Anda di halaman 1dari 3

SISTEMATIKA TUMBUHAN

Nama : Hermina Rosana Dhane


NIM : 1506050025
Kelas :A

POHON EVOLUSI ANGIOSPERMAE MONOKOTIL

1. Pengertian Pohon Evolusi

Pohon evolusi atau pohon filogenetika adalah diagram percabangan atau "pohon"
yang menunjukkan hubungan evolusi antara berbagai spesiesmakhluk hidup
berdasarkan kemiripan dan perbedaan karakteristik fisik dan/atau genetik mereka.
Takson yang terhubung pada pohon tersebut berarti diturunkan dari satu nenek moyang
bersama. Penggambaran pertama pohon ini antara lain ditemukan pada buku Elementary
Geology dari Edward Hitchcock (1840) dan The Origin of Species dari Charles Darwin
(1859).

Pohon evolusi ini dapat diaplikasikan untuk membuat sistematika biologi, seperti
pohon kehidupan. Selain itu pohon ini dapat digunakan untuk mencari fungsi dari suatu
gen atau protein, riset medis dan epidemiologi seperti HIV, dan studi evolusi.

2. Evolusi Tumbuhan Angiospermae Monokotil


Menurut Campbell dkk (2003), berdasarkan catatan fosil yang ada, sejarah adaptasi
daratan oleh tumbuhan terdapat empat periode utama evolusi tumbuhan. Periode
tersebut merupakan radiasi adaptif yang mengikuti evolusi struktur bagi peluang
kehidupan di darat. Keempat periode adalah sebagai berikut:

a. Periode pertama
Evolusi, yaitu selama masa Ordovisian, zaman palaeozoikum, sekitar 475 juta tahun
yang silam, asal mula tumbuhan diduga berasal dari nenek moyang akuatik. Adaptasi
terhadap kehidupan darat (terrestial) dibuktikan oleh adanya sporopolenin dan
gametangia berlapis yang melindungi gamet dan embrio. Adaptasi ini terjadi pada
briofita yang merupakan tumbuhan darat pertama. Briofita atau tumbuha lumut ini
berkembang menjadi berbagai variasi dalam kelompoknya. Jaringan pembuluh yang
terdiri atas sel-sel membentuk pembuluh untuk mengangkut air dan zat hara ke
seluruh tubuh tumbuhan. Evolusi briofita merupakan evolusi yang relatife dini dalam
sejarah tumbuhan. Oleh karena sebagian besar briofita tidak memiliki jaringan
pembuluh maka briofita disebut sebagai tumbuhan yang “non vaskuler” atau
tumbuhan “tidak berpembuluh”. Namun ada sebagian kecil briofita yang memiliki
jaringan pembuluh pengangkutan air, dengan demikian pengelompokan briofita
sebagai tumbuhan non vaskuler tidak seluruhnya benar.

b. Periode Kedua
Diversifikasi tumbuhan vaskuler selama masa Devon awal, sekitar 400 juta tahun
silam. Di mana tumbuhan vaskuler pertama tidak memiliki biji, dan keadaan ini
masih ditemukan pada paku-pakuan.

c. Periode Ketiga
Periode ini dimulai dengan kemunculan biji, yaitu struktur yang mempercepat
kolonisasi daratan dengan cara melindungi embrio tumbuhan dari kekeringan dan
ancaman lainnya. Tumbuhan vaskuler biji pertama muncul sekitar 360 juta tahun
silam, dekat dengan masa Devon. Tumbuhan berbiji awal, bijinya tidak terbungkus
dalam ruang khusus, seperti pada berbagai jenis gimnospermae termasuk konifer
seperti pinus dan tumbuhan konus. Tumbuhan ini hidup bersama tumbuhan lainnya
mendominasi bentang alam selama lebih dari 200 juta tahun.

d. Periode Keempat
Evolusi tumbuhan terjadi pada masa Kreta, zaman Mesozoikum sekitar 130 juta
tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan kemunculan tumbuhan berbunga yang
memiliki struktur reproduksi yang agak rumit dimana biji dilindungi oleh ruangan
yang disebut ovarium. Karena biji terlindung sedemikian rupa maka kelompok ini
disebut tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae (Bhs. Yunani: Angion=
“wadah”; spermae= benih atau biji).
Sejak periode tersebut jenis-jenis angiosperma dapat dijumpai dengan mudah hampir
di setiap habitat. Angiosperma dibagi kedalam 2 kelas, yaitu dikotil dan monokotil
berdasarkan jumlah kotiledon yang terdapat di dalam biji. Tumbuhan jenis dikotil
muncul lebih dahulu dipermukaan bumi dan kemudian diikuti oleh tumbuhan
monokotilsekitar 65 juta tahun yang lalu.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.zakapedia.com/2014/10/asal-usul-dan-evolusi-awal-angiospermae.html
Diakses pada tanggal 17 September 2016, pukul 18.01 WITA.

Mitchell, Cambell Recce. 2003. Biologi. Erlangga. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai