Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seluruh alam. Yang telah memberi kami
kesempatan dan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam
semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus sebagai rahmat bagi
semesta alam, beserta keluarga, para sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Makalah ini kami buat dengan maksud untuk melaksanakan tugas kami mengenai
Bahasa Indonesia, kami juga berharap dalam penyusunan bentuk makalah kami ini akan
memberi banyak manfaat dan memperluas ilmu pengetahuan kita semua meskipun didalam
penyusunan makalah kami ini mungkin masih belum sempurna serta terdapat kesalahan, kami
mohon untuk bimbingan, kritik serta saran yang bersifat membangun agar makalah kami ini
menjadi lebih baik lagi.

Akhir kata hanya kepada Allah SWT kami mohon, semoga makalah ini dan usaha
kami merupakan murni dan berkah darinya dan berguna bagi semua, dan jika terdapat
kesalahan dalam makalah ini kami mohon maaf dan kepada ALLAH SWT kami mohon
ampun
DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................. i


Kata Pengantar............................................................................................ii
Daftar Isi......................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .............................................................................


1.2 Rumusan Masalah ........................................................................
1.3 Tujuan Pembahasan ...................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 pengertian kalimat .......................................................................
2.2 Jenis-jenis kalimat ........................................................................
2.3 Unsur Unsur Kalimat ..................................................................
2.3.1 Subjek .........................................................................
2.3.2 Predikat .......................................................................
2.3.3 Pelengkap ....................................................................
2.3.4 keterangan ..................................................................
2.4 Pola dasar kalimat ........................................................................
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..............................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulis, kita sebenarnya tidak mengunakan kata-
kata secara lepas. Akan tetapi, kata-kata itu terangkai mengikuti aturan atau kaidah yang
berlaku sehingga terbentuklah rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran,
atau perasaan. Rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, atau perasaan itu
dinamakan kalimat. Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke dalam
sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas.

Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola
kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar tersebut kita
kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah yang
berlaku. Berdasarkan uraian diatas, maka makalah ini membahas mengenai pola dasar
kalimat berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku.
B. Rumusan Masalah
1.Pengertian kalimat
2.Jenis-jenis kalimat
3.Unsur-unsur kalimat
4. Bagian-bagian kalimat
5. Pola dasar kalimat
C. Tujuan Penulisan
1.Tujuan Umum
Agar mahasiswa mengetahui tentang pola dasar kalimat bahasa Indonesia.
2. Tujuan Khusus
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kalimat
Kalimat yaitu rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, atau
perasaan. Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh,
baik dengan cara lisan maupun tulisan. Pada kalimat sekurang kurangnya harus memiliki
subjek (S) dan predikat (P). Bila tidak memiliki subjek dan predikat maka bukan disebut
kalimat tetapi disebut frasa. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun,
dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan
berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda
tanya(?) dan tanda seru (!).
2.2 Jenis-jenis Kalimat
Berdasarkan cara menyusun subjek predikatnya kalimat terdiri :

Kalimat inversi (susun balik)


Kalimat inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek. Kalimat ini
dipakai untuk penekanan atau ketegasan makna. Ciri kalimat versi kata atau frasa tertentu
yang pertama muncul dalam tuturan akan menjadi kata kunci yang mempengaruhi makna
dalam hal menimbulkan kesan tertentu, dibandingkan dengan bila kata atau frasa ditempatkan
pada urutan kedua.
Contoh :
Memasak, ibu untuk makan siang
P S
Ambilkan buku diatas meja itu !
P S
Sepakat kami untuk belajar bersama
P S

Kalimat versi ( pola S-P-O-K )


Kalimat versi adalah kalimat yang susunannya sesuai dengan tata bahasa
indonesia ( S-P-O-K )
Contoh :
– Ia bekerja di Jakarta
Berdasarkan kelengkapan unsurnya terbagi menjadi dua yaitu :
Kalimat Mayor : kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur pusat (inti)
Contoh kalimat mayor :
Kakak membaca.
Ia mengambil buku itu.

Kalimat Minor : kalimat yang hanya mengandung satu unsur pusat (inti)
Contoh Kalimat minor:
Pulang !
Sangat mahal.

Berdasarkan ada / tidaknya objek dibagi menjadi dua yaitu :


Kalimat transitif : kalimat yang memiliki objek
Contoh :
Perampok itu memukul Tohir dengan balok.
Nita menyapu halaman rumahnya.
Kalimat intransitif : kalimat yang tidak mempunyai objek.
Contoh :
Paman berobat ke Jakarta
Dia mengangguk-angguk saja.

Kalimat Berdasarkan Isinya dibagi menjadi :


Kalimat berita: menceritakan kejadian / keadaan
Herman tidak ikut berdarmawisata karena tidak punya cukup uang.
Kalimat tanya : berisi pertanyaan
Siapa yang terpilih menjadi ketua partai itu
Mengapa kamu sampai terjerumus dalam pemakaian obat terlarang itu ?
Kalimat perintah: memberikan perintah untuk melakukan sesuatu
Pergilah dari sini. (perintah langsung / kasar)
Tolong, jangan ribut di ruangan ini ! (perintah halus)
Kalimat seru : mengungkapkan perasaan/ emosi yang kuat
Aduh, saya pusing memikirkan ulah anak saya !
Wah, kamu sungguh beruntung !
Berdasarkan jumlah Klausa dibagi menjadi :
Kalimat Tunggal
 kalimat yang memiliki satu pola (klausa).
satu subjek, satu predikat, satu objek, dan keterangan.
Kalimat Majemuk
terdiri atas satu atau lebih kalimat tunggal (klausa) yang saling berhubungan baik koordinasi
maupun subordinasi.
Kalimat majemuk adalah kalimat yangmempunyai dua atau lebih klausa. Terdiri dari:
a) Kalimat Majemuk Setara (KMS)
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri atas dua atau lebih klausa mandiri
yang dihubungkan dengan kata penghubung setara ( dan ; tetapi ; atau ; melainkan ) atau
tanda koma.
Contoh :
Engkau tinggal di sini atau pergi dengan saya.
S P K (S) P K
Toko itu terbakar dan hanya sebagian kecil isinya dapat diselamatkan
S P S P
Aku duduk kembali dan pikiranku melayang ke kampung halamanku.
S P S P K

b) Kalimat Majemuk Bertingkat


Kalimat majemuk bertingkat adalah : kalimat yang terdiri dari atas sebuah klausa
mandiri dan satu atau lebih klausa bawahan (anak kalimat)
Beberapa kata penghubung kalimat majemuk bertingkat yang mengawali anak kalimat
(Klausa bawahan) :
Karena, sebab : menandai klausa keterangan yang menandai hubungan sebab.
Ketika, manakala, sebelum, sesudah : klausa keterangan yang menandai hubungan waktu.
Jika, kalau, bila : klausa keterangan yang menandai hubungan syarat.
Supaya, agar : klausa keterangan yang menandai hubungan maksud.
Meskipun, walaupun, biarpun : klausa keterangan yang menandai hubungan konsesif.
Sehingga, maka : klausa keterangan yang menandai hubungan akibat.
Bahwa : klausa benda yang mengisyaratkan hubungan sasaran (objektif).

Contoh kalimat majemuk bertingkat :


Aku duduk di tanah setelah sampai di tepian danau.
S P K (S) P K
Struktur : S-P- Ket. Tempat – Keterangan Waktu
(S) – P – K
Dindingnya berlumut karena gardu itu tidak terawat.
S P S P
Struktur : S-P- Keterangan sebab
S-P
Ketika ditanya, orang itu menjelaskan bahwa pesawat jatuh sekitar pukul satu siang.
(S) P S P S P Ket. Waktu
Struktur : Keterangan waktu - S-P- Objek
(S) P SPK

2.3 Unsur-Unsur Kalimat


Dalam menuliskan kalimat dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar maka kita
harus ketahui unsur-unsur yang biasanya dipakai dalam sebuah kalimat. Dalam bahasa
Indonesia digunakan aturan SPO atau SPOK(Subjek, Predikat, Objek atau Subjek, Predikat,
Objek, Keterangan).
Berikut beberapa unsur kalimat :

a. Subjek (S)
Subjek adalah unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat di samping
unsurpredikat. Dengan mengetahui ciri-ciri subjek secara lebih terperinci, kalimat yang
dihasilkan dapat terpelihara strukturnya.
Ciri-ciri subjek sebagai berikut :
1. Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa
Penentuan subjek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan
apa atau siapa yang dinyatakan dalam suatu kalimat. Untuk subjek kalimat yang
berupa manusia, biasanya digunakan kata tanya siapa.
Contoh : Paijo adalah seorang guru

2. Disertai Kata Itu


Kebanyakan subjek dalam bahasa Indonesia bersifat takrif (definite). Untuk
menyatakan takrif, biasanya digunakan kata itu. Subjek yang sudah takrif misalnya
nama orang, nama negara, instansi,atau nama diri lain tidak disertai kata itu.
Contoh : Buku itu dibeli oleh Tukimin.
3. Didahului Kata Bahwa
Di dalam kalimat pasif kata bahwa merupakan penanda bahwa unsur yang
menyertainya adalah anak kalimat pengisi fungsi subjek. Di samping itu, kata bahwa
juga merupakan penanda subjek yang berupa anak kalimat pada kalimat yang
menggunakan kata adalah atau ialah.
Contoh :
Bahwa pengurus OSIS harus segera dibentuk pada rapat hari ini.
4. Mempunyai Keterangan Pewatas Yang
Kata yang menjadi subjek suatu kalimat dapat diberi keterangan lebih lanjut
dengan menggunakan penghubung yang. Keterangan ini dinamakan keterangan
pewatas.
Contoh : Mahasiswa yang ingin lulus harus mengikuti ujian.
5. Tidak Didahului Preposisi
Subjek tidak didahului preposisi, seperti dari, dalam, di, ke, kepada, pada.
Orang sering memulai kalimat dengan menggunakan kata-kata seperti itu sehingga
menyebabkan kalimat-kalimat yang dihasilkan tidak bersubjek.
6. Berupa Nomina atau Frasa Nominal
Subjek kebanyakan berupa nomina atau frasa nominal. Di samping nomina,
subjek dapat berupa verba atau adjektiva, biasanya, disertai kata penunjuk itu.
Contoh : Bermain itu menyenangkan.

b. Predikat (P)
Predikat juga merupakan unsur utama suatu kalimat di samping subjek. Predikat
berfungsi menjelaskan subjek.
Ciri-ciri predikat adalah sebagai berikut :
1. Jawaban atas Pertanyaan Mengapa atau Bagaimana
Dilihat dari segi makna, bagian kalimat yang memberikan informasi atas
pertanyaan mengapa atau bagaimana adalah predikat kalimat. Pertanyaan sebagai
apa atau jadi apa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa nomina
penggolong (identifikasi). Kata tanya berapa dapatdigunakan untuk menentukan
predikat yang berupa numeralia (kata bilangan) atau frasa numeralia.
Contoh :
o Gadis itu cantik.
o Harga buku itu sepuluh ribu rupiah.
2. Kata Adalah atau Ialah
Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Predikat itu terutama
digunakan jika subjekkalimat berupa unsur yang panjang sehingga batas antara subjek
dan pelengkap tidak jelas.
Contoh : Justin Bieber adalah penyanyi favoritku

3. Dapat Diingkarkan
Predikat dalam bahasa Indonesia mempunyai bentuk pengingkaran yang
diwujudkan oleh katatidak. Bentuk pengingkaran tidak ini digunakan untuk predikat
yang berupa verba atau adjektiva. Disamping tidak sebagai penanda predikat, kata
bukan juga merupakan penanda predikat yang berupanomina atau predikat kata
merupakan.
Contoh : Kamu tidak hadir dalam rapat kemarin.
4. Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata
aspek seperti telah,sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan
verba atau adjektiva. Kalimat yangsubjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga
disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikappembicara (subjek), seperti ingin,
hendak, dan mau.
Contoh : Obama akan datang ke Indonesia.
5. Unsur Pengisi Predikat
Predikat suatu kalimat dapat berupa:
Kata, misalnya verba, adjektiva, atau nomina.
Frasa, misalnya frasa verbal, frasa adjektival, frasa nominal, frasa numeralia
(bilangan).
c. Objek (O)
Objek yaitu keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat. Unsur
kalimat inibersifat wajib dalam susunan kalimat aktif transitif yaitu kalimat yang sedikitnya
mempunyai tiga unsurutama, subjek, predikat, dan objek. Predikat yang berupa verba
intransitif (kebanyakan berawalan beratauter-) tidak memerlukan objek, sedangkan verba
transitif yang memerlukan objek kebanyakanberawalan me-.

Ciri-ciri objek sebagai berikut.


1. Langsung di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.
Contoh : Sinta memberikan Jojo komputer baru

2. Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif


Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat
pasif.Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam
kalimat aktif menjadisubjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan
bentuk verba predikatnya.
Contoh : Keju itu dimakan tikus.
3. Tidak Didahului Preposisi
Objek yang selalu menempati posisi di belakang predikat tidak didahului preposisi.
Dengan katalain, di antara predikat dan objek tidak dapat disisipkan preposisi.
Contoh : Dia mengirimi saya bunga mawar.
4. Didahului Kata Bahwa
Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat
menjadi
unsur objek dalam kalimat transitif.

d. Pelengkap (Pel.)
Pelengkap merupakan unsur kalimat yang dapat bersifat wajib ada karena melengkapi
maknaverba predikat kalimat.
Pelengkap dan objek memiliki kesamaan. Kesamaan itu ialah kedua unsur kalimat ini :
Bersifat wajib ada karena melengkapi makna verba predikat kalimat.
Menempati posisi di belakang predikat.
Tidak didahului preposisi.
Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat
pasif.Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek
kalimat pasif,bukan pelengkap.
Berikut ciri-ciri pelengkap.
1. Di Belakang Predikat
Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat,
sedangkanpelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat
pada kalimat berikut :
Diah mengirimi saya buku baru.
Unsur kalimat buku baru, sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan
tidak mendahului predikat.
2. Tidak Didahului Preposisi
Seperti objek, pelengkap tidak didahului preposisi.
Contoh : Sherina bermain piano.

e. Keterangan (K)
Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan.Keterangan merupakan unsur
kalimat yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatuyang dinyatakan dalam
kalimat; misalnya, memberi informasi tentang tempat, waktu, cara, sebab, dantujuan.
Keterangan ini dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa frasa
ditandaioleh preposisi, seperti di, ke, dari, dalam, pada, kepada, terhadap, tentang, oleh, dan
untuk. Keteranganyang berupa anak kalimat ditandai dengan kata penghubung, seperti ketika,
karena, meskipun, supaya,jika, dan sehingga.
Berikut ini beberapa ciri unsur keterangan.
1. Keterangan Waktu
Keterangan waktu dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang
berupa kataadalah kata-kata yang menyatakan waktu, seperti kemarin, besok, sekarang,
kini, lusa, siang,dan malam. Keterangan waktu yang berupa frasa merupakan untaian kata
yang menyatakanwaktu, seperti kemarin pagi, hari Senin, 7 Mei, dan minggu depan.
Keterangan waktu yangberupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor yang menyatakan
waktu, seperti setelah, sesudah,sebelum, saat, sesaat, sewaktu, dan ketika.
2. Keterangan Tempat
Keterangan tempat berupa frasa yang menyatakan tempat yang ditandai oleh
preposisi,seperti di, pada, dan dalam.
3. Keterangan Cara
Keterangan cara dapat berupa frasa, atau anak kalimat yang menyatakan cara.
Keterangancara yang berupa frasa ditandai oleh kata dengan atau secara yang diikuti
verba (kata kerja).Terakhir, keterangan cara yang berupa anak kalimat ditandai oleh kata
dengan dan dalam.
4. Keterangan Alat
Keterangan cara berupa frasa yang menyatakan cara ditandai oleh kata dengan
yang diikutinomina (kata benda).
5. Keterangan Sebab
Keterangan sebab berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan sebab yang berupa
frasaditandai oleh kata karena atau sebab yang diikuti oleh nomina atau frasa nomina.
Keterangansebab yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor karena atau
lantaran.
6. Keterangan Tujuan
Keterangan ini berupa frasa atau anak kalimat. Keterangan tujuan yang berupa
frasa ditandaioleh kata untuk atau demi, sedangkan keterangan tujuan yang berupa anak
kalimat ditandai olehkonjungtor supaya, agar, atau untuk.
7. Keterangan Aposisi
Keterangan aposisi memberi penjelasan nomina, misalnya, subjek atau objek. Jika
ditulis,keterangan ini diapit tanda koma, tanda pisah (--), atau tanda kurang.
Contoh : Dosen saya, Bu Erwin, terpilih sebagai dosen teladan.
8.Keterangan Tambahan
Keterangan tambahan memberi penjelasan nomina (subjek ataupun objek), tetapi
berbedadari keterangan aposisi. Keterangan aposisi dapat menggantikan unsur yang
diterangkan,sedangkan keterangan tambahan tidak dapat menggantikan unsur yang
diterangkan.Contoh : Marshanda, mahasiswa tingkat lima, mendapat
beasiswa.Keterangan tambahan (tercetak tebal) itu tidak dapat menggantikan unsur yang
diterangkan yaitukata Marshanda.
9. Keterangan Pewatas
Keterangan pewatas memberikan pembatas nomina, misalnya, subjek, predikat,
objek,keterangan, atau pelengkap. Jika keterangan tambahan dapat ditiadakan, keterangan
pewatastidak dapat ditiadakan. Contoh: Mahasiswa yang mempunyai IP tiga lebih
mendapatbeasiswa.

2.4 Pola dasar kalimat bahasa

Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke dalam sejumlah


kalimat dasar yangsangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan
berasal dari beberapa pola kalimatdasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing,
kalimat dasar tersebut kita kembangkan, yangpengembangannya itu tentu saja harus
didasarkan pada kaidah yang berlaku.Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik
kesimpulan bahwa kalimat dasar ialah kalimat yangberisi informasi pokok dalam struktrur
inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupapenambahan unsur seperti
penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek,
ataupunpelengkap. Kalimat dasar dapat dibedakan ke dalam delapan tipe sebagai berikut.
a. Kalimat Dasar Berpola S P
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat untuk
tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:
 Mereka / sedang berenang.
S P (kata kerja)
 Ayahnya / guru SMA.
S P (kata benda)
 Gambar itu / bagus.
S P (kata sifat)
 Peserta penataran ini / empat puluh orang.
S P (kata bilangan)
b. Kalimat Dasar Berpola S P O
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. subjek berupa
nomina atau frasanominal, predikat berupa verba transitif, dan objek berupa nomina atau
frasa nominal.
Misalnya : Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah.
S P O
c. Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Subjek
berupa nomina ataufrasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, dan
pelengkap berupa nomina atauadjektiva.
Misalnya: Anaknya / beternak / ayam.
S P Pel.
d. Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. subjek
berupanomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau
frasa nominal,dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal.
Misalnya: Dia / mengirimi / saya / surat.
S P O Pel.
e. Kalimat Dasar Berpola S P K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan harus memiliki unsur
keterangankarena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal,
predikat berupa verbaintransitif, dan keterangan berupa frasa berpreposisi.
Misalnya: Mereka / berasal / dari Surabaya.
S P K
f. Kalimat Dasar Berpola S P O K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. subjek
berupanomina atau frasa nomina, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau
frasa nominal,dan keterangan berupa frasa berpreposisi.
Misalnya: Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari.
S P O K
g. Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan.
Subjek berupanomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat,
pelengkap berupa nominaatau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi.
Misalnya : Ungu / bermain / musik / di atas panggung.
S P Pel. K
h. Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan
keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek
berupa nomina atau frasanominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan
keterangan berupa frasa berpreposisi.
Misalnya : Dia / mengirimi / ibunya / uang / setiap bulan.
S P O Pel.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktrur inti, belum
mengalami perubahan.Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur seperti penambahan
keterangan kalimat ataupun keterangansubjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.
DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A.C. (2002) Pokoknya Kualitatif: Dasar-dasar Merancang dan Melakukan


Penelitian Kualitatif. Bandung: Dunia Pustaka Jaya
Iswara, P.D. (2000) Variasi Pola Kalimat dan Keterbacaannya. Tesis pada Program
Pascasarjana UPI Bandung.
Santoso,Azis.(2008) Penelitian Pola Kalimat Bahasa Indonesia.www.google.com.(2011)