Anda di halaman 1dari 21

1.

PONDASI

Pengertian Pondasi yang dimaksud disini adalah suatu jenis kontruksi yang menjadi dasar dan pondasi
ini berfungsi sebagai penopang bangunan yang ada di atasnya dan ini bertujuan untuk diteruskan secara
bertahap dan merata ke lapisan tanah. Namun terdapat juga pengertian pondasi yang lain yang
mengatakan bahwa pondasi adalah kontruksi yang telah diperhitungkan sebaik mungkin sehingga hal ini
dapat menjamin keseimbangan dan kestabilan bangunan terhadap berat yang akan dibebankan pada
pondasi tersebut.

 Jenis-jenis Pondasi :

1. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang memiliki pengertian seperti biasanya dipergunakan untuk jenis-jenis tanah yang
lembek, tanah yang berawa dengan jenis kondisi daya dukung tanah yang kecil. Jika Anda menjual tanah
yang lembek maka konsumen harus diberi edukasi terhadap tanah tersebut. Mungkin Anda bisa
merekomendasi website ini untuk menjadi bahan pengetahuan bagi konsumen Anda. Sehingga jenis
ponasi tiang pancang merupakan suatu jenis kontruksi pondasi yang memiliki kekuatan untuk menahan
gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan lenturan yang menyerap.

2. Pondasi Batu Kali

Pondasi tiang batu kali merupakan jenis pondasi yang digunakan untuk jenis-jenis bangunan yang
sederhana, biasanya jenis pondasi ini digunakan untuk jenis bangunan yang berlantai satu, dimana tanah

1
tersebut merupakan jenis kondisi yang keras yang terletak sangat dekat ditambah lagi tanah tersebut
susah digali karena kondisinya berbatuan.

3. Pondasi Batu Bata

Jenis Pondasi Batu Bata ini memiliki persamaan dengan jenis pondasi batu kali, dimana pondasi ini
biasanya digunakan untuk jenis-jenis bangunan berlantai satu, dimana tanah yang menggunakan jenis
pondasi ini adalah jenis tanah yang keras. Untuk melihat contoh jenis pondasi ini bisa dilihat gambar di
bawah ini.

4. Pondasi Telapak

Pondasi telapak merupakan pondasi yang sering digunakan untuk bangunan-bangunan yang bertingkat.
Jenis pondasi telapak ini yang digunakan pada jenis-jenis bangunan yang sederhana misalnya jenis
bangunan yang satu lantai. Karena jenis pondasi satu lantai bisa menggunakan jenis pondasi seperti batu
kali atau batu bata.

2
5. Pondasi Sumuran

Pondasi sumuruan ini merupakan salah satu dari jenis pondasi yang seriing digunakan untuk jenis
bangunan yang bertingkat. Jenis ini memliki kedalaman dibawah tanah lebih dari 2 meter. Pondasi
sumuran ini dibuat dengan tehnik menggali tanah yang berbentuk bulat sampai ke kedalaman tanah
yang keras, kemudian diisii dengan semen beton.

 FUNGSI PONDASI

Pondasi dalam suatu bangunan konstruksi mempunyai peranan penting karena berfungsi sebagai
penahan atau penopang beban bangunan yg ada diatasnya untuk diteruskan ke lapisan tanah yang ada
dibawahnya. Untuk menghasilkan bangunan yang kuat dan kokoh, pondasi suatu bangunan harus
direncanakan dengan baik. Perencanaan dalam pemilihan pondasi suatu bangunan ditentukan

3
berdasarkan jenis tanah, kekuatan dan daya dukung tanah dan beban bangunan itu sendiri. Pada tanah
yang memiliki daya dukung baik, maka pondasinya juga membutuhkan konstruksi yang sederhana. Jika
tanahnya labil dan memiliki daya dukung yg jelek, maka penentuan pondasinya juga harus lebih teliti.
Pondasi suatu konstruksi bangunan harus mampu menahan beban :

 Beban horizontal/beban geser, seperti beban akibat gaya tekan tanah


 Beban mati / dead load, atau berat sendiri bangunan
 Beban hidup/live load,atau beban sesuai fungsi bangunan.
 Beban gempa
 Beban angin
 Gaya angkat air
 Momen dan torsi

Standar daya dukung tanah menurut Peraturan


Pembebanan Indonesia Untuk Gedung tahun 1983
adalah :

 Tanah keras (lebih dari 5 kg/cm2).


 Tanah sedang (2-5 kg/cm2)
 Tanah lunak (0,5-2 g/cm2)
 Tanah amat lunak (0-0,5 kg/cm2)

Klasifikasi daya dukung tanah tersebut dapat


ditentukan melalui pengujian secara sederhana
yaitu dengan cara diberi beban 5 kg pada tanah berukuran 1 cm x 1 cm.Jika tanah tidak mengalami
penurunan atau amblas maka tanah tersebut diklasifikasikan sebagai tanah keras

 JENIS-JENIS PONDASI

Pondasi dapat dibagi atas 2 bagian yaitu :

a. Pondasi Dangkal
b. Pondasi Dalam

a. Pondasi Dangkal

Yang dimaksud pondasi dangkal adalah pondasi yang kedalamannya tidak lebih dari 3 m dari permukaan
tanah. Pondasi dangkal ini biasanya digunakan pada konstruksi bangunan sederhana seperti rumah
tinggal. Adapun jenis-jenis pondasi yang termasuk dalam pondasi dangkal adalah :

1. Pondasi Menerus

Pondasi menerus adalah jenis pondasi yang digunakan untuk mendukung beban memanjang, baik untuk
mendukung beban dinding atau beban kolom dimana penempatan kolom dalam jarak yang dekat dan

4
fungsional kolom tidak terlalu mendukung beban berat .Pondasi yang termasuk pondasi menerus adalah
pondasi batu kali, pondasi batu bata

2. Pondasi Setempat

Pondasi setempat adalah pondasi untuk mendukung beban titik seperti kolom praktis, tiang kayu pada
rumah sederhana atau pada titik kolom struktural.Pondasi yang termasuk dalam pondasi setempat
adalah pondasi telapak/foot plate.Pondasi telapak merupakan pondasi beton bertulang dan berbentuk
persegi.

3. Pondasi Raft / Pondasi Tikar

Pondasi raft/pondasi tikar adalah pondasi plat beton bertulang yang lebar dan membentang pada area
pondasi yang ditentukan, ini digunakan untuk menyebarkan beban yang ditopang ke seluruh area.
Kelebihan dari pondasi raft ini adalah untuk mengurangi penurunan yang terjadi di area tertentu, plat
beton akan mengimbangi jumlah beban yang harus dipikul sehingga bisa rata kesemua pondasi, jenis
pondsi ini biasanya digunakan untuk tanah dengan keadaan lunak atau empuk.

5
b. Pondasi Dalam

Pondasi dalam adalah pondasi yang didirikan pada kedalaman lebih dari 3 m dari permukaan tanah
dimana daya dukung dasar pondasi dipengaruhi oleh beban struktural dan kondisi permukaan tanah.
Pondasi dalam dapat digunakan untuk mentransfer beban ke lapisan yang lebih dalam untuk mencapai
kedalaman tertentu sampai didapat jenis tanah yang dapat mendukung daya beban struktur bangunan
sehingga jenis tanah yang tidak cocok di dekat permukaan tanah dapat dihindari.Biasanya pondasi
dalam ini digunakan pada konstruksi bangunan gedung bertingkat.Yang termasuk dalam pondasi dalam
adalah :

1. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang adalah pondasi yang menggunakan tiang beton jadi / pre cast yang langsung
ditancapkan langsung ke dalam tanah dengan menggunakan mesin pemancang. Karena ujung tiang
pancang lancip menyerupai paku, oleh karena itu tiang pancang tidak memerlukan proses pengeboran.
Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa, dengan kondisi daya
dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat
dalam.Selain tiang pancang beton juga bisa menggunakan tiang pancang baja

2. Pondasi Bore Pile

Pondasi bore pile adalah pondasi dalam yang dibangun di dalam permukaan tanah sampai kedalaman
tertentu dengan cara membuat lubang dengan cara pengeboran tanah. Setelah elevasi kedalaman /toe
level pengeboran tercapai kemudian pondasi pile dilakukan dengan pengecoran beton bertulang
terhadap lubang yang sudah di bor. Sisitim pengeboran dapat dialakukan dalam berbagai jenis baik
sistim maual maupun sistim hidrolik. Besar diameter dan kedalaman galian dan juga sistim penulangan
beton bertulang didesain berdasarkan daya dukung tanah dan beban rencana/ desain load yang akan
dipikul. Fungsional pondasi ini juga ditujukan untuk menahan beban struktur melawan gaya angkat dan
juga membantu struktur dalam melawan kekuatan gaya lateral dan gaya guling.

6
2. KUSEN PINTU DAN JENDELA

Pintu dan jendela merupakan konstruksi yang dapat bergerak, bergeraknya pintu atau jendela
dipengaruhi oleh peletakan / penempatan, efisiensi ruang dan fungsinya. Dalam merencanakan pintu
dan jendela, Ada 4 hal yang harus dipertimbangkan, yaitu :

 Matahari
 Penerangan
 Pemandangan
 Penampilan

Fungsi / Kegunaan Pintu

Untuk jalan keluar masuknya orang atau barang dari kamar yang satu ke kamar yang lain disebut sebagai
pintu dalam, dan keluar masuknya orang atau barang dari ruang dalam ke ruang luar disebut sebagai
pintu luar. Pintu luar juga berfungsi membantu sirkulasi udara dan penerangan alam kedalam ruang.

Fungsi / Kegunaan Jendela

Untuk memasukkan cahaya matahari kedalam ruangan dan membantu sirkulasi udara dalam ruang,
sehingga ruangan menjadi nyaman. Dari fungsi tersebut jendela perlu ditempatkan pada dinding yang
berhubungan dengan ruang luar.

Pada jendela dengan kaca besar berfungsi untuk mewujudkan adanya hubungan antara interior dan
eksterior.

Syarat Pintu dan Jendela


o Bekerja dengan aman

Tahan cuaca, untuk mendapatkan ketahanan terhadap cuaca maka harus dipilih dari bahan yang baik,
tidak mudah lapuk, tidak mudah mengalami kembang / susut (muai, melengkung)

7
Tidak ada celah atau cahaya yang tidak dikehendaki masuk, cuaca (suhu, udara) masuk ke dalam
ruangan.

o Kuat

Minimal ada 1 (satu) buah jendela dalam sebuah ruangan.

Cara Penentuan Ukuran

Dalam menentukan ukuran, menggunakan dasar pendekatan antara lain, fungsi dan aktivitas ruang,
kapasitas ruang, kebutuhan manusia akan oksigen dan sebagainya.

a. Luas lubang penerangan / cahaya: luas pintu dan jendela tidak masuk dalam perhitungan

1) Kamar tidur= 1/6 × luas lantai ruang

2) Kamar duduk= 1/7 – 1/6 × luas lantai ruang.

3) Sekolah dan kantor= 1/6 – 1/5 × luas lantai ruang.

4) Rumah sakit= 1/6 - 1/5 × luas lantai ruang.

5) Bengkel= 1/6 - 1/3 × luas lantai ruang.

6) Gudang= 1/10 × luas lantai ruang.

Bagian-Bagian kusen terdiri atas :


 Tiang (style).
 Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah
sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
 Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
 Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang
berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
 Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan
gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan,
tidak timbul celah.
 Angkur, dipasang pada tiang (style), berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada
tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
 Duk (neut), dipasang pada tiang (style) di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu,
berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu
terhadap resapan air dari latai ke atas.

8
Macam-macam Jenis Pintu :

1) Pintu Swing

Jenis pintu yang paling umum dan selalu digunakan di bangunan manapun adalah pintu swing atau pintu
kupu-kupu, yaitu pintu biasa yang dapat membuka dan menutup dengan cara didorong ke depan atau
ditarik kebelakang dengan putaran satu arah maupun dua arah.

2) Pintu Geser (Sliding Door)

Pintu model ini sering disebut juga dengan sliding door. Cara membukanya dengan menggeser pintu ke
samping kanan atau kiri. Pintu geser ini biasanya digunakan pada ruang yang sempit karena tidak
memerlukan ruang unntuk mengayunkan pintu seperti pintu swing. Pintu geser juga mulai banyak
digunakan pada lemari pakaian. karena memberikan kesan rapi. Namun, kekurangan pinyu ini adalah
pemasangannya lebih sulit dan memerlukan struktur bantalan yang kuat untuk menggantung, dan dapat
merepotkan bila roda keluar dari rel pengaman.

3) Pintu Lipat (Folding Door)

Pintu ini sering disebut juga dengan folding door. Cara membukanya pun tidak berbeda dengan pintu
geser, yaitu dengan digeser kesamping dan menggunakan bantalan rel, namun bedanya pintunya dilipat.

9
Jenis pintu ini biasanya sering digunakan pada ruang keluarga yang menghadap ke taman belakang atau
pada pintu garasi.

4) Pintu Putar Otomatis (Revolving Door)

Putar otomatis atau revolving door digunakan pada mall, hotel, dan gedung perkantoran. Pintu ini akan
berputar secara otomatis saat terdapat gerakan orang yang hendak memasuki ruangan.

5) Pintu Rel

Gaya pintu yang lebih tua ini dibuat dari serpihan kayu atau kompresan kayu. Sebutannya tergantung
pada komponen-komponennya. Untuk komponen vertikal disebut stiles dan komponen horizontal
disebut rel.

10
Jenis Pintu Berdasarkan Bahan Pembuatan

Ø Pintu Alumunium

Pintu jenis ini biasanya dilapisi dengan warna kesukaan anda. Bisa cocok dikebanyakan desain interior
kontenporer. Pintu aluminium secara umum dibuat dari bahan kaca yang dibingkai aluminium.

ü Keunggulannya:

Tidak memerlukan perbaikan atau perawatan cat ulang.

ü Kekurangan:

Tidak bisa dilapisi lagi.

Ø Pintu Kayu

Pintu Berbahan Kayu

Kebanyakan pintu kayu dibuat bukan dari bahan kayu solid (padat). Beberapa pintu dibuat dengan
kepadatan medium fibreboard inti. Ada juga yang dibuat dari bahan polyboard. Pilihan paling ringan
adalah pintu yang menggunakan bahan inti honeycomb yang terbuat dari karton.

ü Keunggulan: Cocok untuk rumah bergaya klasik, rapi dan elegan. Lebih murah gaya, dan kayu stained
menciptakan suasana ruangan yang hangat.

ü Kekurangan: Hati-hati memilih pintu berbahan inti honeycomb yang kualitasnya buruk bisa
mengurangi kekuatan dan kurang kedap suara. Butuh pemeliharaan rutin seperti sering dicat dan
divernis.

Ø Pintu Louvre

Pintu jenis ini mempunyai irisan-irisan horizontal yang dapat dibuka untuk aliran udara apabila
menginginkan privasi dan keamanan.

ü Keunggulan: Tetap ada aliran udara bahkan bila pintu ditutup.

ü Kekurangan: Lebih sulit dibersihkan dan harus memastikan pekerjaan mekaniknya halus dan dapat
menghalangi pemandangan.

11
Ø Pintu Flush

Ini adalah pintu paling sederhana dari pintu-pintu yang ada. Ini karena permukaan pintu rata
seluruhnya. Pintu flush biasanya digunakan untuk bagian dalam rumah dan dibuat dari fiberglass atau
kayu.

ü Keunggulan : Harga lebih murah dan sesuai dengan berbagai keuangan.

ü Kerugian : Permukaan dapat tidak tembus cahaya.dan tanpa dekor, tidak cocok untuk pintu utama

Jenis Utama Bekerjanya Jendela

• Jendela gantung ganda, mempunyai daun-daun jendela yang didorong secara vertikal. Daun-daun
jendela ini ditempatkan pada alur depan rangka atau pada alat atau rel. Bagian jendela dapat dibuka ±
50%.

• Jendela sayap, mempunyai daun-daun jendela yang digantung pada ambang atas, bawah, atau pada
tiang. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada engsel depan atau belakang. Bagian jendela dapat
dibuka penuh.

Jenis Jendela Berdasarkan Cara Membukanya

1) Jendela yang dipasang mati dalam kusen

2) Jendela dengan daun jendela yang dibuka kedalam atau keluar

3) Jendela dengan daun pintu yang dibuka dengan digeser ke atas atau kebawah

4) Jendela dengan kaca-kaca krepyak (terpisah kecil-kecil)

5) Jendela dengan daun yang dibuka dengan diputar dalam sumbu horizontal

6) Jendela dengan daun seperti dibawah ini biasanya dibuka kedalam agar tidak tampias hujan

Macam-macam Kusen Pintu dan Jendela

a) Kusen pintu tunggal : untuk satu daun pintu

b) Kusen pintu tunggal dengan ventilasi : menggunakan ventilasi atas

c) Kusen pintu dobel : untuk dua daun pintu

d) Kusen pintu gendong : Kusen pintu yang menyatu dengan kusen jendela.

e) Kusen pintu lipat : kusen untuk pintu garasi.

f) Kusen jendela : untuk satu daun jendela

g) Kusen jendela dobel : untuk dua daun jendela

12
h) Kusen jendela dengan ventilasi : dengan ventilasi pada bagian atas

3. DENAH RUMAH

Gambar denah, denah rumah mediterania, denah dua lantai, gambar kerja denahDefinisi: Denah adalah
tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00 sebuah
bangunan dengan bagian atas bangunan dibuang/dihilangkan.

Fungsi denah antara lain untuk menunjukkan:

– fungsi ruang

– susunan ruang

– sirkulasi ruang

– dimensi ruang

– letak pintu dan bukaan

– isi ruang

– fungsi utilitas ruang (air, listrik, AC, dll.) pada denah-denah tertentu

Pada gambar denah presentasi, biasanya bagian dinding yang terpotong hanya diblok dengan warna
hitam, sementara kolom diberi warna putih untuk pembedaan. Sedangkan, pada gambar teknik untuk

13
pekerjaan lapangan, bagian yang terpotong tersebut perlu dilengkapi dengan notasi material sebagai
pedoman pengerjaan.

Untuk ketebalan, bagian yang terpotong digambar dengan garis yang lebih tebal. Furnitur dalam
ruangan, kecuali tingginya melebihi 1m dari level 0.00 yang ditentukan, digambar dengan garis yang
lebih tipis.Denah yang dilengkapi lingkungan, jalan, dan bangunan di sekitarnya.

Layout yang luasnya melebihi kota/desa/wilayah.Tampak atas bangunan yang dilegkapi dengan
lingkungan sekitarnya.

Tampak

Definisi: Wujud bangunan secara dua dimensi yang terlihat dari luar bangunan.

tampak depan, gambar tampak arsitektur, tampak depan rumah mediterania, tampak depan rumah dua
lantai

Fungsi gambar tampak antara lain untuk menunjukkan:

– dimensi bangunan

– proporsi

– gaya arsitektur

– warna & material

– estetika

Karena digambar secara dua dimensi, pada gambar tampak kemungkinan akan ada beberapa bagian
bangunan yang ukurannya menjadi tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya (sesuai skala), yakni
garis atau bidang yang tidak sejajar dengan bidang gambar. Untuk arah pandang sendiri tidak tergantung
pada suatu patokan yang pasti. Bisa jadi gambar tampak dinamai sesuai dengan arah mata angin
(tampak utara, tampak timur, dll.) atau dinamai sesuai view tertentu seperti tampak dari danau, tampak
dari jalan raya, dsb. Selain itu bisa juga diberi nama tampak A, tampak B, dst. Sesuai keinginan dari sang
arsitek yang ditentukan pada denah.

Potongan

gambar potongan, gambar kerja potongan, gambar potongan rumah dua lantaiGambar dari suatu
bangunan yang dipotong vertikal pada sisi yang ditentukan (tertera pada denah) dan memperlihatkan isi
atau bagian dalam bangunan tersebut.

Fungsi potongan untuk menunjukkan:

– Struktur bangunan

– Dimensi tinggi ruang

14
4. KUDA KUDA

Untuk kriteria penggambaran, potongan kurang lebih sama dengan denah. Bagian yang terpotong
digaris tebal dengan notasi material bila merupakan gambar kerja.

Ada juga yang disebut potongan ortogonal, yaitu gambar potongan yang berkesan tiga dimensi karena
digambar dengan teknik gambar perspektif satu titik lenyap. Letak titiknya sendiri berada di tengah
bangunan.

Konstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap
termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya.

Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi
struktur framework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang.

Untuk lebih mengenal fungsi kuda kuda kita akan uraikan sebagai berikut :

Kuda kuda berfungsi untuk menerima beban dari atap yaitu :


- Air Hujan
- Angin
- Genteng
- Reng Usuk dan list-plank
- Plafon

15
dan beban dari kuda2 itu sendiri, adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda bagian atas
(P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P’, sehingga kaki kuda-kuda menekan kedua tembok
kearah samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh.

Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping akibat tekanan beban dari atas perlu
dipasang balok horisontal untuk menahan kedua ujung bawah balok kaki kuda-kuda yaitu berupa balok
tarik.

Karena lebar bentangan menahan beban yang bekerja dan beban berat sendiri kuda-kuda, maka batang
tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan, tembok seolah olah
masuk ke dalam

Untuk mengatasi adanya penurunan pada batang tarik diujung atas kaki kuda-kuda dipasangi tiang dan
ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB yang disebut tiang gantung.

Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang semakin panjang, sehingga kaki kuda-kuda yang
miring mengalami pelenturan. Dengan adanya pelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan
kelihatan cekung kedalam, ini tidak boleh terjadi.

Untuk mencegah pelenturan pada kaki kuda-kuda perlu dipasangi batang sokong/skoor dimana ujung
bawah skoor memancang pada bagian bawah tiang gantung ujung atas skoor menopang bagian tengah
kuda-kuda. Dengan demikian pelenturan dapat dicegah.

Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinan konstruksi kuda-kuda melentur pada
bidangnya karena kurang begitu kaku. Untuk itu perlu diperkuat dengan dua batang kayu horisontal
yang diletakkan kira-kira ditengah-tengah tinggi tiang gantung.

Macam-macam Kuda-kuda

1. Kuda-kuda baja ringan

Seperti diungkapkan di atas, material ini menjadi pilihan utama bagi bahan konstruksi atap. Harga yang
relatif murah dan kecepatan pemasangan menjadi pertimbangan utama. Kuda-kuda ini terbentuk dari
material dasar baja mutu tinggi yang dibuat dengan sistem rol menjadi berbentuk profil dengan
ketebalan 0,75 s/d 1,25 mm. Ketebalan ini sangat menentukan kekuatan kuda-kuda baja ringan. Selain
itu, untuk menambah kekakuan, bila kita amati penampang profilnya akan terlihat beberapa tekukan
yang bertujuan untuk menambah kekuatan. Material dasar ini kemudian dilapis dengan material lain.
Pada umumnya terdapat 2 macam zat pelapis, yaitu galvalum dan zincalum dengan karakteristik masing-
masing. Galvalum lebih tahan terhadap air semen, sementara Zincalum lebih tahan terhadap karat dan
korosi, sehingga lebih cocok untuk diaplikasikan di daerah pantai. Material baja ringan dengan pelapis
zincalum biasanya memiliki harga lebih mahal.

Bila kita amati profil baja ringan, memang terlihat sangat tipis, tetapi pada dasarnya kuda-kuda baja
ringan ini bila telah ter-assembly menjadi suatu rangkaian utuh akan cukup kuat untuk menahan beban
genteng di atasnya, genteng beton sekalipun. Ketepatan dalam menyambung / mengoneksi antara
batang profil juga menentukan kekuatan. Perbedaan ketebalan profil yang hanya 0,25mm juga akan
sangat sulit dibedakan dengan mata telanjang. Untuk itu, sebaiknya pilihlah aplikator baja ringan yang

16
terpercaya dan sudah memiliki reputasi luas. Karena pada beberapa kasus, terjadi konstruksi baja ringan
yang collapse, karena kesalahan perhitungan beban dan aplikasi.

konstruksi atap baja ringan terdiri dari kuda-kuda yang disusun rapat pada jarak 1 s/d 1,2 m. Batang
miring kuda-kuda baja ringan berfungsi sekaligus sebagai usuk. Di atas kuda-kuda yang rapat inilah
langsung dipasang reng dengan jarak sesuai jenis genteng yang dipakai.

Kelebihan konstruksi atap baja ringan adalah :


 Waktu pengerjaan sangat cepat
 Biaya relatif murah
 Beban konstruksi kepada pondasi dan kolom menjadi lebih ringan
 Sedangkan Kelemahan konstruksi atap baja ringan adalah :
 Ruang atap tidak bisa dipakai, karena kuda-kuda baja ringan harus disusun pada jarak
yang rapat.
 Sulit ketika akan melakukan renovasi atau perubahan bentuk bangunan

2. Kuda-Kuda Baja Konvensional

Kuda-kuda ini banyak dipergunakan pada bangunan dengan bentang atap yang lebar, misalnya gedung
pertemuan, aula, atau pabrik. Berbeda dengan kuda-kuda baja ringan yang mempergunakan profil tipis,
kuda-kuda baja konvensional ini mempergunakan baja profil yang cukup tebal. Cukup banyak jenis profil
yang tersedia di pasaran, misal profil C, profil I, profil H, profil siku, atau bentuk lain seperti pipa dan
persegi. Jarak di antara kuda-kuda bisa cukup jauh, yaitu antara 4-5m. Di atas kuda-kuda ini barulah
dipasang usuk yang biasanya menggunakan kanal C yang mirip dengan profil baja ringan. di atas usuk
biasanya langsung dipasang atap metal (spandeck) atau asbes. Bila ingin mempergunakan genteng bisa
saja. Kanal C tersebut berfungsi sebagai gording, dan ditambahi lagi usuk dan reng dari kayu di atasnya.

17
Kelebihan konstruksi atap baja konvensional adalah :
 Waktu pengerjaan sangat cepat
 Biaya relatif lebih mahal
 Kekuatan lebih terjamin
 Sedangkan Kelemahan konstruksi atap konvensional adalah :
 Beban konstruksi kepada pondasi dan kolom menjadi berat.

3. Kuda-kuda beton

Kuda-kuda beton dibuat dari beton bertulang dengan ukuran tergantung bentang atapnya. Tinggi
penampang balok kuda-kuda beton biasanya berukuran 1/10 s/d 1/12 bentang atapnya. Dengan
perbandingan 2:3 untuk perbandingan lebar dan tingginya. Kuda-kuda beton biasanya dipasang
mengikuti modul ruang yang ada di bawahnya, karena memiliki penulangan yang bisa menerus kepada
penulangan kolom. Jarak maksimal antar kuda-kuda adalah 4 m. Di atas kuda-kuda beton inilah dipasang
gording kayu. Bisa mempergunakan kayu berukuran 8/12cm. Di atas gording kayu tersebut, barulah
disusun usuk dan reng. Bila di antara balok kuda-kuda tersebut diisi dengan bata, maka disebut
gunungan atau sopi-sopi. Biasanya sopi-sopi ini terdapat di bagian tepi atap yang berbentuk pelana.
Kekuatan kuda-kuda beton ini sangat tergantung pada ketepatan perhitungan dimensi, tulangan besi
yang dipergunakan, dan tentu saja material-material yang dipergunakan sebagai campuran beton, yaitu
semen, pasir, dan kerikil. Gunakan semen dengan kualitas baik untuk memastikan kekuatan dan mutu
beton yang dihasilkan

Kelebihan konstruksi atap kuda-kuda beton adalah :


 Ruangan di bawah atap bisa dipergunakan
 Biaya relatif murah
 Kekuatan lebih terjamin
 Sedangkan Kelemahan konstruksi atap kuda-kuda beton adalah :
 Beban konstruksi kepada pondasi dan kolom berat.
 Waktu pengerjaan lama, karena harus menunggu umur beton mengering.
 Proses pengerjaan repot karena memerlukan bekisting.

18
4. Kuda-kuda Kayu

Bagaimanapun kuda-kuda kayu mempunyai eksostisme tersendiri. Biasanya kuda-kuda ini

dipergunakan bila ingin mengekspose konstruksi kuda-kudanya. Misalkan pada bangunan yang
menggunakan konstruksi tradisional atau bangunan dengan fungsi khusus seperti hotel dan resort. Kayu
yang dipergunakan harus kayu yang mempunyai kualitas bagus, lurus dan kering. Kelebihan Kuda-kuda
kayu adalah aspek estetis yang tinggi dan ruang di bawah atap bisa dipergunakan. Sedangkan
kelemahan kuda-kuda kayu adalah harganya yang relatif mahal.

Demikian sedikit ulasan tentang bermacam-macam jenis kuda-kuda. Semoga bisa menjadi bahan
pertimbangan untuk memilih konstruksi atap.

berikut adalah ulasan bagian kuda - kuda:

Kaki kuda - kuda: kaki kuda - kuda ini berfungsi sebagai tumpuan balok gording dan beban diatasnya.
selain itu kaki kuda - kuda dibuat dengan batang miring yang menunjukan sudut kemiringan atap itu
sendiri, dalam proses pengukuran kaki kuda - kuda ini anda harus mengetahui berapa panjang yang
dibutuhkan dalam pembuatan kuda - kuda hal ini dilakukan agar sudut kemiringan atap tidak salah.

 Balok datar yaitu sebuah batang tarik yang berfungsi menahan gaya horizontal yang terjadi oleh
gaya yang bekerja pada kaki kuda - kuda.
 Balok penggantung yaitu batang tegak yang berfungsi sebagai penahan lentukan yang terjaji
pada balok datar.
 Balok penyokong yaitu batang yang berfungsi untuk menyokong kaki kuda - kuda agar tidak
melengkung oleh bebabn dari balok gording.

19
 Balok gapit berfungsi untuk menggapit rangka kuda - kuda agar tidak melentur ke samping.
 Usuk atau Kaso ukuran yang dipakai adalah 5/7 dan dipasang menumpu pada balok gording
balok bubungan atau balok tembok.
 Bubungan genteng ukuran yang dipakai pada umumnya adalah 2/20 dan dipasang pada balok
bubungan untuk menahan genteng karpus dan adukan perekatnya.

berikut adalah ulasan bagian kuda - kuda:

Kaki kuda - kuda: kaki kuda - kuda ini berfungsi sebagai tumpuan balok gording dan beban diatasnya.
selain itu kaki kuda - kuda dibuat dengan batang miring yang menunjukan sudut kemiringan atap itu
sendiri, dalam proses pengukuran kaki kuda - kuda ini anda harus mengetahui berapa panjang yang
dibutuhkan dalam pembuatan kuda - kuda hal ini dilakukan agar sudut kemiringan atap tidak salah.

 Balok datar yaitu sebuah batang tarik yang berfungsi menahan gaya horizontal yang terjadi oleh
gaya yang bekerja pada kaki kuda - kuda.
 Balok penggantung yaitu batang tegak yang berfungsi sebagai penahan lentukan yang terjaji
pada balok datar.
 Balok penyokong yaitu batang yang berfungsi untuk menyokong kaki kuda - kuda agar tidak
melengkung oleh bebabn dari balok gording.
 Balok gapit berfungsi untuk menggapit rangka kuda - kuda agar tidak melentur ke samping.
 Usuk atau Kaso ukuran yang dipakai adalah 5/7 dan dipasang menumpu pada balok gording
balok bubungan atau balok tembok.

20
 Bubungan genteng ukuran yang dipakai pada umumnya adalah 2/20 dan dipasang pada balok
bubungan untuk menahan genteng karpus dan adukan perekatnya.

21