komputer.
Dr. Rudi P Tambunan
penyaji/Pemandu
Modul B: Metode Pelingkupan dan Pemusatan Isu Strategis Lingkungan dan
Pembangunan Berkelanjutan.
Penerapan KLHS di Indonesia diamanatkan melalui UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. KLHS adalah sesuatu yang baru di Indonesia, dimana KLHS
baru diperkenalkan pada tahun 2005 dan melalui Environmental Support Program (ESP) yang
dibiayai oleh Pemerintah Denmark uji coba pelaksanaan KLHS di Indonesia sudah dimulai sejak
tahun 2007. Akan tetapi, pemahaman tentang KLHS masih sangat terbatas baik di Pusat apalagi di
daerah. Oleh karena itu, sebelum implementasi KLHS khususnya di daerah-daerah yang terpilih di
tahun 2010 untuk menyelenggarakan kegiatan KLHS perlu ditingkatkan pengetahuan dan
kemampuan tentang konsep-konsep KLHS, metode pelingkupan dan pemusatan isu strategis
lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi aparatur dari berbagai pemangku kepentingan,
organisasi non pemerintah dan masyarakat khususnya yang akan menjadi anggota Tim KLHS
daerah.
Maksud Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuanTim KLHS Daerah tentang:
• Pentingnya pelaksanaan KLHS dalam penyempurnaan proses perencanaan
pembangunan daerah baik Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana
Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka
Menengah (RPJM), Kebijakan Rencana Program (KRP) issue-issue spesifik
yang mempunyai dampak lingkungan, sosial dan ekonomi secara signifikan.
• Metode pelingkupan dan pemusatan isu strategis lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan khususnya menyusun dan atau merevisi
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan Jangka
Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM),
Kebijakan Rencana Program (KRP) issue-issue spesifik yang mempunyai
dampak lingkungan, sosial dan ekonomi secara signifikan
Metode Curah pendapat dalam sesi pleno
Waktu 480 menit
Panduan • Penyaji menyampaikan materi tentang:
 Perbedaan antara KLHS dengan AMDAL
 Metode dan pendekatan pelaksanaan KLHS baik Kajian Cepat (quick
appraisals) dan Kajian Semi detail ( semi-detailed assessments) dan
Kajian Terinci (detailed assessments) dan prinsip-prinsip pemilihan dan
pemanfaatan metode -metode analisis untuk pelaksanaan KLHS di
Indonesia
 Metode pelingkupan dan pemusatan isue strategis lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan yang terkait dengan thema pelaksanaan
implementasi KLHS di masing-masing daerah
• Curah pendapat dalam sesi pleno dengan sesi tanya jawab dengan peserta
workshop yang mencakup identifikasi isu strategis lingkungan dan
pemabngunan berkelanjutan dan keterlibatan dan peranserta pemangku
kepentingan dalam pelaksanaan KLHS
• Catat hasil curah pendapat pada kertas besar dan tempatkan dalam ruangan
diskusi.
• Gunakan catatan ini sebagai acuan selama Bimbingan Teknis, utamanya
guna menjelaskan hal-hal yang terkait dengan isu strategis lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan dan peran serta pemangku kepentingan dalam
pelaksanaan KLHS dan kaitannya dengan kebutuhan penerapan KLHS dan
perkembangan yang ada pada saat ini dimasing-masing daerah.
Bahan Kertas besar
Alat [lem atau pin] yang dapat digunakan untuk menempelkan kertas
Rudi P Tambunan
Penyaji/Pemandu
Modul C: Strategi Implementasi KLHS Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
Berdasarkan pasal 15 ayat 1 dan 2 UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membuat KLHS dan
melaksanakan rekomendasi KLHS ke dalam penyusunan atau evaluasi Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) beserta rencana rincinya, Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), dan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, dan
Kebijakan, Rencana, dan/atau Program (KRP) yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau
risiko lingkungan hidup.
Mengacu kepada pasal 15 tersebut diatas dan kondisi kemajuan proses perencanaan
pembangunan daerah, maka implementasi KLHS dalam Perencanaan Pembangunan Daerah sangat
bervariasi antara satu daerah dengan yang lainnya. Oleh karena itu, diperlukan penetapan
strategi tertentu dalam implementasi KLHS untuk memperbaiki proses Perencanaan Pembangunan
Daerah, sehingga tujuan jangka pendek penerapan KLHS dalam pembangunan daerah dapat
dicapai.
Disamping itu, penetapan strategi penerapan KLHS harus sesuai dengan prinsip-prinsip dasar
KLHS (Sadler Dan Verheem 1996; Sadler dan Brook 1998) antara lain sebagai berikut:
• sesuai kebutuhan (fit-for-the purpose)
• berorientasi pada tujuan umum dan khusus (main objective and sub- objectives-led)
• didorong motif keberlanjutan (sustainability-driven)
• lingkup yang komprehensif (comprehensive scope)
• relevan dengan kebijakan (decision-relevant)
• terpadu (integrated)
• transparan (transparent)
• partisipatif (participative)
• akuntabel (accountable)
• efektif-biaya (cost-effective).
• dikaji secara swakelola (self-assessment)
Maksud Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuanTim KLHS Daerah tentang:
• Proses perencanaan yang tengah berlangsung di masing-masing daerah
khususnya yang berkaitan dengan kemajuan penyusunan dan atau revisi
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan Jangka
Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM),
Kebijakan Rencana Program (KRP) issue-issue spesifik yang mempunyai
dampak lingkungan, sosial dan ekonomi secara signifikan.
• Menentukan strategi pelaksanaan KLHS yang sesuai dengan prinsip-prinsip
penerapan KLHS sehingga dapat dijadikan dasar dalam proses pelingkupan
dan pemusatan isu strategis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan
khususnya menyusun dan atau merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW), Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Kebijakan Rencana Program (KRP)
issue-issue spesifik yang mempunyai dampak lingkungan, sosial dan
ekonomi secara signifikan
Metode Curah pendapat dalam sesi pleno
Waktu 480 menit
Panduan • Penyaji menyampaikan materi tentang:
 Dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam menetapkan strategi
penerapan KLHS ditinjau dari prinsip-prinsip penerapan KLHS
 Prinsip-prinsip pemilihan dan pemanfaatan metode analisis untuk
pelaksanaan KLHS di daerah masing-masing
 Metode pelingkupan dan pemusatan isue strategis lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan yang terkait dengan thema pelaksanaan
implementasi KLHS di masing-masing daerah
• Curah pendapat dalam sesi pleno dengan sesi tanya jawab dengan peserta
workshop yang mencakup identifikasi isu strategis lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan.
• Catat hasil curah pendapat pada kertas besar dan tempatkan dalam ruangan
diskusi.
• Gunakan catatan ini sebagai acuan selama Bimbingan Teknis, utamanya
guna menjelaskan hal-hal yang terkait dengan kebutuhan penerapan KLHS
dan perkembangan yang ada pada saat ini dimasing-masing daerah.
Bahan Kertas besar
Alat [lem atau pin] yang dapat digunakan untuk menempelkan kertas
Dr. Rudi P Tambunan
Penyaji/Pemandu
Modul D. Perkembangan KLHS di Mancanegara dan di Indonesia
Penerapan KLHS di dunia sudah dimulai sejak awal tahun 1990an dan penerapannya telah
dilakukan dihampir seluruh negara, khususnya negara-negara di Eropa, Amerika, Australia dan
beberapa Negara di Asia Tenggara dengan tujuan utama untuk memperbaiki kualitas lingkungan
hidup dan menjamin keberlanjutan pembangunan. Di Indonesia, uji coba (pilot project)
pelaksanaan KLHS oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah sudah dimulai sejak tahun
2008. Pelaksanaan KLHS di Indonesia diaplikasikan dibeberapa wilayah dalam konteks
penyempurnaan proses perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan di daerah.
Maksud Untuk memberikan gambaran tentang perkembangan implementasi KLHS
khususnya di Indonesia semenjak KLHS diperkenalkan pada tahun 2005 dan
juga mengetahui gambaran implementasi KLHS di berbagai belahan bumi
melalui contoh-contoh konkrit sebagai acuan dalam mengembangkan
implementasi KLHS dalam memperbaiki proses pembuatan rencana dan
pengambilan keputusan guna menjamin pelaksanaan pembangunan
berkelanjutan dengan tetap menjaga kualitas pembangunan.

Metode Curah pendapat dalam sesi pleno


Waktu 120 min
Panduan • Penyaji menyampaikan materi tentang:
 Pelaksanaan KLHS di Indonesia, kendala dan hasil yang dapat dicapai
 Penerapan KLHS di Luar Negeri
• Curah pendapat dalam sesi pleno dan sesi tanya jawab dengan peserta
workshop.
• Catat hasil curah pendapat pada kertas besar dan tempatkan dalam ruangan
diskusi.
• Gunakan catatan ini sebagai acuan selama workshop, utamanya guna
menjelaskan hal-hal yang terkait dengan kendalan, tantangan dan peluang
penerapan KLHS di masa yang akan datang.
Bahan Kertas besar
Alat [lem atau pin] yang dapat digunakan untuk menempelkan kertas
Penyaji/Pemandu Adi Wiyana/Triarko Nurlambang