Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

1. Teknologi Masukan
Teknologi masukan (input technologi) adalah teknologi yang berhubungan dengan peralatan
untuk memasukkan data kedalam system komputer.Contoh: keyboard, mouse.
Pada materi ini kita akan bahas tentang mouse.

A. Pengertian Mouse

Mouse adalah salah satu hardware komputer yang menerima input-an berupa gerakan,
tekanan tombol (click), dan penggulungan (scroll) yang dapat digunakan untuk memilih
teks, ikon, file, dan folder. Mouse dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai
“tetikus”. Dikatakan demikian karena memang bentuk device ini menyerupai tikus yang
kecil meruncing di depan dan menggembung besar di bagian belakang.

Pada mouse, terdapat sensor yang berfungsi untuk menggerakkan kursor. Hasil gerakan
kursor pada monitor merupakan hasil operasi sensor yang digerakkan oleh putaran bola
yang terdapat pada bagian bawah mouse. Saat ini, bola pada mouse kini telah diganti
dengan teknologi optik sehingga bisa menggerakkan sensor lebih akurat.

Mouse tipe standart selalu terdapat 2 tombol, yaitu tombol kanan dan tombol kiri. Kedua
tombol ini memiliki fungsi yang berbeda. Tombol kiri pada mouse digunakan untuk
memilih obyek dan text, sedangkan tombol mouse sebelah kanan jika ditekan akan
menampilkan menu menu tertentu. Menu yang di tampilkan berbeda dan mengikuti
aplikasi yang sedang dijalankan. Pada bagian tengah atas mouse terdapat sebuah roda
yang biasa disebut dengan scroll, scroll ini berfungsi untuk menggulung layar / halaman (
naik turun).
Istilah Mouse memang digunakan untuk menggambarkan bentuknya, ' Mouse' dalam bahasa Inggris
berarti 'Tikus'. Istilah tersebut dipakai karena memang bentuk perangkat ini sekilas mirip dengan seekor
tikus. Istilah ini pertama kali dipublikasikan oleh Bill English melalui karnya dengan judul " Computer-Aided
Display Control" pada tahun 1965. Dalam publikasi tersebut, Bill English menggunakan
istilah mouse sebagai alat control (penunjuk) dalam sebuah perangkat komputer.

B. Fungsi Mouse
Mouse memiliki fungsi utama sebagai pointing device, yakni untuk menggerakan pointer
pada layar monitor baik itu personal computer (PC) maupun laptop. Namun selain fungsi
tersebut, jika kita cermati lebih lanjut ternyata mouse ini mempunyai banyak kegunaan
yang sering tidak kita sadari. Berikut adalah beberapa fungsi mouse yang perlu anda
ketahui:
1) Untuk mengeksekusi suatu program
2) Menunjukkan letak kursos di layar monitor.
3) Melakukan kegiatan memasukkan perintah yang disebut: klik, klik ganda (double
click), klik tahan dan geser (drag and drop click), serta klik kanan.
4) Melakukan scrolling layar untuk melihat seluruh bagian dalam program yang
sedang dibuka dengan cara menggeser roda scroll.
5) Mempercepat dan mempermudah pekerjaan desain grafis, gaming dan sebagainya.
6) Mengontrol perbesaran visual suatu objek.
7) Mengaktifkan fitur coommnd button serta melakukan perintah pada suatu aplikasi.
8) Memperbesar dan memperkecil tampilan worksheet.
9) Melakukan transfer sinyal elektronik dari pergerakan mouse menuju ke perangkat
pemroses.

C. Jenis – jenis Mouse


Semakin berkembangnya dunia teknologi, berdampak pula pada perkembangan mouse.
Di awal kemunculannya mouse memiliki bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan
ukuran yang biasa kita lihat sekarang. Berikut ini merupakan beberapa jenis Mouse yang
akan kita ulas dan anda dapat melihat beberapa peredaan namun memiliki fungsi yang
sama.
Berdasarkan jenisnya mouse dibedakna menjadi 2 jenis, yaitu mouse trackball dan
mouse optic.
1) Mouse Trackball
Jenis mouse track ball ini dapat dengan mudah kita kenali, yaitu anda dapat melihat
perbedaannya ketika mose diletakkan secara terbalik dan akan terdapat bola kecil
yang digunakna untuk menggerakkan pointer.
2) Mouse Optical
Jenis mouse optical merupakan mouse yang menggunakan teknologi optic untuk
menggerakan pointer yang diletakkan pada bagian bawah mouse.

Selain dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, mouse juga dapat dibedakan


berdasarkan Portnya, seperti beberapa jenis mouse berikut ini.

1) Mouse Serial
Mouse serial merupakan jenis yang banyak digunakan pada era komputer pentium 1
sampai komputer pentium 3. Dapat dilihat dari bentuk port nya masih menggunakan
port Serial yang memiliki beberpa pin pada ujung portnya.

2) Mouse PS2
Mouse PS2 memeiliki perbedaan pada ujung portnya yaitu dengan ciri berwarna
hijau pada ujung kabelnya, warna hijau inilah yang membedakan peletakan Mouse
dan keyboard pada bagian port I/O CPU. Jika pada ujung port mouse berwarna hijau
dan pada ujung port keyboard berwarna Ungu.
3) Mouse USB
Mouse USB merupakan jenis mouse yang paling umum digunakan saat ini, karena
jenis mouse ini sangat kompatibel dengan tipe komputer zaman sekarang. Jika
dilihat dari bentuknya, mouse USB memiliki bentuk port pada ujungnya.

4) Mouse Wireless
Teknologi terbaru dari mouse sekarang ini yaitu munculnya mouse dengan fitur
wireless. Mouse ini lebih praktis karena tidak lagi menggunakan kabel dan dapat
digunakan dari jarak dengan berjauhan dengan komputer. Selain lebih praktis mouse
wireless ini memiliki kekurangan yaitu penggunaan mouse ini menggunakna baterai
yang diletakkan pada mouse sehingga kita harus menggantinya secara berkala jika
baterai sudah low.

http://www.pro.co.id/macam-macam-jenis-mouse-komputer/

2. Teknologi Proses
3. Teknologi Keluaran ( Output Technology )
Teknologi keluaran adalah teknologi yang berhubungan dengan segala piranti yang berfungsi untuk
menyajikan informasi hasil pengolahan system. Contoh : monitor, printer dan speaker.

A. Pengertian monitor

Istilah monitor pada dasarnya merupakan kata serapan yang diambil dari Bahasa Inggris yaitu
dari kata monitor yang artinya mengamati. Oleh karena itu, jika diartikan dari asal
katanya, monitordapat diartikan sebagai perangkat yang digunakan untuk mengamati sesuatu.
Jika diartikan secara lengkap, monitor adalah perangkat keras yang dipakai untuk menampilkan
output data grafis yang berasal dari sumber-sumber data grafis seperti cpu, satelit, dan berbagai
sumber data grafis lainnya.Dalam perangkat komputer, monitor sering juga disebut dengan istilah
layar komputer. Sedangkan di perangkat jaringan televisi, monitor sering kali disebut dengan
istilah layar televisi.

Layar pada monitor memiliki berbagai macam ukuran dan resolusi untuk menampilkan grafis, beberapa diantaranya
seperti pada ukuran 17-inci resolusinya 1024×768, 19-inci resolusinya 1280×1024, 21-inci resolusinya 1600×1200.
Resolusi pada monitor dapat diartikan sebagai lebar pixel dan tinggi pixel pada layar monitor.

Fungsi Monitor
Dari penjelasan sebelumnya maka dapat disimpulkan fungsi dari monitor yaitu sebagai alat untuk output (keluaran)
menampilkan hasil pemerosesan data-data berupa biner. Dan untuk menampilkan data-data berupa grafis, supaya
pengguna mengetahui apa yang sedang dioperasikannya pada komputer.

Monitor berfungsi sebagai Output dari memori komputer atau central processing unit berupa
biner. Fungsi lainnya dari monitor adalah menampilkan data – data berupa grafis tampilan dari
prosesor untuk ditampilkan agar pengguna bisa melihat apa yang sedang dioperasikannya.

Semua monitor memiliki jenis resolusi yang digunakan untuk menampilkan gambar. Ukuran inci
LCD memberitahu apa jenis resolusi yang tersedia. Sebuah layar monitor 17-inci dapat memiliki
resolusi 1024×768, sedangkan layar 20-inci akan memiliki 1600×1200. Jumlah dalam inci adalah
ukuran layar monitor diagonal, sementara resolusi adalah lebar pixel dengan tinggi pixel.
Meskipun laptop memiliki built-in monitor, beberapa laptop tersedia dengan port S-Video, yang
memungkinkan kabel S-Video untuk plug ke televisi tertentu. Ketika televisi berubah ke input
yang tepat, akan bertindak sebagai cloning.

Terdapat beberapa jenis monitor

1. CRT (Chatode Ray Tube)


Monitor CRT merupakan monitor menggunakan media tabung sinar katoda atau kebanyakan orang
menyebutnya dengan monitor tabung. Monitor CRT dibuat menggunakan tabung hampa untuk layarnya.
Monitor CRT mirip dengan jenis televisi tabung. Cara kerja monitor CRT yaitu dengan memancarkan sinar
elektron ke sebuah titik-titik kecil di layar. Sinar tersebut menampilkan sisi terang jika diperkuat,
sedangkan untuk diperlemah untuk sisi yang gelap. Monitor CRT lebih murah ketimbang jenis-jenis
monitor komputer yang lainnya. Namun monitor CRT ini berukuran cukup besar membuat tempat
diletakkannya monitor tersebut haruslah luas.

2. Monitor LCD (Liquid Cristal Display)

Tidak seperti Monitor CRT yang menggunakan tabung hampa, Monitor LCD menggunakan media cairan
kristal. Cara Kerja Monitor LCD itu dengan cara memancarkan sinar melalui kristal cair, yang kemudian
dipancarkan secara elektrik sehingga membentuk sebuah panel-panel kecil yang datar. Monitor LCD
komputer ini dari segi bentuk menggunakan teknologi Flat Panel Display atau monitor berlayar datar. LCD
memiliki kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan monitor CRT. Dengan bentuk yang ramping
dan pipih penggunaan monitor LCD dipadukan dikomputer portable atau laptop.

3. Monitor LED (Light Emitting Diode)

Monitor LED memiliki bentuk seperti Monitor LCD namun monitor LED lebih ramping. Monitor LED
memunculkan sebuah tampilan pada layar menggunakan emisi cahaya. Monitor LED menggunakan
teknologi LED backlight. LED lebih efisien mengeluarkan cahaya. Kelebihan monitor LED dari segi
konsumsi daya listrik monitor LED lebih hemat daripada monitor LCD. Namun kelemahan monitor LED
yaitu harga lebih mahal daripada monitor LCD.

4. Monitor Plasma
Monitor Plasma merupakan monitor yang menggunakan gas neon atau xenon yang diletakkan diantara
dua lapisan plat kaca. Pada lapisan gas di aliri listrik yang memberi reaksi berupa penciptaan pixel.
Kualitas gambar lebih baik karena dalam proses pembuatan gambar dilakukkan secara langsung tanpa
harus diuraikan terlebih dahulu. Monitor Plasma menggunakan teknologi gabungan, antara CRT dengan
LCD. Hal ini membuat kitipisan Monitor Plasma menyerupai Monitor LCD dan sudut pandang pun luas
seperti Monitor CRT.

http://mahmudefendi6.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-monitor-dan-fungsinya.html

5. Monitor OLED

Monitor OLED

Jenis Monitor OLED (Organic Light-Emitting Diode) merupakan sebuah semikonduktor sebagai
pemancar cahaya yang dibuat dari lapisan organic. OLED sendiri di gunakan dalam teknologi
elektroluminesasi seperti pada aplikasi tampilan layar dan sensor, kecanggihan teknologi ini
terkenal lebih felxibel dengan ketipisan yang kurang dari 1 mm.

OLED diciptakan dari struktur yang terdiri dari lapisan kaca yang terbuat dari oksida timah-
indium sebagai elektroda positif atau anoda, lapisan organik dari diamine aromatic mempunyai
ketebalan 750 nm, lapisan pemancar cahaya yang terbuat dari senyawa metal kompleks misalnya
8-hydroxyquinoline aluminium, dan lapisan elektroda negatif atau katoda terbuat dari campuran
logam magnesium dan perak dengan perbandingan atom 10:1. Konstruksi keseluruhan lapisan
tidak lebih dari 500 nm, artinya OLED sama tipis dengan selembar kertas.

Penggunaan OLED sebenarnya belum terlalu digunakan oleh pengguna komputer mengingat
harganya yang relatif mahal. Monitor OLED ini biasanya banyak di gunakan pada teknologi
handphone seperti smartphone terbaru yang layarnya menggunakan teknologi OLED dimana
pixel di dukung sekitar 16 juta warna yang membuat gambar atau hasil photo yang dihasilkan
terlihat sangat jernih, tajam seakan-akan terlihat seperti gambar aslinya.

http://www.tampilaninfo.com/2018/01/pengertian-monitor-fungsi-sejarah-.html

4. Teknologi Penyimpanan (Storage technology)


Teknologi Penyimpanan dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu memori internal dan
penyimpanan eksternal
a) Memori internal (biasa juga disebut main memory atau memori utama)
Berfungsi sebagai pengikat sementara baik bagi data, program, maupun informasi ketika
proses pengolahannya dilaksanakan oleh CPU. Contoh : ROM dan RAM. ROM (Read
Only Memory) adalah memori yang hanya bisa dibaca, sedangkan RAM (Read Access
Memory) adalah memori yang isinya bisa diperbaharui
b) Memori Eksternal ( Penyimpanan sekunder )
Memori eksternal adalah segala piranti yang berfungsi untuk menyimpan data secara
permanen. Pengertian permanen disini berarti bahwa data yang terdapat pada
penyimpanan akan tetap terpelihara dengan baik sekalipun komputer sudah dalam
keadaan mati (tidak mendapat aliran listrik). Contohnya : harddisk, floppy disk, flashdisk,
disket, CD ROM, dan lain sebagainya