Anda di halaman 1dari 27

OTK I (MEKANIKA FLUIDA)

ORIFFICE METER

Disusun Oleh : 1. Joanne Salres R. (011600442)


2. M. Fauzi Sati Rambe (011600448)
3. Nur Fatoni (011600452)
4. Rahma Anisah Putri (011600454)
5. Tri Ilma H (011600458)
6. Elza Jamayanti (011400379)
Jurusan : D-IV TEKNOKIMIA NUKLIR
Kelompok : VI
Dosen : Dr. Deni Swantomo, M. Eng

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2017

1
Daftar Isi
KATA PENGANTAR...............................................................................................3
BAB I.......................................................................................................................4
PENDAHULUAN...................................................................................................4
1.1 Latar Belakang..............................................................................................4
1.2 Tujuan............................................................................................................5
BAB II......................................................................................................................6
PEMBAHASAN......................................................................................................6
2.1 Definisi Orifice Meter...................................................................................6
2.2 Prinsip Kerja..................................................................................................7
2.3 Komponen Orifice Meter dan Fungsinya......................................................8
2.4 Cara Kerja Oriffice Meter...........................................................................23
2.5 Aplikasi Orifice Meter.................................................................................24
BAB III..................................................................................................................26
PENUTUP..............................................................................................................26
3.1 Kesimpulan..................................................................................................26
3.2 Saran............................................................................................................27
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................28

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan

makalah ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda

Besar Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Operasi

Teknik Kimia. Makalah ini berjudul “Orifice Meter”.

Penulis menyadari bahwa makalah ini tentunya tidak lepas dari kekurangan,

baik aspek kualitas maupun aspek kuantitas dari materi yang disajikan. Semua ini

didasarkan dari keterbatasan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan

penulisan makalah Orifice Meter di masa yang akan datang.

Akhir kata, semoga makalah Orifice Meter ini bermanfaat khususnya bagi

penulis dan umumnya bagi kita semua dalam rangka menambah wawasan

pengetahuan dan pemikiran kita.

Yogyakarta, 5 November 2017

Penulis

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fluida adalah zat yang berubah bentuk secara terus-menerus bila terkena
tegangan geser. Gaya geser adalah komponen gaya yang menyinggung
permukaan. Tegangan geser pada suatu titik adalah nilai batas perbandingan gaya
geser terhadap luas dengan berkurangnya luas hingga menjadi titik tersebut.
Fluida memiliki sifat tidak menolak terhadap perubahan bentuk dan kemampuan
untuk mengalir (atau umumnya kemampuannya untuk mengambil bentuk dari
wadah mereka). Fluida terbagi menjadi gas dan cairan. Fluida dapat
dikarakterisasikan menjadi 2 yaitu:

 Fluida Newtonian
 Fluida Non-Newtonian
Mekanika Fluida adalah cabang dari ilmu fisika yang mempelajari mengenai
zat fluida (cair, gas dan plasma) dan gaya yang bekerja padanya. Mekanika fluida
dapat dibagi menjadi statika fluida yaitu ilmu yang mempelajari keadaan fluida
saat diam; kinematika fluida, ilmu yang mempelajari fluida yang bergerak; dan
dinamika fluida, ilmu yang mempelajari efek gaya pada fluida yang bergerak.
Aliran fluida dibagi menjadi tiga macam, yaitu;

1. Aliran laminar
2. Aliran turbulen
3. Aliran Transisi
Pengukuran fluida dapat dilakukan menggunakan berbagai alat ukur fluida,
salah satu alat untuk mengukur fluida adalah orifice meter. Orifice meter adalah
alat ukur yang menggunakan orifice plate sebagai komponen utama dalam
pengukuran natural gas. Orifice Plate dapat di definisikan sebagai logam
berbentuk lempengan tipis dengan lubang sirkular yang konsentrik dengan
internal diameter dari meter tube ketika terpasang.
Prinsip kerja dari orifice meter pada dasarnya tergantung pada perbedaan
tekanan yang dihasilkan oleh orifice plate. Dengan adanya tekanan cekikan

4
(throttle pressure) oleh orifice plate sehingga menyebabkan kecepatan fluida yang
melalui orifice meningkat dan tekanannya berkurang.

Pada umumnya, suatu sistem pengukuran flow orifice meter terbagi atas tiga
bagian umum, yaitu antara lain primary element, secondary element dan tertiery
element. Primary component merupakan komponen-komponen yang berhubungan
langsung dengan aliran gas. Dimana komponen-komponen tersebut berfungsi
mengkondisikan aliran sehingga bisa di ukur oleh secondary component.
Secondary element adalah komponen-komponen yang berfungsi sebagai alat
ukur/ transmitter pada sistem orifice meter yang terhubung langsung dengan
primary component. Tertiery element adalah komponen akhir dari sistem orifice
meter yang bekerja sebagai pengolah/ penghitung parameter yang dideteksi oleh
transmitter menjadi volume flow rate.

1.2 Tujuan
a. Mengetahui definisi orifice meter.
b. Mampu menjelaskan bagaimana prinsip kerja orifice meter dalam
melakukan pengukuran fluida gas.
c. Mengetahui berbagi element dari orifice meter.
d. Mengetahui berbagai komponen dari masing-masing elemen orifice meter.

BAB II

5
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Orifice Meter

Orifice meter adalah alat ukur yang menggunakan orifice plate sebagai
komponen utama dalam pengukuran natural gas. Orifice Plate dapat di definisikan
sebagai logam berbentuk lempengan tipis dengan lubang sirkular yang konsentrik
dengan internal diameter dari meter tube ketika terpasang.
Orifice meter dapat digunakan dalam berbagai pengukuran, baik yang
berkaitan dengan proses maupun bukan proses. Orifice meter merupakan salah
satu alat yang banyak digunakan dalam industri minyak dan gas (migas). Orifice
dikelompokkan kedalam kelas flowmeter yang biasa disebut dengan differential
pressure meter atau biasa juga disebut dengan “head meter”.
Orifice di dalam pipa ditunjukkan dengan manometer untuk mengukur
penurunan tekanan differensial dari fluida yang dihasilkan oleh orifice.

Gambar 1. Orifice meter

6
2.2 Prinsip Kerja

Prinsip kerja dari orifice meter pada dasarnya tergantung pada perbedaan
tekanan yang dihasilkan oleh orifice plate. Dengan adanya tekanan cekikan
(throttle pressure) oleh orifice plate sehingga menyebabkan kecepatan fluida yang
melalui orifice meningkat dan tekanannya berkurang. Pada mulanya aliran gas
alam yang melewati pipa kemudian melewati straightening vanes, yang berfungsi
membuat putaran dari aliran gas tersebut lebih beraturan yang kemudian
menyebabkan aliran gas tersebut membentur orifice sehingga terjadi perbedaan
tekanan antara aliran aliran sebelum melewati orifice yang kita sebut dengan
upstream dan setelah melewati orifice yang kita sebut dengan downstream.

Gambar 2. System orifice meter

Pada proses pengukuran dibuat sebuah lubang dengan ukuran dan


penempatan tertentu sesuai standar pada meter tube/ holding device disebut
dengan pressure taps dengan fungsi sebagai letak sambungan device transmitter
yang akan mengukur parameter tertentu sesuai fungsi transmitter tersebut.
Transmitter tersebut akan mengkonversi besaran parameter tersebut kedalam
sinyal analog elektrik. Sinyal elektrik tersebut masuk ke flow computer kemudian
diolah kedalam bentuk parameter volume rate Q dengan menggunakan persamaan
yang sudah terprogram didalam flow computer yang sesuai dengan standar
perhitungan flow dengan menggunakan orifice meter yang diatur dalam standar

7
American Gas Association (AGA 3 dan AGA 8). Perhatikan gambar di bawah ini
yang menjelaskan skema orifice meter dengan lebih jelas.

Gambar 3. Skema orifice meter

2.3 Komponen Orifice Meter dan Fungsinya

Pada umumnya, suatu sistem pengukuran flow orifice meter terbagi atas tiga
bagian umum, yaitu antara lain primary element, secondary element dan tertiery
element.
2.3.1 Primary Component
Primary component merupakan komponen-komponen yang
berhubungan langsung dengan aliran gas. Dimana komponen-komponen
tersebut berfungsi mengkondisikan aliran sehingga bisa di ukur oleh
secondary component. Primary element terdiri atas :
a. meter tube

8
b. holding device
c. orifice plate
d. pressure tap
e. straightening vanes. 0

Gambar 4. Primary element pada orifice meter

a. Meter tube
Meter tube adalah suatu pipa lurus dengan panjang tertentu yang
digabungkan dengan orifice sehingga menghasilkan aliran upstream dan
downstream pada pipa tersebut setelah dilalui aliran fluida. Meter tube
berbeda dengan pipa proses pada umumnya dikarenakan pada meter tube,
panjang, kekasaran dan kelurusan pipa sangat diperhatikan. Begitu juga
karena nilai beta ratio yang merupakan perbandingan diameter orifice dengan
diameter meter tube, memiliki skala maksimal beta ratio 0,75. Namun, untuk
mencegah pengoperasian mendekati batas maksimum maka nilai beta ratio
yang digunakan adalah sekitar 0,6. Nilai beta ratio minimal adalah sebesar
0,2. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan
pemasangan meter tube yaitu :
1. Roughness (kekasaran) dari meter tube menjadi faktor yang harus
diperhatikan dikarenakan aliran fluida dalam meter tube sebaiknya tidak
mengalami gesekan dengan dinding meter tube. untuk meter tube dengan
diameter ≤ 12 in maka Permukaan roughness (Ra) harus berada diantara
34 sampai 250 μin. Sedangkan untuk meter tube dengan diameter ≥ 12 in,
maka roughness nya harus berada antara 34 sampai 500 μin.

9
2. Macam-macam meter tube dengan nilai beda ratio ß = 0.75. Berikut ada
beberapa macam meter tube, yaitu :
 Meter tube dengan vanes (dipisahkan dengan regulator/ closed valve)
 Meter tube tanpa vanes
 Meter tube dengan vanes (Dua elbow, dengan sambungan)
 Meter tube dengan vanes (Dua elbow tanpa sambungan)
 Meter tube tanpa vanes (Dua elbow dengan salah satu sambungan
panjangnya lebih dari 10Di)
 Meter tube tanpa vanes dengan reduce dan expanders

Gambar 5. Meter tube dengan vanes dan tanpa vanes


(dipisahkan dengan regulator/ closed valve)

10
Gambar 6. Meter tube tanpa vanes dengan reduce dan expanders

11
Gambar 7. Meter tube dengan vanes dan tanpa vanes (Dua elbow tanpa
sambungan)

12
Gambar 8. Meter tube tanpa vanes
(Dua elbow dengan salah satu sambungan panjangnya lebih dari 10 Di)

Untuk menentukan ukuran dari meter tube, maka perlu memperhatikan


beberapa hal di bawah ini :
 Maksimum flow
 Minimum flow
 Kondisi awal pengukuran
 Densitas relative
 Temperature gas yang mengalir

13
 Tekanan
 Perbandingan antara diameter lubang orifice (d) dengan diameter meter
tube (D) yang disebut beta ratio (β).
Pemasangan meter tube dipengaruhi juga dengan posisi
pemasangannnya. Diusahakan meter tube dipasang dalam keadaan selurus
mungkin. Meter tube dapat dipasang dengan arah vertikal maupun arah
horizontal. Namun, meter tube pada umumnya dipasang secara horizontal
untuk fluida gas dengan tujuan agar laju aliran gas tidak terhambat. Selain
faktor posisi, faktor bypass dari meter tube juga perlu diperhatikan. Bypass
dari meter tube diperlukan jika pada orifice plate ingin dilakukan pergantian,
maka fluida yang mengalir ke meter tube di bypass-kan dengan
memanfaatkan orifice fitting dengan dual chamber, Sehingga pergantian
orifice plate tidak perlu dengan melakukan shutdown area disekitar orifice
meter. Diameter tube juga di berikan pemasangan trap yang berfungsi untuk
menampung kandungan liquid dalam gas basah sehingga tidak mempengaruhi
aliran gas natural saat melalui orifice plate.

b. Plate Holder
Plate holder adalah alat yang digunakan sebagai penahan dari posisi orifice
plate. Merupakan kesatuan alat yang terangkai bersama dengan meter tube
untuk menahan orifice plate agar posisinya tegak lurus dan konsentris
terhadap aliran fluida. Plate holder terbagi atas:
1. Orifice flange
 Orifice flange digunakan sebagai penyambung dari meter tube ke
meter tube lainnya. Namun, pada pengukuran custody transfer, orifice
flange tidak digunakan. Orifice flange secara umum terbagi atas dua
tipe, yaitu welding neck dan slip on. Akan tetapi, penggunaan tipe
welding neck lebih dipilih ketimbang slip on karena welding neck
hanya membutuhkan pengelasan sekali saja dan pressure tap dapat
ditempatkan pada dinding pipa. Ukuran minimum dari orifice flange
sebesar 4 inci.

14
2. Orifice fitting
 Orifice fitting terbagi atas dua jenis, yaitu orifice fitting single
chamber dan dual chamber. Tipe single chamber hanya memiliki satu
ruangan dimana dalam proses penggantian atau pengecekan orifice
maka harus dengan menghentikan aliran fluida yang mengalir pada
meter tube atau jika pemasangannya menggunakan bypass maka
dengan melewatkan fluida melalui bypass tersebut. Sedangkan pada
tipe dual chamber memiliki dua ruang yang memungkinkan user
untuk mengganti atau melakukan pengecekan orifice plate tanpa harus
menghentikan aliran fluida pada meter tube.

c. Orifice Plates
Orifice plate merupakan tipe head flowmeter yang paling sederhana untuk
mendeteksi flow. Orifice plate adalah pelat datar dengan ketebalan sebesar
1/16 - 1/4 inci dengan lubang yang didesain dengan dimensi khusus yang
membentuk penghalang terhadap natural gas yang melalui meter tube
sehingga menyebabkan perbedaan tekanan antara tekanan sebelum dan
sesudah melewati orifice tersebut. Terdapat tiga jenis orifice yang digunakan,
yaitu concentric orifice, eccentric dan segmental. Pemilihan jenis orifice
sangat tergantung dari fluida yang akan melewatinya. concentric orifice
digunakan untuk fluida yang ideal, tidak mengandung fasa lain dan untuk
fluida seperti gas. Sedangkan eccentric dan segmental biasanya digunakan
pada fluida yang tercampur dengan massa aliran yang besar, biasanya
digunakan pada fluida yang tidak ideal.

15
Gambar 9. Jenis-jenis orifice plate

Orifice plate yang biasanya digunakan dan paling efisien dalam


pengukuran gas adalah jenis konsentris, karena ukuran dari meter tube-nya
yang relative kecil.

Besar diameter dari orifice plate sangat diperhatikan dikarenakan orifice


plate merupakan pusat dari primary element. Toleransi dari diameter orifice
plate terhadap beta ratio diusahakan sekecil mungkin. Berikut merupakan
tabel toleransi dari diameter orifice

16
d. Pressure Taps

Pressure taps merupakan suatu lubang dengan ukuran tertentu yang berada
pada dinding meter tube atau plate holder. Digunakan sebagai tempat untuk
menempatkan device seperti pressure transmitter pada bagian upstream/
downstream pada meter tube. Untuk orifice meter dengan menggunakan
flange taps, lubang tap ditempatkan pada bagian upsteram dan downstream
yang berada dengan jarak 1 inci dari orifice plate. Diameter lubang pressure
tap sebesar 2 inci dan untuk pipa yang berukuran lebih besar memiliki
diameter tidak kurang dari ¼ inci dan tidak boleh melebihi nilai pada tabel
dibawah ini.

Ada beberapa macam penempatan pada pressure taps, yaitu :

 Flange Taps
 Corner Taps
 Vena Contracta
 Radius Taps
 Pipe Taps

17
Gambar 10. Macam-macam pressure taps

e. Straightening Vanes
Straightening vanes adalah suatu alat yang biasanya berbentuk beberapa
pipa silinder kecil yang direkatkan bersama dan membentuk suatu pola
tertentu. Pemasangan straightning vanes pada sisi upstream dari meter tube
harus dengan sangat hati- hati untuk mengurangi putaran tekanan yang tak
beraturan dari fluida ketika akan melewati orifice plate.

Gambar 11. Arah aliran flow setelah melewati straightening vanes

18
Gambar 12. dimensi dari straigtening vanes dari berbagai arah

2.3.2 Secondary Element


Secondary element adalah komponen-komponen yang berfungsi
sebagai alat ukur/ transmitter pada sistem orifice meter yang terhubung
langsung dengan primary component. Secondary element biasanya disebut
dengan “meter”. Komponen ini akan mengubah besaran seperti differential
pressure menjadi sinyal elektrik yang nantinya diolah ke flow computing
(tertiery element). Namun, ada juga transmitter yang mampu bekerja sebagai
flow computing, sehingga hasil volume flow rate langsung dapat diketahui
dari transmitter tersebut. Secondary element terdiri dari :
a. Differential pressure transmitter
Merupakan sebuah sensor yang mendeteksi perbedaan tekanan antara
upstream dan downstream yang kemudian mentransmisikan ke flow computer
berupa signal digital.

19
Gambar 13. Differential pressure transmitter

b. Pressure transmitter
Merupakan sebuah transmitter yang mendeteksi tekanan statis dari fluida
yang kemudian dikonversi menjadi satuan arus listrik (4-20 mA) dan
dihubungkan dengan salah satu pressure taps, yang kemudian ditransmisikan
ke flow computer.

Gambar 14. Pressure transmitter


c. Temperature transmitter
Merupakan komponen dengan sensor yang mendeteksi perubahan
temperature dan kemudian dikonversi menjadi satuan arus (4-20 mA). Sensor
ini berfungsi untuk mengukur temperature yang lewat dari fluida untuk
kemudian ditransmisikan ke flow computer. Transmitter ini menggunakan
sensor RTD (Resistance Temperature Detector), RTD tersebut dibungkus
langsung dengan thermowheel agar tidak bersentuhan langsung dengan
fluida. Ini dilakukan untuk menghindari kerusakan RTD. Sedangkan RTD
sendiri adalah sensor yang nilai tahanannya berubah-ubah secara linier sesuai
dengan perubahan suhu.

20
d. Gagelines
Komponen ini berupa sebuah tube yang menghubungkan antara pressure
taps dengan transmitter (chart recorder). Gage lines ini berukuran kecil,
antara 1/4 – 1/2 inchi dan yang kebanyakan dipakai adalah 3/8 inchi. Bahan
dari gage lines ini harus berkualitas, tidak mudah korosi ataupun memiliki
hambatan gesek yang tinggi sehingga tidak mengura ngi keakurasian
pembacaan flow yang terbaca pada transmitter. Ukuran panjang dari gage line
harus diusahakan sependek mungkin, untuk menghindari error dan posisinya
harus memiliki slope yang relative kecil terhadap sumbu horizontal.

e. Chart recorder.
Komponen ini berfungsi untuk mencatat tekanan absolute, perbedaan
tekanan dan temperature, sebagai backup dari hasil pengukuran flow
computer. Alat ini juga digunakan untuk memonitoring keakuratan dari meter
flow. Chart recorder untuk temperature dan pressure adalah sistem yang
terpisah. Chart recorder pada umumnya berbentuk lingkaran dengan diameter
2 inchi dan tipe yang biasa digunakan dalam industri gas adalah tipe uniform
scale dan square root chart. Prinsip kerja dari chart recorder adalah mengubah
besaran fisis ke gerakan mekanik yang nantinya mekanik ini secara otomatis
akan “menggambar” di kertas. Untuk setiap besaran fisis yang diukur tinta
yang digunakan berbeda, dimana merah untuk differential pressure ,biru atau
hitam untuk tekanan statis dan merah biasanya untuk suhu.

21
Gambar 15. Chat recorder

2.3.3 Tertiery Element


Tertiery element adalah komponen akhir dari sistem orifice meter yang
bekerja sebagai pengolah / penghitung parameter yang dideteksi oleh
transmitter menjadi volume flow rate. Flow computer merupakan mesin
komputer yang digunakan sebagai alat perhitungan flow rate dari suatu fluida.

2.4 Cara Kerja Oriffice Meter

Gambar 16. Orifice meter

Ketika aliran fluida mendekati orifice, tekanan naik sedikit dan kemudian turun
mendadak begitu melewati lubang di orifice plate. Tekanan ini terus turun sampai
“vena contracta” tercapai, lalu perlahan lahan naik kembali sampai mendekati 5

22
sampai 8 diameter, tekanan tertinggi dicapai yang mana masih lebih rendah dari
tekanan sebelum fluida msuk ke orifice. Penurunan tekanan ketika fluida melewati
orifice sebagai akibat dari kenaikan velocity fluida sesudah melalui lubang orifice
plate. Setelah velocity turun, tekanan cenderung naik kembali menuju tekanan
semula. Semua rugi tekanan (pressure loss) tidak dapat kembali karena adanya
rugi rugi friksi dan turbulence di pipa. Tekanan jatuh di orifice akan naik sejalan
dengan kenaikan laju aliran (flow rate) fluida. Bila tidak ada aliran, maka tidak
ada beda tekanan. Beda tekanan proportional dengan kwadrat velocity, dengan
demikian, bila semua faktor tetap, maka beda tekanan proportional dengan
kwadrat laju aliran.

2.5 Aplikasi Orifice Meter

 Orifice meter digunakan pada pengukuran flow berdasarkan beda tekan.


Di dalam dunia industri pengukuran flow sangatlah penting dan kritikal.
Pengukuran flow yang paling banyak dijumpai antara lain: pengukuran
flow steam, flow air, flow natural gas, flow raw material, dll.
 Orifice plate digunakan untuk pengukuran kontinyu cairan di dalam pipa.
 Dalam lingkungan alat, orifice plate digunakan untuk mengontrol aliran
batuan selanjutnya dalam bendungan banjir.
 Orifice plate juga digunakan dalam beberapa sistem sungai-sungai kecil
untuk mengukur aliran sungai melewati gorong-gorong atau saluran.

2.6 Keuntungan dan Keterbatasan Oriffice Meter


2.6.1 Keuntungan dari Orifice Meter
1. Metode ini sangat murah dan mudah untuk mengukur laju alir.
2. Ini memiliki karakteristik yang dapat diprediksi dan menempati
ruang yang lebih sedikit.
3. Bisa digunakan untuk mengukur laju aliran pada pipa besar.

2.6.2 Keterbatasan Meteran Orifice

23
1. Panjang vena-contracta tergantung pada kekasaran dinding bagian
dalam pipa dan ketajaman pelat orifice. Dalam kasus tertentu
menjadi sulit untuk menekan tekanan minimum (P2) karena faktor
di atas.
2. Pemulihan tekanan di hilir buruk, yaitu kerugian keseluruhan
bervariasi dari 40% sampai 90% tekanan diferensial.
3. Di baling-baling pelurus baling-baling adalah suatu keharusan
untuk mendapatkan kondisi aliran laminar.
4. Bisa tersumbat saat cairan yang tersuspensi mengalir.
5. Plat orifice akan berkarat dan karena ini setelah beberapa saat,
ketidakakuratan terjadi. Apalagi plat orifice memiliki kekuatan fisik
rendah.
6. Koefisien debit rendah.

BAB III

PENUTUP

24
3.1 Kesimpulan
1. Orifice meter adalah alat ukur yang menggunakan orifice plate sebagai
komponen utama dalam pengukuran natural gas
2. Orifice Plate dapat di definisikan sebagai logam berbentuk lempengan
tipis dengan lubang sirkular yang konsentrik dengan internal diameter dari
meter tube ketika terpasang
3. Prinsip kerja dari orifice meter pada dasarnya tergantung pada perbedaan
tekanan yang dihasilkan oleh orifice plate. Dengan adanya tekanan
cekikan (throttle pressure) oleh orifice plate sehingga menyebabkan
kecepatan fluida yang melalui orifice meningkat dan tekanannya
berkurang
4. Pada umumnya, suatu sistem pengukuran flow orifice meter terbagi atas
tiga bagian umum, yaitu antara lain primary element, secondary element
dan tertiery element
5. Primary element terdiri atas meter tube, holding device, orifice plate
pressure tap, dan straightening vanes.
6. Secondary element adalah komponen-komponen yang berfungsi sebagai
alat ukur/ transmitter pada sistem orifice meter yang terhubung langsung
dengan primary component.
7. Secondary element terdiri dari differential pressure transmitter, pressure
transmitter, temperature transmitter, gagelines dan chart recorder.
8. Tertiery element adalah komponen akhir dari sistem orifice meter yang
bekerja sebagai pengolah/ penghitung parameter yang dideteksi oleh
transmitter menjadi volume flow rate.

3.2 Saran
Apabila kita ingin melakukan suatu pekerjaan menggunakan alat mekanika
fluida yaitu orifice meter, maka harus diperhatikan prinsip kerja alat orifice
meter agar tidak terjadi kesalahan dalam pengukuran. Komponen-komponen
orifice meter dan fungsinya juga harus diketahui oleh pengguna, agar tidak
terjadi kesalahan ketika penggunaan alat.

25
DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2009. Http://Fisika/hukum bernoulli [Diakses pada 05


November 2017 ]
http://www.msubbu.in/ln/fm/Units-III/OrificeMeter.html (Diakses pada 05
November 2017)

26
Dugdale, R. H.. 1986. Mekanika Fluida. Edisi Ketiga. Erlangga, Jakarta
Finnemore, E. J. and J. B. Franzini. 2002. Fluid Mechanics with
Engineering Applications. Mc. Graw Hill, New York.
Mirower, A. W. dan N. Ersemhork. 2003. Hidraulika Terapan. Pradnya
Paramita, Jakarta.
Munson., B.R. dan D.F. Young . 2004. Mekanika Fluida. Jilid I. Edisi
Keempat. Penerbit Erlangga, Jakarta.
http://www.msubbu.in/ln/fm/Units-III/OrificeMeter.html (Diakses pada 05
November 2017)
Streeter, V.L. and E.B. Wylie. 1985. Fluid Mechanics. Eight Edition. Mc
Graw Hill Book Company, USA.
Titherington, D. dan J.G. Rimmer . 1986. Mekanika Terapan. Erlangga,
Jakarta.

Triatmodjo, B. 1996. Hidarulika I. Beta Offset, Yogyakarta.

27