Anda di halaman 1dari 16

Lex Crimen Vol.I/No.

3/Jul-Sep/2012

GANTI RUGI MENURUT PASAL 95 DAN tentang ketenagakerjaan yang di dalamnya


PASAL 96 KUHAP DALAM PROSES juga memuat tentang kesehatan tenaga
PELAKSANAANNYA TERHADAP ERROR IN kerja.
PERSONA1 Keberadaan aturan yang mengatur
Oleh: Kristin Olivia Sumaa 2 tentang kesehatan tenaga kerja sendiri ada
yang tidak diketahui oleh pekerja/buruh
ABSTRAK selain itu penegakan terhadap aturan
Tujuan penelitian ini adalah untuk tentang kesehatan tenaga kerja sendiri
mengetahui bagaimana subyek dalam masih sangat kurang. Tenaga kerja di
perlindungan kesehatan kerja berdasarkan Indonesia belum sepenuhnya bisa
Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 meraskan perlindungan terhadap
tentang ketenagakerjaan, dan bagaimana kesehatan mereka, padahal undang-undang
bentuk perlindungan kesehatan tenaga sendiri telah mengatur hal tersebut.
kerja berdasarkan Undang-undang Nomor Berdasarkan uraian diatas maka penulis
13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. tertarik untuk mengangkat judul
Dengan menggunakan jenis penelitian “PERLINDUNGAN KESEHATAN TENAGA
normatif atau studi kepustakaan KERJA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG
disimpulkan bahwa: 1. Yang menjadi NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG
subyek dalam perlindungan kesehatan KETENAGAKERJAAN”.
tenaga kerja adalah subyek yang dilindungi
dalam penyelenggaraan kesehatan kerja B. Rumusan Masalah
yang tidak lain adalah tenaga kerja, subyek 1. Bagaimana subyek dalam perlindungan
yang member perlindungan kesehatan kesehatan kerja berdasarkan Undang-
kerja yakni pengusaha atau pempimpin undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
atau pengurus tempat kerja. 2. Bentuk ketenagakerjaan?
perlindungan kesehatan tenaga kerja diatur 2. Bagaimana bentuk perlindungan
dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun kesehatan tenaga kerja berdasarkan
2003 yakni perlindungan terhadap Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003
kesehatan tenaga kerja/buruh perempuan, tentang ketenagakerjaan?
anak dan penyandang cacat serta bentuk
perlindungan kesehatan tenaga kerja yang C. Metode Penulisan
diatur dalam program Jaminan Sosial Dalam penelitian ini, penulis
Tenaga Kerja (Jamsostek). menggunakan jenis penelitian normatif
Kata kunci: ganti rugi, error in persona atau studi kepustakaan yaitu penelitian
hukum yang dilakukan dengan cara
PENDAHULUAN meneliti data sekunder atau bahan-bahan
A. Latar Belakang pustaka yang terdiri dari bahan hukum
Banyak contoh kasus pekerja/buruh primer, bahan hukum sekunder dan bahan
yang merasa haknya tidak di perjuangkan, hukum tersier
dan menganggap pemerintah tidak
memberi perhatian pada pekerja/buruh, TINJAUAN PUSTAKA
namun kenyataan yang ada pemerintah A. Pengertian Tenaga Kerja
sebenarnya sudah membuat peraturan Dr. Payaman Simanjuntak dalam
bukunya Pengantar Ekonomi Sumber Daya
1
Artikel sskripsi. Dosen Pembimbing Skripsi: Manusia memberikan pendapat tenaga
Henry R.Ch. Memah,SH,MH, Atie Olii,SH,.MH, dan kerja (manpower) adalah penduduk yang
Kenny R. Wijaya,SH,MH. sudah atau sedang bekerja, yang sedang
2
NIM: 070711100. Mahasiswa Fakultas Hukum
mencari pekerjaan, dan yang melaksanakan
Universitas Sam Ratulangi, Manado.

57
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

kegiatan lain seperti bersekolah dan bekerja secara optimal. Tujuan kesehatan
mengurus rumah tangga.3 kerja adalah meningkatkan dan memelihara
Tenaga kerja adalah tiap-tiap orang yang derajat kesehatan tenaga kerja yang
mampu melaksanakan pekerjaan baik setinggi-tingginta baik phisik, mental
didalam maupun di luar hubungan kerja maupun sosial, mencegah dan melindungi
guna menghasilkan jasa atau barang untuk tenaga kerja dari gangguan kesehatan yang
memenuhi kebutuhan masyarakat.4 disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja,
Pasal 1 Butir 2 Undang-undang Nomor menyesuaikan tenaga kerja dengan
13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pekerjaan atau pekerjaan dengan tenaga
memberikan pengertian tentang tenaga kerja, meningkatkan produktivitas kerja.6
kerja, yakni tenaga kerja adalah setiap
orang yang mampu melakukan pekerjaan PEMBAHASAN
guna menghasilkan barang dan/atau jasa A. Subyek Dalam Perlindungan Kesehatan
baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri Kerja di Indonesia
maupun masyarakat. Pengertian tersebut 1. Subyek yang di lindungi dalam
belum jelas menunjukan status hubungan penyelenggaraan kesehatan kerja
kerja yang dimiliki ataupun yang dijalani Subyek yang dilindungi dalam
oleh tenaga kerja. penyelenggaraan kesehatan tenaga kerja
adalah tenaga kerja itu sendiri, yang
dimaksud dengan tenaga kerja berdasarkan
B. Pengertian Kesehatan Tenaga Kerja undang-undang nomor 13 tahun 2003
Kesehatan kerja menurut Join ILO WHO tentang Ketenagakerjaan Pasal 1 ayat (2)
Committee on Occupational Health tahun adalah setiap orang yang mampu
1995 adalah kesehatan kerja bertujuan melakukan pekerjaan guna menghasilkan
pada promosi dan pemeliharaan derajat barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi
yang setinggi-tingginya dari kesehatan fisik, kebutuhan sendiri maupun masyarakat.
mental dan sosial dari pekerja pada semua Berdasarkan ketentuan undang-undang
pekerjaan, pencegahan gangguan ketenagakerjaan yang telah dijelaskan
kesehatan pada pekerja yang disebabkan diatas, tenaga kerja juga dapat dibedakan
oleh kondisi kerjanya, perlindungan pekerja atas tenaga kerja dewasa dan anak-anak
yang disebabkan akibat faktor-faktor yang sesuai dengan Konvensi No. 138 Mengenai
menggangu kesehatan, penempatan dan Usia Minimum untuk di perbolehkan
pemeliharaan pekerja dalam suatu bekerja, dan konvensi tersebut telah
lingkungan kerja sesuai dengan dibahas dalam kongres organisasi
5
kemampuan fisik dan psikologisnya. internasional di Jenewa oleh badan
Kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu pengurus kantor ketenagakerjaan
kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja internasional, dan setelah mengadakan
memperoleh keadaan kesehatan yang sidang yang ke lima puluh delapan pada
sempurna baik phisik, mental maupun tanggal 6 juni 1973, yang akhirnya
sosial sehingga memungkinkan dapat memutuskan untuk menerima beberapa
3
usul mengenai usia minimum untuk
Manulang Sendjun, Pokok-Pokok Hukum diperbolehkan bekerja, yang merupakan
Ketenagakerjaan di Indonesia, Rineka Cipta,
Jakarta, 1995 hal 3
acara dalam keempat agenda sidang
4
Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tersebut, dan memperhatikan syarat-syarat
tentang Ketenagakerjaan
5
Soedarjadi, Hukum Ketenagakerjaan di
6
Indonesia, Pustaka Yustisia, Yogyakarta, 2008 hal 89 Manulang Sendjun Op.cit hal 89

58
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

dari konvensi usia minimum (industri) seorang pun dibawah usia itu yang
tahun 1919. Konvensi usia minimum (laut) diperbolehkan masuk dalam setiap jabatan.
tahun 1920. Konvensi usia minimum Ayat 2 konvensi ini berbunyi : Setiap
(pertanian) tahun 1921, Konvensi usia anggota yang telah meratifikasi konvensi ini
minimum (penghias dan juru api) tahun dapat memberitahukan kepada Direktur
1921, Konvensi usia minimum (pekerjaan jenderal kantor ketenagakerjaan
on industri), tahun 1932, Konvensi (Revisi) internasional dengan deklarasi selanjutnya
usia minimum (laut) tahun 1936, konvensi bahwa ia menetapkan usia minimum yang
(refisi) usia minimum (industri) tahun 1937, lebih ttinggi dari yang telah ditetapkan
konvensi (revisi) usia minimum (pekerja sebelumnya.
non industri) tahun 1937, konvensi usia Pasal 2 ayat (3) berbunyi : Usia minimum
minimum (nelayan) tahun 1959 dan yang telah ditetapkan sesuai dengan
konvensi usia minimum (kerja bawah ketentuan ayat 1 Pasal ini, tidak boleh
tanah) tahun 1965, dan menimbang bahwa kurang dari usia tamat wajib belajar, yaitu
telah tiba waktunya untuk menetapkan tidak boleh kurang dari 15 tahun dalam
suatu naskah umum mengenai hal itu, yang keadaan apapun;
secara berangsur-angsur akan Pasal 2 ayat (4) : Tanpa mengurangi
menggantikan naskah-naskah yang berlaku ketentuan ayat 3 Pasal ini, anggota yang
pada sektor ekonomi yang terbatas, dengan perekonomian dan fasilitas pendidikannya
tujuan untuk melakukan penghapusan kerja tidak cukup berkembang, setelah
anak secara menyeluruh. berkonsultasi dengan organisasi pengusaha
Setelah menetapkan bahwa naskah dan pekerja jika ada, sebagai permulaan
tersebut harus berbentuk konvensi dapat menetapkan usia minimum 14 tahun;
internasional, menyetujui pada tanggal dua Pasal 2 ayat (5) : Setiap anggota yang telah
puluh enam bulan juni tahun seribu menetapkan usia minimum 14 tahun sesuai
sembilan ratus tujuh puluh tiga konvensi dengan ketentuan ayat itu, wajib
tersebut, yang disebut Konvensi Usia mencantumkan, di dalam laporannya
Minimum tahun 1973. mengenai pelaksanaan konvensi ini yang
Sesuai konvensi tersebut maka diajukan berdasarkan Pasal 22 konstitusi
dalam Pasal 1 berbunyi : Setiap anggota organisasi ketenagakerjaan internasional,
yang memberdayakan konvensi tersebut pernyataan. (a) bahwa alasan untuk
wajib membuat kebijakan nasional yang melakukan hal itu memang ada, atau (b)
dirancang untuk menjamin penghapusan bahwa ia melepaskan haknya untuk
secara efektif pekerja anak secara bertahap melaksanakan ketentuan tersebut sejak
meningkatkan usia minimum untuk tanggal penetapan.
diperbolehkan bekerja sampai pada suatu Pasal 3 ayat (1) : Usia minimum
tingkat yang sesuai dengan perkembangan untuk diperbolehkan bekerja disetiap jenis
fisik dan mental sepenuhnya dari orang pekerjaan, yang karena sifatnya atau
muda. keadaan lingkungan tempat pekerjaan itu
Pasal 2 ayat (1) berbunyi : Setiap dilakukan dapat membahayakan kesehatan,
anggota yang meratifikasi konvensi ini keselamatan atau moral oarang muda,
wajib menetapkan dalam sebuah deklarasi tidak boleh kurang dari 18 tahun.
yang dilampirkan pada ratifikasinya, usia Pasal 3 ayat (2) : Jenis pekerjaan atau kerja
minimum untuk diperbolehkan bekerja yang padanya ketentuan ayat 1 Pasal ini
dalam wilayahnya dan pada sarana berlaku, harus ditetapkan denag peraturan
pengangkutan yang terdaftar di perundang-undangn nasional, atau oleh
wilayahnya; sesuai dengan Pasal 4 sampai penguasa yang berwenang, setelah
dengan Pasal 8 Konvensi tersebut, tidak

59
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

berkonsultasi dengan organisasi pengusaha menerapkan sistem manajemen


dan pkerja yang berkepentingan jika ada. keselamatan dan kesehatan kerja, dengan
Pasal 3 ayat (3) : Tanpa mengabaikan demikian jelas bahwa Indonesia telah
ketentuan ayat 1 Pasal ini, undang-undang memberikan perlindungan terhadap
atau peraturan nasional atau penguasa kesehatan tenaga kerja dimana kententuan
yang berwenang, setelah berkonsultasi yang mengatur tentang proses pelaksanaan
dengan organisasi dengan pengusaha dan dari manajemen keselamatan dan
pekerja yang berkepentingan, jika itu ada, kesehatan kerja diatur dalam peraturan
dapat memperbolehkan orang muda pemerintah yakni Peraturan Pemerintah
berusia 16 tahun keatas bekerja, dengan Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan
syarat bahwa kesehatan, keselamatan dan ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor
moral mereka cukup dilindungi sepenuhnya 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan
dan mereka telah mendapat pendidikan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
atau pelatihan kejuruan khusus mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan
cabang kegiatan yang bersangkutan. Kesehatan Kerja (K3) adalah bagian dari
sistem manajemen perusahaan secara
keseluruhan yang dibutuhkan bagi
2. Subyek yang memberi perlindungan pengembangan, penerapan, pencapaian,
kesehatan kerja pengkajian dan pemeliharan kewajiban K3,
Penanggung jawab keselamatan dan dalam rangka pengendalian resiko yang
kesehatan kerja di tempat kerja ialah berkaitan dengan kegiatan kerja guna
pengusaha atau pimpinan atau pengurus terciptanya tempat kerja yang aman,
tempat kerja. Pelaksanaan keselamatan efisien dan produkatif.7
dan kesehatan kerja di tempat kerja Tujuan penerapan SMK3 : (1)
dilakukan secara bersama oleh pimpinan Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan
atau pengurus perusahaan dan seluruh harkat dan martabatnya sebagai manusia
pekerja/buruh. (2) Meningkatkan komitmen pimpinan
Pengawasan atas pelaksanaan dalam melindungi tenaga kerja (3)
keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
oleh pejabat/petugas yang ditunjuk oleh kerja untuk menghadapi globalisasi (4)
menteri tenaga kerja, yaitu (a) Pegawai Proteksi terhadap industri dalam negeri (5)
pengawas keselamatan dan kesehatan Meningkatkan daya saing dalam
kerja, sebagai pegawai teknis berkeahlian perdagangan internasional (6) Mengeliminir
khusus dari Depnaker, (b) Ahli keselamatan boikot LSM internasional terhadap produk
dan kesehatan kerja, sebagai ahli teknis ekspor nasional (7) Meningkatkan
berkeahlian khusus dari luar Depnaker. pencegahan kecelakaan melalui
Pasal 87 ayat (1) mengatur tentang pendekatan sistem (8) Pencegahan
kewajiban perusahan dalam hal terhadap problem sosial dan ekonomi
perlindungan keselamatan dan kesehatan terkait dengan penerapan K3L.
kerja yakni setiap perusahan wajib
menerapkan sistem manajemen 7
keselamatan dan kesehatan kerja yang Pokok-Pokok Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3) diunduh
terintergrasi dengan sitem manajemen http://PokokPokok%20Sistem%20Manajemen%20K
perusahaan. Pasal tersebut jelas memuat eselamatan%20dan%20Kesehatan%20Kerja%20(SM
bahwa perusahan yang menggunakan K3)%20%C2%AB%20K3L%20PT%20Brantas%20Abipr
tenaga kerja di Indonesia wajib aya%20(Persero).html pada hari senin tanggal 30
April 2012 Pukul 13:46 WITA

60
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

Kesehatan merupakan unsur penting boleh atau dilarang dilakukan oleh orang
agar kita dapat menikmati hidup yang lain, bahkan pada tingkat tertentu
berkualitas, baik dirumah maupun dalam pemerintah boleh melakukan peniflain
pekerjaan. Kesehatan juga menjadi faktor terhadap kepentingan-kepentingan orang
penting dalam menjaga keberlangsungan lain dan atas dasar penilaian pemerintah.
hidup sebuah organisasi. Fakta ini Pemerintah melakukan tindakan-tindakan
dinyatakan oleh Health and Safety yang dianggap perlu demi kepentingan
Executive (HSE) atau pelaksana kesehatan umum. Posisi yang istimewa dari
dan keselamatan kerja sebagai Good Helth pemerintah bukan hanya tentang hak
is Good Business (kesehatan yang baik semata tetapi juga membebankan
menunjang bisnis yang baik). Beberapa kewajiban-kewajiban yang merupakan
situasi dan kondisi pekerjaan, baik tata tugas dalam bestuurszor.9
letak tempat kerja atau material-material Negara Indonesia merupakan negara
yang digunakan, menghadirkan resiko yang yang demokrasi sebagaimana yang tertulis
lebih tinggi dari pada normal, terhadap dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 1
kesehatan. Dengan memahami karakteristik ayat (2) bahwa kedaulatan berada di
material-material yang digunakan dan tangan rakyat dan dilaksanakan menurut
kemungkinan reaksi tubuh terhadapnya, Undang-undang Dasar. Teori kedaulatan
kita dapat meminimalkanya resikonya bagi demokrasi adalah ajaran yang memberikan
kesehatan.8 kekuasaan tertinggi kepada rakyat. Hal
Prinsip Good Healt is Good Business yang tersebut melahirkan negara demokrasi
dinyatakan oleh Health and Safety dimana rakyat yang memerintah dan
Executive (HSE) penting untuk diterapkan di dengan kata lain pemerintah dari rakyat,
Indonesia dalam hal pelaksanaan oleh rakyat dan untuk rakyat. Prinsip
ketenagakerjaan, karena dengan tersebut jelas memposisikan dimana rakyat
menganggap bahwa kesehatan yang baik sebenarnya dalam pemerintah. 10
dapat menunjang bisnis yang baik dapat Keberadaan rakyat dalam pelaksanaan
membuat pemerintah sebagai lembaga pemerintahan sebanarnya memiliki
pengayom masyarakat dapat lebih peranan penting, karena dalam
memperjuangkan kepentingan tenaga pelaksanaan pemerintahan, pemerintahan
kerja, dan bukan hanya pemerintah tetapi harus dilaksanakan dari rakyat, yang artinya
pengusaha sebagai pihak yang memberi apa yang diperjuangkan merupakan suara
pekerjaan dan yang menggunakan tenaga rakyat yakni kehedak dari rakyat dan oleh
dari pekerjanya dapat lebih memperhatikan rakyat bahwa keputusan-keputusan yang
kesehatan dari tenaga kerja yang diambil adalah keputusan yang oleh rakyat,
dipekerjakan. kemudian untuk rakyat adalah bagaimana
Pemerintah Indonesia harus bisa lebih hasil dari program yang dilaksanakan oleh
peduli dan kritis terhadap perlindungan pemerintah adalah untuk rakyat.
kesehatan tenaga kerja. Kedudukan Kedaulatan rakyat intinya berbicara soal
pemerintah yang istimewa membuat segala pemenuhan kepentingan umum oleh
sesuatu yang dilakukan oleh pemerintah pemerintah. Pemerintah sudah semestinya
harus dengan alasan demi kepentingan benar-benar mementingkan kepentingan
umum. Pemerintah dalam kedudukan yang
istimewa dapat atau boleh melakukan hal-
hal yang dalam keadaan yang sama tidak 9
Tim Pengajar, Bahan Ajar Hukum Administrasi
Negara, Fakultas Hukum Unsrat, Manado, 2008 hal
34
8 10
Ridley John, Kesehatan dan Keselamatan Kerja Tim Pengajar, Bahan Ajar Ilmu Negara,
Edisi Ketiga, Erlangga, Jakarta, 2006 hal 123 Fakultas Hukum Unsrat, Manado, 2007 hal 60

61
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

umum, yang termasuk didalamnya masalah Sosial Tenaga Kerja, (6) Undang-undang
perlindungan kesehatan kerja. Pemerintah Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat
harus bisa lebih peduli dan kritis dalam Pekerja/ Serikat Buruh, (7) Undang-undang
pemenuhan kesehatan tenaga kerja, Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian
dimana pemerintah harus membuat Perselisihan Hubungan Industrial, (8)
pengusaha atau pemilik perusahaan yang Undang-undang Nomor 39 Tahun 2004
mempekerjakan tenaga kerja untuk dapat tentang Tenaga Kerja Indonesia Di Luar
memenuhi kebutuhan kesehatan tenaga Negeri, (9) Peraturan Pemerintah Nomor 13
kerja, sebagaimana yang telah diatur dalam Tahun 1950 tentang Waktu Kerja Dan
Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 Waktu Istirahat, (10) Peraturan Pemerintah
tentang Ketenagakerjaan. Nomor 21 Tahun 1954 tentang Istirahat
Tahunan Bagi Buruh, (11) Keputusan
B. Bentuk Perlindungan Kesehatan Tenaga Bersama Menteri Tenaga Kerja RI dan
Kerja Berdasarkan Undang- Undang 13 kepala kepolisian RI Nomor kep-
Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan 275/Men/1989 dan Nomor Pol-04/V/1989
Tujuan perlindungan tenaga kerja adalah tentang Pengaturan Jam Kerja, Shift, Dan
untuk menjamin berlangsungnya sistem Kerja Istirahat, Serta Pembinaan Tenaga.
hubungan kerja secara harmonis tanpa Perlindungan tenaga kerja sangat
disertai adanya tekanan dari pihak yang mendapat perhatian dalam hukum
kuat kepada pihak yang lemah. Untuk ini ketenagakerjaan. Beberapa Pasal dalam
pengusaha wajib melaksanakan ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003
perlindungan tenaga kerja tersebut sesuai tentang ketenagakerjaan di antaranya
peraturan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut, (1) Salah satu
11
berlaku. tujuan pembangunan ketenagakerjaan
Indonesia sebenarnya sudah ada produk adalah memberikan perlindungan kepada
hukum yang dapat dijadikan dasar dalam tenaga kerja dalam mewujudkan
hal perlindungan terhadap tenaga kerja, kesejahteraan (Pasal 4 huruf c), (2) Setiap
dimana produk-produk hukum tersebut tenaga kerja memiliki kesempatan yang
mengatur tentang perlindungan tenaga sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh
kerja secara menyeluruh, termasuk pekerjaan (Pasal 5), (3) Setiap
didalamnya soal kesehatan tenaga kerja. pekerja/buruh berhak memperoleh
Dasar hukum perlindungan tenaga kerja, perlakuan yang sama tanpa diskriminasi
antara lain (1) Undang-undang Nomor 13 dari pengusaha (Pasal 6), (4) Setiap tenaga
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, (2) kerja berhak untuk memperoleh dan/atau
Undang-undang Nomor 3 Tahun 1951 meningkatkan dan/atau mengembangkan
tentang Pernyataan Berlakunya Undang- kompetensi kerja sesuai dengan bakat,
undang Nomor 23 tahun 1948 tentang minat, dan kemampuannya melalui
Pengawasan Perburuhan dari Republik pelatihan kerja (Pasal 11), (5) Setiap
Indonesia untuk seluruh Indonesia, (3) pekerja/ buruh memiliki kesempatan yang
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 sama untuk mengikuti pelatihan kerja
tentang Keselamatan Kerja, (4) Undang- sesuai dengan bidang tugasnya. Pasal 12
undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib ayat (3), (6) Setiap tenaga kerja mempunyai
Lapor Ketenagakerjaan, (5) Undang-undang hak dan kesempatan yang sama untuk
Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan memilih, mendapatkan, atau pindah
pekerjaan dan memperoleh penghasilan
11
yang layak didalam atau di luar negeri
Khakim Abdul, op.cit hal 105

62
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

(Pasal 31), (7) Setiap pekerja/ buruh berhak undangan yang berlaku. (2) Pasal 5
memperoleh perlindungan atas Keputusan Menteri tenaga kerja dan
keselamatan dan kesehatan kerja, moral transmigarasi Nomor Kep-220/Men/X/2004
dan kesusilaan, dan perlakuan yang sesuai yang menyebutkan bahwa setiap perjanjian
dengan harkat dan martabat manusia serta pemborongan pekerjaan wajib memuat
nilai-nilai agama (Pasal 86 ayat 1), (8) Setiap ketentuan yang menjamin terpenuhinya
pekerja/buruh berhak memperoleh hak-hak pekerja/ buruh dalam hubungan
penghasilan yang memenuhui penghidupan kerja sebagaimana diatur dalam peraturan
yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 88 ayat perundang-undangan yang berlaku. 12
1) (9) setiap pekerja/buruh dan keluarganya Perlindungan kesehatan tenaga kerja
berhak untuk memperoleh jaminan sosial menurut Soepomo di bagi menjadi tiga
tenaga kerja (Pasal 99 ayat 1), (10) Setiap macam, yaitu: (a) Perlindungan Ekonomis
pekerja/ buruh berhak membentuk dan yaitu perlindungan tenaga kerja dalam
menjadi anggota serikat pekerja/serikat bentuk penghasilan yang cukup, termasuk
buruh (Pasal 104 ayat 1). jika tenaga kerja tidak mampu bekerja
Ketentuan Pasal 5 secara yuridis diluar kehendaknya. (b) Perlindungan Sosial
memberikan perlindungan bahwa setiap yaitu perlindungan tenaga kerja dalam
tenaga kerja berhak dan mempunyai bentuk jaminan kesehatan kerja dan
kesempatan yang sama untuk memperoleh kebebasan berserikat dan perlindungan hak
pekerjaan dan penghidupan yang layak untuk berorganisasi. (c) Perlindungan
tanpa membedakan jenis kelamin, suku, Teknis yaitu perlindungan tenaga kerja
ras, agama, dan aliran politik sesuai dengan dalam bentuk keamanan dan keselamatan
minat dan kemampuan tenaga kerja yang kerja.13
bersangkutan, termasuk perlakuan yang Ketiga jenis perlindungan tersebut
sama terhadap para penyandang cacat. mutlak harus dipahami dan dilaksanakan
Sedangkan pasal 6 mewajibkan pengusaha sebaik-baiknya oleh pengusaha sebagai
untuk memberikan hak dan kewajiban pemberi kerja, dan jika melakukan
kepada pekerja/buruh tanpa membedakan pelanggaran, maka pengusaha tersebut
jenis kelamin, suku, ras, agama, warna kulit, dikenakan sanksi.14 Setiap pekerja/ buruh
dan aliran politik. berhak mendapatkan perlindungan atas
Masa pemberlakuan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja dalam
ketenagakerjaan terhadap semua pekerja, melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan
dimana disebutkan bahwa semua hidup dan meningkatkan produksi serta
ketentuan ketenagakerjaan berlaku produktivitas nasional. 15
terhadap semua pekerja tanpa Menjamin Perlindungan atas
membedakan statusnya (Pasal 3 Peraturan keselamatan dan kesehatan tersebut perlu
Menteri Tenaga Kerja Nomor Per- adanya kebijakan penyelenggaraan upaya
06/Men/1985 tentang Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja pada
Pekerja Harian Lepas). Memang peraturan setiap perusahaan.
ini sudah tidak berlaku setelah berlakunya Kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu
peraturan baru, tetapi jiwanya dapat kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja
ditemukan lagi pada ketentuan: (1) Pasal 2 memperoleh keadaan kesehatan yang
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan sempurna, baik fisik, mental, maupun
Transmigrasi Nomor Kep-100/Men/VI/2004 sosial sehingga memungkinkan dapat
yang menyebutkan bahwa syarat kerja yang
12
diperjanjikan dalam Perubahan Perjanjian Ibid, hal 106
13
Kerja Waktu tidak boleh rendah daripada Ibid, Hal 107
14
Ibid, Hal 108
ketentuan dalam Peraturan Perundang- 15
Ibid, Hal 115

63
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

bekerja secara optimal. Kesehatan kerja 5) Pekerja/buruh perempuan yang


dalam pelaksanaan kegiatan dalam masa haid merasakan sakit
ketenagakerjaan di Indonesia harus dan memberitahukan kepada
mendapat perhatian oleh pemerintah, baik pengusaha, tidak wajib bekerja
pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pada hari pertama dan kedua
pemerintah kabupaten/kota maupun pada waktu haid (Pasal 81 ayat
kementrian tenaga kerja dan transmigrasi (1) Undang-undang Nomor 13
yang membawahi masalah Tahun 2003.
ketenagakerjaan. 6) Pekerja/buruh perempuan
1. Perlindungan Khusus Bagi Pekerja/Buruh berhak memperoleh istirahat
Perempuan, Anak, dan Penyandang selama 1,5 bulan sebelum
Cacat Berdasarkan Undang-undang saatnya melahirkan anak dan 1,5
Nomor 13 Tahun 2003 bulan sesudah melahirkan
a. Perlindungan Pekerja/ buruh menurut perhitungan dokter
Perempuan kandungan atau bidan (Pasal 82
1) Pengusaha dilarang ayat (1) Undang-undang Nomor
mempekerjakan antara pukul 13 Tahun 2003.
23.00 sampai dengan 07.00 7) Pekerja/buruh perempuan yang
terhadap pekerja/buruh mengalami keguguran
perempuan yang berumur kurang kandungan berhak memperoleh
dari delapan belas tahun (Pasal istirahat 1,5 bulan atau sesuai
76 ayat 1). perhitungan dokter kandungan
2) Pengusaha dilarang atau bidan (Pasal 82 ayat (2)
mempekerjakan pekerja/buruh Undang-undang Nomor 13 Tahun
perempuan hamil yang menurut 2003.
keterangan dokter berbahaya, 8) Pekerja/buruh perempuan yang
baik bagi kesehatan dan anaknya masih menyusui harus
keselamatan kandungannya diberi kesempatan
maupun dirinya apabila bekerja sepatutnyauntuk menyusui
antara pukul 23.00 sampai anaknya jika itu dilakukan selam
dengan 07.00 (Pasal 76 ayat 20). waktu kerja (Pasal 83 Undang-
3) Pengusaha yang mempekerjakan undang Nomor 13 Tahun 2003).16
pekerja/ buruh perempuan antar Sebagai tindak lanjut Pasal 76 ayat
pukul 23.00 sampai dengan 07.00 (3) dan (4) Undang-undang Nomor 13
(Pasal 76 ayat 3) wajib: (a) Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Memberikan makanan dan telah diterbitkan Keputusan Menteri
minuman yang bergizi; dan (b) Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Menjaga kesusilaan dan Nomor Kep-224/Men/2003 tentang
keamanan selama di tempat kewajiban pengusaha yang
kerja. mempekerjakan pekerja/buruh
4) Pengusah wajib menyediakan perempuan antar pukul 23.00 sampai
angkutan antarjemput bagi denagan pukul 07.00.
pekerja/ buruh perempuan yang b. Perlindungan Anak
berangkat dan pulang bekerja
antar pukul 23.00 sampai dengan
05.00 (Pasal 76 ayat 4). 16
Ibid, Hal 109

64
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

Pengertian anak adalah setiap atau, melibatkan anak untuk


orang yang berumur dibawah delapan produksi dan perdagangan
belas tahun (Pasal 1 angka 26 minuman keras, narkotika,
Undang-undang Nomor 13 Tahun psikotropika, dan zat adiktif
2003 tentang Ketenagakerjaan). lainnya; dan/atau (c) yang
1. Pengusaha dilarang membahayakan kesehatan,
mepekerjakan anak (pasal 68). keselamatan, atau moral anak.
2. Ketentuan Pasal 68 dapat Sedangkan jenis-jenis pekerjaan
dikecualikan bagi anak berumur yang membahayakan kesehatan,
antara 13 tahun sampai dengan keselamatan, atau moral anak
lima belas tahun untuk menurut Keputusan Menteri Tenaga
melakukan pekerjaan ringan Kerja Dan Transmigrasi Nomor Kep-
sepanjang tidak mengganggu 235/Men/2003 sebagai berikut:
perkembangan dan kesehatan 1) Jenis-jenis pekerjaan yang
fisik, mental, dan sosial (Pasal 69 membahayakan kesehatan dari
ayat 1). keselamatan anak
3. Pengusaha yang mempekerjakan a) Pekerjaan yang berhubungan
anak pada pekerjaan ringan harus denagn mesin, pesawat,
memenuhi persyaratan (Pasal 69 instalasi, dan peralatan
ayat 2): (a) Izin tertulis dari orang lainnya. Pekerjaan tersebut
tua wali; (b) Perjanjian kerja meliputi pembuatan,
antara pengusaha dan orang tua perakitan/pemasangan,
atau wali; (c) Waktu bekerja pengoperasian, perawatan
maksimum tiga jam sehari; (d) dan perbaikan:
Dilakukan pada siang hari dan 1. Mesin-mesin
tidak mengganggu waktu a. Mesin perkakas,
sekolah; (e) Keselamatan dan seperti mesin bor,
Kesehatan kerja; (f) Adanya mesin gerinda, mesin
Hubungan kerja yang jelas; dan pemotong, mesin
(g) Menerima upah sesuai bubut, dan mesin skrap
dengan ketentuan yang berlaku. b. Mesin produksi, seperti
4. Dalam hal anak dipekerjakan mesin rajut, mesin
bersama-sama pekerja/ buruh jahit, mesin tenun,
dewasa, tempat kerja anak harus mesin pak, dan mesin
dipisahkan dari tempat kerja pengisi botol
pekerja/buruh dewasa (Pasal 72). 2. Pesawat
5. Anak dianggap bekerja bilamana a. Pesawat uap, seperti
berada di tempat kerja, kecuali ketel dan bejana uap
dapat dibuktikan sebaliknya b. Pesawat caitan panas,
(Pasal 73) seperti pemanas air
6. Siapapun dilarang mepekerjakan dan pemanas oil
dan melibatkan anak pada c. Pesawat pendingin dan
pekerjaan-pekerjaan yang pesawat pembangkit
terburuk (Pasal 74 ayat 1), gas karbit
meliputi segala pekerjaan: (a) d. Pesawat angkat dan
Dalam bentuk perbudakan atau angkut, seperti keran
sejenisnya; (b) yang angkat, pita transport,
memanfaatkan, menyediakan,

65
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

eskalator, gondola, f. Pekerjaan dalam lingkungan


forklift dan loader. kerja dengan tingkat
e. Pesawat tenaga, kebisingan atau getaran
seperti mesin diesel, melebihi nilai ambang batas
turbin, motor bahan (NAB)
gas, dan pesawat g. Pekerjaan menangani,
pembangkit listrik. menyimpan, mengangkut,
3. Alat berat, seperti traktor, dan menggunakan bahan
pemecah batu, grander, radio aktif
pencampur aspal dan mesin h. Pekerjaan yang
pancang. menghasilkan atau dalam
4. Instalasi seperti instalasi pipa lingkungan kerja yang
bertekanan, instalasi listrik, terdapat bahaya radiasi
instalasi pemadam kebakaran, mengion
dan saluran listrik. i. Pekerjaan yang dilakukan
5. Peralatan lainnya, seperti dalam lingkungan kerja yang
tanor, dapur peleburan, lift, berdebu
dan perancah. j. Pekerjaan yang dilakukan
6. Bejana tekan, botol baja, dan dapat menimbulkan
bejana penimbun, bejana bahaya listrik, kebakaran
pengangkut, dan sejenisnya. dan/atau peledakan.
b) Pekerjaan yang dilakukan pada 2. Pekerjaan yang mengandung
lingkungan kerja yang berbahaya. bahan kimia
pekerjaan tersebut meliputi: a. Pekerjaan yang dilakukan
1. Pekerjaan yang mengandung dalam lingkungan kerja yang
bahaya fisik terdapat pejanan (exposure)
a. Pekerjaan dibawah tanah, bahan kimia berbahaya.
dibawah air, atau dalam b. Pekerjaan yang menangani,
ruangan tertutup yang menyimpan, mengangkut,
sempit dengan ventilasi yang dan menggunakan bahan-
terbatas (confined space) bahan kimia yang bersifat
misalnya, sumur dan tangki. toksit, ekspolsif, mudah
b. Pekerjaan yang dilakukan terbakar, mudah menyala,
pada tempat ketinggian lebih oksidator, korosif, iritatif,
dari 2 meter. karsinogenik, mutagenik,
c. Pekerjaan dengan dan/atau teratogenik.
menggunakan atau dalam c. Pekerjaan yang
lingkungan terdapat listrik menggunakan asbes
bertegangan diatas 50 volt d. Pekerjaan yang menangani,
d. Pekerjaan yang menyimpan, menggunakan,
menggunakan las listrik dan/ dan/atau mengangkut
atau gas pestisida
e. Pekerjaan dalam lingkungan 3. Pekerjaan yang mengandung
kerja dengan suhu dan bahaya biologis
kelembaban ekstream atau a. Pekerjaan yang
kecepatan angin yang tinggi terpajan dalam kuman,

66
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

bakteri, virus, fungi, h. Pekerjaan yang dilakukan dalam


parasit dan sejenisnya, pembungan dan pengolahan
misalnya pekerjaan sampah atau daur ulang
dalam lingkungan barang-barang bekas.
laboratorium klinik, i. Pekerjaan yang dilakukan
penyamaan kulit, dan antara pukul 18.00 sampai
pencucian getah atau 06.00
karet. 2) Jenis-jenis pekerjaan yang
b. Pekerjaan ditempat membahayakan moral anak
pemotongan, a) Pekerjaan pada usaha bar,
pemprosesan dan diskotik, karoke, bola sodok,
pengepakan daging bioskop, panti pijat, atau lokasi
hewan yang dapat dijadikan tempat
c. Pekerjaan yang prostitusi.
dilakukan diperusahan b) Pekerjaan sebagai model untuk
peternakan, seperti promosi minuman keras, obat
memerah susuh, perangsang seksualitas dan/atau
memberi makan rokok.
ternak, dan
membersihkan c. Perlindungan Penyandang Cacat
kandang Penguasaha yang
d. Pekerjaan didalam silo mempekerjakan tenaga kerja
atau gudang penyandang cacat wajib
penyimpanan hasil- memberikan perlindungan sesuai
hasil pertanian dengan jenis dan derajat
e. Pekerjaan penangkaran kecacatannya (Pasal 67 ayat (1)
binatang buas Undang-undang Nomor 13 Tahun
c) Pekerjaan yang menggandung sifat 2003) bentuk perlindungan
dan keadaan yang berbahaya tersebut, seperti penyediaan
a. Pekerjaan konstruksi bangunan, aksesibilitas pemberian alat kerja,
jembatan, irigasi, atau jalan dan alat pelindung diri. 17
b. Pekerjaan yang dilakukan dalam Bentuk Kesehatan Tenaga Kerja
peruasahaan pengolaan kayu juga dapat dilihat dalam Undang-
c. Pekerjaan mengangkat dan undang Republik Indonesia Nomor
mengangkut secara manual 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
beban diatas 12 kg untuk anak Pasal 165 Ayat (1) berbunyi :
laki-laki dan diatas 10 kg untuk Pengelolaan tempat kerja wajib
anak perempuan melakukan segala bentuk upaya
d. Pekerjaan dalam bangunan kesehatan melalui upaya
tempat kerja yang terkunci pencegahan, peningkatan,
e. Pekerjaan penangkapan ikan pengobatan dan pemulihan bagi
yang dilakukan dilepas pantai tenaga kerja. Ayat (2) : Pekerja wajib
diperairan laut dalam menciptakan dan menjaga
f. Pekerjaan yang dilakukan kesehatan tempat kerja yang sehat
didaerah yang terisolir dan
terpencil.
g. Pekerjaan dikapal
17
Khakim Abdul, Op.cit, Hal 116.

67
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

dan menaati peraturan yang berlaku Kerja yang di dirikan menurut Peraturan
di tempat kerja. Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977. Secara
Pasal 166 Ayat (1) berbunyi; yuridis penyelenggaraan program
majikan atau pengusaha wajib jamsostek di maksudkan sebagai
menjamin kesehatan pekerja pelaksanaan pasal 10 dan pasal 15 Undang-
melalui upaya pencegahan, undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang
peningkatan, pengobatan dan Ketentuan-Ketentuan Pokok mengenai
pemulihan serta wajib menanggung Tenaga Kerja (yang sekarang sudah di cabut
seluruh biaya pemeliharaan dan di ganti dengan Undang-undang Nomor
kesehatan pekerja. Ayat (2) 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan).
berbunyi : Majikan atau pengusaha Sebelum Tahun 1977, sebenarnya sudah
menanggung biaya atas gangguan terdapat beberapa ketentuan yang
kesehatan akibat kerja yang di mewajibkan pengusaha untuk memberikan
derita oleh pekerja sesuai dengan jaminan dan ganti rugi jika terjadi musibah
peraturan perundang-undangan. atau resiko yang menimpa pekerjanya(
Ayat (3) berbunyi : Pemerintah Budiono, 1995:235), antara lain: (1)
memberikan dorongan dan bantuan Peraturan Kecelakaan (ongevallenregeling)
untuk perlindungan pekerja 1939; (2) peraturan Kecelakaan Pelaut
sebagaimana dimaksud pada ayat (Schepen Ongevallenregeling) 1940;
(1) dan ayat (2). (3)Undang-undang Kecelakaan Nomor 33
Tahun 1947. Pada kenyataannya masih
2. Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja banyak pengusaha yang tidak mematuhi
Pengertian Jaminan Sosial Tenaga Kerja sehingga diterbitkan Peraturan Pemerintah
menurut ketentuan pasal 1 ayat (1) Nomor 33 Tahun 1977 tentang Asuransi
Undang-undang Nomor 3 Tahun 1992 Sosial Tenaga Kerja (ASTEK).
adalah suatu perlindungan bagi tenaga Mengingat pentingnya program jaminan
kerja dalam bentuk santunan berupa uang dalam menjalankan fungsi perlindungan
sebagai pengganti sebagian dari sosial dan ekonomis, maka program yang
penghasilan yang hilang atau berkurang yang semula yang hanya mencakup tiga
dan pelayanan sebagai akibat peristiwa jenis program ditingkatkan menjadi empat
atau keadaan yang dialami oleh tenaga jenis program, sejalan dengan
kerja berupa kecelakaan kerja, sakit, hamil, dikeluarkannya Undang-undang Nomor 3
bersalin, hari tua dan meninggal dunia. Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga
Berdasarkan uraian diatas jelas bahwa Kerja. Sejalan dengan Undang-undang
program jaminan sosial Tenaga Kerja Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem
(program jamsostek) merupakan bentuk Jaminan Sosial Nasional, maka PT.
perlindungan ekonomis dan perlindungan Jamsostek (persero), PT Askes (persero), PT
sosial. Dikatakan demikian karena program Taspen (persero), dan Asabri (persero) di
ini memberikan perlindungan dalam bentuk tetapkan badan penyelenggara jaminan
santunan berupa uang atas berkurangnya sosial, dan wajib menyesuaikan prinsip-
penghasilan dan perlindungan dalam prinsip penyelenggaraan Sistem Jaminan
bentuk pelayanan perawatan/ pengobatan Sosial Nasional paling lama lima tahun sejak
pada saat seorang bekerja tertimpa resiko- Undang-undang diundangkan. Jenis
resiko tertentu. program jaminan sosial menurut Undang-
Program Jamsostek merupakan undang Nomor 40 Tahun 2004 mencakup
kelanjutan Program Asuransi Sosial Tenaga

68
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

lima program, yaitu jaminan pensiun, dan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004
jaminan kematian. tentang System Jaminan Sosial Nasional. (4)
Secara Umum mengenai Jaminan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun
Pensiun dalam sistem jaminan sosial 1993 tentang Penyelenggaraan Program
Nasional ini diatur sebagai berikut: (1) Iuran Jaminan Sosial Tenaga Kerja, yang telah
Program Jaminan Pensiun ditanggung beberapa kali diubah dengan Peraturan
bersama antara pemberi kerja dan pekerja/ Pemerintah Nomor 64 tahun 2006. (5)
buruh yang besarnya ditetapkan Peraturan Pemerintan Nomor 36 tahun
berdasarkan formula masa kerja dan upah 1995 tentang Penetapan Badan
terakhir. (2) Jaminan pensiun di berikan Penyelenggara Program Jaminan Sosial
secara berkala setiap bulan kepada peserta Tenaga Kerja. (6) Keputusan Presiden
yang telah membayar iuran minimal selama Nomor 22 tahun 1993 tentang Penyakit
lima belas tahun. Sedangkan peserta yang Yang Timbul Karena Tenaga Kerja. (7)
telah mencapai usia pension, tetapi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor
membayar iuaran kurang dari lima belas Per-03/Men/1993 tentang
tahun, maka jaminan pensiunnya di berikan Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial
sekaligus sebesar akumulasi iuran di Tenaga Kerja. (8) Peraturan Menteri Tenaga
tambah hasil pengembangannya. (3) Kerja Nomor Per-04/Men/1993 tentang
Ketentuan mengenai iuran jaminan pension Jaminan Kecelakaan Kerja. (9) Peraturan
diatur lebih lanjut dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-
pemerintah, sedangkan untuk manfaat 05/Men/1993 tentang Petunjuk Teknis
pension di atur lebih lanjut dalam Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran
peraturan presiden. Iuran, Pembayaran Santunan, dan
Pemeliharaan kesehatan adalah hak Pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja. (10)
tenaga kerja. Jaminan Pemeliharaan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor
Kesehatan adalah salah satu program Kep-150/Men/1999 tentang Program
Jamsostek yang membantu tenaga kerja Jaminan Sosial Tenaga Kerja Bagi Tenaga
dan keluarganya mengatasi masalah Kerja Harian, Lepas, Borongan dan
kesehatan. Mulai dari pencegahan, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. (11)
pelayanan diklinik kesehatan, rumah sakit, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
kebutuhan alat bantu peningkatan fungsi Transmigrasi Nomor Per-02/Men/XII/2004
organ tubuh, dan pengobatan, secara tentang Pelaksanaan Program Jaminan
efektif dan efisien. Setiap tenaga kerja yang Sosial Tenaga Kerja Bagi Tenaga Kerja
telah mengikuti program Jaminan Asing.
Pemeliharan Kesehatan akan diberikan KPK Beberapa hal penting berkenaan dengan
(Kartu Pemeliharaan Kesehatan) sebagai pelaksanaan program jamina sosial tenaga
bukti diri untuk mendapatkan pelayanan kerja (1) Setiap tenaga kerja berhak atas
kesehatan. Manfaat Jaminan Perlindungan jamina sosial tenaga kerja (Pasal 3 ayat (2)
Kesehatan bagi perusahaan yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992). (2)
perusahaan dapat memiliki tenaga kerja Setiap perusahaan wajib melaksanakan
yang sehat, dapat konsentrasi dalam program jaminan sosial tenaga kerja bagi
bekerja sehingga lebih produktif. Jumlah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan
iuran yang harus dibayarkan: berdasarkan hubungan kerja (Pasal 4
Dasar hukum pelaksanaan program ayat(1) dan Pasal 17 Undang-Undang
Jamsostek ialah (1) Undang-undang Nomor Nomor 3 Tahun 1992). Perusahaan adalah
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. perusahaan yang mempekerjakan sepuluh
(2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 orang atau lebih atau membayar upah
tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. (3) paling sedikit Rp. 1.000.000,00 sebulan

69
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

(Pasal 2 ayat (3) Peraturan Pemerintah oleh pengusaha; (b) Jaminan hari tua (JHT)
Nomor 14 tahun 1992). (3) Setiap tenaga sebesar 5,7% dari upah sebulan, ditanggung
kerja yang tertimpa kecelakaan kerja oleh pengusaha (3,70%) dan pekerja (2%);
berhak menerima jaminan kecelakaan kerja (c) Jaminan Kematian (JK) sebesar 0,30%
(Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 3 dari upah sebulan, yang ditanggung oleh
Tahun 1992). (4) Yang termasuk tenaga pengusaha; dan (d) Jaminan Pemeliharaan
kerja dalam program jaminan kecelakaan kesehatan (JPK) sebesar 6% dari upah
kerja (Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang sebulan bagi tenaga kerja yang berkeluarga
Nomor 3 Tahun 1992) adalah: (a) Peserta dan 3% dari upah sebulan bagi tenaga kerja
magang atau siswa/murid yang bekerja di bujang, yang ditanggung oleh pengusaha.
perusahaan, baik yang menerima upah atau (11) Penyelenggaraan program jaminan
tidak. (b) Mereka yang memborong sosial tenaga keja dilakukan oleh badan
pekerjaan, kecuali jika yang memborong penyelenggara sebagai BUMN yang di
adalah perusahaan. (c) Narapidana yang di bentuk dengan Undang-Undang (Pasal 25
pekerjakan di perusahaan. (5) Setiap tenaga Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992) (12)
kerja yang menderita penyakit akibat Badan penyelenggara sebagaimana yang
hubungan kerja berhak menerima jaminan dimaksud dalam pasal 25 ayat (2), wajib
kecelakaan kerja, baik selama atau setelah membayar jamina sosial tenaga kerja dalam
hubungan kerja (Pasal 2 Keputusan waktu tidak lebih dari 1 bulan (Pasal 26
Presiden Nomor 22 Tahun 1993). (6) Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992). (13)
Tenaga Kerja Yang meninggal dunia bukan Pengendalian terhadap penyelenggaraan
akibat kecelakaan kerja, keluarganya program jamsostek oleh badan
berhak atas jaminan kematian (Pasal 12 penyelenggara dilakukan oleh pemerintah,
ayat (1) Undang-Undang Nomor 3 Tahun sedangkan dalam pengawasannya
1992). (7) Setiap tenaga kerja atau melibatkan unsur pengusahadan unsur
keluarganya berhak atas jaminan hari tua tenaga kerja melalui wadah yang dijalankan
karena factor usia pension 55 tahun, cacat fungsi pengawasan ssuai ketentuan
total tetap, atau beberapa alas an lainnya perundang-undangan (Pasal 27 Undang-
(Pasal 14 dan pasal 15 Undang-Undang Undang Nomor 3 tahun 1992). 18
Nomor 3 Tahun 1992). (8) Tenaga kerja dan Bagi setiap pelaku pelanggaran terhadap
keluarganya berhak memperoleh jaminan ketentuan program jaminan sosial tenaga
pemeliharaan kesehatan (Pasal 16 Undang- kerja di kenakan sanksi :
Undang Nomor 3 Tahun 1992). (9) Iuran 1. Di ancam hukuman kurungan maksimal
Jaminan kecelakaan kerja(JKK), Jaminan 6 bulan atau denda maksimal Rp.
hari tua(JHT), dan Jaminan pemeliharaan 50.000.000,00 bagi setiap pelanggaran
keseahatan(JPK) ditanggung sepenuhnya Undang-undang Nomor 3 tahun 1992
oleh pengusaha (Pasal 20 ayat (1) Undang- atas Pasal 4 ayat (1) : Pasal 10 ayat (1),
Undang Nomor 3 tahun 1992). Sedangkan (2) dan (3); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4),
untuk jaminan hari tua (JHT) ditanggung dan (5); Pasal 19 ayat (2); Pasal 22 ayat
oleh pengusaha dan pekerja (pasal 20 ayat (1) ; dan Pasal 26.
(2) Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992). 2. Pidana kurungan maksimal 8 bulan bagi
(10) Besarnya iuran jamsostek (Pasal 9 pelanggar yang mengulangi tindakan
peraturan pemerintah nomor 14 tahun pidana pelanggar dimaksud butir (1)
1993) (a) Jaminan kecelakaan kerja (JKK) diatas untuk kedua kalinya atau lebih,
berkisar antara 0,24% sampai dengan
1,74% dari upah sebulan, yang ditanggung 18
Ibid hal 126-128

70
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

setelah adanya keputusan tetap B. Saran


(inkrach). 1. Pemerintah diharapkan lebih peduli dan
3. Sanksi administratif, ganti rugi, denda kritis terhadap masalah kesehatan
bagi pengusaha dan badan tenaga kerja di Indonesia, sehingga
penyelenggara yang tidak memenuhi masyarakat dapat merasakan peran
ketentuan perundang-undangan serta pemerintah dalam perlindungan
(Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun kesehatan tenaga kerja di Indonesia
1993): 2. Aparat penegak hukum diharapkan
a. Pencabutan izin usaha bagi dapat melaksanakan fungsi mereka
pengusaha yang sudah di dengan baik dalam menegakan hukum
peringatkan, tetapi tidak yang berhubungan dengan perlindungan
melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat kesehatan tenaga kerja
(3); Pasal 4 ; Pasal 5 ayat (1); Pasal 6
ayat (2); Pasal 8 ayat (2); Pasal 18 ayat DAFTAR PUSTAKA
(1), (2), dan (3); Pasal 19; dan Pasal 20 Departemen Tenaga Kerja dan
ayat (1). Transmigrasi, Himpunan Peraturan
b. Denda sebesar 2% perbulan bagi Perundang-undangan dibidang
pengusaha yang terlambat membayar Pengawasaan Ketenagakerjaan,
iuran kepesertaan seperti diatur pada Direktorat Jendral Pembinaan
Pasal 10 ayat (3). Pengawasan Ketenagakerjaan
c. Ganti rugi sebesar 1% perhari dari Departemen Tenaga Kerja dan
jumlah jaminan yang terutang bagi Transmigrasi, Jakarta, 2008
badan penyelenggara yang tidak Khakim Abdul, Dasar-dasar Hukum
memenuhi ketentuan Pasal 26 Ketenagakerjaan Indonesia, PT. Citra
Undang-undang Nomor 3 tahun 1992 Aditya Bakti, Bandung, 2009 hal 217
(Pasal 47 Peraturan Pemerintah Manulang Sendjun, Pokok-Pokok Hukum
Nomor 14 tahun 1993). Ketenagakerjaan di Indonesia, Rineka
Cipta, Jakarta, 1995
PENUTUP Marzuki Peter Mahmud, Penelitian Hukum,
A. Kesimpulan Kencana Prenada Media Group, Jakarta,
1. Yang menjadi subyek dalam 2007
perlindungan kesehatan tenaga kerja Notoatmodjo Soekidjo, Etika dan Hukum
adalah subyek yang dilindungi dalam Kesehatan, PT. Rineka Cipta, Jakarta,
penyelenggaraan kesehatan kerja yang 2010
tidak lain adalah tenaga kerja, subyek Ridley John, Kesehatan dan Keselamatan
yang member perlindungan kesehatan Kerja Edisi Ketiga, Erlangga, Jakarta,
kerja yakni pengusaha atau pempimpin 2006
atau pengurus tempat kerja. Shamad Yunus, Hubungan Industrial di
2. Bentuk perlindungan kesehatan tenaga Indonesi, PT. Bina Sumberdaya Manusia,
kerja diatur dalam Undang-Undang Jakarta, 1995
Nomor 13 Tahun 2003 yakni Soedarjadi, Hukum Ketenagakerjaan di
perlindungan terhadap kesehatan Indonesia, Pustaka Yustisia, Yogyakarta,
tenaga kerja/buruh perempuan, anak 2008
dan penyandang cacat serta bentuk Tim Pengajar, Bahan Ajar Hukum
perlindungan kesehatan tenaga kerja Administrasi Negara, Fakultas Hukum
yang diatur dalam program Jaminan Unsrat, Manado, 2008
Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Tim Pengajar, Bahan Ajar Ilmu Negara,
Fakultas Hukum Unsrat, Manado, 2007

71
Lex Crimen Vol.I/No.3/Jul-Sep/2012

Undang-Undang Dasar 1945 Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 1998


Undang-undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pengesahan Konvensi ILO
tentang Pernyataan Berlakunya Undang- Nomor 87 tentang Kebebasab Berserikat
undang Nomor 23 tahun 1948 tentang dan Perlindungan Hak untuk
Pengawasan Perburuhan dari Republik Berorganisasi
Indonesia untuk seluruh Indonesia Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan
Undang-undang Nomor 14 Tahun 1969 Transmigrasi Nomor Kep-16/Men/2001
tentang ketentuan-ketentuan Pokok tentang Tata Cara Pencatatan Serikat
Mengenai tenaga kerja Pekerja/Serikat Buruh, Keputusan
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
tentang Keselamatan Kerja Nomor 201/Men/2001 tentang
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1981 Keterwakilan dan Kelembagaan
tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan Hubungan Industrial, Peraturan Menteri
Undang-undangNomor 3 Tahun 1992 dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi
tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja Nomor Per-06/Men/IV/2005 tentang
Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 Pedoman Verifikasi Keanggotaan Serikat
tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh Pekerja Buruh.
Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan
tentang Ketenagakerjaan Transmigrasi Republik Indonesia NO.
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 Kep-68/Men/IV/2004 tentang
tentang Penyelesaian Hubungan Penanggulangan HIV/AIDS di tempat
Industrial kerja
Undang-undang Nomor 39 Tahun 2004 Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.
tentang Tenaga Kerja Indonesia Di Luar 02/Men/XII/2004 tentang Pelaksanaan
Negeri Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Bagi Tenaga Kerja Asing
tentang Kesehatan. Pokok-Pokok Sistem Manajemen
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1993 tentang Peyelengaraan Program (SMK3) diunduh dari:
Jaminan Sosial Tenaga Kerja http://PokokPokok%20Sistem%20Manaj
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun emen%20Keselamatan%20dan%20Keseh
1998 tentang Penyelenggaraan Program atan%20Kerja%20(SMK3)%20%C2%AB%
Jaminan Sosial Tenaga Kerja 20K3L%20PT%20Brantas%20Abipraya%2
Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 0(Persero).html pada hari senin tanggal
2000 tentang Perubahan atas Peraturan 30 April 2012 Pukul 13:46 WITA
Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
tentang Penyelenggaraan Program diunduh dari:
Jamina Sosial Tenaga Kerja http://www.jamsostek.co.id/content/i.p
ssebagaimana telah di ubah peraturan hp?mid=3&id=16 pada hari senin 30
pemerintah nomor 79 tahun 1998; April 2012 Pukul 13:56 WITA
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun
2002 tentang Perubahan ketiga atas
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun
1993 tentang Penyelenggaraan Program
Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

72