Anda di halaman 1dari 7

LIBERALISME

Liberalisme adalah salah satu jenis paham atau ideologi yang mengutamakan kebebasan atau
kemerdaan individu dalam segala hal, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, agama, dan
lainnya. Paham Liberalisme merupakan paham yang menolak segala bentuk pembatasan
terhadap suatu individu. Menurut paham ini, masyarakat dan negara harus selalu
menghormati dan melindungi kebebasan individu, karena masyarakat dan negara juga
terbentuk karena adanya individu. Dalam masyarakat modern saat ini, liberalisme biasanya
dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, karena keduanya memegang kuat konsep kebebasan.
Orang-orang yang menganut paham ini disebut leberalis. Walaupun kebebasan individu ini
tidak ada pembatasnya, tetapi bukan berarti kebebasan ini adalah kebebasan yang mutlak,
karena kebebasan tersebut harus bisadipertanggungjawabkan. Jadi tetap ada keteraturan
dalam ideologi ini, dengan kata lain, bebas bukan yang sebebas-bebasnya.

Meskipun ada banyak informasi berbeda tentang awal mula lahirnya liberalisme, tetapi
kebanyakan sejarawan biasanya akan merujuk pada peristiwa revolusi Perancis abad ke 18.
Pada masa ini terjadi protes terhadap kepincangan sistem yang telah berakar kuat di Perancis.
Sebagai warisan sejarah, saat itu di Perancis terdapat pemisahan golongan, ada golongan
berhak istimewa dan golongan tanpa hak. Golongan pertama menguasai segalanya, mereka
terdiri dari keluarga kerajaan, dan pemuka agama. Golongan kedua tidak memiliki hak
apapun, mereka adalah rakyat prancis (baik yang kaya maupun yang miskin). Golongan tanpa
hak ini, baik dia rakyat kaya atau miskin, mereka harus patuh pada golongan dengan hak
istimewa.

Karena dinilai terlalu banyak ikut campur dalam bidang ekonomi, sosial, agama, dan politik.
Maka golongan tanpa hak menuntuk kemerdekaan dan memperjuangkan kebebasan mereka.
Pada tahun 1789 merupakan puncak Revolusi Perancis, orang-orang yang mengadakan
revolusi ini kemudian disebut dengan golongan liberal. Gerakan mewujudkan liberalisme
membutuhkan waktu yang panjang dan lama, Perancis sendiri baru benar-benar dapat
melaksanakan liberalisme pada tahun 1870. Kemudian setelah itu Liberalisme menyebar luas
ke negara Eropa lainnya.

CIRI – CIRI DAN NILAI POKOK LIBERALISME

1. Kesempatan yang Sama (Hold The Basic Equality of All Human)

Setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama dalam segala bidang. Tetapi bukan berarti
kesempatan yang sama ini juga akan memberikan hasil yang sama bagi setiap orang. Hasil
yang akan didapatkan setiap orang berbeda-beda tergantung kepada sumber daya yang
dimiliki, tenaga, kerja keras, dll. Terlepas dari itu, persamaan kesempatan merupakan hal
yang mutlak dalam paham liberalisme.

2. Perlakuan yang Sama (Treat the Others Equally)

Karena mempunyai kesempatan yang sama, maka dalam setiap penyelesaian masalah-
masalah yang dihadapi (dalam segala bidang), baik itu politik, ekonomi, sosial, kebudayaan,
atau kenegaraan, maka setiap orang akan mendapatkan perlakuan yang sama. Hal ini
dilakukan dengan tujuan menghilangkan egoisme individu.

3. Pemerintahan ditentukan dengan Persetujuan dari yang Diperintah (Goverment by The


Consent of The People)

Penentuan pihak-pihak yang memegang kekuasaan harus mendapat persetujuan dari rakyat
yang akan diperintah. Pemerintah tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi
bertindak menurut kehendak rakyat.

4. Berjalannya Hukum (The Rule of Law)

Pada dasarnya, negara berfungsi untuk membela dan memakmurkan rakyat. Oleh karena itu
dalam menjalankan sebuah negara, maka terdapat peraturan hukum yang dapat melindungi
dan mempertahankan hak rakyatnya. Negara tersebut harus memiliki patokan hukum
tertinggi, yang menghargai hak – hak kebebasan dan persamaan kedudukan. Dalam hal ini
yang menjadi pusat perhatian adalah kepentingan individu.

5. Negara Hanyalah Alat (The State is Instrumen)

Negara merupakan suatu mekanisme yang digunakan untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang
lebih besar.

6. Liberalisme tidak menerima ajaran Dogmantisme (Refuse Dogmantisme)

Dogmantisme merupakan ideologi dimana orang-orang memiliki kepercayaan yang sangat


teguh terhadap suatu hal dan menentang apapun yang tidak sesuai dengan kepercayaannya.
Orang yang berpegang pada Dogmantisme ini memiliki kepercayaan yang sangat kuat dan
tidak dapat dirubah, walaupun keberadaan tersebut tidak dapat disesuaikan dengan kenyataan,
serta mereka tidak dapat menerima apabila ada pendapat yang berbeda dari orang lain.

Contoh negara liberalime : Benua amerika: Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil,
Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay,
Peru, Uruguay, Venezuela Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta
Rika, Puerto Rico Suriname.
Benua eropa: Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik
Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia,
Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia,
Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol,
Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom Belarusia, Bosnia-Herzegovina,
Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Marino.
Benua Asia: India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand, Turki
Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura.
Kepulauan Oceania: Australia dan Selandia Baru.
Benua Afrika: Mesir, Senegal dan Afrika Selatan, Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso,
Mantol Verde, Côte D'Ivoire, Equatorial Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko,
Mozambik, Seychelles, Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.
KAPITALISME

Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa
melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Kapitalisme memiliki
sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak
swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Adam
Smith adalah tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang
dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang
menganggap tanah adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan
produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-
komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang tidak akan berhenti karena uang akan beralih
menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang
bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka
pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah
hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya.
Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia,
Portugis, dan Perancis.

KOMUNISME

Komunisme adalah paham yang mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan


pribadi dan golongan, paham komunis juga menyatakan semua hal dan sesuatu yang ada di
suatu negara dikuasai secara mutlak oleh negara tersebutPenganut faham ini berasal dari
Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah
manifes politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis
sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi
kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh
dalam dunia politik. Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis
internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan
oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan
ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-
Leninisme".

Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi
melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh
atau yang lebih dikenal dengan proletar, namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil
dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank.
Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat


pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada
individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh
karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat
secara merata, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan
yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis. Oleh karena itu sangat membatasi langsung
demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam
paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham
liberalisme.

Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada
tahun 1920-an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan
di Asia. Tokoh komunis nasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh
yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di Cina, Indonesia,
Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme
menjadi perang yang luar biasa. Di Indonesia, perubuhan komunisme juga terjadi dengan
insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban
jiwa. Tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh
pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup
mereka.

Negara yang masih menganut komunisme adalah China/Tiongkok, Vietnam, Korea Utara,
Kuba dan Laos.

FASISME

Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa
demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat
kentara.
Kata fasisme diambil dari bahasa Italia, fascio, sendirinya dari bahasa Latin, fascis, yang
berarti seikat tangkai-tangkai kayu. Ikatan kayu ini lalu tengahnya ada kapaknya dan pada
zaman Kekaisaran Romawi dibawa di depan pejabat tinggi. Fascis ini merupakan simbol
daripada kekuasaan pejabat pemerintah. Negara yang menganut paham faiisme adalah Italia,
Jerman dan Jerman.

SOSIALISME

Secara ringkas, Sosialisme adalah rasa perhatian, simpati dan empati antar individu kepada
individu lainnya tanpa memandang status. Menurut salah satu penganut cabang Ideologi ini,
Marxisme, terutama Friedrich Engels, model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke
awal sejarah manusia dari sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Pada masa pencerahan
abad ke-18, para pemikir dan penulis revolusioner seperti Marquis de Condorcet, Voltaire,
Rousseau, Diderot, Abbé de Mably, dan Morelly, mengekspresikan ketidakpuasan mereka
atas berbagai lapisan masyarakat di Perancis.
Sistem ekonomi sosialisme sebenarnya cukup sederhana. Semua aspek ekonomi dianggap
sebagai milik bersama, tetapi bukan berarti harus dimiliki secara sepanuhnya secara bersama,
semua aspek ekonomi boleh dimiliki secara pribadi masing-masing, dengan syarat boleh
digunakan secara Sosialis, mirip dengan gotong-royong sebenarnya.

Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :

1) Sulit melakukan transaksi Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang
terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya
untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula
masalah harga juga ditentukan oleh pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian
Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oleh
mekanisme pasar.

2) Membatasi kebebasan System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri


sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir
serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system
ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti
mesin.

3) Mengabaikan pendidikan moral Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk
mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan. Dengan
demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral
tidak diperhatikan lagi

Adapun kebaikan-kebaikan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah :

1) Disediakannya kebutuhan pokok Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya,


termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta
tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta
orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.

2) Didasarkan perencanaan Negara Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan


Negara Yang sempurna, di antara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian
masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System
Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.

3) Produksi dikelola oleh Negara Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara,
sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan
Negara.

Negara yang menganut paham sosialisme adalah Kuba dan Venezuela.


Tingkatan kekuatan
hukum di Indonesia
LEMBAGA-LEMBAGA PBB